Anda di halaman 1dari 7

PANDUAN PENGELOLAAN LIMBAH BENDA TAJAM DAN

JARUM
RUMAH SAKIT WILUJENG KABUPATEN KEDIRI

Disusun Oleh :

Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)

RUMAH SAKIT WILUJENG


Jln Joyoboyo No. 04 Padangan- Kayen Kidul- Kediri Kode Pos 64183
Telp. 0354- 528559/ 081235846900 Email : mail@rswilujeng.com
Website: www.rswilujeng.com

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT WILUJENG


KABUPATEN KEDIRI
NOMOR :
/11/RSWIL/SK.DIR/02/2016
TENTANG
PEMBERLAKUAN PANDUAN PENGELOLAAN BENDA TAJAM DAN JARUM
DI RUMAH SAKIT WILUJENG KABUPATEN KEDIRI
DIREKTUR RUMAH SAKIT WILUJENG KABUPATEN KEDIRI
Menimbang :

a. Bahwa untuk melakukan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di


Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri di perlukan panduan untuk
Pengelolaan Benda Tajam dan Jarum di Rumah Sakit Wilujeng
Kabupaten Kediri;
b. Bahwa untuk merealisasikan sebagaimana dimaksud diatas dalam
huruf a perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit
Wilujeng Kabupaten Kediri

Mengingat :

1.
2.
3.
4.

Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
Undang- undangNomor 29 Than 2004 tentang Praktek Kedokteran;
Peratuan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1691/Menkes/Per/VIII/2011 tentang keselamatan Pasien;
6.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
270/Menkes/SK/III/2007 tentang Pedoman Managerial Pencegahan
dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan
lainnya;
7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 436/Menkes/SK/VI/1993
tentang Berlakunya Standar Pelayanan Rumah Sakit dan Standar
Pelayanan Medis Rumah Sakit;
8. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1087/Menkes/SK/VIII/2010 tentang Standart Standart Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di Rumah Sakit;
9. Pedoman Managerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah
Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia Tahun 2007;
10. Pedoman Surveilans Infeksi, Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia tahun 2011;
11. SK Pengurus Nomor: 0002/01/SK.DIR/PT.WIL/VII/2013 tentang
Jabatan Direktur Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri

MEMUTUSKAN
Menetapkan

PERTAMA

KEDUA

: Panduan Pengelolaan Benda Tajam dan Jarum dimaksud dalam dictum


ke satu terlampir dalam keputusan ini

KETIGA

KEEMPAT

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT WILUJENG


KABUPATEN KEDIRI TENTANG PANDUAN PENGELOLAAN
BENDA TAJAM DAN JARUM DI RUMAH SAKIT WILUJENG
KABUPATEN KEDIRI

: Panduan ini bila diperlukan sekurang- kurangnya bisa direvisi setiap 3


tahun.

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila dikemudian


hari terdapat kekeliruan akan direvisi sebagai mana mestinya.

DITETAPKAN DI : KEDIRI
PADA TANGGAL :
DIREKTUR RUMAH SAKIT WILUJENG
KABUPATEN KEDIRI

Dr. RHAMAKURNIAWAN, MMRS


NIK. 01 24 07 1981 08 10 01

Lampiran

: KEPUTUSAN

Nomor
Tanggal

:
:

DIREKTUR

WILUJENG KABUPATEN KEDIRI


/11/SK.DIR/RS.WIL/ /2016

BAB I
DEFINISI
Sampah medis adalah limbah yang langsung dihasilkan dari tindakan diagnosis dan
tindakan medis terhadap pasien. Termasuk dalam kegiatan tersebut juga kegiatan medis di
ruang polikllinik, perawatan, bedah, kebidanan, otopsi, dan ruang laboratorium. Limbah
padat medis sering juga disebut sampah biologis.
Limbah medis padat adalah limbah padat yang terdiri dari limbah infeksius, limbah
patologi, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksis, limbah container
bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.
limbah benda tajam adalah semua benda tajam yang mempunyai permukaan tajam
yang dapat melukai/merobek permukaaan tubuh. contoh jarum suntik, infusset, ampul dan
preparat glass.

RS

BAB II
RUANG LINGKUP
1. Panduan ini diterapkan kepada seluruh kegiatan yang menggunakan benda tajam

dan jarum di Rumah Sakit Wilujeng Kabupaten Kediri


2. Pelaksana Panduan ini adalah seluruh Pegawai dan Pengunjung Rumah Sakit
Wilujeng Kabupaten Kediri

BAB III

TATA LAKSANA
1. Pemilahan limbah harus dilakukan yang menghasilkan limbah mulai dari sumber
kembali harus dimanfaatkan.
2. Limbah yang akan dimanfaatkan dipisahkan dari limbah Yang tidak kembali.
3. Limbah benda tajam harus dikumpulkan dalam satu wadah tanpa memperhatikan
terkontaminasi atau tidaknya, wadah tersebut harus anti bocor, anti tusuk dan tidak
mudah untuk dibuka sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak dapat
membukanya'Jarum, dan syri.nges harus dipisahkan sehingga
tidak dapat
digunakan kembali.
Pengelolaan Limbah Benda Tajam
1. TersediaWadah yang tidak mudah tembus oleh benda tajam/ tusukan,tahan
bocor dan tertutup berlabel biohazard yang kuning
2. Mempunyai penutup
3. Mempunyai petugas yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan
tentang Limbah benda tajam di Rumah sakit
4. Limbah benda tajam yang telah dikemas pada tempatnya setelah berisikan
2/3 bagian kemudian dikumpulkan untuk dibawak ke pihak ke II
Contoh pengelolaan jarum setelah dipakai
1. Jangan memasukan kembali jarum bekas suntikan dengan dua tangan tehnik 0ne hand
2. Jangan menekuk / mematahkan jarum yg telah dipakai
3. Segera buang jarum/ needle ke dalam wadah yg telah ditentukan dan dibuang
langsung oleh si pemakai
4. Kontainer benda tajam diletakan dekat lokasi

Penanganan pecahan/benda tajam


1. Gunakan sarung tangan tebal
2. Gunakan kertas koran untuk mengumpulkan pecahan benda tajam tersebut, kemudian
bungkus dengan kertas
3. Masukkan dalam kontainer tahan tusukan beri label

BAB IV
DOKUMENTASI

DITETAPKAN DI : KEDIRI
PADA TANGGAL :
DIREKTUR RUMAH SAKIT WILUJENG
KABUPATEN KEDIRI

dr. RHAMA KURNIAWAN, MMRS


NIK. 01 24 07 1981 08 10 01

Anda mungkin juga menyukai