Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASI


SEMESTER III TH 2016/2017

JUDUL
PAM-TIME-MULTIPLEX (PAM-t-MUX)

GRUP
02

3D
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2016

PEMBUAT LAPORAN : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

NAMA PRAKTIKAN

1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

TGL. SELESAI PRAKTIKUM

:...........................

TGL. PENYERAHAN LAPORAN : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

N I L A I

:..........

KETERANGAN

: .................................................
..................................................
..................................................

PAM TIME MULTIPLEX (PAM-T-MUX)


I.

II.

III.

TUJUAN

Mengerti fungsi dan prinsip kerja dari PAM time multiplex system.
Memperbaiki kesalahan kesalahan yang di akibatkan kesalahan pengaturan dari

posisi pulsa sampling.


Menunjukkan cross talk yang diakibatkan oleh kanal yang berdekatan.
Menentukan kelebihan dan kekurangan dari sistem PAM time multiplex.

DIAGRAM RANGKAIAN

ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN

No.
Alat
Jumlah

1
DC Power Supply 15 V
SO 3538-8D
1

2
clock generator
SO 3537-8C
1

3
Pulse Amplitude Modulator
SO 3537-7G
2

4
Pulse Amplitude Demodulator SO 3537-7H
2

5
Universal Counter
HP-5314 A
1

6
Function Generator
GW-INSTEK GFG-9210
2

7
Oscilloscope
GW-INSTEK GOS-653G
1

8
BNC to Banana Cable
4

9
Banana to Banana Cable
4

10
Jumper plug-in besar
15

IV.

DASAR TEORI
Agar lebih efisien dalam mentransmisikan beberapa sinyal secara serempak
dalam satu saluran transmisi maka kita kenal metoda atau sistem multiplex. Sistem
Multiplex dapat menggunakan multiplex frekuensi atau waktu. Multiplex waktu
digunakan pada apa yang kita kenal dengan transmisi digital.
Fungsi waktu Sn (t), untuk sampling transmisi ditentukan oleh internal waktu
Tp. Menurut teorema sampling.
Sebagai contoh dapat digambarkan bentuk rangkaian Switch Electronic
dengan frekuensi Clock Fp. Sampling Amplitudo dari sumber sinyal, secara berturutturut dihubungkan ke saluran transmisi. Pada penerimaan akhir switch distribusi tadi
secara terus-menerus di sinkronisasi dengan frekuensi clock fp (keduanya pada waktu
dan phase). Selanjutnya sinyal multiplex disambungkan pada masing-masing kanal
(bermultiplex). Sistem ini merupakan gambaran secara sederhana dari bentuk
transmisi multiplex waktu, pengertian ini dikenal sebagai PAM Time Multiplex (PAM
T MUX).

Karakteristik transmisi dari saluran PAM ditentukan oleh faktor kualitas dari
band filter maupun efisiensi dari sampling danmultiplexing. Komponen- komponen
frekuensi yang berada di luar bandwidth pemancar dan tidak mengalami penekanan
(suppressed), menghasilkan intermodulasi dimana tidak dihilangkan oleh band filter.
Pada penerima akan terdengar sebagai noise interference. Kerusakan ini terutama
disebabkan sampling dan multiplexen akibat crosstalk antara kanal kanal.

Kualitas transmisi menjadi berkurang sesuai dengan panjang saluran di PAM.


Untuk mengurangi hal ini, maka diperlukan repeater, untuk memperbaiki sinyal to
noise ratio dan pengaruh interferensi sepanjang saluran.
Pada percobaan ini dibuat saluran PAM dengan menggunakan 2 kanal
pembicaraan. Pada output PAM dapat dihubungkan bersama dengan clock generator
sengan perubahan AP, dimana posisi pulsa sampling dapat digeser antara kanal yanbg
satu dengan yang lainnya. Hal ini demungkinkan untuk memperbaiki kesalahan yang
di akibatkan oleh sampling yang dibuat.

V.

LANGKAH PERCOBAAN
1. Menyusun rangkaian seperti pada diagram rangkaian di bawah ini

2. Menghubungkan function generator ke masing masing PAM modulator :


- Untuk Kanal A : menggunakan gelombang segitiga 2 Vpp, pada 300 Hz.
- Untuk Kanal B : menggunakan gelombang sinusoida 2 Vpp, pada 150 eHz.
Kemudian menggambar kedua kanal input 1 dan input 2.
3. Mengatur frekuensi sampling dari clock generator A1 dan B1 pada 8 KHz.
tp ) hingga
- Mengatur pergeseran pulsa sampling (dengan memutar
didapatkan posisi kedua pulsa hingga paling jauh. Gambar hasilnya pada output
clock generator (A1) dan (B1).
4. Menunjukan sinyal dalam saluran transmisi (3) dan sinyal input kemudian
menggambar sinyal keluaran tersebut.

5. Menunjukan sinyal input kanal 1 (1) dan output kanal 1 (4). Kemudian menggambar
hasilnya.
6. Mengatur tp dari minimum dan maksimum.
7. Dalam pengukuran, matikan salah satu kanal Karena kualitas transmisi dalam sistem
multiplex adalah diukur seberapa besar crosstalk. Kemudian menggambarkan output
kanal (4) dan output kanal 2 (5).
8. Menghubungkan input kanal 2 (2) ke Ground (Nol). Dan gambarkan output kanal 2.

VI.

DATA PERCOBAAN

1. Gambar diatas adalah TP1 dan TP2. Pada TP1 yaitu muncul sebuah gelombang
segitiga yang sudah diatur frekuensi inputnya adalah sebesar 300 Hz dengan
tegangan puncak ke puncak sebesar 2 Vpp.
Dan hasilnya adalah :
Diketahui: V/div = 1 V
T/div = 0,5 ms
Maka,
Ampitudo: 1,8 kotak . 1 V = 1,8 Vpp
T
:
6,8 (perioda) . 0,5 ms = 3,4 ms
F
:
1/T = 1/3,4 ms = 0,29 KHz
Kemudian pada TP2 yaitu muncul sebuah gelombang sinusoida yang sudah diatur
frekuensi inputnya adalah 30 Hz dan mempunyai tegangan puncak ke puncak
sebesar 2 Vpp.

Dan hasilnya adalah


Diketahui: V/div = 1 V
T/div = 1 ms
Maka,
Amplitudo: 2,5 kotak . 1V = 2,5Vpp
T
:
7(perioda) . 1 ms = 7 ms
F
:
1/T = 1/7 = 0,142 KHz

2. Pada gambar diatas terdapat 2 buah gambar sinyal yaitu TP A1 dan TP B1 kedua
gambar tersebut adalah gelombang output yang merupakan sinyal yang dibagi
berdasarkan waktu dari clock generator. Pengaturan frekuensi sampling dari clock
generator A1 dan B1 adalah sebesar 8 KHz.
TPA1
Diketahui:

V/div = 2 V
T/div = 50 s

Maka,
Amplitudo: 2,5 kotak . 2 V = 5 Vpp
4

T:

2,4 (perioda) . 50 s = 1,2 . 10

F:

4
1/T = 1/1,2 . 10

TPB1
Diketahui:

= 8 Khz

V/div = 2 V
T/div = 50 s

Maka,
Amplitudo: 2,5 kotak . 1V = 5 Vpp

T:

2,4 (perioda) . 50 s = 1,2 . 10

F:

4
1/T = 1/1,2 . 10

= 8 Khz

3. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, TP1 merupakan sinyal input dengan bentuk

segitiga yang memiliki tegangan 2 VPP dan frekuensi sebesar 300 Hz. Sedangkan
TP3 merupakan hasil dari prose dari multiplexing, yaitu pengiriman data dengan
mencampur data berdasarkan waktu sinyal data tersebut dikirimkan. Digunakan untuk
transmisi sinyal digital, bit data dari terminal secara bergantian diselipkan diantara bit data
dari terminal lain.

4. TP1 adalah input dari kanal 1 dan TP4 adalah output dari kanal 1 yang telah
dipengaruhi oleh filter. Filter adalah sebuah rangkaian yang dirancang agar
melewatkan suatu pita frekuensi tertentu seraya memperlemah semua isyarat di luar
pita ini. Pengertian lain dari filter adalah rangkaian pemilih frekuensi agar dapat
melewatkan frekuensi yang diinginkan dan menahan ( couple ) / membuang (by
pass) frekuensi lainnya.

Kemudian pada kedua gambar pada TP4 adalah kedua sinyal tp minimum dan tp
maksimum dari kedua gambar sinyal tersebut memiliki distorsi yang lumayan
mengganggu sinyal tersebut. Distorsi adalah sebuah gangguan yang terjadi pada
sebuah sinyal dan gelombang.

5. Kualitas transmisi dalam sistem multiplex adalah diukur seberapa besar crosstalk.
Crosstalk yaitu terjadi akibat coupling antar dua jalur sinyal yang tidak diinginkan.
Dari hasil sinyal kedua pada TP5 terdapat kualitas transmisi buruk, masih banyak
terdapat distorsi. Meskipun input kanal 2 (TP2) dilepas, arus pada output kanal 2
(TP5) tetap ada.

Namun ketika input kanal 2 (TP2) diberikan nilai ground, sinyal pada output 2
(TP5) menunjukkan tidak ada arus yang mengalir.
VII.

KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
Fungsi dan cara kerja dari PAM time multiplexing adalah menyatukan beberapa kanal
dari PAM menjadi 1 saluran dengan multiplex fungsi waktu guna mengefisiensikan
jumlah saluran yang tersedia serta waktu yang digunakan dalam mentransmisikan

suatu sinyal.
Untuk mengurangi kesalahan kesalahan pada sistem multiplex ini maka jarak
periode waktu antara sinyal

VIII.

- sinyal sampling diatur hingga mencapai titik

terjauhnya.
Jika kedua kanal mempunyai jarak yang berdekatan maka pada sisi output atau

penerima akan terdapat distorsi pada sinyak yang dihasilkan.


Menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi.
Menggunakan kapasitas saluran semaximum mungkin.

REFERENSI
Pulse Amplitudo Modulation (PAM) adalah bentuk sederhana dari modulasi pulsa.
Teknik ini mengirimkan data dengan memvariasikan tegangan atau kekuatan amplitudo
pulsa individu dalam urutan waktunya pulsa elektromagnetik. Dengan kata lain, data yang

akan dikirim dikodekan dalam amplitudo dari serangkaian pulsa sinyal. PAM dapat juga
digunakan untuk menghasilkan modulasi pulsa tambahan.

Amplitudo pulsa mungkin dalam modulasi pulsa amplitudo dapat tak terbatas. Ini
adalah kasus dengan modulasi amplitudo pulsa analog. Sebuah modulasi pulsa amplitudo
2 tingkat menyebabkan sinyal yang dihasilkan menjadi didigitalkan sementara modulasi
pulsa amplitudo 4 level memiliki 22 kemungkinan amplitudo pulsa diskret. Sebuah
modulasi pulsa amplitudo 8-tingkat memiliki 23, dan 16-tingkat modulasi pulsa
amplitudo memiliki 24 amplitudo pulsa diskret.
Mengenai berbagai amplitudo modulasi pulsa, beberapa sistem menjaga setiap pulsa
amplitudo berbanding lurus dengan amplitudo modulasi sinyal sesaat pada saat terjadinya
pulsa. Dalam sistem modulasi pulsa amplitudo lain, sebaliknya benar - yaitu, berbanding
terbalik dengan amplitudo modulasi-sinyal sesaat pada saat terjadinya pulsa. Pada sistem
modulasi pulsa amplitudo lain, amplitudo tergantung pada faktor-faktor tambahan yang
berhubungan dengan sinyal modulasi, seperti frekuensi seketika dan fase, yang mungkin
berbeda dari kekuatannya.
Namun, dalam aplikasi telekomunikasi praktis, pulsa modulasi amplitudo adalah
teknologi jarang digunakan, karena telah superceded dengan teknik lain seperti modulasi
pulsa posisi dan modulasi kode pulsa. Selain itu, teknologi yang disebut modulasi
amplitudo quadrature secara luas digunakan dalam telepon modem dengan kecepatan
transfer data lebih dari 300 Kbps.
Bentuk murni dari suatu sinussoida signal analog tidak perlu dikirimkan murni
seperti asalnya, tapi cukup dikirimkan sample-nya saja yang dibuat pada waktu tertentu
(setiap interval 125 ms), periodik terus menerus. Untuk itu signal sinusoida amalog disampling setiap interval 125 ms. Hasil dari pengubahan bentuk signal analog secara
sampling akan menghasilkan signal PAM.

Multiplexing : rangkaian yang memiliki banyak input tetapi hanya 1 output dan dengan
menggunakan sinyal-sinyal kendali, kita dapat mengatur penyaluran input tertentu kepada
outputnya, sehingga memungkinkan terjadinya transmisi sinyal yang banyak melalui
media tunggal. (penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke dalam 1 saluran
komunikasi).
Keuntungannya :
host hanya butuh satu port I/O untuk n terminal
hanya satu line transmisi yang dibutuhkan
menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi
memanfaatkan sumberdaya seefisien mungkin
Menggunakan kapasitas saluran semaximum mungkin.
Karakteristik permintaan komunikasi pada umum- nya memerlukan penyaluran data
dari beberapa terminal ke titik yang sama.