Anda di halaman 1dari 151

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN AGRIBISNIS

PERIKANAN TANGKAP DI PPI BLANAKAN, KABUPATEN


SUBANG, JAWA BARAT

SEPTA PRADIPTA

MAYOR TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP


DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
BOGOR

2010

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER


INFORMASI
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi Sistem Informasi Manajemen Agribisnis
Perikanan Tangkap di PPI Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat adalah karya
saya sendiri dengan arahan dosen pembimbing dan belum pernah diajukan dalam bentuk
apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip
dari karya ilmiah yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah
disebutkan dalam teks dan tercantum dalam daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Bogor, Mei 2010

Septa Pradipta

C44061191

ABSTRAK
SEPTA PRADIPTA, C44061191. Sistem Informasi Manajemen Agribisnis Perikanan
Tangkap di PPI Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dibimbing oleh EKO SRI
WIYONO dan MUSTARUDDIN.
Teknologi informasi merupakan salah satu faktor penting dalam memperoleh keunggulan
kompetitif, salah satunya dalam bidang perikanan tangkap. Akan tetapi, pada
kenyataannya informasi mengenai kegiatan agribisnis perikanan tangkap di Pangkalan
Pendaratan Ikan Blanakan saat ini belum tersedia dalam jumlah dan kualitas yang
memadai. Padahal PPI Blanakan merupakan salah satu sentra bisnis perikanan tangkap
terbesar di Kabupaten Subang. Dalam hal ini PPI Blanakan perlu memperhatikan
pengelolaan informasi sehingga PPI dapat mengembangkan aktivitas bisnisnya dengan
baik dan memperoleh keunggulan kompetitif. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui
kebutuhan informasi para pelaku usaha di PPI serta merancang suatu sistem informasi
berbasis komputer yang dapat memenuhi kebutuhan para pengguna serta menunjang
aktivitas bisnis di PPI Blanakan. Analisis yang digunakan adalah analisis pengembangan
sistem informasi yang bertujuan untuk menghasilkan sistem operasi yang efektif
berdasarkan kebutuhan informasi para pengguna dengan menggunakan Microsoft Access
dan Visual Basic .NET. Hasil analisis telah menunjukkan bahwa manajemen sistem
informasi agribisnis perikanan tangkap yang tepat di PPI Blanakan dapat diidentifikasi ke
dalam 9 bagian, yaitu tentang PPI, kelembagaan KUD, sarana produksi, usaha
penangkapan, pengolahan, pemasaran, analisis usaha, informasi dan cetak. Dengan
adanya aplikasi berbasis komputer maka diharapkan proses pengelolaan data menjadi
lebih efektif dan efisien sehingga mampu menunjang kegiatan agribisnis yang ada di PPI
Blanakan.

Kata kunci : agribisnis, basis data, pengembangan sistem, perikanan tangkap, sistem
informasi manajemen,

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN AGRIBISNIS


PERIKANAN TANGKAP DI PPI BLANAKAN, KABUPATEN
SUBANG, JAWA BARAT

SEPTA PRADIPTA

Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Perikanan pada
Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

MAYOR TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP


DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2010

Judul Skripsi

: Sistem Informasi Manajemen Agribisnis Perikanan


Tangkap di PPI Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat

Nama Mahasiswa

: Septa Pradipta

NRP

: C44061191

Mayor

: Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap

Disetujui :
Komisi Pembimbing,

Ketua,

Anggota,

Dr. Eko Sri Wiyono S.Pi, M.Si.


NIP: 19691106 199702 1 001

Dr. Mustaruddin, STP______


NIP: 19750205 200701 1 002

Diketahui:
Ketua Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Dr. Ir. Budy Wiryawan, M.Sc


NIP: 19621223 198703 1001

Tanggal lulus: 20 Mei 2010

KATA PENGANTAR
Skripsi dengan judul Sistem Informasi Manajemen Agribisnis Perikanan
Tangkap di PPI Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat disusun dengan tujuan untuk
mengetahui kebutuhan informasi serta merancang sistem informasi yang tepat bagi para
stakeholder di Pangkalan Pendaratan Ikan Blanakan sehubungan dengan aktivitas bisnis
yang ada di PPI Blanakan. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama yaitu
tinjauan lapang dilakukan pada bulan Agustus 2009 dan penelitian tahap II dilakukan
pada bulan Februari 2010.
Skripsi ini memberikan data data mengenai tahapan perencanaan sistem sampai
dengan implementasi sistem, sehingga dihasilkan suatu sistem informasi agribisnis
perikanan tangkap berbasis komputer yang sesuai diterapkan pada manajemen PPI
Blanakan. Pada bagian akhir diberikan kesimpulan dari hasil penelitian dan saran yang
dapat dijadikan sebagai pertimbangan dan solusi alternatif bagi pihak PPI dalam
pengelolaan sistem informasi agar PPI Blanakan dapat memberikan pelayanan yang
optimal di masa yang akan datang bagi para pelaku usaha di PPI Blanakan.
Pembuatan skripsi ini merupakan salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana
Perikanan pada Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih
memiliki banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun sehingga dapat menyempurnakan hasil yang diperoleh. Akhir kata, semoga
tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan pihak yang memerlukan.

Bogor, Mei 2010

Septa Pradipta
C44061191

UCAPAN TERIMA KASIH


Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karuniaNya, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Selain itu, penulis juga menyampaikan rasa
terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.

Dr. Eko Sri Wiyono, S.Pi, M.Si dan Dr. Mustaruddin, STP selaku dosen
pembimbing, yang telah memberikan bimbingan, saran dan nasehat yang
bermanfaat bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

2.

Ir Zulkarnain, M.Si dan Dr. Ir. Muhammad Imron, M.Si. selaku dosen penguji yang
telah memberikan saran yang bermanfaat untuk perbaikan skripsi.

3.

Dosen-dosen dan seluruh staf Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan atas bantuan


dan ilmu bermanfaat yang telah diberikan selama ini.

4.

Ketua KUD, H. Mochammad Ali, beserta seluruh staf KUD Inti Mina Fajar Sidik
PPI Blanakan atas informasi, waktu, tenaga dan bantuannya.

5.

Ayah dan Ibu tercinta Heri Suherlan, M.Si dan Anis Lala, S.Pd serta kakak dan
adik tersayang Septi Kinanti dan Rian Mahesa Allaam, atas kasih sayang, teladan,
doa, saran, bantuan, pengertian serta dukungannya.

6.

Sahabat tercinta (Septi Aminah, Tiara Anggia Rahmi, Ari Widiastuti, Dwita
Noviani, Utet Hildaliyani dan Lia Awaliatin) atas bantuan, saran, dukungan dan
kebersamaan yang tak terlupakan selama 4 tahun ini.

7.

Teman-teman seperjuangan PSP 43 (Enur, Intan, Rachman, Iky, Dedy, Ike, Ratih,
Alvi, Mardia, Mia, Ncek, Caesar, Shinta, Troy, Ari, Riri, Ina, Heru, Seli, Rusdi,
Rezki, Siska, Bayu, Icha, Ncumz, Ami, Maria, Yasa, Gini, Ghea, Anggie, Uty,
Viona, Fatra, Alfian, Firman, Adit, Lala, Pipih, Mertha, Septi, Iniez, Neney, Esther,
Hanif, Arif, Alin, Mukhlis, Refi, Nanda, Qbee, Ciwied, Kimul, Riema, Ryan, dan
Indah) atas segala pengalaman suka dan duka selama perkuliahan di Departemen
PSP.

8.

Dadik Akasa, Catur Nugroho, Soraya Gigentika, Steven Syahrinaldi, Enur Janah,
Intan, dan rekan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

9.

Luqman Wahid Ibrahim, sahabat sejati, untuk: doa, semangat, bantuan,


kebersamaan dan segalanya.

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Malang pada tanggal 4

September

1988 dari pasangan Heri Suherlan dan Anis Lala. Penulis


merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Penulis memulai
pendidikan di SDN Pondok Betung 5 Tangerang pada tahun
1994-1996.

Karena

mengikuti

jejak

orang

tua,

penulis

melanjutkan kembali pendidikan dasar di SDN Pengadegan 8


Kalibata pada tahun 1996-1999.
Penulis kembali melanjutkan pendidikan sekolah dasar di SDN Pabuaran 3 Bogor
hingga lulus pada tahun 2000. Kemudian pada tahun 2003 penulis berhasil menyelesaikan
pendidikan menengah pertama di SLTPN 11 Medan. Pada tahun yang sama, penulis
diterima di SMA Negeri 3 Medan. Namun karena mengikuti jejak orang tua, maka
penulis kembali melanjutkan pendidikan tingkat atas di SMA Negeri 2 Depok pada tahun
2004 hingga lulus pada tahun 2006.
Penulis lulus seleksi masuk di IPB melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa
Baru pada tahun 2006. Penulis diterima di Mayor Teknologi dan Manajemen Perikanan
Tangkap, Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Pengalaman organisasi yang pernah dijalani penulis
selama perkuliahan adalah sebagai staf departemen kesekretariatan HIMAFARIN periode
2008-2009. Selain itu, penulis juga pernah menjadi asisten mata kuliah Analisis Sistem
dan Sistem Informasi Manajemen pada tahun 2010.
Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir, penulis melakukan penelitian dan
menyusun skripsi dengan judul Sistem Informasi Manajemen Agribisnis Perikanan
Tangkap di PPI Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... vii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ ix
1. PENDAHULUAN ..............................................................................................1
1.1
1.2
1.3
1.4

Latar Belakang ..........................................................................................1


Tujuan........................................................................................................3
Permasalahan .............................................................................................3
Manfaat......................................................................................................4

2. TINJAUAN PUSTAKA .....................................................................................5


2.1

2.2

2.3

2.4.

2.5
2.6

2.7.

Konsep Dasar Sistem ................................................................................5


2.1.1
Karateristik sistem.......................................................................6
2.1.2
Ciri pokok sistem ........................................................................8
2.1.3
Klasifikasi sistem ........................................................................8
2.1.4
Kriteria sistem ...........................................................................10
Konsep Dasar Informasi ..........................................................................11
Siklus informasi ........................................................................12
2.2.1
2.2.2
Nilai informasi ..........................................................................12
2.2.3
Karakteristik dari informasi yang baik......................................13
Sistem Informasi .....................................................................................14
2.3.1
Sifat sistem informasi ...............................................................14
2.3.2
Komponen dari sistem informasi ..............................................16
2.3.3
Sistem informasi manajemen ....................................................17
Basis Data ................................................................................................19
2.4.1
Sistem manajemen basis data....................................................19
2.4.2
Karakteristik sistem manajemen basis data ..............................19
2.4.3
Model entry relationship ...........................................................20
Agribisnis Perikanan Tangkap ................................................................21
Visual Basic.NET ....................................................................................24
2.6.1
Komponen-komponen object oriented programming ..............24
2.6.2
Empat pilar utama dari object oriented programming ..............25
2.6.3
Elemen dasar jendela kerja Visual Basic .NET ........................26
Microsoft Access .....................................................................................28
2.7.1
Jendela kerja Microsoft Access.................................................29
2.7.2
Database dalam Microsoft Access ...........................................30

3. METODOLOGI ...............................................................................................32
3.1
3.2
3.3
3.4

3.4

Waktu dan Tempat Penelitian .................................................................32


Alat Penelitian .........................................................................................32
Metode Pengumpulan Data .....................................................................33
Analisis Data ...........................................................................................33
3.4.1
Tahap perencanaan sistem informasi ........................................33
3.4.2
Tahap analisis sistem informasi ................................................34
3.4.3
Tahap perancangan sistem informasi ........................................34
3.4.4
Tahap implementasi sistem informasi ......................................36
3.4.5
Tahap validasi sistem informasi................................................36
Analisis Usaha .........................................................................................38

4. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN .............................................40


4.1
4.2

4.3
4.4

4.5

Keadaan Geografis, Letak Topografis dan Luas Wilayah ......................40


Kondisi Fisik Wilayah .............................................................................43
4.2.1
Kondisi iklim dan angin ............................................................43
4.2.2
Karakteristik perairan, wilayah pesisir dan laut ........................44
Kependudukan dan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir ........................45
Keadaan Umum Perikanan Tangkap Kabupaten Subang........................46
4.4.1
Prasarana penangkapan .............................................................46
Sarana penangkapan..................................................................48
4.4.2
4.4.3
Usaha penangkapan ikan...........................................................49
Potensi Perikanan ....................................................................................50

5. KEADAAN UMUM PPI BLANAKAN ..........................................................52


5.1
5.2

5.3
5.4
5.4

Letak dan Lokasi PPI Blanakan ..............................................................52


Keadaan Perikanan PPI Blanakan ...........................................................52
5.2.1
Unit penangkapan ikan .............................................................52
Prasarana penangkapan .............................................................56
5.2.2
5.2.3
Perkembangan nilai dan volume produksi ikan ........................63
5.2.3
Rantai pemasaran dan pengolahan ............................................65
Sejarah KUD Mina Fajar Sidik ...............................................................67
Struktur Organisasi KUD Mina Fajar Sidik ............................................68
Prestasi KUD Mina Fajar Sidik ...............................................................69

6. HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................71


6.1
6.2

6.3

Perencanaan Sistem Informasi ................................................................71


Analisis Sistem Informasi .......................................................................71
6.2.1
Analisis kebutuhan ....................................................................71
6.2.2
Formulasi masalah ....................................................................73
Identifikasi sistem .....................................................................73
6.2.3
Mekanisme dan Manajemen Pendataan ..................................................76
Manajemen data di KUD ..........................................................77
6.3.1
6.3.2
Manajemen data di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) ..................77
6.3.3
Manajemen data di SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan) .....78
Manajemen data di pabrik es ....................................................79
6.3.4
6.3.5
Manajemen data usaha penangkapan ........................................80
6.3.6
Manajemen data pengolahan dan pemasaran ikan ....................81

6.4

6.5

6.6
6.7
6.8

Perancangan Sistem Informasi ................................................................82


6.4.1
Diagram blok ............................................................................82
6.4.2
Diagram arus data .....................................................................83
6.4.3
Diagram entity relationship ......................................................95
Implementasi Sistem Informasi ...............................................................97
6.5.1
Splash screen ............................................................................97
6.5.2
Form login ................................................................................98
6.5.3
Menu utama ..............................................................................98
6.5.4
Menu tentang PPI ......................................................................99
6.5.5
Menu kelembagaan KUD........................................................101
6.5.6
Menu sarana produksi .............................................................102
6.5.7
Menu usaha penangkapan .......................................................103
6.5.8
Menu pengolahan ....................................................................105
Menu pemasaran .....................................................................107
6.5.9
6.5.10 Menu analisis usaha ................................................................108
6.4.11 Menu cetak ..............................................................................110
6.4.12 Menu informasi .......................................................................111
Kelebihan dan Kekurangan SMART PPI Blanakan .............................112
Implementasi Akhir Sistem Informasi ..................................................113
Manfaat SMART PPI Blanakan ............................................................115

7. KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................................108


DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................110
LAMPIRAN ........................................................................................................112

DAFTAR TABEL
Halaman
1

Objek pengolahan data dalam Microsoft Access ............................................30

Empat wilayah kecamatan pesisir di Kabupaten Subang................................43

Peningkatan kualitas sumberdaya manusia perikanan ....................................46

Kondisi PPI di Kabupaten Subang sampai dengan tahun 2008 ......................47

Keadaan TPI di Kabupaten Subang tahun 2008 ............................................48

Jumlah perahu / kapal motor di Kabupaten Subang tahun 2008 ....................48

Jumlah unit alat tangkap dan trip penangkapan tahun 2008 ...........................49

Produksi dan nilai produksi penangkapan laut tahun 2008.............................50

PDRB dan konsumsi ikan Kabupaten Subang tahun 2006-2008....................51

10 Perkembangan jumlah kapal di PPI Blanakan (2006-2008) ...........................52


11 Perkembangan jumlah alat tangkap di PPI Blanakan (2006-2008) ................53
12 Jumlah nelayan di PPI Blanakan tahun 2006 ..................................................56
13 Persentase potongan lelang berdasarkan RAT KUD ......................................58
14 Persentase potongan lelang berdasarkan PERDA No 5 Tahun 2005..............59
15 Nilai dan volume produksi di PPI Blanakan taun 2006-2008.........................64
16 Daftar jenis olahan di PPI Blanakan tahun 2008 ............................................67
17 Analisis kebutuhan sistem informasi agribisnis di PPI Blanakan ...................72

DAFTAR GAMBAR
Halaman
1

Karakteristik Sistem ..........................................................................................6

Siklus informasi ..............................................................................................11

Bagan model dasar sistem informasi ..............................................................13

Blok sistem informasi yang berinteraksi.........................................................14

Sistem agribisnis perikanan tangkap ...............................................................22

Jendela kerja Visual Basic .NET 2008 ...........................................................26

Jendela form design ........................................................................................28

Elemen-elemen pada Access 2007 ..................................................................29

Contoh table, field dan record ........................................................................31

10 Strutur database secara umum ........................................................................35


11 Diagram alir proses pembuatan SMART PPI Blanakan .................................37
12 Jaring tegur ......................................................................................................54
13 Pengoperasian jaring bondet ...........................................................................55
14 Dermaga, fender dan bollard di PPI Blanakan ...............................................57
15 Gedung TPI (Tempat Pelelangan Ikan) PPI Blanakan ...................................60
16 Pabrik es dan dock di PPI Blanakan ...............................................................61
17 Solar Packed Dealer Nelayan di PPI Blanakan ..............................................61
18 Pasar ikan di PPI Blanakan .............................................................................62
19 Gedung KUD Inti Mina Fajar Sidik ................................................................63
20 Rantai pemasaran di PPI Blanakan .................................................................65
21 Diagram sebab akibat SMART PPI Blanakan ................................................74
22 Diagram input-output SMART PPI Blanakan ................................................75
23 Form pendaftaran anggota KUD ....................................................................77
24 Form Pelelangan Ikan .....................................................................................78
25 Form transaksi pembelian solar ......................................................................79
26 Form transaksi pembelian es ..........................................................................79
27 Form pendataan jumlah kapal dan jumlah alat tangkap .................................80
28 Form pendataan jenis olahan ..........................................................................81
29 Diagram blok SMART PPI Blanakan .............................................................82

30 Diagram alir menu utama ................................................................................84


31 Diagram alir menu tentang PPI .......................................................................85
32 Diagram alir menu kelembagaan ....................................................................86
33 Diagram alir keanggotaan ...............................................................................87
34 Diagram alir menu sarana produksi ................................................................88
35 Diagram alir usaha penangkapan ....................................................................89
36 Diagram alir menu pengolahan .......................................................................91
37 Diagram alir menu pemasaran ........................................................................92
38 Diagram alir menu analisis usaha ...................................................................93
39 Diagram alir menu cetak .................................................................................94
40 Diagram alir menu informasi ..........................................................................95
41 Diagram entity relationship SMART PPI Blanakan .......................................96
42 Splash screen SMART PPI Blanakan .............................................................97
43 Form login .......................................................................................................98
44 Menu utama SMART PPI Blanakan ...............................................................99
45 Submenu fasilitas PPI Blanakan ...................................................................100
46 Tampilan submenu Tempat Pelelangan Ikan bagi admin .............................100
47 Submenu keanggotaan KUD yang terdapat pada admin ..............................102
48 Submenu SPDN ............................................................................................103
49 Submenu jumlah alat tangkap .......................................................................104
50 Submenu hasil tangkapan .............................................................................105
51 Submenu jenis olahan ...................................................................................106
52 Tampilan submenu jumlah produk olahan pada user ...................................106
53 Tampilan submenu pemasaran ikan segar pada admin .................................107
54 Submenu analisis usaha ................................................................................108
55 Tampilan pada Menu Cetak ..........................................................................110
56 Submenu bantuan (help) F1 .......................................................................111

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1

Peta lokasi penelitian ....................................................................................122

Pembagian kecamatan di Kabupaten Subang ...............................................123

Struktur data tabel SMART PPI Blanakan ...................................................124

Database SMART PPI Blanakan..................................................................130

Form Manajemen Pendataan di PPI Blanakan .............................................143

Tampilan SMART PPI Blanakan..................................................................145

1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam menghadapi tantangan masa depan, tentunya sektor perikanan
haruslah memiliki daya saing. Daya saing yang kuat ini salah satunya dapat
diperoleh dengan meningkatkan pembangunan di sektor perikanan. Pembangunan
perikanan saat ini lebih diarahkan untuk peningkatan kegiatan agribisnis dan
agroindustri dalam bidang perikanan, meningkatkan kualitas ikan, meningkatkan
kesempatan berusaha dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nelayan
serta menunjang pembangunan yang potensial bagi usaha perikanan (Erwadi,
2003). Sebagai implikasinya, salah satu upaya yang ditempuh untuk
meningkatkan

pembangunan

perikanan

adalah

dengan

meningkatkan

produktivitas dan efisiensi usaha melalui kegiatan agribisnis perikanan tangkap


diberbagai wilayah di Indonesia.
Jawa Barat merupakan salah satu provinsi termaju di bidang pertanian
dalam arti luas (termasuk perikanan). Bahkan muatan visi pembangunan daerah
provinsi ini memberikan porsi utama terhadap terwujudnya sektor pertanian
termaju di Indonesia. Selain itu, Jawa Barat juga menempatkan sektor perikanan
dan kelautan sebagai salah satu inti-bisnis (bussiness core) utama di wilayahnya
(Dinas Perikanan Jawa Barat, 2007). Di wilayah provinsi ini, terdapat banyak
kabupaten/kota yang menjadi sentra-sentra produksi dan potensi pengembangan
bisnis kelautan dan perikanan, seperti Kabupaten Subang, Indramayu dan Cirebon
yang berada di wilayah pantai bagian utara Jawa Barat, serta Kabupaten
Sukabumi dan Garut yang berada di wilayah pantai bagian selatan Jawa Barat.
Kabupaten Subang merupakan salah satu wilayah dengan produksi
perikanan tangkap terbesar di Jawa Barat setelah Indramayu dan Cirebon. Total
produksi perikanan tangkap di tahun 2008 adalah sebesar 18.036,1 ton pada
perairan laut dan 509,9 ton pada perairan umum (Dinas Perikanan Subang, 2009).
Selain itu, di antara sembilan lapangan usaha pertanian di Subang yang terdiri atas
lima jenis kegiatan (tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan dan
perikanan), sektor perikanan merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja
terbanyak, yaitu sebesar 335 ribu orang, mencapai 55 persen dari seluruh tenaga

kerja yang berjumlah 640.746 orang. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan
agribisnis perikanan tangkap di kabupaten Subang cukup produktif. (Dinas
Perikanan Jawa Barat, 2007).
Basis dari aktivitas bisnis perikanan tangkap di Kabupaten Subang terletak
di PPI Blanakan yang terletak di Desa Blanakan. PPI Blanakan merupakan sebuah
pangkalan pendaratan ikan yang berperan sebagai pusat kegiatan agribisnis
perikanan yang juga memiliki fungsi industri, yaitu selain merangsang tumbuhnya
industri juga memberikan pelayanan terhadap industri yang terletak didalamnya,
sehingga memudahkan dalam melakukan pengolahan dan pemasaran lebih lanjut.
Untuk mendukung kegiatan agribisnis tersebut maka diperlukan beberapa
faktor yang dapat mendukung berkembangnya aktivitas bisnis di PPI Blanakan.
Salah satu faktor yang diperlukan untuk mendukung peningkatan produktivitas
adalah tersedianya berbagai informasi mengenai aktivitas bisnis perikanan
tangkap di PPI Blanakan dimulai dari praproduksi sampai dengan pascaproduksi.
Ketersediaan informasi ini dapat diperoleh dengan mudah apabila sudah terdapat
teknologi informasi yang diterapkan di PPI Blanakan.
Teknologi informasi merupakan suatu cara memanfaatkan sumberdaya
konseptual dan sumberdaya fisik untuk mengolah sumberdaya informasi dengan
baik agar tercapai suatu keunggulan kompetitif. Hal ini memerlukan adanya
pengembangan perencanaan informasi yang berorientasi ke masa depan untuk
mengidentifikasi rencana penggunaan komputer dan sumberdaya informasi yang
diperlukan (McLeod, 2007).
Akan tetapi, pada kenyataannya informasi mengenai kegiatan agribisnis
perikanan tangkap di PPI Blanakan saat ini belum tersedia dalam jumlah dan
kualitas yang memadai. Hal ini disebabkan karena kegiatan pengumpulan
informasi berupa pengumpulan, pencatatan dan pengolahan data, baik yang
dilakukan oleh pihak KUD Mina Fajar Sidik maupun Dinas Perikanan Kabupaten
Subang masih bersifat manual, tidak teratur dan tidak konsisten. Hal ini
mengakibatkan sulitnya proses penyimpanan data dan pencarian data yang
dibutuhkan sehingga tidak efisien dari segi waktu. Selain itu, ketiadaan sistem
informasi yang memadai juga mengakibatkan diperlukannya tempat penyimpanan
yang luas dan tenaga kerja yang lebih banyak.

Oleh karena itulah, penting untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam


menyusun data mengenai kegiatan agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan.
Dengan adanya sistem informasi maka proses penyimpanan dan pengolahan data
dapat dilakukan secara teratur, lebih cepat dan konsisten serta menghasilkan
informasi yang dibutuhkan secara akurat, efektif dan efisien. Selain itu, tenaga
kerja yang dibutuhkan dalam proses penyimpanan dan pencatatan data menjadi
lebih sedikit. Sehingga secara keseluruhan diharapkan sistem informasi tersebut
dapat membantu para pengguna informasi dalam hal perencanaan, pengendalian
operasi serta pengambilan keputusan.

1.2 Tujuan
Tujuan dilakukannya penelitian mengenai sistem informasi manajemen
agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan adalah:
(1)

Mengetahui kebutuhan informasi para pelaku usaha di PPI Blanakan.

(2)

Mengidentifikasi sistem agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan.

(3)

Merancang sistem informasi berbasis komputer yang dapat memenuhi


kebutuhan informasi para pengguna serta menunjang aktivitas bisnis di PPI
Blanakan.

1.3 Permasalahan
Adapun permasalahan yang ada dalam manajemen pendataan di PPI
Blanakan antara lain:
(1)

Adanya kesulitan dalam pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan


pencarian data karena data yang ada masih tersimpan dalam laporanlaporan, buku-buku dan lembaran-lembaran. Selain itu, proses penyimpanan
data membutuhkan ruangan yang besar.

(2)

Keterkaitan antar-komponen sistem agribisnis perikanan tangkap di PPI


Blanakan belum terlaksana.

(3)

Proses pelaporan data membutuhkan waktu yang lama dan ketelitian yang
tinggi dalam pembuatanya karena masih dikerjakan manual.

1.4 Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah:
(1)

Bagi pengelola PPI Blanakan untuk memecahkan berbagai persoalan


mengenai kesulitan proses pengolahan dan penyimpanan data sekaligus
untuk mengetahui kondisi atau gambaran umum mengenai sistem agribisnis
perikanan tangkap di PPI Blanakan.

(2)

Bagi Peneliti diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam


merancang suatu sistem informasi berbasis komputer yang dapat memenuhi
kebutuhan para pelaku usaha di PPI Blanakan. Selain itu, peneliti
diharapkan mampu mengidentifikasi dan menganalisis sistem agribisnis
yang ada di PPI Blanakan.

(3)

Bagi instansi pendidikan, yaitu sebagai salah satu bahan yang dapat
menunjang perkembangan ilmu pengetahuan di bidang sistem informasi
perikanan tangkap.

2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systma) dan bahasa Yunani (sustma)
yang artinya suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang
berinteraksi, dimana suatu model matematika seringkali bisa dibuat (Amirin,
2003).
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan
yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh
umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa
elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga
membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu
rakyat yang berada di negara tersebut (Amirin, 2003).
Dalam pengertian yang paling sederhana, sebuah sistem merupakan
sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Definisi yang lebih
lengkap diungkapkan oleh McLeod (2007) yang menyatakan bahwa sistem adalah
sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai
suatu tujuan. Sedangkan menurut Davis (1984) sistem adalah seperangkat unsurunsur yang terdiri dari manusia, alat, konsep dan prosedur yang dihimpun menjadi
satu untuk maksud dan tujuan bersama.
Suatu sistem yang dibuat tentunya memiliki maksud tertentu. Sistem dibuat
untuk mencapai suatu tujuan (goal) dan sasaran (objective). Tujuan biasanya
dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran biasanya dalam
ruang lingkup yang lebih sempit (Amirin, 2003).
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsystem). Misalnya,
sistem komputer terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat
lunak. Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih
kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem perangkat keras
(hardware) dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan
simpanan luar. Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan

membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat
tercapai. Interaksi dari subsistem-subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai
suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated) (Amirin, 2003).
2.1.1 Karateristik sistem
Suatu

sistem

mempunyai

karakteristik

tertentu,

yaitu

mempunyai

komponen-komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungan luar


sistem (environment), penghubung (interface), masukan (input), keluaran
(output), pengolah (process), dan sasaran (objective) atau tujuan (goal)
(Jogiyanto, 2005). Karakteristik sistem digambarkan pada Gambar 1.
Di bawah ini merupakan penjelasan dari karakteristik sistem menurut
Jogiyanto (2005):
Lingkungan Luar
Sub
Sistem

Sub
Sistem

Interface
Sub
Sistem

Sub
Sistem

Boundary
Sumber: Jogiyanto, 2005

Boundary

Gambar 1 Karakteristik sistem.


1)

Komponen Sistem (components)


Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja
sama membentuk kesatuan. Komponen-komponen atau elemen-elemen
sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap
subsistem mempunyai sifat- sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi
tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2)

Batas Sistem (boundary)


Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan
sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini
memungkinkan sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem
menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3)

Lingkungan Luar Sistem (environment)


Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem
yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat
menguntungkan maupun merugikan. Lingkungan yang menguntungkan
harus tetap dijaga dan dipelihara karena merupakan energi dari sistem.
Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan,
karena jika tidak akan mengganggu kelangsungan sistem.

4)

Penghubung (Interface)
Interface merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan
subsistem yang lainnya. Interface ini memungkinkan satu subsistem untuk
mengalirkan sumber daya ke subsistem lainnya. Keluaran dari suatu
subsistem akan menjadi masukan bagi subsistem lain melalui suatu
penghubung. Penghubung suatu subsistem dapat berinteraksi dengan
subsistem lain dan membentuk satu kesatuan.

5)

Masukan (Input)
Input merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Input dapat
berupa maintenance input dan signal input. Maintenance input adalah energi
yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input
adalah energi yang diproses untuk menghasilkan output.

6)

Keluaran (Output)
Output merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi output yang berguna dan sisa pembuangan. Output dapat menjadi
input untuk subsistem yang lain.

7)

Pengolah Sistem (process)


Suatu sistem mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah masukan
menjadi keluaran.

8)

Sasaran Sistem (objective)


Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari
sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan dan output yang akan
dihasilkan sistem. Sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran dan
tujuannya.

2.1.2 Ciri pokok sistem


Menurut Amirin (2003), ada sembilan ciri pokok sistem, yaitu:
1)

Setiap sistem mempunyai tujuan sehingga perilaku atau kegiatannya


mengarah pada tujuan tersebut.

2)

Setiap sistem mempunyai batas (boundaries) yang memisahkannya dari


lingkungan.

3)

Sistem bersifat terbuka atau pada umumnya bersifat terbuka. Boleh


dikatakan dalam kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup.
Suatu sistem dikatakan terbuka jika berinteraksi dengan lingkungannya dan
sebaliknya, dikatakan tertutup jika mengisolasikan diri dari pengaruh
apapun.

4)

Suatu sistem terdiri dari dua atau lebih subsistem. Setiap sistem terdiri dari
subsistem yang terbagi lagi ke dalam subsistem yang lebih kecil, begitu
seterusnya.

5)

Walau sistem itu terdiri dari berbagai bagian, unsur-unsur atau komponen,
tidak berarti bahwa sistem itu merupakan sekedar kumpulan dari bagian,
unsur atau komponen tersebut, melainkan merupakan satu kebulatan yang
utuh dan padu.

6)

Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam (intern)


sistem, maupun antara sistem dengan lingkungannya.

7)

Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses


mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output). Karena itu maka
sistem sering disebut sebagai processor atau transformator.

8)

Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan


tersedianya umpan balik.

9)

Karena adanya mekanisme kontrol itu maka sistem mempunyai kemampuan


mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau
keadaan secara otomatis (dengan sendirinya).

2.1.3 Klasifikasi sistem


Menurut Jogiyanto (2005) sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut
pandang, diantarannya sebagai berikut :

1)

Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem


fisik (physical system).
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak
tampak secara fisik misalnya sistem teologi, yaitu sistem yang berupa
pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik
merupakan sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer, sistem
akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya.

2)

Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem


buatan manusia (human made system).
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak
dibuat manusia, misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia
adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang
melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan humanmachine system, atau ada yang menyebutnya man-machine system. Sistem
informasi merupakan contoh dari man-machine system, karena menyangkut
komputer yang berinteraksi dengan manusia.

3)

Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan


sistem tak tentu (probabilistic system).
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.
Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga
keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari
sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan bedasarkan programprogram yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa
depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

4)

Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem


terbuka (open system).
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis
tanpa adanya campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem
tertutup ini ada, tetapi pada kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar
tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup,
tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka merupakan sistem yang terbuka

dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan
menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem lainnya.
Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya,
maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik.
2.1.4 Kriteria sistem
Menurut Amirin (2003), suatu sistem yang baik harus mempunyai kriteriakriteria sebagai berikut :
1)

Kegunaan
Sistem harus menghasilkan informasi yang tepat waktunya dan relefan untuk
pengambilan keputusan manajemen dan personel operasi dalam organisasi.

2)

Ekonomis
Semua bagian dari sistem termasuk laporan, pengawasan-pengawasan dan
lain-lain harus menyumbangkan nilai tambah sekurang-kurangnya sebesar
biaya.

3)

Keandalan
Keluaran sistem harus mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi dan sistem
itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif dan efisien.

4)

Kapasitas
Sistem harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani
periode-periode operasi puncak seperti operasi normal.

5)

Kesederhanaan
Sistem harus cukup sederhana sehingga struktur dan operasinya dapat
mudah dimengerti dan prosedurnya dapat dengan mudah diikuti.

6)

Fleksibel
Sistem harus cukup fleksibel untuk menerima perubahan-perubahan.

2.2 Konsep Dasar Informasi


Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi,
sehingga informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Suatu sistem
yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh. Keadaan dari sistem
dalam hubungannya dengan keberakhirannya disebut dengan istilah entropy.

Informasi yang berguna bagi sistem akan menghindari proses entropy tersebut
yang disebut dengan negative entropy atau negentropy (Pangestu, 2007).
Informasi dapat didefenisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam
suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan
untuk pengambilan keputusan (Pangestu, 2007).
Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari
bentuk tunggal atau data-item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu
yang terjadi pada saat tertentu (Pangestu, 2007).
2.2.1 Siklus informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum bercerita banyak,
sehingga perlu diolah lebih lanjut menjadi suatu model untuk dihasilkan
informasi. Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu
model proses tertentu (McLeod, 2007). Proses pengolahan data menjadi informasi
hingga informasi tersebut menjadi data kembali disebut dengan siklus informasi
(Gambar 2).
Dasar Data

Proses
(Model)

Output
(Information)

Input
(Data)

Penerima

Data
(ditangkap)

Hasil
Tindakan

Sumber: Pangestu, 2007

Gambar 2 Siklus informasi.

Pembuat
Keputusan

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima


kemudian menerima informasi tersebut, melakukan keputusan berdasarkan
informasi tersebut dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu
tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan
ditangkap kembali sebagai input, diproses kembali melalui suatu model dan
seterusnya yang merupakan suatu siklus (Pangestu, 2007).
2.2.2 Nilai informasi
Nilai dari informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal, yaitu
manfaat dan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Suatu informasi dapat
dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk
mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan
dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan.
Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian
informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya,
karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak saja.
Sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir secara pasti nilai keuntungannya
(dalam satuan uang), tetapi kita dapat menaksir nilai efektifitas dari informasi
tersebut. (Jogiyanto, 2005).
2.2.3 Karakteristik dari informasi yang baik
Menurut Kroenke (1992), informasi dapat dikatakan baik jika memiliki
kriteria dan karakteristik sebagai berikut:
1)

Information must be pertinent


Informasi harus berhubungan. Pernyataan informasi harus berhubungan
dengan urusan dan masalah yang penting bagi penerima informasi (orang
yang membutuhkan informasi tersebut).

2)

Information must be accurate


Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak memiliki bias atau
menyesatkan. Informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya.
Keakuratan informasi seringkali bergantung pada keadaan.

3)

Information must be timely


Informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang pada
penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan

mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam


pengambilan keputusan.
4)

Relevan
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang yang satu dengan yang lainnya pasti
berbeda.

2.3 Sistem Informasi


Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam
pengambilan keputusan. Informasi diperoleh dari sistem informasi (information
systems) atau disebut juga dengan processing system atau information processing
systems. Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware,
prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah
data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan
pengambilan keputusan (http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi). Bagan
model dasar sistem informasi disajikan pada Gambar 3.
Penyimpanan

Masukan

Pengolahan

Keluaran

Sumber: Davis, 1984

Gambar 3 Bagan model dasar sistem informasi.


Sistem informasi menerima masukan data dan instruksi, mengolah data
tersebut sesuai instruksi dan mengeluarkan hasilnya. Model dasar sistemnya
adalah masukan, pengolahan dan keluaran. Fungsi pengolahan informasi sering
membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu
sebelumnya. Karena itu ditambahkan sebuah penyimpanan data berkas (data
berkas storage) ke dalam sistem informasi tersebut. Dengan ditambahkan
penyimpanan data, fungsi pengolahan informasi bukan lagi mengubah data
menjadi informasi tetapi juga menyimpan data untuk penggunaan lanjutan. Model
dasar pengolahan informasi berguna dalam memahami bukan saja keseluruhan

sistem pengolahan informasi, tetapi juga untuk penerapan pengolahan informasi


secara tersendiri. Setiap penerapan dapat dianalisis menjadi masukan,
penyimpanan, pengolahan dan keluaran (Davis, 1984).
Selain itu Davis (1984) juga menyatakan bahwa sistem pengolahan
informasi memiliki subsistem fungsional seperti sistem perangkat lunak, sistem
pengoperasian, sistem komunikasi dan sistem database.
2.3.1 Sifat sistem informasi
Menurut Pangestu (2007), sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat
seperti:
1)

Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian


terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak
yang sesuai.

2)

Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen,


keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan.

3)

Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani


suatu macam operasi.

4)

Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mendapatkan


manfaat dan puas terhadap sistem informasi.

2.3.2 Komponen dari sistem informasi


Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan
istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), blok
model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology
blok), blok basis data (database block) dan blok kendali (controls block). Masingmasing interaksi dari blok sistem informasi tersebut disajikan pada Gambar 4.
Keenam blok tersebut harus saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai
sasaran dalam satu kesatuan (Jogiyanto, 2005). Berikut penjelasan masing-masing
blok sistem informasi:
1)

Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini
termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data
yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2)

Blok Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang
akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan
cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3)

Blok Keluaran
Produk yang dihasilkan dari sistem informasi adalah keluaran yang
merupakan informasi yang baik serta bermanfaat dan dokumentasi yang
berguna untuk semua tingkatan manajemen semua pemakai sistem.

Sumber: Jogiyanto, 2005

Gambar 4 Blok sistem informasi yang berinteraksi.


4)

Blok Teknologi
Teknologi merupakan sebuah tool-box dalam sistem informasi. Teknologi
digunakan untuk menerima masukan, menjalankan model, menyimpan, dan
mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu
pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau
brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

5)

Blok Basis Data


Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras
komputer dan untuk mengakses atau memanipulasinya digunakan perangkat
lunak yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems). Data
perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih
lanjut. Perlu dilakukan pengorganisasian terhadap basis data yang ada agar
informasi yang dihasilkannya baik dan kapasitas penyimpanannya efisien.

6)

Blok Kendali
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam,
kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan yang terjadi di dalam sistem,
ketidakefisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Sehingga beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun dapat langsung segera
diperbaiki jika seandainya hal-hal yang disebutkan diatas terjadi.

2.3.3 Sistem informasi manajemen


McLeod (2005) mendefinisikan sistem informasi manajemen sebagai suatu
sistem berbasis computer yang menyajikan informasi sesuai dengan kebutuhan
pengguna (user). Dengan informasi tersebut, pengguna dapat mengetahui tentang
apa yang telah terjadi di masa lalu, sekarang dan dugaan kebijakan dimasa yang
akan datang. Informasi yang disajikan dapat berbentuk laporan periodik, laporan
khusus atau hasil simulasi matematik.
Definisi lain yang lebih ringkas dan formal dari sistem informasi
manajemen yaitu: serangkaian sub-sistem informasi yang menyeluruh dan
terkoordinasi yang secara rasional mampu menstransformasikan data sehingga
menjadi informasi dengan berbagai cara guna meningkatkan produktivitas yang
sesuai dengan gaya dan sifat manajer (Scott, 1997).
Menurut Scott (1997), ada beberapa poin yang perlu diuraikan mengenai
sistem informasi manajemen secara lebih lanjut:
a.

Sistem informasi manajemen memiliki sub-sitem informasi.


Sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub-sistem, dimana subsistem tersebut mendukung tercapainya sasaran sistem informasi manajemen
dan organisasi. Sebagian dari sub-sistem berperan hanya dalam satu
kegiatan atau lapisan manajemen, sementara yang lainya berperan ganda.

b.

Sistem informasi manajemen adalah menyeluruh.


Sebuah sistem informasi manajemen mencakup sistem informasi formal
maupun informal baik yang manual maupun berkomputer. Komponen yang
terpenting dalam sistem informasi manajemen adalah manajer yang
pikirannya akan memproses dan menyebarkan informasi secara berinteraksi
dengan elemen-elemen lain dari sistem informasi manajemen.

c.

Sistem informasi manajemen adalah terkoordinasi.


Sistem informasi manajemen dikoordinasikan secara terpusat untuk
menjamin bahwa data yang di proses dapat dioperasikan secara terencana
dan terkoordinasi. Semuanya untuk menjamin bahwa informasi melewati
dan menuju subsistem yang diperlukan, serta menjamin bahwa sistem
informasi bekerja secara efisien.

d.

Sistem informasi manajemen terintegrasi secara rasional.


Subsistem dalam sistem informasi manajemen adalah terintegrasi (terpadu)
sehingga kegiatan dari masing-masing saling berkaitan satu dengan yang
lainnya, integrasi ini dilakukan terutama dengan melewatkan data diantara
subsistem tersebut.

e.

Sistem informasi manajemen mentransformasikan data kedalam informasi.


Apabila data diolah dan berguna bagi manajer untuk tujuan tertentu, maka ia
akan menjadi informasi.

f.

Sistem informasi manajemen meningkatkan produktivitas.


Sistem informasi manajemen dengan berbagai cara mampu meningkatkan
produktivitas, antara lain: dengan kemampuan melaksanakan tugas rutin
seperti penyajian dokumen dengan efisien, mampu memberikan layanan
bagi organisasi intern dan ekstern, serta mampu meningkatkan kemampuan
manajer untuk mengatasi masalah-masalah yang tidak terduga.
Davis (1984) menyatakan bahwa setidaknya terdapat lima aspek yang dapat

dikategorikan sebagai ciri khusus bidang sistem informasi manajemen, yaitu:


proses manajemen, seperti perencanaan strategis dan pengelolaan fungsi sistem
informasi; proses pengembangan, seperti manajemen proyek pengembangan
sistem; konsep pengembangan, seperti konsep sosioteknikal dan konsep kualitas;
representasi, seperti sistem basis data dan pengkodean program; sistem aplikasi,
seperti knowledge management dan executive system.

2.4 Basis Data


Basis data atau biasa disebut database adalah kumpulan informasi yang
disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa

menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis


data tersebut (Waljiyanto, 2003).
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya
semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika. Catatan yang mirip
dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam
bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis
(Waljiyanto, 2003).
Dalam praktek, penggunaan istilah basis data menurut Waljiyanto (2003)
lebih dibatasi pada arti implisit yang khusus, yaitu:
a.

Basis data merupakan penyajian suatu aspek dari dunia nyata (real world
atau

miniworld).

Misalnya

basis

data

perbankan,

perpustakaan,

pertanahan, perpajakan, dan sebagainya.


b.

Basis data merupakan kumpulan data dari berbagai sumber yang secara
logika mempunyai arti implisit. Sehingga data yang terkumpul secara acak
dan tanpa mempunyai arti, tidak dapat disebut basis data.

c.

Basis data perlu dirancang, dibangun, dan dikumpulkan untuk suatu tujuan.
Basis data dapat digunakan oleh beberapa pemakai dan beberapa aplikasi
yang sesuai dengan kepentingan pemakai.
Dari batasan tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa basis data mempunyai

berbagai sumber data dalam pengumpulan data, bervariasi derajat interaksi


kejadian dari dunia nyata, dirancang dan dibangun agar dapat digunakan oleh
beberapa pemakai untuk berbagai kepentingan. Suatu hal yang perlu diperhatikan
dalam penyimpanan data pada basis data adalah dihindarkan adanya data yang
rangkap (redundant) (Waljiyanto, 2003).
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau
potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari
jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema
menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara
obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan
struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model
yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang mewakili semua
informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel

terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi
matematika). Dalam model ini, hubungan antar-tabel diwakili dengan
menggunakan nilai yang sama antar-tabel. Model yang lain seperti model
hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk
mewakili hubungan antar tabel (Waljiyanto, 2003).
2.4.1 Sistem manajemen basis data
Pengelolaan basis data dapat dilakukan secara manual ataupun dengan
komputer. Basis data berbasis komputer dapat dikelola baik oleh sekumpulan
program aplikasi untuk suatu kepentingan atau oleh sistem manajemen basis data
(database management system) (Waljiyanto, 2003).
Sistem manajemen basis data adalah adalah kumpulan program yang
digunakan untuk membuat dan mengelola basis data. Suatu sistem manajemen
basis data merupakan sistem perangkat lunak yang secara umum dapat digunakan
untuk melakukan pemrosesan dalam hal pendefinisian, penyusunan, dan
manipulasi basis data untuk berbagai aplikasi. Pendefinisian basis data meliputi
spesifikasi tipe data, struktur dan pembatasan (constraints) dari data yang harus
disimpan dalam basis data. Penyusunan basis data meliputi proses masukan data
dalam media penyimpanan data yang harus dikontrol oleh sistem manajemen
basis data. Sedangkan yang termasuk manipulasi basis data seperti pembuatan
pertanyaan (query) dari basis data untuk mendapatkan informasi tertentu,
melakukan pembaharuan (updating) data, dan pembuatan laporan (report
generation) dari data dalam basis data (Waljiyanto, 2003).
2.4.2 Karakteristik sistem manajemen basis data
Di dalam pendekatan basis data, sejumlah data disimpan dalam satu tempat
dengan definisi data yang tetap sehingga dapat diakses oleh beberapa pemakai
dengan berbagai program aplikasi melalui kontrol sistem manajemen basis data
(Waljiyanto, 2003).
Berikut beberapa karakteristik utama sistem manajemen basis data menurut
Waljiyanto (2003):
1)

Pendefinisian Data
Dalam pendekatan basis data tidak hanya berisi basis data itu sendiri tetapi
juga termasuk definisi atau deskripsi dari data yang disimpan. Definisi data

disimpan dalam sistem katalog, yang berisi informasi tentang struktur tiap
berkas, tipe dan format penyimpanan tiap item data, dam berbagai konstrin
dari data. Semua informasi yang disimpan dalam sistem katalog ini biasa
disebut meta-data.
2)

Pemisahan Program dan Data


Sistem manajemen basis data mengakses program aplikasi yang ditulis
secara terpisah untuk suatu tujuan tertentu. Struktur berkas data disimpan
dalam sistem katalog yang terpisah dengan program aplikasi, yang biasa
disebut dengan program dan data saling bebas (program-data independent).

3)

Penggunaan Data
Basis data pada umumnya digunakan oleh beberapa pemakai untuk
kepentingan penggunaan yang berbeda pula. Data yang diperlukan bisa saja
bersifat secara eksplisit tersimpan dalam basis data, ataupun pemakai harus
melakukan pemrosesan tersendiri untuk memperoleh data atau informasi
yang diinginkan. Dalam hal ini sistem manajemen basis data harus mampu
mengakomodasi beberapa pemakai untuk beberapa kepentingan.

4)

Pemakaian Data Bersama


Basis data dengan sistem manajemen basis data memungkinkan beberapa
pemakai mengakses data yang sama pada waktu bersamaan pula. Untuk
menjamin bahwa data yang diakses tidak terjadi kesalahan maka harus ada
kontrol yang terintegrasi terhadap basis data (concurrency control).

2.4.3 Model entity relationship


Pada model ini, data sebenarnya diterjemahkan dengan memanfaatkan
perangkat konseptual menjadi sebuah diagram data, yang umumnya disebut
dengan diagram entity relationship atau diagram E-R. Sesuai dengan namanya,
ada dua komponen utama pembentuk E-R ini, yaitu entitas dan relasi. Kedua
komponen ini dideskripsikan lebih jauh melalui sejumlah atribut atau property
(Haryano, 2008).
Obyektif atau tujuan utama dari pembuatan diagram E-R adalah untuk
menunjukkan obyek-obyek (himpunan entitas) apa saja yang ingin dilibatkan
dalam sebuah basis data dan bagaimana hubungan yang terjadi diantara obyek-

obyek tersebut. Penggambaran atribut-atribut dalam sebuah diagram E-R


seringkali malah mengganggu tujuan yang ingin dicapai. Solusinya adalah dengan
penggambaran diagram E-R dengan menggunakan kamus data. Kamus data berisi
daftar atribut yang diapit kurung kurawal {}. Atribut yang berfungsi sebagai key
juga dibedakan dengan bukan key dengan menggarisbawahi atribut tersebut
(Haryanto, 2008).
Selain entitas dan atribut yang telah dijelaskan diatas, ada istilah-istilah
dalam model E-R ini yaitu relasi dan kardinalitas. Relasi menunjukkan adanya
hubungan antara sejumlah entitas. Sedangkan kardinalitas relasi menunjukkan
jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas lain. (Haryanto,
2008).
Menurut Haryanto (2008) kardinalitas relasi diantara dua entitas dapat
berupa:
a.

Satu ke Satu (One to One)


Relasi ini berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan
dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, begitu pula
sebaliknya, setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan paling
banyak satu entitas pada himpunan entitas A.

b.

Satu ke Banyak (One to Many)


Relasi ini berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan
dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya,
dimana setiap entitas pada himpuan entitas B berhubungan dengan paling
banyak satu entitas pada himpunan entitas A.

c.

Banyak ke Satu (Many to One)


Relasi ini berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan
dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak
sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpuan entitas B berhubungan
dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.

d.

Banyak ke Banyak (Many to Many)


Relasi ini berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan
dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya.

2.5 Agribisnis Perikanan Tangkap


Perikanan tangkap adalah kegiatan ekonomi yang mencakup penangkapan
atau pengumpulan hewan dan tanaman air yang hidup di air laut atau perairan
umum secara bebas. Perikanan tangkap merupakan suatu sistem yang terdiri dari
beberapa elemen atau subsistem yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu
dengan yang lainnya disebut dengan sistem agribisnis perikanan (Gambar 5).

Membangun
Membuat

SARANA PRODUKSI
Galangan Kapal
Pabrik Alat
Diklat TK

MASYARAKAT
Konsumen
Modal
Teknologi
PEMBINAAN
Dijual
kepada

UNIT PEMASARAN
Distribusi
Penjualan
Segmen

Membayar

Memasok

Produk
dijual Oleh

UNIT PENANGKAPAN
Kapal
Alat Nelayan
Diolah

Prasarana
Pelabuhan
UNIT SUMBERDAYA
Spesies
Habitat
Musim/Lingkungan
fisik

UNIT PENGOLAHAN
Handling
Processing
Packaging

Didaratkan Hasil
Tangkapan

Sumber: Monintja, 2001

Gambar 5 Sistem agribisnis perikanan tangkap.


Menutut Monintja (2001) elemen yang saling berkaitan dan mempengaruhi
satu dengan lainnya disebut komponen-komponen perikanan tangkap, terdiri atas:
1.

Sarana Produksi
Salah satu indikator berkembangnya usaha perikanan tangkap sangat
tergantung dari berjalannya fungsi sarana produksi dengan optimal. Sarana
produksi merupakan salah satu fasilitas yang menunjang berlangsungnya

kegiatan perikanan. Sarana produksi tersebut antara lain penyediaan alat


tangkap, pabrik es, galangan, instalasi air tawar, instalasi listrik, dan
pendidikan pelatihan tenaga kerja.
2.

Usaha Penangkapan
Usaha penangkapan terdiri dari unit penangkapan dan unit sumberdaya. Unit
penangkapan adalah kesatuan teknis dalam suatu operasi penangkapan yang
terdiri dari kapal, alat tangkap dan nelayan. Unit sumberdaya terdiri dari
spesies, habitat seperti mangrove, terumbu karang dan padang lamun serta
musim.

3.

Pelabuhan Perikanan
Pelabuhan

perikanan

berfungsi

sebagai

sarana

penunjang

untuk

meningkatkan produksi. Pelabuhan perikanan berfungsi sebagai pusat


pengembangan masyarakat nelayan, tempat berlabuh kapal perikanan,
tempat pendaratan ikan hasil tangkapan, tempat untuk memperlancar
kegiatan-kegiatan kapal perikanan, pusat pemasaran dan distribusi ikan hasil
tangkapan, pusat pembinaan mutu hasil perikanan serta pusat pelaksanaan
penyuluhan dan pengolahan data.
4.

Unit Pengolahan
Unit pengolahan termasuk didalamnya pengawetan bertujuan untuk
mempertahankan mutu dengan cara penanganan yang tepat agar ikan tetap
sempurna segar atau dalam wujud olahan, secara ekonomis nilai tambah
produk juga meningkat. Pengolahan tersebut dapat dilakukan secara
tradisional misalnya penggaraman, pengeringan dan pengasapan ataupun
dengan cara modern.

5.

Unit Pembinaan
Pembinaan merupakan suatu proses untuk peningkatan produksi dan
produktivitas perikanan yang merupakan salah satu tujuan pembangunan
sektor perikanan. Pembinaan tersebut terdiri atas pembinaan usaha
perikanan dan pembinaan mutu hasil perikanan.

6.

Unit Pemasaran
Pemasaran merupakan tindakan yang bertalian dengan pergerakan barangbarang dan jasa dari produsen ke tangan konsumen.

2.6 Visual Basic.NET


Pada awalnya bahasa pemrograman Visual Basic merupakan bahasa yang
Object-Based (komponen-komponen program dibuat dalam bentuk obyek).
Namun setelah kehadiran bahasa pemrograman Visual Basic 6 sudah mulai
dikenalkan metode pemrograman berorientasi obyek atau sering disebut OOP
(Object Oriented Programming), tetapi masih belum sepenuhnya metode tersebut
digunakan. Baru setelah Visual Basic .NET dirilis, bahasa pemrograman ini
menjadi bahasa yang Object Oriented. Dengan demikian bahasa pemrograman
Visual Basic. NET merupakan bahasa yang benar-benar berorientasi dengan
mendukung empat pilar utama dari OOP, yaitu Abstraction, Inheritance,
Polymorpohism dan Encapsulation (Yuswanto, 2007).
Pemrograman berorientasi obyek (OOP) merupakan metode pemrograman
dimana pengembang harus mendefinisikan tipe data dari struktur data dan tipe
dari operasi yang dapat diaplikasikan ke struktur data. Dengan demikian, struktur
data menjadi obyek yang memiliki data dan fungsi (Yuswanto, 2007).
2.6.1 Komponen-komponen object oriented programming
Menurut Yuswanto (2007), terdapat beberapa komponen yang sering
digunakan dalam pemrograman berorientasi obyek (OOP) antara lain:
a.

Obyek
Elemen dasar dari konsep pemrograman berorientasi obyek adalah obyek.
Obyek merupakan dasar dari entitas run-time dalam suatu sistem
berorientasi obyek. Ketika suatu program dijalankan, obyek berinteraksi
satu dengan lainnya dengan saling mengirimkan pesan (message).

b.

Class
Class adalah suatu koleksi dari obyek-obyek yang bertipe sama. Class
merupakan cetak biru (blue print) atau template atau spesifikasi dari obyek.
Dengan kata lain class adalah representasi abstrak dari obyek, sedangkan
obyek adalah representasi nyata dari class atau perwujudan (instance) dari
suatu class.
Suatu class dapat berisi property, field, method dan event dari suatu obyek.
Gabungan dari property, field, method dan event umumnya desebut dengan
members dari class. Visual Basic.NET telah menyediakan banyak class pada

.NET framework yaitu lebih dari 100 class dasar dan hampir 300
kombinasinya. Semua class dasar dikelompokkan dalam suatu istilah yang
disebut Namespaces.
c.

Method
Method adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh obyek. Sedangkan event
adalah pemberitahuan yang diterima oleh obyek atau dikirimkan ke obyek
atau aplikasi lain.

d.

Field
Field adalah informasi atau atribut yang terdapat dalam suatu obyek. Bentuk
field mirip dengan variabel yaitu dapat dibaca dan di-set secara langsung.

e.

Property
Property adalah informasi (attribute) yang dapat disimpan dalam suatu
obyek. Property dapat dieklarasikan dengan menggunakan variable public
atau method property. Public property digunakan untuk mengidentifikasi
dirinya sebagai field. Method property mengizinkan pemakai untuk
mengontrol operasi baca dan tulis dari property dalam suatu class. Terdapat
dua bagian dalam property, yaitu Get dan Set.
Get digunakan untuk mendefinisikan semua property yang memperbolehkan
akses ke nilai data. Sedangkan Set digunakan utnuk mendefinisikan semua
property yang membolehkan mengubah nilai data.

2.6.2 Empat pilar utama dari object oriented programming


Bahasa pemrograman dapat dikatakan mendukung konsep OOP jika
memiliki fitur-fitur seperti berikut ini (Yuswanto, 2007):
a.

Abstraksi (Abstraction)
Abstraction adalah kemampuan dari bahasa pemrograman untuk mengubah
suatu konsep menjadi bentuk abstrak dari konsep dalam suatu program.

b.

Banyak Bentuk (Polymorphism)


Polymorphism adalah kemampuan untuk menggunakan method dengan
nama yang sama pada class-class yang berbeda dan memungkinkan method
yang tepat dieksekusi berdasarkan konteks yang memanggilnya.

c.

Pewarisan (Inheritance)
Inheritance adalah kemampuan untuk membuat class turunan yang mewarisi
property dan method dari class induk.

d.

Pembungkusan (Encapsulation)
Pembungkusan merupakan konsep untuk memisahkan interface (kumpulan
dari method, property atau event yang saling berhubungan) dengan
implementasinya.

2.6.3 Elemen dasar jendela kerja Visual Basic .NET


Jendela kerja Visual Basic .NET 2008 pada dasarnya tidak berbeda jauh
degan versi sebelumnya (Visual Basic .NET 2005) seperti yang terlihat pada
Gambar 6. Elemen dasar dari jendela kerja Visual Basic .NET yang perlu
diketahui diantaranya (Darmayudha, 2009):
a.

Baris judul (title bar), berisi nama file dan nama program aplikasi yang
sedang aktif. Baris judul ini dapat juga digunakan untuk memindahkan
jendela ke posisi lain;
A

G
F

Gambar 6 Jendela kerja Visual Basic .NET 2008.


b.

Baris menu (menu bar), berisi barisan perintah berupa menu, seperti menu
File, Edit, View, Project, Build, Debug, Data, Tools, Windows, Community,
dan Help;

c.

Baris Toolbar (toolbar), berisi tombol-tombol yang digunakan untuk


menjalankan perintah dengan cepat dan mudah, terutama untuk perintah
yang sering digunakan;

d.

Toolbox, merupakan kotak peralatan yang berisi tool atau control yang
dapat ditempatkan pada rancangan form, report, dan lain-lain sebagai
penambah elemen interface atau tampilan program. Setiap tool atau control
yang ditempatkan akan menjadi objek. Toolbox ini default-nya ditampilkan
di sisi kiri jendela kerja;

e.

Solution explorer, menampilkan diagram pohon dari project yang sedang


aktif berikut dengan seluruh isinya;

f.

Properties window, jendela ini digunakan unuk mengatur dan menampilkan


properties dari obyek yang sedang dipilih;

g.

Jendela fom design, jendela ini digunakan untuk menata dan mengatur
interface atau tampilan program. Ketika sebuah project baru disiapkan,
maka secara otomatis akan ditampilkan Form1, seperti yang dapat dilihat
pada Gambar 7. Berbagai objek atau objek control dapat ditempatkan pada
Form dengan cara mengambilnya dari toolbox.

Gambar 7 Jendela form design.

2.7

Microsoft Access
Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program

aplikasi basis data komputer relasional ditujukan untuk kalangan rumahan dan
perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa
aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan
Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet
Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga
memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2007 yang
termasuk ke dalam Microsoft Office System 2007 (Taufani, 2009).
Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer
adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemograman Sructured Query Language
(SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statement-statement SQL, dan
statement SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA
Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para

pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut


(VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk
mengaplikasikan konsep berorientasi objek (Taufani, 2009).
2.7.1 Jendela kerja Microsoft Access
Office Button

Quick Access Toolbar

Title file database

Maximize/Minimize
Button
Close

Tab Ribbon

Help

Ribbon Menu

Restore Button
Close Object
Database

Objek Tab
Objek
Database

Datasheet
View

Shortcut
Datasheet
View

Record
Handler

Gambar 8 Elemen-elemen pada Microsoft Access 2007.


a. Office button, berisi backstage yang berisi beberapa pilihan perintah untuk
mengelola database. Terdapat beberapa TaskPane, antara lain (Taufani, 2009):
- New

: Untuk membuat sebuah database baru.

- Open

: Untuk membuka database yang pernah dibuat sebelumya.

- Save

: Untuk menyimpan secara langsung database.

- Save As
- Print

: Untuk menyimpan database menjadi berbagai format.


: Fasilitas untuk mencetak database yang telah dibuat.

- Manage

: Fasilitas untuk mengatur database yang telah dibuat.

- Email

: Untuk mengirimkan database melalui email.

- Publish

: Digunakan setelah database yang dibuat telah selesai.

- Close Database : Untuk keluar dari database.

Selain dari berbagai pilihan diatas juga ada dua tombol lagi di bawahnya
yakni Access Options dan Exit Access. Access Options berisi pilihan-pilihan yang
sebenarnya mirip dengan program Office Options yang lainnya (Taufani, 2009).
b. Quick Access Toolbar
Sama seperti program Office 2007 yang lainnya, pada Access 2007 juga
menyediakan Quick Access Toolbar yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan
(Taufani, 2009).
c. Ribbon
Elemen ini merupakan interface baru yang ditawarkan dalam Microsoft
Office 2007. Elemen ini semakin mempermudah user dalam mengolah/mengedit
data. Pada Access 2007 terdapat empat tab yakni Home, Create, External Data
dan Database Tools (Taufani, 2009).
d. Objek Database
Objek database merupakan tempat objek-objek (bisa berupa Table, Form,
Report, Query atau yang lainnya). Kesatuan objek atau komponen ini akan
membentuk database. Dalam penggunaannya, pada Microsoft Access versi
sebelumnya juga telah mencantumkan elemen ini. Elemen ini mempermudah
Anda dalam mengelola atau mengedit objek-objek dari database (Taufani, 2009).
2.7.2 Database dalam Microsoft Access
Didalam mengolah database, Microsoft Access memiliki sarana atau objek
yang dapat mempermudah dalam membangun sebuah database. Objek-objek
tersebut antara lain (Taufani, 2009):
Tabel 1 Objek pengolahan data dalam Microsoft Access
Objek
Table
Query
Form

Report

Fungsi
Merupakan tempat atau sarana untuk
penyimpanan data
Digunakan untuk menyaring data dengan
berbagai kriteria dan urutan yang diinginkan
Digunakan
untuk
memasukkan
dan
mengubah data atau informasi yang ada di
dalam suatu database dengan menggunakan
tampilan formulir
Digunakan untuk menampilkan, mencetak
data atau informasi dalam bentuk laporan

Berdasarkan Taufani (2009), terdapat beberapa istilah yang dikenal ketika


bekerja dalam Access 2007, yaitu:

Gambar 9 Contoh tabel, field dan record.


1.

Tabel : sekumpulan data yang memiliki topik tertentu. Tabel terdiri dari
berbagai Field dan Record.

2.

Field : tempat atau di mana data atau informasi dalam kelompok yang
sama atau sejenis dimasukkan. Field umumnya tersimpan dalam bentuk
kolom secara vertikal pada tabel.

3.

Record : merupakan data lengkap dalam jumlah tunggal yang biasanya


tersimpan dalam bentuk baris secara horizontal pada tabel.

3 METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Tinjauan lapang dan pengumpulan data tahap awal dilaksanakan pada bulan
Agustus tahun 2009, sedangkan pengumpulan data tahap kedua dilaksanakan pada
bulan Februari tahun 2010 di PPI Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Pengolahan data dilaksanakan pada bulan September tahun 2009 sampai bulan
Maret tahun 2010, sedangkan penyusunan skripsi dilaksanakan pada bulan Maret
sampai bulan Mei 2010.

3.2 Alat Penelitian


Alat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
1)

Buku dan alat tulis;

2)

Kuesioner;

3)

Satu unit komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:

Prosessor :

Intel Pentium Dual Core 16.0 GHz

Hardisk

60 GB

Memory

518 MB

Monitor

14.1 WXGA wide TFT LCD

DVD

RW Combo

4)

Sistem operasi Microsoft Windows 7 Ultimate;

5)

Visual Basic.Net 2008 atau Visual Basic versi 9 sebagai software untuk
pembuatan sistem informasi agribisnis perikanan tangkap;

6)

Microsoft Access 2007 sebagai software untuk merancang sistem informasi


dan merancang database;

7)

Software penunjang:
Microsoft Excel 2007 sebagai software penunjang dalam pengolahan data;
Microsoft Word 2007 sebagai software penunjang dalam penulisan dan
penyusunan skripsi;
Adobe Robohelp 8, sebagai penunjang dalam pembuatan aplikasi.

8)

Printer; dan

9)

Kamera Digital.

3.3 Metode Pengumpulan Data


Metode penelitian yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah
metode studi kasus. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data
sekunder. Data primer didapatkan melalui kuesioner dan wawancara secara
langsung kepada pihak nelayan, bakul, industri pengolah, pemasar, pihak
pengelola pelabuhan dan pengusaha perikanan. Data primer meliputi data unit
penangkapan ikan, kegiatan operasi penangkapan ikan, jenis komoditi perikanan
dan produksi ikan. Sedangkan data sekunder didapatkan dari studi literatur dari
arsip-arsip yang terdapat di Dinas Perikanan Kabupaten Subang, KUD Mina Fajar
Sidik dan dari kantor Syahbandar PPI Blanakan.

3.4 Analisis Data


Metode analisis data yang digunakan adalah metode pengembangan sistem
informasi, yaitu cara penyelesaian persoalan terhadap masalah manajemen data
dan informasi yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi sejumlah kebutuhankebutuhan informasi yang ada pada suatu sistem sehingga dapat menghasilkan
suatu operasi dari sistem informasi yang dianggap efektif. Metode pengembangan
sistem informasi terdiri atas 5 tahap, yaitu:
1. Tahap perencanaan sistem informasi;
2. Tahap analisis sistem informasi;
3. Tahap perancangan sistem informasi;
4. Tahap implementasi sistem informasi; dan
5. Tahap validasi sistem informasi.
3.4.1 Tahap perencanaan sistem informasi
Perencanaan sistem informasi merupakan langkah awal dalam membangun
sebuah sistem informasi. Pada tahap ini ditentukan lingkup proyek atau sistem
yang akan dituangkan dalam sistem informasi. Lingkup proyek atau batasan
sistem adalah seluruh subsistem yang melakukan aktifitas bisnis perikanan
tangkap di PPI Blanakan. Sedangkan lingkungan sistem adalah elemen-elemen di
luar sistem agribisnis perikanan tangkap PPI Blanakan. Pada tahap ini juga
direncanakan penamaan sistem informasi yang akan dibuat beserta kebutuhan
hardware dan kebutuhan software sistem informasi.

3.4.2 Tahap analisis sistem informasi


Tahap analisis sistem informasi terbagi menjadi 3 bagian, yaitu analisis
kebutuhan informasi, formulasi permasalahan, dan identifikasi sistem informasi.
a. Analisis kebutuhan informasi
Pada tahap ini dicari secara selektif kebutuhan informasi masing-masing
pelaku dalam sistem agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan, Subang.
Pelaku yang terlibat dalam sistem tersebut diantaranya adalah nelayan, bakul,
pengusaha perikanan, pemasar, industri pengolah, konsumen dan pihak pengelola
PPI Blanakan (KUD Mina Fajar Sidik).
b. Formulasi permasalahan
Tahap ini bertujuan untuk merumuskan permasalahan yang ada dalam
proses dan manajemen pendataan di PPI Blanakan, Subang. Permasalahan yang
ada diketahui melalui observasi lapang serta wawancara dengan pelaku yang ada
dalam ruang lingkup sistem.
c. Identifikasi sistem informasi
Identifikasi sistem informasi dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan
gambaran sistem informasi secara garis besar. Identifikasi sistem informasi ini
dilakukan dengan pembuatan dua diagram, yaitu:
Diagram lingkar sebab akibat (causal loop), pembuatan diagram sebab

akibat bertujuan untuk menggambarkan hubungan antar komponen di dalam


sistem informasi;
Diagram input - output, tujuan pembuatan diagram input - output adalah
untuk menggambarkan masukan dan keluaran serta kontrol dari sistem
informasi manajemen agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan,
Subang.
3.4.3 Tahap perancangan sistem informasi
Tahap ini menjelaskan perancangan sistem informasi yang akan dibuat.
Perancangan sistem informasi mendesain suatu proses dihasilkannya informasi,
yaitu terdiri atas proses input data, pengolahan data dan proses penyajian data
(output data). Informasi akan dihasilkan dengan memanfaatkan data yang
tersimpan pada basis data yang ada. Output atau informasi yang dihasilkan pada

akhirnya dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang membutuhkan.


Perancangan sistem informasi dilakukan dengan 4 langkah, yaitu:
a. Perancangan cara kerja sistem dengan diagram blok
Pembuatan diagram blok bertujuan untuk menggambarkan garis besar cara
kerja sistem informasi yang akan dibuat beserta komponen-komponen yang
terlibat dalam sistem informasi.
b. Perancangan database
Database dapat diartikan sebagai kumpulan data yang terdiri atas satu atau
lebih tabel yang terintegrasi satu sama lain, dimana setiap pemakai (user) diberi
wewenang

(otorisasi)

untuk

dapat

mengakses

(mengubah,

menghapus,

menganalisis, menambah, memperbaiki) data dalam tabel-tabel tersebut. Berikut


merupakan tahapan-tahapan dalam melakukan perancangan database, yaitu:

Pembuatan tabel.
Tabel berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan data dan merupakan
suatu kumpulan data yang berhubungan dengan topik tertentu. Penggunaan
tabel bertujuan untuk menyederhanakan logika terhadap pandangan data.
Tabel terdiri atas baris yang disebut record dan kolom yang disebut field.
Gambar 10 menyajikan struktur umum dalam perancangan database.

Database

Tabel 1

field / kolom 1.1


field / kolom 1.2
field / kolom 1.3
field / kolom 1.n

Tabel 2

field / kolom 2.1


field / kolom 2.2
field / kolom 2.3
field / kolom 2.n

Tabel n

field / kolom n.1


field / kolom n.2
field / kolom n.3
field / kolom n.n

Gambar 10 Struktur database secara umum.

Pembuatan field.
Field merupakan tempat dimana data atau informasi dalam kelompok yang
sama atau sejenis dimasukkan. Field itu pada umumnya tersimpan dalam
bentuk kolom vertikal pada tabel.

Pengisisan record.
Record merupakan data lengkap dalam jumlah tunggal yang biasanya
tersimpan dalam bentuk baris secara horizontal pada tabel. Pengisisan pada
record dapat dilakukan langsung pada tabel- tabel dalam database atau
terhubung melalui perangkat lunak yang akan dibangun.

c. Perancangan relasi tabel


Perancangan relasi tabel dibuat dengan menggunakan diagram entity
relationship. Relasi tabel dibuat dengan tujuan untuk memperlihatkan hubunganhubungan antara tabel-tabel yang berada pada database. Relasi dapat terbentuk
apabila pada setiap tabel yang akan dihubungkan terdapat satu field yang sama.
d. Perancangan alur sistem dengan data flow diagram
Perancangan alur sistem dengan diagram alir bertujuan untuk memberikan
gambaran langkah-langkah alur sistem informasi manajemen agribisnis perikanan
tangkap di PPI Blanakan yang terjadi secara berurutan. Alur tersebut menjelaskan
tahap-tahap operasional aplikasi sistem informasi yang akan dibuat.
3.4.4 Tahap implementasi sistem informasi
Tahapan implementasi sistem mencakup coding (pengkodean program) dan
instalasi

(pemasangan

program).

Program

aplikasi

dirancang

dengan

menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic .NET 2008 dan penyimpanan


data menggunakan format Microsoft Access 2007.
3.4.5 Tahap validasi sistem informasi
Pada tahap ini dilakukan uji coba sistem informasi yang telah disusun.
Proses validasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem informasi yang
dibuat sudah benar, sesuai karakteristik yang ditetapkan dan tidak ada kesalahankesalahan yang terkandung didalamnya. Proses validasi dapat dilakukan secara
bertahap. Pada tahap pertama, pengujian dilakukan dengan mengecek alur sistem
secara keseluruhan. Tahap kedua dilakukan pengecekan dengan sample data dan

dilakukan penelusuran, apakah sistem informasi sudah benar dan beroperasi


sesuai dengan logika sistem informasi yang tepat.
Mulai

Tinjauan Lapang dan Pengambilan Data

Perencanaan Sistem Informasi

Analisis Sistem Informasi

Perancangan Sistem Informasi

Implementasi Sistem dengan Pengkodean

Tidak

Validasi sistem informasi

Memuaskan
?

Ya
Sistem Informasi Manajemen
Agribisnis Perikanan Tangkap
PPI Blanakan

Selesai

Gambar 11 Diagram alir proses pembuatan Sistem Informasi Manajemen


Agribisnis Perikanan Tangkap di PPI Blanakan.

3.5 Analisis Usaha


Analisis usaha merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengukur
suatu kelayakan atau pengembangan usaha. Analisis ini akan di-input dalam
sistem informasi manajemen yang dibuat.
3.5.1 Pendapatan usaha
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen input dan
output yang terlibat di dalam kegiatan atau usaha dan besar keuntungan (A) yang
diperoleh dari usaha yang dilakukan, dengan menggunakan rumus sebagai berikut
(Djamin, 1984).
= TR - TC

Dimana:

= Keuntungan

TR

= Total Penerimaan

TC

= Total Biaya

Dengan kriteria:
a.

Jika TR>TC maka kegiatan usaha mendapatkan keuntungan;

b.

Jika TR<TC maka kegiatan usaha mengalami kerugian;

c.

Jika TR=TC maka kegiatan usaha mengalami keuntungan atau kerugian atau
berada pada titik impas.

3.5.2 Revenue cost ratio (R/C Ratio)


Revenue Cost Ratio merupakan analisis yang bertujuan untuk mengetahui
imbangan penerimaan dengan biaya dengan menggunakan rumus sebaga berikut
(Yamit, 2007):
/ =

Kriterianya antara lain:


a. Jika R/C > 1 maka kegiatan usaha mengalami keuntungan;
b. Jika R/C = 1 maka kegiatan usaha berada pada titik impas;
c. Jika R/C < 1 maka kegiatan usaha mengalami kerugian.
3.5.3 Payback period (PP)
Payback period merupakan rasio antara initial cash investment dengan cash
flow yang hasilnya merupakan satuan waktu. Suatu usulan investasi akan disetujui

apabila payback period-nya lebih cepat atau lebih pendek dari payback period
yang diinginkan atau disyaratkan oleh pengusaha (Yamit, 2007).
Rumus payback period jika arus kas dari suatu rencana investasi/proyek
sama jumlahnya setiap tahun adalah sebagai berikut ( Yamit, 2007).
Payback Period =

x 1 tahun

Metode payback period merupakan metode penilaian investasi yang tidak


memperhitungkan nilai waktu uang namun sangat sederhana perhitungannya.
3.5.4 Return on investment
Return on investment merupakan analisis yang bertujuan untuk melihat
tingkat pengembalian investasi dalam suatu kegiatan usaha. Rumus yang
digunakan adalah sebagai berkut:
ROI = Keuntungan
Investasi

4 KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN


4.1 Keadaan Geografis, Letak Topografis dan Luas Wilayah
Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Ibukotanya adalah Subang. Kabupaten ini terletak pada 107 31 - 107 54 Bujur
Timur dan 6 1 - 6 49 Lintang Selatan. Secara geografis batas wilayah
Kabupaten Subang antara lain:
a.

Sebelah Utara

: Laut Jawa;

b.

Sebelah Timur

: Kabupaten Indramayu;

c.

Sebelah Tenggara

: Kabupaten Sumedang;

d.

Sebelah Selatan

: Kabupaten Bandung;

e.

Sebelah Barat

: Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3 Tahun 2007,


Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 30 kecamatan, yang dibagi lagi
menjadi 245 desa dan 8 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Subang.
Kabupaten ini dilintasi jalur Pantura, namun ibukota Kabupaten Subang
tidak terletak di jalur ini. Jalur Pantura di Kabupaten Subang merupakan salah
satu jalur yang paling sibuk di Pulau Jawa. Kota kecamatan yang berada di jalur
ini diantaranya Ciasem dan Pamanukan. Selain dilintasi jalur Pantura, Kabupaten
Subang dilintasi pula jalur jalan alternatif Sadang Cikamurang, yang melintas di
tengah wilayah Kabupaten Subang dan menghubungkan Sadang Kabupaten
Purwakarta dengan Tomo Kabupaten Sumedang, jalur ini sangat ramai terutama
pada musim libur seperti lebaran. Kabupaten Subang yang berbatasan langsung
dengan Kabupaten Bandung disebelah selatan memiliki akses langsung yang
sekaligus menghubungkan jalur Pantura dengan kota Bandung. Jalur ini cukup
nyaman dilalui dengan panorama alam yang amat indah berupa hamparan kebun
teh yang udaranya sejuk dan melintasi kawasan pariwisata air panas Ciater dan
Gunung Tangkuban Parahu (Dinas Perikanan, 2009).
Luas wilayah Kabupaten Subang adalah 205.176,95 hektar atau sekitar
6,34% dari luas Propinsi Jawa Barat. Dilihat secara topografinya, Kabupaten
Subang dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) wilayah, yaitu:

1)

Daerah pegunungan (Subang bagian selatan) dengan ketinggian 500-1500


meter diatas permukaan laut dengan luas wilayah 41.035,09 hektar atau 20%
dari seluruh wilayah Kabupaten Subang. Wilayah ini meliputi Kecamatan
Jalancagak,

Ciater,

Kasomalang,

Sagalerang,

Serangpanjang,

dan

Tanjungsiang;
2)

Daerah berbukit (Subang bagian tengah) dengan ketinggian 50-500 meter


diatas permukaan laut dengan luas wilayah sekitar 71.502,16 hektar atau
34,85% dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang. Zona ini meliputi
wilayah

Kecamatan

Cijambe,

Subang,

Cibogo,

Kalijati,

Dawuan,

Cipeundeuy, sebagian besar Kecamatan Purwadadi, Cikaum dan Pagaden


Barat;
3)

Daerah dataran rendah (Subang bagian utara) dengan ketinggian 0-50 meter
diatas permukaan laut dengan luas wilayah 92.639,7 hektar atau sekitar
45,15% dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang. Wilayah ini meliputi
Kecamatan Pagaden, Cipunagara, Compreng, Ciasem, Pusakanagara,
Pusakajaya Pamanukan, Sukasari, Legonkulon, Blanakan, Patokbeusi,
Tambakdahan, sebagian Pagaden Barat.

Kabupaten Subang terletak pada ketinggian 0-1500 meter diatas permukaan laut.
Kondisi permukaan lahan di wilayah Kabupaten Subang memiliki kemiringan 017, sedangkan sisanya memiliki kemiringan diatas 18. Wilayah Kabupaten
Subang memiliki wilayah pesisir dan laut dengan panjang garis pantai kurang
lebih 68 km (Dinas Perikanan, 2009).
Perairan pantai Subang memiliki kedalaman yang relatif dangkal (kurang dari 20
m) dengan gradien kedalaman yang relatif landai, dimana untuk kedalaman
kurang dari 5 m di sekitar Blanakan gradiennya sekitar 0.0027 dan 0,0054 di
sekitar Pusakanegara; di perairan antara 5 m - 10 m gradien kedalaman berkisar
antara 0,0006 (di sekitar Blanakan) sampai 0,0027 (di sekitar Pusakanegara). Hal
ini berarti bahwa di bagian barat pantai Subang (seperti Kecamatan Blanakan)
lebih landai dibandingkan dengan di bagian timur pantai Subang (seperti
Kecamatan Pusakanegara) (Dinas Perikanan, 2009).

Kecamatan Blanakan
Luas wilayah Kecamatan Blanakan adalah 85,51 km dan terdiri atas 9 buah
desa. Diantaranya 7 desa berada di wilayah pesisir, yaitu Desa Cilamaya Hilir,
Rawameneng, Jayamukti, Blanakan, Langensari, Muara dan Tanjung Tiga.
Kecamatan Pamanukan
Luas wilayah Kecamatan Pamanukan adalah 80,89 km dan terdiri atas 14
buah desa. Diantaranya hanya 1 desa, yang berada di wilayah pesisir, yaitu desa
Sukamaju.
Kecamatan Legonkulon
Luas wilayah Kecamatan Legonkulon adalah 98,47 km dan terdiri atas 10
buah desa. Pada wilayah kecamatan ini terdapat 5 desa yang berada di wilayah
pesisir. Desa-desa di wilayah pesisir tersebut adalah Desa Anggasari, Tegalurung,
Mayangan, Legon Wetan, dan Pengarengan.
Kecamatan Pusakanagara
Luas wilayah Kecamatan Pusakanagara adalah 68,40 km dan terdiri atas 11 buah
desa. Diantaranya hanya terdapat 1 desa yang berada di wilayah pesisir, yaitu
Desa Patimban.
Wilayah Kabupaten Subang memiliki wilayah pesisir dan laut yang meliputi
pantai utara dan terletak disepanjang pantai utara yang meliputi 4 (empat) wilayah
kecamatan pesisir. Empat wilayah kecamatan pesisir disajikan dalam Tabel 2.
Tabel 2 Empat wilayah kecamatan pesisir di Kabupaten Subang
Kecamatan
Pesisir
Sukamaju
Pamanukan
Patimban
Pusakanagara
Anggasari
Legonkulon
Mayangan
Legonwetan
Tegalurung
Pangarengan
Rawameneng
Blanakan
Jayamukti
Blanakan
Langensari
Muara
Tanjungtiga
Cilamaya Hilir
Sumber Bapeda Jabar, 2009

Luas lahan basah pada 4 (empat) kecamatan pesisir adalah 19.556 hektar,
yang tersebar di Kecamatan Blanakan seluas 5.300 hektar, di Kecamatan
Legonkulon seluas 2.766 hektar, di Kecamatan Pamanukan seluas 4.90 hektar,
dan di Kecamatan Pusakanegara seluas 6.600 hektar. Sedangkan lahan kering di 4
(empat) kecamatan pesisir adalah seluas 17.204 hektar, yang tersebar di
Kecamatan Blanakan seluas 4.415 hektar, wilayah Kecamatan Legonkulon seluas
5.756 hektar, Kecamatan Pamanukan seluas 3.281 hektar, dan wilayah Kecamatan
Pusakanegara seluas 3.752 hektar.
Lahan kering digunakan untuk berbagai kegiatan, diantaranya bangunan
dan lahan pekarangan, kebun, padang rumput, tambak, empang/kolam, tanah yang
sementara tidak diusahakan, hutan rakyat, perkebunan, dan lainnya.
Desa Blanakan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan
Blanakan yang berada dibawah naungan Kabupaten Subang. Secara geografis,
Desa Blanakan terletak di 107 30 107 53 Bujur Timur dan 6 10 6 22
Lintang Selatan dengan luas wilayah 980.463 hektar.
Secara umum Blanakan beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata per
tahun sekitar 2.300 mm dan rata-rata jumlah bulan hujan adalah 4 bulan, dengan
suhu rata-rata harian sebesar 29 C. Sebagai daerah pesisir, bentang wilayah untuk
Desa Blanakan digolongkan ke dalam wilayah daerah dataran rendah dengan
ketinggian 2,5 diatas permukaan laut.
4.2

Kondisi Fisik Wilayah

4.2.1 Kondisi iklim dan angin


Berdasarkan tipe iklim Oldeman, wilayah Kabupaten Subang termasuk ke
dalam tipe iklim C hingga D. Banyaknya curah hujan mencapai 9.785 mm dengan
jumlah hari hujan sebanyak 557 hari (2 bulan basah dan 7 bulan kering) (Dinas
Perikanan, 2009).
Disamping itu, rata-rata curah ujan umumnya terjadi pada awal tahun, yaitu
bulan Januari hingga April dengan jumlah 365 mm dan 426 mm. Rata-rata curah
hujan terendah terjadi pada bulan Agustus dengan jumlah rata-rata 79 mm.
Sedangkan hari hujan terendah sejumlah 5 hari yang terjadi pada bulan Agustus
(Dinas Perikanan, 2009).

Temperatur di kawasan perairan Kabupaten Subang berkisar antara 2532C, besaran tersebut merupakan karakteristik perairan tropis. Kondisi ini
mendukung keberadaan ekosistem wilayah Kabupaten Subang (Dinas Perikanan,
2009).
Seperti di wilayah Indonesia, Kabupaten Subang dipengaruhi oleh angin
muson yang mengakibatkan dua musim, yaitu Musim Barat dan Musim Timur,
dengan kecepatan angin rata-rata 3-6 meter per detik. Pada saat Musim Barat,
pergerakan arus umumnya menuju ke arah timur atau arus timur dengan
kecepatan berkisar antara 3-1 mil per hari. Sedangkan Musim Timur bergerak
sebaliknya yaitu menuju arah barat dengan kecepatan antara 1-13 mil per hari
(Dinas Perikanan, 2009).
4.2.2 Karakteristik perairan, wilayah pesisir dan laut Kabupaten Subang
Perairan pantai Subang terletak di pantai utara Jawa yang berhadapan
langsung dengan Laut Jawa di sebelah utaranya. Wilayah perairan pantai
Kabupaten Subang dibatasi oleh Muara Sungai Cilamaya di bagian barat
sedangkan di bagian timur oleh muara Sungai Cipunagara. Morfologi dan
topografi pantai Subang dicirikan oleh adanya bentuk pantai yang menjorok ke
arah daratan berbentuk teluk, seperti di wilayah pantai Blanakan, maupun yang
menjorok ke arah laut berbentuk tanjung, seperti di wilayah Legonkulon.
Beberapa sungai utama yang bermuara ke pantai Subang terdiri dari Sungai
Cilamaya, Sungai Blanakan, Sungai Ciasem, Sungai Cileuleu yang membentuk 5
anak sungai, dan Sungai Cipunagara. Umumnya sungai-sungai tersebut
dimanfaatkan oleh nelayan sebagai jalan keluar/masuk perahu untuk melakukan
penangkapan ikan di perairan pantai Subang. Sungai Blanakan merupakan jalur
yang paling ramai sebagai tempat keluar/masuk kapal penangkap ikan dari luar
Subang untuk mendaratkan hasil tangkapan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)
Blanakan. Umumnya sungai-sungai tersebut mengalami proses sedimentasi yang
cukup tinggi yang tergambar dari tingkat kekeruhan yang relatif tinggi di
sepanjang badan sungai dan muaranya.
Beberapa sungai mengalami pendangkalan alami, seperti di muara sungai
Blanakan, sehingga perlu dilakukan pengerukan secara rutin untuk memelihara
alur bagi lalu lintas daerah penangkapan ikan. Selain itu, proses angkutan sedimen

secara musiman di pantai oleh arus perairan dapat menyumbat alur mulut sungai,
misalnya di muara Sungai Cipunagara.
Bathimetri di Kabupaten Subang memiliki kontur kedalaman 5 10 meter,
dengan rincian di perairan Blanakan sedalam 5 meter, Legonkulon sedalam 7
meter, dan Pusakanagara sedalam 10 meter. Kontur kedalaman antara 5 10
meter memperlihatkan kondisi yang relatif sejajar dengan garis pantai. Material
utama penyusun pantai sebagian besar adalah vegetasi campuran.
Berdasarkan beberapa karakteristik fisik perairan pantai Subang, terdapat
isu dan permasalahan yang timbul, baik langsung maupun tidak langsung
berdampak pada

wilayah pantai. Beberapa kondisi Kabupaten Subang pada

wilayah pantai, pesisir dan perairan dapat digambarkan berupa klimatologi,


pergerakan pasang surut dan perilaku oseanografi lainnya, bentuk sedimentasi,
dan kualitas perairan secara umum.
4.3

Kependudukan dan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir


Penduduk Subang pada umumnya adalah Suku Sunda, yang menggunakan

Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Namun demikian sebagian kawasan di


pesisir penduduknya menggunakan Bahasa Jawa Dialek Cirebon (Dermayon).
Desa-desa di kecamatan pesisir memiliki 10 desa miskin atau 27 % dari
keseluruhan desa miskin di Kabupaten Subang, dengan perincian 4 desa. Desa
Rancahilir, Pamanukan Hilir, Bobos dan Lengkong Jaya) di Pamanukan, 3 desa
(Desa Patimban, Cigugur Kaler dan Rancadaka) di Pusakanegara, 2 desa (Desa
Legonwetan dan Pangarengan) di Legonkulon dan satu desa (Desa Jaya Mukti) di
Kecamatan Blanakan. Penggolongan ini didasarkan pada desa yang terbelakang
karena keterbatasan sarana dan prasarana. Identifikasi terhadap desa miskin
berdasarkan tiga variabel, yaitu potensi fasilitas desa, fasilitas perumahan dan
lingkungan desa dan keadaan penduduk (Dinas Perikanan, 2009).
Aktivitas ekonomi masyarakat di kecamatan pesisir didominasi oleh
kegiatan pertanian, yang meliputi pertanian pangan, perkebunan, peternakan,
perikanan dan buruh tani. Masyarakat yang bertempat tinggal disekitar pantai
sebagian besar bekerja pada sektor perikanan, baik sebagai nelayan ataupun petani
tambak.

Jumlah nelayan perikanan tangkap laut di Kabupaten Subang mengalami


peningkatan sebesar 1 % pada tahun 2007 ke 2008, begitupula pada tahun-tahun
sebelumnya, seperti yang tertera pada Tabel 3. Selain itu, jumlah pengolah
perikanan juga mengalami peningkatan pada tahun 2008 sebesar 1,19%.
Tabel 3 Peningkatan kualitas sumberdaya manusia perikanan
No. Uraian
1
2
3

Nelayan
Petani Budidaya
Pengolah

Tahun
2005

Tahun
2006

Tahun
2007

Tahun
2008

Peningkatan
(%)

4.483
8.084
1.003

4.528
8.205
1.016

4.582
8.240
1.035

4.604
11.448
1.234

1.00
1.39
1.19

Sumber: Dinas Perikanan Kabupaten Subang, 2009

Pada tahun 2008 jumlah nelayan sebanyak 4.604 orang. Kategori nelayan
didominasi oleh nelayan sambilan utama sebanyak 3.453 orang, disusul oleh
nelayan sambilan utama sebanyak 920 orang, dan nelayan sambilan tambahan
sebanyak 231 orang.

4.4

Keadaan Umum Perikanan Tangkap Kabupaten Subang

4.4.1 Prasarana penangkapan


a.

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)


Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang ada di Kabupaten Subang sampai

saat ini ada tujuh buah dan terdapat di tiga kecamatan yaitu Blanakan,
Legonkulon dan Pusakanagara. Berdasarkan data yang tercantum pada Tabel 4
dapat diketahui bahwa sebagian besar PPI telah mempunyai berbagai fasilitas
yang terdiri atas: TPI, listrik, dan air tawar serta dermaga, talud / turap, BBM,
pabrik es, break water, rumah nelayan RSS dan pompa BBM. Sedangkan fasilitas
yang belum sama sekali dibangun terdiri atas bangsal olahan, BPN, Docking /
Slipway (Dinas Perikanan, 2009).
Kecamatan Blanakan memiliki tiga PPI yaitu PPI Blanakan di Desa Blanakan, PPI
Cilamaya Girang di Desa Cilamaya Girang dan PPI Muara Ciasem di Desa Muara
Ciasem.

Tabel 4 Kondisi PPI di Kabupaten Subang sampai dengan Tahun 2008


Fasilitas

Dermaga
Talud
Listrik
TPI
Air
Tawar
BBM
Pabrik Es
Break
Water
Rumah
Nelayan
Bengkel

Cilamaya
Girang
v
v

Nama PPI
Blanakan Muara Mayangan Cirewang Genteng Teruntung
Ciasem
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
-

Sumber: Dinas Perikanan Kabupaten Subang, 2009

PPI Blanakan merupakan salah satu PPI yang memiliki fasilitas terlengkap
dibandingkan PPI lainnya di Kecamatan Blanakan, bahkan di Kabupaten Subang.
Secara garis besar, fasilitas pelabuhan di PPI Blanakan dapat dibagi menjadi:
a.

Fasilitas pokok, terdiri dari dermaga, kolam pelabuhan dan jalan;

b.

Fasilitas fungsional, terdiri dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es,
tempat pemasaran dan lainnya;

c.

Fasilitas penunjang, terdiri dari perumahan nelayan, kantor pengelola


pelabuhan dan kantor syahbandar.

b.

Tempat Pelelangan Ikan (TPI)


Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan salah satu fasilitas PPI yang

dibangun oleh pemerintah. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) umumnya terdiri dari
ruang lelang, ruang sortir, ruang packing, dan ruang kantor. Di Kabupaten Subang
fasilitas TPI yang telah lengkap baru ada di PPI Blanakan dan Muara Ciasem.
Sedangkan TPI yang lainnya belum lengkap, TPI tersebut dalam pengelolaannya
diarahkan pada KUD Mina.
Kabupaten Subang memiliki tujuh buah TPI, yaitu TPI Cilamaya Girang,
TPI Blanakan, TPI Muara Ciasem, TPI Mayangan, TPI Pangarengan, TPI
Genteng, dan TPI Trungtum. Masing-masing TPI tersebut memiliki kondisi yang
baik (Tabel 5).

Tabel 5 Keadaan TPI di Kabupaten Subang Tahun 2008


No
1
2
3
4
5
6
7

Nama TPI
Cilamaya Girang
Blanakan
Muara Ciasem
Mayangan
Cirewang
Genteng
Trungtum

Kondisi
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik

KUD Mina (pengelola TPI)


Mina Jaya Laksana
Inti Mina Fajar Sidik
Mina Bahari
Saluyu Mulya
Sinar Agung
Misaya Mukti
Misaya Guna

Sumber: Dinas Perikanan Kabupaten Subang, 2009

4.4.2 Sarana penangkapan


a. Keadaan perahu dan kapal Motor
Berdasarkan data yang tercantum pada Tabel 6 dapat diketahui bahwa
jumlah perahu dan kapal motor di Kabupaten Subang untuk tahun 2008 tercatat
sebanyak 726 unit. terdiri atas: 40 unit Perahu Tanpa Motor (PTM), 665 unit
Motor Tempel (MT) dan 21 unit Kapal Motor (KM) (Dinas Perikanan, 2009).
Tabel 6 Jumlah perahu / kapal motor di Kabupaten Subang tahun 2008
Kabupaten / Perahu
Motor
Kapal
Jumlah
Kota
tanpa motor Tempel
Motor
Subang

40

665

21

726

Sumber: Dinas Perikanan Kabupaten Subang, 2009

Jumlah yang paling dominan di Kabupaten Subang adalah perahu dengan


motor tempel, yaitu sebanyak 665 unit, sedangkan jumlah yang paling sedikit
adalah kapal motor sebanyak 21 unit. Hal ini dikarenakan nelayan di Kabupaten
Subang masih didominasi oleh nelayan tradisional yang masih mengandalkan
perahu ataupun motor tempel.
b. Keadaan alat tangkap
Jumlah unit alat tangkap pada tahun 2008 adalah 795 unit, terdiri dari
payang, dogol, pukat pantai, jaring insang hanyut, jaring insang klitik, jaring
insang tetap, pancing, dan perangkap (Dinas Perikanan, 2009). Data tersebut
ditunjukkan pada Tabel 7.
Jenis alat tangkap yang paling dominan adalah alat tangkap jaring insang
klitik (bottom gill net), yaitu sebanyak 180 unit dengan trip penangkapan dalam

setahun sebanyak 36210 trip. Sedangkan alat tangkap yang paling jarang
digunakan di Kabupaten Subang adalah jaring insang hanyut (drift gill net) yang
jumlahnya 30 unit dengan trip penangkapan dalam setahun sebanyak 585 trip dan
perangkap yang jumlahnya 30 unit dengan trip penangkapan 6550 trip/tahun.
Tabel 7 Jumlah unit alat tangkap dan trip penangkapan tahun 2008
No
Jenis Alat Tangkap
Jumlah Alat
Trip
Tangkap (unit)
Penangkapan
Kabupaten Subang
Payang
105
3636
1
Dogol
40
702
2
Pukat
pantai
120
16808
3
Jaring insang hanyut
30
585
4
Jaring insang klitik
180
36210
5
Jaring insang tetap
160
31082
6
Pancing yang lain
130
24974
7
Perangkap lainnya
30
6550
8
Jumlah
795
120574
Sumber: Dinas Perikanan Kabupaten Subang, 2009

4.4.3 Usaha penangkapan ikan


Jenis-jenis ikan yang tertangkap oleh nelayan terdiri dari 26 jenis ikan. Data
produksi dan nilai produksi masing-masing jenis ikan tersebut tercantum pada
Tabel 8. Selama tahun 2008, produksi tertinggi adalah jenis tongkol sebesar
2.243.438 ton, sedangkan produksi terendah adalah jenis kerapu sebesar 84.202 ton.

Selain penangkapan di laut, masyarakat wilayah pesisir Kabupaten Subang juga


memiliki kegiatan penangkapan di daerah sungai dan rawa-rawa sekitar pantai.
Nilai produksi terendah di Kabupaten Subang adalah jenis ikan layur, yaitu
sebesar Rp 1.068.395.000 pada tahun 2008. Adapun harga rata-rata ikan layur
pada tahun 2008 adalah sebesar Rp 7.000. Sedangkan nilai produksi tertinggi
adalah jenis ikan tongkol, yaitu sebesar Rp 17.947.504.000 dengan harga rata-rata
Rp 8.000 pada tahun 2008.
Pemanfaatan sumberdaya perikanan laut di Kabupaten Subang didominasi oleh
para nelayan dari luar Kabupaten Subang, seperti nelayan dari Indramayu dan
Brebes. Akan tetapi kegiatan penangkapan yang dilakukan oleh nelayan tersebut
memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendapatan daerah Kabupaten

Subang, karena proses pendaratan dan penjualannya di Pangkalan Pendaratan Ikan


dan Tempat Pelelangan Ikan yang ada di Kabupaten Subang.
Tabel 8 Produksi dan nilai produksi penangkapan laut tahun 2008
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

Jenis Ikan
Layang
Bawal Hitam
Kembung
Selar
Tembang
Tongkol
Cumi
Tigawaja
Pepetek
Udang Jerbung
Tenggiri Papan
Remang
Manyung
Cucut
Pari
Bangbangan
Kurow
Ekor Kuning
Kakap Hitam
Kerapu
Udang Dogol
Rebon
Blanak
Layur
Terubuk
Lain-lain
JUMLAH

Produksi
454.683
291.583
802.172
871.032
1.606.966
2.243.438
525.295
2.337.961
1.917.676
313.023
615.289
424.496
618.783
766.941
623.762
301.200
403.901
115.431
161.959
84.202
194.939
224.651
576.652
213.679
582.064
764.407
18.036.187

Nilai Produksi (1.000)


3.182.781
4.665.328
8.021.720
5.226.192
4.820.898
17.947.504
9.455.310
14.027.766
7.670.704
15.651.150
10.459.913
2.546.988
4.331.481
3.834.705
3.118.810
6.626.400
3.231.208
1.962.327
2.429.385
2.526.060
1.559.512
1.347.906
3.459.912
1.068.395
2.328.256
2.293.221
143.793.832.

Sumber: Dinas Perikanan Kabupaten Subang, 2009

4.5

Potensi Perikanan
Potensi perikanan Kabupaten Subang cukup besar, yaitu terdiri dari

perikanan laut, payau (tambak) dan perikanan tawar. Perikanan laut terletak di
daerah Pantai Utara, yaitu di 4 kecamatan pesisir (Kecamatan Blanakan,
Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Pusakanagara, dan Kecamatan Legonkulon).
Potensi sumberdaya perikanan di Kabupaten Subang diperkirakan mencapai
19,7 juta ton/tahun. Upaya optimum yang telah dilakukan mencapai 427, 05

trip/tahun, sedangkan hasil tangkapan tangkap per usaha 573, 77 kg/trip (Dinas
Perikanan, 2009).
Konsentrasi nelayan di Kabupaten Subang terdapat di 2 kecamatan, yaitu
Kecamatan Blanakan dan Legonkulon. Pada kecamatan Blanakan terdapat 5 desa
yang masyarakatnya sebagian besar bekerja sebagai nelayan, dan Kecamatan
Legonkulon terdapat 6 desa. Sebagian besar nelayan memiliki armada
penangkapan tradisional dan umumnya mengunakan perahu dan motor tempel.
Kabupaten Subang merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat konsumsi
ikan yang tinggi. Berdasarkan data yang tercantum pada Tabel 9 dapat diketahui
bahwa sejak tahun 2006 hingga tahun 2008 tingkat konsumsi ikan terus
meningkat sebesar 0,9 %. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Subang
memiliki potensi perikanan cukup besar untuk jangka panjang.
Tabel 9 PDRB dan konsumsi ikan Kabupaten Subang Tahun 2006-2008
Tahun
No

Uraian

1
2

PDRB (Rp) 90.591.664.000


Konsumsi
19,5
Ikan (kg)

2006

2007

2008

92.312.909,61
19,8

94.085.313,39
20,1

Peningkatan
(%)
1,25
0,9

Sumber: Dinas Perikanan, 2009

Sektor perikanan di Kabupaten Subang cukup memberikan kontribusi yang


besar terhadap PDRB Kabupaten Subang, dimana setiap tahunnya sumbangsih
perikanan terhadap PDRB Kabupaten Subang terus meningkat sebesar 1,25 %.

5 KEADAAN UMUM PERIKANAN PPI BLANAKAN

5.1 Letak dan Lokasi PPI Blanakan


PPI Blanakan terletak di Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten
Subang. PPI Blanakan merupakan sebuah pelabuhan alami yang terletak di tepi
sungai yang bermuara langsung ke Laut Jawa. PPI Blanakan merupakan salah satu
pelabuhan yang memiliki fasilitas paling lengkap di Kabupaten Subang. Selain
itu, mekanisme pelelangan tertib yang diterapkan pelabuhan membuat pelabuhan
ini cukup diminati oleh para nelayan lokal maupun luar daerah untuk mendaratkan
hasil tangkapannya di PPI Blanakan.

5.2 Keadaan Perikanan PPI Blanakan


5.2.1 Unit penangkapan ikan
Unit Penangkapan ikan merupakan satu kesatuan teknis yang terdiri dari
kapal, alat tangkap dan nelayan yang fungsinya saling mendukung dalam kegiatan
operasi penangkapan.
a. Kapal
Kapal yang berlabuh di PPI Blanakan diklasifikasikan ke dalam 3 jenis,
yaitu kapal yang berukuran besar, sedang dan kecil. Kapal yang berukuran besar
pada umumnya merupakan kapal yang digunakan oleh nelayan pendatang dari
Jawa bagian tengah dan timur yang mengoperasikan alat tangkap purse seine.
Sedangkan kapal yang berukuran sedang maupun kecil merupakan kapal yang
dimiliki oleh penduduk lokal di sekitar PPI Blanakan. Data perkembangan jumlah
kapal disajikan pada Tabel 10.
Tabel 10 Perkembangan jumlah kapal di PPI Blanakan (2004-2008)
No
1
2
3

Ukuran Kapal

Besar
Sedang
Kecil
Jumlah
Intensitas Keluar Masuk

2004
48
256
38
342
86.424

2005
37
198
29
265
66.937

Sumber: KUD Inti Mina Fajar Sidik, 2009 (diolah kembali)

Tahun
2006
30
161
24
215
54.591

2007
30
159
24
213
54.379

2008
32
172
26
230
58.677

Jumlah kapal yang berada di PPI Blanakan sempat mengalami penurunan


jumlah yang cukup drastis dari tahun 2004 ke tahun 2005, yaitu yang semula
berjumlah 342 unit menjadi 265 unit. Tingkat penurunan di tahun 2004 ke 2005
mencapai 22.51%. Hal ini disebabkan karena meningkatnya biaya operasional
penangkapan ketika meningkatnya harga solar pada saat itu. Pada tahun-tahun
berikutnya jumlah kapal terus mengalami penurunan, walaupun tingkat
penurunannya tidak sebesar tahun 2005, yaitu mengalami tingkat penurunan
sebesar 18.87% pada tahun 2006 dan 0.93% pada tahun 2007. Hal ini terus
berlangsung karena banyak dari para nelayan yang tidak mampu mempertahankan
kapalnya akibat mahalnya biaya operasional. Akan tetapi pada tahun 2008 jumlah
kapal yang berada di PPI Blanakan kembali mengalami peningkatan sebesar
7.98%.
b. Alat Tangkap
Jenis alat tangkap yang dioperasikan di PPI Blanakan terdiri dari purse
seine, cantrang, jaring kantong, jaring bondet, jaring tegur, pancing dan jaring
cumi.
Berdasarkan Tabel 11 dapat dilihat bahwa jenis alat tangkap yang paling
mendominasi di PPI Blanakan adalah jaring kantong/udang.
Tabel 11 Perkembangan jumlah alat tangkap di PPI Blanakan (2004-2008)
No Jenis Alat Tangkap
Tahun
2004 2005 2006 2007 2008
1
Pukat Cincin (Purse Seine)
48
37
30
30
32
2
Jaring Cantrang (Bag Seine Net)
62
48
39
39
42
3
Jaring Kantong (Trammel Net)
145
112
91
90
97
4
Jaring Bondet (Beach Seine)
15
12
10
10
11
5
Jaring Tegur (Half Encircling Net) 12
9
7
7
8
6
Pancing (Hook and Lines)
49
38
31
30
32
7
Jaring Cumi (Cast Net)
11
9
7
7
8
342
265
215
213
230
Jumlah
Sumber: KUD Inti Mina Fajar Sidik, 2009 (diolah kembali)

Jaring kantong merupakan jenis alat tangkap yang tediri dari 3 lapis jaring
sehingga badan jaringnya dapat membentuk suatu kantong (trammel net). Jaring
kantong banyak dioperasikan di PPI Blanakan karena biaya investasinya
cenderung murah dan daerah pengoperasiannya tidak terlalu jauh, bahkan di

sekitar sungai PPI Blanakan alat tangkap ini tetap dapat dioperasikan sehingga
meminimumkan biaya operasional (bahan bakar). Jenis alat tangkap lain yang
jumlahnya cukup dominan di PPI Blanakan adalah cantrang, pancing dan purse
seine. Sedangkan alat tangkap yang jumlahnya sedikit di PPI Blanakan adalah
jaring tegur dan jaring bondet.
Jaring tegur merupakan alat tangkap yang termasuk dalam klasifikasi Traps
and Guiding Barriers dan memiliki nama internasional Half Encircling Net
(Gambar 12). Pengoperasiannya dilakukan dengan cara memasang jaring pada
pinggir pantai atau sungai secara sedemikian rupa sehingga membentuk setengah
lingkaran. Kemudian, setelah air pasang maka hasil tangkapan akan terjebak
didalam jaring, sehingga ketika air surut nelayan akan mengambil hasil tangkapan
yang terjebak didalam jaring dengan menggunakan alat bantu serok. Hasil
tangkapan jaring tegur yaitu biota pantai seperti udang dan ikan-ikan kecil.

Sumber: www.fao.org

Gambar 12 Jaring tegur.


Adapun jaring bondet adalah alat tangkap yang berbentuk seperti payang
(memiliki kantong dan kaki), tetapi cara operasionalnya berbeda. Jaring bondet
termasuk ke dalam klasifikasi Bag Seine Net (Pukat Kantong Lingkar) dan
memiliki nama internasional Beach Seine. Di beberapa daerah penangkapan
dengan menggunakan jaring bondet mulai dilarang karena jaring ini memiliki
ukuran mesh size 1 cm pada bagian kantong dan 1,5 cm pada bagian kaki,
sehingga dianggap berpotensi merusak biota laut. Akan tetapi di PPI Blanakan
alat tangkap ini masih diperbolehkan beroperasi walaupun jumlahnya sedikit.
Operasi penangkapan dimulai dengan mendayung perahu ke tengah laut
dengan terlebih dahulu meninggalkan salah satu dari ujung tali slambar yang
dipegangi oleh dua orang atau diikat pada tiang/patok yang telah disiapkan. Tali

slambar terus diulur mengikuti jalannya perahu. Setelah sampai di tempat yang
dituju (tergantung dari panjang tali slambar) jaring diturunkan. Dimulai dari salah
satu ujung kaki kantong ujung kaki satu lagi, dengan membentuk bangunan
setengah lingkaran dengan daratan pantai. Selanjutnya perahu berjalan terus
menuju daratan pantai sambil menurunkan tali slambar yang satu lagi sampai
habis dan ujungnya diberikan kepada orang lain yang telah siap menerimanya.
Pengoperasian jaring bondet dapat dilihat pada Gambar 13.

Sumber: www.fao.org

Gambar 13 Pengoperasian jaring bondet.


Seperti halnya jumlah kapal, maka jumlah alat tangkap di PPI Blanakan juga
mengalami penurunan dari tahun 2005 hingga 2007 dan mengalami peningkatan
kembali pada tahun 2008.
c.

Nelayan
Nelayan yang terdapat di PPI Blanakan terdiri dari nelayan pribumi dan

nelayan pendatang. Jumlah nelayan tesebut dapat dilihat pada Tabel 12. Pada
umumnya nelayan pendatang di PPI Blanakan merupakan nelayan yang berasal
dari Brebes, Indramayu dan Cirebon. Nelayan tersebut biasanya mengoperasikan
alat tangkap purse seine dengan jumlah ABK 15-20 orang. Kapal yang
dipergunakan nelayan pendatang pun umumnya lebih besar dibandingkan nelayan
pribumi. Para nelayan di PPI Blanakan pada dasarnya cukup puas dengan
pelayananan yang diberikan pihak pelabuhan, terutama dalam hal ketertiban
sistem pelelangan dan tingginya harga jual.

Tabel 12 Jumlah nelayan di PPI Blanakan tahun 2006


No

Kecamatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Cikaum
Pagaden
Cipunagara
Compreng
Binong
Ciasem
Pamanukan
Pusakanagara
Legonkulon
Blanakan
Jumlah

Kelompok Tani
Air Tawar
Tambak Nelayan
35
233
14
10
20
20
75
39
100
58
198
301
134
20
184
352
625
624
538

Sumber: Dinas Perikanan, 2007

Jumlah kelompok tani yang berada di Blanakan yaitu sebesar 20 untuk


nelayan air tawar, 184 untuk nelayan tambak dan 352 untuk nelayan perikanan
tangkap laut. Blanakan memiliki jumlah nelayan perikanan tangkap yang paling
banyak di Kabupaten Subang, disusul kemudian oleh Legonkulon dan
Pusakanagara. Hal tersebut menandakan bahwa PPI Blanakan merupakan sektor
basis perikanan yang cukup maju di tingkat Kabupaten Subang. Nelayan yang
berbasis di PPI Blanakan pada umumnya merupakan nelayan penuh dan nelayan
sambilan utama.
5.2.2. Prasarana penangkapan
Di dalam pelaksanaan fungsi dan peranannya, PPI Blanakan dilengkapi
dengan berbagai fasilitas. Fasilitas tersebut terbagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu
fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang. Adapun fasilitasfasilitas tersebut antara lain:
1.

Fasilitas pokok
Fasilitas pokok merupakan fasilitas dasar atau utama yang diperlukan dalam

kegiatan perikanan di PPI Blanakan. Fasilitas ini berfungsi untuk menjamin


keamanan dan kelancaran kapal baik sewaktu berlayar keluar masuk pelabuhan
maupun sewaktu berlabuh di pelabuhan. Fasilitas pokok yang terdapat di PPI
Blanakan antara lain fasilitas perairan, fasilitas tambat dan fasilitas penghubung.

a.

Fasilitas perairan
Fasilitas perairan meliputi kolam pelabuhan dan alur pelayaran. PPI

Blanakan merupakan pelabuhan alami yang memanfaatkan tepi sungai yang


bermuara langsung ke Laut Jawa, sehingga airnya relatif tenang dan tidak
memerlukan breakwater sebagai salah satu fasilitas pokoknya.
b.

Fasilitas tambat
Fasilitas tambat yang ada di PPI Blanakan terdiri atas dermaga, fender dan

bollard. Dermaga yang berada di PPI Blanakan memiliki bentuk wharf, yaitu
dermaga yang bentuknya sejajar dengan perairan. Bahan utama pembentuk
dermaga adalah batu-batuan yang diberi semen. Pada dermaga tersebut dilengkapi
pula alat bantu untuk kapal-kapal yang berlabuh. Alat bantu tersebut antara lain
fender dan bollard (Gambar 14).
Bollard adalah perangkat pelabuhan yang berfungsi untuk menambatkan
(tambat) kapal di dermaga atau perangkat untuk mengikatkan tali di kapal.
Sedangkan fender berfungsi sebagai bantalan yang ditempatkan di depan dermaga
sehingga kapal yang bertambat maupun yang berlabuh tidak membentur dermaga.

Gambar 14 Dermaga, fender dan bollard di PPI Blanakan.


Pada saat kapal akan menambat pada dermaga, maka baik bagi kapal
maupun bagi dermaga perlu dilindungi agar tidak terjadi kerusakan akibat
benturan. Fender yang terdapat di PPI Blanakan antara lain bertujuan untuk
melindungi dermaga bebas dari kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi.
Selain itu fender juga melindungi rusaknya cat badan kapal karena gesekan antara
kapal dan dermaga yang disebabkan oleh gerak karena arus sungai dan angin.
Tipe fender di PPI Blanakan adalah fender karet berupa ban-ban luar mobil yang
dipasang pada sisi depan di sepanjang dermaga.

c.

Fasilitas penghubung

Fasilitas penghubung yaitu terdiri dari jalan, drainase dan jembatan. Pada
dasarnya fasilitas penghubung di PPI Blanakan cukup terawat dalam kondisi yang
baik.
2.

Fasilitas fungsional
Fasilitas fungsional di PPI Blanakan terdiri dari TPI (Tempat Pelelangan

Ikan), SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan), pabrik es, dock dan slipway, gedung
KUD, dan mesjid.
a.

Tempat Pelelangan Ikan


TPI (Tempat Pelelangan Ikan) merupakan salah satu kelembagaan formal

yang berinteraksi langsung dengan nelayan. TPI ini dikelola oleh KUD Inti Mina
Fajar Sidik. Tujuan dibangunnya TPI adalah untuk mengupayakan stabilitas dan
peningkatan harga ikan melalui penambahan bakul-bakul ikan (konsumen),
prasarana dan sarana serta pelayanan yang baik.
Potongan lelang berdasarkan RAT KUD, ditentukan setiap tahunnya pada
RAT KUD Inti Mina Fajar Sidik. Besarnya persentase dapat dilihat pada Tabel
13. Untuk nelayan, potongan ongkos lelang yang dikenakan adalah sebesar 5%,
yaitu 2% berdasarkan Peraturan Daerah dan 3% berdasarkan hasil keputusan
rapat anggota tahunan (RAT) KUD Inti Mina Fajar Sidik tahun 2004. Sedangkan
untuk bakul, maka besarnya potongan ongkos lelang yang dikenakan adalah
sebesar 3% dari Nilai Pembelian.
Tabel 13 Persentase potongan pelelangan di TPI Blanakan berdasarkan
Rapat Anggota Tahunan KUD
Potongan lelang berdasarkan Rapat Anggota Tahunan KUD
No Peruntukkan
1
Dana kesejahteraan pengurus, karyawan,
pengawas
2
Dana bantuan pembangunan desa
3
Dana pembangunan wilayah kerja KUD
4
Tabungan nelayan
5
Dana social
6
Dana Lain-lain
JUMLAH
Sumber: KUD Inti Mina Fajar Sidik, 2009

dan

Persentase
1.60%
0.20%
0.20%
0.25%
0.25%
0.50%
3.00%

Berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Propinsi Jawa Barat No. 5 Tahun


2005, besarnya potongan ongkos lelang yang diberlakukan oleh TPI Blanakan
adalah sebesar 8%. Ongkos lelang tersebut dikenakan terhadap nelayan dan bakul.
Besarnya persentase lelang dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14 Persentase potongan pelelangan di TPI Blanakan berdasarkan
PERDA No. 5 Tahun 2005
Potongan lelang berdasarkan PERDA Jawa Barat No. 5 Tahun 2005 (5%)
No Peruntukkan
Persentase
1
Retribusi
1.60%
2
Biaya pemeliharaan dan operasional TPI sebesar 0.80
%, terdiri dari:
a. Biaya Pembinaan oleh PERDA
0.15%
b. Biaya Pembinaan oleh Pemkab
0.15%
c. Biaya Pembangunan Daerah Perikanan
0.11%
d. Biaya Operasional PUSKUD Mina dan DPD HNSI
0.15%
e. Biaya pemeliharaan TPI
0.25%
3
Biaya penyelenggaraan dan Adm. Pelelangan Ikan
1.65%
4
Tabungan Nelayan
0.35%
5
Asuransi Nelayan
0.15%
6
Dana Peceklik
0.20%
7
Dana Sosial
0.11%
8
Dana Keamanan
0.11%
9
Dana Bantuan Kas Desa
0.05%
Jumlah
5%
Hak hak Pemerintah
1
Retribusi
1.60%
2
Biaya Pemeliharaan dan Operasional TPI sebesar
0.80%, terdiri dari:
a. Biaya Pembinaan oleh PERDA
0.15%
b. Biaya Pembinaan oleh Pemkab
0.15%
c. Biaya Pembangunan Daerah Perikanan
0.11%
d. Biaya Operasional PUSKUD Mina dan DPD HNSI
0.15%
e. Biaya pemeliharaan TPI
0.25%
Jumlah
2.40%
Sumber: KUD Inti Mina Fajar Sidik, 2009

Pada Gambar 15 dapat dilihat bahwa gedung TPI terletak di sebelah


dermaga PPI Blanakan, sehingga kapal yang baru berlabuh di PPI Blanakan dapat
segera melelangkan hasil tangkapannya ke TPI. Dalam operasionalnya, TPI
memiliki 22 orang karyawan yang melayani kebutuhan transaksi lelang di PPI
Blanakan. Unit usaha TPI merupakan unit usaha yang menjadi tulang punggung
KUD Mandiri Mina Fajar Sidik dalam melaksanakan aktivitas ekonomi lainnya.

Gambar 15 Gedung TPI (Tempat Pelelangan Ikan) PPI Blanakan.


b.

Pabrik es
Pabrik es ini didirikan oleh KUD dan dibangun diatas areal seluas 5,3

hektar. Unit I didirikan pada tahun 1981 dan diresmikan oleh Menteri Koperasi
dan Pembinaan Pengusaha Kecil, Bustami Arifin. Sedangkan Unit II didirikan
pada tanggal 28 Mei 1996 dan diresmikan oleh Subiakto, Menteri Koperasi dan
Pembinaan Pengusaha kecil pada saat itu.
Unit I berkapasitas produksi 20 ton per hari dan Unit II berkapasitas
produksi 70 ton per hari. Pabrik es ini teletak agak jauh dari pusat pelabuhan
(Gambar 16). Pengelolaan unit usaha pabrik es ini dipegang oleh pihak swasta,
yaitu PT. Tirta Ratna, dengan jangka waktu pengontrakkan selama 12 tahun. Hal
tersebut berdasarkan musyawarah yang dilakukan oleh anggota KUD mengingat
semakin besarnya biaya yang harus dipikul pabrik es sedangkan kondisi teknis
pabrik terus menurun.
Karyawan pabrik es terdiri atas 14 orang yang masing-masing berfungsi
sebagai kepala unit, wakil teknik, kepala administrasi, kepala pemasar, kepala
teknik, dan operator (9 orang).
c.

Dock dan slipway


Dock merupakan tempat perbaikan dan perawatan kapal di PPI Blanakan.

Letak dock tersebut yaitu di ujung sebelah timur dari pusat pelabuhan (Gambar
16). Pada umumnya, kapal yang memanfaatkan fasilitas dock di tempat ini
merupakan kapal-kapal lokal maupun luar daerah yang berukuran besar.

Sedangkan bagi kapal-kapal berukuran kecil biasanya perbaikan kapal dilakukan


oleh nelayan itu sendiri di fishing base masing-masing.

Gambar 16 Pabrik es dan dock di PPI Blanakan.


d.

SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan)


Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) di PPI Blanakan didirikan pada

tanggal 28 Februari 2003 dan diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan
dan mulai beroperasi pada tanggal 13 Maret 2003. Unit usaha SPDN ini
merupakan salah satu unit usaha yang dikelola oleh KUD Inti Mina Fajar Sidik.
Tujuan didirikannya SPDN ini adalah untuk memenuhi kebutuhan nelayan akan
bahan bakar minyak, khususnya solar. Pada tahun 2008 jumlah penjualan solar
adalah sebesar 62.043 liter dengan nilai produksi sebesar Rp 268.146.900,00.
Akan tetapi pasokan bahan bakar saat ini belum memenuhi kebutuhan para
nelayan, dengan kata lain lebih besar permintaan dibanding penawaran. Untuk
mengatasi hal tersebut, maka saat ini sedang diusahakan pengajuan kepada pihak
Pertamina untuk menambah jumlah pasokan bahan bakar ke PPI Blanakan.
Kondisi SPDN di PPI Blanakan cukup baik sebagaimana yang terlihat pada
Gambar 17. Akan tetapi, kapasitas ruangan SPDN ini terlalu sempit dan tidak
memenuhi standar bangunan SPDN yang ditetapkan pertamina.

Gambar 17 Solar Packed Dealer Nelayan di PPI Blanakan.

e.

Pasar ikan
Pasar ikan ini terletak tepat di depan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) PPI

Blanakan. Luas area pasar ikan tersebut hanya sekitar 200 m (Gambar 18). Pasar
ikan ini sengaja dibangun untuk melayani kebutuhan para konsumen yang ingin
membeli ikan segar yang baru didaratkan dan dilelang di TPI.

Gambar 18 Pasar ikan di PPI Blanakan.


Pada umumnya pihak penjual di pasar ikan tersebut adalah para bakul atau
pengumpul kecil, dan pihak konsumennya adalah masyarakat sekitar pelabuhan.
f.

Mesjid
Mesjid ini terletak tepat di sebelah kanan gedung KUD. Mesjid dengan

nama Jami Al Amanah ini dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan
rohani para pengguna di pelabuhan. Mesjid ini dapat menampung kapasitas
maksimal sekitar 400 jemaat.

3.

Fasilitas penunjang

a.

Kantor Syahbandar
Kantor

syahbandar

Pengelolaannya

dibawah

ini

terletak

Departemen

di

Jalan

Perhubungan,

Pelelangan
Direktorat

Blanakan.
Jenderal

Perhubungan Laut. Tugas pokok syahbandar ini adalah melaksanakan penilikan


keselamatan kapal, pengukuran dan pendaftaran kapal, pengawakan dan tertib
Bandar, pencegahan pencemaran laut, serta kegiatan jasa maritim.
Syahbandar PPI Blanakan merupakan syahbandar yang melayani kapal
umum dan kapal penangkap ikan. Setiap kapal penangkap ikan yang memasuki
PPI Blanakan harus menyerahkan semua dokumen-dokumen kepada syahbandar

untuk diperiksa dan disimpan. Dokumen tersebut antara lain Surat Ukur, Grosse
Akte, Pas Tahunan, Sertifikat Kelaiklautan dan Pengawakan, serta Pas Kecil
Kapal Penangkap Ikan.
b.

Kantor pengelola pelabuhan

Gambar 19 Gedung KUD Inti Mina Fajar Sidik


Pengelola PPI Blanakan adalah KUD Mandiri Mina Fajar Sidik. KUD ini
sendiri didirikan pada tanggal 23 Mei 1966, dimana pada awalnya KUD tersebut
bernama Koperasi Perikanan Laut Misaya Mina. Pada tahun 1978, koperasi
tersebut berganti nama menjadi Koperasi Inti Mina Fajar Sidik untuk
menghormati ketua pengurus koperasi pertama yaitu H. Fajar Sidik.
c.

Perumahan nelayan
Perumahan nelayan yang terdapat di PPI Blanakan meliputi 150 unit rumah

dengan type 36/120. Perumahan tersebut dibangun diatas areal lahan seluas
52.500 m.
d.

Pertokoan dan pujasera


Pertokoan dan pujasera yang ada di PPI Blanakan ini antara lain meliputi

toko bahan alat perikanan, warung kebutuhan pokok, hiburan dan rumah makan.
5.2.3 Perkembangan jumlah dan nilai produksi di PPI Blanakan
Jumlah produksi yang berada di PPI Blanakan dari tahun 2006 hingga 2008
mengalami peningkatan yang cukup stabil, yaitu sebesar 129.415 kg pada tahun
2007 dan 246.270 kg pada tahun 2008. Hal ini menunjukkan semakin
meningkatnya jumlah nelayan yang mendaratkan hasil tangkapannya di PPI
Blanakan. Data jumlah dan nilai produksi pada tahun 2006 hingga tahun 2008
disajikan pada Tabel 15.

Tabel 15 Jumlah dan nilai produksi di PPI Blanakan pada tahun 2006-2008
Bulan

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
JUMLAH

Tahun 2006
Jumlah
Nilai
Produksi
Produksi
(Kg)
(Rp.000)
166.600
1.056.276
235.700
1.648.678
206.700
1.447.149
279.800
1.548.239
305.110
1.687.202
254.400
1.408.036
257.600
1.424.720
353.500
1.953.350
263.700
1.458.750
187.800
1.040.290
250.085
1.383.396
233.800
1.293.862
2.994.785 17.349.948

Tahun 2007
Jumlah
Nilai
Produksi
Produksi
(Kg)
(Rp.000)
259.600
1.435.857
222.700
1.233.063
176.300
977.533
272.900
1.509.181
315.500
1.743.872
277.600
1.535.273
272.200
1.505.403
286.700
1.585.401
328.900
1.817.894
221.000
1.223.464
316.500
1.749.407
174.300
966.385
3.124.200 17.282.733

Tahun 2008
Jumlah
Nilai
Produksi
Produksi
(Kg)
(Rp.000)
297.800
1.646.535.
192.600
1.066.826.
311.400
1.716.001.
321.800
1.778.668
316.200
1.751.526
336.110
1.857.454
375.400
2.079.623
300.070
1.658.836
270.500
1.496.285
208.000
1.151.857
247.000
1.366.783
194.600
1.078.434
3.370.470 18.648.828

Sumber: KUD Mina Fajar Sidik, 2009 (diolah kembali)

Sedangkan nilai produksi di PPI Blanakan mengalami penurunan pada tahun


2006 ke 2007 dengan jumlah penurunan sebesar Rp. 67.215.000, 00. Akan tetapi,
nilai produksi kembali meningkat pada tahun 2008 dengan jumlah peningkatan
yang cukup besar, yaitu sebesar Rp. 1.366.095.000,00.
Apabila ditinjau dari perkembangan setiap bulannya dalam satu tahun, maka
dapat dilihat bahwa jumlah produksi yang cukup besar biasanya berada pada
bulan Juli September. Hal ini dikarenakan musim puncak penangkapan di PPI
Blanakan berlangsung pada bulan tersebut, yaitu ketika musim timur. Sedangkan
jumlah produksi yang menurun biasanya terjadi pada bulan Desember Februari,
yaitu ketika berlangsungnya musim barat. Meskipun harga ikan menurun pada
musim timur tetapi nilai produksi tetap meningkat pada bulan Juli-September
karena banyaknya jumlah ikan yang dilelangkan di PPI Blanakan. Begitupula
pada musim barat, yaitu pada bulan Desember hinga Februari, meskipun harga
ikan meningkat akan tetapi jumlah ikan yang dilelangkan di PPI Blanakan sedikit,
sehingga nilai produksi juga menurun pada bulan Desember-Februari.

5.2.4 Rantai pemasaran dan pengolahan di PPI Blanakan


a.

Pemasaran
PPI Blanakan merupakan salah satu pelabuhan yang disiplin dalam

menerapkan peraturan pelelangan. Setiap hasil tangkapan yang didaratkan di


pelabuhan ini diwajibkan untuk dilelang terlebih dahulu. Dengan melalui proses
pelelangan, maka jalur pemasaran di PPI Blanakan dibagi menjadi 4 jalur seperti
yang tertera pada Gambar 20, yaitu:
Nelayan
TPI / KUD

Konsumen
Akhir

Bakul

Bakul
Lokal

Pedagang
Besar

Pengecer

Pedagang
Eksport

Bakul
Pengolah

Nelayan
Konsumen
Akhir

Konsumen LN

Pengecer
Konsumen
Akhir

Gambar 20 Rantai pemasaran di PPI Blanakan.


a.

Nelayan Konsumen akhir, pada jalur ini nelayan akan menjual hasil
tangkapannya secara langsung kepada konsumen. Pada umumnya nelayan
memilih jalur ini apabila jumlah hasil tangkapan yang mereka dapatkan
hanyalah sedikit.

b.

Nelayan Bakul Pedagang Besar Pedagang Ekspor Konsumen Luar


Negeri, jenis hasil tangkapan yang biasanya diekspor adalah udang
ekonomis penting. Udang yang telah diseleksi dan memiliki kualitas baik
tidak dilelang kepada kosumen lokal, melainkan langsung dikirim ke bakul
untuk pedagang besar (perusahaan-perusahaan di Jakarta). Perusahaan-

perusahaan tersebut pada umumnya mengolah terlebih dahulu udang


tersebut dan produk olahannya kemudian akan diekspor ke Korea.
c.

Nelayan Bakul Lokal Konsumen Akhir, pada jalur ini hasil tangkapan
nelayan yang didaratkan dijual kepada para bakul lokal yang langsung
menjual hasil tangkapannya kepada masyarakat sekitar PPI Blanakan.
Biasanya para bakul lokal inilah yang menjual ikan di pasar ikan PPI
Blanakan.

d.

Nelayan Bakul Pengolah Nelayan Pegecer Konsumen Akhir, pada


jalur ini nelayan menjual hasil tangkapannya kepada bakul pengolah. Hasil
olahan dari bakul pengolah tersebut (seperti ikan asin, terasi dan rebusan)
akan dijual kembali kepada para nelayan ataupun langsung kepada pengecer
kecil. Setelah itu barulah pengecer tersebut menjual produk olahan tersebut
kepada konsumen.
Pemasaran ikan basah (ikan segar) pada umumnya didistribusikan ke

daerah-daerah lokal atau daerah-daerah terdekat seperti Purwakarta, Cikampek


dan Bekasi. Sedangkan untuk pemasaran ikan olahan skala pemasarannya lebih
luas seperti Cianjur, Jabodetabek dan Lampung. Untuk skala ekspor (luar negeri)
maka pemasarannya biasanya ditujukan ke perusahaan di Jakarta terlebih dahulu
baru kemudian diekspor ke Negara Korea.
b

Pengolahan
Jenis-jenis ikan yang dijadikan produk olahan di PPI Blanakan sangat

beragam. Misalnya, untuk jenis olahan ikan asin maka ikan yang dipakai sebagai
bahan baku adalah ikan kuniran, pepetek, manyung, selar, tigawaja dan bloso;
untuk jenis olahan fillet maka ikan yang digunakan sebagai bahan baku adalah
ikan kuniran, coklatan dan ekor kuning; untuk jenis olahan rebusan bahan
bakunya adalah ikan selar dan tembang; dan untuk jenis olahan terasi bahan
bakunya adalah udang, lundu, pepetek, dan ikan rucahan.
Daftar jenis ikan olahan yang ada di PPI Blanakan tercantum pada Tabel 16.
Jenis produk olahan yang paling dominan di PPI Blanakan adalah ikan asin yang
jumlah produknya mencapai 3650 kg/hari. Disusul kemudian oleh jenis olahan
fillet dengan jumlah produk 1350 kg/hari, jenis olahan rebusan dengan jumlah

produk mencapai 1150 kg/hari, dan jenis olahan terasi yang jumlah produknya
mencapai 50 kg/hari.
Tabel 16 Daftar jenis ikan olahan di PPI Blanakan tahun 2008
No
Jenis Olahan
Jumlah Produk per Hari
Jumlah Pengolah
Ikan
Asin
3650
kg
20
1
Rebusan
1150 kg
4
2
Fillet
1350 kg
3
3
Terasi
50 kg
2
4
Sumber: KUD Mina Fajar Sidik, 2009 [diolah kembali]

Beberapa produk olahan tersebut biasanya didistribusikan ke penduduk lokal


dan luar kota, seperti Cianjur, Bandung, Jabodetabek dan Lampung.
Perusahaan pengolah yang ada di PPI Blanakan pada umumnya masih
berbasis industri rumah tangga yang jumlah pekerjanya sekitar 2-5 orang dan
peralatan yang digunakan pun masih bersifat tradisional. Para perusahaan
pengolah di PPI Blanakan tersebut biasanya berada di daerah Pelelangan,
Kertamukti dan Mekarsari.

5.3

Sejarah KUD Mina Fajar Sidik


PPI Blanakan dikelola oleh KUD Mina Fajar Sidik. Secara singkat

kronologis sejarah berdirinya KUD Mandiri Mina Fajar Sidik adalah sebagai
berikut:
1958: H. Dirman Abdurahman merintis dan memprakarsai gerakan operasi di
Desa Blanakan.
1966: Perintis dan pemrakarsa H. Dirman Abdurahman beserta tokoh terkemuka
di Desa Blanakan dan pemerintah setempat memanfaatkan mengalirnya
sungai Blanakan, tepatnya tanggal 23 Mei 1966 berdirilah Koperasi
Perikanan Laut Misaya Laksana.
1968: KPL Misaya Laksana mendapat Badan Hukum dengan nomor 3928
tertanggal 14 November 1968.
1974: KPL Misaya Laksana diganti namanya menjadi KPL Misaya Fajar Sidik,
dengan Badan Hukum Nomor 3928 A. Nama Fajar Sidik diambil dari
nama almarhum H. Fajar Sidik sebagai penghargaan selama menjabat
sebagai ketua.

1978: KPL Misaya Fajar Sidik diganti namanya menjadi Koperasi Unit Desa
Mina Fajar Sidik dibawah instruksi Presiden RI nomor 2/1978, Badan
Hukum Nomor 3928 B.
1989: KUD Mina Fajar Sidik menyusun kembali Anggaran Dasarnya dengan
penyesuaian terhadap perundang-undangan dengan Badan Hukum Nomor
3928 C/BH/KWK.11/11, tanggal 24 April 1989.
1990: Berdasarkan

Surat

Keputusan

Menteri

Koperasi

RI

nomor:

344/KPTS/M/III/1990, tanggal 26 Maret 1990 KUD Mina Fajar Sidik


menjadi KUD Mandiri.
1994: Berdasarkan Surat Kakanwil depkop dan PPK propinsi Jawa Barat tanggal
24 Desember 1994 ditetapkan sebagai KUD Mandiri Inti.
1996: Badan Hukum nomor 3928/BH/PAD/KWK.11. Berdasarkan Surat
Kakanwil Depkop dan PPK propinsi Jawa Barat tanggal 28 April 1996.
1997: Badan Hukum nomor 3928/BH/PAD/KWK.11/VII-1997. Berdasarkan
Surat Kakanwil Depkop dan PPK propinsi Jawa Barat tanggal 30 Juli
1997.
5.4

Struktur Organisasi KUD Mina Fajar Sidik


KUD Mina Fajar Sidik dipimpin oleh H. Mochammad Ali selaku ketua

KUD. Berdasarkan pada misi dan tujuan KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, yakni
mensejahterakan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, maka
upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak KUD adalah meningkatkan efisisensi dan
produktivitas setiap unit usaha yang diprioritaskan, dengan sasaran agar secara
bertahap mampu berperan sebagai tulang punggung perekonomian rakyat,
sehingga di masa mendatang KUD mampu bersaing dengan pelaku dunia usaha
lainnya.
Berikut adalah struktur organisasi KUD Inti Mina Fajar Sidik 2005-2009:
Ketua
Sekretaris

: H. Mochammad Ali
: Pandi Affandi

Bendahara

: Euis Suhartini, Amd.

Manajer

: Abdul Rozak S., SE.

Karyawan

: 50 orang.

Pengawas

: Takim (Ketua)
Supardi (Anggota)
Ono Kaspuri (anggota)

Keanggotaan

: Anggota penuh

509 orang.

Calon Anggota

99 orang.

Anggota yang dilayani

: 1.096 orang.

Secara umum KUD Inti Mina Fajar Sidik bertindak sebagai juru tawar, juru
karcis, kasir dan keamanan. Atas jasa tersebut, maka KUD melakukan potongan
atau retribusi untuk potongan pajak penjualan. Untuk anggota KUD pajak yang
ditetapkan sebanyak 7% ditambah simpanan sukarela 2%, sedangkan selain
anggota ditetapkan pajak sebesar 5%. Untuk para bakul ongkos yang ditetapkan
adalah 6% bagi yang ingin menabung dan 4% bagi yang tidak menabung dengan
perincian 1% untuk operasional TPI dan 3% untuk retribusi. Dari kegiatan ini
diperoleh penghasilan baik untuk KUD maupun untuk Kabupaten Subang.
Selain memberikan pelayanan terhadap nelayan dan kegiatan pelelangan
ikan di PPI Blanakan, KUD Inti Mina Fajar Sidik juga memiliki tiga unit usaha,
yaitu unit usaha simpan pinjam, unit usaha Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN)
dan unit usaha pabrik es.
5.5

Prestasi KUD Mina Fajar Sidik


Sejak masa berdirinya hingga tahun 2008, KUD Mina Fajar Sidik telah

meraih penghargaan sebanyak 22 buah penghargaan, dengan rincian sebagai


berikut:
1982:

Juara Terbaik II KUD Mina se-Jawa Barat dari Dekopinda.

1983:

Berprestasi baik pengembangan Kelompok Nelayan di Jawa Barat.

1986:

H. Dirman Abdurahman terpilih sebagai The Best Manager


Perkoperasian se-Jawa Barat.

1987:

KUD Terbaik III se-Jawa Barat, KUD Teladan se-Kabupaten Subang

1988:

KUD Teladan se-Kabupaten Subang.

1989:

Juara Umum Pengembangan Kredit Motorisasi.

1990:

Juara Terbaik I KUD Mina se-Kabupaten Subang.

1991:

Juara Terbaik I KUD Mina se-Kabupaten Subang.

1993:

Juara Harapan Tingkat Nasional. KUD Terbaik III Tingkat Jawa


Barat. H. Dirman Abdurahman terpilih sebagai Nelayan Teladan
dalam meningkatkan produksi perikanan laut tahun 1992/1993
Tingkat Jawa Barat.

1994:

Juara II Lomba Penyelenggaraan TPI Tingkat Jawa Barat, Kategori A.

1995:

Juara I Lomba Penyelenggaraan TPI Tingkat Jawa Barat, Kategori A.

1996:

H. Dirman Abdurahman menerima Penghargaan Bhakti Koperasi dari


Menteri Koperasi dan PPK RI.

1996:

Juara I Lomba Kelompok Usaha Penangkapan Tingkat Nasional.

1996:

Juara I Lomba Usaha Penangkapan Ikan Tingkat Propinsi Jabar.

1996:

Euis Suhartini sebagai KTNA Wanita se-Jawa Barat.

1996:

Euis Suhartini sebagai KTNA Wanita Teladan Tingkat Nasional.

1996:

KUD Mandiri Teladan se-Jawa Barat.

1997:

KUD Sektor Perikanan Terbaik II Tingkat Nasional.

1997:

Juara I Lomba Kelompok Usaha Penangkapan Tingkat Nasional.

1997:

KUD Mandiri Teladan se-Jawa Barat.

1997:

Kelompok Wanita Nelayan Fajar Mustika sebagai Juara I Tingkat


Nasional Peningkatan Mutu Pengolahan Ikan.

2008:

KUD Penyelenggara Tempat Pelelangan Ikan Terbaik Tingkat Jawa


Barat.

6 HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1 Perencanaan Sistem Informasi


Perencanaan sistem dibuat sebagai awal dari pengkajian Sistem Informasi
Manajemen Agribisnis Perikanan Tangkap di PPI Blanakan. Pada tahap ini
ditentukan tujuan, batasan serta lingkungan yang ada dalam sistem agribisnis
perikanan tangkap di PPI Blanakan.
Tujuan sitem yaitu untuk memudahkan pihak PPI Blanakan dalam
mengelola data-data yang dihasilkan dari kegiatan agribisnis perikanan tangkap di
PPI Blanakan, sehingga pihak PPI mampu memenuhi kebutuhan para
penggunanya dan mampu mencapai tujuan organisasi. Batasan atau ruang lingkup
sistem ini antara lain mencakup kegiatan-kegiatan agribisnis perikanan tangkap di
PPI Blanakan. Aktivitas tersebut terdiri dari pengadaan sarana produksi di PPI
Blanakan, usaha penangkapan ikan, aktivitas pelelangan ikan, aktivitas
kelembagaan (KUD Mina Fajar Sidik), aktivitas pemasaran, dan aktivitas
pengolahan di PPI Blanakan. Sedangkan lingkungan sistem adalah elemen-elemen
di luar kegiatan agribisnis perikanan tangkap PPI Blanakan.
Sistem informasi ini akan diberi nama SMART PPI Blanakan (Sistem
Informasi Manajemen Agribisnis Perikanan Tangkap PPI Blanakan). Untuk
mengetahui kebutuhan informasi yang diinginkan oleh para pengguna atau pelaku
usaha di PPI Blanakan, maka dilakukan langkah pendekatan sistem selanjutnya,
yaitu analisis sistem. Analisis sistem informasi agribisnis perikanan tangkap di
PPI Blanakan terdiri atas dua kerangka, yaitu analisis kebutuhan dan identifikasi
sistem dengan diagram sebab akibat dan diagram input-output.

6.2 Analisis Sistem Informasi


6.2.1 Analisis kebutuhan
Pada tahap ini dicari secara selektif kebutuhan masing-masing pelaku dalam
sistem agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan. Pelaku yang terlibat dalam
sistem tersebut diantaranya adalah nelayan, bakul, pengusaha perikanan, pemasar,
industri pengolah, konsumen, KUD Mina Fajar Sidik, Departemen Kelautan dan
Perikanan, serta para pengguna informasi lainnya (Tabel 17). Melalui analisis

kebutuhan dari para pelaku yang terlibat dalam sistem tersebut, dapat diketahui
jenis-jenis informasi yang dibutuhkan oleh para pelaku.
Tabel 17 Analisis kebutuhan sistem informasi agribisnis di PPI Blanakan
No.

Pelaku Sistem

Nelayan

Bakul

KUD Inti Mina Fajar


Sidik

Pihak Pemasar

Industri Pengolah

Pengusaha Perikanan

Konsumen

Dinas Perikanan dan


Kelautan

Pengguna data dan


informasi lainnya

Kebutuhan Pelaku Sistem


Informasi Fasilitas Kepelabuhanan
Informasi Unit Penangkapan Ikan
Informasi Daerah penangkapan ikan
Informasi Harga ikan
Informasi jenis-jenis hasil tangkapan
Informasi harga ikan
Informasi jenis-jenis industri pengolah
Informasi pemasaran
Informasi produksi dan nilai produksi ikan
Informasi harga ikan
Informasi jenis-jenis hasil tangkapan
Informasi keanggotaan KUD
Pengelolaan dan manajemen data perikanan
secara tepat dan sistematis
Informasi produksi dan nilai produksi ikan
Informasi jenis-jenis industri pengolah
Informasi daerah pemasaran
Informasi jenis hasil tangkapan
Informasi harga ikan
Informasi jumlah distribusi dan daerah
pemasaran
Informasi jenis hasil tangkapan
Informasi harga ikan
Informasi fasilitas kepelabuhanan
Informasi unit penangkapan ikan
Informasi analisis usaha
Pengambilan keputusan
Informasi harga ikan
Informasi jenis hasil tangkapan
Informasi jenis-jenis pengolahan
Kemudahan dalam pengumpulan data secara
lengkap, cepat dan akurat .
Kemudahan dalam mendapatkan data dan
informasi yang dibutuhkan
Pengambilan keputusan

Kebutuhan informasi para pelaku yang tercantum pada Tabel 17 akan


dijadikan dasar dalam perancangan informasi yang akan disajikan dalam sistem
informasi manajemen agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan.
6.2.2 Formulasi masalah
Melalui observasi lapang serta wawancara dengan pelaku yang ada dalam
ruang lingkup sistem maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang ada
dalam sistem informasi di PPI Blanakan, yaitu antara lain:
(1)

Para pengguna informasi sulit untuk mendapatkan informasi yang


dibutuhkan secara lengkap, cepat dan akurat;

(2)

Proses pengumpulan data dari tingkat harian hingga tingkat tahunan sulit
untuk dilakukan karena data yang ada masih tersimpan dalam bentuk buku
dan lembaran-lembaran yang tersusun acak;

(3)

Proses pengolahan data belum memanfaatkan teknologi komputer secara


optimal;

(4)

Penyimpanan

data

masih

membutuhkan

lemari-lemari

arsip

dan

penyimpanannya tidak tertata rapi sehingga menyulitkan pencarian pada saat


data dibutuhkan; dan
(5)

Proses penggandaan data sulit dilakukan.

6.2.3 Identifikasi Sistem


a. Diagram lingkar sebab akibat
Diagram sebab akibat (causal loop) memberikan gambaran mengenai
hubungan diantara komponen-komponen yang terlibat dalam sistem informasi
manajemen agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan. Masing-masing
komponen tersebut saling berinteraksi dan memberikan pengaruh bagi sistem.
Interaksi yang memberikan pengaruh berbanding lurus ditandai dengan hubungan
positif, sedangkan interaksi yang memberikan pengaruh berbanding terbalik
ditandai dengan hubungan negatif.
Komponen-komponen yang berinteraksi dalam sistem merupakan para
stakeholder di PPI Blanakan yang terdiri dari para nelayan, bakul, pengusaha
perikanan, industri pengolah, KUD Inti Mina Fajar Sidik serta Departemen

Kelautan dan Perikanan. Masing-masing dari stakeholder ini akan menghasilkan


data yang berguna bagi masukan sistem (Gambar 21).
(+)
Manajemen
PPI

(+)
(+)
(+)

SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN AGRIBISNIS PERIKANAN
TANGKAP (SMART)
PPI BLANAKAN

Data Nelayan,
Armada, Hasil
Tangkapan dan DPI
Data
Administrasi
(+)

(+)
Data Pengolahan dan
Pemasaran
(+)

(+)

(+)

Departemen Kelautan
dan Perikanan

Pengusaha
Perikanan
(+)

(+)

(+)
Data valid, akurat dan
tepat waktu

Bakul
Kegiatan
Penangkapan Ikan
Data Fasilitas dan
Aktivitas Pelabuhan

(+)

(+)

(+)

(+)
(+)
Kebijakan dan
Pengembangan
Perikanan

Industri Pengolah
(+)

(+)

Nelayan

(+)
(+)

(+)
KUD Inti Mina Fajar Sidik

Ketersediaan
Fasilitas PPI

(+)

Gambar 21 Diagram sebab akibat SMART PPI Blanakan.


Interaksi dan hubungan yang dilakukan oleh komponen-komponen tersebut
antara lain:

Nelayan akan melakukan kegiatan penangkapan ikan. Melalui kegiatan


tersebut dapat dihasilkan data mengenai profil nelayan, data armada
penangkapan, data hasil tangkapan dan data daerah penangkapan ikan.
Semakin banyak nelayan maka semakin banyak aktivitas penangkapan yang
terjadi di PPI Blanakan, dan semakin banyak aktivitas penangkapan maka
semakin banyak pula data yang dihasilkan.

Bakul dan industri pengolah akan menghasilkan data mengenai pengolahan


dan pemasaran.

KUD Inti Mina Fajar Sidik yang bertugas untuk mengelola segala kegiatan
di PPI Blanakan akan menghasilkan data administrasi.

Departemen Kelautan dan Perikanan akan menerima informasi dari


manajemen PPI yang penting untuk pengembangan kebijakan kelautan dan
perikanan. Semakin baik kebijakan tesebut maka ketersediaan fasilitas di
PPI Blanakan akan semakin meningkat. Dari fasilitas-fasilitas yang ada

tersebut maka didapatkan data mengenai fasilitas dan aktivitas yang ada di
PPI Blanakan.

Pengusaha perikanan yang ada di PPI Blanakan akan diidentifikasi jenis


usahanya sebagai bahan informasi untuk masukan sistem.

Semua data dan informasi tersebut akan dikelola terlebih dahulu oleh manajemen
PPI. Setelah diatur, maka manajemen data tersebut menjadi bahan masukan untuk
SMART PPI Blanakan. Semakin baik manajemen PPI maka semakin baik pula
keluaran (output) yang dihasilkan sistem sehingga data dan informasi yang
dikeluarkan sistem merupakan data yang akurat, valid, dan tepat waktu. Data dan
informasi ini kemudian dipergunakan oleh para stakeholder PPI Blanakan sesuai
dengan kebutuhannya.
b. Diagram input output
Konsep dari sebuah sistem adalah mengubah input yang saling berhubungan
menjadi output yang diinginkan dengan proses yang telah ditentukan untuk
mencapai tujuan yang sama. Diagram input-output menjelaskan pengaruh input
terkendali dan input tidak terkendali terhadap sistem informasi manajemen
agribisnis perikanan tangkap sehingga menghasilkan output yang dikehendaki dan
output yang tidak dikehendaki. Diagram input output SMART PPI Blanakan
dapt dilihat pada Gambar 22.

Input tidak terkendali:


Virus komputer
Energi listrik

Lingkungan:
UU Perikanan dan
Informasi
UU tentang
Perikanan

Output dikehendaki:
Informasi yang lengkap dan
akurat
Penyajian
data
sesuai
dengan kebutuhan
Informasi yang tepat waktu

Sistem Informasi
Manajemen
Agribisnis Perikanan
Tangkap PPI Blanakan
Input terkendali:
Data dan informasi
Kualitas SDM
Fasilitas pengolah data
Metode pengolahan

Output tidak dikehendaki:


Error pada sistem
Data tidak valid
Data tidak lengkap
Manajemen pengendalian

Gambar 22 Diagram input-output SMART PPI Blanakan.

Diagram pada Gambar 22 memperlihatkan bahwa sistem informasi


manajemen agribisnis perikanan tangkap PPI Blanakan tidak dapat dilepaskan
dari peran lingkungan sekitar dan pemerintah dalam menetapkan peraturan
undang-undang yang mengatur tentang informasi maupun perikanan.
Input terkendali yang ada di dalam sistem adalah data dan informasi
(material), kualitas sumberdaya manusia (man), fasilitas pengolahan data
(machine), dan metode pengolahan data (method). Sedangkan input tidak
terkendali adalah virus komputer dan energi listrik. Selain dipengaruhi oleh faktor
input terkendali dan input tidak terkendali, sistem juga dipengaruhi oleh
lingkungan, yaitu adanya peraturan yang mengatur mengenai informasi dan
undang-undang perikanan tangkap.
Komponen-komponen input dan lingkungan akan diolah oleh sistem
informasi manajemen agribisnis perikanan tangkap PPI Blanakan sehingga
menghasilkan sebuah output berupa output yang dikehendaki dan output yang
tidak dikehendaki. Output yang dikehendaki antara lain dihasilkannya informasi
yang lengkap dan akurat, penyajian data yang sesuai dengan kebutuhan, dan
informasi yang tepat waktu. Sedangkan output yang tidak dikehendaki antara lain
adanya error pada sistem, data tidak lengkap dan data yang tidak valid. Output
yang tidak dikehendaki tersebut ditangani oleh manajemen pengendalian sehingga
menjadi input terkendali. Input tersebut kembali diolah oleh sistem sehingga
menghasilkan output yang dikehendaki. Manajemen pengendalian berfungsi untuk
meminimalisir dihasilkannya output yang tidak dikehendaki dalam sebuah sistem,
sehingga dengan adanya manajemen pengendalian maka sistem informasi
manajemen agribisnis perikanan tangkap PPI Blanakan dapat berjalan dengan
baik.

6.3 Mekanisme dan Manajemen Pendataan


Sistem pengolahan data yang ada di PPI Blanakan pada dasarnya merupakan
sistem data terpusat. Akan tetapi selain belum memanfaatkan teknologi komputer,
sistem pengolahan data di PPI Blanakan juga belum memiliki manajemen yang
baik. Sehingga, proses pengumpulan data secara terpusat seringkali tidak
terintegrasi dengan baik.

6.3.1 Manajemen data di KUD


KUD merupakan pusat manajemen pendataan di PPI Blanakan. Seluruh
aktivitas pendataan pada masing-masing unit agribisnis di PPI Blanakan
dikumpulkan secara terpusat di KUD. Selain mengelola data-data yang dihasilkan
tiap-tiap unit agribisnis, KUD juga melakukan aktivitas pendataan berupa
keanggotaan KUD.
Setiap para pelaku usaha yang melakukan aktivitas bisnis di PPI Blanakan
akan didata oleh pihak KUD. Setiap pelaku usaha wajib untuk mengisi form
pendaftaran seperti yang terlihat pada Gambar 23.
KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199
Tanggal

Saturday, May 22, 2010

Pendaftaran Anggota
No. Anggota

Nama Lengkap

Tanggal Lahir

Jenis Kelamin

Agama

Alamat

Status

Pekerjaan

Nama Kapal*

)* Jika Ada

Gambar 23 Form pendaftaran anggota KUD.


Masing-masing data pelaku usaha yang telah terdaftar sebagai anggota KUD
akan di-input ke dalam sistem dan pelaku usaha tersebut akan mendapatkan
username dan password yang dapat digunakan untuk mengakses sistem informasi.
6.3.2 Manajemen data di (TPI) Tempat Pelelangan Ikan
Data-data yang dikumpulkan di Tempat Pelelangan Ikan merupakan data
yang dihasilkan dari aktivitas pelelangan di PPI Blanakan. Setiap aktivitas
pelelangan yang berlangsung akan dicatat dalam karcis pelelangan (Gambar 24).
Data-data tersebut terdiri atas data nelayan dan bakul yang melakukan aktivitas
pelelangan, hasil tangkapan yang dilelangkan, berat hasil tangkapan per kg,
retribusi nelayan, retribusi bakul, dan nilai total pelelangan. Identitas yang dicatat
adalah ID nelayan dan ID bakul, dimana ID tersebut didapatkan setelah nelayan

dan bakul mendaftar sebagai anggota KUD. Bagi para nelayan dan bakul yang
tidak terdaftar sebagai anggota KUD maka diwajiban untuk mendaftarkan diri
sebagai anggota KUD dengan mengisi form pendaftaran.
KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199
Tanggal

Saturday, May 22, 2010

Karcis Pelelangan Ikan


No. Transaksi
Tanggal

:
:

ID Nelayan

ID Bakul

Berat / kg

Harga / kg

Harga Lelang

Retribusi Bakul

Retribusi Nelayan

Nilai Total

Gambar 24 Form Pelelangan Ikan.


Masing-masing data aktivitas pelelangan yang terdapat dalam form akan diinput ke dalam sistem, sehingga secara otomatis akan dihasilkan data nilai
produksi dan volume produksi ikan per tahun yang telah diolah oleh sistem.
Pada form karcis pelelangan ikan tidak disediakan isian untuk nama kapal
ataupun alat tangkap. Hal ini untuk mencegah data yang ganda (redundancy).
Karena dengan adanya ID nelayan maka informasi mengenai nama kapal dapat
diketahui melalui fasilitas search pada submenu keanggotaan KUD yang terdapat
dalam sistem.
6.3.3 Manajemen data SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan)
Pendataan yang dilakukan di SPDN adalah pendataan transaksi SPDN
harian. Jumlah transaksi yang berlangsung di SPDN setiap harinya sangatlah
banyak, meliputi kapal/perahu lokal ataupun kapal/perahu pendatang yang
menggunakan jasa pengisian solar di SPDN PPI Blanakan. Hal ini mengakibatkan
proses akumulasi data pada tingkat bulanan hingga tingkat tahunan sulit untuk
dilakukan. Akan tetapi, dengan adanya sistem informasi yang dibangun, maka
proses akumulasi data tersebut menjadi tidak sulit dilakukan. Tenaga pendata
yang berada di SPDN akan melakukan pendataan transaksi SPDN harian yang

meliputi nama kapal, volume, harga 1 liter, dan harga total pada form transaksi
pembelian solar (Gambar 25).
KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199
Friday, May 21, 2010

Transaksi Pembelian Solar


No. Transaksi
Tanggal

:
:

Nama Kapal

Volume

Harga / liter

Harga / kg

Harga Pembelian

Liter

Gambar 25 Form transaksi pembelian solar.


Kemudian data tersebut akan dikumpulkan setiap harinya pada pihak KUD,
dan pihak KUD akan meng-input data transaksi harian yang tertera pada form
SPDN. Sehingga sistem secara otomatis dapat menghasilkan data jumlah dan nilai
produksi SPDN tahunan.
6.3.4 Manajemen data pabrik es
Aktivitas pendataan yang dilakukan pada unit usaha pabrik es merupakan
pecatatan data transaksi pembelian es harian. Setiap kapal yang melakukan
pembelian es akan dicatat pada form pembelian es oleh petugas pencatat data di
Pabrik Es seperti yang tertera pada Gambar 26.
KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199
Friday, May 21, 2010

Transaksi Pembelian Es
No. Transaksi
Tanggal

:
:

Nama Kapal

Nama Depot

Jumlah es / balok

Harga es / balok

Harga Pembelian

Balok

Gambar 26 Form transaksi pembelian es.


Data-data yang ada didalam form tersebut kemudian akan dikumpulkan
secara terpusat kepada pihak KUD setiap harinya untuk selanjutnya dimasukkan

ke dalam sistem informasi. Maka sistem informasi secara otomatis akan


menghasilkan data jumlah dan nilai produksi tahunan.
6.3.5 Manajemen data usaha penangkapan
Setiap data-data yang dihasilkan dari kegiatan penangkapan ikan akan
dicatat oleh petugas pendata lapangan KUD. Untuk pencatatan data alat tangkap
dan kapal dilakukan oleh ketua pengawas KUD beserta anggotanya yang terdiri
dari 2 orang. Masing-masing pertugas pencatat data akan melakukan pendataan
jumlah alat tangkap, jumlah kapal, jumlah trip, informasi alat tangkap dan biodata
kapal (Gambar 27). Proses pendataan jumlah kapal dan jumlah alat tangkap
dilakukan secara bertahap setiap bulannya, sehingga dihasilkan data jumlah alat
tangkap yang ada di PPI Blanakan dalam satu tahun. Sedangkan proses pendataan
trip kapal dilakukan setiap harinya oleh anggota pengawas KUD seperti yang
tertera pada Lampiran 5.a. Data harian trip kapal tersebut akan dikumpulkan
kepada pusat pendataan di KUD, sehingga dihasilkan data trip kapal tingkat
bulanan dan tingkat tahunan yang diolah oleh sistem informasi.
KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199
Saturday, May 22, 2010

Data Usaha Penangkapan


Jenis Alat Tangkap
Pukat Cincin
Jaring Udang
Pancing
Jaring Cumi
Jaring Bondet
Jaring Tegur
Cantrang

Jumlah Kapal (Berdasarkan Jenis)


Jumlah Kapal (Berdasarkan Tonase)
Jumlah Alat Tangkap Kapal Motor Motor Tempel Perahu > 20 GT
10-20 GT
< 10 GT

Gambar 27 Form pendataan jumlah kapal dan jumlah alat tangkap.


Proses pendataan informasi alat tangkap dan biodata kapal juga dilakukan
oleh petugas pendata lapangan KUD, akan tetapi frekuensi pendataannya tidak
tentu. Hanya dilakukan apabila terdapat jenis alat tangkap dan kapal yang baru
berbasis di PPI Blanakan. Format pendataannya dapat dilihat pada Lampiran 5.b.

Selain data-data mengenai jumlah alat tangkap dan jumlah kapal, dicatat
pula data mengenai jenis-jenis sumberdaya ikan yang ada di PPI Blanakan.
Pencatatan dilakukan oleh petugas TPI untuk setiap jenis ikan yang dilelangkan di
PPI Blanakan. Data yang dicatat meliputi nama SDI, deskripsi, habitat, harga ikan
dan daerah penangkapan (Lampiran 5.c). Pencatatan data dilakukan setiap ada
penambahan untuk jenis ikan yang baru atau perubahan data bagi jenis kan
tertentu. Perubahan data tersebut pada umumnya berupa data harga ikan.
6.3.6 Manajemen data pengolahan dan pemasaran ikan
Data-data yang dihasilkan dari unit pengolahan ikan berupa data jenis-jenis
pengolahan ikan dan jumlah produksi olahan ikan. Pencatatan data pengolahan
ikan dilakukan oleh anggota pengawas KUD. Proses pencatatan data untuk jenisjenis pengolahan hanya akan dilakukan apabila terdapat jenis olahan baru yang
belum dicatat oleh pihak KUD dalam sistem informasi. Data yang dicatat meliputi
jenis olahan, bahan baku, dan deskripsi mengenai jenis olahan (Gambar 28).
Sedangkan untuk pencatatan data jumlah produksi olahan dilakukan setiap
bulannya pada masing-masing pengolah di PPI Blanakan (Lampiran 5.d).
KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199
Saturday, May 22, 2010

Profil Olahan

Tahun
Bulan

No

Nama olahan

Bahan baku

Deskripsi

Gambar 28 Form pendataan jenis olahan.


Selain melakukan pencatatan data untuk jumlah produksi olahan, dilakukan
pula pencatatan data mengenai jumlah produk olahan yang dipasarkan ke kota
tujuan pemasaran, yaitu Purwakarta, Cikampek, Jakarta, Bogor, Bekasi, dan
Cianjur. Sedangkan untuk pemasaran ikan segar proses pendataannya dilakukan di
bagian distribusi ikan segar TPI. Pada tempat tersebut dilakukan penimbangan
bagi ikan-ikan yang akan dipasarkan ke kota tujuan pemasaran. Setelah

penimbangan dan pencatatan data dilakukan, maka ikan-ikan segar yang akan
dipasarkan dapat langsung didistribusikan menggunakan mobil pengangkut.
Format pendataan untuk pemasaran ikan olahan dan ikan segar dapat dilihat pada
Lampiran 5.d dan Lampiran 5.e.

6.4 Perancangan Sistem Informasi


Tujuan dari perancangan sistem secara umum adalah untuk memberikan
gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Perancangan
sistem pada aplikasi SMART PPI Blanakan terdiri atas tiga tahap, yaitu
perancangan sistem dengan diagram blok, diagram arus data (data flow diagram),
dan diagram entity relationship.
6.4.1 Diagram Blok
Cara kerja sistem secara garis besar dijelaskan dengan menggunakan
diagram blok (Gambar 29). Komponen-komponen yang terlibat dalam sistem
terdiri dari 5 macam, yaitu:

Input Data
Ambil Data

SMART

Data

DATABASE
Kelola Data Dan Informasi

PPI Blanakan
ADMINISTRATOR

Informasi
Cari Informasi

User

Ambil Imformasi

User

User

Gambar 29 Diagram blok SMART PPI Blanakan.

Administrator
Administrator berperan untuk mengatur segala proses pengelolaan data
yang sudah terpusat. Administrator dapat melakukan fungsi add, edit,
delete, dan backup data yang berhubungan dengan data agribisnis perikanan
tangkap di PPI Blanakan, yang semuanya akan diproses melalui sistem
informasi ini. Kemudian sistem akan menyimpan data-data tersebut

kedalam basisdata yang nantinya dapat diberikan kepada user menjadi


sebuah informasi.

Data
Data merupakan sumber informasi yang dimasukan oleh administrator
kedalam database melalui aplikasi sistem informasi. Kemudian data ini
akan diolah kembali oleh sistem, untuk menghasilkan informasi yang
dibutuhkan oleh user.

SMART PPI Blanakan


SMART PPI Blanakan dirancang agar dapat menerima data-data masukan
dari administrator dan mengolah data tersebut untuk kemudian
menyimpannya kedalam database sistem. Dan juga dirancang agar dapat
menerima

permintaan

tertentu

yang

dilakukan

oleh

user

untuk

menghasilkan informasi yang dibutuhkannya, dimana informasi yang


didapat merupakan data-data yang berasal dari dalam database.

Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang dilakukan oleh
sistem yang kemudian akan diberikan kepada user yang membutuhkan
informasi mengenai data agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan.

User
User merupakan pengguna dari sistem yang dapat mengakses SMART PPI
Blanakan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkanya melalui sistem
informasi ini, dimana segala sumber data berasal dari dalam database.

6.4.2 Diagram arus data (data flow diagram)


Diagram alir merupakan gambaran langkah-langkah alur Sistem Informasi
Manajemen Agribisnis Perikanan Tangkap (SMART) PPI Blanakan yang terjadi
secara berurutan. Untuk mengetahui alur pengoperasian tahap-tahap aplikasi
SMART PPI Blanakan, maka diperlukan flow diagram sebagai berikut:
a.

Diagram alir menu utama


Diagram Alir pada Gambar 30 menjelaskan bahwa admin ataupun user

pertama kali harus melakukan proses login terlebih dahulu dengan cara
memasukkan username dan password yang dimiliki, apabila proses autentikasi ini
gagal, maka program tidak akan memberikan akses terhadap admin ataupun user

untuk mengakses halaman berikutnya sampai proses autentikasi berhasil, namun


bila proses berhasil, maka admin ataupun user akan menuju halaman utama.
START

LOGIN

MASUKKAN
USERNAME,
PASSWORD

TIDAK
USENAME &
PASSWORD = BENAR
YA

MENU UTAMA

TENTANG PPI

KELEMBAGAAN

SARANA
PRODUKSI

ANALISIS
USAHA

PENGOLAHAN

USAHA
PENANGKAPAN

PEMASARAN

INFORMASI

CETAK

STOP

Gambar 30 Diagram alir menu utama.


Halaman utama terdiri dari 9 buah menu, yaitu menu tentang PPI, menu
kelembagaan, menu sarana produksi, menu usaha penangkapan, menu
pengolahan, menu pemasaran, menu analisis usaha, menu cetak dan menu
informasi.
b.

Diagram alir menu tentang PPI


Diagram alir pada Gambar 31 menjelaskan mengenai alur yang terdapat

pada menu tentang PPI yang tediri dari tiga submeu, yaitu sekilas PPI, fasilitas
PPI, dan TPI (Tempat Pelelangan Ikan).
Pada submenu sekilas PPI terdapat dua buah informasi, yaitu profil PPI dan
layout PPI. Profil PPI berisi informasi umum mengenai PPI Blanakan, sedangkan
layout PPI berisi informasi mengenai gambaran layout PPI Blanakan.
Adapun pada submenu fasilitas PPI akan ditampilkan informasi mengenai
fasilitas pokok, fasilitas fungsional, dan fasilitas penunjang yang ada di PPI

Blanakan beserta gambarnya. Baik admin maupun user hanya dapat mengakses
informasi yang ada pada submenu tersebut.
TENTANG PPI

SEKILAS PPI

TEMPAT
PELELANGAN
IKAN

FASILITAS PPI

TAMPILKAN
HALAMAN
SEKILAS PPI

TAMPILKAN
HALAMAN TPI

TAMPILKAN
HALAMAN
FASILITAS PPI

PROFIL PPI

LAYOUT PPI

DATA PELELANGAN
HARIAN

DATA PELELANGAN
TAHUNAN

GRAFIK NILAI
PRODUKSI

FASILITAS POKOK

FASILITAS
FUNGSIONAL

FASILITAS
TAMBAHAN

Tidak

APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA?

Keterangan:
AMBIL DARI

AMBIL DARI

Diatas
Ya

MASUKKAN
DATA

SIMPAN KE

: Tampilan yang dapat dilihat oleh


user

BASIS DATA

Gambar 31 Diagram alir menu tentang PPI.


Pada submenu Tempat Pelelangan Ikan terdapat 3 informasi, yaitu data
pelelangan harian, data pelelangan tahunan dan grafik pelelangan. Admin dapat
melakukan aktivitas pencatatan data pelelangan secara harian pada submenu ini.
Data tersebut meliputi ID anggota yang melakukan transaksi lelang ID Nelayan
dan ID Bakul), hasil tangkapan, retribusi, jumlah produksi, dan nilai produksi.
Seluruh informasi yang dihasilkan pada proses input data oleh admin
tersebut akan ditampilkan dalam bentuk tabel, baik tabel harian (menghasilkan
informasi data pelelangan harian) maupun tabel tahunan (menghasilkan informasi
data pelelangan tahunan). Setelah data di-input oleh admin maka dapat
ditampilkan pula grafik nilai produksi pada TPI setiap tahunnya. User hanya dapat
mengakses seluruh informasi pada TPI yang sebelumnya telah di-input oleh
admin, sehingga pada tampilan menu user tidak terdapat fasilitas pencatatan data.

c.

Diagram alir menu kelembagaan


Diagram pada Gambar 32 menjelaskan mengenai menu kelembagaan.

Menu kelembagaan merupakan salah satu menu yang terdiri dari 6 buah submenu,
yaitu sejarah KUD, aktivitas pembangunan, aktivitas sosial, prestasi KUD,
struktur organisasi KUD dan keanggotaan KUD. Masing-masing data yang
terdapat pada submenu tersebut tidak dapat diperbaharui oleh admin karena
bersifat template (informasi tidak disimpan ataupun diambil dari database),
kecuali submenu keangotaan. Akan tetapi submenu keanggotaan hanya tersedia
bagi admin sedangkan bagi user maka submenu ini ditiadakan. Masing-masing
data pada submenu tersebut tidak memiliki fasilitas perubahan data karena proses
pembaharuan informasi itu sendiri bersifat tetap atau cenderung bersifat jangka
panjang. Misalnya, submenu sejarah KUD, aktivitas pembangunan dan aktivitas
sosial memiliki informasi yang tetap dan tidak akan berubah. Sedangkan submenu
yang informasinya bersifat jangka panjang antara lain submenu organisasi KUD.
Submenu organisasi KUD bersifat jangka panjang karena durasi masa jabatannya
selama 5 tahun (2010-2015). Selain itu, meskipun masa jabatan telah berakhir
susunan kepanitiaan tidak berubah selama masih dipercaya oleh anggota KUD.
KELEMBAGAAN

SEJARAH KUD

ORGANISASI
KUD

VISI DAN MISI

ASET KUD

PRESTASI KUD

TAMPLKAN
HALAMAN
SEJARAH KUD

TAMPILKAN
HALAMAN
ORGANISASI
KUD

TAMPILKAN
HALAMAN VISI
DAN MISI

TAMPILKAN
HALAMAN ASET
KUD

TAMPILKAN
HALAMAN
PRESTASI KUD

Keterangan

Diatas Garis Merah (

KEANGGOTAAN
KUD

) : Tampilan yang dilihat user

Gambar 32 Diagram alir menu kelembagaan.


Pada submenu keanggotaan KUD terdapat 2 informasi yang dapat diakses
oleh admin, yaitu biodata anggota dan daftar anggota. Diagram alir submenu
keanggotaan KUD dapat dilihat pada Gambar 33. Pada informasi biodata
anggota terdapat keterangan meliputi ID anggota, nama lengkap, password,
tanggal lahir, jenis kelamin, agama, alamat, status pekerjaan, jenis user dan

gambar. Pada submenu ini dapat dilakukan perintah penambahan data, perubahan
data, pencarian data dan penyimpanan data yang dilakukan oleh admin. Setiap
aktivitas penambahan dan perubahan data akan disimpan ke dalam database.
Selain sebagai database keanggotaan KUD, submenu ini juga berfungsi
sebagai tempat registrasi untuk mendapatkan fasilitas sebagai user. User yang
berhak mengakses aplikasi SMART PPI Blanakan terlebih dahulu harus
mendaftar sebagai anggota KUD. Keanggotaan KUD ini terdiri dari lima level
user yaitu nelayan, bakul, pengolah, pengusaha perikanan dan user lainnya.
KEANGGOTAAN KUD

DAFTAR
ANGGOTA

BIODATA
ANGGOTA

TAMPILKAN
HALAMAN
BIODATA
ANGGOTA

TAMPILKAN
HALAMAN
DAFTAR
ANGGOTA

APAKAH INGIN
MENAMBAH/
MERUBAH DATA

AMBIL DARI

BASIS DATA

SIMPAN KE

Gambar 33 Diagram alir submenu keanggotaan.


d.

Diagram alir menu sarana produksi


Pada diagram yang terdapat pada Gambar 34 dijelaskan mengenai aliran

proses yang terjadi pada menu sarana produksi. Menu sarana produksi merupakan
menu yang menyajikan informasi mengenai sarana-sarana yang dibutuhkan
sebelum melakukan kegiatan penangkapan ikan. Sarana tersebut terdiri atas SPDN
(Solar Packed Dealer Nelayan) dan pabrik es.
Pada submenu SPDN terdapat 3 informasi yang ditampilkan pada halaman
SPDN, yaitu data SPDN harian, data SPDN tahunan, dan grafik SPDN. Pada data
SPDN harian admin dapat melakukan penambahan data, sedangkan bagi user
maka fasilitas penambahan data ini ditiadakan. Informasi yang dihasilkan melalui
proses pencatatan data tesebut akan disimpan ke dalam database dan berfungsi
untuk menghasilkan informasi data SPDN harian, data SPDN tahunan dan grafik
SPDN. User dapat mengakses seluruh informasi pada submenu ini.

Pada submenu pabrik es akan ditampilkan 3 buah informasi seperti halnya


menu SPDN, yaitu data parik es harian, data pabrik es tahunan dan grafik pabrik
es. Pada data pabrik es harian, admin dapat melakukan perintah penambahan data
setiap harinya yang akan disimpan ke dalam database. Data yang dicatat
merupakan data transaksi es setiap harinya, meliputi ID kapal, nama depot es,
jumlah es per balok, harga es per balok dan harga total pembelian. Aktivitas
tersebut akan menghasilkan informasi mengenai data pabrik es harian, data pabrik
es tahunan dan grafik pabrik es. User dapat mengakses informasi di submenu ini
untuk mendapatkan informasi data pabrik es harian, data pabrik es tahunan beserta
grafiknya. Akan tetapi, user tidak dapat melakukan perintah penambahan data
pada submenu ini, karena pada tampilan menu user fasilitas penambahan data
tersebut ditiadakan.
USAHA
PENANGKAPAN

SPDN

PABRIK ES

TAMPILKAN
HALAMAN
PABRIK ES

TAMPILKAN
HALAMAN SPDN

DATA SPDN
TAHUNAN

DATA SPDN
HARIAN

GRAFIK SPDN

DATA PABRIK ES
HARIAN

GRAFIK PABRIK ES

TIDAK

TIDAK

APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA

APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA

YA

YA
AMBIL DARI

MASUKKAN
DATA

AMBIL DARI

SIMPAN KE

Keterangan

DATA PABRIK ES
TAHUNAN

MASUKKAN
DATA

AMBIL DARI

SIMPAN KE

BASIS DATA

Diatas Garis Merah (

) : Tampilan yang dilihat user

Gambar 34 Diagram alir menu sarana produksi.

AMBIL DARI

e.

Diagram alir menu usaha penangkapan


Diagram pada Gambar 35 menjelaskan mengenai proses yang terdapat

pada menu usaha penangkapan. Pada menu ini terdapat dua buah submenu, yaitu
unit penangkapan dan hasil tangkapan.
Pada tampilan admin maka submenu unit penangkapan memiliki 5 bagian,
yaitu informasi kapal, informasi alat tangkap, jumlah kapal, jumlah alat tangkap,
dan jumlah trip. Pada informasi kapal dan informasi alat tangkap, admin dapat
melakukan perintah penambahan data, perubahan data, penghapusan data dan
pencarian data. Pada informasi kapal, data yang di-input oleh admin meliputi kode
kapal, nama kapal, panjang, lebar, draft, ukuran GT, mesin utama, mesin
tambahan dan jenis kapal. Sedangkan pada informasi alat tangkap, data yang
diinput oleh admin meliputi kode alat tangkap, nama alat tangkap, nama
internasional, klasifikasi, deskripsi, hasil tangkapan, operasional penangkapan,
daerah penangkapan, dan gambar alat tangkap. Data yang telah di-input oleh
admin tersebut akan disimpan ke dalam database agar dapat menghasilkan
informasi. Kedua informasi tersebut berguna untuk mengetahui informasi detail
mengenai kapal dan alat tangkap yang ada di PPI Blanakan.
USAHA
PENANGKAPAN

Keterangan

UNIT
PENANGKAPAN

HASIL
TANGKAPAN

TAMPILKAN
HALAMAN UNIT
PENANGKAPAN

TAMPILKAN
HALAMAN HASIL
TANGKAPAN

) : Tampilan yang dilihat user

Diatas Garis Merah (

JUMLAH TRIP
KAPAL

BIODATA KAPAL

JUMLAH ALAT
TANGKAP

JUMLAH KAPAL

BIODATA ALAT
TANGKAP
TIDAK

TIDAK

JUMLAH KAPAL

GRAFIK KAPAL

JUMLAH KAPAL

GRAFIK KAPAL

TIDAK

JUMLAH ALAT
TANGKAP

APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA?

APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA?

YA

YA

YA

MASUKKAN
DATA

MASUKKAN
DATA

MASUKKAN
DATA

TIDAK

TIDAK

TIDAK

APAKAH INGIN
MENAMBAH/
MERUBAH DATA?

GRAFIK ALAT
TANGKAP

APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA?

APAKAH INGIN
MENAMBAH /
MERUBAH DATA?

APAKAH INGIN
MENAMBAH /
MERUBAH DATA ?

YA

YA

YA

MASUKKAN
DATA

MASUKKAN
DATA

MASUKKAN
DATA

SIMPAN KE
DALAM
BASISDATA

Gambar 35 Diagram alir usaha penangkapan.

Pada bagian jumlah kapal, jumlah alat tangkap, dan jumlah trip, admin
dapat melakukan perintah penambahan data setiap harinya untuk pencatatan data
jumlah kapal, jumlah trip dan alat tangkap per jenis kapal/alat tangkap. Setiap
aktivitas penambahan data yang dilakukan oleh admin akan disimpan ke dalam
database sehingga menghasilkan informasi jumlah kapal dan alat tangkap per
tahun beserta grafiknya.
Pada tampilan user maka submenu unit penangkapan terdiri dari 4 bagian,
yaitu informasi alat tangkap, jumlah alat tangkap, jumlah kapal dan jumlah trip.
Pada bagian informasi alat tangkap, user dapat mengakses informasi mengenai
jenis-jenis alat tangkap yang ada di PPI Blanakan beserta deskripsinya. Akan
tetapi berbeda dengan tampilan pada submenu admin, maka pada tampilan
submenu user tidak disediakan fasilitas untuk menambah ataupun merubah data.
Pada bagian jumlah alat tangkap, jumlah kapal, dan jumlah trip user dapat
mengakses informasi yang ada didalamnya meliputi jumlah alat tangkap, jumlah
kapal dan jumlah trip beserta masing-masing grafiknya. Pada masing-masing
bagian tersebut juga tidak disediakan fasilitas penambahan data bagi user.
Pada submenu hasil tangkapan terdapat informasi secara detail mengenai
karakteristik jenis-jenis hasil tangkapan yang didaratkan di PPI Blanakan, yaitu
meliputi kode SDI, nama lokal, nama ilmiah, nama internasional, habitat, daerah
penangkapan, harga jual, deskripsi, dan gambar. Masing-masing informasi
tersebut dapat ditambah, diubah dan disimpan ke dalam database oleh admin.
User dapat mengakses seluruh informasi pada submenu ini akan tetapi pada
tampilan user tidak tersedia fasilitas penambahan data.
f.

Diagram alir menu pengolahan


Pada diagram alir menu pengolahan dapat diketahui bahwa pada menu

pengolahan terdapat 2 buah submenu, yaitu informasi mengenai jenis olahan dan
produksi olahan. Diagram alir menu pengolahan dapat dilihat pada Gambar 36.
Pada submenu jenis olahan terdapat informasi detail mengenai jenis-jenis produk
olahan yang ada di PPI Blanakan, informasi tersebut meliputi kode produk olahan,
nama olahan, bahan baku, deskripsi, dan gambar. Pada tampilan admin terdapat
fasilitas penambahan data, penghapusan data, perubahan data dan pencarian data
pada submenu ini, sedangkan pada tampilan user tidak terdapat fasilitas tesebut.

User hanya data mengakses informasinya saja dan melakukan perintah pencarian
data. Data yang telah ditambah ataupun diubah oleh admin dapat segera disimpan
ke dalam database.
Submenu produksi olahan terdiri atas 2 bagian, yaitu jumlah produksi
tahunan dan grafik pengolahan. Tampilan admin pada bagian jumlah produksi
tahunan terdiri atas fasilitas penambahan data jumlah produksi pengolahan per
jenis yang akan langsung disimpan ke dalam database. Kemudian, dari database
tersebut akan didapatkan informasi yang digunakan untuk menyusun data jumlah
produksi olahan per tahunnya (akumulasi dari data produksi per hari) yang
informasinya juga dituangkan pada bagian jumlah produksi tahunan. Pada grafik
pengolahan akan didapatkan informasi mengenai jumlah produksi olahan per
tahun per jenis pengolahan dalam bentuk diagram batang.
Tampilan User pada submenu ini tidak disertai dengan fasilitas penambahan
data produksi olahan harian. User hanya dapat mengakses informasi pada
submenu ini berupa data jumlah produksi olahan tahunan beserta grafiknya.
PENGOLAHAN

JUMLAH
PRODUKSI
OLAHAN

JENIS OLAHAN

TAMPILKAN
HALAMAN
JENIS OLAHAN

TAMPILKAN
HALAMAN
PRODUKSI
OLAHAN

TIDAK
JUMLAH PRODUKSI
TAHUNAN

GRAFIK
PENGOLAHAN

TIDAK

APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA?

APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA?

YA

YA

MASUKKAN
DATA

MASUKKAN
DATA

AMBIL DARI

SIMPAN KE

SIMPAN KE

Keterangan

BASISDATA

Diatas Garis Merah (

) : Tampilan yang dilihat user

Gambar 36 Diagram alir menu pengolahan.


g.

Diagram alir menu usaha pemasaran


Dari diagram alir pada Gambar 37 dapat dilihat bahwa menu pemasaran

terdiri dari 2 buah submenu, yaitu pemasaran ikan segar dan pemasaran ikan

olahan. Masing-masing kedua submenu tersebut memiliki 2 bagian, yaitu jumlah


distribusi dan grafik pemasaran. Pada tampilan admin di bagian jumlah distribusi
terdapat fasilitas pencatatan data setiap harinya terhadap jumlah produk yang
dipasarkan per jenis kota tujuan pemasaran dan per jenis ikan. Kemudian, data
yang telah diperbaharui tersebut disimpan di dalam basisdata agar informasinya
dapat digunakan kembali untuk menghasilkan infomasi jumlah pemasaran
tahunan dan grafiknya.
Pada grafik pemasaran akan didapatkan informasi mengenai jumlah
pemasaran setiap tahunnya pada masing-masing kota tujuan pemasaran.
User dapat mengakses seluruh informasi pada submenu ini akan tetapi pada
tampilan user tidak disediakan fasilitas pencatatan data.
PEMASARAN

PEMASARAN
IKAN SEGAR

PEMASARAN
IKAN OLAHAN

TAMPILKAN
HALAMAN
PEMASARAN
IKAN SEGAR

TAMPILKAN
HALAMAN
PEMASARAN
IKAN OLAHAN

GRAFIK
PEMASARAN IKAN
SEGAR

JUMLAH
DISTRIBUSI

GRAFIK
PEMASARAN IKAN
OLAHAN

JUMLAH
DISTRIBUSI

TIDAK

TIDAK
APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA?

APAKAH INGIN
PERBAHARUI DATA?
AMBIL DARI

YA

YA

MASUKKAN
DATA

MASUKKAN
DATA

AMBIL DARI

SIMPAN KE
SIMPAN KE

Keterangan

BASISDATA

Diatas Garis Merah (

) : Tampilan yang dilihat user

Gambar 37 Diagram alir menu pemasaran.


h.

Diagram alir menu analisis usaha


Dari diagram alir pada Gambar 38 dapat diketahui bahwa menu ini terdiri

dari 4 buah fungsi, yaitu perhitungan pendapatan usaha, revenue cost ratio,
payback period dan return on investment. Baik admin maupun user dapat
memasukkan data untuk perhitungan analisis usaha ini. Untuk menghasilkan
perhitungan pendapatan usaha, revenue cost ratio, payback period dan return on
investment, maka baik admin maupun user wajib memasukkan data investasi,

penerimaan, biaya variabel dan biaya tetap yang tersedia pada submenu ini.
Investasi meliputi data pembelian kapal, alat tangkap, mesin utama, mesin
tambahan, dan alat bantu.
Penerimaan meliputi data perkiraan penerimaan yang diperoleh dari
penjualan hasil tangkapan dalam satu bulan. Biaya variabel meliputi biaya
perawatan dan penyusutan kapal, alat tangkap, mesin utama, mesin tambahan dan
alat bantu. Sedangkan biaya tetap meliputi biaya yang dikeluarkan untuk
operasional penangkapan, meliputi biaya solar, konsumsi, es, oli dan air tawar per
bulannya. Setelah seluruh informasi ini di-input maka dapat dihasilkan
perhitungan analisis usaha meliputi keuntungan (pendapatan), revenue cost ratio,
payback period dan return on investment, sehingga dapat diketahui bahwa usaha
layak ataupun tidak layak.
ANALISIS USAHA

TAMPILKAN
HALAMAN
ANALISIS USAHA

MASUKKAN
DATA

PENDAPATAN
USAHA

REVENUE COST
RATIO

PAYBACK
PERIOD

RETURN ON
INVESTMENT

PERHITUNGAN
= TR - TC

PERHITUNGAN
RC RATIO = TR / TC

PERHITUNGAN PP
(INITIAL INVESTMENT/
CASH FLOW) X 1
TAHUN

PERHITUNGAN ROI =
TOTAL INVESTASI /
PENYUSUTAN ALAT

USAHA LAYAK

USAHA TIDAK
LAYAK

USAHA LAYAK

USAHA TIDAK
LAYAK

USAHA LAYAK

USAHA TIDAK
LAYAK

TANGKAP

USAHA LAYAK

USAHA TIDAK
LAYAK

Gambar 38 Diagram alir menu analisis usaha.


i.

Diagram alir menu cetak


Menu cetak merupakan sebuah menu yang bertujuan untuk memberikan

kemudahan bagi para admin ataupun user untuk mencetak data/informasi yang
dibutuhkan. Seperti diagram alir yang disajikan pada Gambar 39, menu ini terdiri
dari 2 bagian, yaitu cetak laporan dan cetak data statistik. Pada cetak laporan
maka fasilitas cetak data yang disediakan meliputi laporan jumlah dan nilai
produksi TPI; laporan jumlah dan nilai produksi SPDN; dan laporan jumlah dan
nilai produksi pabrik es. Sedangkan pada bagian cetak data statistik maka fasilitas

cetak data yang disediakan meliputi data jumlah alat tangkap, jumlah kapal,
jumlah trip, jumlah produksi olahan, dan jumlah distribusi pemasaran, baik
pemasaran ikan segar maupun pemasaran ikan olahan. Baik admin maupun user
bebas mengakses menu ini.
Keluaran (output) yang dihasilkan dari menu cetak data meliputi informasi
per bulan, per tahun, beserta grafik tahunannya, yang masing-masing dapat
dicetak. Informasi yang disajikan sesuai dengan data yang tersimpan didalam
database yang sebelumnya telah di-input oleh admin.
CETAK

LAPORAN NILAI
DAN JUMLAH
PRODUKSI TPI

LAPORAN

DATA STATISTIK

TAMPILKAN
HALAMAN CETAK
LAPORAN

TAMPILKAN
HALAMAN CETAK
DATA STATISTIK

LAPORAN NILAI
DAN JUMLAH
PRODUKSI PABRIK
ES

LAPORAN NILAI
DAN JUMLAH
PRODUKSI SPDN

TIDAK

TIDAK

DATA JUMLAH
ALAT TANGKAP

DATA JUMLAH
KAPAL

TIDAK

TIDAK

DATA JUMLAH
PEMASARAN IKAN
SEGAR DAN
OLAHAN

DATA JUMLAH TRIP

TIDAK

TIDAK

DATA JUMLAH
PRODUKSI OLAHAN

TIDAK

TIDAK

APAKAH INGIN
CETAK DATA?

APAKAH INGIN
CETAK DATA?

APAKAH INGIN
CETAK DATA?

APAKAH INGIN
CETAK DATA?

APAKAH INGIN
CETAK DATA?

APAKAH INGIN
CETAK DATA?

APAKAH INGIN
CETAK DATA?

APAKAH INGIN
CETAK DATA?

YA

YA

YA

YA

YA

YA

YA

YA

CETAK

CETAK

CETAK

CETAK

CETAK

CETAK

CETAK

CETAK

Gambar 39 Diagram alir menu cetak.


j.

Diagram alir menu informasi


Dari diagram alir pada Gambar 40 dapat dilihat bahwa menu informasi

terdiri atas 3 bagian, yaitu pengumuman, bantuan dan tentang SMART PPI.
Bagian tentang SMART PPI hanya berupa informasi umum mengenai aplikasi
yang dapat diakses oleh admin maupun user.
Pada

tampilan pengumuman bagi

admin terdapat fasilitas

untuk

memasukkan data, menyimpan data ke dalam basisdata dan menghapusnya.


Sedangkan pada tampilan user fasilitas yang disediakan hanya berupa akses
terhadap data sehingga user mendapatkan informasi yang diberikan oleh admin.

INFORMASI

PENGUMUMAN

BANTUAN

TENTANG
SMART

TAMPILKAN
HALAMAN
PENGUMUMAN

TAMPILKAN
HALAMAN
BANTUAN

TAMPILKAN
HALAMAN
TENTANG SMART

AMBIL DARI

TIDAK
APAKAH INGIN
MENAMBAH DATA?

YA

MASUKKAN
DATA

Keterangan

SIMPAN KE

Diatas Garis Merah (

BASISDATA

) : Tampilan yang dilihat user

Gambar 40 Diagram alir menu informasi.


Pada bagian bantuan SMART PPI, baik admin maupun user dapat
mengaksesnya. Menu bantuan ini dipanggil dari file lain yang terdapat pada
sistem windows.
6.4.3 Entity relationship
Tujuan utama dari pembuatan diagram entity relationship adalah untuk
menunjukkan obyek-obyek (himpunan entitas) apa saja yang dilibatkan dalam
sebuah basis data dan bagaimana hubungan yang terjadi diantara obyek-obyek
tersebut. Masing-masing himpunan entitas tersebut memiliki beberapa atribut
yang salah satunya bersifat atribut key, yaitu atribut yang berguna untuk
menentukan entity secara unik. Diagram entity relationship SMART PPI
Blanakan dapat dilihat pada Gambar 41.
Pada Sistem Informasi Manajemen Agribisnis Perikanan Tangkap PPI
Blanakan, himpunan entitas yang terlibat dalam sebuah basis data antara lain
sebagai berikut:
a.

TPI

: Berisi informasi mengenai data pelelangan setiap hari;

b.

Alat Tangkap

: Berisi informasi mengenai jenis alat tangkap yang ada;

c.

Kapal

: Berisi informasi mengenai data kapal di PPI Blanakan;

Gambar 41 Diagram entity relationship SMART PPI Blanakan.

d.

Keanggotaan

: Berisi informasi mengenai keanggotaan KUD;

e.

Hasil Tangkapan : Berisi informasi mengenai sumberdaya ikan yang ada;

f.

SPDN

: Berisi informasi mengenai transaksi solar di SPDN;

g.

Pabrik Es

: Berisi informasi mengenai transaksi kebutuhan es;

h.

Pemasaran

: Berisi informasi mengenai distribusi pemasaran;

i.

Pengolahan

: Berisi informasi mengenai jenis dan produksi olahan.

Aktivitas agribisnis perikanan tangkap di PPI Blanakan merupakan satu unit


kegiatan yang saling berkaitan, karena itu data yang dihasilkan dari aktivitas
tersebut juga memiliki hubungan. Hubungan yang dimiliki setiap entitas adalah
one to many (setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan
banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya) atau many to
many (setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak
entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya).

6.5 Implementasi Sistem informasi


Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Agribisnis Perikanan Tangkap di PPI
Blanakan atau disingkat SMART PPI Blanakan memiliki tujuan untuk
memudahkan proses pemasukan dan pengambilan data maupun informasi
kegiatan bisnis di PPI Blanakan. Untuk menjalankan aplikasi SMART PPI
Blanakan ini, maka diperlukan beberapa tahapan sebagai berikut.
6.5.1 Splash screen
Pada tahap ini ditampilkan layar pembuka secara singkat yang menjadi
tahap awal running program SMART PPI Blanakan (Gambar 42).

Gambar 42 Splash screen SMART PPI Blanakan.

98

Splash screen merupakan tampilan yang kita lihat pertama kali waktu kita
menjalankan sebuah aplikasi. Splash screen dibuat dengan tujuan untuk validitas
terhadap aplikasi. Selain itu, splash screen juga ditampilkan untuk mengurangi
kejenuhan user sewaktu aplikasi masih dalam tahap inisialisasi.
6.5.2 Form login
Form login (Gambar 43) dibuat dengan tujuan untuk mencocokkan input yang
dimasukkan dengan database yang ada pada server. Form login juga bertujuan
untuk menjaga kemanan data yang tersimpan didalam database SMART PPI
Blanakan, karena para pengguna harus memasukkan username dan password
yang benar untuk masuk ke dalam sistem.

Gambar 43 Form login.


Keamanan data yang dimaksud adalah untuk mencegah pihak-pihak yang
tidak berhak melakukan pengeditan data, penghapusan data ataupun pencarian
informasi tertentu dalam sistem. Pihak yang berhak masuk ke dalam sistem terdiri
dari dua tipe, yaitu admin dan user. Admin merupakan pihak yang berhak dan
bertugas untuk melakukan pemasukkan data, pengeditan data, penambahan data
ataupun penghapusan data. Sedangkan user adalah pihak yang membutuhkan dan
mencari informasi yang terdapat didalam sistem. User ini dapat terdiri dari
nelayan, bakul dan pihak pengolah.
6.5.3 Menu utama
Menu utama yang dapat dilihat pada Gambar 44 merupakan menu induk
yang dibuat dengan tujuan untuk memudahkan admin dan user (pengguna) dalam
mengakses menu-menu yang ada di dalam sistem, atau dengan kata lain menu
utama merupakan pusat untuk mengakses menu-menu yang ada di dalam sistem.

99

Pada menu utama ini terdapat 9 menu yang dapat diakses oleh admin
maupun pengguna, yaitu menu tentang PPI, menu kelembagaan KUD, menu
sarana produksi, menu usaha penangkapan, menu pengolahan, menu pemasaran,
menu analisis usaha, menu cetak, dan menu informasi. Selain itu, terdapat juga
pilihan untuk logout ataupun keluar dari aplikasi.

Gambar 44 Menu utama SMART PPI Blanakan.


6.5.4 Menu tentang PPI
Menu tentang PPI merupakan menu yang berisi informasi mengenai
gambaran umum PPI Blanakan. Menu ini terdiri atas 3 buah submenu, yaitu
sekilas PPI, fasilitas PPI, dan TPI (Tempat Pelelangan Ikan).
a.

Sekilas tentang PPI, pada menu ini pengguna dapat mengakses informasi
mengenai profil PPI dan layout PPI.

b.

Fasilitas PPI (Gambar 45), menu ini merupakan menu yang terdiri dari 3
tab, yaitu fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas tambahan. Sesuai
namanya, maka menu ini dapat memberikan informasi kepada para
pengguna mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di dalam PPI Blanakan, baik
fasilitas pokok, fasilitas fungsional, maupun fasilitas penunjang.

100

Gambar 45 Submenu fasilitas PPI Blanakan.


c.

TPI (Tempat Pelelangan Ikan), seperti yang terlihat pada Gambar 46 maka
menu ini memiliki 3 buah tab, yaitu data pelelangan harian, data pelelangan
tahunan, dan grafik tahunan. Menu ini merupakan menu aktif yang
mengizinkan admin untuk melakukan aktivitas pencatatan data pelelangan
harian yang meliputi: tanggal pelelangan, ID anggota yang melakukan
pelelangan (nelayan dan bakul), hasil tangkapan, berat hasil tangkapan,
harga lelang, retribusi dan harga total.

Gambar 46 Tampilan submenu Tempat Pelelangan Ikan bagi admin.

101

Setelah admin meng-input data pelelangan setiap harinya, maka data


tersebut diakumulasikan setiap bulannya menjadi data pelelangan tahunan.
Pada tampilan user maka pada submenu ini tidak terdapat fungsi
pencatatan/penambahan data. Pada menu ini user hanya dapat mengakses
data pelelangan harian dan dapat mengetahui informasi perkembangan nilai
produksi di PPI Blanakan setiap tahunnya dalam bentuk grafik.
6.5.5 Menu kelembagaan KUD
Menu kelembagaan KUD merupakan menu yang berisi informasi mengenai
kelembagaan KUD, meliputi sejarah KUD, organisasi KUD, visi dan misi, aset
KUD, prestasi KUD dan keanggotaan KUD.
a.

Submenu sejarah KUD, pada menu ini admin maupun user tidak dapat
melakukan perintah penambahan atau perubahan data, karena menu ini
hanya bersifat template.

b.

Submenu aktivitas pembangunan, pada submenu ini admin dan user hanya
dapat mengakses informasi mengenai aktivitas pembangunan yang
dilakukan oleh KUD.

c.

Submenu akivitas sosial, submenu ini menyediakan informasi aktivitas


sosial yang dilakukan oleh KUD yang dapat diakses oleh admin maupun
user, akan tetapi keduanya tidak dapat melakukan perintah untuk mengubah
data.

d.

Submenu struktur organisasi KUD, pada menu ini admin dan user hanya
dapat mengakses informasi mengenai struktur organisasi KUD yang
meliputi susunan panitia serta jumlah anggota KUD yang berada pada masa
jabatan 2010-2015.

e.

Submenu prestasi KUD, submenu ini berisi informasi megenai prestasiprestasi yang berhasil diraih oleh KUD Mina Fajar Sidik sejak didirikan
hingga saat ini. Seperti submenu lainnya, informasi pada submenu ini juga
tidak dapat diubah oleh admin ataupun user.

f.

Submenu keanggotaan KUD (Gambar 47), submenu ini hanya tersedia bagi
admin. Submenu ini memiliki 2 buah tab, yaitu biodata anggota dan daftar
anggota. Tab biodata anggota berisi informasi mengenai data nomor
anggota, nama lengkap, password, tanggal lahir, agama, jenis kelamin,

102

status dan pekerjaan para anggota KUD. Pada tab biodata anggota admin
dapat melakukan perintah penambahan, penghapusan, perubahan, pencarian
dan penyimpanan data. Pada tab daftar anggota informasi keanggotaan dapat
dilihat dalam bentuk list.

Gambar 47 Submenu keanggotaan KUD yang terdapat pada admin.


6.5.6 Menu sarana produksi
Menu sarana produksi terdiri dari dua buah submenu, yaitu SPDN (Solar
Packed Dealer Nelayan) dan pabrik es. Menu sarana produksi merupakan menu
yang terdiri dari informasi mengenai sarana / fasilitas pelabuhan yang dibutuhkan
oleh nelayan dalam melakukan aktivitas produksi di laut. Menu ini umumnya
merupakan menu input data secara aktif yang menghasilkan informasi data harian
hingga informasi data tahunan.
a.

Submenu SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan), seperti yang terlihat pada
Gambar 48 submenu ini berisi informasi mengenai transaksi yang
dilakukan oleh SPDN, meliputi kode transaksi, tanggal pembelian, kapal
yang melakukan transaksi pembelian, volume pembelian, harga solar per
liter, serta harga pembelian dalam transaksi yang secara otomatis dihitung
oleh sistem. Kemudian, menu transaksi harian ini diakumulasikan sehingga
dapat diketahui informasi transaski tahunan yang meliputi informasi volume
dan nilai produksi pada SPDN setiap tahunnya. Selain itu, para user juga

103

dapat melihat informasi mengenai perkembangan nilai produksi setiap


tahunnya melalui grafik SPDN.

Gambar 48 Submenu SPDN.


b.

Submenu pabrik es, pada submenu ini terdapat informasi mengenai transaksi
harian yang dilakukan oleh pabrik es. Informasi transasi harian ini meliputi
kode transaksi, tanggal transaksi, nama kapal yang melakukan transaksi,
nama depot, jumlah es per balok yang dibeli, harga es per balok, dan harga
total pembelian yang dihitung secara otomatis oleh sistem. Dari informasi
transaksi harian yang diinput oleh admin tersebut, akan didapatkan informasi
volume produksi dan nilai produksi pabrik es setiap tahunnya serta informasi
perkembangan nilai produksi yang dapat dilihat dalam bentuk grafik.

6.5.7 Menu usaha penangkapan


Menu usaha penangkapan terdiri dari dua buah submenu, yaitu unit
penangkapan dan hasil tangkapan.
a.

Submenu unit penangkapan, submenu ini terdiri dari 5 bagian yaitu biodata
kapal, biodata alat tangkap, jumlah alat tangkap (Gambar 49), jumlah kapal,
dan jumlah trip kapal. Bagian biodata kapal hanya dapat diakses oleh admin,
sedangkan bagi user bagian ini ditiadakan. Pada bagian biodata kapal
terdapat informasi detail mengenai kapal-kapal yang berbasis di PPI

104

Blanakan. Bagian biodata alat tangkap berisi informasi mengenai informasi


jenis alat tangkap yang ada di PPI Blanakan, meliputi nama alat tangkap,
nama internasional alat tangkap, hasil tangkapan, deskripsi, operasional
penangkapan, daerah penangkapan dan gambarnya.

Gambar 49 Submenu jumlah alat tangkap.


Pada bagian jumlah alat tangkap terdapat fasilitas pencatatan data alat
tangkap yang dapat dilakukan secara harian maupun bulanan. Pencatatan
data tersebut akan menghasilkan data jumlah alat tangkap per tahun dan
grafik alat tangkap per tahun. Sedangkan pada bagian jumlah kapal terdapat
fasilitas input data harian. Data tersebut kemudian diakumulasikan setiap
tahunnya sehingga didapat informasi mengenai data jumlah kapal setiap
tahun di PPI Blanakan beserta grafiknya per jenis kapal per tahun. Sama
halnya pada

bagian jumlah trip, pada bagian ini juga terdapat fasilitas

pencatatan data yang akan diakumulasikan menjadi data jumlah trip kapal
tahunan beserta grafiknya
Admin merupakan pihak yang bertugas untuk mengisi data di setiap bagian
submenu ini, sehingga pada tampilan admin terdapat fasilitas penambahan
data (adding data). Berbeda halnya dengan tampilan user, dimana para user
hanya dapat mengakses informasi yang ada dengan cara memilih tahun dan
kategori yang telah disediakan.
b.

Submenu hasil tangkapan, seperti yang dapat dilihat pada Gambar 50,
submenu ini berisi informasi mengenai jenis sumberdaya ikan yang terdapat
di PPI Blanakan melipuri informasi kode SDI, nama lokal spesies, nama

105

internasional spesies, nama ilmiah spesies, habitat, daerah penangkapan,


harga jual, deskripsi dan gambar.

Gambar 49 Submenu hasil tangkapan.


Informasi hasil tangkapan merupakan salah satu informasi yang sangat
dibutuhkan oleh para user. Dengan adanya informasi tersebut, maka user
dapat menyerap informasi yang ada untuk dijadikan bahan pertimbangan
jenis usaha apa yang cocok dilakukan di PPI Blanakan, karena pada
dasarnya suatu jenis usaha bergantung pada ketersediaan bahan baku
produksinya (dalam hal ini sumberdaya ikan).
6.5.8 Menu pengolahan
Menu pengolahan dibuat dengan tujuan mempermudah pihak PPI untuk
mengidentifikasi informasi jenis dan produksi olahan yang ada di PPI Blanakan
serta mempermudah pelaku usaha dan pengguna jasa pelabuhan dalam
memperoleh data yang berkaitan dengan sektor pengolahan di PPI Blanakan.
Menu ini terdiri dari dua buah buah submenu, yaitu submenu jenis olahan dan
jumlah produk olahan.
a.

Submenu jenis olahan (Gambar 51), pada submenu ini terdapat informasi
mengenai jenis-jenis produk olahan yang terdapat di PPI Blanakan. Jenis
produk olahan tersebut dapat ditambah oleh admin. Informasi yang ada
meliputi kode produk olahan, nama produk olahan, bahan baku, deskripsi,
dan gambar. Pada tampilan user maka fasilitas add, delete, edit dan save
ditiadakan. Sehingga para user hanya dapat mengakses infomasi
didalamnya saja.

106

Gambar 51 Submenu jenis olahan.


b.

Submenu jumlah produk olahan (Gambar 52), submenu ini berguna untuk
mempermudah pihak PPI dalam hal pendataan jumlah produksi olahan di
PPI Blanakan.

Gambar 52 Tampilan submenu jumlah produk olahan pada user.


Pada tampilan admin disediakan fasilitas input data jumlah produksi
olahan yang di-input setiap harinya per jenis olahan. Kategori jenis olahan
yang terdapat pada menu ini didapat dari data nama jenis olahan yang
sebelumnya telah dimasukkan pada submenu jenis olahan. Aktivitas
pencatatan data yang dilakukan oleh admin tersebut akan menghasilkan
data jumlah produksi olahan per tahun dan perkembangan setiap tahunnya

107

dalam bentuk grafik. Pada tampilan user submenu ini tidak menyediakan
fasilitas input data, melainkan hanya menyediakan fasilitas akses informasi
jumlah produksi olahan beserta grafiknya.
6.5.9 Menu pemasaran
Menu pemasaran merupakan menu yang berisi informasi mengenai jumlah
distribusi pemasaran pada masing-masing wilayah tujuan pemasaran, yaitu
Jakarta, Purwakarta, Cianjur, Bekasi dan Bogor. Menu ini terdiri dari dua
submenu, yaitu pemasaran ikan segar dan pemasaran ikan olahan.
a.

Submenu pemasaran ikan segar (Gambar 53), submenu ini mempunyai 2


buah tab, yaitu jumlah distribusi, dan grafik pemasaran. Pada tampilan
admin terdapat fasilitas input data harian, dimana admin dapat memasukkan
data jumlah pemasaran setiap harinya berdasarkan jenis ikan dan daerah
tujuan pemasaran. Kemudian informasi tersebut akan diakumulasikan
menjadi informasi data pemasaran tahunan beserta grafik jumlah pemasaran
setiap tahunnya per kota tujuan yang terdapat pada tab grafik pemasaran.
Sedangkan pada tampilan user maka fasilitas pencatatan data ditiadakan,
user hanya dapat mengakses informasi yang tersedia dalam submenu ini
dengan cara memilih kategori tahun, jenis ikan, dan kota tujuan pemasaran.

Gambar 53 Tampilan submenu pemasaran ikan segar pada admin.


b. Submenu pemasaran ikan olahan, sama seperti halnya submenu pemasaran
ikan olahan, submenu ini juga terdiri dari 2 buah tab, jumlah distribusi dan
grafik pemasaran ikan olahan. Fasilitas pencatatan data juga hanya tersedia

108

bagi admin, sedangkan pada user fasilitas tersebut ditiadakan. Data harian
yan telah dimasukkan admin akan dikumulasikan menjadi data pemasaran
tahunan. Kemudian pada tab grafik pemasaran dapat dilihat jumlah
pemasaran ikan olahan yang didistribusikan ke masing-masing kota setiap
tahunnya dalam bentuk grafik.
6.5.10 Menu analisis usaha
Menu analisis usaha adalah menu aktif yang bersifat mengolah data yang
dimasukkan secara langsung. Tampilan menu analisis usaha dapat dilihat pada
Gambar 54. Pada menu ini user yang merupakan pelaku usaha agribisnis
perikanan tangkap dapat melakukan analisis usaha yang akan atau sedang mereka
jalankan. Informasi yang didapat meliputi besarnya pendapatan usaha, besarnya
perbandingan antara penerimaan dengan pengeluaran, serta besarnya periode
pengembalian investasi yang akan didapat oleh pelaku usaha.

Gambar 54 Submenu analisis usaha.


Pada menu ini user wajib untuk memasukkan beberapa input untuk
mendapatkan informasi analisis usahanya. Input tersebut terdiri atas investasi,
yaitu biaya pembelian kapal, alat tangkap, mesin utama, mesin tambahan, dan alat
bantu; penerimaan, yaitu perkiraan total penerimaan yang didapat setiap bulannya;
biaya operasional tetap, yaitu perawatan alat tangkap, perawatan kapal, perawatan
mesin utama, perawatan mesin tambahan, perawatan alat bantu, penyusutan alat
tangkap, penyusutan kapal, penyusutan mesin utama, penyusutan mesin

109

tambahan, dan penyusutan alat bantu; biaya operasional variabel, yaitu solar, oli,
es, konsumsi nelayan, dan air tawar.
Data-data tersebut di-input dengan skala perkiraan nilai yang didapat adalah
nilai setiap satu bulannya dari kegiatan penangkapan ikan. Adapun yang dimaksud
dengan biaya penyusutan adalah biaya investasi yang dikeluarkan dibagi dengan
umur teknis, dalam analisis usaha ini umur teknis masing-masing diasumsikan
sebagai berikut: kapal sebesar 10 tahun, alat tangkap sebesar 3 tahun, mesin utama
dan mesin tambahan sebesar 3 tahun, dan alat bantu sebesar 2 tahun. Asumsi ini
diambil berdasarkan nilai rata-rata yang didapat dari responden. Sedangkan yang
dimasud dengan biaya perawatan adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulannya
untuk melakukan perawatan kapal, alat tangkap, mesin utama/tambahan dan alat
bantu, termasuk perbaikan, pengecatan, dan sebagainya.
Setelah nilai-nilai tersebut di-input, maka akan dihasilkan informasi analisis
usaha yang terdiri atas pendapatan usaha, revenue cost ratio, payback period, dan
return on investment.
Pendapatan usaha merupakan analisis yang bertujuan untuk mengetahui
besarnya keuntungan yang didapat oleh pelaku usaha. Prinsip perhitungannya
adalah selisih dari nilai pengeluaran dengan penerimaan yang didapat. Apabila
nilainya positif maka usaha bersifat menguntungkan, apabila nilainya sama
dengan 0 maka usaha berada pada titik impas, sedangkan apabila nilainya bersifat
negatif maka usaha bersifat merugikan.
Revenue cost ratio merupakan analisis yang bertujuan untuk mengetahui
imbangan antara nilai dengan biaya. Prinsip perhitungannya adalah nilai
penerimaan dibagi dengan nilai pengeluaran. Apabila nilai r/c ratio lebih besar
dari satu maka usaha menguntungkan, apabila nilai r/c ratio sama dengan 1 maka
usaha berada pada titik impas, sedangkan apabila nilai r/c ratio lebih kecil dari
satu maka usaha bersifat merugikan.
Payback period merupakan analisis yang bertujuan untuk mengetahui
jangka waktu pengembalian usaha, akan tetapi tidak memperhitungkan nilai
waktu uang. Prinsip perhitungannya sederhana, yaitu nilai total investasi dibagi
dengan nilai total pendapatan usaha/keuntungan kemudian dikali satu tahun.
Semakin cepat investasi dapat dikembalikan maka semakin bagus usaha tersebut.

110

Return on Investment merupakan analisis yang bertujuan untuk melihat tingkat


pengembalian investasi dalam suatu kegiatan usaha. Prinsip perhitungannya
adalah pendapatan usaha dibagi dengan jumlah penyusutan alat tangkap dengan
total investasi. Semakin besar nilai ROI maka semakin bagus usaha tersebut untuk
dikembangkan.
6.5.11 Menu cetak
Menu cetak merupakan menu yang berguna untuk memudahkan admin
maupun user dalam mencetak data yang dibutuhkan. Menu ini terdiri dari dua
submenu, yaitu submenu cetak laporan dan submenu cetak data statistik.
Tampilan menu cetak dapat dilihat pada Gambar 55.

Gambar 55 Tampilan pada menu cetak.


Submenu cetak laporan menyediakan fasilitas untuk mencetak laporanlaporan yang berasal dari aktivitas bisnis KUD, yaitu TPI, SPDN dan pabrik es.
Laporan yang ada mencakup laporan jumlah produksi dan nilai produksi.
Sedangkan submenu cetak data statistik menyediakan fasilitas untuk mencetak
data statistik yang dihasilkan dari kegiatan agribisnis perikanan tangkap di PPI
Blanakan, seperti jumlah alat tangkap, jumlah kapal, jumlah trip, jumlah produksi
olahan, jumlah distribusi pemasaran ikan segar dan jumlah distribusi pemasaran
ikan olahan.

111

6.5.12 Menu informasi


Menu informasi terdiri atas 3 buah submenu, yaitu pengumuman, bantuan
dan tentang SMART PPI.
a.

Submenu pengumuman, pada submenu ini admin dapat memasukkan data


berupa informasi yang ingin disampaikan kepada users. Pada tampilan
admin terdapat binding navigator yan menyediakan perintah tambah data
(add data), hapus data (delete data) dan simpan data (save data). Sedangkan
pada tampilan user perintah tersebut ditiadakan.

b.

Submenu

bantuan

(Gambar

56),

submenu

ini

berfungsi

untuk

mempermudah admin maupun user dalam menggunakan SMART PPI


Blanakan karena submenu ini menjelaskan garis besar operasional SMART
PPI Blanakan. Bentuk submenu ini berupa table of contents yang
memudahkan admin dan user untuk mencari topk bantuan yang dibutuhkan.
Selain dapat diakses lewat button dan menu strip, submenu ini juga dapat
diakses dengan cara menekan tombol F1. Pada pembuatannya, submenu ini
merupakan file berformat .chm yang dipanggil dari luar Visual Basic .NET
2008.

Pembuatannya dilakukan dengan menggunakan software Adobe

Robohelp versi 8.

Gambar 56 Submenu bantuan (help) F1.

112

6.6 Kelebihan dan kekurangan SMART PPI Blanakan


Setelah sistem dapat dijalankan, maka dapat dianalisis keuntungan dan
kelemahan yang terdapat dalam SMART PPI Blanakan. Adapun keuntungan yang
dimiliki diantaranya sebagai berikut:
(1)

Proses pencatatan dan pengolahan data menjadi lebih mudah, karena


adanya bantuan komputer yang memiliki teknik automatisasi dalam
mengolah data yang di-input ke dalam sistem;

(2)

Proses penyimpanan data tidak memerlukan ruang penyimpanan yang


besar karena semua data sudah tersimpan didalam basisdata yang terdapat
dalam komputer;

(3)

Proses pencarian data lebih mudah, karena terdapat fasilitas search atau
browse dalam komputer. Data yang disajikan dalam aplikasi SMART PPI
Blanakan lebih tertata rapi dan sistematis sehingga pencarian data dan
informasi sangat mudah dilakukan;

(4)

Setiap

aktivitas

yang

berkaitan

dengan

pencatatan,

pengolahan,

penyimpanan, hingga pencarian data menjadi lebih cepat dilakukan


(efisien dari segi waktu);
(5)

Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan pengolahan data menjadi


lebih sedikit dengan adanya teknologi komputer;

(6)

Tingkat ketelitian yang dihasilkan dari proses pengolahan data menjadi


lebih tinggi karena adanya sistem pengolahan data yang sudah
terkomputerisasi.
Selain kelebihan seperti yang telah disebutkan diatas, SMART PPI Blanakan

juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:


(1)

Seluruh data yang tersimpan dalam komputer memiliki resiko terhapus


atau hilang dari komputer akibat adanya virus. Oleh karena itulah sistem
pengamanan dalam komputer perlu diperhatikan oleh pengelola data di
PPI Blanakan.

(2)

Aplikasi SMART PPI Blanakan merupakan aplikasi berbasis komputer,


sehingga untuk menjalankan aplikasi tersebut tentu sangat bergantung ada
keberadaan aliran listrik. Sehingga proses pencarian, pengolahan,

113

penyimpanan, ataupun pencarian data dapat dilakukan hanya bila aliran


listrik tidak mengalami gangguan.
(3)

Untuk menjalankan aplikasi ini diperlukan biaya tambahan, baik biaya


pengadaan teknologi maupun biaya perawatan teknologi.

6.7 Implementasi Akhir SMART PPI Blanakan


Implementasi akhir sistem akan terbagi menjadi beberapa tahapan, yang
meliputi tahap persiapan teknologi, tahap persiapan implementasi dan tahap
pengoperasian SMART PPI Blanakan.
a.

Persiapan teknologi
Teknologi yang dibutuhkan dalam operasional SMART PPI Blanakan yaitu

satu buah unit komputer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut:

b.

Hardware dengan processor Intel Pentium III

RAM sebesar 128 MB

Hardisk sebesar 20 GB

Satu unit printer

Sistem operasi Windows 2000/XP/Vista/7

Software Microsoft Access 2000/2003/2007

Software SMART PPI Blanakan

Persiapan implementasi
Sebelum sistem direalisasikan maka terlebih dahulu ditentukan kualifikasi

personil yang dibutuhkan beserta pelatihan yang akan diberikan kepada personil
dalam menggunakan software SMART PPI Blanakan. Kualifikasi personil yang
dibutuhkan antara lain:

Admin SMART PPI Blanakan yang bertugas untuk mengolah data dalam
sistem informasi, meliputi proses pemasukkan data, perubahan data, dan
penyimpanan data agar siap digunakan ketika dibutuhkan oleh para user
(pengguna). Standar kualifikasi admin yang dibutuhkan adalah mengerti
komputer dan mengetahi prinsip pengunaan Microsoft Office 2003/2007
sehingga mudah dalam memahami prosedur penggunaan SMART PPI
Blanakan setelah diberi pelatihan.

Petugas pencatat data yang ada pada masing-masing unit yang dibutuhkan
dalam proses pendataan. Petugas pencatat data tersebut melakukan proses

114

pencatatan data secara bervariasi, ada yang melakukan pencatatan data


secara harian dan ada yang melakukan pencatatan data secara bulanan.
Kualifikasi petugas pencatatan data yang dibutuhkan adalah bertanggung
jawab, disiplin dan memiliki ketelitian tinggi dalam prosedur pencatatan
data.
Setelah didapat personil yang dibutuhkan, maka tahap selanjutnya yaitu
melakukan proses pelatihan penggunaan SMART PPI Blanakan, yaitu meliputi:

Pelatihan distribusi software dan prosedur instalasi SMART PPI Blanakan


pada komputer. Pelatihan ini bertujuan untuk memudahkan personil dalam
mendistribusikan software dan melakukan instalasi software ketika
dibutuhkan, baik jika terjadi pemindahan software dari komputer lama ke
komputer baru maupun penggandaan software ke beberapa komputer di PPI
Blanakan. Pelatihan ini meliputi pelatihan singkat berupa tahapan dalam
insatalasi progam dari bentuk mentah hingga menjadi aplikasi yang dapat
digunakan.

Pelatihan operasional SMART PPI Blanakan secara menyeluruh pada


setiap submenu. Pelatihan yang diberikan berupa pelatihan mengenai cara
pemasukan data, perubahan data, dan penyimpanan data. Selain itu,
diberikan pula prosedur pelatihan dalam menampilkan data sehingga data
dapat digunakan oleh para pengguna (user).

c.

Pengoperasian SMART PPI Blanakan


Untuk dapat mengoperasikan SMART PPI Blanakan maka hal pertama yang

dibutuhkan adalah data. Untuk mendapatkan data tersebut maka terdapat beberapa
personil yang melakukan proses pencatatan data di setiap unit-unit agribisnis di
PPI Blanakan. Prosedur pencatatan data dilakukan secara harian atau pada saat
dibutuhkan. Proses pencatatan data yang dilakukan oleh personil lapangan ini
harus dilakukan secara teliti dan disiplin (tepat waktu).
Setelah proses pencatatan data selesai dilakukan, maka para personil
langsung menyerahkan data tersebut kepada admin yang akan meng-input dan
menyimpan data tersebut ke dalam SMART PPI Blanakan. Proses ini harus
berlangsung secara disiplin dan tepat waktu agar informasi yang dikeluarkan

115

sesuai dengan kriteria informasi yang baik, yaitu ada pada saat dibutuhkan
(information must be timely). Proses pengumpulan dan pengolahan data dilakukan
secara terpusat agar tidak ada data-data yang hilang atau tercecer.

6.8 Manfaat SMART PPI Blanakan


Selama ini sistem pengolahan data yang terdapat di PPI Blanakan sudah
terpusat dengan fasilitas satu unit komputer sebagai pusat pengolahan data, akan
tetapi karena tidak adanya aplikasi penunjang pengolahan data, maka proses
pendataan juga masih bersifat seadanya. Sehingga diharapkan dengan adanya
software SMART PPI Blanakan maka proses pengolahan data secara terpusat
dapat dijalankan dengan lebih efektif, efisien dan mampu memenuhi kebutuhan
para pengguna (user). Adapun manfaat aplikasi SMART PPI Blanakan bagi para
pelaku usaha antara lain:

Bagi pihak nelayan, yaitu untuk mengetahui informasi mengenai fasilitasfasilitas yang ada di PPI Blanakan, informasi kapal dan alat tangkap,
informasi daerah penangkapan ikan, dan informasi sumberdaya ikan beserta
harganya.

Bagi pihak bakul, yaitu untuk mengetahui informasi mengenai sumberdaya


ikan, harga ikan, jenis-jenis industri pengolah, pemasaran ikan segar dan
informasi pemasaran ikan olahan.

Bagi pihak KUD Mina Fajar Sidik, yaitu untuk mendapatkan kemudahan
dalam mengelola data-data yang dihasilkan dari kegiatan agrbisnis di PPI
Blanakan, terutama informasi mengenai jumlah dan nilai produksi ikan.

Bagi pihak pemasar, yaitu untuk mengetahui informasi mengenai


sumberdaya ikan yang ada di PPI Blanakan, jumlah dan nilai produksi ikan,
jenis-jenis industri pengolah beserta jumlah produksinya, dan jumlah ikan
segar dan olahan yang dipasarkan.

Bagi pihak pengolah, yaitu untuk mendapatkan informasi mengenai jenisjenis sumberdaya ikan, harga ikan dan informasi pemasaran ikan olahan.

Bagi pengusaha perikanan, yaitu untuk mengetahui informasi mengenai


jenis-jenis sumberdaya ikan yang didaratkan di PPI Blanakan, harga ikan,
informasi fasilitas kepelabuhanan, informasi unit penangkapan ikan (jumlah

116

kapal, alat tangkap dan jumlah trip), serta informasi analisis usaha untuk
pengambilan keputusan.

Bagi konsumen, yaitu untuk mendapatkan informasi harga ikan untuk setiap
jenis-jenis sumberdaya ikan yang ada di PPI Blanakan serta mengetahui
jenis-jenis produk olahan yang ada di PPI Blanakan.

Bagi Dinas Kelautan dan Perikanan, yaitu untuk memudahkan pengumpulan


data secara cepat, lengkap dan akurat.

Bagi pengguna data dan informasi lainnya, yaitu untuk mendapatkan


informasi yang dihasilkan dari kegiatan agribisnis perikanan tangkap di PPI
Blanakan sesuai yang dibutuhkan secara cepat dan akurat.

117

7 KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan
Setelah melakukan tahap perencaan sistem hingga implementasi sistem,
maka dapat disimpulkan bahwa:
(1)

Sistem informasi berbasis komputer yang telah dihasilkan dari penelitian ini
diberi nama SMART PPI Blanakan. Aplikasi ini terdiri dari 9 buah menu
utama yang disusun berdasarkan pengelompokkan aktivitas bisnis yang
berlangsung di PPI Blanakan. Menu tersebut antara lain terdiri atas menu
tentang PPI, kelembagaan KUD, sarana produksi, usaha penangkapan,
pemasaran, pengolahan, analisis usaha, cetak dan informasi.

(2)

Terdapat 5 komponen dalam SMART PPI Blanakan, yaitu data sebagai


bahan masukan (input), admin sebagai pihak yang bertugas untuk
melakukan input data, SMART PPI Blanakan sebagai aplikasi yang
memproses bahan masukan, informasi sebagai output yang dihasilkan oleh
aplikasi, dan user sebagai pihak yang mengunakan informasi untuk
memenuhi kebutuhan mereka.

(3)

SMART PPI Blanakan berguna untuk memecahkan masalah manajemen


data yang selama ini terjadi di PPI Blanakan. Dengan adanya aplikasi ini
maka proses pencatatan data, pengolahan data, penyimpanan data, dan
pencarian data yang dilakukan oleh petugas pencatat data PPI Blanakan
menjadi lebih efisien dan efektif. Selain itu, aktivitas pencarian data dan
informasi yang dibutuhkan oleh user menjadi lebih cepat dan lebih mudah
dilakukan karena data disimpan secara terpusat didalam komputer dan
proses pencariannya relatif mudah karena memanfaatkan teknologi
komputer.

7.2 Saran
Perlu adanya penelitian lebih lanjut dibidang sistem informasi berbasis
komputer mengenai aktivitas bisnis di pelabuhan perikanan. Dengan adanya
penelitian lebih lanjut maka diharapkan segala kekurangan yang terdapat pada
aplikasi SMART PPI Blanakan dapat dilengkapi. Selain itu, peran informasi

118

dibidang perikanan tangkap masih sangatlah minim sehingga dibutuhkan


pengembangan di bidang tersebut secara lebih lanjut.
Pelatihan-pelatihan komputer pada pegawai instansi pelabuhan perikanan
juga perlu dilakukan agar para pegawai terbiasa menggunakan teknologi komputer
dan mampu bersaing dalam perkembangan zaman.

119

DAFTAR PUSTAKA
Aceituno, V. 2008. Usefulness of an Information Security Management Maturity
Model. Information System Control Journal. Vol. 2 : 32-44.
Agus, M. 2002. Manajemen Database dengan Microsoft Visual Basic Versi 6.0.
Jakarta: Penerbit Elex Media Komputindo.
Amelia, T. 2007. Pemrograman Database Menggunakan ADO .NET. Yogyakarta:
Penerbit Graha Ilmu.
Amirin, T.M. 2003. Pokok-Pokok Teori Sistem. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
[anonym]. 2009. Sistem Informasi. Retrivied August 27, 2009, from
http://id.wikipedia.org/wiki/SistemInformasi
Bowen, P. 2007. Enhancing IT Governance Practices: A Model and Case Study of
an Organization's Efforts. International Journal of Accounting Information
Systems. No. 8:191 221.
Darmayuda, K. 2010. Pemrograman Aplikasi Database dengan Microsoft Visal
Basic .NET 2008, Studi Kasus: Aplikasi Pengolahan Data Rekam Medis.
Bandung: Penerbit Informatika.
Davis, G.B. 1984. Manajemen Information System. Terjemahan oleh Drs.Bob
Widyahartono. Jakarta: PT.Pustaka Binaman pressindo.
Deitel, H.M. Visual Basic .NET, How To Program. United Stated of America:
Prentice Hall.
[DKP] Dinas Kelautan dan Perikanan. 2009. Data Statistik Tahunan (2005-2008).
Subang: DKP.
Dzamin Z. 1984. Perencanaan dan Analisa Proyek. Jakarta: Lembaga Penelitian
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Erwadi, W dan Wirman. 2003. Strategi Agribisnis Kelautan Perikanan. Bandung:
Alqaprint Jatinangor.
Grundgeiger, D. 2007. Programming Visual Basic .NET. United Stated of
America: OReilly and Associates Inc.
Halilintar, O. 2008. Sistem Informasi Manajemen KUD Misaya Mina, Kabupaten
Indramayu, Jawa Barat. [Skripsi]. Bogor: Departemen Sumberdaya
Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian
Bogor.
Handajadi, W., dan A. Sholeh. 2009. Pembacaan Output Timbangan Digital Jarak
Jauh dengan Menggunakan Pemrograman Visual Basic 6.0. Junal
Teknologi IST. No.2: 53-60.

120

Handojo, A. 2004. Pembuatan Sistem Informasi Terkomputerisasi Atas Siklus


Pembelian dan Penjualan Pada CV.X. Jurnal Informatika. No. 5: 86-94.
Haryanto, I. 2007. Membuat Database dengan Microsoft Office Access. Jakarta:
Penerbit Informatika.
Jeffrey A., dan Valacich.1999. Modern SystemsAnalysis & Design. United Stated
of America : Addison Wesley Longman, Inc.
Jogiyanto, H.M. 2005. Analisis & Disain Sistem Informasi: Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Edisi Kedua, Cetakan
Pertama. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
Kroenke, D. 1992. Management Information System, 2nd Edition. United Stated
of America: McGrawHill Ltd.
KUD Mina Fajar Sidik. 2009. Laporan Rapat Akhir Tahun KUD (2005-2008).
Subang: PPI Blanakan.
Luria, A. 2007. Konsep Dasar Sistem Informasi. Retrivied June 28, 2009, from
http://blackice89.blogspot.com/2007/12/konsep-dasar-sistem\html
McLeod, R dan George P.S. 2007. Sistem Informasi Manajemen. Edisi
Kesembilan, Cetakan Ketiga. Jakarta: PT. Indeks.
Monintja. D. 2001. Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir dalam Bidang Perikanan
Tangkap. Prosiding Pelatihan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu. Pusat
Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Bogor: IPB Press.
Murdick, R.G. 1980. Management Information System. United Stated of America:
Prentice Hall Inc.
Nugroho, E. 2007. Sistem Informasi Manajemen: Konsep, Aplikasi dan
Perkembangannya. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
Pangestu, D.W. 2007. Teori Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM). ELearning Majalah Ilmu Komputer 2003-2007: pp 4-10. 7 Maret 2009.
Priyono. 2003. Perancangan Sistem Informasi Jabatan Fungsional Badan Litbang
Pertanian. Jurnal Informatika Pertanian. No.12: 1-14.
Saptoriantoro, P. 2006. Sistem Informasi Manajemen PPP Karangantu, Kabupaten
Serang, Banten. [Skripsi]. Bogor: Departemen Sumberdaya Perikanan.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Scott, G.M. 1997. Principles of Management Information System. Terjemahan
oleh Achmad Nashir Budiman, Edisi I. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Supriyadi, R. 2002. Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Perusahaan
Perikanan Tangkap. [Skripsi]. Bogor: Departemen Sumberdaya Perikanan.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

121

Suyanto, M. 1990. Pengantar Teknologi Informasi untuk Bisnis. Yogyakarta:


Penerbit Andi Offset.
Taufani, D. 2009. Mengolah Data Dengan Microsoft Office Access 2007. Jakarta:
Microsoft User Group Indonesia.
Turban, M., dan Wetherbe. 1996. Information Technology for Management
Improving Quality and Productivity. United Stated of America: John
Wiley & Sons, Inc.
Waljiyanto. 2003. Sistem Basis Data: Analisis dan Pemodelan Data. Yogyakarta:
Penerbit Graha Ilmu.
Yamit, Z. 2007. Manajemen Keuangan: Ringkasan Teori dan Penyelesaian Soal.
Yogyakarta: Penerbit Ekonisia.
Yung, K. 2002. Membangun Database dengan Visual Basic 6.0 dan Perintah
SQL. Jakarta: Penerbit Elex Media Komputindo.
Yuswanto. 2007. Pemrograman Database Visual Basic.NET. Jakarta: Prestasi
Pustaka Publisher.

122

LAMPIRAN

123

Lampiran 1 Peta Lokasi Penelitian

Lampiran 2 Pembagian Kecamatan di Kabupaten Subang

Keterangan:
1. Kecamatan Blanakan
2. Kecamatan Legonkulon
3. Kecamatan Pusakanagara
4. Kecamatan Ciasem
5. Kecamatan Sukasari
6. Kecamatan Pamanukan
7. Kecamatan Pusaka Jaya
8. Kecamatan Patokbeusi
9. Kecamatan Cikaum
10. Kecamatan Tambakdahan
11. Kecamatana Binong
12. Kecamatan Compreng
13. Kecamatan Pabuaran
14. Kecamatan Purwadadi
15. Kecamatan Pagaden Barat

16. Kecamatan Pagaden


17. Kecamatan Cipunagara
18. Kecamatan Ciupendeuy
19. Kecamatan Kalijati
20. Kecamatan Dawuan
21. Kecamatan Subang
22. Kecamatan Cibogo
23. Kecamatan Serang Panjang
24. Kecamatan Sagalaherang
25. Kecamatan Jalancagak
26. Kecamatan Cijambe
27. Kecamatan Ciater
28. Kecamatan Kasomalang
29. Kecamatan Cisalak
30. Kecamatan Tanjungsiang

125

Lampiran 3 Struktur Data Tabel SMART PPI Blanakan


a. Struktur data tabel (Keanggotaan KUD)
Field Field Name
User name
1
2

Password

Type
Text
(unique)
Text

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Level user
Nama
Tanggal lahir
Jenis kelamin
Agama
Alamat
Status
Pekerjaan
Gambar
Kode kapal

Text
Text
Date/Time
Text
Text
Text
Text
Text
OLE Object
Number

Field Size
255

255
255
Short Date
255
255
255
255
255
Long Integer

255

Keterangan
Nama yang digunakan untuk
login
Identifikasi yang digunakan
untuk login
Jenis keanggotaan KUD
Nama anggota
Tanggal lahir anggota
Jenis kelamin anggota
Agama anggota
Alamat anggota
Status anggota
Pekerjaan anggota
Gambar anggota
Nama kapal yang dimiliki/tempat
anggota bekerja (jika ada)

b. Struktur data tabel (Transaksi Harian Tempat Pelelangan Ikan)

Field Field Name


No_Transaksi
1

Type
AutoNumber

Tanggal

Text

Field Size
Long
Integer
255

Bulan

Text

255

Tahun

Text

255

Anggota

Text

255

Kapal

Text

255

Alat_tangkap

Text

255

Hasil_tangkap Text

255

Jumlah

Number

10
11

Nilai
Retribusi

Currency
Currency

Long
Integer
20
20

Keterangan
No urut transaksi di TPI
Tanggal dilakukannya
transaksi
Bulan dilakukannya
transaksi
Tahun dilakukannya
transaksi
Nama anggota yang
melakukan transaksi
Nama kapal anggota (jika
ada)
Nama alat tangkap anggota
(jika ada)
Nama hasil tangkapan yang
dilelang
Jumlah per kilogram hasil
tangkapan yang dilelang
Harga lelang total
Jumlah yang didistribusikan
pada TPI

126

c. Struktur Data Tabel (Data Tahunan Tempat Pelelangan Ikan)

Field Field Name


Bulan
1

Type
Text

Tahun

Text

3
4

Jumlah
Nilai

Number
Currency

Field Size
255

Keterangan
Bulan dilakukannya
transaksi
255
Tahun dilakukannya
transaksi
Long Integer Jumlah produksi TPI
20
Nilai produksi TPI

d. Struktur Data Tabel (Transaksi SPDN harian)

Field Field Name


No_Transaksi
1
2

Tanggal

Type
Field Size
AutoNumber Long
Integer
255
Text

Bulan

Text

255

Tahun

Text

255

Kapal

Text

255

Volume

Number

7
8

Harga
Total

Currency
Currency

Long
Integer
20
20

Keterangan
Nomor urut transaksi
Tanggal dilakukannya
transaksi
Bulan dilakukannya
transaksi
Tahun dilakukannya
transaksi
Nama kapal yang
bertransaksi
Volume (liter) solar yang
dibeli
Harga per liter solar
Harga total transaksi
pembelian

e. Strukur Data Tabel (Data SPDN Tahunan)

Field Field Name


Bulan
1

Type
Text

Field Size
255

Tahun

Text

255

Volume

Number

Total

Currency

Long
Integer
20

Keterangan
Bulan dilakukannya
transaksi
Tahun dilakukannya
transaksi
Volume produksi SPDN
Nilai produksi SPDN

127

f. Struktur Data Tabel (Transaksi Harian Pabrik Es)

Field Field Name


No_Transaksi
1
Tanggal
2

Type
AutoNumber
Text

Field Size
Long Integer
255

Bulan

Text

255

Tahun

Text

255

Kapal

Text

255

Depot

Text

255

Jumlah

Number

Long Integer

8
9

Harga
Total

Currency
Currency

20
20

Keterangan
Nomor urut transaksi
Tanggal dilakukannya
transaksi
Bulan dilakukannya
transaksi
Tahun dilakukannya
transaksi
Nama kapal yang
bertransaksi
Nama depot es yang
bertransaksi
Jumlah (balok) es yang
dibeli
Harga per balok es
Harga total transaksi
pembelian

g. Struktur Data Tabel (Data Tahunan Pabrik Es)

Field Field Name


Bulan
1
Tahun
2

Type
Text
Text

Field Size
255
255
Long
Integer
Long
Integer

Jumlah

Number

Total

Number

Keterangan
Bulan dilakukannya transaksi
Tahun dilakukannya
transaksi
Jumlah produksi pabrik es
Nilai produksi pabrik es

h. Struktur Data Tabel (Informasi Alat Tangkap)

Field
Field Name
ID_alat
1
Nama_Alat
2
Nama_Inter
3

Type
Number
Text
Text

Field Size
Long Integer
255
255

4
5
6

Klasifikasi
Deskripsi
Hasil_Tangkap

Text
Text
Text

255
255
255

7
8

Operasional
Daerah

Text
Text

255
255

Gambar

OLE Object

Keterangan
Kode alat tangkap
Nama alat tangkap
Nama internasional alat
tangkap
Klasifikasi alat tangkap
Deskripsi alat tangkap
Hasil tangkapan dari alat
tangkap
Operasional alat tangkap
Daerah penangkapan alat
tangkap
Gambar alat tangkap

128

i. Struktur Data Tabel (Informasi Kapal)

Field
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Field Name
ID_kapal
Nama_kapal
Panjang
Lebar
Draft
GT
Mesin
Mesin_
tambahan
Jenis_kapal
Gambar

Type
Number
Text
Number
Number
Number
Number
Text
Text

Field Size
Long Integer
255
Long Integer
Long Integer
Long Integer
Long Integer
255
255

Keterangan
Koe kapal
Nama kapal
Panjang kapal
Lebar kapal
Draft kapal
Tonnase kapal
Nama mesin utama kapal
Nama mesin tambahan kapal

Text
OLE object

255
-

Jenis kapal
Gambar kapal

j. Struktur Data Tabel (Jumlah Alat Tangkap)

Field
1
2
3
4
5

Field Name
Bulan
Tahun
Ukuran
Jenis
Jumlah

Type
Text
Text
Text
Text
Number

Field Size
255
255
255
255
Long Integer

Keterangan
Bulan dilakukannya pendataan
Tahun dilakukannya pendataan
Ukuran kapal alat tangkap
Jenis alat tangkap
Jumlah alat tangkap

Field Size
255
255
255
Long Integer

Keterangan
Bulan dilakukannya pendataan
Tahun dilakukannya pendataan
Jenis kapal
Jumlah kapal

Field Size
255
255
255
Long Integer

Keterangan
Bulan dilakukannya pendataan
Tahun dilakukannya pendataan
Jenis kapal
Jumlah trip kapal

k. Struktur Data Tabel (Jumlah Kapal)

Field
1
2
3
4

Field Name
Bulan
Tahun
Jenis
Jumlah

Type
Text
Text
Text
Number

l. Struktur Data Tabel (Jumlah Trip)

Field
1
2
3
4

Field Name
Bulan
Tahun
Jenis
Jumlah

Type
Text
Text
Text
Number

129

m. Struktur Data Tabel (Informasi Hasil Tangkapan)

Field
Field Name
Kode_SDI
1
Nama_lokal
2
Nama_inter
3

Type
Number
Text
Text

Field Size
Long Integer
255
255

4
5
6

Nama_ilmiah
Habitat
DPI

Text
Text
Text

255
255
255

7
8
9

Harga_jual
Deskripsi
Gambar

Currency
Text
OLE Object

20
255
-

Keterangan
Kode hasil tangkapan
Nama lokal hasil tangkapan
Nama internasional hasil
tangkapan
Nama ilmiah hasil tangkapan
Habitat hasil tangkapan
Daerah penangkapan hasil
tangkapan
Harga jual hasil tangkapan
Deskripsi hasil tangkapan
Gambar hasil tangkapan

n. Struktur Data Tabel (Data Pemasaran Ikan Segar)

Field
Field Name
Bulan
1
Tahun
2
Kota
3

Type
Text
Text
Text

Field Size
255
255
255

Jenis
Jumlah

Text
Number

255
Long Integer

4
5

Keterangan
Bulan dilakukannya pendataan
Tahun dilakukannya pendataan
Kota tujuan pemasaran ikan
segar
Jenis ikan segar
Jumlah ikan segar yang
dipasarkan

o. Struktur Data Tabel (Data Pemasaran Ikan Olahan)

Field
Field Name
Bulan
1
Tahun
2
Kota
3

Type
Text
Text
Text

Field Size
255
255
255

Jenis
Jumlah

Text
Number

255
Long Integer

4
5

Keterangan
Bulan dilakukannya pendataan
Tahun dilakukannya pendataan
Kota tujuan pemasaran ikan
olahan
Jenis ikan olahan
Jumlah ikan olahan yang
dipasarkan

p. Struktur Data Tabel (Informasi Produk Olahan)

Field
1
2
3
4
5

Field Name
Kode_olahan
Nama_olahan
Kode_bahan
Deskripsi
Gambar

Type
Number
Text
Text
Text
OLE Object

Field Size
Long Integer
255
255
255
-

Keterangan
Kode olahan
Nama olahan
Kode bahan baku olahan
Deskripsi produk olahan
Gambar produk olahan

130

q. Struktur Data Tabel (Jumlah Produksi Olahan)

Field
1
2
4
5

Field Name
Bulan
Tahun
Jenis
Jumlah

Type
Text
Text
Text
Currency

Field Size
255
255
255
20

Keterangan
Bulan dilakukannya pendataan
Tahun dilakukannya pendataan
Jenis olahan yang didata
Jumlah produksi olahan

r. Struktur Data Tabel (Data Pengumuman)

Field Field Name


Subject
1
Pengumuman
2

Type
Text
Text

Field Size
255
255

Keterangan
Judul pengumuman
Isi pengumuman

s. Struktur Data Tabel (Analisis Usaha)

Field
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

Field Name
I_kapal
I_alat_tangkap
I_mesin
I_msn_ tmbhn
I_alat_bantu
Penerimaan
Pr_kapal
Pr_alat_tangkap
Pr_mesin
Pr_msn_tmbhn
Pr_alat bantu
Py_kapal
Py_alat_tangkap
Py_mesin
Py_msn_ tmbhn
Py_alat bantu
Solar
Konsumsi
Es
Air Tawar
Oli
Total_I
Total_Pn
Total_BT
Total_BV
Keuntungan
PP
RC_ratio
ROI

Type
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Number
Number
Number

Field Size
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
Long Integer
Long Integer
Long Integer

Keterangan
Jumlah investasi kapal
Jumlah investasi alat tangkap
Jumlah investasi mesin utama
Jumlah investasi mesin tambahan
Jumlah investasi alat bantu
Jumlah total penerimaan
Biaya perawatan kapal
Biaya perawatan alat tangkap
Biaya perawatan mesin utama
Biaya perawatan mesin tambahan
Biaya perawatan alat bantu
Biaya penyusutan kapal
Biaya penyusutan alat tangkap
Biaya penyusutan mesin utama
Biaya penyusutan mesin tambahan
Biaya penyusutan alat bantu
Biaya solar
Biaya konsumsi
Biaya es
Biaya air tawar
Biaya oli
Total biaya investasi
Total penerimaan
Total biaya tetap
Total biaya variable
Jumlah keuntungan
Hasil payback period
Hasil R/C ratio
Hasil return on investment

131

Lampiran 5 Form Manajemen Pendataan di PPI Blanakan


a. Form pendataan trip kapal
KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199
Tanggal

Friday, May 28, 2010

Trip Kapal
Jenis Alat Tangkap
Pukat Cincin
Jaring Udang
Pancing
Jaring Cumi
Jaring Bondet
Jaring Tegur
Cantrang

Petugas Pencatat Data,

Jumlah Kapal Berangkat

b. Form pendataan informasi alat tangkap dan kapal


KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199

Informasi Alat Tangkap

Friday, May 28, 2010

No
Nama Alat Tangkap

Deskripsi

Hasil Tangkapan

Daerah Penangkapan :
Operasional

KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan


Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199

Biodata Kapal

Friday, May 28, 2010

No
NamaKapal

Panjang

meter

Lebar

meter

Draft

meter

Tonase

GT

Mesin Utama

Mesin Tambahan

Jenis Kapal

132

c. Form pendataan informasi SDI


KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199
Friday, May 28, 2010

Informasi SDI

No

Nama ikan

Habitat

Daerah Penangkapan :
Deskripsi

Harga Jual

d. Form pendataan jumlah produksi dan pemasaran ikan olahan


KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199
Friday, May 28, 2010

Jumlah Olahan
Tahun
Bulan

Petugas Pencatat Data,

Jenis Olahan
Fillet
Ikan Aroma
Ikan Asin
Pindang Ikan
Kerupuk Ikan
Terasi
..

Jumlah Produk Olahan

Jumlah Yang dipasarkan

e. Form pendataan pemasaran ikan segar


KUD Mina Fajar Sidik PPI Blanakan
Tlp. (0260) 520297 Fax. (0260) 522199

Jumlah Ikan Segar Yang Dipasarkan

Friday, May 28, 2010

Tahun
Bulan

Petugas Pencatat Data,

Jenis Ikan Segar


..
..
..
..
..
..
..

Jumlah Yang dipasarkan

133

Lampiran 6 Tampilan SMART PPI Blanakan


a. Tampilan submenu profil PPI

b. Tampilan submenu sejarah KUD

c. Tampilan submenu jumlah kapal

134

d. Tampilan submenu informasi alat tangkap

e. Tampilan submenu biodata kapal

f. Tampilan submenu jumlah olahan

135

g. Tampilan submenu pemasaran ikan segar

h. Tampilan submenu pemasaran ikan olahan

i. Tampilan submenu cetak jumlah alat tangkap

136

j. Tampilan submenu pengumuman

k. Tampilan submenu tentang SMART PPI Blanakan

l. Contoh tampilan user pada submenu jumlah alat tangkap

Fasilitas pencatat data


ditiadakan