Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Praktikum Cetak Plastik
Injection Moulding dapat penyusun selesaikan. Laporan ini disusun dengan
tujuan untuk melengkapi tugas Praktek Perlakuan Bahan pada praktikum Cetak
Plastik Injection Moulding.
Dalam penyusunan laporan ini, penyusun telah mendapat bantuan berupa
dorongan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Ir.Drs.Raden Edy Purwanto,MSc.,DR. selaku dosen mata kuliah
Praktek Perlakuan Bahan.
2. Teman - teman 2-C Produksi D3 Teknik Mesin yang telah memberikan
bantuan, dukungan dan doa sehingga terselesaikannya penyusunan laporan
ini.
3. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan yang tidak
dapat penyusun sebutkan satu - persatu.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan
informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan cetak plastik injection
moulding. Penyusun menyadari bahwa laporan ini belumlah sempurna. Untuk itu
penyusun berharap adanya kritikan dan saran dari pembaca dan dosen
pembimbing yang dapat membangun untuk kesempurnaan laporan ini.

Malang, 24 Mei 2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari plastik merupakan salah satu bahan yang
paling umum kita lihat dan gunakan. Bahan plastik secara bertahap mulai
menggantikan gelas, kayu dan logam. Hal ini disebabkan bahan plastik
mempunyai beberapa keunggulan, yaitu : ringan, kuat dan mudah dibentuk, anti
karat dan tahan terhadap bahan kimia, mempunyai sifat isolasi listrik yang tinggi,
dapat dibuat berwarna maupun transparan dan biaya proses yang lebih murah.
Namun begitu daya guna plastik juga terbatas karena kekuatannya yang rendah,
tidak tahan panas mudah rusak pada suhu yang rendah. Keanekaragaman jenis
plastik

memberikan

banyak

pilihan

dalam

penggunaannya

dan

cara

pembuatannya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dibuat rumusan masalah yakni:
1) Bagaimana prosedur yang benar tentang proses penbuatan plastik dengan
sitem injeksi ?
2) Berapa lama waktu untuk proses cetak plastik dengan sitem injeksi?
1.3 Tujuan
1) Untuk mengetahui prosedur yang benar tentang proses pembutan plastik
dengan sistem injeksi.
2) Untuk mengetahui lama waktu yang dibutuhkan untuk proses cetak plastik
dengan sistem injeksi.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Pengertian Plastik
Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat unik dan luar biasa.
Polimer adalah suatu bahan yang terdiri dari unit molekul yang disebut monomer.
Jika monomernya sejenis disebut homopolimer, dan jika monomernya berbeda
akan menghasilkan kopolimer. Polimer alam yang telah kita kenal antara lain :
selulosa, protein, karet alam dan sejenisnya. Pada mulanya manusia menggunakan
polimer alam hanya untuk membuat perkakas dan senjata, tetapi keadaan ini
hanya bertahan hingga akhir abad 19 dan selanjutnya manusia mulai
memodifikasi polimer menjadi plastik. Plastik yang pertama kali dibuat secara
komersial adalah nitroselulosa. Material plastik telah berkembang pesat dan
sekarang mempunyai peranan yang sangat penting dibidang elektronika,
pertanian, tekstil, transportasi, furniture, konstruksi, kemasan kosmetik, mainan
anak anak dan produk produk industri lainnya. Secara garis besar, plastik
dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu : plastik thermoplast dan
plastik thermoset. Plastik thermoplast adalah plastik yang dapat dicetak berulangulang dengan adanya panas ( lihat tabel 2 ). Yang termasuk plastik thermoplast
antara lain : PE, PP, PS, ABS, SAN, nylon, PET, BPT, Polyacetal (POM), PC dll.
Sedangkan plastik thermoset adalah plastik yang apabila telah mengalami kondisi
tertentu tidak dapat dicetak kembali karena bangun polimernya berbentuk jaringan
tiga dimensi ( lihat Tabel 1 ). Yang termasuk plastik thermoset adalah : PU (Poly
Urethene), UF (Urea Formaldehyde), MF (Melamine Formaldehyde), polyester,
epoksi dll. Untuk membuat barang-barang plastik agar mempunyai sifat-sifat
seperti yang dikehendaki, maka dalam proses pembuatannya selain bahan baku
utama diperlukan juga bahan tambahan atau aditif. Penggunaan bahan tambahan
ini beraneka ragam tergantung pada bahan baku yang digunakan dan mutu produk
yang akan dihasilkan. Berdasarkan fungsinya , maka bahan tambahan atau bahan
pembantu proses dapat dikelompokkan menjadi : bahan pelunak (plasticizer),
bahan penstabil (stabilizer), bahan pelumas (lubricant), bahan pengisi (filler),
pewarna (colorant), antistatic agent, blowing agent, flame retardant dsb.
Temperature

Keterangan :
a. Start of process
c

b. Plastic melted
c. Plastic permanently hard

a
Time

Temperature
Keterangan :
a. Start of process
b. Plastic melted
c. Plastic hard but can
b
a

be resoftened
c

Time

BAHAN BAKU PLASTIK THERMOPLAST POLYPROPYLENE (PP)

Polypropylene merupakan polimer kristalin yang dihasilkan dari proses


polimerisasi gas propilena. Propilena mempunyai specific gravity rendah
dibandingkan dengan jenis plastik lain. Sebagai perbandingan terlihat pada Tabel
1.
Tabel 1. Perbandingan specific gravity dari berbagai material plastik
Resin
PP
LDPE
HDPE
Polistirena
ABS
PVC
Asetil Selulosa
Nylon
Poli Karbonat
Poli Asetat

Specific gravity
0,85 0,90
0,91 0,93
0,93 0,96
1,05 1,08
0,99 1,10
1,15 1,65
1,23 1,34
1,09 1,14
1,20
1,38

Tabel 2. Temperatur leleh proses termoplastik


Material
ABS
Acetal
Acrylic
Nylon
Poly Carbonat
LDPE
HDPE
PP
PS
PVC

Processing Temperature rate


C
180 240
185 225
180 250
260 290
280 310
160 240
200 280
200 300
180 260
160 180

F
356 464
365 437
356 482
500 554
536 590
320 464
392 572
392 572
356 500
320 - 365

2.1 Metode Injection Molding


Pada kegiatan praktikum yang telah dilakukan, jenis metode pembuatan
plastiknya menggunakan sistem injeksi dengan menggunakan plastik golongan
termoplastik. Proses injection molding merupakan proses pembentukan benda
kerja dari material compound berbentuk butiran yang ditempatkan kedalam suatu
hopper/corong dan masuk kedalam silinder injeksi yang kemudian didorong
melalui nozel dan sprue bushing kedalam rongga (cavity) dari mold yang sudah
tertutup.

Setelah beberapa saat didinginkan, mold akan dibuka dan benda jadi akan
dikeluarkan dengan ejector. Material yang sangat sesuai adalah material
termoplastik dan karena pemanasan material ini akan melunak dan sebaliknya
akan mengeras lagi bila didinginkan. Perubahanperubahan ini hanya bersifat
fisik, jadi bukan perubahan kimiawi sehingga memungkinkan untuk mendaur
ulang material sesuai dengan kebutuhan.
Material plastik yang dipindahkan dari silinder pemanas biasanya suhunya
berkisar antara 177 C hingga 274 C. Semakin panas suhunya, plastik/material
itu akan semakin encer (rendah viskositasnya) sehingga semakin mudah diinjeksi,
disemprotkan kedalam mold. Setiap material memiliki karakter suhu molding.
Semakin lunak formulasinya, yang berarti kandungan plastis tinggi, membutuhkan
temperatur rendah, sebaliknya yang memiliki formulasi lebih keras butuh
temperatur tinggi. Bentuk-bentuk partikel yang sulit, besar dan jumlah cavity yang
banyak serta runner yang panjang menyebabkan tuntutan temperatur yang tinggi
atau naik.
Proses kerja mold injeksi berkisar antara 35 detik yang terdiri atas beberapa
tahap seperti kedua gambar dibawah ini:

Untuk mempercepat proses pengerasan/pembekuan material yang telah


diinjeksi ke dalam cavity maka mold selalu didinginkan sehingga produk cepat
dikeluarkan dari mold tanpa rusak/cacat, dengan demikian berarti memperpendek
cycle time-nya. Hal ini dikerjakan dengan mengalirkan cooling yang mengelilingi
cavity dalam mold plate dengan suhu cooling antara 30 derajat hingga 70 derajat.
Untuk

pekerjaan-pekerjaan

khusus

kadang-kadang

juga

diperlukan

perlakuan panas mold plate (menjaganya pada suhu tertentu) sampai dengan 170
derajat Celcius.
Pembuatan mold injeksi membutuhkan tooling cost atau biaya peralatan
yang tinggi namun memiliki cylce time atau waktu produksi yang lebih cepat
dibandingkan dengan proses yang lainnya. Dengan pertimbangan waktu produksi
yang cepat maka biaya tiap bagiannya akan menjadi lebih murah apalagi jika
berjalan secara otomatis.
Berdasarkan jumlah pelatnya, umumnya mold injeksi dibagi atas dua tipe
yakni tipe two plate and three plate mold.
Berdasarkan jenis runner mold injeksi dapat dibedakan atas beberapa tipe
antara lain:
1. Mold konvensional dengan runner dingin (cold runner).

2. Mould dengan runner yang terisolasi. Keuntungan tipe ini adalah temperatur
cairan yang masuk stabil, tidak memerlukan kepresisian yang tinggi tentang
keseimbangan runner. Namun jenis ini memerlukan biaya produksi dan
perawatan yang tinggi serta desain dan pengoperasiannya yang rumit.

3. Mold hot runner. Keutungan jenis mold ini adalah waktu pemanasan awal
berkurang dan cocok untuk cavity yang besar dan jumlah banyak. Namun tipe
ini membutuhkan desain dan produksi yang rumit sehingga biayanya juga
tinggi.

Pada pembahasan mengenai mold injeksi ini penulis akan batasi pada jenis
cold runner two plate khususnya pada pembuatan mold tanki radiator.

Selain terdiri atas beberapa jenis runner injeksi mold juga terdiri dari
berbagai tipe gate, sprue dan ejector.
Beberapa tipe atau jenis gate yang biasanya digunakan dalam injection mold
antara lain:
1. Manually Trimmed:
a. Fan Gate
b. Sprue gate

c. Direct of Pin Gate


d. Tab Gate
e. Edge Gate
2. Automatically Trimmed:
a. Pinpoint Tab Gate
b. Submarine or Tunnel Gat

BAB III
DATA DAN ANALISA DATA
3.1 Data Praktikum
Instruktur Praktikum : Dr. R. Edy Purwanto, Msc
Waktu Praktikum
Tempat

: 18 Mei 2016

: Laboratorium Uji Baban Politeknik Negeri Malang

Temperature (Co)

Grafik Praktikum

Waktu (s)

3.2 Analisa Data


Temperature (Co)
20
40-100
120-140

Waktu (s)
10
20-50
60-80

150
150

80-90
100
BAB IV

Keterangan
Proses awal
Tidak terjadi apapun
Plastik mulai meleleh tapi
masih belum di cetak
Holding Time
Plastik sudah bisa dicetak

PEMBAHASAN
4.1 Prosedur Percobaan

Langkah-langkah dalam melakukan cetak plastik dengan menggunakan


sistem injeksi, adalah sebagai berikut.
1. Cek dan pastikan alat yang digunakan dalam kondisi aman dan siap.
2. Hubungkan selang udara bertekanan pada katup air supplier.
3. Gunakan tekanan udara sesuai dengan keperluan.
4. Hubungkan power alat ke listrik.

5. Putar switch On pada kotak kontrol dengan ditandai nyala lampu.


6. Setting temperatur yang akan diperlukan dengan memutar switch pada
thermocontrol. Tunggu nyala lampu pada thermocontrol mati, tanda suhu yang
diinginkan sudah tercapai.
7. Masukkan butiran plastik yang akan diinjeksikan pada
8. Cek kualitas plastik yang sudah dilelehkan
9. Siapkan bentuk cetakan plastik yang diinginkan.
10. Letakkan bentuk cetakan plastik tepat di bawah nozel, pastikan bentuk cetakan
plastik ini tertutup rapat.
11. Putar tuas penekan hingga nozel tepat menempel pada lubang bentuk cetakan
plastik.
12. Tekan switch untuk menyemprotkan butiran-butiran plastik yang sudah
berubah menjadi leleh.
13. Setelah lelehan plastik yang diinjeksikan tadi dirasa cukup memenuhi rongga
bentuk cetakan plastik, putar tuas untuk mengangkat nozel dari lubang bentuk
cetakan.
14. Diamkan beberapa menit, dengan tidak membuka bentuk cetakan plastik
tersebut hingga suhunya berangsur-angsur turun. Tidak perlu dilakukan
pendinginan secara paksa.
15. Jika suhu dirasa sudah cukup dingin, buka bentuk cetak.

4.2 Proses Cetak Plastik Injection Moulding


Berdasarkan analisa data pada bab II dapat diketahui lama proses cetak plastik
injection moulding yaitu :
Temperature (Co)
20
40-100
120-140

Waktu (s)
10
20-50
60-80

Keterangan
Proses awal
Tidak terjadi apapun
Plastik mulai meleleh tapi

150
150

80-90
100

masih belum di cetak


Holding Time
Plastik sudah bisa dicetak

Dibutuhkan 1 menit 40 detik agar plastik siap untuk dicetak

BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
1. Proses injection molding merupakan proses pembentukan benda kerja dari
material compound berbentuk butiran yang ditempatkan kedalam suatu
hopper/corong dan masuk kedalam silinder injeksi yang kemudian
didorong melalui nozel dan sprue bushing kedalam rongga (cavity) dari
mold yang sudah tertutup.
2. Saat melaksanakan praktek cetak plastik injection moulding kita harus
memperhatikan prosedur-prosedur yang harus dilakukan agar praktek
dapat berjalan dengan baik dan lancar.
3. Diperlukan waktu setidaknya 1 menit 40 detik agar plastik siap dicetak

5.2 Saran
Dalam praktikum hendaknya Mahasiswa mampu mengerti proses cetak
plastik injection moulding dan bagaimana prosedur yang harus dilakukan. Salah
satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan peralatan, oleh sebab itu walaupun
dengan keterbatasan alat kiranya mampu dioptimalkan

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Injection_molding
http://www.cheresources.com/injectionzz.shtml/">
http://www.cheresources.com/injectionzz.shtml/
http://www.media.mit.edu/physics/pedagogy/fab/mold/smjpginj/injpict
.htm">
http://www.media.mit.edu/physics/pedagogy/fab/mold/smjpginj/injpict
.htm
http://www.eng.nus.edu.sg/EResnews/0402/sf/sf_8.html">
http://www.eng.nus.edu.sg/EResnews/0402/sf/sf_8.html
http://claymore.engineer.gvsu.edu/~jackh/eod/manufact/manufact-

213.html
http://www.pitfallsinmolding.com/