Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN TETAP

SATUAN OPERASI
PENGHANCURAN DAN PENGAYAKAN

Disusun oleh

: 1. Dewanda Irawan
2. Duta Prima Putra
3. Ester Necessary
4. Novia Sundari
5. Nuraldyla Suciaty Saputri
6. Putu Yoga Andre Sukmana

Kelompok

: 3 ( Tiga )

Kelas

: 3 KIB

Dosen Pengasuh

: Dr. Ir. Leila Kalsum M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


2015/2016
PENGHANCURAN DAN PENGAYAKAN

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 1

1. Tujuan
Memisahkan partikel-partikel berdasarkan ukuran fraksi-fraksi yang diinginkan
dari suatu material hasil proses penghancuran (grinding).
2. Alat dan Bahan yang digunakan
- Satu set ayakan ukuran 20,28,35, 48, 65, 100, 150 dan 200 mesh
- 1 kg kuarsa atau batubara
- Neraca Analitik
- Kuas
3. Dasar Teori
Pengayakan (sieving) meruapakan salah satu metode pemisahan sesuai
dengan ukuran yang dikehendaki. Pengayakan biasanay dilakukan terhadap
material yang telah mengalami proses penghancuran (grinding). Partikel yang
lolos melalui ukuran saring tertentu disebut sebagai undersize dan partikel yang
tertahan diatas saringan tertentu diatas saringan disebut oversize. Bebarapa ayakan
yang sering digunakan atara lain :
- Grizzly, merupakan jenis ayakan dimana material yang diayak mengikuti
aliran pada posisi kemiringan tertentu.
- Vibrating screen, ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan miring,
digerakkan pada frekuensi 1000 7000 Hertz. Satuan kapasitas tinggi dengan
efisiensi pemisahan yang baik, digunakan untuk interval ukuran partikel yang
luas.
- Oscillating screen, ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah dari
vibrating screen (100 400 Hz) dengan waktu yang lebih lama, lebih linier dan
tajam.
- Reciprocating screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakan
mengoyangkan, pantulan yang panjang (20 200 Hz).
- Shifting screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakan memutar
dalam bidang permukaan ayakan. Gerakan aktual dapat berupa putaran atau
getaran memutar. Digunakan untuk pengayakan material basah atau kering.
- Revolving screen, ayakan dinamis dengan posisi miring, berotasi pada
kecepatan rendah (10 20 rpm). Digunakan untuk pengayakan basah dari material
material relatif kasar.
Diameter partikel
Diameter partikel dapat diukur dengan berbagai cara. Untuk partikel
berukuran besar(>5mm) dapat diukur secara langsung dengan menggunakan
mikrometer standar. Untuk partikel yang sangat halus diukur dengan
menggunakan ukuran ayakan standar. Ukuran ayakan dapat dinyatakan dengan
dua cara, yaitu dengan ukuran mesh(jumlah lubang dalam inchi kuadrat) daan
dengan ukuran aktual dari bukaan ayakan dengan ukuran partikel besar(dalam
mm atau inhi). Ada beberapa perbedaan standar dalam penggunaan ukuran
partikel ayakan, tetapi yang penting adalah memperoleh standar tertentu dalam

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 2

penentuan ukuran partikel yaang kita kehendaki. Tabel dibawah ini


menunjukkan daftar nomor mesh yang bersesuaian untuk ayakan baku Tyler.

Ukuran mesh
3
4
6
8
10
14
20
28
35
48
65
100
150
200
270
400

Inci
0,263
0,185
0,131
0,093
0,065
0,046
0,0328
0,023
0,0164
0,0116
0,0082
0,0058
0,0041
0,0029
0,0021
0,0015

Milimeter
6,680
4,699
3,327
2,362
1,651
1,168
0,833
0,589
0,417
0,295
0,208
0,147
0,104
0,074
0,053
0,038

Diameter rata-rata partikel antar ayakan berdasarkan ayakan Tyler, misal partikel
lolos melalui ayakan 150 mesh, tetapi tertahan pada 200 mesh dituliskan
-150+200 mesh. Berikut tabel diameter partikel rata-rata penentuan ayakan Tyler.
Tabel 2. Diameter partikel rata-rata berdasarkan ayakan tyler
Ukuran Ayakan(mesh)
Diameter Partikel, Dp
(inchi)
-10+ 14
0,0555
-14 + 20
0,0394
-20 + 28
0,0280
-28+ 35
0,0198
-35 + 48
0,0140
-48 + 65
0,0099
-65+ 100
0,0070
-100 + 150
0,0050
-150 + 200
0,0035
Secara umum tujuan dari size reduction atau pemecah atau pengecilan ukuran
adalah sebagai berikut :
1. Menghasilkan padatan dengan ukuran maupun spesifik permukaan tertentu
2. Memecahkan bagian dari mineral atau kristal dari persenyawaan kimia yang
terpaut dalam padatan tertentu

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 3

Beberapa cara untuk memeperkecil ukuran zat padat dapat dilakukan dengan
menggunakan berbagai cara berikut :
1. Kompresi tekanan)
2. Impak (pukulan)
3. Atrisi (gesekan)
4. Pemotongan
Kompresi umumnya digunakan utnuk pemecahan kasar zat padat keras,
dengan menghasilkan relatif sedikit halusan. Pukulan menghasilkan hasil yang
berukuran kasar, sedang dan halus.Berdasarkan ukuran zat padat yang akan
dikecilkan (umpan), maka peralatan pemecah atau pengecilan ukuran dibedakan
atas
1. Pemecah kasar, yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran umpan antara 2
sampai 96 inchi
2. Pemecah antara, yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran 1 sampai 3 inchi
3. Pemecah halus , yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran 0,25 sampai 0,5
inchi
Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik
berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam
skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.
Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu :
-Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).
-Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize)
Dalam proses industri, biasanya digunakan material yang berukuran tertentu
dan seragam. Untuk memperoleh ukuran yang seragam, maka perlu dilakukan
pengayakan. Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke
permukaan pengayak. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize),
atau halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang di atas ukuran atau
yang besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus. Pengayakan lebih lazim
dalam keadaan kering (McCabe, 1999, halaman 386).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengayakan, yaitu:
1. Jenis ayakan
2. Cara pengayakan
3. Kecepatan pengayakan]
4. Ukuran ayakan
5. Waktu pengayakan
6. Sifat bahan yang akan diayak
Tujuan dari proses pengayakan ini adalah: [Taggart,1927]
1. Mempersiapkan produk umpan (feed) yang ukurannya sesuai untuk beberapa
proses berikutnya.
2. Mencegah masuknya mineral yang tidak sempurna dalam peremukan
(Primary crushing) atau oversize ke dalam proses pengolahan berikutnya,
sehingga dapat dilakukan kembali proses peremukan tahap berikutnya
(secondary crushing).
3. Untuk meningkatkan spesifikasi suatu material sebagai produk akhir.
4. Mencegah
masuknya
undersize
ke
permukaan.
Pengayakan biasanya dilakukan dalam keadaan kering untuk material kasar,

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 4

dapat optimal sampai dengan ukuran 10 in (10 mesh). Sedangkan


pengayakan dalam keadaan basah biasanya untuk material yang halus mulai
dari ukuran 20 in sampai dengan ukuran 35 in.
Permukaan ayakan yang digunakan pada screen bervariasi, yaitu: [Brown,1950]
1. Plat yang berlubang (punched plate, bahan dapat berupa baja ataupun karet
keras.
2. Anyaman kawat (woven wire), bahan dapat berupa baja, nikel, perunggu,
tembaga, atau logam lainnya.
3. Susunan batangan logam, biasanya digunakan batang baja (pararel rods).
Sistem bukaan dari permukaan ayakan juga bervariasi, seperti bentuk
lingkaran, persegi ataupun persegi panjang. Penggunaan bentuk bukaan ini
tergantung dari ukuran, karakteristik material, dan kecepan gerakan screen.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan material untuk menerobos ukuran
ayakan adalah :
1. Ukuranbahanayakan
Semakin besar diameter lubang bukaan akan semakin banyak material yang lolos.
2. Ukuranrelatifpartikel
Material yang mempunyai diameter yang sama dengan panjangnya akan
memiliki
kecepatan dan kesempatan masuk yang berbeda bila posisinya
berbeda, yaitu yang satu melintang dan lainnya membujur.
3. Pantulandarimaterial
Pada waktu material jatuh ke screen maka material akan membentur kisi-kisi
screen sehingga akan terpental ke atas dan jatuh pada posisi yang tidak teratur.
4. Kandunganair
Kandungan air yang banyak akan sangat membantu tapi bila hanya sedikit akan
menyumbat screen.
Alat Ayakan
Berdasarkan gerak pengayak, alat ayakan dibagi menjadi 2 jenis:
1. Stationary screen
2. Dynamic screen.
Beberapa alat ayakan :
1. Stationary
2. Grizzly
3. Vibrating
4. Oscillating
5. Reciprocating
6. Tromel/Revolving
Faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan screen:
Kapasitas, kecepatan hasil yang diinginkan.
Kisaran ukuran ( size range),
Sifat bahan : densitas, kemudahan mengalir (flowability),
Unsur bahaya bahan : mudah terbakar, berbahaya, debu yang ditimbulkan.

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 5

Ayakan kering atau basah.


Diameter partikel rata-rata (Dpw) dirumuskan dengan persamaan :
Harga Harga Dpw
= Xi . Dp Mean
Dpw
= Diameter rata-rata
Xi
= Fraksi massa
Dp Mean
=Diamaeter rata-rata antar ayakan
4.
1.
2.
3.
4.

Prosedur Kerja
Menyiapkan satu set ayakan seperti ukuran di atas
Menghancurkan kuarsa atau batubara
Melakukan pengayakan
Menimbang masing-masing fraksi lolos ayakan tersebut

5.

Data Pengamatan

Praktikum 1

Waktu ( t )
: 10 menit
Kecepatan
: 80 rpm
Pengayakan 500 gram pasir
Mesh
Dpi
Massa
( mm )
( gr )
8
2,362
10
1,651
7,14
14
1,168
7,36
20
0,833
18,38
28
0,589
52,84
48
0,295
258,47
65
0,208
130,84
Pan
24,97

500

Fraksi
Xi
0
0,01428
0,01472
0,0367
0,1056
0,5169
0,2612
0,049
1,000

Dpi mean
( mm )
2,0065
1,4095
1,0005
0,711
0,4212
0,2515
0,104

Fraksi
Komulatif
1,000
0,9857
0,9852
0,9633
0,8944
0,4831
0,7388
0,951

Xi . Dpi Mean
( mm )
0,0286
0,0207
0,0367
0,0750
0,2284
0,0656
0,0050
0,46005

Fraksi
Xi
0
0,0002
0,0126

Dpi mean
( mm )
2,0065
1,4095

Fraksi
Komulatif
1,000
0,9998
0,9874

Xi . Dpi Mean
( mm )
0,0004
0,0177

DPW =

Waktu ( t )
: 15 menit
Kecepatan
: 80 rpm
Pengayakan 500 gram pasir
Mesh
Dpi
Massa
( mm )
( gr )
8
2,362
10
1,651
0,13
14
1,168
6,32

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 6

20
28
48
65
Pan

0,833
0,589
0,295
0,208

18,07
53,24
292,22
112,66
17,36
500

0,0361
0,1064
0,5844
0,2253
0,0347
1,000

1,0005
0,711
0,442
0,2515
0,104

Waktu ( t )
: 20 menit
Kecepatan
: 80 rpm
Pengayakan 500 gram pasir
Mesh
Dpi
Massa
( mm )
( gr )
10
1,651
14
1,168
6,06
20
0,833
16,58
28
0,589
57,23
48
0,295 339,82
65
0,208
69,3
Pan
11,01

500

Fraksi
Xi
0
0,0121
0,0331
0,1144
0,6796
0,1386
0,0220
1,000

Dpi mean
( mm )
1,4095
1,0005
0,711
0,442
0,2515
0,104

0,9639
0,8936
0,4156
0,7747
0,9653

0,0361
0,0756
0,2583
0,0566
0,0036
0,4483

Fraksi
Komulatif
1,000
0,9879
0,9669
0,8856
0,3204
0,8614
0,978

Xi . Dpi Mean
( mm )
0,0170
0,0331
0,0813
0,3003
0,0348
0,0022
0,4687

Fraksi
Komulatif
1,000
0,98654
0,98852
0,96558
0,88372
0,4491
0,77118
0,95536

Xi . Dpi Mean
( mm )
0,02700
0,01618
0,03443
0,08267
0,24349
0,05774
0,00464
0,46595

DPW =

DPW =

Praktikum 2

Waktu ( t )
: 10 menit
Kecepatan
: 70 rpm
Pengayakan 500 gram pasir
Mesh
Dpi
Massa
( mm )
( gr )
8
2,362
10
1,651
6,73
14
1,168
5,74
20
0,833
17,21
28
0,589
58,14
48
0,295
275,45
65
0,208
114,41
Pan
22,32

500

Fraksi
Xi
0
0,01346
0,01148
0,03442
0,11628
0,5509
0,22882
0,04464
1,000

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Dpi mean
( mm )
2,0065
1,4095
1,0005
0,711
0,442
0,2515
0,104

Page 7

DPW =

Waktu ( t )
: 15 menit
Kecepatan
: 70 rpm
Pengayakan 500 gram pasir
Mesh
Dpi
Massa
( mm )
( gr )
8
2,362
10
1,651
0,4
14
1,168
0,39
20
0,833
13,54
28
0,589
48,83
48
0,295
309,57
65
0,208
108,14
Pan
19,13

500

Fraksi
Xi
0
0,0008
0,00078
0,02708
0,09766
0,61914
0,21628
0,03826
1,000

Dpi mean
( mm )
2,0065
1,4095
1,0005
0,711
0,442
0,2515
0,104

Fraksi
Komulatif
1,000
0,9992
0,99922
0,97292
0,90234
0,38086
0,78372
0,96174

Xi . Dpi Mean
( mm )
0,00160
0,00109
0,02709
0,06943
0,27365
0,05439
0,00397
0,43122

Fraksi
Xi
0
0,00072
0,00054
0,0263
0,0956
0,6128
0,22296
0,04108
1,000

Dpi mean
( mm )
2,0065
1,4095
1,0005
0,711
0,442
0,2515
0,104

Fraksi
Komulatif
1,000
0,99928
0,99946
0,9737
0,9044
0,3872
0,77704
0,95892

Xi . Dpi Mean
( mm )
0,00144
0,00076
0,02631
0,06797
0,27085
0,05607
0,00427
0,42767

DPW =
Waktu ( t )
: 20 menit
Kecepatan
: 70 rpm
Pengayakan 500 gram pasir
Mesh
Dpi
Massa
( mm )
( gr )
8
2,362
10
1,651
0,36
14
1,168
0,27
20
0,833
13,15
28
0,589
47,8
48
0,295
306,4
65
0,208
111,48
Pan
20,54

500
DPW =
Kesimpulan data praktikum 1 dan 2
Getaran

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Waktu

Dpw

Page 8

Praktikum 1

70
80

Praktikum 2

10
15
20
10
15
20

0,465
0,431
0,427
0,460
0,448
0,468

7. Analisa Percobaan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat dianalisa bahwa percobaan ini
bertujuan untuk memisahkan partikel-partikel berdasarkan ukuran fraksi-fraksi
yang dinginkan dari suatu material hasil proses penghancuran dan memnentukan
diameter partikel rata-rata. Pada Praktikum kali ini material yang akan dipastikan
adalah pasir. Pengayakan dilakukan sebanyak 3 kali dengan kecepatan rpm yang
berbeda yaitu 80rpm dan 70 rpm dan dengan rentang waktu 10 menit, 15 menit,
dan 20 menit. Pasir yang digunakan tetap 500 gram.
Kemudian material tersebut dimasukkan ke dalam alat screeming. Lalu diatur
kecepatan pada 80 rpm dan diatur waktu, mulai dari 10 menit, 15 menit dan 20
menit. Setelah melakukan pengayakan, mesh ditimbang ulang bersama material
yag ada didalmnya. Menimbang mesh material dilakukan berulang-ulang hingga
mencapai berat yang konstan.
Pada alat pengayakan, susuanan alat disusun berdasarakan jumlah mesh yang
terkecil sampai yang terbesar. Dimana semakin besar ukuran ayakan maka semaki
kecil ukuran lubang dalam inchi atau lmeter, yaitu 2,0; 1,4; 1,00; 0,63; 0,35; 0,20
mm. Pada saat pengayakan pasir yang digunakan dalam keadaan kering, yang
bertujuan untuk mencegah masuknya undersize ke permukaan. Pada proses
pengayakan, zat jatuh ke permukaan pangayakan dimana partikel yang dibawah
ukuran atau kecil (undersize), halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak.
Sedangkan yang di atas ukuran atau yang besar (oversize) atau tails tidak lulus.
Setelah percobaan didapatkan jumlah dari tiap ayakan pada kecepatan
berbeda. Hal tersebut dikarenakan pengaruhi oleh efesiensi massanya dimana
semakin besar rpm maka material yang diayak juga semakin banyak. Pada
percobaan pertama, hasil yang kami dapat hampir mendekati angkanya yaitu
0,460 mm, 0,448 mm, 0,468 mm, dan pada percobaan kedua didapatkan nilai
0,465 mm, 0,431 mm, 0,427 mm. Dimana hasil yang didapat mendekati konstan.

8. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik
berdasarkan perbedaan ukuran.
Fraksi lulus ke enam ayakan (yang tertampung di dalam pan) dengan
bertambahnya waktu, maka yang lolos semakin banyak
Dengan ditingkatkannya waktu pengyakan, maka diameter rata-rata massa
semakin halus.

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 9

9. Daftar Pustaka
Jobsheet.2016.penuntun praktikum satuan operasi I. Palembang:Politeknik Negeri
Sriwijaya.
Hilda-rosalina.blogspot.com/2012/11/pengayakan-dan-penghancuran_1010.html.
www.crushing-screening.org/29100.html.

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 10

GAMBAR ALAT

Satu set ayakan

Neraca analitik

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 11

Kuas

LAPORAN TETAP SATUAN OPERASI

Page 12