Anda di halaman 1dari 8

Makalah PKG

Film dan Video

OLEH:
1. Amelia Hidayatullah
2. Nike rulanda
3. Vica Ramadhani
4. Mutia indra
D-IV GIZI II A

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV JURUSAN GIZI


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN PADANG
2014
Judul Praktikum

: Penentuan Total Protein Plasma dengan Photometric Test

Hari / Tanggal

: Jumat, 17 September 2015

Tujuan

:
1. Mahasiswa dapat mengukur kadar Protein Plasma

2. Mahasiswa dapat membandingkan hasil pengamatan dengan nilai normal/


standar
3. Mahasiswa mampu menginterpretasikan hasil pemeriksaan spesimen dalam
monteks status gizi ( malnutrisi, gagal ginjal )
Prinsip

Protein dan Cu ( ion cooper) membentuk komleks berwarna violet dalam suasana alkali,
warna yang terbentuk diukur dengan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 540 nm.
Alat

:
1.
2.
3.
4.
5.

Pipet ukur 0.04 ml


Pipet volumetric 2 ml
Spektrofotometer
Kuffet
Balon pengisap

Bahan

:
1. Serum/ plasma
2. Monoreagen (MR)

Tinjauan Pustaka

Plasma merupakan suatu larutan luar biasa yang mengandung banyak sekali ion ,molekul
anorganik dan molekul organiknyang diangkut keberbagai bagian tubuh membantu
pengangkutan zat lain(Ganong:2005)
Protein plasma adalah protein total dalam plasma manusia yang memiliki konsentrasi 77,5gr/dl dan membentuk bagian terbesar dari bahan padat plasma.Protein plasma sebbenarnya
adalah campuran kompleks yang mencakup tidak saja protein sederhana tetapi juga protein
konjugasi(zulbadar,2008)
Protein utama pada plasma adalah albumin globulin dan fibrinogen.Fungsi utama
albuimin adalah memberikan tekanan osmotic koloid,yang selanjutnya mencegah plasma keluar
kapiler ,sedangkan globulin melakukan sejumlah fungsi enzimatik dalam plasma sendiri,globulin
juga bertanggung jawab untuk kekebalan alamiah untuk melawan mikroorganisme..Fibrinogen

mengalami polimerisasi menjadi benang benang fibrin panjang bercabang waktu pembekuan
darah,karena itu untuk bekuan darah yang membantu memperbaiki system sirkulasi yang bocor
(guyton,1987)
Pembentukan protein plasma pada hakikatnya semua albumin dan fibrinogen dalam
protein plasma ,serta sekitar 50% globulin ,dibentuk dalam hati.Globulin ain dibentuk dalm
jaringan limfoid dan sel sel system retikuloendotel lain,terutama gama globulin yang merupakan
antibody Kecepatann pembentukan protein plasma oleh hati ,sebanyak 2 gr perjam atau
50gr/hari,untuk penyakit ginjal berat kehilangan sebanyak 20gr protein plasma dalam urin.
(guyton 1987)
Penggunaan protein plasma oleh jaringan,bila jaringan kekurangan protein ,protein
plasma dapat bekerja sebagai sumber pengganrti protein jaringan,memang protein plasma
diambibisi oleh sel retikuloendotel kemudian waktu berada dalam sel,protein ini juga dipecah
menjadi asam amino dan ditranspor lagi.
Jika kadar protein plasma rendah maka akan timbul penyakit hipoproteinemia.kadar protein
plasma dipertahankan selama keadaan starvasi sampai simpanan protein tubuh benar benar
terkuras ,jika berlangsung lam bisa menyebabkan kadar protein plasma rendah.dan bisa pula
disebabkan oleh harti yang terganggu(guyton,1987)
Urea merupakan sisa akhir dari metabolisme protein yang utama, disamping asam urat,
uroblin, kreatinin, dan NPN lainnya. Nilai normal protein plasma yaitu :
Total Protein : 6 8 gr/ 100 ml
Albumin

: 3 3,5 gr/ 100 ml

Globulin

: 15 3 gr/ 100 ml

Prosedur Kerja

1. Buatlah larutan blanko, sampel, dan standar

Bahan

Blanko

Sampel / standar
Aquades
Monoeagen

Sampel

0,04 ml
2 ml

0,04 ml
2 ml

Standar
0,04 ml
2 ml

2. Campurkan/ kocok masing-masing larutan.


3. Diamkan selama 5 menit pada suhu 20-25 C / 37 C.
4. Ukur absorban dengan menggunakan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang
540 nm.
5. Hitung total protein plasma dengan menggunakan rumus.
Hasil Praktikum

Pada praktikum penentuan total protein plasma digunakan monoreagen ( MR). jumlah
sampel dan standar yang digunakan sebanyak 0,04 ml dan dicampurkan dengan 2 ml
Monoreagen.

Praktikum

ini

menggunakan

metode

spektrofotometrik

dengan

spektrofotometer untuk membaca dan mengetahui jumlah absorban sampel dan standar.
Dengan menggunakan alat spektrofotometer kelompok kami mendapatkan hasil yaitu:
1. Absorban Sampel
2. Absorban Standar

= 0, 335 A
= 0, 263 A

Maka, total protein plasma dapat dihitung dengan cara:


Diketahui

Rumus

: Konsntrasi standar

= 5 gr/dl

Absorban Sampel

=A

Absorban Standar

=A

:
Kadar Protein = A sampel

A standar
=A

A
= gr/ dl

[ 5 gr/ dl]

[ Konsentrasi Satndar]

alat

Total Protein plasma yang didapatkan oleh seluruh kelompok :


Kadar Protein = A sampel

[ Konsentrasi Satndar]

A standar
=0,218 x 5gr/dl
0,193
=5,6gr/dl
Pembahasan

Untuk dapat menghitung total protein plasma dapat menggunakan rumus :


Kadar Protein = A sampel

[ Konsentrasi Satndar]

A standar
Agar dapat mengetahui total protein plasma dengan menggunakan rumus tersebut, maka
sebelumnya kita harus mengetahui absorban sampel dan standar. Absorban dapat diketui dengan
menggunakan alat spektrofotometer. Setelah didapatkan absorban, barulah total protein plasma
dapat dihitung dengan menggunakan rumus di atas.
Pada praktikum ini kelompok kami mendapatkan hasil total protein plasma yaitu 3,57
gr/dl. Hasil ini jika dibandingkan dengan kadar normal protein plasma pada orang dewasa yaitu
6,6 8,8 gr/dl dapat dikatakan kurang. Karena 3,57 gr/dl berada di bawah 6,6 gr/dl yang
merupakan batas bawah angka normal.Hasil 3,57 gr/dl dapat digolongkan dalam kategori tidak
normal, karena terlalu jauh perbedaannya dengan angka standar/normal. Kadar protein plasma
dikatakan kurang ( hipo) apabila kira-kira kurang dari 5,0 gr/dl.
Pada praktikum ini, salah satu kelompok mendapatkan hasil total protein plasma yaitu
9,32 gr/dl. Jumlah ini digolongkan berlebih (hiper) karena jumlahnya sudah sangat jauh jika di
bandingkan dengan nilai normal/standar. Begitu pula pada kelompok yang mendapatkan total
protein plasma sebanyak 3,49 gr/dl. Jumlah ini digolongkan pada kategori kurang (hipo) karena
berbeda jauh dari angka normal yang seharusnya.
Salah satu penyebab berlebih/kurangnya protein plasma adalah akibat kerusakan ginjal.
Kerusakan ini dapat menyebabkan terganggunya fungsi ginjal. Salah satu akibat kerusakan itu
adalah sindrom nefrotik yang merupakan gejala klinis yang timbul dari kehilangan protein
karena kerusakan glomerulus yang difus. Gejala sindrom nefrotik adalah edema, proteinuria,

hipoalbuminemia, dan hiperkolesterolemia yang kadang-kadang terdapat hematuria, hipertensi


dan penurunan fungsi ginjal.
Pada sindrom nefrotik protein hilang lebih dari 2 gram perhari yang terutama terdiri dari
albumin yang mengakibatkan hipoalbuminemia, pada umumnya edema muncul bila kadar
albumin serum turun dibawah 2,5 gram/dl. Mekanisme edema belum diketahui secara fisiologi
tetapi kemungkinan edema terjadi karena penurunan tekanan onkotik/ osmotic intravaskuler yang
memungkinkan cairan menembus keruang intertisial, hal ini disebabkan oleh karena
hipoalbuminemia. Keluarnya cairan keruang intertisial menyebabkan edema yang diakibatkan
pergeseran cairan

.(SilviaAPrice,1995:833

Akibat dari pergeseran cairan ini volume plasma total dan volume darah arteri menurun
dibandingkan dengan volume sirkulasi efektif, sehingga mengakibatkan penurunan volume
intravaskuler yang mengakibatkan menurunnya tekanan perfusi ginjal. Hal ini mengaktifkan
system rennin angiotensin yang akan meningkatkan konstriksi pembuluh darah dan juga akan
mengakibatkan rangsangan pada reseptor volume atrium yang akan merangsang peningkatan
aldosteron yang merangsang reabsorbsi natrium ditubulus distal dan merangsang pelepasan
hormone anti diuretic yang meningkatkan reabsorbsi air dalam duktus kolektifus. Hal ini
mengakibatkan peningkatan volume plasma tetapi karena onkotik plasma berkurang natrium dan
air yang direabsorbsi akan memperberat edema. (Husein A Latas, 2002: 383).
Factor yang menyebabkan rendahnya protein plasma dalam darah salah satunya adalah
karena malnutrisi. Malnutrisi adalah ketidak seimbangan seluler antara pasokan nutrisi dan
energy dan kebutuhan tubuh. Artinya, jumlah protein yang seharusnya dibutuhkan tubuh dan
harus dipenuhi kurang, maka kadar protein dalam plasma juga akan mengalami kekurangan.
Begitu juga apabila konsumsi protein berlebih dari yang dibutuhkan tubuh, sehingga kadar
protein dalam plasma juga akan belebih.Selain itu bias juga disebabkan oleh penyakit
Faktor lainnya yaitu adanya kerusakan sel hati sehingga kemampuan sintesis protein plasma
menurun sehingga kadar protein plasma dalam darah mengalami penurunan tidak itu saja tetapi
pada penyakit atropi yang lain yang berlangsung lama dan kontinu,dan penyakit infeksi akut dan
kronis pada metabolisme karbohidrat menjadi energy kalau asupan lemak dan karbohidrat
turunmaka sebagai gantinya akan disintesa protein sehingga pertumbuhan sel terhambat tentu
saja protein plasma dalam darahnya sangat berkurang.

Sedangkan factor yang menyebabkan protein plasma tinggi yaitu karna sel hati yang
bertugas mensintesa protein mengalami kerusakan sehingga protein itu berjalan didalam darah
dan kandungan protein pada darah akan meningkat sehingga terjadi proteinuria dengan ditandai
adanya protein dalam urin yang disebabkan oleh gagalnya ginjal memfilter protein akibat beban
yang berlebihan sehingga ginjal bekerja berat dalam menyaring protein.
Ditinjau dari status gizinya orang yang kekurangan protein plasma akan menyebabkan
kwashiorkor dengan tubuh yang kurus rambut murah dicabut dan perut serta punnggung kaki
mengalami oedema, dan akan mengalami masalah status gizi buruk
Untuk makanan bagi yang prote yang tin plasma meningkat hindari makanan berlemak
gorengan gorengan,dianjurkan banyak makan sayur dan buah serta vitamin D,hindari makanan
kadar oxalate yang tinggi.
Untuk yang protein plasmanya rendah cukupi asupan protein karbohidrat dan lemak agar
tidak terjadi pemecahan protein plasma untuk sumber energy..
Nilai normal protein plasma:
1. Dewasa
Wanita
Pria
2. Anak-anak wanita
1-30 hari
1-6 bulan
6 bln-1 thn
1-18 tahun
3. Anak-anak laki-laki
1-30 hari
1-6 bulan
6 bln-1 thn
1-18 tahun
Kesimpulan

: 6,6 8,8 gr/dl


: 6,6 8,8 gr/dl
: 4,2 - 6,2 gr/dl
: 4,4 6,6 gr/dl
: 5,6 7,9 gr/dl
: 5,7 8,0 gr/dl
: 4,1 - 6,3 gr/dl
: 4,7 6,7 gr/dl
: 5,5 7,0 gr/dl
: 5,7 8,0 gr/dl

1. Protein plasma terdiri dari albumin, globulin, fibrinogen, dan immunoglobulin


2. Rumus menghitung total protein plasma :
Kadar Protein = A sampel x [ Konsentrasi Satndar]
A standar
3. Kadar normal protein plasma pada dewasa adalah 6,6 8,8 gr/dl.
4. Kadar protein plasma yang kelompok kami dapatkan yaitu 3,57 gr/dl termasuk
kedalam kategori kurang dan dilakukan manifisteasi klinis lanjut.

5. Factor yang dapat menyebabkan ketidaknormalan kadar protein plasma adalah


kerusakan ginjal dan malnutrisi.
Daftar Pustaka

Gandasoebrata, R. 1968. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta : Widya Medika


Harper, H.A dan R.A, McPherson. 2004. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium Edisi
II. Jakarta : EGC
Panil, Zulbadar. 2004. Memahami Teori dan Praktik Biokimia Dasar Medik. Padang. EGC
Guyton,1987.fisiologi manusia.Jakrta:EGC
Ganong.2005.fisiologi kedokteran.jakarta:EGC