Anda di halaman 1dari 30

PRE PLANING ROLE PLAY

PENDIDIKAN KESEHATAN
MODIFIKASI MENU SEHAT UNTUK ANAK
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga
Dosen Pembimbing : Ns. Elis Hartati, S.Kep.,M.Kep.

Disusun Oleh:
Kelompok 4 - A11.2
Erika Prilly D.S

22020111130051

Euis Maryah S.

22020111130035

Fida Husain

22020111120018

Fitri Chandra D.

22020111120018

Fransisca Ayu

22020111130039

Wulan Suciningrum M

22020111130097

PROGRAM STUDI-S1 ILMU KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014

PRE PLANING ROLE PLAY


PENDIDIKAN KESEHATAN
MODIFIKASI MENU SEHAT UNTUK ANAK

Pokok Bahasan

: Modifikasi Menu Sehat Untuk Anak

Sasaran

: Keluarga Tn. Jo

Waktu

Pertemuan

: Satu

Tanggal

Tempat
Penyuluh

: Rumah Klien (Gedanganak, Ungaran)


: Erika Prilly
Euis Maryah S.
Fida Husain
Fitri Chandra
Fransisca Ayu SM
Wulan Suciningrum

A. Latar Belakang
Keluarga merupakan organisasi terkecil yang merancang dan mengarahkan
perkembangan anggotanya. Salah satu fungsi keluarga menurut Marilyn M. Friedmen
yakni fungsi perawatan dan pemeliharaan kesehatan. Fungsi ini bertujuan untuk
mempertahankan keadaan kesehatan keluarga. Selain itu berdasarkan salah satu lima
tugas keluarga, memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit, keluarga harus
mengetahui hal-hal seperti keadaan penyakitnya, sifat dan perkembangan perawatan
yang dibutuhkan, keberadaan fasilitas yang diperlukan untuk perawatan, sumber-sumber
yang ada dalam keluarga, sikap keluarga terhadap yang sakit. Jenis masalah kesehatan
yang kerap terjadi pada keluarga terutama pada keluarga dengan anak pra-sekolah adalah
masalah pemenuhan gizinya (Friedman, 2010).

Masalah gizi dapat menimpa setiap kalangan umur terutama dalam sebuah keluarga.
Pada anak balita khususnya, menjadi perhatian utama keluarga karena kebutuhannya
terhadap nutrisi demi tumbuh kembang yang sangat baik. Balita umumnya mengalami
penolakan terhadap makanan yang tidak ia sukai karena perkembangan kemampuan
untuk memilih makanan yang ingin dikonsumsi. Anak balita akan menolak bila diberi
sayuran dan lebih memilih junk food (Kurniasih, 2010).
Pemenuhan gizi seorang anak sangat berkaitan dengan keluarga, karena anak secara
langsung dipengeruhi oleh lingkungan keluarga. Pemenuhan nutrisi oleh keluarga
dimulai sejak adanya riwayat pemenuhan nutrisi saat hamil, pemberian ASI ekslusif,
pemberian makanan pendamping ASI, hingga melatih anak untuk mencoba
mengonsumsi makanan yang lebih bertekstur. Menurut Judarwanto (2004), hal ini
menjadi dasar pengkajian mengapa anak balita mengalami gangguan pencernaan dan
pemenuhan gizi, bisa jadi karena bahan pangannya atau karena cara mengolahnya.
Berdasarkan data UNICEF tahun 2010, tingginya masalah kesehatan terkait gizi dan
pencernaan diakibatkan oleh beberapa faktor, dan diantaranya terdapat faktor kebiasaan
orang tua dalam praktik pemberian makan yang kurang tepat. Perlu diperhatikan pula
hasil penelitian dari Departemen Gizi dan Masyarakat ITB (2006) yang menyebutkan
bahwa jumlah balita yang mengalami gizi kurang di Indonesia sebesar 19,24%. Untuk
itu pemerintah gencar turut andil dalam beberapa program pencapaian upaya perbaikan
gizi khususnya pada balita salah satu upaya tersebut adalah program Keluarga Sadar Gizi
(KADARZI). Program ini berupaya meningkatkan kemampuan keluarga untuk
mengenali, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarganya. Programprogram ini sangat memerlukan kerjasama yang baik antara pihak-pihak terkait,
terutama peran perawat. Hal yang dapat dilakukan oleh perawat dapat disesuaikan
dengan strategi intervensi perawat dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang
pemenuhan menu sehat untuk balita dan cara mengatasi keengganan anak dalam
mengonsumsi makanan
B. Tujuan
1. Tujuan Intruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 30 menit, Keluarga Tn. Jo mampu
menjelaskan tentang modfikasi menu sehat untuk anak.
2. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 30 menit, Keluarga Tn. Jomampu:
a. Menjelaskantentang status gizibalita
b. Menjelaskan tentang zat gizi yang penting bagi tumbuh kembang balita
C. Tinjauan Teori

1. Tumbuh Kembang Anak Usia Balita


Tumbuh kembang balita mencakup pertumbuhan fisik, perkembangan motorik,
bicara, emosi, dan sosial. Pada usia balita tumbuh kembang terjadi dengan sangat
cepat, oleh karena itu perlu perhatian khusus dari orangtua agar proses tersebut
berjalan seoptimal mungkin.
a. Pertumbuhan fisik
Proses pertumbuhan susunan syaraf sudah mulai berlangsung selama masih
dalam kandungan hingga 3-4 tahun pertama setelah dilahirkan. Pertumbuhan
berat otak berlangsung cepat terutama pada cerebellum dan berat akan mencapai
3 kali pada tahun pertama. Pertumbuhan itu akan terjadi 95% pada usia 2 tahun,
dan hanya tinggal 5% lagi pada tahun berikutnya.
Proses pengerasan tulang terus berlangsung pada usia balita. Fase ini
mempunyai peran penting karena akan mempengaruhi penampilan fisik. Otototot akan tumbuh secara proporsional sejalan dengan peningkatan berat badan.
Pada usia 5 tahun, terjadi pertumbuhan yang cepat pada ototnya dan berat badan
akan mencapai kira-kira 75% dari berat otot itu sendiri.
1) Perkembangan motorik
Pada usia 1-1,5 tahun anak sudah dapat berjalan tanpa bantuan karena
otot kakinya sudah mulai terkoordinasi. Pengendalian otot tangan, bahu, dan
pergelangan tangan juga sudah baik. Anak yang berusia 1 tahun sudah dapat
belajar makan sendiri dengan menggunakan sendok dan akan semakin pintar
menggunakan sendok dan garpu seiring pertambahan usia.
Pada usia 4 atau 5 tahun pertama, anak sudah dapat mengendalikan
gerakan kasar dengan baik, seperti berjalan, berlari, melompat, dan
sebagainya. Bahkan setelah berusia 5 tahun, terjadi perkembangan yang pesat
dalam pengendalian gerakan halus, seperti menggenggam, melempar,
menangkap bola, melukis dan menggunakan alat. Masa ini merupakan saat
tepat untuk melakukan pembelajaran dan latihan kemampuan motorik, karena
tubuhnya masih lebih lentur dibanding orang dewasa atau remaja.
2) Perkembangan bicara
Kepandaian bicara dimulai dengan mengoceh dan mengucapkan
beberapa patah kata. Ocehan dipandang sebagai kegiatan menyenangkan,
yang selanjutnya akan berubah menjadi kata-kata. Dengan bertambahnya
usia, kemampuan biacara dan penyusunan kosa kata semakin bertamban.
Bimbingan dan latihan sangat diperlukan agar anak mampu berbicara
dengan artikulasi dan pengucapan yang baik. Ketika belajar berbicara ada 3
tugas yang harus diperhatikan, yaitu membangun kosa kata, belajar

mengucapkan kata, dan menggabungan kata menjadi kalimat-kalimat yang


betul secara tata bahasa.
3) Perkembangan emosi
Pada usia 1-2 tahun anak akan memperlihatkan ketidaksenangan
dengan menjerit dan menangis. Kemudian reaksinya semakin bertambah,
diantaranya melakukan perlawanan, melemparkan benda, mengejangkan
tubuh, lari menghindar, bersembunyi, dan mengeluarkan kata-kata. Reaksi
gerak otot akan berkurang dan berubah menjadi bahasa ketika usianya
semakin bertambah.
4) Perkembangan sosial
Perkembangan sosial yaitu kemampuan berperilaku yang sesuai
dengan tuntutan socia. Untuk menjadi orang yang mampu bersosialisasi
memerlukan tiga tahapan proses dan masing-masing proses terpisah, berbeda
satu dengan yang lainya tetapi saling berkaitan. Proses sosialisasi tersebut
terdirid dari belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial, memainkan
peran sosial dan perkembangan sikap sosial. Jika terjadi kegagalan dalam
proses tersebut, maka akan menurunkan kadar sosialisasi individu.
Sebelum berusia 2 tahun, anak biasanya terlibat dalam permainan
seorang diri atau searah. Meskipun dua atau tiga orang anak bermain dalam
satu ruangan yang sama dan dengan jenis mainan yang sama, tetapi interaksi
sosial yang terjadi sangat sedikit. Hubungan yang terjadi adalah saling
meniru atau mengamati satu sama lain maupun berusaha untuk mengambil
mainan temannya.
Pada usia 3 atau 4 tahun, anak mulai bermain bersama dalam
kelompok dan saling berbicara satu sama lain pada saat bermain. Perilaku
yang paling umum terjadi pada masa ini adalah saling mengamati satu sama
lain, melakukan percakapan, dan saling memberikan saran lisan. Pada masa
anak-anak, ada dorongan yang kuat untuk bergaul dengan orang lain dan
ingin diterima oleh orang lain. Jika kebutuhan akan hal ini terpenuhi, maka
mereka akan merasa puas dan bahagia, dan begitu pula sebaliknya. Misalnya,
sebagian anak akan merasa puas dengan perilaku hidup berkelompok dan
diterima baik dalam kelompok tersebut.
Pola perilaku sosial pada masa anak-anak di antaranya bekerja sama,
persaingan, kemurahan hati atau mau berbagi dengan temannya. Adapun
perilaku yang tidak sosial di antaranya agresif atau bersikap memusuhi
temannya, sering bertengkar, mengejek dan menggertak, perilaku sok

berkuasa, dan egosentrisme atau cenderung berbicara mengenai dirinya


sendiri.
2. Status Gizi Balita
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan
penggunaan zat-zat gizi. Status gizi dibedakan menjadi status gizi kurang, baik dan
lebih. Untuk menilai status gizi bayi dan balita digunakan indikator berat badan
menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), ataupun berat badan
menurut tinggi badan (BB/TB). Berikut ini adalah table rata-rata berat badan (BB)
dan tinggi badan (TB) berdasarkan Standar Baku WHO-NCHS (1983) dan AKG
(2004).
Umur
0-6 bulan
7-12 bulan
1-3 tahun
4-6 tahun

AKG
BB (Kg) TB (Cm)
6.0
60.0
8.5
71.0
12.0
90.0
18.0
110.0

WHO-NCHS
BB (Kg) TB (Cm)
5.6
59.5
8.8
71.3
13.2
90.2
19.1
111.9

Berat badan anak merupakan indikator yang baik untuk menentukan status gizi
anak. Cara yang sederhana dan baik untuk melihat status gizi berdasarkan berat
badan adalah dengan membuat plot berat badan pada peta berat badan yang biasa
disebut dengan Kartu Menuju Sehat (KMS). Kartu tersebut berguna untuk
memberikan penjelasan kepada ibu mengenai status gizi dan kenaikan berat badan
anak setiap bulannya.
3. Zat Gizi yang Penting bagi Tumbuh Kembang Balita
Agar tumbuh kembang balita berjalan dengan optimal, diperlukan zat-zat gizi
yang ada dalam makanannya. Untuk menghasilkan energi diperlukan zat-zat gizi
seperti karbohidrat dan lemak. Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi dalam
bentuk kalori yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas. Protein berperan
dalam pembentukan sel-sel baru termasuk sel-sel otak. Selain itu, protein dapat
berperan sebagai penghasil energi bila tubuh kekurangan karbohidrat dan lemak. Zatzat gizi lain seperti vitamin, mineral dan air juga diperlukan untuk pertumbuhan
maupun pemeliharaan jaringan tubuh. Dalam makanan terdapat pula serat (fiber),
meskipun bukan merupakan zat gizi keberadaannya sangat diperlukan untuk
memperlancar proses pencernaan.
a. Karbohidrat

Karbohidrat atau sering disebut dengan Carb adalah salah satu sumber energi.
Satu gram karbohidrat setara dengan 4 kkal. Presentase makanan yang berasal
dari karbohidrat memang dikonsumsi lebih banyak dibandingkan dengan pangan
lainnya, yaitu sebesar 50-65%. Secara garis besar dan praktis, karbohidrat
dibedakan menjadi 2 yaitu gula dan pati. Gula terdiri dari gula alami dan gula
olahan, begitu juga pati. Gula alami dan pati alami disebut karbohidrat baik
karena didalamnya masih terkandung zat-zat gizi seperti vitamin dan mineral,
dan serat yang penting bagi kesehatan. Sementara gula dan pati olahan yang zat
gizi dan seratnya sudah hilang biasa disebut karbohidrat jahat.
Berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang sudah digolongkan sebagai
karbohidrat baik dan karbohidrat jahat:
Gula alami : buah dan sayuran tertentu yang berasa manis madu
Pati alami : gandum kasar, beras merah, beras tumbuk, kentang, pisang,
umbi-umbian, jagung, dan sagu.
Gula olahan : gula pasir, gula merah, soft drink, permen, biscuit, kue
Pati olahan : terigu, pasta, beras putih, tepung beras, maizena.
b. Lemak
Lemak sangat diperlukan untuk anak-anak namun harus diberikan dengan
jumlah yang tepat dan tidak berlebihan. Jumlah lemak yang dikonsumsi tidak
sebanyak karbohidrat, karena satu gram lemak setara dengan 9 kkal. Secara
struktural, lemak terdiri dari asam lemak dan gliserol. Terdapat dua jenis asam
lemak, yaitu asam lemak jenuh (saturated fat) dan asam lemak tidak jenuh
(unsaturated fat).
Asam lemak tidak jenuh merupakan lemak baik, dimana lemak ini berasal dari
ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, buah dan sayuran. Lemak ini sangat
diperlukan tubuh dan tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh. Sedangkan asam
lemak jenuh atau yang sering disebut dengan lemak jahat biasanya berasal dari
lemak hewani. Selain itu, ada pula asam lemak essensial yang berupa asam lemak
omega. Asam lemak ini sangat penting bagi pertumbuhan otak (terutama pada
awal kehidupan bayi dan balita), kesehatan kulit, penglihatan, pertumbuhan
system syaraf dan otot. Mengonsumsi lemak bagi anak-anak tidaklah
membahayakan asal dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
c. Protein
Protein merupakan zat gizi yang mempunyai fungsi utama sebagai bahan dasar
pembentukan sel-sel dan jaringan tubuh, Fungsi protein lainnya berperan dalam
proses pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan jaringan tubuh yang

mengalami kerusakan, membantu proses pembuatan sel darah merah, serta


membantu membentuk antibodi untuk melawan penyakit dan infeksi.
Protein yang dikonsumsi berlebihan akan disimpan sebagai energi, dan jika
tidak digunakan protein tersebut akan menjadi lemak. Presentase konsumsi
protein yang dianjurkan setiap hari yaitu sekitar 10-20%, dimana dalam 1 gram
protein setara dengan 4 kkal.
Protein merupakan molekul besar yang terdiri dari rangkaian asam amino.
Nilai gizi protein ditentukan oleh kadar asam amino esensial, yaitu asam amino
yang dibutuhkan untuk proses metabolisme. Zat ini tidak dapat diproduksi oleh
tubuh sendiri sehingga harus dipasok dari luar dalam bentuk makanan. Terdapat
dua asam amino yang penting bagi pertumbuhan bayi yaitu histidin dan arginin.
Asam amino arginin sangat esensial bagi pertumbuhan bayi, sedangkan asam
amino histidin diperlukan untuk pertumbuhan bayi dan dan anak-anak.
Sumber protein yang berasal dari hewan (daging, ikan, susu, keju)
mengandung semua asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh. Makanan
lainnya seperti biji-bijian, kacang-kacangan dan padi-padian merupakan sumber
protein yang baik, namun jumlah asam amino esensialnya tidak selengkap pada
protein hewani.
d. Vitamin
Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah yang
relatif kecil dan pada umumnya tidak dapat dibentuk atau disintesis oleh tubuh.
Vitamin dikelompokkan menjadi dua, yaitu vitamin larut air dan vitamin larut
lemak. Vitamin larut air tidak dapat disimpan dalam tubuh sehingga makanan
yang mengandung vitamin ini harus dikonsumsi setiap hari. Vitamin ini sangat
mudah

hilang

dalam

proses

pemasakan,

khususnya

pemasakan

yang

menggunakan media air. Sedangkan vitamin larut lemak membutuhkan lemak


sebagai pelarut untuk memudahkan proses pencernaan dan transportasinya dalam
tubuh.
1) Vitamin larut air
Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B dan vitamin C. Vitamin
B kompleks terdiri dari vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin),
vitamin B3 (niacin), vitamin B5 (asam pantotenat), vitamin B6 (piridoksin),
vitamin B12 (cianocabalamin), asam folat dan biotin.
Vitamin B berfungsi untuk mengubah makanan menjadi energi,
membantu proses pertumbuhan, menjaga kesehatan sistem syaraf, menjaga
kesehatan lambung dan usus, serta menghindari infeksi. Vitamin B dapat

didapatkan dari biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, susu, telur, ikan


berlemak, dan daging merah.
Vitamin C diperlukan untuk pertumbuhan, kesehatan jaringan tubuh,
dan penyembuhan luka serta membantu dalam penyerapan zat besi. Selain
itu, vitamin C penting untuk mengatur laju basal metabolism dan menjaga
suhu tubuh, membantu pembuluh darah agar tetap elastis dan kuat sehingga
mencegah luka memar pada tubuh. Vitamin C biasanya terdapat pada
sayuran (brokoli, kol, tauge, kentang, bayam, kembang kol, dan cabai) dan
buah-buahan (jeruk, melon, blueberri, pepaya, stroberi, dan tomat)
2) Vitamin larut lemak
Vitamin yang larut lemak adalah Vitamin A, D, E, dan K. Vitamin A
berperan untuk pertumbuhan tulang, kulit, rambut dan mata. Vitamin A juga
berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, melindungi
tubuh dari serangan jenis kanker tertentu. Vitamin A bisa didapatkan pada
makanan hewani seperti hati, kuning telur, dan minyak ikan. Namun vitamin
A juga bisa didapatkan pada wortel, sayuran hijau seperti brokoli, labu
kuning, kentang, mangga, pepaya, jeruk, lemon, tomat, aprikot, peach, telur,
selada air, mentega, dan margarin.
Vitamin D bersama-sama kalsium berguna dalam pembentukan dan
menjaga kesehatan tulang serta gigi. Vitamin D dapat ditemukan pada
minyak ikan, ikan tuna, hati, minyak, telur, margarin, dan susu olahan.
Vitamin ini juga dapat dibuat melalui kulit dengan bantuan sinar ultraviolet/
matahari.
Vitamin E sangat penting untuk proses metabolisme, menjaga
kesehatan kulit dan otot, melindungi lemak dan zat-zat yang terkandung di
dalamnya seperti halnya vitamin A, dari kerusakan dan komposisi struktur
sel. Vitamin E bisa didapatkan pada telur, minyak sayuran, margarin,
tepunng gandum, kentang, sayuran hijau, alpukat, dan kacang-kacangan.
Vitamin K berguna untuk pembentukan darah dan pertumbuhan tulang,
membantu proses penyerapan di dalam usus, menghindari penyakit jantung
dan menghentikan perdarahan. Vitamin K dapat ditemukan pada sayuran
hijau, kol, kacang polong, kentang, hati, tomat, yoghurt, daging, telur, susu
dan kacang-kacangan.
e. Mineral
Mineral merupakan bagian yang memegang peranan penting dalam
pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi

tubuh secara keseluruhan. Sumber mineral yang paling baik adalah makanan
hewani, kecuali magnesium yang lebih banyak terdapat dalam makanan nabati.
Beberapa mineral yang penting dalam tumbuh kembang bayi dan balita
diantaranya kalsium (Ca), besi (Fe), dan seng (Zn).
Kalsium (Ca) diperlukan agar tulang dan gigi menjadi kuat, menjaga
keseimbangan cairan tubuh, membantu dalam proses pembekuan darah,
membantu penyerapan vitamin B12, serta penting untuk perkembangan sel-sel
syaraf dan otak. Kalsium bisa didapatkan pada susu, ikan, buah kerng, roti dan
tepung, brokoli serta kacang polong.
Zat besi (Fe) diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, kesehatan darah
dan otot, serta penting untuk mencegah infeksi. Zat besi dapat ditemukan pada
hati, ginjal, daging merah, minyak ikan, kuning telur, buah kering, sereal gandum
utuh, kecang lentil, kacang polong, sayuran berdaun hijau, dan cokelat.
Seng (Zn) diperlukan untuk pembentukan enzim-enzim maupun protein.
Selain itu, seng diperlukan untuk memperlancar peredaran vitamin A dan
cadangannya dari hati ke aliran darah. Daging merah, telur, kacang-kacangan,
bawang, ikan, dan gandum adalah contoh-contoh makanan yang kaya akan seng.
Fosfor (P) berperan dalam mengatur pengalihan energi, keseimbangan asambasa, absorpsi dan transportasi zat gizi, serta membantu proses pengerasan tulang
dan gigi. Fosfor banyak terkandung dalam daging merah, ayam, ikan, telur, susu,
kacang-kacangan, dan sereal.
Magnesium (Mg) berperan dalam mencegah kerusakan gigi, membantu dalam
proses metabolism tubuh, transmisi syaraf, kontraksi otot dan pembekuan darah.
Apabila terjadi kekurangan magnesium akan menyebabkan berkurangnya nafsu
makan, gangguan dalam pertumbuhan, gugup, kejang, gangguan system syaraf
pusat, koma bahkan gagal jantung. Magnesium dapat ditemukan pada sayuran
hijau, sereal tumbuk, biji-bijian, kacang-kacangan, daging merah, dan susu.
Iodium (I) berperan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan,
membantu mengatur suhu tubuh, pembentukan sel darah merah, membantu
dalam proses sintesis protein, absorpsi karbohidrat dan sintesis kolesterol darah.
Kekurangan iodium dapat menyebabkan terjadinya pembesaran kelenjar tiroid
atau seringkali dinamakan dengan penyakit gondok. Ikan, udang, kerangkerangan, dan ganggang laut adalah contoh makanan yang kaya akan iodium.
Selenium (SE) berperan sebagai antioksidan yang dapat melindungi membran
sel dari kerusakan oksidatif sehingga berpotensi untuk mencegah penyakir
kanker dan penyakit degeneratif lainnya. Contoh makanan yang kaya akan

selenium adalah makanan laut, hati, ginjal, daging merah, ayam, sereal, bijibijian, dan kacang-kacangan.
f. Air
Air sangat penting bagi tubuh manusia agar terhindar dari dehidrasi. Bayi
sangat membutuhkan asupan air yang tinggi karena mereka kehilangan banyak
cairan melalui ginjal dan kulit. Pada bayi dan balita, berikan minuman yang
sesuai seperti air, susu, dan jus buah serta hindari pemberian minuman manis
yang akan memicu kerusakan gigi.
g. Serat
Serat merupakan zat non-gizi, akan tetapi mempunyai peran yang cukup
berarti dalam proses metabolisme tubuh. Sumber serat antara lain adalah buahbuahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
4. Masalah Kesehatan yang Umum dialami oleh Balita
Ada berbagai macam masalah yang sering dihadapi oleh bayi dan balita, terkait
dengan penyesuaian terhadap lingkungan dan sistem dalam tubuhnya. Masalahmasalah tersebut meliputi:
a. Masalah sulit makan
Sulit makan adalah salah satu masalah yang sering terjadi di usia bayi dan
balita. Orangtua perlu mencari tahu apa penyebab anak menjadi sulit makan,
sehingga memudahkan orangtua untuk menanganinya. Sulit makan yang
berkepanjangan dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan dan
perkembangan anak sebagai akibat adanya kekurangan asupan zat-zat gizi yang
diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam mengatasi dan menghadapi perilaku anak yang sulit makan:
1) Ciptakan suasana makan yang nyaman sehingga nafsu makan anak
bertambah dan beri juga pengertian mengenai pentingnya makanan untuknya.
2) Berikan makanan dalam porsi yang kecil, terutama makanan yang baru atau
makanan yang tidak disenanginya.
3) Sajikan makanan dalam bentuk, tekstur, dan warna yang menarik agar anak
lebih tertarik untuk mencobanya dan tentu saja rasanya disenangi oleh anak.
4) Perhatikan pemberian makanan selingan dan susu, diusahakan jangan
berlebihan, misalnya untuk balita, susu cukup diberikan 2 gelas per hari.
5) Biasakan untuk makan bersama dengan anggota keluarga yang lain sebab
anak akan melihat dan mengikuti apa yang dilakukan oleh orangtuanya pada
saat tersebut.
6) Jangan memaksa dan mengancam anak jika tidak mau makan, sebab akan
mempengaruhi perilaku makannya. Anak pun akan menganggap bahwa
makanan adalah hukuman untuknya yang diberikan oleh orangtuanya.

7) Jangan dibiasakan makan di depan TV atau disuapi sambil dikejar-kejar


8) Jangan biarkan anak ngemil snack seperti aneka keripik, kue, kerupuk dan
chips karena akan mengurangi nafsu makan. Gantilah snack dengan buah
atau sayuran seperti apel, pear, wortel, dll.
9) Sayuran dan daging yang sulit untuk dicerna sebaiknya dihaluskan terlebih
dahulu kemudian dicampur dengan makanan lain seperti mie, pasta, nasi tim,
dan lasagna.
b. Gangguan kesehatan
1) Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan gangguan kesehatan yang
sering menyerang bayi maupun balita yang disebabkan oleh mikroorganisme
Streptococcus, Haemophilus influenza, dan mikroorganisme lain yang
menyerang saluran pernapasan bagian atas.
2) Penyakit pencernaan yang biasanya terjadi pada bayi dan balita di antaranya
adalah kolik atau sakit perut, mual dan muntah, serta diare.
3) Masalah gizi dapat terjadi jika kebutuhan asupan gizi kurang dari kebutuhan.
Gizi yang kurang juga akan mempengaruhi perkembangan otak, sehingga jika
tidak ditangani penderita kurang gizi akan mengalami penurunan dalam
tingkat kecerdasannya. Beberapa penyakit yang diakibatkan karena masalah
gizi adalah marasmus, kwashiorkor, busung lapar, obesitas, anemia gizi besi,
kurang vitamin A, dan gangguan akibat kurang iodium.
4) Kelainan bawaan yang meliputi autis, down sindrom, hiperaktif, dan
thalasemia.
5. Contoh Modifikasi Menu
1) Bubur Ikan

Bahan :
- 2 liter kaldu ayam
- 2 sdt garam

200 gram beras pulen, cuci, tiriskan


Taburan :
- 2 sdm minyak sayur, untuk menumis
- 2sdm kecap manis
- 1 sdt minyak wijen
- 2 siung bawang putih, memarkan, cincang halus
- 1 sdt jahe, cincang
- 1 batang serai, iris halus
- 200 gram daging ikan kakap, haluskan
- 100 gram daging ayam giling
- 1 tahu putih, haluskan
- 2 sdm kecap asin
- 1 sdm saus tiram
- 100 ml air
Pelengkap :
- 2 sdm bawang merah goring
- 2 tangkai seledri, cacah halus
Cara membuat :
- Rebus beras denga sedikit garam, masak diatas api kecil hingga mendidih.
-

Aduk terus hingga menjadi bubur halus dan kental. Angkat, sisihkan.
Taburan : tumis bawang putih, jahe, dan serai hingga harum dan layu.
Masukkan ikan mas, ayam, dan tahu. Aduk hingga kaku dan berubah warna.
Tambahkan kecap manis, minyak wijen, kecap asin, dan sus tiram. Aduk rata,

tuangi air, masak hingga mendidih dan kuah habis. Angkat


Penyajian: Taruh bubur dalam mangkuk-mangkuk saji yang lucu. Beri
taburan dan sajikan bersama pelengkap

Nilai gizi per satu porsi


Energy
: 361 kalori
Protein
: 17,9 gram
Lemak
: 13,8 gram
Karbohidrat
: 39,9 gram
2) PASTA SAUS JAMUR MERANG

Bahan :

250 gram pasta kering warna warni, rebus dengan air dan sedikit menyak

sayur
- 5 sendok makan keju parmesan parut
Saus Jamur :
- 1 sdm mentega
- bawang bombai. Cincang halus
- 2 siung bawang putih , cincang halus
- 50 gram paprika merah, iris memanjang tipis
- 50 gram paprika hijau, iris memanjang tipis
- 50 gram paprika kuning, iris memanjang tipis
- 200 gram jamur merang segar, potong tipis
- 1 sdm tepung terigu
- sdt merica bubuk
- sdt oregano bubuk
- sdt garam
Cara membuat :
- Saus : panaskan mentega hingga leleh. Masukkan bawang bombai dan
bawang putih aduk hingga layu dan harum. Tambahkan paprika dan jamur,
aduk hingga layu, taburi tepung terigu, aduk rata. Tuangi susu dan didihkan.
Nilai gizi per satu porsi :
Energy
: 356 kalori
Protein
: 9,1 gram
Lemak
: 7,8 gram
Karbohidrat
: 57,8 gram
3) BOLA GIMAX ( Bola Udang Goreng Gizi Maxi)

Bahan :
- 125 gram margarine
- 250 ml susu cair
- 100 gram tepung terigu

- 1 buah kentang, rebus, haluskan


- 4 butir telur
- 100 gram udang, kupas, cincang halus
- 150 gram daging ayam giling
- 1 sdt merica bubuk
- sdt pala bubuk
- 1 sdt kaldu bubuk
- 1 sdt garam
- 100 gram keju parut
- 600 ml minyak goring
Cara Membuat :
- Masak margarine bersama susu cair, setelah mendidih masukkan tepung
terigu dan kentang halus, masak hingga kalis. Angkat dan hilangkan uap
panasnya. Masukkan telur satu persatu, udang, ayam, bumbu dan keju.
-

Aduk terus hingga menjadi adonan yang kental.


Panaskan minyak goring. Ambil adonan sesendok demo sesendok. Goring

hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan.


- Tata bola gimax di wadah yang menarik dan hiasi sesuai selera.
Nilai gizi per satu porsi :
Energy
: 268 kalori
Protein
: 11,4 gram
Lemak
: 11,8 gram
Karbohidrat : 12 gram
4) SALMON GORENG BALUT MI

Bahan :
- 500 gram fillet ikan salmon, iris persegi panjang
- 600 ml minyak goring
Peredam:
- 1 sdm air jeruk nipis
- 2 siung bawang putih, haluskan

ruas jari jahe, haluskan


1 sdt saus tiram
sdt merica bubuk
1 sdt minyak wijen
1 sdt saus inggris
1 sdt garam
Pelapis :
- 2 bungkus mi kuning, rebus mi hingga lunak, tiriskan
- 1 butir telur
- 1 sdm irisan daun seledri
Cara membuat :
- Campurkan bahan peredam, aduk hingga rata. Tuangkan kedalam
-

potongan ikan salmon, aduk dan simpan dalam lemari es selama 30 menit.
Balut setiap potongan ikan dengan mi rebus
Sementara itu kocok telur dengan irisan daun bawang dan daun seledri
Panaskan minyak banyak, celupkan ikan balut mi ke dalam kocokan telur

dan goring hingga kuning keemasan atau matang. Angkat dan tiriskan.
Tata dalam piring dan hiasi sesuai selera

Nilai gizi per satu porsi :


Energy
: 198 kalori
Protein
: 14,2 gram
Lemak
: 9,8 gram
Karbohidrat
: 3,5 gram
D. Metode
Metode pendidikan kesehatan yang digunakan adalah ceramah.
E. Media
Media pendidikan yang digunakan adalah power point.

F. Setting Tempat

Keterangan:
: Penyuluh
: Fasilitator
: Klien

G. Pengorganisasian
Peran
Penyuluh
Fasilitator
Tn. JO
Ny. E
Ny. D
An. N

Tugas
Menjadi pembicara saat pendidikan kesehatan

Mahasiswa
Erika Prily

Memimpin jalannya diskusi


Mendampingi dan mengarahkan klien selama

Euis Maryah S

pelaksanaan pendidikan kesehatan


Berperan sebagai kepala keluarga
Berperan sebagai istri Tn. JO
Berperan sebagai Ibu An. N

Wulan Suci
Fitri Chandra
Fransisca Ayu

Berperan sebagai anak pra sekolah

S.M
Fida Husain

H. Strategi Pelaksanan

I. Rencana Kegiatan Pendidikan Kesehatan : Modifikasi Menu Makanan Sehat Untuk Balita
J.

K.

Taha

L.

No.
Q.

R.

pan
Pem

S.

1.

Meto

M.

de

bukaan

Cera
mah

T.

Peral

N.

Waktu

atan
Multi

V.

5 menit

media
U.

O.

Kegiatan

1. Penyampaian
pembuka
2. Penyampaian

P.

salam

Respon

W. Keluaga Tn.
Jo

kontrak

waktu
3. Jelaskan tujuan
4. Berikan
reinforcment
positif

memberikan
tanggapan
yang positif
pada
kegiatan
pendidikan
kesehatan
tentang
modifikasi
menu sehat

X.
2.

Y.

Peny
ajian

Z.

Cera
mah,

AA.

Multi

media, ppt,
buku
modifikasi
menu

30 Menit
AB.

1. Penyampaian
kembang

tumbuh

anak

balita.
2. Penyampaian

usia

untuk anak.
AC.
Kelu
aga Tn. Jo
menunjukan

status

gizi balita.
3. Penyampaian zat gizi

keseriusan
dan tampak

makanan

yang

sehat untuk

penting

tumbuh

anak.

bagi

kembang

balita.
4. Penyampaian masalah
kesehatan yang umum
dialami oleh balita.
5. Beri buku panduan
modifikasi

menu

makanan sehat.
6. Penyampaian contoh
modifikasi

menu

antusias
dalam
mendengark
an

materi

pendidikan
tentang
modifikasi
menu
makanan
yang

sehat

makanan yang sehat

untuk

anak

untuk anak.

dengan
memperhati
kan
penjelasan
dari

AD.
3.

AE.

Penu
tup

AF.

Cera
mah

AG.

Multi

media

AH.

15 menit 1. Minta klien menjelaskan


kembali tentang materi
yang disampaikan.
2. Tanyakan perasaan klien
setelah

diberikan

penyuluh.
AI. Keluaga Tn.
Jo

aktif

bertanya
mengenai
materi

pendidikan kesehatan.
3. Berikan reinforcement
positif.
4. Berikan

kesimpulan

hasil

pendidikan

kesehatan.

pendidikan
kesehatan .
AJ. Keluarga Tn.
Jo menerima
buku
panduan
modifikasi
menu
makanan
sehat untuk
anak dengan
senang hati.

AK.
AL.

AM. Materi
AN.
Telampir (lampiran 1)
AO.
AP.

AQ.

Lampiran 1

A. Tumbuh Kembang Anak


AR. Tumbuh kembang balita mencakup pertumbuhan fisik, perkembangan
motorik, bicara, emosi, dan sosial. Berikut table tentang tumbuh kembang anak pada usia
3- 5 tahun.
AS.
AT.

Perkembanga

AV.

n
Fisik

AU.
AW.

Tahap perkembangan

Pertumbuhan berat otak terutama pada cerebellum,

proses pengerasan tulang (otot otot akan tumbuh secara


AX.

Motorik

proporsional)
AY. Anak sudah dapat menggerakkan gerakan kasar
dengan

AZ.

baik,

seperti

sebagainya
BA. Dimulai

Bicara

berjalan,

dengan

berlari,melompat

mengoceh

dan

dan

mengucapkan

beberapa patah kata. Bimbingan dan latihan sangat diperlukan


untuk
BB.

anak

mampu

berbicara

dengan

artikulasi

dan

pengucapan yang baik


BC. Selain manjerit dan menangis ketika memperlihatkan

Emosi

ketidaksenangan. Reaksi anak akan bertambah diantaranya


melakkan perlawanan, melemparkan benda, lari menghindar,
BD.

bersembunyi dan mengeluarkan kata-kata


BE. Anak mulai bermain bersama dalam kelompok dan

Sosial

saling berbicara satu sama lain pada saat bermain, saling


mengamati satu sama lain dan saling memberikan secara lisan
BF.
B. Status Gizi Balita
BG. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan
penggunaan zat-zat gizi. Status gizi dibagi menjadi status gizi kurang, baik dan lebih.
BH. Berikut ini adalah table rata-rata berat badan (BB) dan tinggi badan (TB)
berdasarkan Standar Baku WHO-NCHS (1983) dan AKG (2004)
BI.
BK.
BJ.

Umur

BN.

B (Kg)

AKG
BO.

B (Cm)

BL.

WHO-NCHS

BP.

B (Kg)

BQ.

B (Cm)

BR.

0-6

bulan
BW.

7-12

1-3

tahun
CL.
CM.

BX.

8. BY.

CC.

CD.

8.0

CI.

5. BV.

BZ.

CE.

8. CA.

10.0

CJ.
9.1

71

.3
1

3.2
1

59

.5

0.0

CH.

BU.
6

1.0

2.0
4-6

0.0

tahun
CG.

6. BT.

bulan
CB.

BS.

CF.

90

.2
1

CK.

11

1.9

Cara paling sederhana dan baik untuk melihat stats gizi berdasarkan berat

badan adalah dengan mengguakan plot berat badan pada peta berat badan yang biasa
disebuh Kartu Menuju Sehat (KMS).
CN.
C. Zat Gizi yang Penting bagi Tumbuh Kembang Balita
CO. Zat Makanan
CQ. Karbohidrat

CR.

CP.
Sumber Makanan
Buah, sayuran, madu, gandum kasar, beras merah,

beras tumbuk, kentang, pisang, umbi-umbian, jagung dan


Lemak

sagu
CT.

CU.

Protein

sayuran
CV. Daging, ikan, susu, keju, biji-bijian, kacang-

CW.

Vitamin

CS.

Ikan,

kacang-kacangan,

biji-bijian,

buah

dan

kacangan, padi-padian
- Vitamin larut air
CX.
Vitamin B (biji-bijian, kacang-kacangan,
sayuran hijau, susu, telur, ikan berlemak dan daging
merah)
CY.

Vitamin C (brokoli, labu kuning, kentang,

manga, papaya, jeruk, lemon, tomat, apricot, peach,


telur, selada air, mentega dan margarin)
- Vitamin larut lemak
CZ.
Vitamin A (hati, kuning telur, dan minyak
ikan, wortel, sayuran hijau seperti brokoli, labu kuning,
kentang, mangga, pepaya, jeruk, lemon, tomat, aprikot,
peach, telur, selada air, mentega, dan margarin)
DA.
Vitamin D (minyak ikan, ikan tuna, hati,
minyak, telur, margarin, dan susu olahan)
DB.
Vitamin E (telur, minyak sayuran, margarin,

tepunng gandum, kentang, sayuran hijau, alpukat, dan


kacang-kacangan)
DC.
Vitamin K (sayuran hijau, kol, kacang
polong, kentang, hati, tomat, yoghurt, daging, telur,
DD.

Mineral

susu dan kacang-kacangan)


DE. Ca (susu, ikan, buah kerng, roti dan tepung, brokoli
serta kacang polong)
DF.
Fe (hati, ginjal, daging merah, minyak ikan, kuning
telur, buah kering, sereal gandum utuh, kecang lentil,
kacang polong, sayuran berdaun hijau, dan cokelat)
DG. Zn (Daging merah, telur, kacang-kacangan, bawang,
ikan, dan gandum)
DH. P (daging merah, ayam, ikan, telur, susu, kacangkacangan, dan sereal)
DI.
Mg (sayuran hijau, sereal tumbuk, biji-bijian,
kacang-kacangan, daging merah, dan susu)
DJ.
I (Ikan, udang, kerang-kerangan, dan ganggang laut)
DK. SE (makanan laut, hati, ginjal, daging merah, ayam,

DL.

Serat

sereal, biji-bijian, dan kacang-kacangan)


DM. buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-

bijian
DN.
D. Masalah Kesehatan yang Umum dialami oleh Balita
DO.
Masalah-masalah tersebut meliputi :
1. Masalah sulit makan
DP. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi dan menghadapi anak
yang sulit makan :
a. Ciptakan suasana makan yang nyaman dan menyenangkan
b. Berikan makanan dalam porsi kecil
c. Sajikan makanan dalam bentuk, tekstur dan warna yang menarik
d. Perhatikan pemberian makanan selingan dan susu
e. Biasakan untuk makan bersama keluarga yang lain
f. Jangan memaksa dan mengancam anak jika anak tidak mau makan
g. Jangan dibiarkan makan di depat TV atau disuapi sambil dikejar-kejar
h. Jangan biarkan anak ngemil snak seperti aneka kripik, kue, kerupk dan chips
i. Sayuran dan daging yang sulit untuk dicerna dihaluskan terlebih dahulu
2. Gangguan kesehatan
a. Insfeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan gangguan yang sering
menyerang bayi maupun balita yang disebabkan oleh mikroorgnisme
b. Penyakit pencernaan yang biasanya terjadi pada bayi dan balita adalah kolik atau
sakit perut, mual dan muntah serta diare
c. Masalah gizi dapat terjadi jika kebutuhan asupan gizi kurang dari kebutuhan.
E. Contoh Modifikasi Menu

5) Bubur Ikan

DQ.
DR.
Bahan :
- 2 liter kaldu ayam
- 2 sdt garam
- 200 gram beras pulen, cuci, tiriskan
DS. Taburan :
- 2 sdm minyak sayur, untuk menumis
- 2sdm kecap manis
- 1 sdt minyak wijen
- 2 siung bawang putih, memarkan, cincang halus
- 1 sdt jahe, cincang
- 1 batang serai, iris halus
- 200 gram daging ikan kakap, haluskan
- 100 gram daging ayam giling
- 1 tahu putih, haluskan
- 2 sdm kecap asin
- 1 sdm saus tiram
- 100 ml air
DT.
Pelengkap :
- 2 sdm bawang merah goring
- 2 tangkai seledri, cacah halus
DU. Cara membuat :
- Rebus beras denga sedikit garam, masak diatas api kecil hingga mendidih.
-

Aduk terus hingga menjadi bubur halus dan kental. Angkat, sisihkan.
Taburan : tumis bawang putih, jahe, dan serai hingga harum dan layu.
Masukkan ikan mas, ayam, dan tahu. Aduk hingga kaku dan berubah warna.
Tambahkan kecap manis, minyak wijen, kecap asin, dan sus tiram. Aduk rata,

tuangi air, masak hingga mendidih dan kuah habis. Angkat


Penyajian: Taruh bubur dalam mangkuk-mangkuk saji yang lucu. Beri

taburan dan sajikan bersama pelengkap


DV.
DW.
Nilai gizi per satu porsi
DX.
Energy
: 361 kalori

DY.
Protein
: 17,9 gram
DZ.
Lemak
: 13,8 gram
EA.
Karbohidrat : 39,9 gram
EB.
6) PASTA SAUS JAMUR MERANG

EC.
ED.
Bahan :
- 250 gram pasta kering warna warni, rebus dengan air dan sedikit menyak
sayur
5 sendok makan keju parmesan parut
EE. Saus Jamur :
- 1 sdm mentega
- bawang bombai. Cincang halus
- 2 siung bawang putih , cincang halus
- 50 gram paprika merah, iris memanjang tipis
- 50 gram paprika hijau, iris memanjang tipis
- 50 gram paprika kuning, iris memanjang tipis
- 200 gram jamur merang segar, potong tipis
- 1 sdm tepung terigu
- sdt merica bubuk
- sdt oregano bubuk
- sdt garam
EF.
Cara membuat :
- Saus : panaskan mentega hingga leleh. Masukkan bawang bombai dan
-

bawang putih aduk hingga layu dan harum. Tambahkan paprika dan jamur,
aduk hingga layu, taburi tepung terigu, aduk rata. Tuangi susu dan didihkan.
EG.
EH.
Nilai gizi per satu porsi :
EI.
Energy
: 356 kalori
EJ.
Protein
: 9,1 gram
EK.
Lemak
: 7,8 gram
EL.
Karbohidrat : 57,8 gram
EM.
7) BOLA GIMAX ( Bola Udang Goreng Gizi Maxi)

EN.
EO. Bahan :
- 125 gram margarine
- 250 ml susu cair
- 100 gram tepung terigu
- 1 buah kentang, rebus, haluskan
- 4 butir telur
- 100 gram udang, kupas, cincang halus
- 150 gram daging ayam giling
- 1 sdt merica bubuk
- sdt pala bubuk
- 1 sdt kaldu bubuk
- 1 sdt garam
- 100 gram keju parut
- 600 ml minyak goring
EP.
Cara Membuat :
- Masak margarine bersama susu cair, setelah mendidih masukkan tepung
terigu dan kentang halus, masak hingga kalis. Angkat dan hilangkan uap
panasnya. Masukkan telur satu persatu, udang, ayam, bumbu dan keju.
-

Aduk terus hingga menjadi adonan yang kental.


Panaskan minyak goring. Ambil adonan sesendok demo sesendok. Goring

hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan.


- Tata bola gimax di wadah yang menarik dan hiasi sesuai selera.
EQ. Nilai gizi per satu porsi :
ER. Energy
: 268 kalori
ES.
Protein
: 11,4 gram
ET.
Lemak
: 11,8 gram
EU. Karbohidrat : 12 gram
EV.
8) SALMON GORENG BALUT MI

EW.
EX. Bahan :
- 500 gram fillet ikan salmon, iris persegi panjang
- 600 ml minyak goring
EY.Peredam:
- 1 sdm air jeruk nipis
- 2 siung bawang putih, haluskan
- ruas jari jahe, haluskan
- 1 sdt saus tiram
- sdt merica bubuk
- 1 sdt minyak wijen
- 1 sdt saus inggris
- 1 sdt garam
EZ.Pelapis :
- 2 bungkus mi kuning, rebus mi hingga lunak, tiriskan
- 1 butir telur
- 1 sdm irisan daun seledri
FA.
Cara membuat :
- Campurkan bahan peredam, aduk hingga rata. Tuangkan kedalam
-

potongan ikan salmon, aduk dan simpan dalam lemari es selama 30 menit.
Balut setiap potongan ikan dengan mi rebus
Sementara itu kocok telur dengan irisan daun bawang dan daun seledri
Panaskan minyak banyak, celupkan ikan balut mi ke dalam kocokan telur

dan goring hingga kuning keemasan atau matang. Angkat dan tiriskan.
Tata dalam piring dan hiasi sesuai selera
FB.
FC. Nilai gizi per satu porsi :
FD. Energy
: 198 kalori
FE.
Protein
: 14,2 gram
FF.
Lemak
: 9,8 gram
-

FG.

Karbohidrat

: 3,5 gram

FH.
FI.
FJ.

FK.

DAFTAR PUSTAKA

FL.Almatsier, Sunita. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
FM.

Wirakusumah, Emma Pandi. 2008. Panduan Lengkap Makanan Bayi dan Balita.
Jakarta: Penebar Plus.

FN.

Efendi, ferry M. 2009. Keperawatan kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik dalam

FO.

Keperawatan. Jakata : Salemba.


Friedman M.M. 2010. Keperawatan Keluarga : Riset, Teori, dan Praktik. Ed.5. Jakarta

FP.

: EGC.
ITB.2006. Penilaian Situasi Pangan dan Gizi di Wilayah Kerja PLAN Indonesia
Program Unit Lembata. Fakultas Ekologi Manusia. Departemen Dizi dan Masyarakat.
Diakses pada tanggal 24 November 2014 pukul 4:47, http://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=.%20Penilaian%20Situasi%20Pangan%20dan%20Gizi%20di
%20Wilayah%20Kerja%20PLAN%20Indonesia%20Program%20Unit
%20Lembata&source=web&cd=1&ved=0CBsQFjAA&url=http%3A%2F%2Fnttacademia.org%2FFlores%2FLembata_Situasi-Pangan_Report-FNS-Completedraft.pdf&ei=iv5yVPabOoWRuASWoIC4Cw&usg=AFQjCNF8VX0UOAWQGzjuG

FQ.
FR.
FS.
FT.

YZbhn2HYf3wdQ&sig2=tXl6aQHqfkIRuNLCArpP8A&bvm=bv.80185997,d.c2E
Kuniarsih. 2010. Sehat dan Bugar Berkat Gizi Seimbang. Jakarta : PT Gramedia.
Judarwanto, W. 2004. Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak. Jakarta : Puspa Swara.
Muaris, Hindah. 2006. Bekal Sekolah untuk Anak Balita. Jakarta : PT Gramedia.