Anda di halaman 1dari 25

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan

: SMA AL-HUDA PEKANBARU

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas / Semester

: XI / 1

Pokok Bahasan

: Kesetimbangan Kimia

Sub Bab

: Tetapan Kesetimbangan Parsial

Alokasi Waktu: 4 x 45 menit


I.

Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
II.

Kompetensi Dasar

1.1. Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan
YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan
serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.

2.2. Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3. Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3.9. Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi
kesetimbangan.
4.9. Memecahkan masalah terkait hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi
dari suatu reaksi kesetimbangan.
III.

INDIKATOR

Menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi
pada keadaan setimbang

IV.

Menghitung harga Kc berdasarkan Kp atau sebaliknya.

TUJUAN PEMBELAJARAN
A. Kognitif

Peserta didik dapat menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi
dan hasil reaksi pada keadaan setimbang dengan tepat.

Peserta didik dapat Menghitung harga Kc berdasarkan Kp atau sebaliknya dengan


tepat.

Peserta didik dapat menentukan derajat disosiasi dari reaksi kesetimbangan dengan
tepat.

B. Afektif
Peserta didik menunjukkan perilaku atau sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab,
memiliki rasa ingin tahu, dan kerjasama dalam diskusi kelompok
C. Keterampilan
Peserta didik dapat menyampaikan hasil diskusi kelompok mengenai tetapan
kesetimbangan parsial di depan kelas.

V.

MATERI AJAR

Tetapan Kesetimbangan Parsial


Tetapan kesetimbangan untuk sistem kesetimbangan gas juga dapat dinyatakan
dengan tekanan parsial gas, disamping tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi.
Tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan parsial disebut tetapan kesetimbangan parsial
dinyatakan dengan Kp (p = pressure, yang berarti tekanan). Untuk sistem kesetimbangan gas,
perhitungan tetapan kesetimbangan dapat dilakukan dengan menggunakan tekanan parsial
tiap gas.
Untuk reaksi homogen, berlaku:
kA(g) + lB(g)

mC(g) + nD(g)

Kp =
Keterangan :
pA, pB, pC,pD masing masing merupakan tekanan parsial zat A, B,C, dan D
tekanan parsial gas ideal, misalnya A, dapat dihitung dengan persamaan berikut :

P total (tekanan total) ialah penjumlahan seluruh tekanan pada sistem kesetimbangan
(pA + pB + pC+ pD)
Untuk reaksi heterogen berlaku:
tA(s)+ uB(g)

vC(g) + wD(g)

Kp =
Keterangan :
pB, pC,pD masing masing merupakan tekanan parsial zat B,C, dan D
tekanan parsial gas ideal, misalnya B, dapat dihitung dengan persamaan berikut :

P total (tekanan total) ialah penjumlahan seluruh tekanan pada sistem kesetimbangan
(pB+pC+pD)
Contoh :
1. Tentukan Kp untuk reaksi kesetimbangan 2 NH3 (g)
Jawab : Kp =
2. Diketahui reaksi kesetimbangan
2NaHCO3 (s)

Na2CO3 (s) + H2O (g) + CO2 (g)

N2 (g) + 3H2(g) !

Jika pada keadaan setimbang tekanan total = 6 atm, tentukan Kp


Jawab : Data yang diketahui berupa persamaan reaksi sehingga untuk menghitung
Kp tidak digunakan perbandingan mol, melainkan perbandingan koefisien

PH2O =

=
= 3 atm

PCO2 =

=
= 3 atm
Kp = PH2O x PCO2 = 3 x 3 = 9
Jadi pada keadaan setimbang Kp = 9
Hubungan Kp dan Kc
Tekanan suatu gas sangat bergantung pada jumlah gas dan volume yang ditempatinya.
Hubungan ini dapat dijelaskan dengan persamaan gas ideal :
PV = nRT
Untuk suatu gas yang terdapat dalam campuran beberapa gas, tekanan parsial dapat
ditentukan dengan rumus berikut :

]
Dari reaksi kesetimbangan gas secara umum :
mA(g) +

nB(g)
q

Kc = [C] [D]

qC(g)

+ rD(g)

[A]m [B]n

Kp =

Sesuai dengan persamaan tekanan parsial gas :


PA = [A]RT
PB = [B]RT
PC = [C]RT
PD = [D]RT
Harga harga tersebut disubstitusi kedalam persamaan Kp ,sehingga dihasilkan :

Kc

Jika q +r = x = jumlah koefisien ruas kanan


m + n = y = jumlah koefisien ruas kiri,
maka tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan dapat ditulis

Keterangan :
x-y

= jumlah koefisien produk jumlah koefisien reaktan

= 0,082 L atm K-1mol-1

= temperature (K)

Contoh soal :
1. Tuliskan hubungan Kp dan Kc dari kesetimbangan reaksi berikut
2HI (g)
H2 (g) + I2 (g)
Jawab : Kp = Kc (RT)2-2 = Kc

2. Pada reaksi kesetimbangan berikut :


PCl5(g)

PCl3(g) + Cl2(g)

Harga Kc adalah 3,26 x 10-2M. Tentukan harga Kp pada suhu 191oC.


Dimana R = 0,082
Jawab :
Kp

= Kc (RT)x-y

= 0,082 L atm mol-1 K-1

= (191 + 273) K = 464 K

x-y

= (1 + 1) 1 = 1

Jadi Kp = 3,26 x 10-2 (0,082 x 464) atm = 124,037 x 10-2 atm = 1,24037 atm
Derajat Disosiasi
Disosiasi adalah reaksi penguraian suatu senyawa menjadi zat zat yang lebih sederhana.
Berikut ini contoh reaksi disosiasi :
a.

2SO3 (g)

2SO2 (g) + O2 (g)

b.

N2O4 (g)

2NO2 (g)

Disosiasi biasanya merupakan reksi kesetimbangan. Derajat disosiasi adalah perbandingan


jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat sebelum terurai (mula-mula). Derajat disosiasi
diberi notasi alfa (

Derajat disosiasi (

dapat berupa :

1. Angka desimal, nilainya antara 0


2. Persentase, yang memiliki nilai 0

Derajat disosiasi (
atau
Derajat disosiasi (

atau

VI.
VII.

MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN


Model
: NHT (Numbered Head Together)
Metode
: Diskusi, penugasan, dan latihan
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah
I. Pendahuluan

Kegiatan
a. Guru mengucapkan salam kepada Peserta didik
b. Sebelum memulai pembelajaran, guru mengajak
Peserta didik berdoa
c. Guru memeriksa kehadiran Peserta didik
d. Guru memberikan apersepsi dan memotivasi Peserta
didik

dengan

mengajukan

pertanyaan

untuk

menuntun Peserta didik dalam mempelajari topik


yang akan dibahas dan menggali pengetahuan awal
kepada Peserta didik secara komunikatif dan kreatif
Apersepsi :

Guru mengingatkan Peserta didik tentang materi


pada

pertemuan

sebelumnya.

Anak

anak

siapakah yang masih ingat pelajaran kita yang


lalu? apakah yang dimaksud dengan hukum
kesetimbangan? guru juga menanyakan kepada
peserta didik tentang tetapan kesetimbangan yang
berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
Motivasi :

Guru

memberikan

motivasi

kepada peserta didik tentang proses faktual dalam


kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan
topik bahasan untuk membangkitkan minat dan
keingintahuan peserta didik.
Guru mengaitkan pembelajaran dengan KI 1 :
Nikmat kesetimbangan sangat banyak yang kita
rasakan, contohnya saja kesetimbangan antara
matahari dan bulan, kesetimbangan antara palanetplanet, dll. Jika tidak adanya kesetimbangan di
langit bagaimana anak2? Yaa, maka bulan dan
matahari akan saling bertabrakan, planet-planet pun
demikian, sehingga kita tidak dapat hidup dengan

Waktu
15

aman dan tentram di bumi karena setiap waktu


akan terjadi gesekan. Namun, pada kenyataannya
tidak demikian bukan?
Nah maka oleh karena itu, sudah patutlah kita
bersyukur dengan segala nikmat yang telah Allah
limpahkan. Jangan ingkari itu semua.
e. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu dengan
menjelaskan tujuan pembelajaran
II . Kegiatan Inti
Mengamati

a. Guru meminta peserta didik untuk memperhatikan


media pembelajaran (power point).
b. Setelah mengamati powerpoint, diharapkan peserta

Menanya

didik mengajukan berbagai macam pertanyaan yang


berhubungan dengan materi tetapan kesetimbangan.
c. Jika peserta didik tidak bertanya, maka guru
mengiring peserta didik untuk bertanya.
d. Guru membagi para Peserta didik menjadi beberapa
kelompok yang beranggotakan 5 orang Peserta
didik. (Pembentukan kelompok)
e. Guru memberi nomor kepada setiap Peserta didik
dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda.
(Pemberian nomor). Kelompok yang dibentuk
merupakan percampuran yang ditinjau dari latar
belakang sosial dan kemampuan belajar sehingga
kelompoknya heterogen yang telah ditentukan
sehari sebelumnya.
f. Guru membagikan LKPD kepada setiap Peserta
didik

sebagai

bahan

yang

akan

dipelajari.

(Memberikan pertanyaan)
g. Peserta didik mengumpulkan data/informasi untuk
menyelesaikan soal-soal yang diberikan.
h. Dalam kerja kelompok setiap Peserta didik berpikir

60

bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan


Mengumpulkan

bahwa

informasi

tiap

orang

mengetahui

jawaban

dari

pertanyaan yang telah ada dalam LKPD atau


pertanyaan

yang

telah

diberikan

oleh

guru.

(Berpikir bersama)
i. Peserta didik menganalisis data yang diberikan
untuk menentukan harga tetapan kesetimbangan
parsial (Kp)
j. Guru menyebut satu nomor dan para Peserta didik
dari tiap kelompok dengan nomor yang sama

Mengasosiasi

mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban


kepada Peserta didik di kelas. (Pemberian jawaban)
k. Peserta didik dari kelompok lain memberikan
pendapat atau sanggahan mengenai apa yang
Mengkomunikasikan

ditampilkan.
l. Peserta didik saling bertukar pendapat dengan tetap
menghargai pendapat dan hasil kerja orang lain

Guru memberikan konfirmasi atau penjelasan yang


benar tentang materi yang di diskusikan secara
komunikatif.
III. Kegiatan

a. Guru bersama Peserta didik menyimpulkan jawaban

penutup

akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan


dengan materi yang disajikan.
b. Guru memberikan tes akhir (kuis) untuk mengetahui
sejauh mana pemahaman Peserta didik terhadap
c.

materi yang telah dipelajari


Guru memberitahukan kepada Peserta didik bahwa
tes

tersebut

akan

dinilai

untuk

menentukan

kelompok super, hebat dan baik yang akan


diumumkan pada pertemuan berikutnya
d. Guru memberikan tugas kepada Peserta didik
e. Guru memberitahukan materi yang akan dibahas

15

pada pertemuan berikutnya secara komunikatif


f. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan
salam.

I. Media dan Sumber Belajar


a.
b.
c.
d.

Infocus
Internet (webpage / webblog)
Lembar Kerja Peserta didik (LKPD)
Buku-Buku Kimia SMA Kelas XI

J. Penilaian Hasil Pembelajaran


a.Bentuk penilaian :
Kognitif
Nilai dari hasil diskusi dalam memahami materi dan mengerjakan LKPD secara
berkelompok dan hasil evaluasi berupa kuis. Tes hasil belajar (penguasaan konsep)
kimia menggunakan peskoran.
Afektif
Nilai didapat dari pengamatan guru terhadap Peserta didik dalam proses
pembelajaran. Penilaian Sikap (perilaku) menggunakan rubrik penilaian perilaku.
b.Jenis tagihan:
Tugas kelompok yang berupa LKPD
Evaluasi berupa quis
c.Bentuk tagihan:
Tes tertulis

Menyetujui

Pekanbaru, 03 November 2016

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran Kimia

Hj. Rahmiwati

Ir. Siti Farrida

NIP.

I.

NIP:

LAMPIRAN

Aspek Yang Dinilai


N
o

Keha
diran

Nama Siswa

2
2

Keterampilan
3 4 5
3

Sikap
6
6

7
7

8
8

9
9

11
0

11
1

11
2

11
3

11
4

11
5

11
6

N
A

11
7

18

1. Observasi

Format Pengamatan Sikap dan Keterampilan Sosial


Kehadiran
1. Kehadiran

2.
3.
4.
5.
6.

Keterampilan
Kerjasama
Menyampaikan pendapat
Mendengarkan pendapat
Menanggapi pendapat orang lain
Keuletan

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Sikap
Jujur
Tanggung jawab
Rasa ingin tahu
Kesungguhan saat belajar
Aktivitas saat belajar
Santun terhadap guru
Penampilan dalam proses belajar
Ketepatan mengumpulkan tugas
Sopan santun dalam perilaku
Menghargai pendapat teman
Peduli lingkungan
Berpikir positif

Kritreria penilaian adalah sebagai berikut :


70 <

= Kurang (K)

70 80

= Cukup (C )

81 90

= Baik (B)

91 100

= Amat baik (A)

Anggota Kelompok :
Kelas
:
Semester
:
Mata Pelajaran
:
Pokok Bahasan/ Sub pokok bahasan :

TUJUAN PEMBELAJARAN
Kognitif
Berdasarkan hasil diskusi :
Peserta didik dapat menghitung harga Kp berdasarkan tekanan
parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang
Peserta didik dapat menghitung harga Kc berdasarkan Kp atau
sebaliknya.
Peserta didik dapat menentukan derajat disosiasi dari reaksi
kesetimbangan
Afektif
Peserta didik dapat mengembangkan sikap:
Bekerja sama
PENGAJARAN
BertanggungPETUNJUK
jawab

Kompetitif
Percaya diri

Bacalah materi yang telah disajikan dengan seksama

Gunakan juga sumber bacaan lain


menyelesaikan soal-soal yang diberikan.
Jawablah pertanyaan yang ada di LKPD

Komunikatif dan kreatif

Tanyakan pada guru jika ada yang tidak dimengerti

untuk

MATERI AJAR
Tetapan Kesetimbangan Parsial
Tetapan kesetimbangan untuk sistem kesetimbangan gas juga dapat dinyatakan
dengan tekanan parsial gas, disamping tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi.
Tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan parsial disebut tetapan kesetimbangan parsial
dinyatakan dengan Kp (p = pressure, yang berarti tekanan). Untuk sistem kesetimbangan gas,
perhitungan tetapan kesetimbangan dapat dilakukan dengan menggunakan tekanan parsial
tiap gas.
Untuk reaksi homogen, berlaku:
kA(g) + lB(g)

mC(g) + nD(g)

Kp =
Keterangan :
pA, pB, pC,pD masing masing merupakan tekanan parsial zat A, B,C, dan D
tekanan parsial gas ideal, misalnya A, dapat dihitung dengan persamaan berikut :

P total (tekanan total) ialah penjumlahan seluruh tekanan pada sistem kesetimbangan
(pA +pB+pC+pD)
Untuk reaksi heterogen berlaku:
tA(s)+ uB(g)

vC(g) + wD(g)

Kp =
Keterangan :
pB, pC,pD masing masing merupakan tekanan parsial zat B,C, dan D
tekanan parsial gas ideal, misalnya B, dapat dihitung dengan persamaan berikut :

P total (tekanan total) ialah penjumlahan seluruh tekanan pada sistem kesetimbangan
(pB+pC+pD)

Contoh :
3. Tentukan Kp untuk reaksi kesetimbangan 2 NH3 (g)

N2 (g) + 3H2(g) !

Jawab : Kp =
4. Diketahui reaksi kesetimbangan
2NaHCO3 (s)

Na2CO3 (s) + H2O (g) + CO2 (g)

Jika pada keadaan setimbang tekanan total = 6 atm, tentukan Kp


Jawab : Data yang diketahui berupa persamaan reaksi sehingga untuk menghitung
Kp tidak digunakan perbandingan mol, melainkan perbandingan koefisien

PH2O =

=
= 3 atm

PCO2 =

=
= 3 atm
Kp = PH2O x PCO2 = 3 x 3 = 9
Jadi pada keadaan setimbang Kp = 9
Hubungan Kp dan Kc
Tekanan suatu gas sangat bergantung pada jumlah gas dan volume yang ditempatinya.
Hubungan ini dapat dijelaskan dengan persamaan gas ideal :
PV = nRT
Untuk suatu gas yang terdapat dalam campuran beberapa gas, tekanan parsial dapat
ditentukan dengan rumus berikut :

Dari reaksi kesetimbangan gas secara umum :


mA(g) +

nB(g)

qC(g)

+ rD(g)

Kc = [C]q [D]r
[A]m [B]n

Kp =

Sesuai dengan persamaan tekanan parsial gas :


PA = [A]RT
PB = [B]RT
PC = [C]RT
PD = [D]RT
Harga harga tersebut disubstitusi kedalam persamaan Kp ,sehingga dihasilkan :

Kc

Jika q +r = x = jumlah koefisien ruas kanan


m + n = y = jumlah koefisien ruas kiri,
maka tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan dapat ditulis

Keterangan :
x-y

= jumlah koefisien produk jumlah koefisien reaktan

= 0,082 L atm K-1mol-1

= temperature (K)

Contoh soal :
3. Tuliskan hubungan Kp dan Kc dari kesetimbangan reaksi berikut
2HI (g)
H2 (g) + I2 (g)
Jawab : Kp = Kc (RT)2-2 = Kc
4. Pada reaksi kesetimbangan berikut :
PCl5(g)

PCl3(g) + Cl2(g)

Harga Kc adalah 3,26 x 10-2M. Tentukan harga Kp pada suhu 191oC.


Dimana R = 0,082
Jawab :
Kp

= Kc (RT)x-y

= 0,082 L atm mol-1 K-1

= (191 + 273) K = 464 K

x-y

= (1 + 1) 1 = 1

Jadi Kp = 3,26 x 10-2 (0,082 x 464) atm = 124,037 x 10-2 atm = 1,24037 atm
Derajat Disosiasi
Disosiasi adalah reaksi penguraian suatu senyawa menjadi zat zat yang lebih sederhana.
Berikut ini contoh reaksi disosiasi :
c.

2SO3 (g)

2SO2 (g) + O2 (g)

d.

N2O4 (g)

2NO2 (g)

Disosiasi biasanya merupakan reksi kesetimbangan. Derajat disosiasi adalah perbandingan


jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat sebelum terurai (mula-mula). Derajat disosiasi
diberi notasi alfa (

Derajat disosiasi (

dapat berupa :

3. Angka decimal, nilainya antara 0

atau

4. Persentase, yang memiliki nilai 0

Derajat disosiasi (
atau
Derajat disosiasi (

Contoh :
Diketahui 0,8 mol gas PCl5 membentuk reaksi kesetimbangan seperti berikut :
PCl5 (g)

PCl3 (g) + Cl2 (g)

Jika pada keadaan setimbang terdapat 0,2 mol gas klorin, tentukan derajat disosiasi PCl 5 dan
persentase gas PCl5 yang terurai
Jawab :
PCl5 (g)

PCl3 (g)

Cl2 (g)

Mula mula

0,8 mol

Bereaksi

0,2 mol

0,2 mol

0,2 mol

Setimbang

0,6 mol

0,2 mol

0,2 mol

Jadi derajat disosiasi PCl5 = 0,25 atau 25 %

TUGAS
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar !
1. Tuliskan Kp reaksi reaksi kesetimbangan berikut ini :
a. 2 HI (g)
H2 (g) + I2 (g)
b. 2O3 (g)
3O2 (g)
c. 2C (s) + O2 (g)
2CO (g)
d. SnO2 (s) + 2H2 (g)
Sn (s) + 2H2O (g)
e. 2BaO2 (s)
2BaO (s) + O2 (g)

Jawab :

2.

N2 (g)
3H2 (g)

Jawab :

2NH3 (g)

Jika tekanan parsial N2 dan H2 masing masing 0,8 atm dan 0,4 atm, dan tekanan total
sistem 2,8 atm. Hitung harga Kp

3. Diketahui 6 mol gas SO3 dibiarkan terurai menurut reaksi kesetimbangan berikut :
2SO3 (g)
2SO2 (g) + O2 (g)
Jika pada saat setimbang dihasilkan 2 mol gas O2, tentukan nilai Kp
reaksi tersebut . (Diketahui P total = 8 atm)

Jawab :

4. Tuliskan hubungan Kp dan kc untuk reaksi reaksi berikut !

a.
b.
c.

N2O4 (g)
2NO2 (g)
2C (s) + O2 (g)
2CO (g)
2NaHCO3 (s)
Na2CO3 (s) + H2O (g) + CO2 (g)

Jawab :

5.

Di
ket
ahui
persamaan reaksi
2O3 (g)

3O2 (g)

Harga Kc adalah 4,52 x 10-2 M. R = 0,082. Tentukan harga Kp pada


suhu 120oC.
Jawab :

6. Dalam ruang 1 liter dimasukkan gas HI sebanyak 0,4 mol membentuk reaksi
kesetimbangan seperti berikut :
2 HI (g)
H2 (g) + I2 (g)
Jika pada keadaan setimbang terdapat 0,1 mol gas H 2, tentukan
derajat disosiasi HI dan persentase gas HI yang terurai.

Jawab :

Selamat Mengerjakan..

KUNCI JAWABAN LKPD

1. a.

b.

c.

d. Kp =
e. Kp =

2.

= 0,93

3.

2SO3 (g)
M
B
S

2SO2 (g)

4
4

4
2

P SO3 =

P SO2 =

P O2 =

Kp = [P SO2]2 [P O2]
[P SO3]2

O2 (g)
2
2

= [4]2 [2]
[2]2

= 32
4

= 8 , jadi Kp = 8

4. a. Kp= Kc (RT)
b. Kp = Kc (RT)-1
c. Kp = Kc (RT)2
5. Kp = Kc (RT)x-y
R = 0,082 L atm mol-1 K-1
T = (120 + 273) K = 393 K
x-y = (3 2) = 1
Jadi Kp = 4,52 x 10-2 (0,082 x 393) atm = 145, 66 10-2 atm
6. 2 HI (g)
H2 (g) + I2 (g)
Mula mula 0,4 mol
Bereaksi 0,2 mol
0,1 mol
Setimbang 0,2 mol
0,1 mol
(

0,1 mol
0,1 mol

Jadi derajat disosiasi PCl5 = 0,5 atau 50 %

SOAL EVALUASI
Diketahui reaksi kesetimbangan sebagai berikut :
N2O4 (g)
2 NO2 (g)
Reaksi diatas memiliki tetapan kesetimbangan (Kp) = 8
Jika tekanan parsial N2O4 = 2 atm, Tentukan tekanan parsial NO2 !

KUNCI JAWABAN EVALUASI


Kp = [P NO2]2
[P N2O4]
8 = [P NO2]2
2
16 = [P NO2]2
P NO2 =

, jadi tekanan parsial NO2 = 4 atm