Anda di halaman 1dari 8

BAB II.

PEMBAHASAN

A. PERGANTIAN TANAH ASLI


Tanah dasar merupakan bagian penting dalam sebuah konstruksi hal ini
dikarenakan tanah dasar mendukung seluruh konstruksi beserta seluruh
muatan yang ada diatasnya. Tanah dasar dalam keadaan asli merupakan
suatu bahan yang kompleks karena sangat bervariasi kandungan
mineralnya. Suatu pembangunan tidak selalu berada diatas tanah dasar
yang kondisinya relatif baik, ada kemungkinan dibuat diatas tanah yang
kurang baik. Akibatnya, tanah tersebut tidak dapat langsung dipakai
sebagai lapisan dasar (subgrade). Oleh karena itu tanah dasar perlu
dipersiapkan dengan baik antara lain dengan cara menggali tanah asli lalu
diganti dengan tanah baru yang diambil dari tempat lain sehingga daya
dukungnya dapat mencapai spesifikasi yang diinginkan dengan cost dan
waktu pekerjaan yang relatif efisien.
B. PEMADATAN DENGAN ALAT BERAT
Untuk mengantisipasi tanah yang ekspansif (kembang-susut) yang
mengikuti kadar air nya maka diperlukan pemadatan dengan alat berat.
Alat-alat pemadatan yang dapat digunakan memiliki jenis yang berbeda
untuk keperluan tipe pemadatan yang berbeda, antara lain:
1. Smooth Steel Roller (penggilas dengan permukaan halus)

a. Three wheel roller


Digunakan untuk memadatkan lapisan yang terdiri dari bahanbahan yang berbutir kasar,misalnya untuk pembuatan jalan
macadam. Alat ini mempunyai berat antara 6-12 ton.

Gambar 1. Three
wheel roller
b. Tandem roller
Alat
ini

biasanya

digunakan untuk penggilasan akhir. Misalnya untuk penggilasan


aspal beton agar diperoleh hasil akhir permukaan yang rata.
Tandem ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing
rodanya. Dan beratnya antara 8-14 ton.

Gambar 2. Tandem roller


2. Pneumatic Tired Roller (penggilas roda ban angin)
Roller ini mempunyai roda - roda dari ban karet (pneumatic) dengan
permukaan yang dibuat rata. Jumlah roda-roda gilas selalu gasal,

Misalnya 9 (4 roda depan, 5 roda belakang), 11 (5 roda depan, 6 roda


belakang) atau 13 (6 roda depan, 7 roda belakang). Penggilasan dengan
ban ini mempunyai ciri khusus dengan adanya kneading effect, ialah
air dan udara dapat ditekan ke luar (pada tepi-tepi ban) yang segera
akan menguap pada keadaan udara yang kering. Kneading effect ini
sangat membantu dalam usaha pemadatan bahan-bahan yang banyak
mengandung lempung atau tanah liat.

Gambar 3. Pneumatic tired roller


3. Sheep Foot Type Roller (penggilas dengan kaki kambing)
Sheep foot roller termasuk alat pemadatan yang melindas dari bawah.
Bagian utama roller berupa drum yang sekelilingnya diberi kaki-kaki,
sehingga tekanan roller dapat terpusat pada kepala kaki. Sheep foot
roller merupakan alat pamadatan yang ditarik dan pada waktu ditarik
kaki-kaki domba akan masuk kedalam lapisan tanah dan dinding drum
yang ada pada permukaan lapisan akan memberikan kepadatan
sementara. Sehingga tebal lapisan yang efektif untuk pemadatan
dengan sheep foot roller ini antara 20-25 cm dan bahan tanah yang
cocok untuk sheep foot roller ini adalah tanah yang banyak
mengandung lempung.

Gambar 4. Sheep foot roller


4. Vibratory Roller (penggilas getar)
Vibration roller adalah termasuk tandem roller

yang

cara

pemadatannya menggunakan efek getaran dan sangat cocok digunakan


pada jenis tanah pasir atau kerikil pasir. Efisiensi pemadatan yang
dihasilkan sangat baik karena adanya gaya dinamis terhadap tanah.
Faktor yang mempengaruhi proses pemadatan dengan vibration roller
ialah frekuensi getaran, amplitude dan gaya sentrifugal.

Gambar 5. Vibration roller


5. Mesh Grid Roller (penggilas dengan roda bertapak anyaman)
Digunakan untuk usaha pemampatan tanah dengan butiran yang
banyak mengandung butiran kasar.

Gambar 6. Mesh grid roller


6. Segmented Roller
Untuk tanah yang mengandung lempung (Tanah Liat), terutama tanah
yang basah, Meshgrid Roller kurang memberi hasil yang baik, karena
Tanah akan tertinggal diantara batang-batang besi anyaman roda.
Untuk menghindari hal tersebut dapat digunakan segment roller yang
rodanya tersusun dari lempempengan-lempengan baja kecil-kecil.yang
akan memberikan tekanan persatuan luas cukup besar dan dapat masuk
kedalam tanah sehingga terjadi pemampatan langsung dari bawah.

Gambar 7. Segmented roller


C. APLIKASI DI LAPANGAN
Pada pekerjaan jalan, kondisi tanah dasar merupakan hal yang sangat
penting. Kondisi tanah dasar akan sangat berpengaruh terhadap kondisi
jalan, baik dengan rigid pavement ataupun flexible pavement diatasnya.
Jika kondisi tanah dasar jelek / tidak stabil, hampir dapat dipastikan
kondisi perkerasan nantinya akan mudah rusak, karena tanah dasar
mengalami penurunan (settlement). Pada proyek ini terdapat pekerjaan

jalan inspeksi di sepanjang tanggul sungai selebar 4 m. Namun, pada


tanggul kiri (sisi darat) kondisi eksisting dari tanah dasar merupakan tanah
sisa dari sampah tsunami 2004.

Gambar
8.
Kondisi
eksisting
di
lapangan

Tanah sampah ini kondisinya sangat jelek dan dalam perencanaan kondisi
tanah eksisting ini tampak belum diperhatikan secara mendetail. Oleh
karena

itu,

dari

pihak

kontraktor

yang

mengetahui

kondisi

eksisting

dilapangan,

berinisiatif

mengusulkan

untuk

mengganti

tanah dasar ini. Usulan penggantian tanah dasar ini dimaksudkan untuk
meminimalisir kerusakan jalan akibat jeleknya spesifikasi tanah dasar.
Setelah mengundang konsultan untuk melihat langsung kondisi tanah
eksisting dilapangan, maka usulan penggantian tanah dasar disetujui.

Gambar 9. Penggalian tanah

Gambar 10. Tanah baru

Gambar 11. Pemadatan tanah