Anda di halaman 1dari 13

PENTINGNYA BASIS KAS

Laba (earning) dan arus kas (cashflow) merupakan dua konsep yang sangat berbeda.
Earning merupakan konsep akuntansi yang diciptakan oleh konvensi akuntansi, pernyataanpernyataan (misalnya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan
Akuntan Indonesia), aturan-aturan lembaga (yang diterbitkan oleh Bapepam), sedangkan
cashflow merupakan konsep yang didasarkan pada saat penerimaan dan pengeluaran kas.
Meskipun para investor menyatakan bahwa mereka menaruh perhatian earnings
sesungguhnya mereka hanya tertarik pada dividen yang akan diterima dan nilai tunai
investasinya. Selain itu peningkatan jumlah utang yang dimiliki banyak perusahaan telah
menyebabkan perubahan lingkungan pelaporan keuangan. Perubahan ini telah mendorong
terjadinya pergeseran menuju basis kas, dengan alasan sebagai berikut:
1. Para investor dan analis menemukan bahwa akuntansi berbasis akrual menjadi semakin jauh
dari arus kas perusahaan sebagai akibat banyak digunakannnya alat-alat alokasi yang arbitrer
oleh para akuntan.
2. Laporan keuangan tidak mengakui pengaruh inflasi, sehingga banyak pihak mencari standar
yang lebih konkrit untuk menilai keberhasilan atau kegagalan operasi perusahaan.
3. Konsep modal kerja tidak mampu memberikan informasi mengenai likuiditas dan
fleksibilitas keuangan perusahaan.
FORMAT LAPORAN
Arus kas diklasifikasikan menjadi tiga klasifikasi aktivitas yang merupakan format umum
laporan arus kas. Pada bagian pertama laporan disajikan arus kas dari aktivitas operasi, dan
diikuti oleh arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan, dan pada bagian akhir disajikan
kenaikan atau penurunan bersih kas dan setara kas selama suatu periode.
Arus kas masuk (cash-inflow) dan arus kas keluar (cash-outflow) baik dari aktivitas
investasi maupun pendanaan satu dengan lainnya disajikan terpisah, yang berarti disajikan bruto.
Sebagai contoh, arus kas keluar untuk pembelian aktiva tetap dilaporkan terpisah dari arus kas
masuk dari penjualan aktiva tetap.

Kenaikan atau penurunan bersih dari kas (dan juga setara kas) yang dilaporkan selama
suatu periode harus merekonsiliasikan antara saldo awal dan saldo akhir seperti yang dilaporkan
pada neraca.
TUJUAN DAN KEGUNAAN LAPORAN ARUS KAS
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan
keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan
setara kas, dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam
proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai laporan keuangan perlu melakukan
evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkn kas dan setara kas secara kapsitas
perolehannya.
Arus kas merupakan jiwa (lifeblood) bagi setiap pperusahaan dan fundamental bagi
eksistensi sebuah perusahaan serta menunjukan dapat tidaknya sebuah perusahaan membayar
semua kewajibannya. Laporan arus kas disusun dengan tujuan utama untuk memberikan periode
tertentu, dan memberikan informasi tentang aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan
basis kas.
Laporan arus kas disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi historis mengenai
perubahan kas dan setar kas dari suatu perusahaaan, dengan mengklasifikasikan arus kas
berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaanselama periode akuntansi tertentu. Dengan
demikian, tujuan utama laporan arus kas adalah untuk memberikan kepada pengguna, informasi
tentang mengapa posisi kas perusahaan berubah selama periode akuntansi. Selain itulaporan juga
menunjukan efek aktivitas investasi dan pendanaan.
Apabila digunakan bersam dengan laporan keuangan lainnya sepwerti neraca, laporan laba
rugi, laporan saldo llaba, laporan arus kas mempunyai kegunaan memberikan informasi untuk:
1. Mengetahui perubahan aktiiva bersih, struktur keuangan dan kemampuan mempengaruhi
arus kas.
2. Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas
3. Mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang arus kas masa
depan dari berbagai perusahaaan.

4. Dapat menggunakan informasi arus kas historis sebagai indikator jumlah waktu, dan
kepastian, arus kas masa depan.
5. Meneliti kemacetan taksiran arus kas masa depan dan menentukan hubungan antara
profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga.
Laporan arus kas melaporkan penerimaan kas, pengeluaran kas, dan perubahan bersih kas,
baik yang berasal dari aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan.informasi tersebut dapat
membantu menunjukan bagaimana mungkin sebuah perusahaan yang melaporkan kerugian tetap
dapat membeli aktiva tetap atau membayar dividen. Pelaporan kenaikan dan penurunan bersih
kas menjadi berguna karena para innvestor, kreditor dan pihk linnya ingin mengetahui apa yang
sedang terjadi dengan sumber dana perusahaan yang paling likuid yaitu kas.
KAS DAN SETARA KAS
Kas merupakan konsep dana yang paling berguna, karena keputusan para investor, kreditor
dan pihak lainnya terfokus pada penilaian arus kas dimasa datang. Perusahaan akan
memanfaatkan kas menganggur dengan menanamkannya pada investasi jangka pendek yang
sangat likuid.
Dalam pengertian kas ini tercakup pula pengertian setara kas. Kas terdiri atas saldo kas (cash
on hand) dan kas yang ada di bank dalam bentuk rekening koran atau giro (cash in bank). Setara
kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang
dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai
yang signifikan. Sedangkan arus kas (cash flow) adalah arus masuk (inflow) dan arus keluar
(outflow) kas dan setara kas. Arus kas tidak mencakup mutasi diantara pos-pos yang termasuk
dalam kas dan setara kas.
Setara kas biasanya dimiliki dengan tujuan untuk memenuhi komitmen jangka pendek dan
bukan untuk investasi atau tujuan lain. Suatu investasi baru dapat memenuhi syarat sebagai
setara kas jika segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal tanggal
perolehannya.

KLASIFIKASI ARUS KAS


Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan kas berdasarkan kegiatan operasi,
investasi, dan pembiayaan. Karakteristik transaksi dan peristiwa lainnya dari setiap jenis
kegiatan adalah :
Kegiatan operasi melibatkan pengaruh kas dari transaksi yang dilibatkan dalam
penentuan laba bersih, seperti penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa, serta pembayaran
kas kepada pemasok dan karyawan untuk memperoleh persediaan serta membayar beban.
Aktivitas investasi adalah aktivitas perolehan atau pelepasan aktiva jangka panjang
(aktiva tidak lancar) dan investasi yang tidak termasuk dalam pengertian setara kas. Arus kas dari
aktivitas investasi antara lain mengcungkup penerimaan kas dari penujalan aktiva tetap dan
pengeluaran kas untuk pembelian mesin produksi.
Aktivitas pendanaan (financing activities) adalah aktivitas yang mengakibatkan
perubahan dalam jumlah dan komposisi kewajiban (utang) jangka panjang dan modal (ekuitas)
perusahaan. Arus kas dari aktivitas pendanaan antar lain mencangkup penerimaan kas dari
penerbitan saham baru dan pengeluaran kas untuk pembayaran utang jangka panjang.
PELAPORAN ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
Perusahaan harus menyusun laporan arus kas sebagai bagian dari laporan keuangan
tahunannya. Untuk menentukan dan menyajikan arus kas yang bersal dari aktivitas operasi dapat
digunakan salah satu dari dua metode, yaitu metode langsung (direct method) dan metode tak
langsung (indirect method).
Metode langsung
Metode langsung adalah metode yang sederhana, yang hanya terdiri atas arus kas operasi
yang dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu penerimaan kas dan pengeluaran kas. Dengan
metode ini , kelompok utama penerimaan bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan. Metode
langsung pada dasarnya merupakan laporan laba-rugi, berbasis tunai atau kas (cesh basis income
statement), dengan format umum sebagai berikut:
ARUS KAS OPERASI METODE LANGSUNG
4

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2001


(-) Penerimaan kas penjualan barang dagangan

Rp 1.000.000

Kas di bayarkan untuk biaya-biaya


Harga pokok penjualan

Rp. 50.000.000,-

Royalti, fee, dan imbalan lain

Rp. 30. 000.000,-

Biaya operasi lainnya

Rp. 10.000.000,Rp. 90.000.000,-

Arus kas bersih dari aktivitas operasi

Rp. 10.000.000,-

Pada metode langsung, rekening penghasilan dan biaya yang dilaporkan dengan basis
akrual dikonveksikan menjadi penghasilan dan biaya dengan basis kas. Arus kas dari aktivitas
operasi ini dihitung dari jumlah pendapatan

(penghasilan) dan beban (biaya), disesuaikan

dengan perubahan rekening aktiva atau utang lancar yang berkaitan.


Sebagai contoh, penerimaan kas dari pelanggan dihitung dengan perubahan piutang
dagang (usaha). Perhitungan konvensi tersebut dilakukan dengan menggunakan formula sebagai
berikut :
Rekening pendapatan

Rp. XXXXX

(+ ) Penurunan aktiva lancar atau kenaikan utang lancar

Rp. XXXXX

(-) Kenaikan aktiva lancar atau penurunan utang lancar

(Rp. XXXXX)

Arus Kas Masuk (cash inflow)

Rp XXXXX

Rekening Biaya

Rp. XXXXX

(+) Kenaikan aktiva lancar atau penurunan utang lancar

Rp.XXXXX

(-) Penurunan aktiva lancar atau kenaikan utang lancar

Rp. XXXXX

Arus Kas Keluar (cash-outflow)

Rp. XXXXX

Perusahaan yang melaporkan arus kas dengan menggunakan metode ini, minimum melaporkan
secara terpisah klasifikasi penerimaan dan pengeluaran operasi sebagai berikut :
a. Kas diterima dari pelanggan, termasuk pendapatan sewa,lisensi , dan semacamnya
b. Bunga dan dividen yang diterima
c. Penerimaan kas lainnya (bila ada)
d. Kas dibayarkan untuk pegawai dan pemasok barang dan jasa , termasuk pemasok jasa
asuransi, jasa iklan dan semacamnya
e. Bunga yang dibayarkan
f. Pajak yang dibayarkan
g. Pengeluaran kas operasi lainnya (bila ada)
Metode tak langsung
Dengan metode ini, untuk menentukan dan menyajikan jumlah atau kas bersih yang sama
dengan aktivitas operasi dapat dilakukan dengan menyesuaikan laba bersih berbasis akrual
dengan perubahan aktiva atau utang lancar yang berkaitan.
Metode ini tidak menentukan kategori utama dari arus kas operasi seperti seperti halnya pada
metode langsung. Penyesuaian yang dilakukan pada metode ini di maksudkan untuk
mengeluarkan :
a. Pengaruh transaksi bukan kas, seperti depresiasi, amortisasi , penyisihan, pajak
ditangguhkan, keuntungan atau kerugian valas yang belum direalisir.
b. Pengaruh diferal arus kas masalalu (misalnya perubahan saldo persediaan ) dan akrual
dan arus kas yang diharapkan dimasa datang (misalnya perubahan piutang atau utang )
dan

c. Pengaruh semua unsur pendapan dan biaya yang berkaitan dengan arus kas investasi dan
pendanaan, seperti laba atau rugi penjualan aktiva tetap.
Penyesuaian untuk perubahan-perubahan rekening aktiva lancar atau utang lancar berlaku
ketentuan sebagai berikut :
Laba (rugi) bersih (basis akrual )

Rp. XXXXX

Pos-pos tidak tunai :

Rp. XXXXX

(+) Biaya-biaya (misalnya depresiasi,amortisasi)

RP. XXXXX

(-) Penghasilan-penghasilan

Rp. XXXXX
Rp. XXXXX

Perubahan rekening lancar (Neraca)


(+) Penurunan aktiva lancar atau kenaikan utang lancar

Rp. XXXXX

(-) Kenaikan aktiva lancar atau penurunan utang lancar

Rp. XXXXX
RP. XXXXX

Laba (rugi) dari aktivitas investasi dan pendanaan


(+) Rugi (loss)

Rp. XXXXX

(-) Laba (gain)

Rp. XXXXX

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi

Rp. XXXXX

Perusahaan dianjurkan untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan
metode langsung. Alasannya, metoe langsung tersebut menghasilkan informasi yang bergunan
dalam mengestimasi arus kas di masa depan yang tidak dapat dihasilkan oleh metode tak
langsung. Dengan metode langsung, informasi mengenai kelompok utama penerimaan dan
pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dari :
a. Catatan akuntansi
7

b. Dengan menyesuaikan pendapapatan, harga pokok penjualan dan pos-pos lain dalam
laporan laba- rugi dengan perubahan rekening lancar, pos bukan kas dan pos lain yang
berkaitan dengan arus kas aktivitas investasi dengan pendanaan.

CONTOH SOAL KASUS


PT. EMAK BAPAK
NERACA KOMPARATIF
31 DES 2012 & 2011
8

Aktiva
Kas
Piutang usaha
Persediaan
Beban dbyr Dmuka
Tanah
Gedung
Akm Peny Gedung
Peralatan
Akm Peny. Peralatan
Total
Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham
Hutang Usaha
Hutang Obligasi
Saham Biasa
R/E
Total

2012

2011

Perubahan
(naik/Turun)

20.000.000
17.000.000
10.000.000
5.000.000
50.000.000
65.000.000
(15.000.000
)
35.000.000
(15.000.000
)
172.000.000

10.000.000
15.000.000
8.000.000
6.000.000
60.000.000
65.000.000
(10.000.000
)
25.000.000
(10.000.000
)
169.000.000

10 jt/naik
2 jt/naik
2 juta/naik
1 juta/turun
10juta/turun
0
5juta/naik*a
10juta/naik
5juta/naik*a

82.000.000
44.000.000
26.000.000
20.000.000
172.000.000

85.000.000
42.000.000
20.000.000
22.000.000
169.000.000

3juta/turun
2juta/naik
6 juta/naik
2 juta/turun*b

PT. EMAK-BAPAK
Laporan Laba Rugi
Per 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
Pendapatan
HPP
Beban Operasi
Beban Bunga
Laba dari operasi
Beban pajak penghasilan
Laba Bersih
Jawab :
1.
METODE LANGSUNG

45.000.000
10.000.000
8.000.000
6.000.000

24.000.000
21.000.000
3.000.000
18.000.000*b

Memperinci arus kas actual dari kegiatan operasi entitas. Ketika metode ini digunakan maka
informasi dapat diperoleh dari catatan akuntansi entitas atau dengan menyesuaikan penjualan,
beban pokok penjualan, dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi komprehensif.
Entitas dianjurkan untuk menggunakan metode langsung dalam penyusunan arus kas dari
aktifitas operasi. Metode ini menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas
masa depan yang tidak dapat dihasilkan oleh metode tidak langsung.
Keuntungan metode langsung adalah menyajikan penerimaan dan pembayaran kas operasi.
Metode ini lebih konsisten dengan tujuan laporan arus kas untuk menyediakan informasi tentang
penerimaan kas dan pembayaran kas dibandingkan dengan metode tidak langsung yang tidak
melaporkan peneriman kas dan pembayaran kas operasi.
PT. EMAK BAPAK (METODE LANGSUNG)
Laporan Arus Kas
Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012
Kenaikan (penurunan) Kas
A.
Arus Kas Dari Kegiatan Operasi
Penerimaan Kas dr pelanggan
43.000.000*c
Pembayaran kas pd pemasok&karywn
(12.000.000)*d
Pembayaran bunga
Pembayaran pajak penghasilan
(6.000.000)
Kas Bersih yg ditrima dr keg. Oprasi
(3.000.000)
B.
Arus Kas dr Kegiatan Investasi
22.000.000
Penjualan tanah
Pembelian perlatan
10.000.000
Kas bersih yang digunakan o/ keg. Investasi
(10.000.000)
C.
Arus kas Pembiayaan
0
Penebusan obligasi
Penjualan saham biasa
Pembayaran deviden tunai
Kas bersih yg ditrima dr keg. Pembiayaan
2.000.000
Kenaikan bersih Kas
6.000.000
Saldo kas, 1 Jan 2012
(20.000.000)*e
Saldo kas, 31 des 2012
(12.000.000)
10.000.000
10.000.000
0

Note :

RUMUS
10

a.
Untuk menghitung Penerimaan dari pelanggan = Pendapatan penjualan Kenaikan
Piutang Usaha ATAU Pendapatan Penjualan + Penurunan Piutang Usaha
Yaitu 45.000.000 2.000.000 = 43.000.000
b.
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan = HPP + B. Operasi + (jumlah
penyusutan kenaikan persediaan + penurunan beban dbyr dmk penurunan hutang usaha)
Jadi = 10.000.000+8.000.000 -(10.000.000-2.000.000+1.000.000-3.000.000) = 12.000.000*d
c.
Pembayaran deviden tunai = Kenaikan R/E Laba Bersih ATAU Penurunan R/E +
Laba Bersih
jadi 18.000.000 (-2.000.000) = 20.000.000
2.

METODE TIDAK LANGSUNG (Metode Rekonsiliasi)


Dengan metode ini arus kas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba rugi neto
dipengaruhi oleh :
a.
Perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usaha selama periode berjalan;
b.
Pos nonkas, seperti penyusutasn, povisi, pajak tangguhan, keuntungan dan kerugian mata
uang asing yang belum direalisasi, serta laba entitas asosiasi yang belum didistribusikan;
c.
Pos lain yang berkaitan dengan aktifitas investasi atau pendanaan, misalnya laba dari
penjualan asset tetap.
Keuanggulan metode tidak langsung dengan metode langsung adalah metode tidak langsung
berfokus pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih dari kegiatan operasi. Artinya
metode tidak langsung memberikan hubungan yang bermanfaat antara laporan arus kas dan
laporan laba rugi serta neraca.

PT. EMAK BAPAK (METODE TDK LANGSUNG)


Laporan Arus Kas
Per 31 Des 2012
Kenaikan (penurunan) Kas
D.
Arus Kas Dari Kegiatan Operasi
Laba Bersih

18.000.000
11

Peny. Untuk merekonsiliasi laba bersih thd kas


bersih yg diterima dr keg. Operasi :
Beban Penyusutan
Kenaikan piutang usaha
Kenaikan persediaan
Penurunan beban dbyr dmk
Penurunan hutang usaha
Kas Bersih yg ditrima dr keg. Oprasi
E.
Arus Kas dr Kegiatan Investasi
Penjualan tanah
Pembelian perlatan
Kas bersih yang digunakan o/ keg. Investasi
F.
Arus kas Pembiayaan
Penebusan obligasi
Penjualan saham biasa
Pembayaran deviden tunai
Kas bersih yg ditrima dr keg. Pembiayaan
Kenaikan (Penurunan) bersih Kas
Saldo kas, 1 Jan 2012
Saldo kas, 31 des 2012

10.000.000 *a
(2.000.000)
(2.000.000)
1.000.000
(3.000.000)

10.000.000
(10.000.000)

4.000.000
22.000.000

0
0

2.000.000
6.000.000
(20.000.000)*b
(12.000.000)
10.000.000
10.000.000
0

Note :
RUMUS :
a.
Pembayaran deviden tunai = Kenaikan R/E Laba Bersih ATAU Penurunan R/E +
Laba Bersih
jadi 18.000.000 (-2.000.000) = 20.000.000
b.
Beban Penyusutan 10.000.000 *a berasal dari kenaikan akumulasi gedung dan peralatan
Yi 5.000.000 + 5.000.000 = 10.000.000

12

DAFTAR PUSTAKA
Prastowo D, Dwi dan Juliaty, Rifka. 2005. Analisis Laporan Keuangan, Edisi 2. Yogyakarta: UPP
STIM YKPN

13