Anda di halaman 1dari 43

VARIANS DISPERSI

PENGANTAR

Memberikan
suatu
informasi
tentang besarnya pencaran harga
yang ada, mis ; kadar blok-blok
penambangan pada suatu daerah
pertambangan,
kadar
suatu
material dalam dump truck

Varians Dispersi pada Suatu Volume

Varians suatu titik (volume = 0) pada suatu volume V;

Jika Z(x) dianggap sebagai variabel terregional dengan


variogram (h), maka harga rata-rata Z(x) pada volume V,
adalah ;

1
Z = Z ( x)dx
VV

Penyebaran harga Z(x) jika kebetulan dipilih dari volume V


adalah sama dengan rata-rata kuadrat deviasi Z(x) dari
harga rata-rata
Z
V

2
1
= Z ( x) Z V dx x V
VV
2
D

Sebaran Data x dengan kadar z(x) pada


populasi V dengan kadar Z V dan sebaran
titik-titik x dan y
Z(x)

V Zv

Menurut MATHERON (1971)


Rumus

1
(0 / V ) = 2 dx ( x y )dy
V V V
2
D

Dimana x dan y adalah dua titik yang tersebar tidak


tergantung satu sama lain pada volume V. Dengan
kata lain, bahwa varians suatu titik pada suatu
volume V adalah sama dengan harga rata-rata
pada volume V.

Rumus

(0 / V ) = (V .V ) = F (V )
2
D

Harga rata-rata pada volume V dinamakan


fungsi F. Fungsi ini untuk bermacam-macam
bentuk geometrik sederhana telah dibuat
tabel dan nomogramnya

Varians suatu Volume (v) pada suatu volume V;

Diasumsikan disini bahwa V adalah kumpulan dari


volume v. Z V(x) adalah harga rata-rata dari Z(x) pada
volume yang lebih kecil v dan Z V mewakili harga ratarata Z(x) pada yang lebih besar V. Penyebaran harga
rata-rata dari volume v terhadap harga rata-rata
volume V diberikan rumus ;

2
1
2
D = (v / V ) = Z V ( x) Z V dx
VV

Sebaran volume v dengan kadar ZV pada


populasi V dengan kadar ZV
Z(x)
X
v

V Zv

MATHERON, 1971

Dengan keadaan tersebut di atas, maka rumusnya


dapat diuraikan sebagai berikut;

1
1
(v / V ) = 2 dx ( x y )dy 2 dx ( x y )dy
V V V
V V V
2
D

(v / V ) = (V , V ) (v, v)
2
D

(v / V ) = (0 / V ) (0 / v )
2
D

2
D

2
D

(v / V ) = F (V ) F (v)
2
D

Hubungan Aditivitas Krige

Dari
hubungan
yang
telah
dibahas
sebelumnya dapat diuraikan suatu teorema
penting yang secara empiris ditemukan oleh
KRIGE, 1951.
Jika diketahui v adalah besaran conto, V
blok penambangan, adalah besaran seluruh
endapan bahan galian, maka sesuai dengan
rumus dasar varians dispersi akan diperoleh
persamaan-persamaan sebagai berikut;

Pesamaan - persamaan

(v / V ) = (0 / V ) (0 / v )
2
D

2
D

2
D

(v / W ) = (0 / W ) (0 / v )
2
D

2
D

2
D

Dari kedua persamaan ini didapat hubungan ;

(v / W ) = (v / V ) (V / W )
2
D

2
D

2
D

Pengertian rumus-rumus diatas yaitu,


varians conto terhadap endapan bijih
varians conto terhadap blok ditambah
varians
blok
terhadap
endapan

bahwa
adalah
dengan
bijih.

Dalam hal ini, varians conto terhadap tubuh bijih


lebih besar daripada varians blok terhadap tubuh
bijih.

(conto / tubuh bijih) < (blok / tubuh bijih)


2
D

Hubungan
ini
disebut
VOLUME - VARIANS

2
D

juga

hubungan

Contoh

Pada suatu endapan bijih emas mungkin


akan terjadi bahwa variasi kadar emas
dalam conto yang sedikit terletak antara
0 sampai 100% (nugget), sedangkan kadar
emas dalam blok yang berdimensi
beberapa meter kubik hanya akan
memberikan variasi yang kecil (sekitar
0,1 sampai 3 gr/ton)

INTERPRETASI PROBABILIS
1. Varians Dispersi Keadaan Kontinu
VR z(y) yang diinterpretasikan sebagai suatu realisasi dari FA Z(y).
Nilai rata-rata di setiap blok vi dengan pusat xi kelihatan sebagai suatu
VA Zv(xi), dan ;

Z v ( xi ) = 1

Z
y
dy
(
)

Hal yang sama untuk ; VA Zv(x) : Zv(x) = 1/V Z(y) dy = 1/N zv (xi)
sehingga s2 (x) sebagai suatu realisasi VA S2, dengan ;

S 2 ( x) = 1

2
Z
x

Z
x
(
(
)
(
))
v i v

Lanjutan.
Varians Dispersi dari Unit v dalam V, adalah ekspekstasi
matematik dari VA S2(x), dan digunakan notasi :

D 2 ( v / V ) = E ( S 2 ( x )) = E ( 1

2
(
(
)
(
))
)
Z
x

Z
x
v i v

Catatan : Dapat dilihat bahwa VA S2 (x) dan realisasinya


s2 (x) tidak tergantung pada posisi x di V(x), sehingga D2
(v/V) tidak tergantung juga pada posisi x, tetapi hanya
tergantung dari geometri v dan V.

VARIANS DISPERSI EKSPERIMENTAL


Jika ada N nilai eksperimental (zv (xi), i = 1,2,.N) yang tersebar secara
uniform dalam V, maka ;

S2 = 1

2
(
z
(
x
)

z
)
, dengan : z = 1
v i

( xi )

Rumus tersebut tidak lain merupakan suatu realisasi s2 dari VA s2 = 1/N


(Zv(xi)-z)2, dimana ekspektasi matematik adalah varians dispersi D2 dari
variabel Zv(xi)dalam keadaan diskret dari N VA (Zv(xi), i =1,2,3,N).
Jika N VA ini jumlahnya cukup dan terutama jika dibagi dalam v hampir
uniform yang akan membentuk V dengan N unit vi, maka dapat
mempersamakan varians D2 pada varians D2(v/V) dari v dalam V. S2
kelihatan sebagai suatu estimator dari varians dispersi teoritis D2(v/V),
maka S2 dikatakan varians dispersi eksperimental dari v dalam V

Contoh Perhitungan
Suatu contoh sederhana dari penarikan dadu dengan 6 sisi. Misalkan
suatu blok penambangan V(x) diketahui berdasarkan 4 unit dimana
kadar z(x) diperoleh melalui penarikan dadu tersebut.
Distribusi nilai undian dadu adalah uniform, dengan rata-ratanya
=(1+2+3+4+5+6)/6 = 3.5 dan varians s2 = 2.92
Misalkan ada 3 blok penambangan (V(xk)), k = 1,2,3 dengan kadar
rata-rata masing-masing = 3.5, dengan masing-masing terdiri dari 4 unit
blok kecil v, yaitu ;
k=1 zv=6,3,2,3

Zv=3.5

s2=2.25

k=2 zv=6,5,1,2

Zv=3.5

s2=4.25

k=3 zv=6,2,2,4

Zv=3.5

s2=2.75

Maka varians dispersinya ;.


D 2 (v / V ) = E ( 1
=1
=1

(
(
)
(
))
Z
x
Z
x
v i v

((
(
)
(
))
E
Z
x
Z
x
v i v

= 2.92

Sehingga 3 nilai eksperimental s2=2.25 ; 4.25 dan 2.75


berfluktuasi disekitar ekspektasi teoritis
D2(v/V)=E(S2(x))=2.92

VARIANS DISPERSI TEORITS


Suatu FA functual Z(x) stationer dengan ekspektasi matematik m,
covarians C(h) dan variogram (h), maka ;

D 2 (v / V ) = E ( 1
=1

2
E

(Z

( y ) Z v ( x )) dy ), dengan v < V

( v ( y ), V ( x )) dy

Dalam hal unit v(y) yang membentuk V(x), dengan v < V, maka rumus
tersebut menjadi ;

D (v / V ) = C (v, v )
2

C (V , V )

Lanjutan
Mengingat (h) = C(0) C(h), maka rumus tersebut dapat
ditulis sebagai berikut ;

D ( v / V ) = (V , V ) ( v , v )
2

Rumus ini tetap berlaku meskipun covarians C(h) tidak


ada, karena variogram (h) tetap ditentukan yang dalam
hal ini FA Z(x) intrinsik.

PERHITUNGAN VARIANS
DISPERSI
Persamaan persamaan yang telah diuraikan
sebelumnya menunjukkan, bahwa semua varians
dispersi dapat diberikan melalui harga rata-rata (h)
dari volume kecil.
Jika blok-blok tersebut dianggap sebagai bujur
sangkar, empat persegi panjang, atau sebelumnya
sebagai garis, maka fungsi fungsi F tersebut dapat
diperoleh secara grafis atau interpolasi dari tabel.

A. FUNGSI F-LINIER (GARIS)


F(h) = (L,L) adalah harga rata-rata (x-y) pada garis L
dengan panjang h, dimana x dan y adalah dua titik pada
garis L yang tidak tergantung satu dengan lainnya.

1
( L, L) = F (h) = 2
h

h h

( x y ).dx.dy
0 0

Integrasi ini didekati dengan sumasi dari h sebanyak I


bagian kecil (segmen) sepanjang garis L tersebut,
sehingga berikut ;
H = I. h

Lanjutan..
h
h

Xi

X1

Garis L
y1

y2

y3

y4

y5

y6

Selanjutnya didapat ;

1
F (h) =
( I . h ) 2

1
( xi y i ). h. h = 2

I
i =1 j =1

(x
i =1 j =1

yj)

Untuk I=6 akan memberikan matriks I.h


sebagai berikut ;
X1

X2

X3

X4

X5

X6

X1

X2

X3

X4

X5

X6

Dalam hal jarak segmen tersebut dibuat sama (dengan


memperlihatkan simetri matriks tersebut di atas), maka
didapat :
2.(5.1h)

2(I-1).1h

2.(4.2h)

2(I-1).2h

2.(3.3h)

2(I-1).3h

2.(2.4h)

2(I-1).4h

2.(1.5h)

2(I-1).5h

2.(0.6h)

2(I-1).6h

Atau secara umum ; 2 (I-i).h


Sehingga diperoleh rumus penjumlahan sebagai berikut ;

2
F (h) = 2
I

( I i ). (i. h )
j =1

Untuk h=0,6 dan I=6, maka h=0.1 selanjutnya


i

I-I

i.h

(i.h)

(I-i). (i.h)

0.1

0.150

0.750

0.2

0.296

1.184

0.3

0.436

1.308

0.4

0.568

1.136

0.5

0.688

0.688

0.6

0.792

0.000
5.066

F (0, 6) =

2
.5, 066 = 10.135 = 0.281
2
36
6

Untuk h=0,6 dan I=12, maka h = 0,05


i
I-I
i.h
(i.h) (I-i). (i.h)
selanjutnya
1

11

0.05

10

0.10

0.15

0.20

0.25

0.30

0.35

0.40

0.45

10

0.50

11

0.55

12

0.60

0.792
20.682

2
F (0, 6) = 2 .20.682 = 41.364
= 0.287
144
12

Lanjutan.
Perhitungan integral tersebut di atas dapat digantikan dengan
penjumlahan, jika segmen h diperkecil atau harga I
diperbesar (I>20). Dari tabel fungsi F-linier (untuk garis) atau
dari grafik fungsi F-linier didapat harga F90,6) adalah 0,289
Grafik fungsi bantu F(h) untuk garis dapat dilihat pada Gambar
7.1, sedangkan untuk bidang F(h,l) ditampilkan pada Gambar
7.2 dan Tabel 7.1

Contoh Perhitungan Varians Dispersi


Disuatu tambang nikel dibuat blok-blok penambangan dengan
dimensi 5x5m2. Akan dihitung VARIANS DISPERSI untuk blokblok tersebut dalam waktu dua bulan penambangan dengan
luas 50x100m2. Ketebalan rata-rata bijih nikel tersebut 10m
Data lain yang diketahui yaitu Variogram Ketebalan bijih yang
terdiri dari dua Variogram Model MATHERON ;

( h ) = 1 ( h ) + 2 ( h ), dengan ;
a1 = 150 m

C1 = 8.5 m 2

a 2 = 1400 m

C1 = 12.7 m 2

Sketsa Gambar Permasalahan


5
5

I = 100m

h = 50m

Perhitungan
D2 (r / R) = ( R, R) (r , r ) LLLLLLL Rumus Baku
= 1 ( R, R ) + 2 ( R, R ) 1 ( r , r ) 2 ( r , r )
h

a1

= 50

maka ;
F (0,333

150

= 0,333LL l

0, 667

a1

= 100

150

= 0, 667

) = 0,375LLL Lihat pada Tabel or Grafik Fungsi F

Didapat ;

1 ( R, R) = C1.0,375 = 3,19

Lanjutan
D2 (r / R) = ( R, R) (r , r ) LLLLLLL Rumus Baku
= 1 ( R, R ) + 2 ( R, R ) 1 ( r , r ) 2 ( r , r )
h

a1

= 50

maka ;
F (0, 036

1400

= 0, 036 LL l

a1

= 100

1400

= 0, 071

) = 0, 044 LLL Lihat pada Tabel or Grafik Fungsi F


0, 071

Didapat ;

1 ( R, R) = C1.0, 044 = 0,56

Lanjutan
D2 (r / R) = ( R, R) (r , r ) LLLLLLL Rumus Baku
= 1 ( R, R ) + 2 ( R, R ) 1 ( r , r ) 2 ( r , r )
h

a1

= l

maka ;
F (0, 033

a1

=5

150

= 0, 033LL

) = 0, 026 LLL Lihat pada Tabel or Grafik Fungsi F


0, 033

Didapat ;

1 ( R, R) = C1.0, 026 = 0, 22

Lanjutan..
D2 (r / R) = ( R, R) (r , r ) LLLLLLL Rumus Baku
= 1 ( R, R ) + 2 ( R, R ) 1 ( r , r ) 2 ( r , r )
h

a1

= l

a1

=5

1400

= 0, 0036 LL

maka ;
F (0, 0036

) = 0, 000 LLL Lihat pada Tabel or Grafik Fungsi F


0, 0036

Didapat ;

1 ( R, R) = C1.0, 000 = 0, 0

Maka Nilai Varians Dispersi..


D2 (r / R) = ( R, R) (r , r ) LLLLLLL Rumus Baku
= 1 ( R, R ) + 2 ( R, R ) 1 ( r , r ) 2 ( r , r )
= 3.19 + 0.56 + 0.22 + 0.0
= 3.53m

Hasil perhitungan ini diperoleh standar deviasi ketebalan


adalah

3.53 = 1.88m

Sehingga simpangan volume blok menjadi.


1,88 x 5 x 5 = 46.9 m2

Anda mungkin juga menyukai