Anda di halaman 1dari 2

Nama :

Abdillah Satria (01)


Ade putra Riyanto (02)
Agung Jatmiko (03)

Pengertian
Tumbuhan berpembuluh merupakan tumbuhan yang lebih sempurna daripada
tumbuhan tidak berpembuluh karena telah memiliki akar, batang, dan daun. Selain itu,
juga telah memiliki pembuluh yang merupakan jaringan pengangkut. Jaringan
pengangkut berupa dua pembuluh, yaitu pembuluh xilem dan pembuluh floem.
Xilem berfungsi untuk menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah dan diangkut
ke daun. Floem berfungsi untuk mengangkut sari makanan hasil fotosintesis dan
mengedarkannya ke seluruh tubuh tanaman.

Ciri-ciri Tumbuhan Berpembuluh

Tumbuhan berpembuluh ini terdiri atas dua kelompok, yaitu tumbuhan paku
(Pteridophyta) dan tumbuhan biji (Spermatophyta). Tumbuhan biji dibagi lagi menjadi
tumbuhan

berbiji

(angiospermae).

terbuka

(gymnospermae)

dan

tumbuhan

berbiji

tertutup

Susunan tubuh tumbuhan berpembuluh lebih kompleks dibanding dengan tumbuhan


tak

berpembuluh.

Sebagian

besar

tubuh

tumbuhan

vaskuler

berdiferensiasi

menjadi sistem akar di bawah permukaan tanah yang menyerap air dan mineral,
dan sistem tunas(batang dan daun) di atas permukaan tanah tempat terjadinya
fotosintesis. Jaringan vaskuler yang terdiri atas sel-sel tubuler, meliputi pembuluh
kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Xilem berfungsi untuk menghantarkan air dan
mineral dari akar ke daun, terdiri atas sel-sel mati. Floem mengangkut zat-zat makanan
hasil fotosintesis ke seluruh tubuh, terdiri atas sel-sel hidup. Dinding sel mengandung
lignin, suatu bahan keras yang terdapat dalam selulosa, berfungsi memberi sokongan
mekanis. Sel-sel pembuluh kayu memiliki dinding berlignin. Dengan demikian, selain
sebagai pembuluh angkut, xilem juga berfungsi sebagai penyokong. Tumbuhan
vaskuler diawali olehtumbuhan vaskuler tak berbiji.
Dalam siklus hidup tumbuhan vaskuler tak berbiji terdapat generasi sporofit (2n) yang
merupakan tumbuhan besar dan kompleks, sedangkan gametofit hanya berupa
tumbuhan yang tumbuh di bawah permukaan tanah. Tumbuhan ini memiliki sperma
yang berflagel, untuk sampai ke sel telur harus melalui lapisan berair. Oleh karena itu,
tumbuhan vaskuler tak berbiji lebih umum ditemukan di habitat yang relatif lembap.
Untuk lebih jelasnya kita pelajari siklus hidup tumbuhan pakis (paku) pada Gambar 7.6.
Spora (n) keluar dari sporangium (1) , tumbuh menjadi gametofit (n) yang disebut
protalium (2). Pada permukaan protalium terdapat anteridium dan arkegonium (3),
terjadi fertilisasi dalam arkegonium yang menghasilkan zigot (4), terjadi mitosis dan
tumbuh menjadi sporofit (5). Sporofit dewasa (2n) memiliki daun yang permukaan
bawahnya berbintik-bintik disebut sorus (6) yaitu kumpulan sporangium. Di dalam
sporangium terjadi pembelahan meiosis, terbentuk spora (n). Spora keluar dari
sporangium (7)