Anda di halaman 1dari 1

DEPARTEMENT OF MECHANICAL ENGINEERING

FACULTY OF ENGINEERING
UNIVERSITY OF SUMATERA UTARA

Name

: Romulus Situmorang

NIM

: 110401156

Date of Birth : 7 December 1992

ANALISIS KEEFEKTIFAN ALAT PENUKAR KALOR TIPE SHELL AND TUBE SATU LALUAN CANGKANG
DUA LALUAN TABUNG SEBAGAI PENDINGINAN OLI DENGAN FLUIDA PENDINGIN AIR

Schedule

Abstrak
Dalam sistem pelumasan hal yang paling penting adalah menjaga suhu minyak pelumas tetap pada suhu operasi yang di ijinkan (40C
(40 - 70C) pada sebuah pembangkitan tenaga.. Alat Penukar Kalor ( APK ) merupakan alat yang menghasilkan perpindahan panas dari suatu fluida ke fluida lainnya, dimana
dapat diaplikasikan sebagai pendinginan minyak pelumas. Penukar kalor (heat exchanger) tipe shell and tube adalah salah satu aplikasii perpindahan panas yang paling banyak digunakan, seperti pada industri kimia, industri permesinan, perminyakan, pembangkitan tenaga dll. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui nilai efektifitas alat penukar kalor dalam mendinginkan oli yang dialirkan pada tabung (tube)) menggunakan air sebagai fluida pendingin yang dialirkan pada cangkang (shell).
(
). Dengan memvariasikan debit dan suhu penelitian ini dilakukan 48 kali pengujian dan setiap pengujian dianalisis nilai
efektifitasnya dengan mengunakan metode NTU- untuk membandingkan hasil secara teoritis dengan praktek. Dari analisis perhitungan secara teori diperoleh nilai efektifitas maksimum sebesar 54,74 % pada kapasitas aliran oli (h) 660l/jam dengan temperatur masuk (Th,i) 70C, kapasitas aliran air (c)
300l/jam dengan temperatur masuk (Tc,i) 27C dan nilai keefektifan maksimum di lapangan sebesar 55,67 % pada kapasitas aliran oli (
( h) 60l/jam dengan temperatur masuk (Th,i) 74,98C, kapasitas aliran air (c) 420l/jam
/jam dengan temperatur masuk (Tc,i) 26,97C. Untuk penurunan suhu yang terjadi pada
APK. Sehingga disimpulkan pada analisis keefektifan maksimum memenuhi syarat untuk mendinginkan oli pada sistem pelumasan seperti
sep
pada pembangkitan tenaga karena oli keluar meninggalkan APK (Th,o) 39,1213C secara
ecara teori dan 39,68559C secara praktek.

1. Pendahuluan

3. Analisa data

Latar belakang

Dalam perhitungan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan NTU
NTU-efektifitas untuk secara teoritis
karena nilai Th,o dan Tc,o yang belum diketahui sehingga dilakukan beberapa iterasi. Pada pengujian telah didapat nilai Th,o dan Tc,o yang
diukur oleh thermocouple cole parmer sehingga untuk menentukan nilai efektifitasnya tidak perlu menggunakan iterasi. Analisis dilakukan
untuk semua variasi untuk dibandigkan yaitu variasi suhu oli masuk (Th,o) APK (60oC, 65oC, 70oC, 75oC), variasi debit oli (60 l/jam, 120 l/jam,
180 l/jam) dan variasi debit air (180 l/jam, 300 l/jam, 420 l/jam, 540 l/jam)
/jam) yang ditampilkan dalam bentuk tabel deng
dengan suhu air masuk (Tc,i)

Pada zaman modern ini aplikasi ilmu tentang perpindahan panas sudah berkembang pesat karena sangat dibutuhkan dalam
keseharian manusia. Berbagai jenis alat penukar kalor digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, baik untuk memanaskan ataupun
mendinginkan.
inkan. Alat Penukar Kalor dapat berfungsi untuk mendinginkan minyak pelumas seperti pada mesin diesel yang biasa disebut oil
cooler dan untuk shell and tube heat exchanger sering digunakan dalam pembangkitan tenaga dalam mendinginkan minyak pelumas yang
digunakan pada turbin dan generator. Dalam sebuah operasi turbin pada pembangkit listrik pastinya membutuhkan banyak pelumasan
pelumasa pada
bagian turbinnya salah satunya adalah thrust bearing dimana minyak pelumas tersebut harus dipertahankan suhunya sesuai suhu operasi.
Dalam hal ini penukar kalor sangat berperan untuk menjaga suhu tersebut yaitu dengan melakukan sirkulasi terhadap penukar kalor.
kal
Karena peranan heat exchanger yang sangat penting pada suatu sistem pelumasan, maka dilakukan penelitian tentang penukar kalor dengan
tipe shell and tube satu laluan cangkang dua laluan tabung.

APK adalah konstan 27 oC. Untuk menentukan keefektifan dari APK shell and tube digunakan rumus :

= 2{ 1 + + 1 +

1. Untuk mengetahui temperatur fluida panas dan fluida dingin yang keluar dari alatt penukar kalor tipe
shell and tube, yakni yang terjadi secara teori dan di lapangan.
2. Untuk mengetahui besar nilai konduktifitas termal menyeluruh (U) yang terjadi pada alat penukar kalor tipe
shell and tube, yaitu secara teori dan yang diperoleh secara pengujian.
3. Untuk mengetahui keefektifan alat penukar kalor tipe shell and tube,, yakni yang terjadi di lapangan dan secara teori.
4. Untuk memperbandingkan keefektifan alat penukar kalor tipe shell and tube yang diperoleh, yakni yang terjadi
di lapangan dan secara teori.

Tabel Efektifitas hasil analisa data


Debit
Oli
(lpj)

Debi
t Air
(lpj)

180

Batasan Masalah Penelitian


Alat penukar kalor yang diteliti memiliki tebal yang tipis sehingga tebalnya dapat diabaikan.
Tidak ada kehilangan panas yang terjadi pada APK karena permukaan luarnya telah diisolasi.
Kapasitas aliran yang terjadi di lapangan dianggap konstan.
Perhitungan dilakukan pada tekanan yang konstan.
Metode perhitungan keefektifan dilakukan dengan metode NTU- .

300

Grafik efektifitas teori dan praktek dengan debit oli 60


lpj dan suhu oli masuk APK 60oC dengan variasi debit
air yaitu 180, 300, 420, 540 lpj. Dimana pada grafik
menunjukkan nilai efektifitas meningkat berbanding
lurus dengan meningkatnya debit fluida pendingin.

Manfaat Penelitian
1. Diperoleh efektifitas alat penukar kalor yang tertinggi dari berbagai variasi yang dilakukan.
2. Diperoleh perbedaan efektifitas yang terjadi di lapangan dengan secara teori.
3. Memberi informasi nilai debit fluida panas dan nilai debit fluida dingin yang baik untuk pengaplikasian
APK sebagai pendinginan oli.

60
420

540

2. Metode Penelitian
Desain Penelitian

180

Dalam penelitian ini desain yang digunakan dalam pengerjaannya adalah metode eksperimen dan merupakan penelitian kualitatif
yaitu memaparkan secara jelas hasil eksperimen dari laboratorium terhadap variabel yang sebelumnya telah ditentukan, dengan tujuan
untuk menganalisa nilai efektifitas yang diperoleh alat penukar kalor tipe shell and tube dengan satu laluan cangkang dan dua laluan
tabung sebagai pendinginan oli dimana fluida pendiginnya adalah air.

Grafik ini menunjukkan nilai efektifitas APK pada suhu


masuk oli 60oC dengan variasi debit oli yaitu 60, 120,
180 lpj secara praktek. Dimana nilai efektifitas paling
tinggi berada pada debit oli yang paling rendah.

Lokasi dan Waktu Penelitian


Dalam pengerjaan penelitiaan ini yaitu menganalisis perpindahan panas pada alat penukar kalor tipe shell and tube akan dilakukan
dilaku
di
labororium Instalasi Tenaga Uap yang terdapat di Departemen Teknik Mesin, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Medan Penelitian akan
dilaksanakan selama 10 hari yaitu pada tanggal 10 maret 2016 sampai 20 maret 2016, setelah di dapatkan data dari hasil penelitiaan
peneli
maka
dilakukan pengolahan data percobaan dan perhitungan secara teori.

300
120
420

Instrumen Penelitian

540

Dalam penelitian ini alat yang digunakan adalah sebagai berikut :

Flowmeter

180

Grafik ini menunjukkan nilai efektifitas APK pada


suhu masuk oli 60oC dengan variasi debit oli yaitu
60, 120, 180 lpj secara teori. Dari grafik diatas dapat
dilihat nilai efektifitas teori terjadi peningkatan yang
konstan sebanding dengan meningkatnya debit fluida
dingin, namun jika dilihat dengan peningkatan debit
fluida panas maka efektifitas semakin menurun.
Dimana nilai efektifitas paling tinggi berada pada
debit oli yang paling rendah.

Heater

Panel Kontrol

Shell and tube


heat exchanger

Dan untuk semua variasi yang dilakukan dalam


penelitian ini yang adalah mempengaruhi nilai
efektifitas baik secara teori maupun secara praktek
dapat dilihat dalam grafik berikut ini :

Pompa

Thermocouple

Cangkang
diameter
panjang laluan
material

: 70 mm
: 1,3 m
: besi

300
180
420

540

Thi
(oC)

Tci
(oC)

60

27

65

27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

60
65

27
27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

60

27

65

27

70

27

75

27

Analisa dengan metode NTU


Efektifi
Tho
Tco
tas
o
o
( C)
( C)
(%)
45,466
29,037
44,03
8
7
29,348
48,344
43,83
3
51,198
29,665
43,72
6
54,088
29,979
43,56
8
7
44,467
28,305
47,06
7
6
47,187
28,505
46,87
9
4
49,895
28,708
46,75
3
1
52,626
28,910
46,61
8
7
39,491
28,226
62,14
4
8
41,475
28,414
61,9
1
2
43,461
28,603
61,71
8
1
45,491
28,790
61,47
9
9
39,236
27,965
62,91
8
9
41,183
28,113
62,67
4
3
43,133
28,261
62,48
4
9
45,124
28,409
62,24
5
8
47,609
28,894
41,67
5
1
50,486
29,204
41,47
7
7
53,341
29,521
41,36
3
4
56,231
29,836
41,2
5
1
46,343
28,162
44,17
49,063
28,369
43,98
2
8
51,770
28,572
43,86
6
5
54,054
28,775
44,33
3
1
40,919
28,091
59,86
3
2
42,902
28,250
59,62
7
5
45,889
28,439
59,43
4
4
47,919
28,627
58,48
5
2
41,974
27,667
59,92
5
4
43,920
27,814
59,68
9
9
27,963
45,871
59,49
5
47,862
28,111
59,25
1
4
49,609
28,062
38,67
5
5
52,486
28,373
38,47
7
1
55,341
28,689
38,36
3
8
58,231
29,004
38,2
5
5
48,610
28,17
41,17
4
51,330
28,341
40,98
6
7
28,544
54,038
40,86
4
56,769
28,747
40,72
4
43,634
28,063
56,86
4
1
45,617
28,115
56,62
8
8
47,604
28,304
56,43
5
7
49,634
28,492
56,19
6
5
43,379
27,667
57,63
6
4
27,245
45,326
57,39
4
47,276
27,394
57,2
1
49,267
27,541
56,96
2
9

Analisa data pengujian


Efektifi
Tho
Tco
tas
o
o
( C)
( C)
(%)
46,122
28,309
41,789
67
64
532
39,066
28,538
57,843
54
41,982
58,906
02
37,343

28
29,067
91
28,947

027
53,674
71
51,433

09
28,763
57
30,099

588
59,788
005
56,932

55
28,710
66
28,857

246
56,507
969
60,892

01
28,812
61
28,174

583
62,222
685
60,730

33
28,409
05
27,990

263
60,032
935
58,949

13
27,212
03
28,476

258
64,731
725
62,576

49
28,118
94
28,100

088
61,649
886
65,627

58
28,134
01
28,478

53
43,329
482
47,635

38
43,103
28
37,142

53
28,544
22
29,452

052
50,786
545
51,945

72
41,169
61
41,287

76
28,556
35
28,589

166
57,203
153
54,565

53
41,057
93
40,387

1
29,138
44
29,899

943
51,050
809
53,427

72
41,831
73
43,636

32
28,871
49
28,750

024
55,193
046
56,351

71
45,271
65
44,322
38,973
57
41,302

84
29,074
21
30,034

298
57,485
399
51,534

19
28,551
15
28,511

145
57,854
939
52,214

43
44,066
4
42,415

35
28,303
11
28,379

328
53,464
791
53,353

28
43,124
84
46,861

14
29,288
85
29,420

376
51,153
191
47,882

77
49,097
32
50,198

89
29,219
17
29,638

667
48,655
304
51,699

69
45,901
36
46,349

94
29,731
01
30,016

444
42,940
67
49,180

63
44,905
61
52,121

56
28,968
61
29,563

805
58,437
033
47,737

3
45,401
15
46,062

39
29,770
09
30,075

395
44,434
454
50,017

89
50,813
74
50,097

02
29,721
65
29,954

395
44,662
48
52,027

14
44,776
3
49,160

6
29,663
22
29,834

289
46,283
609
41,882

96
52,108
53,083
95

1
29,748
01
29,863

641
41,702
726
45,788

785

86
41,418
83
38,903
47
39,504
74
33,695
2
36,933
59
39,325
04
39,685
59
37,674
37
39,228
38
37,481
11
35,842
27
39,684
25
41,915

Dari grafik disamping dan tabel diatas dapat


dilihat nilai efektifitas maksimum praktek
berada pada debit oli 60l/jam dan debit air
540l/jam dengan temperatur oli masuk APK
75oC. Dan untuk nilai efektifitas maksimum
teori berada pada debit oli 60l/jam dan debit air
540l/jam dengan temperatur oli masuk APK 60
o
C. Dan berikut adalah nilai efektifitas praktek
dan teori yang disajikan dalam bentuk tabel
perbandingan.

Gambar 1 Instrumen penelitian

Spesifikasi Alat Penukar Kalor

Tabung ( selongsong )
diameter dalam
: 10 mm
diameter luar
: 12 mm
panjang laluan
: 2,7 m
material
: tembaga

Untuk hasil analisa data mengunakan metode NTU dan analisa data lapangan di uraikan pada tabel berikut dengan beberapa variasi yang telah
ditentukan.. Dan untuk perbandingan hasilnya dapat lebih rinci pada grafik berikut .

Tujuan Penelitian

1.
2.
3.
4.
5.

Berikut ini adalah diagram alir


proses pengambilan data pengujian

Mulai

4.

Mengisi fluida dingin dan panas pada


masing-masing tank
Membuka kran dan menjalankan pompa
kedua fluida
Menghidupkan heater

1. Diperoleh temperatur fluida panas keluar dan fluida dingin keluar yang cukupjauh berbeda dengan hasil perhitungan secara teori
dengan metode NTU, yang dapat dilihat pada bab 4 (tabel 4.1 dan tabel 4.3)
2. Diperoleh keefektifan maksimum di lapangan sebesar 55,67
,67 % pada kapasitas aliran fluida panas (oli) 660l/jam dengan temperatur
masuk 74,98C dan aliran fluida dingin (air) 420l/jam
/jam dengan temperatur masuk 26,97C.
3. Diperoleh keefektifan maksimum secara teori sebesar 54,74 % pada kapasitas aliran fluida panas (oli) 60l/jam dengan temperatur
masuk 70C dan aliran fluida dingin (air) 300l/jam
/jam dengan temperatur masuk 27C.
4. Adapun yang menjadi factor penyebab tinggi rendahnya efektifitas secara teori dengan fluida panas adalah oli dan fluida dingin yaitu
air yang paling signifikan adalah laju aliran massa pada kedua fluida
fluida. Semakin cepat laju aliran massa fluida dingin maka semakin
kecil efektifitas yang dihasilkan, begitu juga sebaliknya.
5. Adapun factor penyebab tinggi rendahnya efektifitas secara eksperimen adalah kondisi flowmeter yang tidak dapat langsung dalam
keadaan stabil (sesuai yang diinginkan).

Mengatur thermostat
Mengatur debit kedua fluida

Mengatur Thermocouple dan PC


5.

Menjalankan program pada PC


dan menyimpan data

Tidak
Menghitung Efektifitas APK
Gambar 2 Skematik laluan fluida dalam APK shell and
tube yang digunakan

Seselai

Saran
1. Mengganti flowmeter fluida panas dengan kapasitas aliran yang lebih kecil untuk meninggkatkan efektifitas alat penukar kalor.
2. Mengganti pompa dengan kekuatan yang jauh lebih baik sehingga fluida dapat mengalir dengan baik.
3. Penelitian selanjutnya menggunakan APK shell and tube dengan menambahkan buffels pada APK, dan menambah jumlah tabung
(selongsong) dalam satu laluan.

Ya

Apakah ada
variasi ?

Kesimpulan

Daftar Pustaka
[1] Holman, J. P. 1997. PerpindahanKalor, edisi ke-2. Jakarta :Erlangga
[2] Kreith, Frank. 1877. Principles Of Heat Transfer, 4th ed. New york : Harper and Row
[3] Cengel, Yunus.A. 2003. Heat Transfer: A Practical Approach, 2nded. New York : McGraw
McGraw-Hill
[4] Sitompul, Tunggul. 1993. AlatPenukarKalor. Jakarta :Erlangga
[5] Munson, Bruce R. 1997. MekanikaFluida, edisi ke-2.
2. Jakarta :Erlangga
[6] Incropera F.P. Fundamentas Of Heat and Mass Transfer, 6th ed. New York : John Wiley & Sons
[7] Pitts, Donald. 2008. PerpindahanKalor, edisi ke-2. Erlangga : 2108
[8] Kuppan,T. 2000. Heat Exchanger Design Handbook. New York : Marcel Dekker.Inc