Anda di halaman 1dari 10

kroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang

berukuran sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme
yang berukuran kecil. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang
diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi
(mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan
menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

A. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki
yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya
memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif
dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop
bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah
mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih.
Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat.
Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan
lensa-lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang
dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor.
Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern
sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari.
Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan
struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif
adalah memperbesar bayangan obyek dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura
adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen,
sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.
Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung,
berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25
kali.
Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang
akan difokus, sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika

daya pisah kurang maksimal, dua benda akan tampak menjadi satu. Perbesaran akan kurang
bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik.

B. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang
berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda
yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen utama
mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan
lensa obyektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman
lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga
kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari
atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali,
sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3
kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop
terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan
dengan transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop,
sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.

C. Mikroskop Elektron
Sebagai gambaran mengenai mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini.
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai
pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron
scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM digunakan untuk studi detil
arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.
Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.

C.

Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan

pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro
magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan
pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripadamikroskop cahaya.
Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energidan radiasi elektromagnetik

yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. Sebagai gambaran mengenai mikroskop
elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini (Ahmad 2002: 3).
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan
sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron
scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi(TEM). SEM digunakan untuk studi detil
arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.
Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel (Anonim 2006: 1).
MENURUT ANONIM (2006: 1) JENIS-JENIS MIKROSKOP ELEKTRO,
ADALAH DIJELASKAN SEBAGAI BERIKUT:
a.

Mikroskop transmisi elektron (TEM)

Mikroskop transmisi elektron (Transmission electron microscope-TEM)adalah sebuah


mikroskop elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor slide, di mana
elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil
tembusannya pada layar sel (Rahma 1999: 1).
b.

Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)

Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)adalah merupakan salah satu tipe yang
merupakan hasil pengembangan dari mikroskop transmisi elektron (TEM). Pada sistem
STEM ini, electron menembus spesimen namun sebagaimana halnya dengan cara kerja SEM
membentuk

gambar

seperti

yang

dihasilkan

oleh CRT pada televisi / monitor (Rahma 1999:1).


c.

Mikroskop pemindai elektron (SEM)

Mikroskop pemindai elektron (SEM) yang digunakan untuk studi detil arsitektur
permukaan sel (atau struktur jasad renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.
Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung, yaitu lensa obyektif (tetap/tidak dapat digeser) dan
okuler atau dapat digeser, dan berfungsi sebagai lup (Rahma 1999:1).

A.

Mikroskop Cahaya
Mikroskop

cahaya mempunyai

perbesaran

maksimum

1000

kali.

Mikroskop

mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil.
Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan
kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.
Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda
(binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa
dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang
merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan
untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain (Ahmad 2002: 2).

Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang
dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor.
Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern
sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari. Lensa obyektif bekerja
dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang
akan terlihat pada bayangan akhir (Marthen 2007: 1).
Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan
daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai
dua benda yang terpisah. Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian
ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk
memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Lensa kondensor, berfungsi
untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan difokus, sehingga bila
pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal,
dua benda akan tampak menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah
mikroskop kurang baik (Anonim 2006: 1).
Susunan Mikroskop Mikroskop adalah alat optik untuk mengamati benda- benda yang
sangat kecil, misalnya rambut, bakteri, dan selsehingga tampak jelas. Mikroskop sederhana
terdiri daridua buah lensa positif (cembung). Lensa positif yang berdekatan dengan mata
disebut lensa okuler. Lensa ini berfungsi sebagai lup. Lensa positif yang berdekatan dengan
bendadisebut lensa objektif.Jarak titik api lensa objektiflebih kecil dari padajarak titik api
lensa okuler. Bayangan yang dihasilkan bersifat nyata, diperbesar, dan terbalik. Bayangan ini
akan menjadi bendabagi lensa okuler (Ahmad 2002: 2).
Sifat bayangan yang yang dihasilkan lensa okulerini adalah maya, diperbesar, dan
terbalik dari pertama. Bayangn ini merupakan bayangan akhir dari mikroskop yang kita lihat.
Perkembangan Mikroskop Suatu objek yang diamati di bawah mikroskopdapat diabadikan
dengan kamera. Biaasanya mikroskop majemuk yang mempunyai dua lensa okuler
dilengkapiengan bagian lensa untuk kamera. Teknologi hasil karya manusia setiap waktu
selalu mengalami perkembangan. Mikroskop sederhana dan beberapa mikroskop optik
lainnya hanya mampu memperbesar benda dari sekitar 100-1000 kali, sedangkan teknologi
mikroskop elektron dapat menghasilakn perbesaran hingga 1.000.000 kali (Ahmad 2002: 2).
Berdasarkan sistem pencahayaannya mikroskop dibagi menjadi dua yaitu mikroskop
optikdan mikroskop bukan optik. a. Mikroskop optik, yaitu mikroskop yang proses
perbesaran benda menggunakan cahaya biasa (cahaya tampak). Jenis- jenis mikroskop optik
antara lain mikroskop majemuk, mikroskop binokuler (dua lensa okuler), mikroskop
binokuler stereoskopi yang menghasilkan gambar 3 dimensi, dan mikroskop ultraviolet. b.
Mikroskop bukan optik, yaitu mikroskop yang memperbesar benda dengan bantuan radiasi
panjang gelombang sinar pendek. (Marthen 2007: 1).

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan
mikroskop elektron.
MIKROSKOP CAHAYA
Mikroskop cahaya (Compound light microscope) adalah sebuah mikroskop yang
menggunakan cahaya lampu dan cahaya matahari sebagai sumber cahayanya. Mikroskop
cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000x. Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis
lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor.
MIKROSKOP ELEKTRON
Mikroskop yang menggunakan gelombang elektromagnetik dan elektrostatik untuk
mengontrol pencahayaannya (sumber cahayanya). Mikroskop ini mampu melakukan
pembesaran obyek sampai 2 juta kalinya. Mikroskop elektron lebih banyak menggunakan
energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.

BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP CAHAYA


a. Lensa Obyektif

Yaitu lensa yang berhadapan dengan obyek atau specimen yang dilihat. Berfungsi sebagai
pembentuk bayangan pertama yang mempunyai nilai apertura (daya pisah terhadap dua benda
yang berdekatan sebagai obyek yang terpisah). Lensa ini membentuk bayangan nyata,
terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran
lensa objektif. Pembesaran obyektif adalah 4x, 10x, 40x dan 100x (pembesaran oil immersi).
b. Lensa Okuler.
Merupakan lensa yang terletak diatas tabung dan terhubung dengan mata pengamat. Lensa
ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.
Pembesaran okuler antara 4 25 kali.
c. Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan
pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh
daya pisah maksimal. Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan
cahaya yang masuk dalam mikroskop.

d. Tabung Mikroskop (tubus).Tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan


menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
e. Makrometer (pengatur kasar).
Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau
naik dengan cepat.
f. Mikrometer (pengatur lambat). Pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan
mikroskop secara lambat sehingga diperoleh bayangan benda yang tepat, dan bentuknya lebih
kecil daripada makrometer.
g. Revolver (pemutar).
Berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
h. Reflektor (terdiri dari cermin datar dan cermin cekung).
Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang
yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika
cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan
cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
i. Diafragma. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
j. Meja Mikroskop (stage). Berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
k. Penjepit kaca. Penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak
mudah bergeser.
l. Lengan Mikroskop. Berfungsi berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop dan tempat
menempel meja benda.
m. Kaki Mikroskop, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
n. Sendi Inklinasi (pengatur sudut). Berfungsi untuk mengatur sudut atau tegaknya
mikroskop.
CARA PENGGUNAAN MIKROSKOP
Mencari bidang penglihatan
1. Tabung dinaikkan menggunakan makrometer (pemutar kasar), sehingga lensa objektif
tidak membentur meja atau panggung bila revolver diputar-putar.

2. Lensa objektif di tempatkan pembesaran lemah (4 X atau 10 X) dengan memutar revolver


sampai berbunyiklik (posisinya satu poros dengan lensa okuler).
3. Membuka diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke belakang.
4. Mengatur letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya, sehingga terlihat lingkaran
(lapangan pandang) yang sangat terang di dalam lensa okuler. Mikroskop siap digunakan.
Mencari bayangan sediaan
1. Menaikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer, sehingga jarak antara lensa
objektif dengan permukaan meja 3 cm.
2. Meletakkan sediaan yang akan diamati di tengan-tengah lubang meja benda,
menggunakan penjepit sediaan agar tidak tergeser.
3. Memutar makrometer ke belakang sampai penuh (hati-hati), sambil menempatkan roda
sediaan tepat di bawah lensa objektif, hingga jarak antara ujung lensa objektif dengan
permukaan atas kaca penutup hanya 1 mm.
4. Membidik mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jam
secara hati-hati sampai tampak bayangan yang jelas.
5. Memutar revolver dan lensa objektif yang sesuai untuk mendapatkan pembesaran yang
kuat. Kemudian memainkan fungsi mikrometer secara perlahan dan hati-hati. (Bila
menggunakan lensa objektif 100x, maka di atas sediaan perlu ditetesi minyak imersi dahulu).
Memelihara Mikroskop
1. Mengangkat dan membawa mikroskop harus selalu dalam posisi tegak, dengan satu
tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar
atau kakinya.
2. Mencondongkan posisi tabung, cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak
sebagai titik putar. Menegakkan kembali setelah selesai.
3. Mengusahakan agar lensa objektif lemah (4x atau 10x) berada satu poros di bawah lensa
okuler. Mengatur kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa objektif lemah
berjarak 1cm dari atas meja benda.
4. Mengatur kedudukan penjepit sediaan dengan rapi dan cermat pada posisi tegak agar debu
tidak banyak menempel.

5. Membersihkan sisa minyak imersi dengan menggunakan cairan Xilol sesegera mungkin
setelah pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir, dan mengeringkan
dengan kain lap yang bersih.
6. Membersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap yang bersih dari bahan halus
(flenel) setiap akan menggunakan mikroskop.
DAFTAR PUSTAKA
Anshory, I. 1984. Biologi umum. Genesa Exact. Bandung.
Kamajaya.1996. Sains Biologi. Ganesa Exact. Bandung.
Pramesti, Hening Tjaturina. 2000. Mikroskop dan Sel FK. Unlam. Banjarbaru.
Purba, M dan kawan-kawan. 1999. Kimia. Erlangga. Jakarta.
Sowasono, Haddy. 1987. Biologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.
Volk dan Wheeler. 1984. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid I. Erlangga. Jakarta.
Winatasasmita, Djamhur. 1986. Fisiologi Hewan dan Tumbuhan. Universitas Indonesia.
Jakarta.
Volk dan Wheeler. 1993. Mikro biologi dasar. Jakarta: Erlangga.
Noorhidayati dan Wahidah A, Siti. 2007. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Banjarmasin.
Ramli, Djaki dan Noorhidayati. 1998. Penuntun Praktikum Biologi Umum. PMIPA Unlam.
Banjarmasin.
Nasir, M. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Depdikbud. Yogyakarta.
Sumarwan dkk. 2000. Sains Biologi. Jakarta: Erlangga.
Syamsuri, Istamar. 2004. Sains Biologi. Jakarta : Erlangga.

Prinsip Kerja Mikroskop


Bayangan pada mikroskop diperoleh melalui proses sebagai berikut benda
yang akan diamati diletakkan
di
depan lensa objektif
di
antara Fob dan
2Fob (atau fob oleh lensa objektif merupakan I1
yang
bersifat nyata,
terbalik,
dan diperbesar. Bayangan I1 yang
dibentuk
oleh
lensa
objektif
akan dilihat sebagai benda oleh lensa okuler. Agar I1diperbesar, maka I1 harus terletak di

depan lensa okuler di antara titikoptik O dan jarak fokus okuler (Fok). Jadi,
lensa okuler berfungsi sepertilup. Bayangan akhir I2 yang dibentuk oleh lensa okuler terletak
di depanlensa okuler yang bersifat maya, diperbesar, dan terbalik terhadap arahbenda semula.
i k r o s k o p
C a h a y a
/
O p t i k
Mikroskop Cahaya
mempunyai perbesaranmaksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kakiyang berat dan
kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memilikitiga sistem
lensa, yaitu lensa obyektif, lensaokuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensaokuler
terletak pada kedua ujung tabungmikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk
lensa tunggal (
monokuler
) atau ganda(
binokuler
). Pada ujung bawah mikroskop terdapattempat dudukan lensa obyektif yang bisa
dipasangitiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskopterdapat meja mikroskop yang
merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalahkondensor. Kondensor berperan
untuk menerangiobyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.Pada mikroskop konvensional,
sumber cahaya masih berasal dari sinar matahariyang dipantulkan dengan suatu cermin datar
ataupun cekung yang terdapat dibawahkondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari
luar kedalam kondensor. Padamikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti
sumber cahaya matahari.Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama.
Lensa inimenentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir.
Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dan mempunyai
nilaiapertura (NA).
Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akanmenentukan daya
pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua
benda yang terpisah.Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung
atastabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk
memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang
terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung
terciptanya pencahayaan padaobyek yang akan difokus, sehingga bila pengaturannya tepat
akan diperoleh daya pisahmaksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, dua benda akan
tampak menjadi satu.Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang
baik
Komponen-komponen penyusun mikroskop :
Bagian Optis / bagian yang berupa lensa.
1. Kondensor + iris/diafragma : berhubungan dengan cermin yang berfungsi
memproyeksikan kerucut sinar untuk menyinari objek yang diamati.
2. Cermin : mengkoleksi sinar dan memproyeksikan pada kondensor, terdiri dari
lensa datar dan konkaf.
3. Lensa objektif : memperbesar objek dan memproyeksikan bayangan ke arah
lensa okuler / lensa mata. Ada tiga jenis lensa objektif berdasarkan kemampuan
memperbesar bayangan yaitu 10X; 45X; dan 100X. Sifat utama lensa objektif adalah
adanya apertura numerik yaitu indeks bias terkecil yang terlihat diantara specimen
mikroskopik. Indeks bias adalah suatu ukuran mengenai rapat optic suatu benda.

4. Pada lensa objektif terdapat tulisan : plan 100/1,25; 160/0,17 artinya yaitu
pembesaran objektif 100X; NA 1,25; panjang tubus 160 mm dan tebal gelas penutup
0,17 mm.
5. Lensa okuler : memperbesar bayangan dari lensa objektif dan memproyeksikan
ke retina pada mata. Ada dua jenis lensa okuler yaitu 5X dan 10X/ 12,5X.
Bagian Mekanik
1. Tubus (Observation tube)
2. Tangkai / lengan (arm)
3. Meja / sediaan (stage)
4. Penjepit sediaan (stage clip)
5. Penggerak sediaan (mechanical stage)
6. Pengatur fokus makro dan mikro (coarse and fine focus adjusment knob)
7. Pengatur kondensor (condensor dial)
8. Revolver
9. Kaki (base)
Prinsip Kerja alat mikroskop :
Mikroskop berfungsi sebagai alat pembesar dua tingkat. Lensa objektif melakukan
pembesaran awal dan lensa okuler akan memperbesar bayangan pertama untuk
kedua kalinya. Pembesaran total adalah hasil kali kekuatan lensa objektif dan lensa
okuler.
Lensa kondensor memusatkan cahaya dari sumbernya menjadi suatu berkas sinar
terang yang akan menyinari objek sehingga memberikan cahaya yang cukup terang
untuk mengamati bayangan yang diperbesar tersebut.

IFAT BAYANGAN
Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa
cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan
sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap
posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir
selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir
mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik,
dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir
mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan
diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya
meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf
A yang terbalik dan diperbesar.