Anda di halaman 1dari 76

DIESEL ENGINE 1

BASIC COURSE I

MODUL SISWA

Mei 2008

MSDE1-10508-1

DIESEL ENGINE

DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN


Materi pembelajaran Diesel Engine terdiri atas 2 (dua) bab.
Bab 1 membahas mengenai prinsip dasar mesin diesel yang meliputi :

klasifikasi engine

prinsip kerja diesel engine dan gasoline engine

prinsip kerja engine 4 langkah dan engine 2 langkah

keuntungan dan kerugian engine 4 langkah dan engine 2 langkah

tipe ruang bakar

tipe ruang bakar langsung dan tipe ruang tidak langsung

Bab 2 membahas tentang komponen-komponen engine berbagai sistem yang ada pada
diesel engine yang meliputi:

sistem bahan bakar

intake dan exhaust system

sistem pelumasan

sistem pendingin

DAFTAR ISI

DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN


DAFTAR ISI
DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
SASARAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
REFERENSI
GLOSARIUM
BAB I. PRINSIP DASAR
Pelajaran 1 : Klasifikasi Engine

Pelajaran 2 : Combustion Chamber

Ringkasan

13

Soal Latihan

15

BAB II. KOMPONEN DAN SISTEM ENGINE


Pelajaran 1 : Basic Engine Component

17

Pelajaran 2 : Engine System

40

Ringkasan

57

Soal Latihan

62

DIESEL ENGINE

DESKRIPSI PROGRAM
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Metode

Teori (50%)
a. Ceramah
b. Diskusi

Praktek (50%)
a. Peragaan
b. Praktek

Durasi
4 hari kerja
Jumlah Siswa
Maksimal 16 orang
Kriteria Kelulusan

Kehadiran minimal 90 % dari total hari pelatihan.

Evaluasi akhir
a. Nilai minimal test teori: 75
b. Nilai minimal test praktek: 75

Pemberian Sertifikat

Sertifikat akan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria kelulusan.

Surat keterangan akan diberikan kepada siswa yang memenuhi syarat


kehadiran minimal tetapi tidak memenuhi syarat minimal nilai kelulusan.

DIESEL ENGINE

SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran ini secara tuntas, siswa dapat menyebutkan dan
menjelaskan klasifikasi engine, prinsip kerja diesel engine dan gasoline engine, prinsip kerja
engine 4 langkah dan engine 2 langkah, keuntungan serta kerugian engine 4 langkah dan
engine 2 langkah , tipe-tipe ruang bakar, basic engine component, sistem bahan bakar,
sistem bahan bakar, sistem pelumasan dan sistem pendingin.

DIESEL ENGINE

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL


Petunjuk Bagi Siswa
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini,
langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:

Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian materi yang ada pada
masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa
dapat bertanya pada instruktur yang mengampu kegiatan belajar tersebut.

Kerjakanlah setiap soal latihan yang terdapat pada modul ini untuk
mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi
yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.

Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada
kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada instruktur yang
mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan.

Petunjuk Bagi Instruktur


Dalam setiap kegiatan belajar instruktur berperan untuk:

Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.

Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam


tahap belajar.

Membantu siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab


pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya.

Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain


yang diperlukan untuk belajar.

Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.

DIESEL ENGINE

REFERENSI
Buku:

Komatsu Training Aid

Komatsu Unit Instruction Manual

UIM

Text Book Automotive Engineering Engine

Pengetahuan Teknik Secara Umum (Filter untuk Engine, Engine Coolant dan
Corrosion Resistor)

Shop Manual Komatsu Diesel Engine 170-3 Series

Shop Manual Komatsu Diesel Engine D155A-2

Unit Instruction Manual Basic Engine Component

Unit Instruction Manual Diesel and Gasoline Fundamental

Unit Instruction Manual 155 Series Engine

Video:
Komatsu Self Training Basic Engine

GLOSARIUM

Combustion chamber : ruangan yang dilingkupi oleh permukaan bawah silinder head, permukaan
atas silinder block dan permukaan atas silinder, saat piston berada di titik mati atas
(TMA).
Cylinder head : merupakan komponen utama engine yang berfungsi untuk menahan tekanan
pembakaran, mengendalikan panas dalam ruangan ( dengan system pendinginan ),
tempat duduknya mechanisme valve intake/exhaust dan mekanisme injeksi bahan
bakar.

BAB I
PRINSIP DASAR

Tujuan Bab 1:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 1, siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan : klasifikasi engine, prinsip kerja diesel engine dan gasoline engine,
perbedaan diesel engine dan gasoline engine, prinsip kerja engine 4 langkah dan
engine 2 langkah, keuntungan dan kerugian engine 4 langkah dan engine 2
langkah, tipe ruang bakar langsung dan tipe ruang tidak langsung.

Referensi :
Buku :

Komatsu Training Aid

Komatsu Unit Instruction Manual

UIM

Text Book Automotive Engineering Engine

Video :
Komatsu Self Training Basic Engine

Diesel Engine 1

Pelajaran 1 : Klasifikasi Engine

Tujuan Pelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan
klasifikasi engine.
Klasifikasi Engine
Diesel engine merupakan salah satu tipe dari internal combustion engine (motor bakar dalam).
Internal combustion engine (motor bakar dalam) merubah energi panas yang dibangkitkan dari hasil
pembakaran fuel menjadi energi mekanik. Combustion engine (motor bakar) dapat diklasifikasikan
menjadi internal combustion engine (motor bakar dalam) dan external combustion engine (motor
bakar luar).
Combustion engine dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

Combustion
engine

Internal
combustion

Reciprocating
type

External
combustion

Rotational motion
type

Diesel engine

Steam locomotive,
steam turbin

Gas turbine,
rotary engine

Gasoline
engine

Diesel Engine dan Gasoline Engine

Diesel Engine

Pada diesel engine udara yang terhisap ke dalam ruang bakar dikompresi sehingga mencapai tekanan
dan temperatur yang tinggi. Bahan bakar (fuel) diinjeksikan dan dikabutkan ke dalam ruang bakar
sehingga terjadi pembakaran.

Diesel Engine 1

Prinsip kerja motor diesel

Gasoline Engine

Pada gasoline engine dilengkapi dengan karburator sebagai tempat pencampuran udara dan bahan
bakar. Campuran udara dan bahan bakar dihisap ke dalam ruang bakar dan dikompresikan hingga
mencapai tekanan dan temperatur tertentu. Pada akhir langkah kompresi, busi memercikkan api
sehingga terjadi pembakaran.

Prinsip Kerja Gasoline Engine

Diesel Engine 1

Perbedaan Diesel Engine dan Gasoline Engine

Perbedaan Diesel Engine dan Gasoline Engine

Selain perbedaan diatas, di bawah ini dijelaskan tentang keuntungan dan kerugian diesel engine.

Keuntungan Diesel Engine


Biaya pengoperasian lebih ekonomis karena harga bahan bakar lebih murah.
Thermal efficiency tinggi (motor bensin adalah 20-30% dan motor diesel adalah 3035%).
Bahaya kebakaran lebih rendah karena titik nyala (flashing point) fuel relative lebih tinggi.
Tidak membutuhkan sistem penyalaan (ignition device) dan carburator.
Dapat menghasilkan tenaga yang besar pada putaran rendah.

Kerugian Diesel Engine


Berat output horse power lebih tinggi.
Getaran selama operasi lebih besar dan suara lebih berisik (noise) lebih besar.
Start lebih sulit.
Biaya pembuatan (manufacturing) lebih tinggi.

Diesel Engine 1
Engine 4 Langkah dan Engine 2 Langkah

Prinsip Kerja Engine 4 Langkah

Prinsip kerja engine 4 langkah

Langkah hisap (intake stroke)


Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB). Intake valve terbuka
dan exhaust valve tertutup, udara murni masuk ke dalam silinder melalui intake valve.

Langkah kompresi (Compression stroke)


Udara yang berada di dalam silinder dimampatkan oleh piston yang bergerak dari Titik Mati
Bawah (TMB) ke Titik Mati Atas (TMA), dimana kedua valve intake dan exhaust tertutup.
Selama langkah ini tekanan naik 30-40 kg/cm2 dan temperatur udara naik 400-500 derajat
celcius.

Langkah Kerja (power stroke)


Pada langkah ini, intake valve dan exhaust valve masih dalam keadaan tertutup, partikel
partikel bahan bakar yang disemprotkan oleh nozzle akan bercampur dengan udara yang
mempunyai tekanan dan suhu tinggi, sehingga terjadilah pembakaran yang menghasilkan
power/temaga. Akibat dari pembakaran tersebut, tekanan naik menjadi 80~110 kg/cm2 dan
temperatur naik menjadi 600~900 0 C.

Langkah buang (exhaust stroke)


Exhaust valve mulai sesaat sebelum piston mencapai titik mati bawah sehingga gas
pembakaran mulai keluar. Piston bergerak dari TMB ke TMA mendorong gas buang keluar
seluruhnya.

Kesimpulan : Empat kali langkah piston atau dua kali putaran crank shaft,
menghasilkan satu kali pembakaran.

Diesel Engine 1

Prinsip Kerja Engine 2 Langkah

Prinsip kerja engine 2 langkah

Langkah piston ke atas ( Upward stroke )


Piston bergerak ke atas dari TMB menuju TMA, campuran udara dan bahan bakar masih
mengalir ke dalam silinder melalui saluran ( scavenging passage ). Sebaliknya gas hasil
pembakaran secara terus menerus dikeluarkan sampai lubang exhaust tertutup. Saat lubang
exhaust ditutup oleh gerakan piston yang menuju TMA, campuran udara dan bahan bakar
ditekan, sehingga tekanan dan temperaturnya naik. Pada saat itu, lubang intake terbuka
pada akhir langkah kompresi sehingga udara segar terhisap masuk ke dalam crank case.

Langkah piston ke bawah ( Downward stroke )


Campuran udara dan bahan bakar yang dimampatkan diberi percikan bunga api dari busi
yang menyebakan terjadinya pembakaran sehingga tekanan dan temperatur diruang bakar
naik. Dan piston terdorong kearah titik mati bawah. Pada akhir langkah piston, lubang
exhaust terbuka dan gas hasil pembakaran mulai keluar, kemudian campuran bahan bakar
dan udara yang berada di crankcase masuk ke dalam silinder.

Kesimpulan : Dua kali langkah piston atau satu kali putaran crank shaft,
menghasilkan satu kali pembakaran.

Keuntungan dan Kerugian Engine 4 Langkah

Keuntungan engine 4 langkah adalah:


Pembakaran lebih sempurna, sehingga lebih ramah lingkungan.
Penggunaan fuel lebih ekonomis, karena bahan bakar terbakar lebih sempurna.
Tekanan kompresi lebih tinggi.
Efisiensi engine (ratio fuel comsumption per output) lebih tinggi.

Kerugian engine 4 langkah adalah:


Ukuran dan berat lebih besar.
Harga lebih mahal.

Diesel Engine 1

Keuntungan dan Kerugian Engine 2 Langkah

Keuntungan engine 2 langkah adalah:


Ukuran dan berat lebih kecil.
Dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Harga lebih rendah karena tidak menggunakan valve dan struktur yang lebih sederhana.
Putaran lebih halus karena ukuran flywheel lebih kecil.

Kerugian engine 2 langkah adalah:


Pembakaran tidak sempurna. Karena tidak menggunakan mekanisme valve maka gas hasil
pembakaran tidak terbuang seluruhnya dan menyebabkan pembakaran tidak sempurna .
Penggunaan fuel tidak ekonomis karena sebagian campuran bahan bakar dan udara ikut
keluar bersama dengan gas buang (saat proses exhaust).
Tidak dapat menaikkan tekanan kompresi karena waktu yang diperlukan untuk langkah
intake singkat sehingga jumlah campuran yang masuk sedikit.
Efisiensi engine (ratio fuel comsumption per output) lebih rendah dibandingkan dengan
engine 4 langkah.
Crank case harus rapat tidak boleh ada kebocoran udara.

Diesel Engine 1

Pelajaran 2 : Combustion Chamber

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan tipetipe combustion chamber.
Klasifikasi Combustion Chamber

Combustion Chamber Type berdasarkan Letak Valve

Combustion chamber (ruang bakar) adalah ruangan yang dilingkupi oleh permukaan bawah silinder
head, permukaan atas silinder block dan permukaan atas silinder saat piston berada di titik mati atas
(TMA). Ada bermacam-macam tipe ruang bakar sesuai dengan bentuk ruang bakar, letak valve
intake, exhaust dan injector/nozzle dengan tujuan agar diperoleh thermal efficiency yang maksimal.
Pada umumnya ruang bakar di klasifikasikan menurut letak intake valve dan exhaust valve.

Klasifikasi Combustion Chamber berdasarkan Letak Valve

Over Head Valve Type

Intake valve dan exhaust valve dipasang di permukaan bagian atas silinder head. Dapat disebut
juga tipe OHV atau tipe I - head. Ruang bakar tipe ini dibentuk agar berbentuk bulat ( bola )
sehingga dapat menghasilkan pusaran saat udara di kompresi dan penyalaan dapat merata ke
segala arah. Tipe ruang bakar ini paling banyak digunakan dalam diesel engine.

Side valve type

Ruang bakar side valve type letak Intake valve dan exhaust valve sejajar disatu sisi silinder block.
Tipe ini juga disebut tipe L - head. Bentuk ruang bakar rata (flat) sehingga struktur silinder head
lebih sederhana dan biaya manufacturing lebih murah dibandingkan dengan tipe over head.
Efisiensi pembakaran ruang bakar side valve type rendah, tetapi strukturnya lebih sederhana
sehingga memudahkan perawatan dan bongkar pasang silinder head.

T-head type

Ruang bakar T - head type Intake dan exhaust valve masing-masing dipasang secara terpisah di
sisi kanan dan kiri dari silinder block. Tipe ini memudahkan udara masuk dan keluar tetapi

Diesel Engine 1
efisiensi panas (thermal efficiency) kurang baik karena memerlukan waktu lama untuk meratakan
pembakaran, karena itu ruang bakar tipe ini sangat jarang digunakan.

F-head type

Ruang bakar F-head type Intake dan exhaust valve masing-maing dipasang pada silinder head
dan pada sisi silinder block. Tipe ini adalah gabungan (perpaduan) dari tipe over head valve dan
tipe side valve. Bentuk ruang akar mirip dengan tipe side valve. Mekanisme gerakan valve ruang
bakar F-head type lebih komplek sehingga tipe ini jarang digunakan.

Combustion Chamber Type berdasarkan Bentuk

Bentuk ruang bakar pada motor diesel sangat menentukan terhadap kemampuan mesin, oleh karena
itu ruang bakar dirancang agar campuran udara dan bahan bakar menjadi homogen dan terbakar
sempurna. Tipe ruang bakar yang digunakan pada mesin diesel adalah:
Open Combustion
Chamber

Combustion
Chamber

Direct Combustion
Chamber
Pre Combustion
Chamber Type

Devided Combustion
Chamber

Swirl Combustion
Chamber Type
Air Chamber Type

Klasifikasi Ruang Bakar Engine

Direct Combustion Chamber

Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, ruang bakar ditempatkan diantara silinder
head. Bahan bakar diinjeksikan langsung ke dalam ruang bakar. Pada ruang bakar jenis ini
mendapatkan campuran yang baik, bentuk nozzle dan arah injeksi merupakan factor yang sangat
menentukan.

Ruang Bakar Langsung

Keuntungan :

Efisiensi panas lebih tinggi dan pemakaian bahan bakar lebih hemat.

Diesel Engine 1

Start dapat dilakukan dengan mudah pada waktu mesin dingin tanpa menggunakan alat
pemanas.

Cocok untuk mesin - mesin besar ( high power ) karena konstruksi dari kepala silinder lebih
sederhana.

Temperatur gas buang relatif lebih rendah.

Kerugian :

Sangat peka terhadap mutu bahan bakar dan membutuhkan mutu bahan bakar yang baik.

Membutuhkan tekanan injeksi yang lebih tinggi.

Sering terjadi gangguan pada nozzle dan umur nozzle lebih pendek karena menggunakan
multiple hole nozzle (nozzle lubang banyak).

Dibandingkan dengan jenis ruang bakar tambahan, turbulensi lebih lemah, sehingga sulit
untuk kecepatan tinggi.

Auxiliary Combustion Chamber

Pre Combustion Chamber Type

Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini, bahan bakar disemprotkan ke dalam
ruang bakar muka oleh injection nozzle. Sebagian bahan bakar yang tidak terbakar dalam
ruang bakar muka didorong melalui saluran kecil antara ruang bakar muka dan ruang bakar
utama kemudian terbakar seluruhnya di ruang bakar utama sehingga percampuran udara dan
bahan bakar lebih baik.

Pre Combustion Chamber

Keuntungan:
Jenis bahan bakar yang dapat digunakan lebih luas, karena turbulensi yang baik maka
percampuran udara dan bahan bakar lebih sempurna.
Perawatan pompa injeksi lebih mudah karena tekanan penyemprotan lebih rendah dan
tidak terlalu peka terhadap perubahan saat injeksi.
Detonasi berkurang dan bekerjanya mesin lebih baik sebab menggunakan throttle nozzle.

10

Diesel Engine 1
Kerugian:
Biaya pembuatan lebih mahal sebab perencanaan silinder head lebih rumit.
Membutuhkan motor starter yang besar.
Kemampuan start awal kurang baik, karena itu harus menggunakan alat pemanas.
Pemakaian bahan bakar lebih boros.

Swirl Chamber Type

Swirl Chamber

Ruang bakar model pusar (swirl chamber) berbentuk bundar. Piston memampatkan udara,
sehingga udara masuk ke dalam ruang bakar pusar dan membuat aliran turbulensi. Bahan
bakar diinjeksikan ke dalam udara turbulensi dan terbakar didalam ruang bakar pusar. Bahan
bakar yang belum terbakar masuk ke dalam ruang bakar utama dan terbakar seluruhnya
bakar utama.
Keuntungan :
Dapat menghasilkan putaran tinggi karena turbulensinya yang baik pada saat kompresi.
Gangguan pada nozzle berkurang karena menggunakan nozzle tipe pin.
Putaran mesin lebih tinggi dan operasinya lambat, menyebabkan jenis ini cocok untuk
automobil.
Kerugian :
Konstruksi silinder head rumit.
Efisiensi panas dan pemakaian bahan bakar lebih boros dibandingkan dengan tipe ruang
bakar langsung.
Detonasi lebih besar pada kecepatan rendah.

Air Chamber Type

Pada tipe ini terdapat dua chamber yaitu main chamber dan air chamber. Selain itu, air
chamber diklasifikasikan menjadi dua macam. Pada tipe yang pertama, fuel diinjeksikan ke

11

Diesel Engine 1
main chamber dan udara diinjeksikan juga sehingga tekanan pada chamber meningkat
sampai terjadi pembakaran. Pada tipe kedua, udara tidak diinjeksikan ke chamber melainkan
di luar chamber mensuplai oksigen dan menghasilkan pusaran sampai terjadi pembakaran.
Keuntungan :
Suara yang dihasilkan engine lebih lembut (tidak berisik) dibandingkan dengan tipe
lainnya.
Kerugian :
Timing injeksi sangat berpengaruh terhadap pembakaran.
Setelah pembaaran exhaust temperature cenderung tinggi dan thermal efficiency rendah.
Pada umumnya susah untuk ditangani.
Fuel consumption tinggi.

12

Diesel Engine 1

Ringkasan
1. Prinsip kerja motor diesel, udara yang terhisap ke dalam ruang bakar dikompresi sehingga
mencapai tekanan dan tempertur yang tinggi. Bahan baker ( fuel ) diinjeksikan dan dikabutkan ke
dalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran.
2. Prinsip kerja motor bensin, udara dan bahan bakar yang tercampur didalam karburator, terhisap
ke dalam ruang bakar dan dikompresikan hingga mencapai tekanan dan temperatur tertentu.
Pada akhir langkah kompresi, busi memercikan api sehingga terjadi pembakaran.
3. Perbedaan motor diesel dan motor bensin.

4. Langkah kerja pada engine 4 langkah : empat kali langkah piston atau dua kali putaran crank
shaft, menghasilkan satu kali pembakaran.
5. Langkah kerja pada engine 2 langkah : dua kali langkah piston atau satu kali putaran crank shaft,
menghasilkan satu kali pembakaran.
6. Ruang pembakaran adalah ruangan yang dilingkupi oleh permukaan bawah silinder head,
permukaan atas silinder block dan permukaan atas silinder, saat piston berada di titik mati atas

13

Diesel Engine 1
(TMA ). Bentuk ruang pembakaran : Over head valve type, Side valve type, T-head type dan F head type.
7. Tipe ruang bakar yang digunakan pada mesin diesel :
1. Tipe ruang bakar langsung ( direct combustion chamber ).
2. Tipe ruang bakar tambahan ( Auxiliary combustion chamber ).
a. Ruang bakar muka ( Pre combustion chamber ).
b. Ruang bakar pusar ( Swirl combustion chamber ).

14

Diesel Engine 1

Soal Latihan
Jawab dengan singkat dan jelas pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Apa yang dimaksud dengan motor diesel ?
2. Apa yang dimaksud dengan motor bensin ?
3. Pada motor bensin dilengkapi dengan _____________(a) untuk mencampur udara dan bahan
bakar.
4. Prinsip kerja motor bensin pada akhir langkah kompresi________(a) memercikan api
sehingga terjadi pembakaran.
5. Prinsip kerja engine 4 langkah meliputi langkah :
a. _________________________________
b. _________________________________
c. _________________________________
d. _________________________________
6. Prinsip kerja engine 2 langkah meliputi langkah :
a. _________________________________
b. _________________________________
7. Langkah kerja engine 4 langkah ______(a) langkah piston atau ______(b) putaran crank
shaft, menghasilkan _________(c) pembakaran.
8. Langkah kerja engine 2 langkah ________(a) langkah piston atau ________(b) putaran crank
shaft, menghasilkan__________(c) pembakaran.
9. Keuntungan motor diesel adalah :
a.

_________________________________

b.

_________________________________

c.

_________________________________

d.

_________________________________

e.

_________________________________

10. Keuntungan engine 2 langkah adalah :


a. _________________________________
b. _________________________________
c. _________________________________
d. _________________________________

15

BAB II

KOMPONEN DAN SISTEM ENGINE

Tujuan Bab 2 :
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada BAB 2, siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan nama, fungsi dan lokasi komponen diesel engine.

Referensi :
Buku :

Pengetahuan Teknik Secara Umum (Filter untuk Engine, Engine Coolant dan
Corrosion Resistor)

Shop Manual Komatsu Diesel Engine 170-3 Series

Shop Manual Komatsu Diesel Engine D155A-2

Unit Instruction Manual Basic Engine Component

Unit Instruction Manual Diesel and Gasoline Fundamental

Unit Instruction Manual 155 Series Engine

Video :
Komatsu Self Training Basic Engine

Diesel Engine

Pelajaran 1 : Basic Engine Component

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan
nama, fungsi dan lokasi basic engine component.
Cylinder Block (Liner)

Klasifikasi Komponen Engine :


Cylinder Head
Struktural Parts
Cylinder Head Cover

Oil Pan

Stationary Parts

Crankshaft Bearing
Crankshaft Pin Bearing

Bearing

Camshaft Bearing

Piston

Engine Proper
Reciprocating Parts

Piston Ring
Connecting Rod

Crankshaft

Gear Train
Moving Parts

Rotary Parts
Flywheel

Torsional Damper

Camshaft
Valve Mechanism

MAYOR
PARTS
OF
DIESEL
ENGINE

Injection Pump

Intake Manifold

Exhaust Manifold
Intake and
Exhasust System

Push Rod
Rocker Arm

Cam Follower
Intake Valve
Exhaust Valve

Exhaust Pipe
Valve Spring
Muffler

Exhaust Brake

Supercharger

Auxiliary
Equipment

Fuel System

Injection Pump, Injection Nozzle etc.

Electric System

Starring Motor, Generator etc.

Lubricating System

Engine Oil Pump, Oil Filter etc.

Cooling System

Water Pump, Thermostat etc.

Power Output Equipment

Engine Rear PTO etc.

Air Compressor (Compressed Air)


Power Assistor

Vacuum Pump (Vacuum Pressure)


Power Steering Hydraulic Pump (Hydraulic
Pressure)

17

Diesel Engine

Engine SA6D125E-3

Cylinder Head Group

Cylinder Head

Struktur cylinder head tergantung dari metode pembakaran yang digunakan. Fungsi cylinder head
untuk menahan tekanan pembakaran, mengendalikan panas ( dengan system pendinginan ), tempat
duduknya mechanisme valve intake/exhaust dan mekanisme injeksi bahan bakar. Cylinder head harus
memenuhi syarat sebagai berikut:

18

Diesel Engine

Dapat menahan tekanan pembakaran dan konsentrasi panas.

Mempunyai efek pendinginan yang tinggi.

Dapat mencegah kebocoran tekanan pembakaran secara keseluruhan.

Dapat mengalirkan udara intake dan exhaust dengan lancar.

Dapat mencampur udara dengan bahan bakar secara sempurna.

Type cylinder head antara lain:

Direct injection type dan pre combustion type

Pada direct injection type, ruang bakar ditempatkan diantara cylinder head dan bahan bakar
langsung diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Pada sistem ini, untuk mendapatkan campuran yang
baik, bentuk nozzle dan arah injeksi merupakan faktor yang sangat menentukan. Pada pre
combustion type, di dalam cylinder head membutuhkan tempat yang bebas untuk menempatkan
pre combustion chamber sehingga strukturnya lebih komplit dan membutuhkan perencanaan
yang khusus untuk pendinginan cylinder head. Pre combustion chamber diklasifikasikan menjadi
dua type:

Pre combustion chamber yang langsung disatukan di dalam cylinder head.

Pre combustion yang terpisah kemudian dipasangkan ke dalam cylinder head.

Two valve type cylinder head dan four valve type cylinder head

Two valve cylinder head, hanya mempunyai satu intake valve dan satu exhaust valve. Untuk four
valve type cylinder head mempunyai dua intake valve dan dua exhaust valve. Dalam langkah
pemasukan, udara segar harus masuk sebanyak mungkin dalam waktu tertentu untuk
memperbaiki campuran udara dengan bahan bakar yang diinjeksikan. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut intake dan exhaust valve dibuat besar. Four valve type lebih efektif digunakan
jika tempat valve yang sempit atau ruangan tidak cukup. Four valve type strukturnya yang lebih
rumit, tetapi jumlah udara yang dimasukkan lebih banyak.

Sectional type dan solid type

Solid type cylinder head bila satu cylinder head digunakan untuk menutupi seluruh bagian atas
cylinder block, sedangkan sectional cylinder head jika satu cylinder head hanya menutupi satu
atau lebih bagian atas dari cylinder block ( atau cylinder head yang terpisah ). Sectional type
cylinder head mempunyai efek lebih kecil internal stress atau thermal stress dan mudah dalam
pemasangan, oleh karena itu sectional type cylinder head cocok dipasang pada engine yang
bertekanan besar. Sectional type cylinder head juga dapat digunakan engine yang berbeda
jumlah cylinder tetapi ukuran head yang sama.Sedangkan engine kecil cukup dipasang cylinder
head solid type.

19

Diesel Engine

Injector nozzle type dan injector type

Injector nozzle valve menyemprotkan bahan bakar dengan pressure tinggi yang dipompakan oleh
injection pump. Injector memanfaatkan pergerakan vertikal plunger untuk menghasilkan tekanan
fuel yang tinggi dan menyemprotkan langsung ke dalam cylinder. Injector membutuhkan
mechanisme penggerak plunger dihubungkan dengan putaran cam shaft dengan pergerakkan
vertikal plunger di dalam cylinder head. Cylinder head type injector konstruksinya lebih rumit
dibanding dengan cylinder head type injection nozzle.

Cylinder Head Pre Combustion Chamber, Two Valve, Solid dan Nozzle Type

20

Diesel Engine

Cylinder Head Direct Injection Four Valve, Sectional dan Injector Type

Contoh jenis pembakaran, mekanisme valve dan konstruksi silinder head yang digunakan dalam
engine komatsu dan cummin pada tabel berikut :
Tabel Jenis Pembakaran, Mekanisme Valve dan Konstruksi Silinder Head

21

Diesel Engine

Valve, Valve Seat, Valve Guide dan Valve Spring

Valve

Valve terbuka dan tertutup secara teratur untuk memasukkan udara ke dalam cylinder dan
membuang gas bekas pembakaran keluar. Pergerakan valve dari putaran camshaft yang dirubah
menjadi gerakan vertical melalui push rod ditransfer melalui rocker arm dan diterusakan ke valve.
Valve juga sebagai permukaan ruang bakar yang selalu menerima beban panas yang tinggi oleh
karena itu dibuat dari material yang tahan gesek dan tahan panas.

Valve Insert (Valve Seat)

Valve insert adalah suatu ring yang tahan terhadap panas dan benturan. Valve insert dipasang
diantara permukaan valve yang bersentuhan dengan cylinder head. Permukaan valve yang
bersentuhan dengan cylinder head selalu menerima benturan dan gas panas yang tinggi sehingga
valve seat harus tahan panas, kuat dan tidak mudah aus terutama pada bagian exhaust valve. Bila
terjadi kerusakan pada valve insert dapat diganti tanpa mengganti cylinder head.

Valve Guide

Valve guide sebagai penuntun pergerakan valve secara sliding antara permukaan stem dan valve
guide dengan gerakan vertikal dan juga sebagai pengontrol pelumasan pada valve stem. Dengan
demikian dibutuhkan celah yang tepat antara stem dan guide, sehingga tidak terjadi kebocoran udara
dan oli ke dalam air intake dan exhaust gas. Valve guide dan valve dibuat dari bahan yang tahan
panas.

Valve Spring

Valve spring mengangkat valve hingga merapat pada valve seat saat valve sedang menutup. Valve
spring juga bekerja mengambalikan rocker arm, push rod dan tappet ke posisi normal dengan cepat.
Push rod dan tappet selama operasi menimbulkan inertia yang menyebabkan valve jamping pada saat

22

Diesel Engine
engine putaran tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan. Gambar dibawah ini sebagai gambaran
valve spring yang bergetar. Spring coil akan berosilasi kearah axial dari gulungan spring. Puncak
osilasi yang terbesar terdapat di bagian tengah spring tetapi jarak coil bisa hampir tidak berubah
pada kedua ujung spring. Bila terjadi stress yang besar pada spring, jarak coil akan berubah karena
disebabkan getaran pada spring coil.

Rocker Arm dan Rocker Arm Shaft

Struktur Fungsi Rocker Arm dan Rocker Arm shaft

Rocker arm terpasang

pada rocker arm shaft dan dihubungkan dengan push rod yang

menggerakan valve intake dan exhaust. Pergerakan vertikal dari push rod mengikuti gerak putar
cam shaft dan ditransfer melalui rocker arm ke valve stem dengan arah yang berlawanan.
Kerenggangan antara rocker arm dan valve stem dirancang untuk mengatasi pemuaian dari
mechanisme penggerak. Penyetelan valve clearance dilakukan dengan mengendorkan lock nut
dan memasukkan feeler gauge antara rocker arm dan valve stem dengan ketebalan sesuai ukuran
standard kemudian putar screw bolt untuk menyesuaikan kerenggangan. Untuk penyetelan model
empat valve, yang distel kerenggangan antara rocker arm dengan cross head.

Struktur Rocker Arm

Rocker Arm Group

23

Diesel Engine

Lubrication Pada Rocker Arm dan Valve

Oil dari cylinder block mengalir melalui lubang pada cylinder dan rocker arm bracket kemudian
masuk ke rocker arm shaft dan melumasi seluruh rocker arm. Lubang oil yang terdapat pada
rocker arm untuk melumasi rocker arm shaft ke valve stem, valve guide dan bushing.

Rocker Arm Lubrication

Nozzle Holder Sleeve (Injector Sleeve)

Injector sleeve terletak pada cylinder head. Dibawah ini merupakan gambar dari injector sleeve.

Nozzle Holder Sleeve

Cylinder Head Gasket

Cylinder Head Gasket

24

Diesel Engine
Cylinder Block
Cylinder block terbuat dari besi cor (cast iron) dan pembuatannya di lakukan dengan proses casting
(pengecoran). Cylinder block merupakan rangka utama dari engine. Semua komponen engine
diletakan pada cylinder block. Pada komponen ini terdapat lubang untuk pemasangan cylinder liner
dan tempat dudukan crankshaft. Dua tipe silinder block dibawah ini adalah In Line Type dan V-Type
cylinder block.

In Line Type dan V-Type Cylinder Block

Cylinder Liner

Fungsi dari Cylinder Liner

Cylinder liner merupakan komponen combustion chamber yang berhubungan dengan tekanan tinggi,
dan beban gesek yang besar sebagai akibat gerak naik turun piston. Cylinder liner harus tahan
terhadap temperatur tinggi, tidak mudah aus dan mampu menerima gaya yang besar dari piston.
Ukuran cylinder liner harus sesuai dengan ukuran piston dan ring piston. Liner harus mempunyai
kemampuan menyerap panas dan mentransfer seluruh panas dari permukaan dalam liner ke
permukaaan luar liner. Liner harus tahan karat karena pada permukaan bagian luar berhubungan
langsung dengan air pendingin. Untuk menjamin efisiensi pendingin yang tinggi, ketebalan liner lebih
kurang 5 - 10mm.

25

Diesel Engine

Cylinder Liner

Cylinder Liner Seal Ring

Air pendingin untuk mendinginkan liner disekat oleh flange di bagian atas dan O-ring pada bagian
bawah liner. Ring seal liner harus mampu menyekat dengan baik, tahan terhadap oil dan air serta
tahan terhadap perubahan temperatur dan tekanan.

Cylinder Liner Seal Ring


Piston

Fungsi dari Piston

Piston adalah komponen yang langsung berhubungan dengan gas pembakar dan menerima beban
berat yang disebabkan tekanan pembakaran. Piston bergerak berulang-ulang dengan kecepatan
tinggi sehingga menderita beban gesek yang besar. Piston harus memenuhi syarat sebagai berikut :

Kuat.

Tahan terhadap panas.

Memiliki berat yang sedang (tidak menghasilkan inertia yang besar pada kecepatan tinggi).

Memiliki pemuaian yang kecil dari akibat panas.

Memiliki kestabilan yang tinggi (faktor kelelahan material besar) tidak mudah aus.

26

Diesel Engine

Piston

Material Piston

Material piston dibuat dari allumunium alloy terdiri dari silikon (Si), nickel (Ni), copper (Cu). Pada
umumnya material piston terdiri dari nickel allumunium alloy called Lo-ex, dengan spesifik gravity
rendah (diatas 27), tahan panas dan dapat menyalurkan panas dengan cepat. Penyerapan panas dari
allumunium alloy tiga kali lebih tinggi dibanding cast iron.

Bentuk Luar dari Piston

Bentuk permukaan kepala piston dirancang untuk memperbaiki percampuran udara dengan bahan
bakar. Pemilihan bentuk permukaan piston top tergantung dari tipe pembakaran, jenis nozzle, sudut
penyemprotan bahan bakar dan sistem lainnya. Jenis bentuk kepala piston yang dipakai pada
Komatsu engine seperti dibawah ini:

Bentuk Permukaan Kepala Piston

27

Diesel Engine
Piston dihubungkan dengan connecting rod melalui pin piston untuk mentransfer tenaga. Ketebalan
sisi dalam piston ditambah untuk menambah kekuatan pada sisi samping sebagai tempat kedudukan
pin piston. Cross section dari piston dibuat dalam bentuk elliptical. Arah pin piston diameternya lebih
kecil dibanding dengan diameter yang tegak lurus dengan pin piston dengan tujuan pada saat
kenaikan temperatur piston ( 300 - 350 C pada top piston dan lebih kurang 150 C pada bagian
tengah piston ), cross section yang berbentuk elliptical akan tercapai menjadi bulat (berdiameter
sama ). Kepala piston yang kepalanya lebih kecil akan menjadi sama besar akibat pemuaian dan
perbedaan temperatur antara atas dan bawah piston. Oleh sebab itu bila mengukur diameter piston,
arah dan posisinya disesuaikan dengan spesifikasi pada maintenance standard.

Radiasi Panas pada Piston

Jika piston mengalami overheat akan mengakibatkan pemuaian yang berlebihan pada piston, terjadi
carbonization oil pelumas, melekatnya permukaan yang bergesekan, keretakan atau terbakar pada
kepala piston. Panas yang diterima piston harus secepatnya dilepaskan. Bentuk piston dirancang
untuk meningkatkan kekuatan dan kemudahan penyebaran panas. Bentuk dari cross section piston
disebut thermal flow type dirancang sebagai penghantar panas dan pelumasan.
Piston Ring

Ring Piston

Fungsi Piston Ring

Piston ring berfungsi untuk menahan tekanan gas kompresi di dalam cylinder, menjaga ketebalan oil
film pada dinding cylinder dan mentransfer panas dari piston ke cylinder liner. Ring bagian atas
disebut ring kompresi untuk mencegah kebocoran gas kompresi, dan ring bagian bawah disebut ring
oil yang bekerja menjaga ketebalan oil film. Tekanan gas kompresi akan mempercepat keausan ring
piston dan mengurangi tenaga engine. Kebocoran pada piston ring akan meningkatkan konsumsi oli.

28

Diesel Engine

Karakteristik Piston Ring

Piston ring sering menerima temperatur dan tekanan tinggi, beban gesek yang tinggi dan hentakan
yang disebabkan gerakan reciprocating dari piston. Untuk mengatasi kondisi yang demikian piston
ring dibuat dari special cast iron yang memiliki ketahanan terhadap panas dan tahan gesek, dan
dilapisi dengan chrome platina pada lingkaran luarnya.

Konstruksi dari Ring Piston

Ring piston dirancang untuk mencegah kebocoran kompresi, memperkecil bergetarnya ring di dalam
groove selama piston bergerak reciprocating, tahan gesek, dan dapat mencegahnya masuknya benda
asing melalui ring ke dalam groove.

Macam-Macam Bentuk Ring Piston

29

Diesel Engine
Connecting Rod

Connecting Rod

Fungsi dari Connecting Rod

Connecting rod menerima gerak reciprocating dari piston dan diteruskan ke crankshaft untuk dirubah
menjadi gerak putar. Connecting rod harus kuat menahan tekanan kompresi, tekanan pembakaran,
tegangan beban yang berulang-ulang dan beban bengkok yang disebabkan inertia dari piston dan
connecting rod pada putaran tinggi. untuk memenuhi kebutuhan diatas, connecting rod dibuat dari
special baja tempa dan mempunyai kekuatan special dalam batas kelelahan material. Saat memasang
connecting rod hatihati jangan sampai terdapat guratan (cacat) khusus pada daerah melintang atau
daerah lekukan connecting rod, karena connecting rod selalu bekerja berat, beban yang berulangulang dan konsentrasi stress menyebabkan connecting rod mudah rusak.

Connecting Rod Bushing

Bushing connecting rod selalu menerima benturan keras, sehingga bushing membutuhkan faktor
kelelahan yang lebih tinggi. Untuk memperkuat bushing dilakukan dengan memperbesar bidang
permukaan dan membuat double untuk mengurangi terjadi keausan. Bushing dibuat dari phospor
bronze, kombinasi dari timah dan bronze untuk menambah daya tahan dan tidak mudah aus.

Connecting Rod Bolt

Bolt connecting rod untuk merapatkan connecting rod cap yang menghubungkan connecting rod
dengan crankshaft. Bolt selalu menderita beban tegangan tinggi yang berulang-ulang karena inertia
dari piston dan connecting rod. Olaeh karena itu pengencangan bolt kekencangan/torquenya harus
sesuai. Connecting rod assembly bergerak reciprocating dengan kecepatan tinggi sehingga bila
beratnya tidak tepat akan berpengaruh besar pada engine balancer. Berat connecting rod assembly

30

Diesel Engine
harus sesuai dengan spesifik tolarace. Perbedaan berat antara connecting rod satu dengan lainnya di
dalam engine tidak boleh melebihi batas yang diizinkan.
Crank Shaft

Crank Shaft

Struktur dan Fungsi Crankshaft

Crankshaft merupakan komponen yang menerima tenaga gerak dari piston. Crank shaft bersama
dengan connecting rod merubah gerakan naik/turun piston menjadi gerak putar. Crankshaft engine
dengan beban sedang didukung dua main journal pada setiap dua piston. Crankshaft engine dengan
beban berat didukung dengan dua main journal pada setiap satu piston. Jumlah main journal pada
crankshaft sama dengan jumlah piston di tambah satu. Main journal dan pin journal (crank pin) selalu
menerima beban berat dan bervariasi dengan gesekan kecepatan tinggi. Karena itu crankshaft harus
kuat dan tahan terhadap gesekan. Pada umumnya crankshaft dibuat dari besi tempa dengan carbon
tinggi dan pengerasan dengan chrome ditambah molybdenum. Permukaan journal dikeraskan dengan
induksi frekwensi tinggi.
Main Bearing dan Connecting Rod Bearing
Main bearing dan connecting rod atau biasa disebut dengan metal bearing terpasang dengan pas
pada masing-masing main journal dan crank pin journal. Bearing adalah yang mendukung langsung
pada bagian yang bergesekan dari crankshaft dan selalu menerima tekanan pada permukaannya dan
gesekan dengan kecepatan tinggi. Disamping harus tetap kedudukannya bearing juga harus memiliki
kekuatan yang besar dan dapat menyesuaikan.
Pada metal bearing terdapat oil groove yang tujuannya untuk membawa oli ke seluruh permukaan
bearing dan membuat pergerakan atau gesekan menjadi lembut. Selain itu, oil groove juga sebagai
penampung oli pada saat engine mati untuk menjaga persentuhan yang baik pada permukaan shaft.
Untuk menjaga kehalusan crankshaft bearing harus dibuat lebih lunak tetapi kuat dan permukaan
dapat menyesuaikan, dengan demikian bearing dibuat dari material yang berbeda untuk memenuhi
persyaratan diatas dan bearing ada yang mempunyai lebih dari dua jenis material.

31

Diesel Engine

Crankshaft Group

Oil Groove pada Main Bearing

32

Diesel Engine
Flywheel

Fly Wheel

Flywheel Group

Fly wheel terpasang di belakang carnkshaft dan diikat dengan bolt untuk mentransfer putaran engine
ke power train atau lainnya. Engine power dihasilkan di dalam combustion strock pada masingmasing cylinder yang menyebabkan terjadinya torque yang bervariasi pada crankshaft yang kemudian
ditrasnfer ke fly wheel. Dengan adanya inertia yang besar pada flywheel, walaupun torque yang
diterima crankshaft tidak sama, dapat diredam oleh fly wheel karena fly wheel dapat mengisi
kekosongan gerak putar dari crankshaft.

Ring Gear

Ring gear terpasang melingkar pada lingkaran luar dari flywheel digunakan oleh starting motor untuk
memutar engine.

Fly Wheel Housing

Fly wheel housing terpasang di bagian belakang cylinder block. Bracket bagian belakang engine
terpasang pada fly wheel housing dan digunakan untuk mounting engine ke chasis.

Rear Seal

Rear seal terpasang pada fly wheel housing untuk menyekat komponen yang bergerak pada
crankshaft. Ada dua jenis rear seal, single lip type seal dan double lip type seal. Dalam pemasangan
double lip seal jangan sampai lipnya terlipat keluar karena mengakibatkan oil bocor dan lip menjadi
rusak.

33

Diesel Engine

Flywheel dan Flywheel Housing

Konsentrasi beban eksentrik pada crankshaft menimbulkan gaya sentrifugal pada saat berputar dan
membangkitkan vibrasi. Amplitude dari vibrasi menghasilkan secondary vibrasi jika frekwensi vibrasi
yang terjadi sama dengan frekwensi pembakaran. Untuk meredam secondary vibrasi dapat dilakukan
dua cara. Pertama menggunakan peredam vibrasi di bagian dalam engine dan peredam vibrasi di
bagian luar engine ( bagian dari mounting engine ). Balancer shaft salah satu komponen yang
digunakan sebagai peredam getaran engine.
Damper

Viscous Damper

Damper

Crankshaft selalu menerima gaya puntir pada saat tekanan pembakaran yang dihasilkan di dalam
cylinder diteruskan ke crankshaft sehingga menyebabkan bergetarnya crankshaft. Jika terjadi getaran
resonan antara getaran crankshaft dan getaran pembakaran akan membangkitkan getaran yang lebih
kuat dan dapat mengganggu gerakan crankshaft. Untuk mengatasi hal itu dipasangn vibration
damper. Type vibration damper ada yang berupa rubber damper dan viscous damper yang
menggunakan silicon oil high viscosity. Damper memafaatkan inertia dari pemberatnya dan inertia
dari crankshaft untuk mengimbangi getaran/vibrasi.

34

Diesel Engine
Balancer Shaft
Balancer shaft salah satu komponen yang digunakan sebagai peredam getaran engine. Balancer shaft
berupa dua buah yang ditempatkan sejajar di kanan dan kiri crankshaft dan putaranya dua kali
putaran crankshaft. Balancer shaft digunakan, untuk menghaluskan suara engine.

Balancer Shaft SAD155-4

Konstruksi Balancer shaft terdiri dari dua shaft yang dipasang di bagian sisi bawah dari cylinder block
yang didukung beberapa bushing. Tenaga penggerak dari balancer shaft diambil dari crank shaft gear
dan diteruskan oleh idler gear dan diteruskan ke balancer gear. Balancer shaft bearing selalu
mendapatkan beban gesek yang eksentrik dari shaft dan berputar dua kali lebih besar dari
crankshaft. Pemasangan shaft kanan atau shat kiri harus menyesuaikan tanda pada gear shaft jika
terjadi kesalahan akan memperbesar vibrasi engine.
Camshaft

Camshaft

35

Diesel Engine

Struktur dan Fungsi Camshaft

Camshaft terdiri dari cam gear sebagai penggerak, journal yang didukung oleh bushing dan cam
sebagai pengontrol terbuka dan tertutupnya valve. Cam shaft berfungsi untuk membuka dan
menutup valve intake dan valve exhaust sesuai timmingnya. Pada cummin engine cam shaftnya
dilengkapi dengan injector cam.

Camshaft Bushing dan Thrust Bearing

Camshaft terpasang di dalam cylinder block dan didukung oleh bushing yang duduk pada journal.
Thurst bearing dipasang diantara cam gear dan journal pada piston nomor satu untuk melicinkan
gerakan shaft bila ada beban axial.

Lubrication Camshaft

Oil dari pump dialirkan dengan tekanan melalui cylinder block atau main gallery kemudian masuk ke
cam shaft melalui lubang bushing journal. Bila mengganti bushing harus meluruskan kembali lubang
yang ada pada cylinder block dengan lubang yang ada di bushing.

Lokasi Camshaft

Camshaft ditempatkan di cylinder head dan dilengkapi pengubah putaran dari crankshaft ke cam
shaft (gear). Type dari camshaft yang putaran camnya dihubungkan ke valve melalui tappet, push
rod dan rocker arm, akan terjadi inertia pada mecahnisme perantara dan membuat valve sulit
mengikuti kecepatan putar cam. Untuk menjamin berhasilnya kerja valve pada putaran tinggi dengan
cara mengecilkan jarak antara cam dengan valve atau dengan cara menempatakan camshaft pada
cylinder head (type OHC/Over head Cam) dan menempatkan camshaft diatas cylinder block (type
HC/High Cam). Pada umumnya pada kendaraan sport memakai type OHC dan DOHC (Double
Overhead Cam) yang dihubungkan dengan rantai atau belt sebagai penggeraknya.
Tappet dan Cam Follower

Cam Follower

36

Diesel Engine

Tappet

Tappet dan push rod digabung dengan cam shaft, rocker arm dan valve disebut valve mechanism.
Putaran camshaft dirubah melalui cam menjadi gerakan vertikal pada tappet yang selalu bersentuhan
dengan cam. Push rod terbuat dari batang besi untuk mentransfer gerak vertikal dari tappet ke rocker
arm. Tappet dan push rod diangkat oleh cam dan turunnya dengan tenaga spring. Pergerakan tappet
dan push rod sesuai dengan permukaan cam lift. Pada umumnya cam lift kurang lebih 10 mm.
Tappet dan push rod selalu bergerak vertikal berulang-ulang dengan kecepatan tinggi. Valve
mechanism untuk cummins engine memakai cam follower sebagai pengganti tappet.
Pada engine cummins engine four valve type. Setiap cam menggerakkan dua valve dibantu dengan
cross head untuk membuka atau menutup valve. Pengontrolan injeksi bahan bakar mekanismenya
sama dengan mekanisme valve. Pada engine Cummins type V, tidak memakai cam follower
mechanism tetapi menggunakan roller yang duduk dibawah setiap tappet. Sehingga persentuhan dari
garis ke garis pada permukaan cam dapat dipertahankan antara roller dan cam.
Timing gear

Struktur dan Fungsi Timing Gear

Timing gear dapat diartikan sebagai gigi penghubung untuk mentransfer putaran crankshaft ke
perlengkapan engine yang membutuhkan tenaga putar. Jumlah gigi dan susunannya bergantung
pada model engine. Timing gear terdiri dari gigi penggerak yang berputar bersama crankshaft lewat
perantara idler gear. Komponen utama timing gear adalah cam gear, injection pump gear, accesory
gear ( cummins ), oil pump driving gear, balancer shaft gear dan crank pulley gear.

37

Diesel Engine

Timing Gear pada Engine 155 Series

Timing Mark

Timing gear dan injection pump driving gear menentukan valve timing dan injection timing. Untuk
memudahkan sudut crankshaft diset pada posisi piston top dan crankshaft gear, idler gear dan gigi
penggerak lainnya tandanya (timing marks) disesuaikan. Saat memasang timing gear harus
memperhatikan valve timing, injection timing dan balance shaft jika tidak tepat dapat menyebabkan
masalah pada engine dan performa menjadi tidak maksimal.
Putaran pada timing gear :

Cam gear ... x putaran engine

Injection pump x putaran engine

Balancer shaft 2 x putaran engine

Gigi penggerak lain tergantung kebutuhan

PTO gear

Struktur dan Fungsi dari PTO Gear

PTO ( power take off ) gear digunakan untuk menggerakkan perlengkapan tambahan atau peralatan
kerja. Unit PTO gear ditempatkan di dalam flywheel housing di bagian belakang engine, putaran
crankshaft gear dipindahkan melalui idler gear ke drive gear PTO. Komponen utama PTO adalah
hydraulic pump, steering pump dan transmission pump. Pengambilan tenaga putar dari engine secara
langsung untuk menggerakkan perlengkapan kerja unit disebut RPCU (Rear mounted Power Control
Unit).

38

Diesel Engine

PTO Gear

Lubricating PTO Gear

Pelumasan PTO gear berasal dari transmission atau torque converter circuit yang dialirkan melalui
pipa ke bagian atas flywheel housing dan kemudian dibagi ke masingmasing PTO gear melalui pipapipa kecil. Saat melakukan testing engine tanpa pelumasan sebaiknya PTO system dilepas atau
melepas PTO idler gear.

39

Diesel Engine

Pelajaran 2 : Engine System

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan
nama, fungsi dan lokasi komponen pada berbagai engine system, yaitu pada sistem bahan bakar
intake dan exhaust system, sistem pelumasan, dan sistem pendingin.
Fuel System
Diesel Engine dapat beroperasi karena adanya pembakaran dalam ruang bakar sehingga
menghasilkan gerak putar. Pembakaran dilakukan dengan cara menyalurkan bahan bakar ke ruang
bakar ke ruang bakar. Proses penyaluran bahan bakar pada engine dinamakan fuel system, pada
prinsipnya sistem penyaluran bahan bakar setiap engine adalah sama. Di bawah ini merupakan basic
diagram fuel system pada engine komatsu:

Fuel System pada Engine Komatsu

Komponen utama fuel system terdiri dari:

Fuel Tank

Feed Pump

Fuel Filter

Fuel Injection Pump (FIP)

Nozzle

40

Diesel Engine

Injection Pump

Fuel Injection Pump (pompa injeksi bahan bakar) berfungsi mensupply bahan bakar ke nozzle dengan
tekanan tinggi (max 300 kg/cm2), menentukan timing penyemprotan dan jumlah bahan bakar yang
disemprotkan.

Fuel Injection Pump

Gambar dibawah ini merupakan bentuk pompa injeksi bahan bakar dengan tipe PES-PD yang
dipasang pada engine S6D155-4. Pompa injeksi ini terdiri atas gabungan 6 buah pompa pribadi
(individual pump), dimana setiap pompa melayani masing-masing silinder.

Fuel Injection Pump Komatsu Engine S6D155-4

41

Diesel Engine

Governor

Governor berfungsi untuk mengatur putaran engine sesuai dengan bahan bakar dan putaran engine.
Governor untuk pompa injeksi tipe bosch dapat diklasifkasikan sebagai berikut:

Minimum dan maksimum speed governor. Umumnya tipe ini digunakan untuk otomobil.

All speed governor. Umunya tipe ini dipakai untuk mesinmesin konstruksi dan engine
generator.

Selanjutnya governor untuk pompa injeksi tipe bosch menurut strukturnya dibagi menjadi:

Mechanical governor (centrifugal type).

Pneumatic Governor.

All Speed Mechanical Governor banyak dipakai mesin-mesin konstruksi. Tipe ini mempunyai
keuntungan antara lain: kecepatan dapat dilakukan pada rangenya dengan sedikit penyimpangan,
apabila ada beban (load) dan dapat menjaga ketepatan kecepatan engine. Dengan alasan ini engine
komatsu banyak memilih tipe ini untuk mesin-mesin konstruksinya.

Governor

Feed Pump

Feed Pump (variable delivery type) berfungsi mensupply bahan bakar ke pompa bahan bakar dengan
tekanan rendah berkisar 1.2 - 2.6 kg/cm2. Bersama dengan pompa priming mensupply bahan bakar
ke sistem pada saat engine hunting (engine hunting = sistem bahan bakar kemasukan udara).

42

Diesel Engine

Feed Pump

Automatic Timer

Automatic timer adalah sebuah hydraulic timer yang bekerja karena bahan bakar di dalam pump
chamber. Timer piston ini dipasangkan di dalam pump housing di sebelah kanan drive dhaft. Piston
ini bergerak di dalam timer housing sesuai dengan tekanan bahan bakar dan spring. Gerakan piston
ini dipindahkan ke roller ring melalui slide pin. Timer spring menekan timer piston sehingga injeksi
terlambat. Begitu engine rpm naik, maka tekanan di dalam pump chamber juga naik dan piston
menekan timer spring. Kemudian roller ring memutarkan drive shaft dalam arah kebalikannya untuk
merubah posisi cam plate sehingga injeksi dipercepat.

Struktur Automatic Timer

43

Diesel Engine

Automatic Timer

Nozzle dan Nozzle Holder

Nozzle

Nozzle berfungsi sebagai penyemprot dan pengabut bahan bakar yang dikirim dari FIP. Baik tidaknya
pengabutan ditentukan dengan kekuatan spring nozzle.Nozzle dibagi menjadi dua macam yaitu pintle
type nozzle dan hole type nozzle.

44

Diesel Engine
Penggunaan nozzle bergantung pada bentuk dari ruang bakarnya. Pada umumnya hole type nozzle
dipakai pada engine dengan pembakaran langsung (direct injection engine), dengan tujuan agar bisa
didapatkan jarak pancar yang jauh. Sedangkan untuk engine dengan pembakaran tidak langsung
(indirect combustion engine) menggunakan pintle type nozzle (nozzle berlubang satu atau nozzle tipe
pasak jarum). Pada tipe ini tidak diperlukan jarak pancar yang jauh dan tekanan pancar yang tinggi,
karena pembakaran dapat terjadi dua kali.

Hole Nozzle Type

Pintle Nozzle Type

Fuel Filter

Untuk menyaring kotoran yang terkandung di dalam bahan bakar.

Fuel Filter

45

Diesel Engine
Intake and Exhaust System
Intake and exhaust system merupakan salah satu sistem pada engine yang bertujuan untuk
menyalurkan udara ke ruang bakar. Pada sistem ini ada beberapa komponen utama yang
mendukung, diantaranya adalah pre cleaner, air cleaner, intake dan exhaust manifold, dist indicator,
turbocharge dan muffler. Skemanya adalah sebagai berikut:

Intake and Exhasut System

Pre Cleaner dan Air Cleaner

Pre cleaner merupakan saringan udara awal dari lingkungan sekitar yang akan disalurkan ke air
cleaner dan selanjutnya menuju ruang bakar. Air cleaner berfungsi sebagai alat pembersih udara,
sehingga debu, pasir dan kotoran dapat dipisahkan terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang bakar.
Partikel yang disaring pada air cleaner ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan air cleaner.
Kotoran, debu dan pasir yang ada di atmosfir merupakan substansi keras yang akan menyebabkan
kerusakan pada silinder dan piston engine dimana debu keras tersebut terhisap bersama-sama
dengan udara.

Air Cleaner

Pre Cleaner dan Air Cleaner

46

Diesel Engine

Dust Indicator

Dust Indikator

Dust indikator berfungsi untuk mengetahui kondisi air cleaner, apakah tersumbat atau tidak. Dust
Indicator ini dipasangkan pada tempat-tempat yang mudah terlihat dari luar dan jika menunjuk tanda
merah berarti air cleaner tersumbat.

Turbocharge

Turbucharge pada diesel engine digunakan untuk memenuhi kebutuhan engine akan udara yang
masuk ke ruang bakar, turbocharge ini akan mengirimkan udara yang lebih banyak untuk mendekati
pembakaran yang ideal.

Turbocharge

Turbocharger mempunyai dua impeller yaitu turbin dan blower. Turbin impeller diputar oleh gas
buang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pada ujung poros turbin ini dipasangkan blower impeller
sehingga putaran blower impeller sama dengan putaran turbin impeller. Putaran blower akan

47

Diesel Engine
menghisap udara dari luar dengan kecepatan putar berkisar antara 50.000-150.000 rpm. Untuk
menahan putaran tinggi tersebut poros turbin di support oleh journal bearing dan thrust bearing.
Pada rumah turbin dilengkapi dengan saluran oli untuk pelumasan. Bearing Seal ring dipasang untuk
menghindari kebocoran oli ke sisi hisap maupun sisi turbin.

Muffler

Muffler merupakan saluran untuk melepas gas buang hasil pembakaran ke lingkungan luar. Selain itu,
muffler berfungsi sebagai peredam suara, menghilangkan percikan api dan menurunkan temperatur
gas buang. Muffler mempunyai beberapa tipe diantaranya adalah horizontal type, vertical type dan
catalytic muffler. Dari tipe-tipe di atas hanya ada 2 type yang banyak digunakan yaitu horizontal type
dan vertical type.

Muffler

Lubrication System
Pelumasan pada engine berfungsi untuk melumasi komponen-komponen yang bergesakan dan
mencegah berkaratnya bagianbagian engine yang bergerak tranlasi maupun rotasi. Tujuannnya
untuk mempertahan umur dan daya tahan komponen sesuai dengan umur ekonomisnya. Pada
lubrication system didukung oleh beberapa komponen utama diantaranya adalah oil pump, oil filter,
lubricating valve, oil cooler dan thermostat.

48

Diesel Engine

Turbocharge

Camshaft

Fuel Injection pump (FIP)

Crankshaft

Safety valve

Jet cooling
nozzle
Regulator valve

Bypass filter
Thermostat

Oil cooler

Oil filter

Main relief valve


Oil pump

Strainer

Lubrication System

Oil Pump

Oil pump yang paling banyak digunakan untuk sistem pelumasan engine adalah tipe external gear
pump atau trochoid pump. Tekanan oil pelumasan engine berkisar antara 3 - 6 kg/cm2 selama
pengoperasian engine dalam batas normal. Debit oli yang disuplai ke sistem berkisar antara 50 - 300
liter/menit.

External Gear Pump

Prinsip kerja:

Gear berputar sesuai tanda panah, oil disisi inlet mengisi kekosongan gigi-gigi dan rumahnya.

Oil yang berada diantara gigi dan rumahnya dipindahkan sesuai dengan gerakan gigi kesisi
outlet.

49

Diesel Engine

Throcoid Pump

Trochoid pump merupakan pompa roda gigi dengan gigi-gigi berbentuk kurva trokoida, jumlah gigi
dari rotor luar. Rotor luar berbentuk silinder dan berputar pada rumah pompa, sedangkan sumbu
rotor dalam terletak eksentrik terhadap sumbu silinder tersebut, sehingga pemasukan minyak
pelumas berlangsung tegak lurus terhadap eksentrisitas tersebut.
Saat posisi unit dioperasikan ditempat miring, oil mengalir dan berada di ujung oil pan. Sehingga oil
bersikulasi tidak sempurna. Scavenging oil sirkuit mempunyai strainer yang terletak disisi berlawanan
dengan strainer utama. Sehingga oli yang berada diujung oil pan dihisap oleh scavenging pump dan
dialirkan ke sisi sebelahnya .
1.
2.
3.
A.

Oil pump.
Oil strainer.
Scavenging pump.
To various engine parts.

Scavenging Pump

Oil Filter

Oil pelumas engine secara bertahap menjadi kotor karena membawa partikel-partikel komponen yang
bergesekan. Jika kotoran kotoran tersebut ikut bersirkulasi bersama oil untuk melumasi maka
komponen yang lain menjadi cepat aus. Untuk menjaga hal tersebut diatas, maka pada sistem
tersebut diberi filter agar kotoran tersebut dapat disaring dan oil yang bersikulasi tetap bersih. Ada 2
macam oil filter, yaitu :

Cartridge type

Elemen kertas menjadi satu dengan rumahnya.

Cartridge type with safety valve.

The hanging type, elemen kertas terpisah dengan rumahnya.

50

Diesel Engine
Oil filter secara bertahap akan mengalami kebuntuan oleh partikel asing dan kotoran. Kecepatan
kebuntuan filter, tergantung cara penanganan oilnya. Element filter harus diganti secara berkala
sesuai dengan operation dan maintenance manual.

Oil Filter

By pass filter berfungsi untuk menyaring oil dari oil pan agar tetap bersih dan mencegah oil filter
cepat buntu / membantu kerja oil filter. Struktur bypass filter sama dengan oil filter dan ukurannya
lebih besar.

By Pass Filter

Lubricating Valve

Lubricating valve berfungsi untuk :

Mengatur tekanan oil di dalam sistem.

Membatasi tekanan oil di dalam sistem.

51

Diesel Engine

Lubricating Valve

Oil Cooler

Kenaikan temperatur oil yang berlebihan menyebabkan kualitas dan kemampuan oil sebagai pelumas
menurun. Untuk mengatasi panas yang berlebihan pada oli maka pada sistem dipasang oil cooler.
Struktur oil cooler ada dua tipe :

Cylinder type

Pipapipa dengan siripsirip diatur sehingga membentuk silinder. Oil mengalir di dalam pipa
tersebut dan air pendingin mengalir disisi luar pipa dengan arah yang berlawanan dengan aliran
oli.

Layer type

Oil Cooler dan Thermostat

52

Diesel Engine
Cooling System
Thermostat
Corrosion
resistor
Water temp. gauge
Water manifold

Radiator

Cylinder
head
Liner
Piston
Cylinder
block
Water pump
Compressor
Oil cooler
Cooling System

Water pump

Water pump digunakan untuk mensirkulasikan air ke dalam sistem pendingin. Semua pompa air yang
dipergunakan pada engine umumnya mempergunakan jenis sentrifugal pump.

Water Pump

53

Diesel Engine
Water
seal

Impeler

Pump
Body
Pump
shaft

Water pump
drive gear
Ball
bearing
Penampang Water Pump

Radiator, Fan dan Pressure Cab

Radiator berfungsi sebagai pendingin engine, air radiator didinginkan dengan bantuan udara luar
Buffle plate berfungsi untuk memisahkan buble yang terjadi di dalam sistem / radaitor karena
gelembung udara yang pecah dapat mengakibatkan kavitasi.

Radiator

Prinsip Kerja Radiator :


Di dalam upper tank radiator terdapat buffle plate yang memisahkan antara air yang boleh
berhubungan dengan udara luar dengan air yang tidak berhubungan dengan udara ( ruang A dengan
ruang B ). C adalah saluran pembuangan udara dari dalam core pada saat pengisian air. D
merupakan saluran pembuangan udara dari dalam engine block (pada saat pengisian air). Sistem
pendinginan tidak boleh berhubungan langsung dengan udara luar untuk menaikkan titik didih air
pada sistem dari 100 C menjadi 110 C.

54

Diesel Engine

Penampang Radiator

Radiator Safety Valve

Radiator safety valve terdiri dari dua buah valve yaitu pressure valve dan vacum valve. Karena panas
tekanan udara di dalam radiator naik, apabila tekanan udara dalam radiator naik sebesar 0.75 kg/cm2
lebih tinggi dari tekanan udara luar maka kelebihan tekanan tersebut akan mampu mendorong
pressure valve melawan spring, sehingga kelebihan tekanan akan keluar melalui lubang K.
Radiator filler neck

Overflow tube
Cap gasket

Vacuum valve

Pressure valve
Pressure Valve dan Vacum Valve

Vacum valve berfungsi utuk mencegah kevakuman di dalam radiaotor jika tekanan dalam sistem
pendingin kurang/lebih kecil dari tekanan udara luar maka vacum valve akan terbuka.

Thermostat

Thermostat berfungsi mengatur membuka dan menutup aliran air pendingin ke radiator, sehingga
temperatur air pendingin terjaga pada suhu ( 70 C - 90 C ). Untuk mencegah timbulnya over
heating dan mempercepat tercapainya temperatur kerja engine pada saat mulai operasi.

55

Diesel Engine

To water
pump

To
Radiator
Piston
Sensor

Expander

From
Engine
Thermostat

Opening temperature

: 74.5 - 78.5 C.

Full opening temperature

: 90 C.

Valve lift

: Minimum 10 mm.

Prinsip Kerja :
Jika temperatur engine naik, expander akan mengembang dan mendorong piston ke atas. Karena
piston tersebut dijadikan satu dengan valve pada thermostat tersebut, maka saluran yang ke radiator
yang tadinya tertutup akan terbuka sedikit, sehingga air akan mengalir ke pompa maupun ke
radiator. Besar kecilnya aliran air yang ke radiator maupun yang ke pompa, tergantung dari besar
kecilnya valve terbuka. Terbukanya valve tersebut berdasarkan kenaikan temperatur dari air
pendingin. Valve mulai terbuka pada temperatur 74.5 - 78.5 C dan terbuka penuh pada 90 C.

Corrosion Resistor

Corrosion resistor berfungsi untuk mencegah terjadinya endapan dan karat yang dapat menyebabkan
tersumbatnya saluran pendingin
Head
Water inlet

Water
outlet

Cartridge
Paper element
Chemicals
element

Spring
Corrosion Resistor

56

Diesel Engine
Ringkasan

Cylinder head group terdiri dari komponen-komponen ; cylinder head, valve seat, valve, rocker
arm, nozzle holder sleeve, cylinder head gasket.

Fungsi dari cylinder head untuk menahan tekanan pembakaran, mengendalikan panas dalam
ruangan (dengan system pendinginan ) dan tempat duduknya mechanism valve intake/exhaust
dan mekanisme penyemprotan bahan bakar.

Type cylinder head antara lain :

Direct injection type dan pre combustion type.

Two valve system dan four valve system.

Sectional type dan solid type.

Injection nozzle type dan injection type.

Cylinder liner merupakan komponen dari combustion chamber yang berhubungan dengan tekanan
tinggi, juga mengalami beban gesek akibat gerak naik turun piston. Keuntungan dipasangnya
liner pada block tidak perlu lagi cylinder block yang dibuat dari bahan special. Cylinder liner harus
tahan terhadap temperatur tinggi, tidak mudah aus dan mampu menerima gaya yang besar dari
piston.

Piston merupakan komponen yang langsung berhubungan dengan gas pembakaran dan
menerima beban berat yang disebabkan tekanan pembakaran. Piston harus : kuat, tahan
terhadap panas, memiliki pemuaian yang kecil dari akibat panas, memiliki kestabilan yang tinggi
dan tidak tidak mudah aus.

Piston ring berfungsi untuk menahan tekanan gas kompresi di dalam cylinder, menjaga ketebalan
oil film pada dinding cylinder dan mentransfer panas dari piston ke cylinder liner. Ring bagian atas
disebut ring kompresi untuk mencegah kebocoran gas kompresi, dan ring bagian bawah disebut
ring oil untuk menjaga oil film.

Connecting rod menerima gerak reciprocating dari piston dan diteruskan ke crankshaft untuk
dirubah menjadi gerak putar.

Crank shaft bersama dengan connecting rod merubah gerakan naik/turun piston menjadi putaran
pada output shaft.

Flywheel group terpasang di belakang carnkshaft yang diikat dengan bolt untuk mentransfer
putaran engine ke power train atau lainnya. Flywheel mempunyai inertia yang besar sehingga
dapat mengisi kekosongan gerak putar dari crankshaft untuk menperhalus putaran engine.

Damper merupakan komponen yang berfungsi untuk meredam getaran engine. Vibration damper
ada yang berupa rubber damper dan viscous damper (menggunakan silicon oil high viscosity).

Balancer shaft terdiri dari dua shaft yang dipasang di bagian sisi bawah cylinder block yang
berfungsi untuk meredam getaran pada engine.

57

Diesel Engine

Camshaft berfungsi untuk membuka dan menutup valve intake dan valve exhaust sesuai dengan
timming. Pada cummin engine cam shaftnya dilengkapi dengan injector cam. Pada umumnya
pada kendaraan sport memakai type OHC dan DOHC ( Double Overhead Cam ) yang dihubungkan
dengan rantai atau belt sebagai penggeraknya.

Tappet dan push rod digabung dengan cam shaft, rocker arm dan valve disebut valve mechanism.
Putaran camshaft dirubah melalui cam menjadi gerakan vertikal pada tappet yang selalu
bersentuhan dengan cam. Valve mechanism untuk cummins engine memakai cam follower
sebagai pengganti tappet.

Timing gear merupakan gigi penghubung untuk mentransfer putaran crankshaft ke perlengkapan
engine. Jumlah gigi dan susunannya tergantung dari medel engine. Struktur utama dari timing
gear adalah cam gear, injection pump gear, accesory gear ( cummins ), oil pump driving gear,
balancer shaft gear dan crank pulley gear.
Kesimpulan :
putaran pada timing gear :

Cam gear ... x putaran engine

Injection pump x putaran engine

Balancer shaft 2 x putaran engine

Gigi penggerak lain tergantung kebutuhan

PTO ( power take off ) gear digunakan untuk menggerakkan perlengkapan tambahan atau
peralatan kerja unit. Komponen utama PTO adalah hydraulic pump, steering pump dan
transmission pump. Tenaga putar untuk menggerakkan perlengkapan kerja engine secara
langsung disebut RPCU ( Rear mounted Power Control Unit ). Pelumasan PTO gear berasal dari
transmission atau torque converter circuit yang dialirkan melalui pipa ke bagian atas flywheel
housing dan kemudian dibagi ke masingmasing PTO gear melalui pipa-pipa kecil.

Komponen utama dalam sistem bahan bakar meliputi : Injection Pump, Governor, Feed Pump,
Automatic timer, Nozzle holder & Nozzle, Fuel filter.

Komponen utama fuel system terdiri dari :

Tangki bahan bakar.

Pompa aliran ( feed pump ).

Saringan bahan bakar.

Pompa injeksi bahan bakar.

Penyemprot bahan bakar ( nozzle ).

Pompa injeksi bahan bakar (fuel inejection pump ) berfungsi mensupply bahan bakar ke nozzle
dengan tekanan tinggi (max 300 kg/cm2), menentukan timing penyemprotan dan jumlah bahan
bakar yang disemprotkan.

Pelumasan pompa injeksi pada sistem injeksi bahan bakar yang meliputi plunger dan delivery
valve, dilumasi oleh bahan bakar itu sendiri.

58

Diesel Engine

Pelumasan untuk mekanisme penggerak pompa dan governor termasuk cam dan tappet, dilumasi
dengan oil engine.

Sucking back stroke of delivery valve betujuan untuk mencegah penetasan bahan bakar di ruang
bakar saat akhir injeksi. Dilihat dari cara kerjanya delivery check valve berfungsi sebagai :

Check valve.

Menurunkan tekanan pada pressure line secara cepat ( mengurangi penetesan ).

Governor berfungsi untuk mengatur putaran engine sesuai dengan bahan bakar dan putaran
engine.

Governor untuk pompa injeksi tipe bosch dapat diklasifkasikan sebagai berikut :

Minimum dan maksimum speed governor.

All speed governor.

Governor untuk pompa injeksi tipe bosch menurut strukturnya dibagi menjadi :

Mechanical governor ( centrifugal type ).

Pneumatic Governor.

Feed Pump ( variable delivery type ) berfungsi mensupply bahan bakar ke pompa bahan bakar
dengan tekanan rendah berkisar 1.2 - 2.6 kg/cm2.

Automatic timer adalah sebuah hydraulic timer yang bekerja karena bahan bakar di dalam pump
chamber.

Nozzle berfungsi sebagai penyemprot dan pengabut bahan bakar.

Intake dan exhaust system.

Pre Cleaner.

Air cleaner berfungsi sebagai alat pembersih udara, sehingga debu dan kotoran dapat
dipisahkan terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang bakar. Jenis air cleaner meliputi type
basah dan type kering.

Sirkulasi udara masuk dan keluar system terdiri atas : naturally aspirated dan supercharged
aspirated.

Naturally Aspirated udara yang masuk ke dalam silinder terjadi akibat hisapan piston dari engine
itu sendiri.

Supercharged aspirated udara yang masuk ke dalam silinder dipaksakan, sehingga berat udara
persatuan volumenya bertambah. Dengan cara ini diharapkan tenaga engine dapat bertambah
pula. Supercharged aspirated ini dibagi menjadi : turbocharged aspirated dan mechanical
supercharger.

After cooler ini dipasang antara turbocahrged dan ruang bakar untuk mendinginkan udara yang
menuju ruang bakar. Dengan dipasangkannya after cooler diharapkan tenaga engine dapat
ditingkatkan. Kenaikan tenaga ini dapat berkisar 5% sampai 10%.

Dust indicator berfungsinya untuk mengetahui kondisi air cleaner, apakah tersumbat atau tidak.

59

Diesel Engine

Turbocharge untuk mengompres udara yang masuk kadalam ruang bakar. Komponen utama
turbo charger housing, turbin dan blower. Putaran dari turbo charger ini berkisar antara 50.000 150.000 rpm. Jenis turbocahrger yang dipakai adalah :

KTR 130.

Garret Co. TO4B.

Cummins ST - 50.

RH 1521 ( Ishikawajima ).

Muffler berfungsi sebagai peredam suara, menghilangkan percikan api dan menurunkan
temperatur gas buang. Jenis muffler meliputi :

Horizontal type.

Tube type.

Vertical type.

Catalytic muffler

Sistem Pelumasan berfungsi untuk melumasi komponen-komponen yang bergesakan. Tujuannnya


adalah untuk mempertahan umur dan daya tahan komponen.

Pompa oli berfungsi untuk membangkitkan tekanan oli yang kemudian disirkulasikan keseluruh
sistem pelumasan.

Scavenging oil mensirkulasikan oli dari oil pan ke oil pan yang disebelahnya ketika unit berada di
kemiringan.

Filter oli berfungsi menyaring kotoran-kotoran yang ada dalam sistem pelumasan. Ada 2 macam
oil filter, yaitu :

Cartridge type elemen kertas menjadi satu dengan rumahnya.

Cartridge type with safety valve.

The hanging type, elemen kertas terpisah dengan rumahnya.

Bypass filter berfungsi untuk menyaring oil dari oil pan agar tetap bersih dan mencegah oil filter
cepat buntu.

Lubricating valve berfungsi untuk :

Mengatur tekanan oil di dalam sistem.

Membatasi tekanan oil di dalam sistem.

Oil Cooler berfungsi untuk mendinginkan oli pada system pelumasan. Tipe oil cooler ada 2, yaitu
cylinder type dan layer type.

Water pump berfungsi untuk mensirkulasikan air dengan tekanan ke dalam sistem pendingin.

Radiator berfungsi untuk sebagai pendingin air engine. Dan mendinginkan air tersebut dengan
bantuan udara luar.

Buffle plate berfungsi untuk memisahkan buble yang terjadi di dalam sistem / radaitor. Bubles
adalah peristiwa pecahnya gelembung udara yang dapat mengakibatkan kavitasi.

Radiator safety valve terdiri dari dua buah vakve yaitu pressure valve dan vacum valve.

60

Diesel Engine

Vacum valve berfungsi untuk mencegah kevakuman di dalam radiator,jika tekanan di dalam lebih
kecil dari tekanan udara luar ( 1 atm ) maka vacum valve akan terbuka.

Pressure valve untuk menjaga tekanan yang berlebih dalam sistem air pendingin.

Thermostat berfungsi mengatur membuka dan menutup aliran air pendingin ke radiator, sehingga
temperatur air pada sistem tetap pada batas-batas yang sudah ditentukan ( 70 C - 90 C ).

Corrosion resistor berfungsi untuk mencegah terjadinya endapan dan karat, yang dapat
menyebabkan saluran pada sistem pendingin tersumbat.

61

Diesel Engine
Soal Latihan
Jawab dengan singkat dan jelas pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1.

Komponen cylinder head pada engine berfungsi sebagai apa ?

2.

Sebutkan tipe-tipe cylinder head :

3.

_____________________________________

_____________________________________

_____________________________________

_____________________________________

Pergerakan

valve

dari

putaran

camshaft

yang

dirubah

menjadi

gerakan

vertical

oleh___________(a) ditransfer melalui ___________(b) dan diterusakan ke ___________(c).


4.

Valve guide pada engine berfungsi sebagai apa ?

5.

Sebutkan nama komponen-komponen berikut ini !


1. __________________
2. __________________
3. __________________
4. __________________
5. __________________
A. __________________
B. __________________

6.

Piston selalu bekerja dengan beban berat dan suhu tinggi oleh karena itu piston harus
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

_____________________________________

_____________________________________

_____________________________________

_____________________________________

_____________________________________

62

Diesel Engine
7.

Apa fungsi dari piston ring yang dipasang pada piston ?.

8.

Apa nama komponen engine yang berfungsi gerakan naik/turun piston menjadi gerak putar ?.

9.

Sebutkan nama komponen-komponen berikut ini !


1.______________________________
2.______________________________
3.______________________________
4.______________________________
5.______________________________
6.______________________________
7.______________________________

10. Sebutkan type vibration damper yang sering digunakan dalam diesel engine?.
11. Sebutkan nama komponen-komponen berikut ini !

1._________________________

a. _________________________

2._________________________

b. _________________________

3._________________________

c. _________________________
d._________________________

12. Sebutkan nama komponen-komponen Tappet & cam follower berikut ini !

63

Diesel Engine
1.___________________________

1. ___________________________

2.___________________________

2. ___________________________

3.___________________________

3. ___________________________

4.___________________________

4. ___________________________

5.___________________________

5. ___________________________

6.___________________________

6. ___________________________
7. ___________________________
8. ___________________________

13. Sebutkan komponen utama timing gear ?


14. Apa yang dimaksud dengan RPCU pada PTO?
15. Jelaskan bagaimana pelumasan PTO gear !.
16. Komponen utama fuel system terdiri dari :

______________________________

______________________________

______________________________

______________________________

______________________________

17. Komponen yang berfungsi bahan bakar ke nozzle dengan tekanan tinggi adalah____________ .
18. Pelumasan pompa injeksi pada sistem injeksi bahan bakar yang meliputi plunger dan delivery
valve, dilumasi oleh _____________________ .
19. Sucking back stroke of delivery valve betujuan untuk______________________ .
20. Delivery check valve berfungsi sebagai :

_______________________________

_______________________________

21. Governor merupakan komponen engine yang berfungsi untuk ____________________________


_____________________________________________________________________________ .
22. Governor menurut strukturnya dibagi menjadi :

_______________________________

_______________________________

23. Feed Pump mensupply bahan bakar ke pompa bahan bakar dengan tekanan _______________ .
24. Komponen dalam fuel system yang berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar adalah
_________ .
25. Air cleaner komponen yang berfungsi sebagai _________________________________________
_____________________________________________________________________________ .
26. Type air cleaner dibagi menjadi :

_______________________________

_______________________________

64

Diesel Engine
27. Sebutkan nama-nama komponen turbocharged aspirated with after cooler di bawah ini :
1. __________________
2. __________________
3. __________________
4. __________________
5. __________________
6. __________________
7. __________________
8. __________________
9. __________________
10. _________________
11. _________________

28. Jika pada air cleaner mengalami kebuntuan dust indicator akan menunjukan warna _________ .
29. Jenis turbocahrger yang paling banyak dipakai adalah :

______________________________

______________________________

______________________________

______________________________

30. Muffler berfungsi sebagai :

______________________________

______________________________

______________________________

31. Sebutkan jenis muffler yang ada :

______________________________

______________________________

______________________________

______________________________

65

Diesel Engine
32. Sebutkan nama kompnen-komponen turbocharger berikut ini :

1. __________________

10. __________________

2. __________________

11. __________________

3. __________________

12. __________________

4. __________________

A. __________________

5. __________________

B. __________________

6. __________________

C. __________________

7. __________________

D. __________________

8. __________________

E. __________________

9. __________________

F. __________________

33. Tujuan pelumasan pada engine adalah ______________________________________________


_____________________________________________________________________________ .
34. Tekanan oil pelumasan di engine berkisar antara ___________(a) kg/cm selama pengoperasian
engine dalam batas normal. Debit oil yang disuplai ke sistem berkisar_________(b) ltr/menit.
35. Jenis filter oli menurut bentuknya :

_______________________________

_______________________________

36. Komponen yang membantu kerja penyaringan oil filter adalah __________________________ .
37. Lubricating valve berfungsi untuk :

_______________________________

_______________________________

66

Diesel Engine
38. Untuk mengatasi panas yang berlebihan pada oli maka pada sistem pelumasan dipasang
______________ .
39. Sebutkan nama komponen berikut :

1. __________________

A. __________________

2. __________________

B. __________________
C. __________________
D. __________________

40. Apa yang dimaksud dengan kavitasi ?


41. Untuk mencegah terjadinya kavitasi di dalam system pendingin digunakan ________________ .
42. Dalam

cooling

system

terdapat

dua

buah

valve

yaitu

_____________(a)

dan

_______________(b) . _____________(c) akan membuka jika tekanan dalam cooling system


0.75 kg/cm2 lebih tinggi dari tekanan udara luar.
43. Thermostat mengatur temperatur engine pada kisaran suhu ____________________________ .
44. Thermostat terbuka penuh pada suhu _____________________________________________ .
45. komponen yang berfungsi untuk mencegah terjadinya endapan dan karat pada system
pendingin adalah __________________________ .

67

Yayasan Karya Bakti United Tractors


Jalan Raya Bekasi Km 22. Cakung Jakarta Timur 13910 Indonesia
Telp
: (62-21) 4605949 4605959 4605979
Fax
: (62-21) 4600657 4600677