Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENILAIAN MUTU PANGAN

PENILAIAN MUTU PANGAN

Disusun oleh
KELOMPOK 1

AMELIA HIDAYATULLAH (142210726)


CHAIRUNNISA HARAHAP (142210728)
NILAM SARI

(142210

REZA MARETTA

(142210

VICA RAMADHANI

(142210

D.IV III A

POLTEKKES KEMENKES PADANG


TAHUN AJARAN 2015/2016

LAPORAN DISKUSI PENILAIAN MUTU PANGAN (PMP)


Judul

: Produk Dalam Negri (MD) dan Luar Negri (ML)

Hari/tanggal

: Selasa / 02 Agustus 2016

Praktek ke

: 1 (satu)

Tujuan

:1. Mahasiswa mampu membedakan produk dalam negri dan luar negri.
2. Mahasiswa mampu membandingkan kualitas produk dalam negri dan luar
Negri

Tinjauan Pustaka

Menurut Kramer dan Twigg (1973), mutu yang baik merupakan faktor penting pada
produk pangan. Mutu pada produk dapat meliputi parametr keadaan (bau, rasa, dan warna),
kandungan kadar air dalam sampel, kadar lemak, kadar silikat maksumum, bahan tambahan
makanan, cemaran logam hingga cemaran mikroba. Kadar air akan menentukan ketahanan
dan keadaan pada produk tersebut. Air memiliki pengaruh yang vital terhadap mutu dari
bahan pangan. Penetapan kandungan air yang ada di dalam bahan dapat dilakukan
berdasarkan beberapa cara seperti metode pengeringan yang dilakukan pada produk pangan.
Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang umur simpan dan menghasilkan produk
pangan yang tetap memiliki mutu yang baik meskipun sudah melewati proses penyimpanan.
Cemaran mikroba hingga penyerapan air dapat dicegah dengan pengemasan dan
penyimpanan yang tepat.
Keamanan pangan, masalah dan dampak penyimpangan mutu, serta kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan sistem mutu industri pangan
merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri dan konsumen, yang saat ini
sudah harus memulai mengantisipasinya dengan implementasi sistem mutu pangan. Karena
di era pasar bebas ini industri pangan Indonesia mau tidak mau sudah harus mampu bersaing
dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain yang telah mapan dalam
sistem mutunya. Salah satu sasaran pengembangan di bidang pangan adalah terjaminnya
pangan yang dicirikan oleh terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi
kesehatan.

Menurut peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 69 tahun 1999, produk yang
akan dipasarkan harus sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh pemerintah seperti
terdapatnya informasi berat bersih, isi bersih atau netto, komposisi dari produk, tanggal,
bulan, dan tahun kadarluarsa, nama barang atau produk, ukuran, berat atau isi bersih produk,
keterangan mengenai halal atau tidaknya produk, produk, aturan penggunaan produk, efek
samping dari produk hingga pihak dan alamat pihak yang memproduksi produk menjadi
ketentuan yang harus terdapat dan dimuat pada label produk dengan menggunakan bahasa
yang sesuai dengan tempat pendistribusian. Isi dan penggunaan label yang tepat sesuai
dengan peraturan pemerintah tersebut akan memudahkan konsumen dalam menentukan
pilihan dan menghindarkan konsumen dari lewat mutu produk, pemalsuan komposisi isi
produk hingga adanya pemanfaatan pada produk.
Cara

Produksi

Makanan

yang

Baik

(CPMB)

atau Good

Manufacturing

Practices (GMP) adalah suatu pedoman cara berproduksi makanan yang bertujuan agar
produsen memenuhi persyaratanpersyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan
produk makanan bermutu dan sesuai dengan tuntutan konsumen. Dengan menerapkan CPMB
diharapkan produsen pangan dapat menghasilkan produk makanan yang bermutu, aman
dikonsumsi dan sesuai dengan tuntutan konsumen, bukan hanya konsumen lokal tetapi juga
konsumen global (Fardiaz, 1997).
Menurut Fardiaz (1997), dua hal yang berkaitan dengan penerapan CPMB di industri
pangan adalah CCP dan HACCP. Critical Control Point (CCP) atau Titik Kendali Kritis
adalah setiap titip, tahap atau prosedur dalam suatu sistem produksi makanan yang jika tidak
terkendali dapat menimbulkan resiko kesehatan yang tidak diinginkan. CCP diterapkan pada
setiap tahap proses mulai dari produksi, pertumbuhan dan pemanenan, penerimaan dan
penanganan ingredien, pengolahan, pengemasan, distribusi sampai dikonsumsi oleh
konsumen. Limit kritis (critical limit) adalah toleransi yang ditetapkan dan harus dipenuhi
untuk menjamin bahwa suatu CCP secara efektif dapat mengendalikan bahaya mikrobiologis,
kimia maupun fisik. Limit kritis pada CCP menunjukkan batas keamanan.

Hasil dan pembahasan


1. Biskuit

Gambar : Biskuat (makanan Dalam Negri)

Komposisi : tepung terigu, minyak nabati, gula, telur, susu, kalsium, garam, soda kue,
perisa susu, vitamin B12, A, B3, B6, B2, B1, D, E, dan Asam folat
Nilai Gizi : lemak total 1.5 gr, lemak jenuh 1 gr, protein 1 gr, vitamin A 8%, vitamin
B1 8%, vitamin b2 10%, vitamin b3 6%, vitamin b6 dan b12 4%, vitamin D 6%,
vitamin E 2%, asam folat 4%, karbohidrat 7 gr, gula 2 gr, kalsium 2%, sereium dan fe
4%, iodium 8%, seng 6%, magnesium 4%
Diproduksi oleh : PT. Mondeles Indonesia Desa Walahar, Klari, Krawang 41371
Indonesia
BPOM MD 235610063288
Gambar : Belvita (makanan Luar Negri)

Komposisi : Sereal 61% (Tepung terigu, OAT kulit gandum, lembaga gandum), gula, minyak
nabati (mengandung antioksidan bha), pengembang (natrium & amonium bikarbonat),
premiks vitamin dan mineral, padatan susu (0.74%), garam, pengemulsi (dinatrium difosfat &
lesitin kedelai), perisa artifisial (susu dan vanila), pengatur keasaman.

Nilai Gizi : energi 180 kkal, lemak 6 gr, lemak jenuh 29 gr, natrium 180 gr
Diproduksi oleh : Mondeles Malaysia SDN BHD, 126A jln skudai, 81200 Tampoi,
Johor Bahru, Malaysia diimpor oleh PT Mondeles Indonesia
BPOM RI ML 835609005305
Perbedaan :
1. Kalau biskuat ada kandungan proteinnya, sedangkan belvita tidak ada
2. Nilai natrium pada belvita lebih daripada biskuat

3. Pada belvita, cocok dijadikan sebagai snack yang mengenyangkan karna


mempunyai kandungan energi yang lebih tinggi daripada biskuat
4. Pada belvita tidak dicantumkan kandungan vitamin sehingga konsumen ragu
kecukupan nilai gizinya
5. Dari segi kemasan product belvita lebih menarik.dibanding harga biskuat lebih
terjangkau
2. Cokelat
Gambar : Chunky Bar (makanan dalam negri)

Komposisi : gula, susu bubuk, kacang mente (20%), lemak kakao, kakao massa,
lemak nabati (mengandung antioksidan tokoferol), pengemulsi (lesitin kedelai,
PGPR), garam, perisa identik alami vanili, antioksidan BHT
Nilai gizi : energi total 170 kkal, lemak total 11 gr (18% dr AKG), protein 3 gr (6% dr
AKG), karbohidrat total 15 gr (5% dr AKG), gula 11 gr, natrium 30 mg (1% dr AKG)
Diproduksi oleh : di impor dari Singapore Delfi Singapore Pte Ltd Malaysia Delfi
Marketing Sdn.Bhd, Philippines Delvi Marketing Inc Alking Trading Co.Sdn.Bhd
BPOM RI MD 624010095001

Gambar : Toblerone (makanan Luar negri)

Komposisi : coklat susu dengan madu dan naugat almond, gula, susu bubuk, lemak
coklat, kakao massa, lemak susu, madu, kacang almond, pengemulsi, ilestin kedelai,
putih telur, perisa artifisial vanila
Nilai gizi : terdapat 260 kkal energi, lemak total 16 gr, lemak jenuh 9 gr, kolesterol 5
mg, protein 4 gr, karbohidrat total 30 gr, gula 24 gr.
Informasi alergen : mengandung susu, kacang almond, kedelai dan telur

Diproduksi oleh : diimpor oleh PT Mondelez Indonesia Trading, Jakarta 12510,


Indonesia
BPOM RI ML 841612005045
Perbedaan dari kedua produk :
1. Kandungan energi, protein, lemak total, dan karbohidrat dari cokelat toblerone
lebih besar dibandingkan dengan cokelat chunkybar.
2. Desain dari kemasan cokelat chunkybar lebih menarik dibandingkan desain
cokelat toblerone.
3. Pada coklat tobelrone tidak mencantumkan label halal sebalikanya chunky bar
ada.
3. Sarden
Gambar : sarden ABC (makanan dalam negri)

Komposisi : ikan sardines 60%, saus tomat 36%, gula, garam, bawang putih, bawang
merah
Gambar : sarden Mili (makanan luar negri)

Komposisi : ikan mackerel, air, pasta tomat, minyak nabati, pengental (xanthangum,
jagung pati)
Nilai gizi : energi 150 kkal, lemak total 6 gr (9% dr AKG), kolesterol 107 mg (36% dr
AKG), sodium 286 mg (12% dr AKG), karbohidrat total 1 gr, protein 24 gr

Informasi alergen : Diproduksi oleh : Product of Chille


BPOM RI ML 543909009220
4. Biskuit coklat
Gambar : Lotte Chocopie Marsmallow

Komposisi : tepung terigu, coklat compound, sirup glukosa, gula, lemak nabati
(mengandung antioksidan tokoferol), pengemulsi (gliserol, lesitin kedelai, mono dan
digliserida asam lemak, PGPR), telur dektrosa, pati termodifikasi, penstabil (gelatin
sapi),

monokalsium

fosfat,

gomxanthan),

pengembang

(natrium

bikarbonat

ammonium bikarbonat), garam, sirup fruktosa, pengawet kalium sorbat, perisa


potassium sorbat, perisa artifisial vanila, protein susu terhidrolisa.
Nilai gizi : energi total 120 kkal, energi dari lemak 35 kkal, lemak total 4 gr (7% dr
AKG), lemak jenuh 25 gr (15 dr AKG), protein 2 gr (3% dr AKG), karbohidrat total
20 gr (7% dr AKG), gula 9 gr, natrium 50 mg (2% dr AKG),
Informasi alergen : gluten, telur, susu, kedelai
Diproduksi oleh : PT LOTTE INDONESIA Bekasi 17520 - Indonesia
Gambar : Lotte Koalas March Stawberry (makanan luar negri)

Komposisi : coklat susu compound, tepung terigu, pati jagung, lemak reroti
(mengandung antioksidan tokoferol), gula, telur, gula invert, pengembang
(ammonium bikarbonat, natrium bikarbonat), garam, pewarna karamel, kelas

IV/E150D, perisa artifisial strobery, stroberri bubuk, pewarna makanan merah, allura
CL.1603
Nilai gizi : energi total 200 kkal, energi dr lemak 90 kkal, lemak total 10 gr (17% dr
AKG), lemak jenuh 8 gr (44% dr AKG), kolesterol 4 mg (1% dr AKG), protein 2 gr
(4% dr AKG), karbohidrat total 23 gr (8% dr AKG), gula 14 gr, natrium 115 mg (5%
dr AKG)
Informasi alergen : Perbedaan dari kedua product
1. Dari segi nilai gizi lotte mars mellow khususnya energi dan lemak sangat tinggi
dibanding lotte chocopie
2. Dari segi kemasan lotte mars mellow lebih unik dibanding chocopie
3.
5. SNACK MIAUW dan CITOZ
Gambar miauw (product luar negri)

Komposisi
Tepung terigu,minyak

kelapa

sawit

,gula,serbuk

penaik,serbuk

lada,kanji

jagung,mengandung mononatrium lglutamat,serbuk cumi,mengandung pewarna yang


dibenarkan
Nilai gizi:
Fat=4gr,protein 2,carbohydrat 22,sodium =300mg
BPOM RI ML 273531037003,diiompor oleh PT MALINDO TANGERANG,berat
ersih60gr,Made in malaysia
Gambar Citoz (dalam negri)

Komposisi
Terigu,tepung tapioka,minyak kelapa sawit,perisa bbq,penguat rasa mononatrium
glutamat dinatrum inosinat,dinatrum guarilat,pewarna makanan kuningg fcf ci
15985pengembang gula dan garam
Nilai gizi
fat =4gr,protein=1mg,karbohidrat total=4mg,natrium 12,5 mg.
BPOM RI MD25561109567berat bersih 40gr.Oleh PT indofood
Perbedaan snack miaw dengan snack chitoz yaitu pada komposisi nya produk miaw
komposisi perisa pewarnanya tidak jelas sedangkan chitoz jelas.Pada snack miauw
komposisinya menggunakan bahasa arab,portugal,dll .sedangkan untuh chitoz hanya
menggunakan bahasa inggris dan indonesia.

Daftar Pustaka

http://sitinasyiah.blogspot.co.id/2014/08/penilaian-mutu-pangan.html
Kramer, A. dan B.A. Twigg. 1983. Fundamental of Quality Control for the Food Industry.
The AVI Pub. Inc., Conn., USA