Anda di halaman 1dari 21

KELIMPAHAN, SIFAT FISIK, SIFAT KIMIA,

KEGUNAAN DAN DAMPAK DARI UNSUR


GOLONGAN IA DAN IIA
Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang kelimpahan, kecenderungan sifat
fisik dan sifat kimia, proses pembuatan, manfaat dan dampak unsur logam alkali
dan alkali tanah. Logam alkali adalah logam golongan IA yang terdiri dari
logam Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Sesium (Cs),
dan Fransium (Fr). Sedangkan logam alkali tanah disebut logam golongan IIA
yang terdiri dari berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr),
barium (Ba), dan radium (Ra).

A.UNSUR GOLONGAN ALKALI


1. Kelimpahan Unsur Golongan Alkali
Kelimpahan unsur merupakan keberadaan unsur-unsur yang ada dikulit
bumi yang dapat berupa unsur logam dan non logam dan dapat
ditemukan dalam tanah, air, dan udara. Sumber utama logam alkali
adalah air laut. Air laut merupakan larutan garam-garam alkali dan alkali
tanah dengan NaCl sebagai zat terlarut utamanya. Jika air laut diuapkan,
garam-garam yang terlarut akan membentuk kristal. Pembentukan
mineral Logam Alkali tersebut melalui proses yang lama. Mineral Logam
Alkali berasal dari air laut yang menguap dan garam-garam terlarut
mengendap sebagai mineral. Kemudian, secara perlahan mineral Logam
Alkali tersebut tertimbun oleh debu dan tanah sehingga banyak
ditemukan tidak jauh dari pantai. Cesium diperoleh dari pollusit yang
sangat jarang, CsAl(SiO3)2.H2O. Fransium bersifat radioaktif sehingga
sulit ditemukan dalam bentuk mineral dikulit bumi karena merupakan
hasil peluruhan bahan radioaktif 227Ac dengan waktu 21 menit.

Tabel 2.1 Mineral Utama Logam Alkali


Unsur
Litium
Natrium

Sumber Utama
Spodumen, LiAl(Si2O6)
Halit (NaCl), natron (Na2C03.10H20), kriolit (Na3AlF6), sendawa
chili (NaNO3), albit (Na2).Al2O3.3SiO2) dan boraks
(Na2B4O7.1OH2).
Kalium
Silvit (KCl), Karnalit (KCl.MgCl.H2O), sendawa (KNO3), dan
feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2).
Rubidium Lepidolit, Rb2(FOH)2Al2(SiO3)3
Cesium
Pollusit, Cs4Al4Si9O26.H2O
2. Sifat Fisik Unsur Golongan Alkali dan Kecenderungannya
Sifat fisik suatu unsur adalah sifat yang dapat diamati tanpa mengubah sifat zatzat penyusun materi tersebut yang meliputi wujud, warna, massa jenis,
kemagnetan, titik didih, titik leleh,warna nyala, kekerasan, kelarutan,
kemagnetan, kekentalan, daya hantar listrik,dan sifat kelogaman.
Kekerasan logam diartikan sebagai kekuatan logam untuk melawan deformasi
plastik, biasanya dengan lekukan. Menurut istilah merujuk kepada kekakuan
atau perlawanan terhadap goresan, abrasi, atau pemotongan. Ini adalah sifat
logam, yang memberikan kemampuan untuk melawan cacat, bengkok, rusak,
atau adanya perubahan bentuk ketika beban diterapkan. Semakin besar yang
keras dari logam,Semakin besar daya tahan terhadap perubahan bentuk.
Kekerasan biasanya diukur dengan menggunakan skala Mohsa .

Tabel Sifat Fisik Unsur Golongan Alkali


N
o

Sifat-sifat Li

Na

Rb

Cs

Fr

1.

Nomor
atom

11

19

37

55

87

2.

Konfigura
si
[He]2s1
Elektron

[Ne]3s1

[Ar]4s1

[Kr]5s1

[Xe]6s1

[Rn]7s1

3.

Wujud

Padat

Padat

Padat

Padat

Padat

Padat

4.

Titik Cair
0
C

181

98

64

39

5.

TitikDidih
1347
0
C

883

774

688

6.

Kekerasan
(Skala
0,6
Mohs)

0,5

0,4

0,3

7.

Warna
Nyala

Merah

Kuning

Ungu

Merah

8.

Rapatan
(kg/m3)

530

970

860

1530

9.

Daya
Hantar
Listrik

Sifat
10
kelogama
.
n
11

Kemagneta
n

Konduktor

29

27

679

677

0,2

Biru

1880

Non
konduktor
-

Logam

Paramagnetik

3. Sifat Kimia Unsur Golongan Alkali dan Kecenderungannya


Unsur-unsur alkali sangat reaktif atau mudah bereaksi dengan unsur lain karena
mereka mudah melepaskan elektron terluarnya. Logam alkali merupakan unsur
logam yang sangat reaktif dibanding logam golongan lain. Hal ini disebabkan
pada kulit terluarnya hanya terdapat satu elektron dan energi ionisasi yang lebih
kecil dibanding unsur golongan lain. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah,
kereaktifan logam alkali makin bertambah seirng bertambahnya nomor atom.
Di udara, unsur-unsur ini akan bereaksi dengan oksigen atau air. Oleh karena
itu, unsur ini biasanya disimpan dalam minyak tanah atau hidrokarbon yang
inert. Unsur alkali tidak ada yang terdapat di alam dalam bentuk unsurnya,
biasanya bergabung dalam mineral yang larut dalam air, misal NaCl (natrium
klorida). Unsur alkali terdapat dalam senyawaan alam sebagai ion uni-positif
(positif satu).
Kereaktifan logam alkali ditunjukkan oleh reaksi - reaksinya dengan beberapa
unsur non logam. Dengan gas hidrogen dapat bereaksi membentuk hidrida yang
berikatan ion, dalam hal ini bilangan oksidasi hydrogen adalah -1 dan bilangan
oksidasi alkali +1. Dengan oksigen dapat membentuk oksida, dan bahkan
beberapa di antaranya dapat membentuk peroksida dan superoksida. Litium
bahkan dapat bereaksi dengan gas nitrogen pada suhu kamar membentuk litium
nitrida (Li3N). Semua senyawa logam alkali merupakan senyawa yang mudah
larut dalam air, dengan raksa membentuk amalgam yang sangat reaktif sebagai
reduktor. Beberapa reaksi logam alkali dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel. Beberapa Reaksi Logam Alkali


Reaksi Umum
4M(s) + O2(g)
->2M2O(s)

2M(s) + O2(g) ->M2O2(s)


2M(s) + X2(g) ->2MX(s)
2M(s) + S(g) ->M2S(s)

Keterangan
Reaksi logam alkali dengan jumlah
oksigen terbatas dipanaskan, di udara
dengan oksigen berlebihan.
Logam K dapat membentuk
superoksida (KO2).
X adalah F, Cl, Br, I reaksi dahsyat?,
kecuali Li

2M(s) + 2H2O(g) >2MOH(aq) + H2(g)

dengan katalisator hanya Li yang


dapat bereaksi

2M(s) + H2(g) >2MNH2(s) + H2(g)

gas H2 kering (bebas air) reaksi


dengan asam (H+) dahsyat

6M(s) + N2(g) ->


2M3N(s)

Logam alkali dapat larut dalam ammonia pekat (NH3), diperkirakan membentuk
senyawa amida.
Na(s) + NH3(l) ->NaNH2(s) + H2(g)
Reaksinya dengan air merupakan reaksi eksoterm dan menghasilkan gas
hidrogen yang mudah terbakar. Oleh karena itu, bila logam alkali dimasukkan
ke dalam air akan terjadi nyala api di atas permukaan air.
Dalam amonia yang sangat murni akan membentuk larutan berwarna biru, dan
merupakan sumber elektron yang tersolvasi (larutan elektron).
Kelarutan garam alkali dalam air sangat besar sehingga sangat bermanfaat
sebgai pereaksi dalam laboratorium. Namun demikian kelarutan ini sangat
bervariasi sebagaimana ditunjukkan oleh seri natrium halide. Kelarutan suatu
senyawa bergantung pada besaran-besaran entalpi yaitu energi kisi, entalpi
hidrasi kation dan anion bersama-sama dengan perubahan entropi yang
bersangkutan
Tambahan pula terdapat hubungan yang bermakna antara kelarutan garam alkali
dengan jari-jari kation untuk anion yang sama, namun hubungan ini dapat
menghasilkan kurva kontinu dengan kemiringan (slope) positif maupun negatif.
Senyawa LiCl memiliki kekuatan ikatan ion lebih lemah dibanding NaCl,
apalagi KCl yang ikatan ionnya lebih kuat. Oleh karena itu dikatakan sifat ion
LiCl lemah. Hal ini disebabkan letak pasangan elektron ikatan (PEI) pada LiCl
sedikit lebih menjauhi Cl dibanding pada NaCl. Untuk KCl PEInya lebih rapat
ke arah Cl. Perubahan sifat antara kovalen dan ionik seperti perubahan sifat
logam dan non logam, juga seperti halnya sifat asam basa hidroksida dalam
suatu perioda. Oleh karena itu ada senyawa yang sifat ionnya melemah dan sifat
kovalennya menguat.

4. Senyawaan yang dibentuk dari Unsur Golongan Alkali


Selain jenis-jenis senyawa yang dihasilkan dari reaksi-reaksi logam alkali,ada
beberapa senyawa logam alkali penting lainnya antara lain :
-

Na2CO3(Natrium Karbonat )

Sumber atau pembuatannya :


Awalnya Na2CO3 diperoleh dari abu pembakaran rumput laut. Karena
jumlahnya terbatas Na2CO3 mulai disintesis dengan cara mereaksika CaCo3
dengan NaCl menggunakan Proses Solvay.Reaksi keseluruhannya adalah :
CaCo3(s) + 2NaCl(s) Na2CO3 + CaCl2(aq)
Na2CO3 juga dapat diperoleh dari mineral trona,Na5(CO3)2.(HCO3).2H2O.
Mineral ini dihancurkan, lalu dipanaskan agar terurai menjadi Na2CO3
2Na5(CO3)2 . (HCO3).2H2O. 5Na2CO3 + 5H2O + CO2
Na2CO3 yang dihasilkan harus dimurnikan lebih lanjut,dengan cara
melarutkannya ke dalam air, menyaring dan memanaskannya
-

K2CO3 (Kalium karbonat )

Sumber atau pembuatnnya :


K2CO3 diperoleh dari abu pembakaran kayu dan tanaman. Tanaman tumbuh
baik dengan menyerap unsur K. Kebutuhan tanaman pada lahan pertanian dapat
diperoleh dari pupuk yang mengandung K.
-

Na2SO4 (Natrium Sulfat) dan NaHSO4(natrium hidrogen sulfat )

Na2SO4 dan NaHSO4 adalah hasil samping pembuatan HCl menggunakan reaksi
antara H2SO4 dan NaCl.
H2SO4 + NaClNahSO4 + HCl
H2SO4 + 2NaClNa2SO4 + 2HCl
-

NaHCO3 (Natrium bikarbonat )

Sumber dan pembuatannya :

Senyawa ini dibuat dari reaksi :


CO2(g) + NaOH (aq)NaHCO3(aq)
Jika NaHCO3 dipanaskan akan diperoleh Na2CO3
2NaHCO3(aq)Na2CO3(s) + H2O(g) + CO2(g)

5. Proses Pembuatan Unsur Golongan Alkali


Logam alkali bersifat sangat reaktif sehingga hanya dapat diekstraksi
dari senyawanya menggunakan metode elektrolisis atau metode reduksi.
Logam Li dan Na diekstraksi dengan metode elektrolisis.Sedangkan logam
K,Rb.Cs dengan metode tersebut karena logam-logam tersebut cenderung larut
dalam larutan garamnya.
-

Li(Litium)

Metode elektrolisisnya :
Sumber logam Li adalah mineral spodumene [LiAl(SiO3]. Spodumene
dipanaskan pada suhu 100oC lalu dicampur dengan H2SO4 panas dan dilarutkan
ke air untuk memperoleh larutan LiSO4. Kemudian LiSO4 direaksikan dengan
Na2CO3 untuk membentuk Li2CO3 yang sukar larut
LiSO4 + Na2CO3 Li2CO3(s) + Na2SO4
Setelah itu Li2CO3 direaksikan dengan HCl untuk membentuk LiCl
Li2CO3(s) + 2HCl2LiCi +H2O +CO2
Li dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan LiCl sebagai berikut :
Katode : Li+(i) + e-Li(i)
Anode :

Cl-(i)

Cl2(g) + e-

Karena titik leleh LiCl tinggi ( > 600oC), biaya elektrolisis menjadi mahal.
Namun biaya dapat ditekan dengan cara menambahkan KCl (55% LiCl dan
45% KCl<katalis>) yang dapat menurunkan titik leleh menjadi 430oC
-

Natrium (Na)

Metode Elektrolisis
Sumber utama logam Na adalah garam batu dan air laut. Na hanya dapat
diperoleh dari elektrolisis lelehan NaCl menggunakan sel down
Katode : Na+(i) + e-Na(i)
Anode :

Cl-(i)

Cl2(g) + e-

Kalium (K)

Metode Reduksi
Sumber utama logam K adalah silvit (KCl). Logam K diperoleh dengan metode
reduksi dimana lelehan KCl direaksikan dengan Na.
Na + KCl K + NaCl
Reaksi ini berada dalam kesetimbangan. Karena K yang terbentuk mudah
menguap,maka K dapat dikeluarkan dari sistem dan kesetimbangan akan
bergeser ke kanan untuk terus memproduksi K.
-

Rubidium (Rb)

Metode reduksi
Logam Rb dibuat dengan mereduksi lelehan senyawa RbCl.

Na + RbCl Rb + NaCl
Reaksi ini berada dalam kesetimbangan. Karena Rb mudah menguap, maka Rb
dapat diproduksi terus dengan cara yang sama seperti K
-

Sesium (Cs)

Metode reduksi
Logam Cs dapat dibuat dengan mereduksi lelehan senyawa CsCl
Na + CsCl Cs + NaCl
Reaksi berada dalam kesetimbangan. Karena Cs mudah menguap, maka Cs
dapat diproduksi terus dengan cara yang sama seperti K.

6. Manfaat Unsur Golongan Alkali dan Senyawaannya


Manfaat logam alkali sangat luas dalam rumah tangga, industri, kedokteran
hingga pembangkit tenaga nuklir. Aplikasi logam umumnya dalam bentuk
senyawanya karena sifatnya yang sangat reaktif. Jika diaplikasikan dalam
bentuk unsurnya, maka diperlukan kondisi tertentu.
-

Litium

1.
Li digunakan pada baterai untuk alat pacu jantung,kalukulator, jam ,
kamera dan lainnya
2.
Li digunakan dalam paduan logam Mg dan Al.Paduan ini bersifat sangat
ringan tetapi kuat sehingga dimanfaatkan untuk komponen pesawat terbang
1.

Natrium
Uap Na digunakan pada lampu jalan untuk memberikan warna kuning

2.
Lelehan Na sebagai pendingin pada reaktor nuklir tipe LMFBR (LiquidMetal Fast Breader Reactor)
3.

NaOH digunakan untuk membuat produk, seperti rayon,kertas dan sabun

4.
Na digunakan dalam pembuatan tetra etil & dipakai untuk menurunkan
angka oktan bensin

5.
Senyawa Na seperti garam NaCl,NaNo2,NaNo3 dan Na2SO3 digunakan
pada makanan
6.
Senyawa Na2CO3 digunakan untuk bahan celup tekstil, penyamakan kulit
dan deterjen untuk melunakkan air sadah
-

Kalium

1.
Senyawa KNO3 dan KCl digunakan sebagai bahan peledak dan kembang
api atau petasan. KNO3 menyuplai oksigen untuk membakar bahan bakar
2.

Pupuk NPK mengandung K yang penting bagi pertumbuhan tanaman

3.
Di dalam tubuh, K (dan Na) diperlukan sel saraf untuk mengrim sinyalsinyal listrik. Di dalam dunia kedokteran, gerakan ion-ion Na dan K dalam sel
otak digunakan untuk mengukur gelombang otak
-

Rubidium

Rb memiliki potensial ionisasi yang rendah dan digunakan pada sel fotolistrik
seperti fotomultipuler, untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik.Rb
juga digunakan sebagai osilator untuk aplikasi seperti navigasi dan komunikasi
di militer
-

Sesium

Cs digunakan pada sel fotolistrik. Jika terkena cahaya, Cs akan melepas


elektronnya yang akan tertarik menuju ke elektrode positif pada sel dan
menyebabkan timbulnya arus listrik
Cs digunakan sebagai standar satuan detik pada jam atomik sesium standar
karena vibrasi atomya (<9.000 juta kali per detik) dapat digunakan untuk
mengukur waktu dengan sangat akurat. Hal ini terkait dengan kelimpahan
isotopnya di alam sebesar 100% yang berarti semua atom Cs-133 adalah
identik
Fransium
Fransium digunakan untuk mengukur kadar Aktinum (Ac) dalam materi alami
(Fr adalah produk peluruhan Ac) dan dalam penelitian biologi untuk
mempelajari organ tubuh tikus.

7. Bahaya unsur-unsur Alkali


-Hidrogen
Hidrogen mendatangkan beberapa bahaya kesehatan pada manusia, mulai dari
potensi ledakan dan kebakaran ketika tercampur dengan udara, sampai dengan
sifatnya yang menyebabkan asfiksia pada keadaan murni tanpa oksigen. Selain
itu, hidrogen cair adalah kriogen dan sangat berbahaya oleh karena suhunya
yang sangat rendah. Hidrogen larut dalam beberapa logam dan selain berpotensi
kebocoran, juga dapat menyebabkanperapuhan hidrogen. Gas hidrogen yang
mengalami kebocoran dapat menyala dengan spontan. Selain itu api hidrogen
sangat panas, namun hampir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga
dapat menyebabkan kasus kebakaran yang tak terduga (Anonimous,2010).
-Litium
Pengaruh Litium Bagi Kesehatan

Litium sangat mudah terbakar, bayak faktor yang memicu reaksi litium
sehingga menyebabkan ledakan. Hasil tersebut mengakibatkan terbentuknya
kabut (gas) yang sangat beracun. Mudah terbakar bila terjadi kontak antara
litium dan api. Bila terhirup akan menyebabkan sensasi seperti terbakar, batuk,
sulit bernafas, dan juga luka padtenggorokan. Kontak dengan kulit
menyebabkan kulit terbakar dan terasa sakit. Kontak pada mata akan
menyebakan mata memerah, rasa sakit dan rasa pedih yang mendalam. Jika
termakan akan menyebabkan kram perut, sakit di bagian perut, sensasi terbakar,
kolaps, dan sampai kematian (Morie, 2010).
Pengaruh litium bagi lingkungan

Logam ini bereaksi dengan nitrogen dan hidrogen dari udara dan uap air.
Secara cepat permukaan litium akan terlapisi oleh campuran LiOH, Li2CO3,
Li3N. LiOH bersifat sangat korosif dan berbahaya bagi ikan yang hidup di air
(Morie, 2010).
-Natrium
Kontak antara natrium dengan air, akan menghasilkan natrium hidroksida
NaOH yang dapatmengiritasi kulit, hidung, tenggorokan, dan mata. Hal ini
dapat menyebabkan batuk dan bersin.Eksposur secara berlebihan akan
menyebabkan kesulitan bernafas, bronkitis kimia, dan kontak dengan kulit dapat

menyebabkan iritasi, kulit melepuh dan kerusakan yang bersifat


permanen.Kontak dengan mata dapat menyebabkan cacat permanen sampai
kebutaan.
-Kalium
-Tekanan darah tinggi
-Stroke
-Penyakit Ulseratif Kolitis (IBD) yaitu gangguan penyerapan di usus halus
-Ketika kalium terlalu banyak dalam tubuh, otor dan syaraf bisa korsleting
-Menyebabkan Penyakit ginjal
-Rubidium
Rubidium mudah bereaksi dengan kelembaban kulit untuk membentuk
rubidium hidroxid, yang menyebabkan luka bakar dari mata dan kulit.
-Cesium
Beban pencemaran unsur radioaktif Cesium yang terserap oleh tubuh, dalam
jangka panjang adalah dapat memicu kanker darah. Selain itu, Cesium akan
bertindak menggantikan unsur Kalium dalam tulang, serta memancarkan radiasi
yang merusak jaringan serta otot. Uni Eropa sejauh ini juga belum mengatur
ambang batas aman bagi paparan unsur radioaktif lainnya dari reaktor atom
yang mengalami bencana, yakni Plutonium dan Strontium.
Memang sejauh ini masih muncul silang sengketa, menyangkut dampak negatif
paparan unsur radioaktif yang terjadi secara tidak langsung, yakni melalui
konsumsi makanan yang tercemar radioaktif. Karena yang dapat diperkirakan
adalah kemungkinan dampaknya.
Dalam arti seberapa besar kemungkinannya, setelah mendapat dosis tertentu
paparan radioaktif dari makanan dalam waktu tertentu pula, untuk menderita
penyakit akibat radiasi. Kemungkinan gejala penyakit yang dapat muncul antara
lain, kemandulan, gangguan pada lensa mata, penyakit kanker atau juga cacat
pada anak yang dilahirkan.

-Fransium
Jika fransium banyak terkontaminasi terhadap tubuh dapat berakibat fatal
terhadap kesehatan tubuh, dan menimbulkan berbagai penyakit seperti
menyebabkan napas memendek, rasa tegang dan panas di dada, serta
peradangan paru jika terhirup secara langsung. Fransium juga berdampak
terhadap ketidaksuburan dan kecacatan bayi.

B. UNSUR LOGAM ALKALI TANAH


1. Kelimpahan unsur golongan alkali tanah
Logam alkali tanah memilii sifat yang reaktif sehingga di alam hanya
ditemukan dalam bentuk senyawanya. Berikut keberadaan senyawa yang
mengandung logam alkali.
Berilium. Berilium tidak begitu banyak terdapat di kerak bumi, bahkan hampir
bisa dikatakan tidak ada. Sedangkan di alam berilium dapat bersenyawa
menjadi Mineral beril [Be3Al2(SiO6)3], dan Krisoberil [Al2BeO4].
Magnesium. Magnesium berperingkat nomor 7 terbanyak yang terdapat di
kerak bumi, dengan 1,9% keberadaannya. Di alam magnesium bisa bersenyawa
menjadi Magnesium Klorida [MgCl2], Senyawa Karbonat [MgCO3], Dolomit
[MgCa(CO3)2], dan Senyawa Epsomit [MgSO4.7H2O].
Kalsium. Kalsium adalah logam alkali yang paling banyak terdapat di kerak
bumi. Bahkan kalsium menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerak bumi,
dengan 3,4% keberadaanya. Di alam kalsium dapat membentuk senyawa
karbonat [CaCO3], Senyawa Fospat [CaPO4], Senyawa Sulfat [CaSO4],
Senyawa Fourida [CaF].
Stronsium. Stronsium berada di kerak bumi dengan jumlah 0,03%. Di alam
strontium dapat membuntuk senyawa Mineral Selesit [SrSO4], dan Strontianit
Barium. Barium berada di kerak bumi sebanyak 0,04%. Di alam barium dapat
membentuk senyawa : Mineral Baritin [BaSO4], dan Mineral Witerit [BaCO3]

2. Sifat Fisik Unsur Alkali Tanah


No Sifat-sifat

Be

Mg

Ca

Sr

Ba

1.

Nomor
atom

12

20

38

56

2.

Konfigurasi
Elektron

[He]2s2

[Ne]3s2

[Ar]4s2

[Kr]5s2

[Xe]6s2

3.

Wujud

Padat

Padat

Padat

Padat

Padat

4.

Titik Cair
0
C

1278

649

839

769

725

5.

Titik Didih
0
C

2970

1090

1484

1384

1640

6.

Kekerasan
(Skala
Mohs)

2,0

1,5

1,8

7.

Warna
Nyala

Putih

Putih

JinggaMerah

Merah

Hijau

8.

Rapatan
(g/cm3)

1,83

1,74

1,54

2,6

3,51

9.

Daya
Hantar
Listrik

Konduktor
(namun
lelehannya
penghantar
yang buruk)

10
.

Warna
Logam

Putih
keperakan

Perak

Perak

11.

Sifat
kelogaman

Logam

12
.

Kemagneta
n

Paramagnetik

Konduktor

Perak

Putih

kekerasan logam alkali tanah berkurang dari atas ke bawah akibat kekuatan
ikatan antaratom menurun. Hal ini disebabkan jarak antaratom pada logam

alkali tanah bertambah panjang. Berilium merupakan logam berwarna abu dan
kekerasannya mirip dengan besi, serta cukup kuat untuk menggores kaca.
Logam alkali tanah yang lain umumnya berwarna perak dan lebih lunak dari
berilium, tetapi lebih keras jika dibandingkan dengan logam alkali.
Titik leleh dan titik didih logam alkali menurun dari atas ke bawah dalam sistem
periodik. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom yang bertambah panjang. Energi
ionisasi kedua dari unsur-unsur golongan IIA relatif rendah sehingga mudah
membentuk kation +2. Akibatnya, unsurunsur cukup reaktif. Kereaktifan logam
alkali meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik.

3. Sifat kimia logam alkali tanah

4. Senyawaan Dan Kegunaan Logam Alkali Tanah

5. Pembuatan Dan Isolasi Logam Alkali Tanah


Ekstraksi Berilium (Be)
Metode reduksi
Untuk mendapatkan Berilium, bisa didapatkan dengan mereduksi BeF2.
Sebelum mendapatkan BeF2, kita harus memanaskan beril [Be3Al2(SiO6)3]
dengan Na2SiF6 hingga 700 0C. Karena beril adalah sumber utama berilium.
BeF2 + Mg

MgF2 + Be.

Metode Elektrolisis
Untuk mendapatkan berilium juga kita dapat mengekstraksi dari lelehan BeCl2
yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl2 tidak dapat mengahantarkan listrik
dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. Reaksi yang terjadi adalah : Katoda :
Be2+ + 2eBe
Anode : 2Cl-

Cl2 + 2e-

Ekstraksi Magnesium (Mg)


Metode Reduksi
Untuk mendapatkan magnesium kita dapat mengekstraksinya dari dolomit
[MgCa(CO3)2] karena dolomite merupakan salah satu sumber yang dapat
menhasilkan magnesium. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO.
lalu MgO.CaO. dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg.
2[ MgO.CaO] + FeSi

2Mg + Ca2SiO4 + Fe

Metode Elektrolisis
Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa didapatkan dengan
mereaksikan air alut dengan CaO. Reaksi yang terjadi :
CaO + H2O

Ca2+ + 2OH-

Mg2+ + 2OH-

Mg(OH)2

Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl2.


Mg(OH)2 + 2HCl
MgCl2 + 2H2O
Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat mengelektrolisisnya untuk
mendapatkan magnesium
Katode : Mg2+ + 2eAnode : 2Cl-

Mg
Cl2 + 2e-

Ekstraksi Kalsium (Ca)


Metode Elektrolisis
Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium (Ca).
Untuk mendapatkan kalsium, kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar
terbentuk senyawa CaCl2. Reaksi yang terjadi :
CaCO3 + 2HCl

CaCl2 + H2O + CO2

Setelah mendapatkan CaCl2, kita dapat mengelektrolisisnya agar mendapatkan


kalsium (Ca). Reaksi yang terjadi :
Katoda ; Ca2+ + 2eAnoda ; 2Cl-

Ca
Cl2 + 2e-

Metode Reduksi
Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al atau
dengan mereduksi CaCl2 oleh Na. Reduksi CaO oleh Al
6CaO + 2Al

3 Ca + Ca3Al2O6

Reduksi CaCl2 oleh Na


CaCl2 + 2 Na

Ca + 2NaCl

Ekstraksi Strontium (Sr)


Metode Elektrolisis
Untuk mendapatkan Strontium (Sr), Kita bisa mendapatkannya dengan
elektrolisis lelehan SrCl2. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selesit
[SrSO4]. Karena Senyawa selesit merupakan sumber utama Strontium (Sr).
Reaksi yang terjadi :
katode : Sr2+ +2eanoda : 2Cl-

Sr
Cl2 + 2e-

Ekstraksi Barium (Ba)


Metode Elektrolisis
Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). Setelah
diproses menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan BaCl2.
Reaksi yang terjadi :
katode ; Ba2+ +2eanoda ; 2Cl-

Ba
Cl2 + 2e-

Metode Reduksi
Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh
Al. Reaksi yang terjadi :
6BaO + 2Al

3Ba + Ba3Al2O6.

6. Bahaya unsur-unsur Alkali tanah


- Berlium (Be)
Berilium sangat berbahaya jika terhirup. Keefektivannya tergantung kepada
kandungan yang dipaparkan dan jangka waktu pemaparan. Jika kandungan
berilium di udara sangat tinggi (lebih dari 1000 g/m), keadaan akut dapat
terjadi. Keadaan ini menyerupai pneumonia dan disebut penyakit berilium akut.
Penetapan udara komunitas dan tempat kerja efektif dalam menghindari
kerusakan paru-paru yang paling akut.


Menelan berilium tidak pernah dilaporkan menyebabkan efek kepada
manusia Karena berilium diserap sangat sedikit oleh perut dan usus. Ulser
dikesan pada anjing yang mempunyai berilium pada makanannya. Berilium
yang terkena kulit yang mempunyai luka atau terkikis akan menyebabkan
radang.Pemamparan jangka masa panjang kepada berilium dapat meningkatkan
risiko menghidap penyakit kanker paru paru.
-Magnesium (Mg)
Kebakaran dapat dengan mudah terjadi, sehingga magnesium harus ditangani
secara hati-hati. Terutama jika logam ini dalam keadaan terbelah-belah secara
halus. Air tidak boleh digunakan pada magnesium yang terbakar atau kebakaran
yang berdasarkan magnesium.
-Kalsium (Ca)
Kekurangan kalsium dapat menyebabkan lesu, banyak keringat, gelisah, sesak
napas, menurunnya daya tahan tubuh, kurang nafsu makan, sembelit, berakberak, insomnia, kram, dsb.
-Stronsium(Sr)
Stonsium radioaktif dapat menyebabkan gangguan berbagai tulang dan penyakit
, termasuk kanker tulang.
-Barium (Ba)
Logam berat bersifat tahan urai, sifat tahan urai inilah yang menyebabkan
logam berat semakin terakumulasi di dalam perairan. Logam berat yang berada
di dalam air dapat masuk ke dalam tubuh manusia, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Logam berat di dalam air dapat masuk secara langsung
ke dalam tubuh manusia apabila air yang mengandung logam berat diminum,
sedangkan secara tidak langsung apabila memakan bahan makanan yang berasal
dari air tersebut. Di dalam tubuh manusia, logam berat juga dapat terakumulasi
dan menimbulkan berbagai bahaya terhadap kesehatan. Bahaya barium (Ba)
bagi kesehatan manusia yaitu, dalam bentuk serbuk, mudah terbakar pada
temperatur ruang. Dalam jangka panjang, dapat menyebabkan naiknya tekanan
darah dan terganggunya sistem saraf.
Semua air atau asam larut senyawa barium beracun. Pada dosis rendah, barium
bertindak sebagai stimulan otot, sedangkan dosis yang lebih tinggi

mempengaruhi sistem syaraf, menyebabkan penyimpangan jantung, tumor,


kelemahan, kegelisahan dan kelumpuhan.
-Radium (Ra)
Sebelum efek biologi radiasi diketahui, banyak perusahan kesehatan yang
memasarkan obat paten yang mengandung bahan radioaktif; salah satunya
adalah penggunaan radium pada perawatan enema. Marie Curie menentang
jenis perawatan ini, ia memperingatkan efek radiasai pada tubuh manusia belum
benar-benar diketahui (Curie)
dikemudian hari meninggal akibat Anemia Aplastik, yang hampir dipastikan
akibat lamanya ia terpapar Radium). Pada tahun 1930-an produk pengobatan
yang mengandung bahan radioaktif tidak ada lagi dipasaran bebas.
Radium, jika tertelan, terhirup ataupun terekspos pada tubuh menjadi sangat
berbahaya dan dapat menyebabkan kanker.

PERTANYAAN

1. Mengapa Gol 1a dengan 7a berbeda? apakah pengruh dari dalam atau


dari luar? Dari segi ke elektronegatifan nya dan dari factor dari
jarijari atom
2.

Apakah maksud dari reaksi dahsyat? Lalu mengapa Li tidak termasuk ke


dalam reaksi dahsyat? Golongan 1A

Anda mungkin juga menyukai