Anda di halaman 1dari 5

PIDATO MILAD MUHAMMADIYAH KE-93

Assalamu'alaikum wr. wb.


Alhamdulillah Muhammadiyah telah memasuki usia 92 tahun dalam
hitungan tahun hijriyah atau 90 tahun dalam hitungan tahun
miladiyah. Usia yang mendekati satu abad itu merupakan anugerah
Allah SWT., sekaligus sebagai bukti dari amanah dan kepercayaan
masyarakat kepada Muhammadiyah dalam menjalankan misi dakwah
amar ma'ruf nahi munkar di persada negeri ini.
Banyak hal telah dirintis dan dikhidmadkan Muhammadiyah untuk
umat dan bangsa melalui amal usaha dan amalan-amalan dakwahnya
untuk kemajuan. Ada pula hal-hal yang belum tergarap dengan baik
dan masih menjadi tantangan Muhammadiyah untuk dilaksanakan
melalui misi dakwahnya. Berbagai rintanganpun telah banyak dilalui
oleh Muhammadiyah dalam rentang usia yang panjang itu. Namun
harapan yang paling besar untuk tahun-tahun ke depan ialah
bagaimana gar Muhammadiyah yang sama-sama kita cintai ini dapat
terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih maju sehingga dapat
membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya sebagaimana
yang dicita-citakan.
Dalam usia yang cukup panjang itu, Muhammadiyah memiliki tekad
yang tinggi untuk menjadi ramatan lil alamin di muka bumi ini. Misi
Muhammadiyah tersebut ditorehkan sebagai panggilan mulia untuk
senantiasa mengikuti jejak Nabi Muhammadi saw. yang menjadi
rujukan gerakan Muhammadiyah, sebagaimana firman Allah SWT. :
"Dan tiadalah Kami mengutus engkau (muhammad) kecuali untuk
(menjadi) rahmat bagi sekalian alam" (QS. Al-Anbiya' : 107).
Di tengah memperingati Milad ke-92 ini, Muhammadiyah sungguh
prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Selain krisis ekonomi dan
politik yang belum kunjung reda, kita juga dihadapkan pada berbagai
musibah seperti tabrakan kereta api yang beruntun dan banjir yang
yang meluas di Jakarta serta sejumlah daerah. Musibah demi musibah
tersebut tentu tidaklah berdiri sendiri dan terjadi secara tiba-tiba.
Sebagai kaum beriman, setiap musibah tentu harus kita sikapi dengan
sabar dan ikhtiar, seraya tawakal kepada Allah sesuai pesan agama
kita "inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (QS. Al-Baqarah 155-156).
Tetapi, musibah-musibah nasional tersebut tentu perlu manjadi bahan
muhasabah atau perenungan dan intropeksi diri. siapa tahu telah
banyak melalukan kelalaian, kekeliruan, dan kesalahan dalam
mengolah kehidupan yang diamanatkan. Siapa tahu bahwa banyak
kesalahan-kesalahan pemikiran, pendekatan, dan cara-cara dalam
mengurus kepentingan-kepentingan bangsa dan tanah air tercinta ini,
sehingga menimbulkan kerusakan demi kerusakan di berbagai lini
kehidupan.
Kita sebagai bangsa berkaca pada diri sendiri, banyak kemungkinan
bahwa krisis dan musibah ini terkait dengan kesalahan-kesalahan fatal
dalam mengurus kehidupan ini. Dalam hal ini selakuk bangsa yang
beriman, perlu menghayati pesan allah dalam Al-Qur'an yang berbunyi
:
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena
perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka
sebagian (akibat) perbuatan mereka, agar kembali (ke jalan yang
benar)" (QS. Ar-Rum : 41).
Dalam ayat lain Allah berfirman : "Dan jika kami hendak
membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orangorang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi
mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah
sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami),
kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya" (QS. AlIsra 16). Namun sayang, banyak orang-orang yang melakukan
kerusakan, seringkali tidak menyadarinya, bahkan mereka merasa
sedang membangun sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an yang
artinya : "Dan bila dikatakan kepada mereka, janganlah kamu
membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab : sesungguhnya
kami orang-orang yang mengadakan perbaikan" (QS. Al-Baqarah 11).
Kita juga petut prihatin, bahwa di tengah krisis yang melanda bangsa
kita yang sudah berlangsung sekitar lima tahun ini, masih tampak
lemahnya "sense of crisis", rasa prihatin berada dalam suasana krisis.
Pola hidup mewah, tidak bersungguh-sungguh, kebiasaan bermainmain narkotika, ribut dalam urusan-urusan yang tidak perlu, sikap
mementingkan diri dan kelompok sendiri, dan kesan tidak prihatin

masih tampak dalam pemandangan sehari-hari baik dimasyarakat


maupun para elit dan pengambilan kebijakan. Padahal, negeri ini
laksana kapal yang tengah oleng, yang memerlukan i'tikad dan
kesungguhan luar biasa dari seluruh komponen bangsa untuk
menyelamatkannya.
Kita juga prihatin dengan makin melemahnya kepercayaan dan
keteladanan dari institusi-institusi dan tokoh-tokoh wibawa, sehingga
umat dan masyarakat luas seakan kehilangan induk dan penunjuk jalan
ke arah yang lebih mencerahkan. Krisis kepercayaan dan keteladanan
itu bukanlah masalah sepele, karena akar dari runtuhnya bangunan
masyarakat biasanya dimulai dari krisis akhlaq atau moral. Krisis
akhlaq akan melahirkan prilaku-prilaku tidak amanah, dusta, batil, dan
menyimpang atau menyeleweng. Tidak mekar lagi sikap sidiq,
amanah, tabligh, dan fathonahyang menjadi bingkai dan corak
perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Akibatnya, krisis demi krisis terus datang silih berganti, sehingga yang
sudah terbangun dengan baikpun akan rusak kembali. Sebaik apapun
tatanan yang dibangun, tetapi jika moral manusianya rusak atau
lemah, maka akan runtuh pulalah sistem yang baik itu.
Karena itu, bersamaan dengan milad Muhammadiyah ke-92 ini,
Muhammadiyah melakukan panggilan moral untuk semua pihak
termasuk warga dan pimpinan Muhammadiayh sendiri.
1. Marilah kita bangun tekad dan ikatan persaudaraan yang
kokoh disertai upaya-upaya menyatukan kekuatan untuk
menyelesaikan masalah-masalah bangs asecara istiqamah,
obyektif, dan tersistem sehingga ada jalan terrang keluar
dari krisis.
2. Mari kita praktikkan pesan amar ma'ruf nahi munkar dalam
seluruh lini kehidupan, termasuk dalam memberantas segala
bentuk KKN dan hal-hal lain yang fasad (rusak) di tubuh
bangsa inisebagai itikad dan usaha bersama dari seluruh
komponen bangsa.
3. Mari kita melakukan usaha-usaha ishlah (perbaikan) secara
bersungguh-sungguh, termasuk untuk tidak lagi mengulangi
kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa yang membuat
runtuhnya kehidupan di tubuh bangsa dan negara tercinta
ini.
4. Mari kita memasyarakatkan secara luas pola dan sikap hidup
sederhana, jujur, terpercaya, bertanggung jawab, istiqamah,
kata sejalan dengan tindakan, dan perilaku-perilaku uswah
hasanahsebagai basis kesalihan bermu'amalah dalam
kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
5. Mari kita kembangkan usaha-usaha bersama untuk
pendidikan pencerahan di tubuh bangsa ini, sehingga setiap
anak bangsa memiliki bekal keyakinan, kepribadian,
kemampuan-kemampuan yang kokoh untuk membangun
kehidupan yang berkeadaban sebagaimana cita-cita
masyarakat muslim yang sebenar-benarnya.
6. Mari kita tingkatkan kualitas kegiatan dan amal usaha
majukan persyarikatan di setiap tingkatan dan lingkungan
sehingga Muhammadiyah yang sama-sama kita cintai ini
tumbuh mekar sebagai Gerakan Islam yang benar-benar
memancarkan rahmatan lil 'alamin.
Marilah kita berdo'a kepada Allah, agar kita senantiasa diberikan
anugerah keselamatan hidup di dunia dan akhirat, dimasukkan ke
dalam syurga jannatun na'im dan dijauhkan dari siksa api neraka.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan ridha dan karunia-Nya
kepada kita. Amin ya rabbal 'alamin.
Nasrun minallah wa fathun qarib.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Pidato Gerakan Akhlak Muhammadiyah

Assalamu alaikum warahmatulahi wabarakatuh.


Yth. .
Yth.
Saya akan mengawali pidato saya dengan membacakan sebuah hadits
sahih yang termuat dalam Musnad Ahmad yang diriwayatkan
dari Jabir bin Samurah ra; bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang
paling baik akhlaknya.
Sejalan dengan hadits tersebut, 100 tahun yang lalu KH. Ahmad
Dahlan juga menyatakan bahwa beliau akan terus berjuang untuk
menegakkan akhlak dan moral yang sudah bengkok.
Beliau sadar betul bahwa salah satu kemunduran umat Islam adalah
disebabkan oleh kemerosotan akhlak umatnya sehingga penuh
ketakutan seperti kambing dan tidak lagi memiliki keberanian seperti
harimau.
Bapak, Ibu yang berbahagia.
Fenomema moral yang sudah bengkok sebagaimana yang disebutkan
oleh KH. Ahmad Dahlan, sampai sekarang masih terjadi dan semakin
parah. Kami seringkali menonton berita di tv atau membaca berita di
koran, betapa banyak pemuda,remaja dan bahkan pelajar yang
terjerembab dalam kehidupan hedonis, hura-hura, pergaulan bebas,
narkoba, tawuran dan berbagai tindak kekerasan lainnya.
Guru kami pernah bilang, senakal-nakalnya pelajar jaman dahulu, tapi
tidak ada yang berani pada gurunya. Tapi sekarang, banyak
diberitakan media, ada pelajar yang tidak lagi hormat dan sungkan
pada gurunya. Bahkan ada yang tega mengeroyok gurunya hingga
babak belur hanya karena tidak suka perbuatannya ditegur.
Bapak, Ibu yang dirahmati Allah SWT
Salah satu penyebab dekadensi atau kemerosotan moral ini adalah
tiadanya keteladan.
Mungkin ada yang berkata, Bukankah Nabi Muhammad SAW adalah
sebaik-baik teladan?. Betul sekali.
Hanya saja, berapa waktu yang diberikan kepada kami untuk
mengenal beliau ?
Kami mengenal beliau, kisah-kisah para Nabi lainnya, sahabat dan
keluarga Nabi, ataupun tokoh tokoh Islam lainnya hanya dalam
pelajaran agama Islam. Itupun tidak setiap hari kami dapatkan.
Padahal serbuan informasi dan gempuran nilai-nilai amoral tidak
hanya menyerbu rumah kami melalui televisi, tapi sudah merasuk ke
dalam tas dan kantong saku kami dalam bentuk netbook dan
smartphone.
Bapak, Ibu sekalian
Generasi kami sekarang lebih familiar dengan facebook dan twitter
daripada kitab suci al Quran.
Generasi kami lebih akrab dengan blackberry messenger, whats app,
dan we-chat dibanding dengan pesan-pesan hikmah dari para asatidz.
Janganlah heran kalau kemudian banyak remaja dan pelajar lebih
mengidolakan artis luar negeri ketimbang Nabinya sendiri. Banyak
remaja kita yang akhirnya jatuh pingsan karena rela berjejal demi
sebuah konser penyanyi idola mereka.
Akhirnya, kecintaan pada dunia yang diajarkan oleh nilai-nilai
kapitalis global telah membuat pemuda dan pelajar terkikis rasa malu
dan makin jauh dari Islam.
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT.
Pergerakan Muhammadiyah harus berperan lebih besar untuk
menyelamatkan bangsa dan umat Islam Indonesia.
Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah harus merangkul kembali
anak muda Islam dengan media-media alternatif. Sudah saatnya
Muhammadiyah mengontrol sinetron, berita dan entertainment media
yang menyuguhkan kekerasan dan ketidak santunan dalam berbicara.
Bila perlu Muhammadiyah membuat sebuah televisi alternatif yang
lebih manusiawi dan Islami.
Sebagai gerakan
Dakwah
Amarmaruf
Nahi
munkar,
Muhammadiyah hendaknya menerapkan strategi dakwah yang tepat
untuk mengakrabkan kembali generasi muda muslim dengan Nabinya
dan tokoh tokoh Islam. Agar muncul rasa cinta dan bangga untuk
meneladani mereka, bukan malah malu mengikuti langkah mereka.

Sebagai gerakan Tajdid (Gerakan Reformasi), Muhammadiyah


sudah saatnya juga memikirkan pembaharuan dalam sistem berbangsa
dan bernegara kita, yang hendaknya mengutamakan keteladanan.
Pada tataran praktis, dukungan penuh pada pemberantasan korupsi di
Indonesia harus menjadi mainstream gerakan Muhammadiyah.
Pengurus dan Aktivis Muhammadiyah harus dikenal secara luas
sebagai orang-orang yang Jujur dan Bersih.
Pada tataran ideologis, pendidikan karakter harus dikembangkan di
setiap level pendidikan dan pengkaderan pergerakan Muhammadiyah.
Semua murid dan
Bapak, Ibu yang dirahmati Allah SWT
Kami sangat rindu bangsa ini kembali dikenal sebagai bangsa yang
besar.
Kami sangat memimpikan umat Islam kembali bangkit dan bersinar.
Tapi hal tersebut hanya bisa tercapai bila umat Islam Indonesia terbina
akhlaknya dengan baik.
Semoga Pergerakan Muhammadiyah tetap terdepan memajukan
akhlak umat Islam Indonesia.
Wassalamualaikum warhamutllahi wabarakatuh
Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam
BAB
I
Pendahuluan
1.1 Pendahuluan
Dalam perkembangan zaman dari sejak dulu sampai sekarang, banyak
sekali hal-hal yang dilakukan umat manusia, khususnya umat islam
yang mulai melenceng dari agama. Seperti yang kita semua kenal,
sesajen merupakan hal yang lumrah yang sering kita dengar, yang
sering dilakukan orang-orang untuk menyembah dan meminta apa
yang diharapkannya.Maka dari itu, banyak hal yang dilakukan oleh
sosok KH.Ahmad Dahlan, antara lain factor intern (factor dalam)
dan extern (factor luar). Factor dalam umat dan masyarakat kita yang
diliputi bidah, khurafat, tahayul, jumud, dan taasub; factor luar
adanya penjajahan dan usaha-usaha kristenisasi, yang akibatnya
kemerosotan dan kemunduran total bangsa Indonesia.
Dengan Pemikirannya yang sangat luas KH.Ahmad Dahlan
membentuk sebuah organisasi yaitu bernama Muhammadiyah.
Persyerikatan Muhammadiyah yang didirikan pada tanggal 8
Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912 M di Kauman Yogyakarta
Menurut asal katanya diambil dari bahasa arab yang berarti
Muhammad adalah nama rasul terakhir Muhammad saw, iyah
berarti pengikut, jadi muhammadiyah adalah pengikut Nabi
Muhammad saw. Dengan kata lain Muhammadiyah itu adalah umat
islam yang hidup dan kehidupannya mengikuti, mencintai dan
menghidupkan sunnah, tuntunan dan pelajaran serta melangsungkan
usaha Dawah Islam Amar Maruf Nahi Munkar.Muhammadiyah
sebagai gerakan dakwah, maka muhammadiyah berhadapan dengan
tantangan cultural. Suatu hal tak perlu ditanyakan lagi , bahwa
tantangan itu berasal dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
(IPTEK) yang pesat yang banyak membawa perubahan, boleh dikata
dalam semua lapangan kehidupan.
Muhammadiyah dikenal sebagai Gerakan Dakwah Islam, Amar
Maruf Nahi Munkar(memerintahkan kebajikan/kebaikan dan
mencegah kemungkaran atau apa saja yang diingkari dan ditolak oleh
islam). Penegasan seperti ini jelas menggambarkan komitmen
Muhammadiyah terhadap Surat Al-Imran ayat 104, suatu ayat yang
menjadi factor utama yang melatarbelakangi berdirinya perjuangan
gerakan Muhammadiyah. Berdasarkan ayat tersebut Muhammadiyah
meletakkan khittah atau strategi dasar perjuangannya, yaitu Dakwah
(menyeru, mengajak) Islam Amar Maruf Nahi Munkar dengan
masyarakat sebagai medan/kancah perjuangannya.
Muhammadiyah berkiprah ditengah-tengah masyarakat bangsa
Indonesia dengan membangun berbagai amal usaha yang benar-benar
dapat menyentuh hajat orang banyak semacam berbagai ragam
lembaga pendidikan dari sejak Taman Kanak-kanak, hingga Perguruan
Tinggi, membangun sekian banyak Rumah Sakit, Panti Asuhan, dsb.
Seluruh amal usaha diadakan dengan niat dan tujuan yang tunggal,
yaitu dijadikan sarana dan wahana dakwah islam sebagaimana yang
diajarkan oleh Al-Quran dan As-sunnah Shahihah.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dakwah ?

2.
3.
4.

Apa tujuan dakwah islamiyah ?


Bagaimana sifat dakwah kepada orang yang sudah masuk islam .
Bagaimana Sifat dakwah kepada orang yang belum masuk islam.

1.3 Tujuan Penulisan


1.
Untuk mengetahui apa tujuan dakwah
2.
Untuk mengetahui apa tujuan dakwah islamiyah
3.
Untuk mengetahui bagaimana sifat dakwah kepada orang yang
sudah masuk islam
4.
Untuk mengetahui bagaimana sifat dakwah kepada orang yang
belum masuk islam
BAB
II
Pembahasan
2.1 definisi dakwah
Menurut syekh Ali Mahfudz dalam kitab Hidayat al-Mursyidin
mendifinisikan dakwah islamiyyah adalah sebagaiberikut upaya
membawa (mendorong) manusia kepada kebajikan, petunjuk
danbimbingan-bimbingan (ilahiah), beramar Maruf nahi munkar,
untuk menggapai keberhasilan hidup dunia dan akhirat.
Dalam kaitan ini,kajian tentang esensi dakwah diarahkan kepada
telaah atas beberapa ayat penting yang berkaitan dengan dakwah dan
sering menjadi acuan dari gerakan Muhammadiyah maupun ortomnya,
yaitu Q.S Ali Imran[3]:104
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari
yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.
Ayat di atas membicarakan bagaimana menegakkan dan memeliharan
masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada allah yakni dengan
jalan dakwah dan amar maruf nahi mungkar. Maka pembahasan ayat
ini biasanya mencakup tentang cukupan kewajiban dakwah,materi
dakwah,langkah-langkah dakwah, dan tujuan akhir dakwah islam
2.3 Pengembangan Konsep Dakwah Muhammdiyah
Sebagai gerakan dakwah yang multidimensi, muhammadiyah
senantiasa melakukan revitalisasi sebagai upaya penguatan terus
menerus langkah-langkah dakwah, baik secara kualitifmaupun
kuantitatif menuju terwujudnya cita-cita dan tujuan muhammdiyah,
yaitu masyarakat islam yang sebenar benarnya.
Muhammdiyah memandang bahwa dakwah memiliki pengertian yang
luas, yakni dengan tujuan untuk mengajak seseorang atau sekelompok
orang(masyarakat) agar memeluk dan mengamalkan ajaran islam
kedalam kehidupan nyata.
2.4Tujuan dakwah Islamiyah secara proporsional meliputi tiga
sasaran yaitu:
1. Agar supaya umat manusia menyembah kepada Allah, tidak
mempersyarikatkan-Nya dengan sesuatu, dan tidak
menyembah Tuhan selain Allah semata-mata.
2. Agar supaya umat manusia bersedia menerima islam
sebagai agamanya, memurnikan keyakinan, hanya mengakui
Allah sebagai Tuhannya, membersihkan jiwanya dari
penyakit nifaq dan selalu menjaga amal perbuatannya agar
tidak bertentangan dengan ajaran agama yang diianutnya.
3. Dakwah islamiyah ditujukan untuk mengubah sistem
pemerintahan ke dalam pemerintahan islam.
Dalam matan kepribadian Muhammadiyah dinyatakan bahwa
maksud Gerakan Dakwah Islam Amar Maruf Nahi Munkar yang
ditujukan kepada dua bidang yaitu Perseorangan dan masyarakat.
1. Perseorangan yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu :
1. Orang yang sudah islam (Umua Ija;bah)
2. Orang yang belum islam (Umat Dakwah)
2. Masyarakat
Pada kategori ini sifat dakwah yang digerakkan muhammadiyah
berbeda-beda disesuaikan dengan karakter, situasi dan kondisi masingmasing.
2.5 Sifat Dakwah kepada orang yang sudah Islam (Umat Ijabah)
Sifat dakwah yang ditujukan kepada orang yang sudah islam bukan
lagi bersifat ajakan untuk menerima islam sebagai keyakinan, akan
tetapi bersifat Tajdid dalam arti pemurnian. Artinya bahwa tajdid yang

dikenakan pada golongan ini adalah bersifat menata kembali amal


keagamaan mereka sedemikian bersih dan murninya. Sebagaiman
yang diajarkan oleh Allah dan Rsul-rasul-Nya. Tajdid terhadap amal
keberagamaan umat Ijamah meiputi beberapa bidang, yaitu :
1. Akidah
Akidah yaitu ajaran yang berhubungan dengan kepercayaan keyakinan
hidup. Pada bidang ini tekanan Tajdid yang perlu mendapat perhatian
cukup serius adalah dalam bidang ajaran tauhid, seperti 3 bentuk
penyakit yang ditegaskan dalam Matan yaitu Syirik, Bidah, Khurafat.
Contohnya adalah : memakai kalung/benang penangkal bala (syirik),
masih mempercayai faham animisme dan dinamisme (khurafat).
2. Akhlaq
Tajdid dalam bidang Akhlaq adalah berupa mendidikkan dan
mendayakan sikap hidup yang mulia dan terpuji dan bersamaan
dengan hal tersebut menuntunkan untuk melepaskan diri dari sikap
dan kebiasaan hidup yang tercela dan menjijikan.
Dalam matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah
dinyatakan bahwa Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai
akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Quran dan
Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia.
3. Ibadah
Tajdid dalam bidang ibadah terhadap orang yang sudah islam adalah
menuntunkan ibadah sebagaimana yang dituntunkan oleh Rasulullah
saw tanpa tambahan/perubahan dari manusia (bidah) serta
menghilangkan kebiasaan berniat Taqliq/membeo.
4. Muamalat Duniawiyat
Tajdid dalam bidang Muamalat Duniawiyat ini adalah dalam bentuk
membimbingkan, menuntunkan kepada mereka agar dalam berkiprah
ditengah-tengah masyarakat dengan berbagai kegiatannya mereka
selalu berpedoman kepada qaidah-qaidah yang telah digariskan oleh
ajaran agama.
2.6. Sifat dakwah kepada orang yang belum islam
Dakwah islam kepada orang yang belum islam adalah merupakan
ajakan, seruan dan panggilan yang bersifat menggembirakan,
menyenangkan atau tabsyir. Adapun tujuan utamanya adalahagar
mereka bisa mengerti, memahami ajaran Islam, dan kemudian mau
menerima
Islam
sebagai
agamanya,
dilakukan
dengan
menunjukkan Mahasinul-Islam(keindahan islam) dengan keteranganketerangan dan tingkah laku (contoh teladan) serta tanpa paksaan.
Dakwah terhadap orang yang belum islam hendaknya lebih
dikedepankan Islam dari sisi yang menggembirakan, yang ringanringan, yang dapat menimbulkan kesan bahwa sesungguhnya
beragama islam itu ternyata mudah dan menggembirakan, bukan
menambah beban dan tidak akan menimbulkan kesusahan dan
kesulitan.
BAB
III
Penutup
3.1 kesimpulan
Gerakan dakwah muhammadiyah sangat dibutuhkan pada saat ini
untuk mengajak masyrakat yang belum masuk islam dan yang sudah
masuk islam dalam menjalani ibadah yang tidak tercampurnya antara
budaya dan agama, dengan demikian dapat terciptanya masyarakat
islam yang sebenar benarnya yang berlandaskan al-quran dan alhadist.
3.2
Saran
Sebagai salah satu gerakan dakwah yang mengajak masyrakat
kepada yang maruf dan mencegah dari yang mungkar,
muhammadiyah harus lebih srategis dalam mengajak masyarakat di
karenakan pada zaman ini terdapat golongan-golongan yang dapat
merusak akidah islam yang sebenarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Pasha, Mushthafa, Darban, Ahmad. 2005. Muhammadiyah sebagai
Gerakan Islam. Yogyakarta: Citra Karsa Mandiri.
Salam,Junus. 2009. K.H AHMAD DAHLAN Amal dan Perjuangannya.
Tanggerang : Al-Wasat Publishing House.
Hidyat, Syamsul. Tafsir Dakwah Muhammadiyah. Kartasura : Kafilah
Publishing, 2012
Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillahil alimil hakim wasalatu wasalamualan nabiyil


halimil
kharim
waala
alihi
waashabihi
wamanitabaa
shirotolmustaqim.
Yang saya muliakan para alim ulama, sesepuh & winisepuh,
yang saya hormati Wali Kota Kediri & jajaran pemerintah baik sipil
maupun TNI, POLRI yang hadir, Bapak CAMAT, Kepala Desa, RT,
RW yang hadir pula. Para pimpinan persyarikatan Muhammadiyah,
hadir bersama saya Bapak Prof. Syafia Mugni & Ibu, beliau adalah
ketua BB Muhammadiyah yang membidangi kesejahteraan social,
membawahi Majelis Pembina Kesehatan Umum, dan juga Majelis
Pelayanan Sosial, dan juga Badan Penanggulangan Bencana (BNPB).
Begitu pula dari PWM, PDM Kota Kediri Bpk. Ir Hari Widyasmoro,
dan PDM sekitarnya, serta pimpinan ORTOM Muhammadiyah
khususnya Aisiyah, Direktur dan segenap jajaran direksi RS.
Muhammadiyah, RS. PKU. Ahmad Dahlan. Hadirin & hadirat semoga
kita semua dirahmati oleh Allah SWT, amien.
Alhamdulillah saya sungguh bersyukur kehadirat Allah SWT,
dapat menyertai peringatan Milad ke 101 & 104 Muhammadiyah,
yang disertai dengan peresmian gedung Mekah dilingkungan RS.
Ahmad Dahlan. Teringat belum terlalu lama hadir ditempat ini untuk
mersmikan gedung pula yangb diberi nama Mina, dan setahun
kemudian diresmikan lagi gedung baru yang diberi nama Madina, dan
pada hari ini setahun kemudian kita menjadi saksi peresmian gedung
baru yang diberi nama Mekah. Ini adalh sebuah kesyukuran &
kebanggaan bagi saya bahwa PDM Kota Kediri, khususnya RS.
Ahmad Dahlan kelihatanya tahun demi tahun selalu membangun, tiada
tahun tanpa pembangunan & peresmian, saya berharap ditahun 2014
yang akan dating atau paling tidak sebelum Muktamar
Muhammadiyah Juni 2015. RS. Ahmad Dahlan Kota Kediri ini bias
membangun gedung lain lagi.
Saya mengikuti perkembangan demi perkembangan, waktu
peresmian yang saya hadiri dulu jumlah karyawannya baru 80 orang,
sekarang sudah mencapai 200 orang berarti meningkat 20 persen dari
tahun lalu, ini adalah sebuah prestasi. Dan inilah Muhammadiyah
yang pada hari ini kita syukuri & peringati Miladnya ke 101 tahun
menurut penanggalan Miladiyah 18 November yang lalu atau 104
tahun menurut penanggalan Hijriyah 8 dzulhijah yang lalu, yang
sudah lebih dari 1 abad berkiprah bagi bangsa ini, yaitu
Muhammadiyah melakukan pencerahan bagi kehidupan bangsa.
Sejatinya gerakan Muhammadiyah kita ini adalah gerakan pencerahan
dan dakwah yang dilakukan oleh Muhammadiyah adalah dakwah
pencerahan, yaitu tanwir. Dan isi latanwir ini dari kata nur(cahaya)
tanwir(pencahayaan, penyinaran, dan pencerahan). Bahkan menjadi
istilah bagi permusyawaratn tertinggi kedua di bawah Muktamar.
Gerakan dakwah Muhammadiyah adalh gerakan dakwah
pencerahan (Al-Harokah At-Tanwiria), dakwah pencerahan (AdDakwah At-Tanwiria), dan ini berasal dan bertolah dari ayat sucui AlQuran yang artinya Allah lah pemimpin, penguasa, wali bagi orangorang yang beriman, yang mengeluarkan mereka manusia itu dari
kegelapan-kegelapan kepada cahaya yang terang-benderang. Ketika
masyarakat mengalami kegelapan dalam bidang keyakinan, baik pada
zaman Rasulullah SAW, berhumul kepada kemusrikan, masih
menyembah selain Allah atu sekarang ini berhumul dengan tahayul,
khurafat, bidah, yaitu praktek dari aqidah-aqidah yang menyimpang,
kemudian Islam & Muhammadiyah mengeluarkan mereka menuju
cahaya yang terang benderang dikembalikan kepada aqidah Islamiyah
yang berdasarkan tauhid.
Dakwah pencerahan ini memiliki 3 tingkatan, tingkatan
pertama membebaskan, yaitu membebaskan masyarakat dari
keyakinan yang salah dan keliru, oleh praktek-praktek yang
menyimpang dari aqidah islamiyah, lalu Muhammadiyah datang untuk
membebaskan mereka. Tingkatan kedua yaitu dakwah pencerahan
memberdayakan, manusia diberdayakan, ditingkatkan, diberi kekuatan
untuk bisa bangkit, untuk bias maju, ketika sebelumnya masyarakat
terbelenggu, terlilit oleh kemiskinan, dakwah pencerahan
membebaskan mereka tetapi tidak sekedar membebaskan, namunjuga
diberdayakan, diberi santunan itu namanya dakwah pencerahan pada
tingkat memberdayakan. Tingkatan yang ketiga yaitu memajukan,
bagaimana kehidupan masyarakat bisa maju, hari ini lebih baik dari
hari kemarin, hari ini lebih sejahtera dari hari kemarin, itu adalah

sebuah proses memajukan. Jadi dakwah yang dilakukan


Muhammdiyah adalah membebaskan, memberdayakan, dan
memajukan. Maka Muhammadiyah kita ini lebih dikenal dengan
gagasan KH. Ahmad Dahlan sebagai gerakan yang mengusung islam
yang berkemajuan. Agama islam itu adalh agama kemajuan, yang
mendorong pemuluknya memiliki kehidupan yang berkemajuan baik
duniawi maupun uhkrawi itulah islam yang berkemajuan dan sangat
kuat hadirin & hadirat dorongan agama kita ini kepada kemajuan.
Agama kita ini agar umat islam ini jangan terjebak pada kemunduran
pada keterbelakangan, tapi harus menjadi umat yang terbaik(khairul
ummah) maka spiritualitas atau paham keislaman yang dianut oleh
Muhammadiyah ini diharapkan mendorong adanya pemahaman yang
mendorong kehidupan ini.
Spiritulitas, yaitu ihsan yang berkemajuan, ihsan yang
dijelaskan dalam hadits yang artinya Kamu beribadah kepada Allah
seolah-olah kamu melihat Allah, namun jika kamu tidak melihatNya
sesungguhmya Allah melihat kamu, Cuma sering umat islam
menariknya kepada sebuah orientasi tasawuf sufisme yang
individualistic, yang hanya untuk diri sendiri, merasa sudah sangat
dalam beragama tetapi hanya untuk dirinya sendiri belum untuk orang
lain. Muhammadiyah berada pada paham keagamaan yang
mekahirkan ihsan spikualitas yang dinamis yang berkemajuan untuk
menyelamatkan manusia. Organisasi pernah dikritik mengenai tatacara
sholat
yang
minimalis,
namun
sesungguhnya
sholatnya
Muhammadiyah adalah sholat yang proporsionalis sesuai sabda Rasul
yang artinya sholatlah sebagaimana kamu melihat aku sholat maka
tidak ada muqadimah/kobeliyah dan tidak ada epilog atau akhiran.
Setelah sholat boleh dzikir atau wirit tapi itu bukan bagian dari sholat
dan bukan kebutuhan primernya, dan jangan dibalik sholatnya yang
sekunder wiritnyayang primer, itu membalikan yang prinsip dari pada
yang tidak prinsip. Muhammadiyah saya sebut proporsionalis karena
sholat yang singkat, bahkan lebih panjang & ayat yang dibacanya
lebih panjang itu lebih mantap, yang dimaknai dan dihayati sehingga
menggerakan pelakunnya memiliki akhlak, maka ketika doa ketika
duduk diantara dua sujud berdoa robbigfirli ya Allah ampuni dosadosaku, 17 kali sehari semalam, itu berarti diluar sholat kita menjadi
orang yan mampu menghindarkan diri dari dosa dan pelanggaran.
Bagi Muhammadiyah doa yang singkat sholat yang singkat,
Rasulullah tidak mengajarkan kepada kita doa yang panjang-panjang,
doa singkat sekali, ruku, sujud, duduk diantara dua sujud, takhiyat,
kalau dengan penghayatan dan kemantapan maka diluar sholat kita
menjadi orang yang mampu mengendalikan diri sehingga tidak
terjebak kepada kemusrikan, kemunkaran, dan kemaksiatan, itu
namanya sholat yang proporsional. Ketika kita baca warzukni masih
dalam bidang dua sujud ya Allah berikanlah aku risky hanya 17 kali
sehari semalam minimal, tapi dengan pemaknaan dan pemantapan
maka diluar sholat kita menjadi orang yang punya semangat kerja
yang punya etos kerja akhirnya mencari risky-risky yang telah
disediakan oleh Allah akhirnya menjadi orang kaya itulah
makna warzukni. Ini yang saya pelajari dan saya fahami menjadi
ajaran Muhammadiyah yaitu melahirkan ihsan yang berkemajuan, dan
oleh karena itu hidup seorang muslim sebagai warga Muhammadiyah
haruslah menjadi seorang yang berkemajuan dalam hidupnya. Allah
telah mnyediakan kita risky tidak ada alasan buat bermalas-malasan,
maka islam gaya ini atau islam versi ini akan menjadikan umatnya
kaya raya, islam menganjurkan umatnya menjadi orang kaya. Jangan
diantara umat ini bersyukur dan bergembira dari tahun ketahun
menjadi mustahiq zakat, harus bercita-cita menjadi muzaki.
Hadirin hadirat saya menekankan maka dakwah pencerahan yang tadi
sudah disebut ayatnya yaitu mengeluarkan manusia dari kegelapankegelapan menuju cahaya terang benderang. Maka kalau di Kediri ini
masih ada umat yang terbelenggu keyakinan, masih ada yang
berhumul dengan tahayul, bidah, dan khurafat saya ingin mengatakan
dakwah ditempat ini belum berhasil. Kalau didaerah ini masih banyak
umat yang berada dibawah garis kemiskinan maka dakwah
Muhammadiyah belum sepenuhnya berhasil. Kalu ditempat ini
masyarakat masih ada dibawah setandart kesehatan yang layak karena
tidak ada lembaga-lembaga kesehatan berarti dakwah Muhammadiyah
belum berhasil. Masih banyak lagi yang harus dilakukan, itu namanya
dakwah pencerahan. Sekarang ini dakwah pencerahan ad-dakwah at-

tanwiriah ini baik yabg bersifat membebaskan, meberdayakan,


memajukan harus ditingkatkan, karena kita sekarang menghadapi
tantangan ada dakwah sebaliknya dalam tanda kutip yang menurut AlQuran alladzi nakafaru wahai orang-orang kafir auliyaI mutoghut
pemimpin-pemimpin mereka adalah thoghut, thogut-thoghut inilah
yang menjadi pemimpin orang kafir, orang beriman tidak akan mau
tnduk kepada mereka, yang kerjanya menurut Al-Quran adalah
mengeluarkan masyarakat dari cahaya terang benderang menuju
kegelapan-kegelapan, itulah dakwah penggelapan lawanya dakwah
pencerahan.
Ini sekarang terjadi Liberalisasi ekonomi, politik, budaya yang
melanda dunia termasuk Indonesia. Adanya arus kebebasan dalam
bidang politik mengesahkan demokrasi Liberal seolah-olah itu yang
terbaik, ada baiknya tapi juga banyak tidak baiknya, mendesakan
liberalisasi ekonomi system kapitalisme demi pertumbuhanpertumbuhan dan sekarang kalu perekonomian kita maju karena
pertumbuhanya diatas 5% diatas 6% tapi ukuranya hanya bagi orangorang tertentu sementara ada kesenjangan dengan rakyat kecil dilihat
pembangunan banyak gedung-gedung pencakar langit, padahal
dibawahnya banyak gubuk-gubuk derita, itu hasil dari ekonomi
kapitalisme yang hanya menimbulkan kesenjangan itu merupakan
harus kita hadapi. 99% di kuasai asing, celakanya lagi didukung oleh
UU yang dibuat oleh tuan-tuan yang ada di DPR sana. UU MIGAS
yang menyengsarakan rakyat, akhirnya kekayaan sumber daya alam
Indonesia yang luar biasa ini tidak bisa dimanfaatkan bagi sebesarbesar kemakmuran rakyat, terpaksa Muhammadiyah tampil
mengajukan gugatan mereview,koreksi ke MK untuk UU tersebut
dibatalkan, Alhamdulillah dikabulkan oleh MK, ternyata pemerintah
tidak melaksanaknan semestinya hanya BP MIGAS dengan SKK
MIGAS. Mineral dan batu bara juga demikian dan sekarang kita
ajukan gugatan yang kedua tentang UU sumber daya air, karena air
yang ada di bumi ini bisa dikuras oleh perusahaan-perusahaan asing.
Terjadilah privatisasi dan komersialisasi air padahal air adalah
publikgood and basicnit kebutuhan dasar rakyat yang seharusnya
murah dan pemerintah itu bisa melaksanakan dengan harga murah.
Liberalisasi budaya yang melanda bangsa ini arus kebebasan budaya
begitu anak-anak muda terpukau dengan budaya-budaya yang datang
dari luar. K-pop yang sekarang melanda dunia yang bahkan Amerika
sekarang sangat kagum karena prestasi anak-anak muda Korea ini.
Didesain secara khusus oleh pemerintahnya, itu ketika melanda dunia.
Semua bisa direkayasa sayangnya kita tidak punya kemampuan untuk
merekayasa arus Liberalisasi yang datang ke Indonesia, maka
merajalelalah dakwah penggelapan, kalu tadi dakwah tanwiriah
dakwah pencerahan, yang kita hadapi sekarang dakwah tauzlimiyah
dakwah penggelapan yang menggelapkan kita manusia, luar biasa
informasi kita perlukan media kita perlukan, tv kita perlukan tapi tidak
semuanya baik banyak yang tidak baik, banyak yang menggelapkan
hati bangsa ini, hati umat ini. Yang seharusnya Negara ini menurut
aturan Konstitusi antara lain mencerdaskan kehidupan bangsa, itu
artinya pencerahan. Mencerdaskan kehidupan bangsa, yang terjadi
banyak hal berbangsa & bernegara kita membodohkan bangsa inilah
yang harus dihadapi oleh Muhammadiyah. Maka terus terang saya
agak gusar sampai kepada galau dari Muktamar ke Muktamar sejak 95
di Banda Aceh. Muktamar mengatakan kepada pengurus
Muhammadiyah untuk membuat siaran TV Muhammadiyah. Maka
mendorong PP Muhammadiyah untuk mengirim surat ke
MENKOINFO, karena itu tanggung jawab Muhammadiyah dalam
melakukan dakwah melalui jalur media TV.