Anda di halaman 1dari 2

Menurut Chang (1993) berdasarkan kategori taksonomi jamur dibedakan atas dasar tipe

spora, morfologi hifa dan siklus seksualnya menjadi 5 kelompok diantaranya


Oomycetes, Zygomycetes, Ascomycetes, Basidiomycetes dan Deuteromycetes.
Manfaat yang dapat diambil dari pengetahuan tentang bentuk dan bagian dari jamur itu
sendiri adalah mengetahui jenis-jenis jamur yang dapat dimakan, di jadikan obat
ataupun jamur beracun. Bentuk dan bagian jamur memang sangat penting untuk
dipelajari dimana warna yang mencolok biasanya menandakan bahwa jamur memiliki
sifat beracun. tempat hidup jamur juga akan mempengaruhi kandungan yang ada di
dalam tubuh jamur (Dwidjoseputro, 1978).

Pembahasan

Kelompok jamur yang mempunyai tubuh buah cukup besar baik termasuk dalam
Basidiomycetes, maupun Ascomycetes. Alexopoulus (1996), membagi cendawan
menjadi 4 kategori berdasarkan khasiatnya, yaitu jamur yang dapat dimakan (edible),
khasiat obat (medicinal), beracun (poisonous), dan jamur yang belum diketahui
manfaatnya (miscellaneous).
Menurut Chang dan Miles cendawan atau mushroom adalah kelompok jamur yang
mempunyai tubuh buah cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang,
dapat dipetik oleh tangan, tidak selalu berdaging, tidak selalu dapat dimakan.
Cendawan dikelompokan menjadi empat kategori berdasarkan khasiatnya, yaitu:
1.

2.
3.

4.

Jamur yang dapat dimakan, biasanya berdaging dan dapat dimakan, contoh
Agaricus brunescens;
Jamur yang mempunyai khasiat obat, contoh Ganoderma lucidum;
Jamur yang beracun, termasuk di dalamnya jamur yang diketahui beracun atau
diduga beracun, contoh Amanita phallolides;
Jamur yang khasiatnya belum diketahui atau disebut kelompok miscellaneous.

Alexopoulos, C.J., C. W. Mims and M. Blackwell. 1996. Introductory Mycology. John


willey and Sons Inc., New York.
Chang, L.M. Antioxidant Activity and Total Phenolic of Edible Mushroom Extract Food
Chem. 81,pp. 249-25.
Dwidjoseputro. 1978. Pengantar Mikologi. Penerbit Alumni, Bandung.
MycoBank.org. 2010. Fungal Databases Nomenclature and Species Banks Online
Taxonomic Novelties Submission. http://www,mycobank.org /MycoTaxo.aspx?
Link=T&Rec=239416
Ratnaningtyas, N. I. 2010. Petunjuk Praktikum Biologi Jamur Makroskopis. Laboratorium
Mikologi-Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Santos, E.A., M.M. Souza, A.P. Viana, AAF. Almeida, JCO. Freitas and PR.
Lawinsky. 2011. Multivariate analysis of morphological charateristics of two species
of passion flower with ornamental potential and of hybrids between them. Gen. Mol.
Res. 10 (4): 2457-2471.
Nur Hayati. 2013. KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN ANATOMI JAMUR
EKTOMIKORHIZA Scleroderma spp. PADA TANAMAN MELINJO (Gnetum
gnemon L.) DI KABUPATEN PACITAN Bioma, 2(1), pp. 32-48