Anda di halaman 1dari 7

pt_pppi@yahoo.

com

Emergency Nursing
PROPOSAL PELATIHAN
A. Latar Belakang
Pelayanan keperawatan gawat darurat mengharuskan pemberian tindakan life-support
baik minimal maupun lanjut, sehingga mengharuskan perawat memiliki pengetahuan
mendalam (in-depth knowledge) dan keahlian klinis dalam memberikan asuhan kepada
pasien yang mengalami kondisi kegawatdaruratan yang meliputi segala rentang usia,
serta kemampuan mengelola situasi-situasi yang melibatkan penggunaan teknologi yang
kompleks. Sehingga untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan perawat dalam
menangani kasus kegawatdaruratan maka diperlukan pelatihan yang tepat yang dapat
meningkatkan ilmu dan keterampilan perawat gawat darurat.

Pelatihan Emergency Nursing merupakan pelatihan yang khusus didesain bagi perawat
untuk menangani masalah kegawatdaruratan. Pelatihan ini menggunakan pendekatan
yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan keperawatan pada area kegawatdaruratan
sehingga diharapkan dengan mengikuti pelatihan Emergency Nursing, peserta pelatihan
dapat melakukan penyelamatan jiwa dan/atau meminimalisir kerusakan organ serta
mengurangi angka kematian dan kecacatan penderita dengan landasan keilmuan dan
proses keperawatan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang


Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit, telah distandarisasi bahwa
perawat IGD adalah perawat yang tersertifikasi Pelatihan Emergency Nursing. Pada
tahun 2011, telah dikeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor
706/Menkes/Per/VI/2011 tentang Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji Indonesia,
telah diatur bahwa Sertifikat Pelatihan Emergency Nursing menjadi salah satu
persyaratan bagi perawat untuk pendaftaran Tenaga Kerja Haji Indonesia (TKHI) dan
Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI). Bahkan pada tahun 2013, telah dilakukan
revisi pada Permenkes ini dan memasukkan Pelatihan Emergency Nursing sebagai
persyaratan utama untuk pendaftaran TKHI dan PKHI.

Kurikulum yang dikembangkan saat ini meliputi 3 tingkat kompetensi yaitu Basic,
Intermediate dan Advance. Kompetensi Basic merupakan kompetensi yang harus dimiliki
oleh semua perawat di sarana kesehatan, sedangkan Intermediate dan Advance
merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh perawat yang bekerja di Instalasi Gawat

Emergency Nursing
Darurat. Berdasarkan hal tersebut di atas kami bermaksud menawarkan kerjasama dengan
Instansi terkait untuk menyelenggarakan Pelatihan Emergency Nursing ini.
B. Tujuan
1.

Tujuan Umum
Setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat memberikan Asuhan Keperawatan
Gawat Darurat di tempat tugasnya sesuai dengan kewenangan dan kompetensi
yang ditentukan.

2.

Tujuan Khusus
Setelah mengikuti pelatihan peserta mampu:
a. Menerapkan konsep dan asuhan keperawatan gawat darurat
1) Menjelaskan karakteristik pelayanan
2) Menjelaskan peran dan fungsi perawat gawat darurat
3) Menentukan tingkatan triase dan retriase gawat darurat
4) Membuat keputusan klinis kasus gawat darurat dengan pendekatan proses
keperawatan
5) Membuat keputusan etik dalam menghadapi kondisi gawat darurat
6) Membuat keputusan tindakan kegawatdaruratan secara legal
7) Membuat dokumentasi dan pelaporan asuhan keperawatan gawat darurat
b. Mengelola jalan napas dan pernapasan pada kondisi gawat darurat (airway and
breathing management)
1) Mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi pada pernapasan
2) Mengidentifikasi kepatenan jalan napas
3) Melakukan manuver dasar untuk membuka jalan napas
4) Melakukan bantuan napas
5) Melakukan pembebasan jalan napas akibat sumbatan lidah
6) Melakukan manuver pembebasan jalan napas akibat tersedak
7) Melakukan pembebasan sumbatan akibat cairan/lendir pada daerah oral dan
nasal tanpa dan dengan alat dalam kondisi tanpa komplikasi
8) Memposisikan pasien yang sesuai kondisi pasien
9) Melakukan monitoring pernapasan dan memberikan terapi oksigen
c. Melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD)
1) Menjelaskan konsep bantuan hidup dasar
2) Melakukan BHD pada pasien dewasa, anak dan bayi

Emergency Nursing
d. Melakukan Initial Assessment yang terdiri atas primary survey dan secondary
survey
e. Memberikan asuhan keperawatan dasar gawat darurat syok hipovolemik
1) Menjelaskan konsep syok hipovolemik
2) Melakukan pengkajian sirkulasi
3) Memposisikan pasien dengan tepat untuk mempertahankan sirkulasi optimal
4) Melakukan pemberian cairan berdasarkan kebutuhan yang telah
diprogramkan pada kasus gawat darurat
5) Melakukan monitoring selama dan sesudah pemberian cairan pada
kasus gawat darurat
f. Memberikan asuhan keperawatan gawat darurat pada sistem kardiovaskuler
(Acute Coronary Syndrome/ACS)
1) Menjelaskan tentang SKA
2) Mengkaji pasien SKA
3) Memberikan asuhan keperawatan pasien SKA
4) Menginterpretasikan EKG strip SKA
5) Memonitor hemodinamik non invasif
6) Melakukan pencatatan dan pelaporan secara akurat dan tepat sesuai alur
g. Memberikan asuhan keperawatan gawat darurat pada cedera kepala dan spinal
1) Menjelaskan prinsip penanganan cedera kepala dan spinal
2) Mengidentifikasi tingkat kesadaran dengan AVPU, GCS dan status mental
3) Melakukan stabilisasi dengan pemasangan collar neck, KED, LSB dan teknik
log roll
4) Melakukan monitoring tanda dan gejala peningkatan tekanan intra kranial
5) Melakukan pemberian oksigen yang tepat
6) Melakukan pemberian cairan sesuai program medis
h. Memberikan asuhan keperawatan gawat darurat pada sistem muskuloskeletal
1) Menjelaskan patofisiologi trauma pada sistem muskuloskeletal
2) Menjelaskan prinsip penanganan trauma sistem muskuloskeletal
3) Melakukan pengkajian luka dan cedera jaringan lunak
4) Melakukan pembersihan awal terhadap luka
5) Mampu melakukan ekstrikasi, stabilisasi dan evakuasi
6) Mampu melakukan balut bidai

Emergency Nursing
i. Memberikan asuhan keperawatan gawat darurat trauma thoraks dan abdomen
1) Menjelaskan patofisiologi trauma thoraks dan abdomen
2) Memberikan asuhan keperawatan gawat darurat akibat trauma thoraks dan
abdomen
3) Melakukan stabilisasi benda asing pada trauma thoraks dan abdomen
4) Melakukan monitoring pasien trauma dada dan abdomen
C. Peserta
Peserta adalah perawat dengan kriteria sebagai berikut :
a. Perawat berpendidikan minimal D3 Keperawatan
b. Telah memiliki pengalaman praktik di pelayanan kesehatan minimal 2 tahun
D. Fasilitator / Instruktur
Tim Pelatih Emergency Nursing memiliki spesifikasi sebagai berikut :
1. Berpendidikan S1 keperawatan dengan pengalaman kerja di Instalasi Gawat
Darurat minimal 10 tahun.
2. Berpendidikan S2 dan Ners Spesialis KMB dengan pengalaman klinik di Instalasi
Gawat Darurat minimal 5 tahun.
3. Berpendidikan S2 dan Ners Spesialis KMB pengampu mata ajar Keperawatan
Gawat Darurat dan magang di Instalasi Gawat Darurat.
4. Fasilitator dan Instruktur mempunyai sertifikat TOT di bidang kegawatdaruratan.
E. Materi
Materi-materi akan disajikan dengan metode
CERAMAH

pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan


daya tangkap terhadap materi yang diberikan
sehingga pencapaian terhadap target kompetensi
yang diharapkan dapat berlangsung optimal.
Metode pembelajaran yang digunakan selama
pelatihan yaitu ceramah, diskusi, demonstrasi,
praktik, simulasi dan role play.

ROLE
PLAY

DISKUSI

METODE
PEMBELAJARAN

SIMULASI

DEMONSTRASI
PRAKTIK

Emergency Nursing
Pelatihan Emergency Nursing - Intermediate Level (ENIL) diberikan selama 65 jam
(5 hari). Proporsi teori sebanyak 40% dan praktik sebanyak 60%. Uraian materi ENIL
sebagai berikut:

NO

MATERI

JPL

JUMLAH

A. TEORI
1

Konsep dan Asuhan Keperawatan Gawat Darurat dan


Bencana
Pengembangann Keprofesian Berkelanjutan Bagi
Perawat
Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)

Keperawatan Gawat Darurat pada Sistem Pernapasan

Airway and Breathing Management

Resusitasi Jantung Paru

14

Keperawatan Gawat Darurat pada Syok dan Resusitasi


Cairan
Interpretasi Elektrokardiogram (EKG)
Keperawatan Gawat Darurat pada Sistem
Kardiovaskuler (Sindrom Koroner Akut)
Keperawatan Gawat Darurat pada Aritmia Lethal (Drugs
and Defibrillations)
Keperawatan Gawat Darurat pada Cedera Kepala dan
Spinal
Keperawatan Gawat Darurat pada Trauma
Muskuloskeletal
Keperawatan Gawat Darurat pada Trauma Dada dan
Abdomen
Keperawatan Gawat Darurat pada Anak

15

Keperawatan Gawat Darurat pada Keracunan

16

Initial Assessment pada Pasien Trauma

16

Keselamatan Pasien (Patient Safety)

8
9
10
11
12
13

1
1

28

2
2
1
2
2
2
2

B. PRAKTIK
1
2
3
4
5
6
7
8

Airway and Breathing Management


Resusitasi Jantung Paru pada Dewasa
Resusitasi Jantung Paru pada Bayi/Anak
Resusitasi Cairan
Perekaman dan Interpretasi EKG
Initial Assessment
Transportasi dan Evakuasi
Pembalutan dan Pembidaian

5
5
4

TOTAL

37

5
5
4
4
65

65

Emergency Nursing
F.

Sertifikat
Setelah menyelesaikan pelatihan ini, peserta akan memperoleh sertifikat Emergency
Nursing yang terakreditasi PPNI Pusat dengan kredit 4 SKP. Sertifikat berlaku selama
3 (tiga) tahun.

G. Biaya Pelatihan
Biaya pelatihan ENIL sebesar Rp. 45.000.000,- (Empat puluh lima juta rupiah) untuk 30
orang. Biaya tersebut untuk penggandaan materi, honor narasumber, instruktur,
sertifikat, akreditasi PPNI dan logo HIPGABI. Biaya ini belum termasuk akomodasi, dan
transport dari dan ke Jakarta, overbagasi dan konsumsi pelatih seta peserta.

H. Penutup
Demikian proposal ini disampaikan, atas kerjasamanya diucapkan banyak terima kasih.
Semoga segala langkah yang kita tempuh, senantiasa mendapatkan tuntunanNya demi
perbaikan pribadi dan pengembangan instansi serta profesi keperawatan. Amin

Jakarta, 30 Januari 2015


PUSAT PENGEMBANGAN PERAWAT INDONESIA (PPPI)

Direktur Utama,

Amelia Kurniati, S.Kp, MN

Anda mungkin juga menyukai