Anda di halaman 1dari 5

TOPIK PENELITIAN

Nama

: Selfy Grace Alvhamega Lukas

NIM

: 15614061

Usulan Topik : Pemanfaatan Antosianin dari Kulit Buah Naga melalui Proses Ekstraksi
1. Data Potensi Bahan Baku Kulit Buah Naga
Daerah kalimantan timur yang merupakan pengembangan buah naga (hylocereus
costaricenc) adalah Kutai Barat yang sudah ditanam di atas lahan satu hektare sebanyak
1.600 pohon sejak tahun 2007. Lokasinya di Pusat Percontohan Pengembangan Agribisnis
(P3A) Kampung Empas, Kecamatan Melak.
Tanaman buah naga berjenis merah ini satu pohonnya bisa berbuah mencapai 8
sampai dengan 10 buah. Buah naga juga semakin mudah dicari karena banyak dijual di
sepanjang jalan poros utama, baik antara Balikpapan Samarinda, maupun dari Samarinda
menuju Bontang. Di pasar tradisional dan pasar modern pun buah ini pun tidak sulit
ditemukan.
Sumber : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (27 Maret 2014)
Bagian dari buah naga 30-35% merupakan kulit buah namun seringkali hanya dibuang
sebagai sampah (Nazzarudin et al., 2011).
Sumber : Universitas Udayana, Bali
Data potensi kulit buah naga di Kalimantan Timur:
Jumlah buah

= 1600 pohon x 10 buah


= 16000 buah naga

Jika 1 buah naga seberat 100 gram maka:


Berat kulit 1 buah naga = 35% x 100 gram
= 35 gram
Maka jumlah kulit buah naga di Kalimantan Timur
= 35 gram x 16000 buah naga
= 560.000 gram kulit buah naga
= 560 kg kulit buah naga

2. Data Komposisi Bahan Baku Kulit Buah Naga

Sumber: USDA Nutrient data base, (2009)


https://www.academia.edu/11416712/pemanfaatan_kulit_buah_naga_untuk_mengetahui_
kadar_formalin_dan_boraks
3. Data Syarat Mutu Antosianin (SNI / SII)
Belum ada SNI/SII yang mencantumkan syarat mutu antosianin.
4. Resume 2 referensi ilmiah yang relevan dan up to date
Jurnal 1
a

Judul Penelitian:
Ekstraksi Pigmen Antosianin Dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus)

b Nama Peneliti:
Lidya simanjutak, Chairina sinaga, dan Fatimah
c

Latar Belakang Keilmuan Peneliti :


Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.

d Tujuan Penelitian:
Untuk mengetahui jenis pelarut, rasio pelarut dan waktu ekstraksi yang baik untuk
mendapatkan ekstrak antosianin dengan kadar tinggi.
e

e.1. Proses utama: Ekstraksi


e.2. Bahan-bahan pendukung: Asam sitrat 10%, aquadest, etanol, etil asetat

Variabel yang di variasikan:

Variasi pelarut

Variasi rasio perbandingan pelarut: ( 1:2, 1:4 dan 1:6)

Variasi lama ekstraksi

Kondisi terbaik penelitian:

: Aquadest, Etanol , dan Etil asetat


: ( 1, 2 dan 3 hari)

Variabel tetap

: Asam sitrat 10%

Variabel bebas pelarut

: Aquadest

Variabel bebas rasio perbandingan pelarut

: (1:6)

Variabel bebas lama ekstraksi

: 3 hari.

Menggunakan metode analisa Spektrofotometri UV-Visible


i

Hasil percobaan diperoleh bahwa kadar pigmen antosianin dari kulit buah naga merah
dengan campuran pelarut aquades ditambah asam sitrat 10%, menghasilkan kadar
rendemen pigmen antosianin tertinggi 62,68% pada nilai pH 2 dan lama ekstraksi 3 hari.

Sumber: http://jurnal.usu.ac.id/index.php/jtk/article/view/7178
Jurnal 2
a

Judul Penelitian :
Pemanfaatan Kulit Buah Naga (Dragon Fruit) Sebagai Pewarna Alami Makanan
Pengganti Pewarna Sintetis

Nama Peneliti/Pengarang:
Prima Astuti Handayani, Asri Rahmawati

Latar Belakang Keilmuan Peneliti/Pengarang:


Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Tujuan Penelitian:
Untuk

mengetahui pengaruh konsentrasi asam sitrat, pengaruh suhu proses ekstraksi,

pengaruh lama waktu ekstraksi terhadap kadar antosianin yang dihasilkan, serta mengetahui
varietas terbaik pewarna alami kulit buah naga antara daging merah dan daging putih untuk
diaplikasikan sebagai pewarna makanan.
e

e.1. Proses utama: Ekstraksi


e.2. Bahan-bahan pendukung: Asam sitrat 10%
Proses Pendukung yang digunakan:
Filtrat hasil dari ekstraksi kulit buah naga diuji kadar antosianinnya dengan spektrofotometer
Nama Bahan-Bahan yang digunakan :
a. Kulit buah naga
b. Aquades
c. Asam sitrat

Variabel yang divariasikan:


1. Konsentrasi Asam sitrat
N
o

Konsentrasi
(Aquades:Asam
sitrat)
5:1
9:1
13:1

1
2
3

2. Temperatur
N
o
1
2
3

Temperatur (oC)
40
60
80

3. Waktu
N
o
1
2
3

Waktu (jam)
1
2
3

g. Kondisi Terbaik Penelitian:


-

Variabel tetap

: Asam sitrat

Variabel bebas pelarut

: Aquadest

Variabel bebas rasio perbandingan pelarut

: (5:1)

Variable bebas temperature

: 40oC

Variabel bebas lama ekstraksi

: 3 jam

h. Menggunakan metode analisa Spektrofotometri UV-Visible


i. Varietas kulit buah naga daging merah menghasilkan kadar antosianin yang lebih besar yaitu
22,59335 ppm daripada kulit buah naga daging putih 16,73593 ppm.
- Ekstraksi kulit buah naga daging merah menggunakan pelarut aquades : asam sitrat (5 : 1)
menghasilkan kadar antosianin tertinggi yaitu 26,4587 ppm.
- Ekstraksi kulit buah naga daging merah pada suhu kamar menghasilkan kadar antosianin
yang lebih besar yaitu 21,5028 ppm daripada ekstraksi menggunakan pemanas.
- Ekstraksi dengan waktu pengadukan 3 jam menghasilkan kadar antosianin yang lebih besar
yaitu 23,3027 ppm daripada ekstraksi dengan pengadukan kurang dari 3 jam
- Pewarna dari kulit buah naga dapat diaplikasikan sebagai pewarna alami bahan makanan
pengganti pewarna sintetis.
Sumber: http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jbat/article/view/2545/0