Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 PENDAHULUAN
Salah satu tujuan penyusunan laporan keuangan adalah memberikan informasi kepada
pihak-pihak yang membutuhkan yang akan digunakan untuk membuat perbandingan,
meramalkan dan menilai kemampuan suatu perusahaan. Untuk dapat memenuhi tujuan di
atas, laporan-laporan keuangan harus dapat diperbandingkan. Perbandingan-perbandingan ini
dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu horizontal dan vertikal. Perbandingan horizontal
adalah perbandingan laporan keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lain untuk
periode yang sama. Sedangkan perbandingan vertikal adalah perbandingan laporan keuangan
dari suatu perusahaan dengan laporan yang sama untuk periode-periode sebelumnya.
Perbandingan antar perusahaan harus memenuhi prinsip comparability, sedangkan
perbandingan antar periode harus memenuhi prinsip konsistensi.
Untuk menjaga agar prinsip comparability dan konsistensi ini dapat terlaksana,
perubahan-perubahan yang terjadi dipisahkan menjadi dua, yaitu perubahan metode-metode
akuntansi dan perubahan-perubahan yang terjadi karena koreksi kesalahan-kesalahan dalam
periode-periode yang lalu. Perubahan dalam metode akuntansi dipisahkan menjadi tiga:
1.

Perubahan dalam prinsip akuntansi.

2.

Perubahan dalam taksiran-taksiran akuntansi.

3.

Perubahan dalam kesatuan usaha.


Koreksi kesalahan tahun-tahun lalu dapat terjadi karena berbagai macam sebab,

seperti kesalahan-kesalahan perhitungan, kesalahan-kesalahan penggunaan rekening,


kesalahan-kesalahan dalam penerapan prinsip akuntansi dan Iain-lain.Tidak ada pedoman
khusus untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan ini, karena koreksinya sangat tergantung pada
jenis kesalahannya.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud perubahan metoda akuntansi?
2. Apa saja perubahan prinsip akuntansi?
3. Apa yang dimaksud perubahan taksiran?
4. Apa itu pelaporan perubahan dalam kesalahan?
5. Apa yang dimaksud ikhtisar perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan?
1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa itu perubahan metoda akuntansi.
1

2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui apa saja prinsip akuntansi.


Untuk mengetahui apa itu perubahan taksiran.
Untuk mengetahui pelaporan perubahan dalam kesalahan.
Untuk mengetahui ikhtisar perubahan akuntansi dan koreksi kesalahan.

BAB II
PEMBAHASAN
2

2.1PENGERTIAN PERUBAHAN METODA AKUNTANSI


Apabila terdapat akuntansi alternatif, maka komparabilitas laporan antar periode dan
antar perusahaan akan menjadi berkurang dan data kecenderungan historis yang bermanfaat
menjadi tidak jelas. Sebagai contoh, jika Ford merevisi estimasinya atas usia kerja peralatan,
pengeluaran penyusutan tahun berjalan tidak akan dapat dibandingkan dengan pengeluaran
penyusutan yang dilaporkan Ford pada tahun-tahun sebelumnya. Serupa dengan itu, jika Best
Buy beralih ke penetapan harga inventori FIFO sementara Circuit City memakai LIFO, akan
sulit membandingkan hasil yang dilaporkan kedua perusahaan ini. Kerangka kerja pelaporan
membantu menjaga komparabilitas ketika terjadi perubahan akuntansi.
FASB telah menetapkan kerangka kerja pelaporan, yang mencakup tiga jenis
perubahan akuntansi. Tiga jenis perubahan akuntansi adalah :
1. Perubahan Prinsip Akuntansi
Perubahan dari satu prinsip akuntansi yang berlaku umum ke prinsip akuntansi
yang berlaku umum lainnya. Sebagai contoh, perubahan metode penilaian
persediaannya dari LIFO menjadi biaya rata-rata.
2. Perubahan Estimasi Akuntansi
Perubahan yang terjadi sebagai akibat dari informasi baru atau diperolehnya
pengalaman tambahan. Contohnya adalah perubahan estimasi umur manfaat aktiva
yang dapat disusutkan.
3. Perubahan Entitas Pelaporan
Perubahan dari pelaporan sebagai satu jenis entitas ke jenis entitas lainnya;
sebagai contoh, perubahan anak perusahaan spesifik dalam satu kelompok perusahaan
di mana laporan keuangan konsolidasi disusun.
Kategori keempat membutuhkan perubahan akuntansi, walaupun hal ini tidak
diklasifikasikan sebagai perubahan akuntansi.
4. Kesalahan-Kesalahan dalam Laporan Keuangan
Kesalahan yang terjadi sebagai akibat dari kesalahan matematis, kesalahan
penerapan prinsip akuntansi, atau kelalaian dan penyalahgunaan fakta yang ada pada
saat laporan keuangan disusun. Contohnya adalah penerapan metode persediaan
eceran yang tidak tepat dalam menentukan nilai persediaan akhir.
Perubahan-perubahan itu diklasifikasikan oleh FASB dalam empat kategori ini karena
karakteristik individual dari setiap kategori membutuhkan metode yang berbeda untuk
mengakui perubahan ini dalam laporan keuangan. Masing-masing kategori tersebut akan
3

dibahas untuk menentukan bagaimana masing-masing ketegori harus dilaporkan dalam akun
serta bagaimana informasi harus diungkapkan dalam laporan komparatif.

2.2 PERUBAHAN PRINSIP AKUNTANSI


Perubahan prinsip akuntansi melibatkan perubahan dari satu prinsip akuntansi yang
berlaku umum ke yang lainnya. Sebagai contoh, suatu perusahaan dapat mengubah dasar
penetapan harga persediaan dari biaya rata-rata ke LIFO. Atau perusahaan itu dapat
mengubah metode penyusutan aktiva pabrik dari metode dipercepat ke garis-lurus, atau
sebaliknya. Sementara itu, perubahan lainnya yang mungkin terjadi adalah dari metode
kontrak-selesai ke persentase-penyelesaian dalam akuntansi untuk kontrak konstruksi.
Pengujian yang seksama harus dilaksanakan dalam setiap situasi ini untuk
memastikan bahwa perubahan prinsip memang telah terjadi. Perubahan prinsip akuntansi
tidak dianggap berasal dari penerapan prinsip baru dalam mengakui kejadian-kejadian yang
telah terjadi untuk pertama kalinya atau yang terjadi sebelumnya tetapi tidak material.
Sebagai contoh, apabila metode penyusutan yang diterapkan atas aktiva pabrik yang baru
diperoleh berbeda dari metode yang digunakan untuk aktiva sejenis yang sebelumnya telah
tercatat, maka perubahan prinsip akuntansi tidak akan terjadi. Pengeluaran untuk pemasaran
tertentu yang sebelumnya tidak material dan dibebankan dalam periode terjadinya mungkin
akan menjadi material dan dapat ditangguhkan serta diamortisasi tanpa mengubah prinsip
akuntansi.
Akhirnya, jika prinsip akuntansi yang sebelumnya diikuti tidak dapat diterima, atau
jika prinsip itu diterapkan secara tidak benar, maka perubahan ke prinsip akuntansi yang
berlaku umum dianggap sebagai koreksi kesalahan. Perpindahan dari akuntansi dasar kas atau
pajak penghasilan ke dasar akrual dianggap juga sebagai koreksi kesalahan. Jika perusahaan
mengurangkan nilai sisa ketika menghitung penyusutan aktiva pabrik dengan metode saldo
menurun berganda dan akhirnya menghitung kembali penyusutan itu tanpa mengurangkan
estimasi nilai sisa, maka suatu kesalahan telah dikoreksi.
Tiga pendekatan berikut telah disarankan untuk melaporkan perubahan prinsip
akuntansi:
1. Pelaporan perubahan pada periode berjalan
Pengaruh kumulatif dari penggunaan metode baru terhadap laporan keuangan
pada periode berjalan dilaporkan sebagai pos luar biasa. Pengaruh kumulatif adalah
4

perbedaan laba tahun sebelumnya antara metode baru dan metode lama. Penyesuaian
ini kemudian dilaporkan hanya dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Perusahaan
tidak mengubah laporan laba rugi tahun sebelumnya.
Pendukung metode ini berpendapat bahwa menyatakan kembali laporan
keuangan tahun-tahun sebelumnya akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan para
investor atas laporan keuangan itu. Menyetakan kembali laporan, jika diijinkan, juga
dapat mengganggu banyak kontrak dan perjanjian lainnya yang didasarkan pada
angka-angka masa lampau. Sebagai contoh, perjanjian pembagian laba yang dihitung
berdasarkan angka-angka masa lampau mungkin harus dihitung kembali sebelum
dapat dibagikan, sehingga bisa menimbulkan banyak masalah hukum. Terdapat juga
banyak kesulitan dalam menjalankan praktek ini; yaitu, biaya untuk melaporkan
kembali mungkin sangat besar, atau pelaporan kembali itu mungkin saja tidak dapat
dilakukan berdasarkan data yang tersedia.
2. Pelaporan perubahan secara retrospektif
Penyesuaian retrospektif (retrospective application) atas laporan keuangan
akan menyusun kembali laporan keuangan tahun sebelumnya atas dasar yang
konsisten dengan prinsip yang baru diterapkan. Perusahaan menyajikan pengaruh
kumulatif dari perubahan atas penyesuaian atas laba ditahan awal di tahun paling awal
yang disajikan dalam laporannya.
Pendukung pendekatan ini berpendapat bahwa hanya dengan menyusun
kembali laporan periode sebelumnya yang dapat menjamin perubahan prinsip
akuntansi atas laporan keuangan tetap dapat dibandingkan. Jika pendekatan ini tidak
digunakan, maka laporan keuangan tahun sebelum perubahan akan disajikan dengan
metode lama; sementara laporan keuangan pada tahun perubahan akan melaporkan
keseluruhan penyesuaian kumulatif atas laba; dan laporan keuangan setelah tahun
perubahan akan menyajikan laporan keuangan atas dasar baru tanpa pengaruh
kumulatif perubahan. Konsistensi dianggap penting dalam menyediakan data
kecenderungan-laba yang berarti dan hubungan keuangan lainnya yang diperlukan
untuk mengevaluasi bisnis.
3. Pelaporan perubahan secara prospektif (di masa depan)
Pada pendekatan ini, hasil yang telah dilaporkan sebelumnya biasanya tidak
diubah. Saldo awal tidak perlu disesuaikan. Pendukung pendekatan ini berargumen
bahwa setelah manajemen menyajikan laporan keuangan berdasarkan prinsip
akuntansi yang dapat diterima, maka laporan tersebut sudah final; manajemen tidak
dapat mengubah periode sebelumnya dengan menerapkan prinsip baru. Berdasarkan
alasan ini, penyesuaian kumulatif selama tahu berjalan dianggap tidak tepat, karena
5

pendekatan ini meliputi jumlah yang memiliki hubungan yang kecil atau bahkan tidak
ada sama sekali dengan laba atau peristiwa ekonomi selama tahun berjalan.
FASB mensyaratkan agar perusahaan memakai pendekatan retrospektif. Karena
pendekatan ini menyediakan informasi yang lebih berguna bagi para pemakai laporan
keuangan dibanding pendekatan pengaruh kumulatif maupun pendekatan prospektif.
Logikanya, pengubahan laporan terdahulu sesuai prinsip baru akan menghasilkan konsistensi
yang lebih besar diantara periode-periode akuntansi. Para pengguna akan lebih tepat
membandingkan kesimpulan-kesimpulan antarperiode.
Pendekatan Perubahan Akuntansi Retrospektif
Ada asumsi awal bahwa sekali perusahaan mengadopsi prinsip akuntansi tertentu,
prinsip tersebut tidak boleh berubah. Asumsi tersebut dapat dipahami terkait ide bahwa
konsistensi pemakaian prinisp akuntansi tertentu menambah manfaat laporan keuangan.
Namun, lingkungan terus berubah dan perusahaan ikut berubah. Standar-standar baru dengan
subjek seperti opsi saham, pertukaran aktiva nonmoneter, derivatif, dan sebagainya,
menandai bahwa perusahaan dalam prinsip akuntansi akan terus terjadi.
Ketika perusahaan mengubah satu prinsip akuntansi, perubahan tersebut sebaiknya
dilaporkan dengan aplikasi retrospektif. Secara umum, perusahaan tersebut harus melakukan
hal-hal berikut ini:
1. Perusahaan mengoreksi laporan keuangannya pada setiap periode yang tercakup.
Maka, informasi laporan keuangan terkait periode terdahulu akan berdasar pada
prinsip akuntansi yang baru.
2. Perusahaan mengoreksi nilai pindah buku atas aktiva dan kewajiban terhitung awal
bulan

pertama

yang

tercakup

dalam

laporan.

Maka,

akun-akun

tersebut

mencerminkan pengaruh kumulatif pada periode-periode terdahulu akibat perubahan


pada periode-periode yang lebih baru. Perusahaan juga melakukan koreksi
pengimbang (offset) terhadap neraca pembukaan atas akun laba ditahan atau
komponen relevan lainnya dalam ekuitas pemegang saham atau aktiva bersih
terhitung awal tahun pertama yang tercantum dalam laporan.
Sebagai contoh, asumsikan Target memutuskan mengubah metode penilaian
persediaannya pada tahun 2007 dari metode persediaan ritel (FIFO) menjadi persediaan
ritel (biaya rata-rata). Target menyertakan informasi komparatif tahun 2005 dan 2006,
berdasarkan metode yang baru. Ketika menyusun laporan keuangan komparatif, Target
6

akan mengoreksi aktiva, kewajiban, dan laba ditahan periode-periode sebelumnya tahun
2005 dan melaporkan jumlah tersebut dalam laporan keuangan tahun 2005.
Contoh Perubahan Akuntansi Retrospektif
Dalam rangka mengilustrasikan pendekatan retrospektif, asumsikan Lancer Company
memakai metode LIFO atas akuntansi persediaanya. Pada tahun 2007, perusahaan ini beralih
ke metode FIFO karena pihak manajemennya meyakini pendekatan baru tersebut
menghasilkan pengukuran lebih akurat atas biaya-biaya persediannya. Ilustrasi 22-1
menyajikan informasi Lancer Company.

Menurut informasi Lancer Company, ilustrasi 22-2 menyajikan laporan keuangan,


laporan laba ditahan, neraca, dan laporan arus kas untuk tahun 2005-2007 mnurut LIFO.

Menurut ilustrasi 22-2, berdasarkan LIFO Lancer Company melaporkan laba bersih
$120.000 pada tahun 2005, $100.000 pada 2006, dan $87.000 pada 2007. Nilai persediaan
yang dilaporkan dalam neraca Lancer mencerminkan pembiayaan LIFO.

Ilustrasi 22-3 menyajikan laporan laba rugi, laba ditahan, neraca, arus kas Lancer
pada tahun 2005-2007 berdasarkan FIFO. Dapat anda lihat bahwa laporan arus kas
berdasarkan FIFO sama dengan berdasarkan LIFO. Meski laba bersih berbeda pada setiap
periode, tidak ada pengaruh arus kas yang berasal dari perbedaan laba bersih tersebut. (Jika
kita mempertimbangkan pajak penghasilan, barulah ada pengaruh arus kas.)

Bandingkan laporan-laporan keuangan pada Ilustrasi 22-2 dan 22-3. Dapat dilihat
bahwa, berdasarkan penerapan retrospektif, perubahan menjadi penilaian persediaan FIFO
berpengaruh pada persediaan yang dilaporkan, biaya barang yang dijual, laba bersih, dan laba
ditahan. Dalam subbab berikut kami membahas akuntansi dan laporan atas perubahan
akuntansi Lancer dari LIFO ke FIFO.

Akuntansi untuk Pelaporan atas Perubahan Prinsip


Menurut informasi pada ilustrasi 22-1, 22-2 dan 22-3, sekarang kita siap mencatat dan
melaporkan perubahan akuntansi terkait.
Pencatatan Perubahan Prinsip Akuntansi
Langkah pertama adalah megoreksi catatan keuangan terkait perubahan dari LIFO ke FIFO.
Dalam praktiknya, kita menjalankan analisis seperti pada ilustrasi 22-4
ILUSTRASI 22-4. Data untuk Mencatat Perubahan Prinsip Akuntansi

Ayat yang mencatat perubahan ke metode FIFO pada awal tahun 2007 disajikan
berikut ini.
Persediaan

5.000

Laba Ditahan

5.000

Perubahan menambah akun persediaan sebesar $5.000. Nilai ini mencerminkan


perbedaan antara persediaan akhir per 31 Desember 2006 menurut LIFO ($20.000) dan
persediaan akhir menurut FIFO ($25.000). Kredit pada Laba Ditahan menunjukan nilai yang
diperlukan dalam rangka mengubah laba tahun terdahulu, dengan asumsi Lancer telah
memakai FIFO sejak periode-periode sebelumnya.

10

Melaporkan Perubahan Prinsip Akuntansi


Pengungkapan perubahan akuntansi sangatlah penting. Para pemakai laporan
keuangan menginginkan informasi konsisten dari satu periode ke periode berikutnya.
Konsistensi seperti ini menjamin manfaat laporan keuangan. Persyaratan pengungkapan
utama disajikan sebagai berikut ini.
1. Sifat dan alasan perubahan prinsip akuntansi tersebut. Bagian ini harus menyertakan
penjelasan mengenai kelebihan prinsip akuntansi baru tersebut.
2. Metode penerapan perubahan tersebut, dan:
a. Deskripsi informasi periode terdahulu yang telah dikoreksi secara retrospektif,
jika ada.
b. Pengaruh perubahan tersebut terhadap laba operasi yang berlanjut, laba bersih
(atau judul lainnya yang sesuai perubahan aktiva bersih atau indikator kinerja),
setiap item dalam satu bagian yang ikut terpengaruh, dan setiap nilai per saham
yang terpengaruh dalam periode berjalan dan dalam setiap periode terdahulu yang
terkoreksi secara retrospektif.
Lancer Company akan menyusun laporan keuangan komparatif tahun 2006 dan 2007
berdasarkan FIFO (metode baru persediaan). Ilustrasi 22-5 menyajikan cara Lancer
melaporkan informasi ini.
Seperti pada Ilustrasi 22-5, Lancer Company melaporkan laba bersih berdasarkan
metode FIFO yang baru diadopsi untuk tahun 2006-2007. Perusahaan mengoreksi secara
retrospektif laporan laba rugi 2006 sehingga informasi di dalam laporan ini sesuai dengan
basis FIFO. Lebih lanjut, catatan dalam laporan keuangan tersebut menjelaskan sifat
perubahannya, alasan perusahaan melakukan perubahan tersebut, dan tahun-tahun yang
terpengaruh. Catatan itu juga menyajikan data mengenai perbedaan penting antara nilai yang
dilaporkan berdasarkan LIFO versus FIFO. (ketika mengidentifikasi perbedaan yang
signifikan, sejumlah perusahaan menyajikan keseluruhan laporan keuangannya dan
perbedaan baris-per-baris antara LIFO dan FIFO.)

11

Penyesuaian Laba Ditahan


Seperti disajikan di atas, salah satu syarat pengungkapan adalah penyajian pengaruh
kumulatif dari perubahan akuntansi terhadap nilai laba ditahan terhitung awal periode paling
terdahulu tersebut adalah 1 Januari 2006. Lancer mengungkapkan informasi terkait dengan
deskripsi naratif (Lihat catatan A pada ilustrasi 22-5). Lancer juga akan mengungkapkan
informasi itu dalam laporan laba ditahan. Ilustrasi 22-6 menyajikan laporan laba ditahan
Lancer menurut LIFO-yaitu, sebelum berlakunya pengaruh perubahan prinsip akuntansi
terkait. (Informasi ini diambil dari Ilustrasi 22-2)

12

Jika Lancer menyajikan laporan komparatif tahun 2006 dan 2007 menurut FIFO,
Lancer harus mengubah saldo awal laba ditahan per 1 Januari 2006. Perhitungan perbedaan
antara saldo laba ditahan menurut LIFO dan FIFO disajikan berikut ini

Perbedaan sebesar $2.000 merupakan pengaruh kumulatif. Ilustrasi 22-7 menyajikan


laporan laba ditahan komparatif tahun 2006 dan 2007, setelah berlakunya pengaruh
perubahan prinsip akuntansi ke FIFO.

Lancer menyesuaikan saldo awal laba ditahan pada 1 Januari 2006, untuk kelebihan
laba bersih FIFO dibanding laba bersih LIFO pada tahun 2005. Penyajian komparatif ini
menunjukan jenis penyesuaian yang harus dilakukan perusahaan. Lebih lanjut, nilai
penyesuaian ini akan lebih besar jika periode terdahulu yang ikut diperhitungkan lebih
banyak.

Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung dari Perubahan


Pengaruh Langsung
FASB berketetapan bahwa perusahaan harus menerapkan pengaruh langsung
perubahan prinsip akuntansi secara retrospektif. Contoh pengaruh langsung berupa koreksi
neraca persediaan akibat perubahan metode penilaian persediaan. Sebagai contoh, Lancer
Company harus mengubah nilai persediaan periode terdahulu dalam rangka menunjukkan

13

perubahan penilaian persediaan ke metode FIFO. Contoh lain terkait persediaan berupa
koreksi kesalahan akibat penerapan uji lower-of-cost-or-market (LCM) terhadap neraca
persediaan terkoreksi. Perubahan terkait, antara lain pengaruh pajak penghasilan yang
ditangguhkan yang muncul akibat koreksi kesalahan, juga dianggap sebagai pengaruh
langsung.
Untuk mengilustrasikan pengaruh dari efek langsung atas pajak, asumsikan bahwa
Denson Constraction Co. telah memperhitungkan labanya dari kontrak konstruksi jangka
panjang dengan menggunakan metode kontrak-selesai. Pada tahun 2007, perusahaan ini
beralih ke metode persentase-penyelesaian karena manajemen percaya bahwa pendekatan ini
akan menghasilkan ukuran yang lebih tepat atas laba yang diperoleh. Untuk keperluan pajak
(asumsikan tarif pajak yang berlaku adalah 40%), perusahaan menerapkan metode kontrakselesai dan merencanakan untuk terus menggunakan metode ini di masa datang.
Ilustrasi 22-8 menyajikan bagian-bagian laporan laba rugi tahun 2005-2007menurut
metode kontrak selesai dan metode persentase penyelesaian.

Dalam rangka mencatat perubahan dari metode kontrak-selesai ke metode persentase


penyelesaian, kita menganalisis berbagai pengaruh, seperti disajikan pada Ilustrasi 22-9 .

14

Ayat jurnal untuk mencatat perubahan pada tahun 2007 adalah:


Konstruksi dalam proses

220.000

Kewajiban Pajak yang Ditangguhkan

88.000

Laba Ditahan

132.000

Akun konstruksi dalam proses bertambah $220.000 (dijelaskan di kolom pertama di


bawah judul Perbedaan Laba pada Ilustrasi 22-9). Kredit $132.000 pada akun Laba Ditahan
mewakili pengaruh laba kumulatif sebelum tahun 2007 (kolom ketiga di bawah judul
Perbedaan Laba pada Ilustrasi 22-9). Perusahaan mengkredit akun Laba Ditahan karena
laba tahun-tahun terdahulu ditutup ke akun ini setiap tahunnya. Kredit ke akun Kewajiban
Pajak yang Ditangguhkan mewakili koreksi pengeluaran pajak tahun-tahun terdahulu.
Perusahaan kini mengakui nilai tersebut $88.000, sebagai kewajiban pajak untuk masa depan.
Artinya, di periode mendatang penghasilan pajak akan lebih besar dibanding penghasilan
menurut pembukuan akibat perbedaan yang bersifat sementara pada periode berjalan ini;
maka Denson harus melaporkan kewajiban pajak yang ditangguhkan pada tahun berjalan.
Denson melaporkan laporan keuangan komparatif, seperti terlihat pada paruh bawah
di Ilustrasi 22-8. Laporan ini menyertakan besarnya pajak yang baru. Seperti yang dijelaskan
sebelumnya, semua perusahaan harus mencatat pada tahun berjalan mengenai pengaruh
langsung perubahan nilai pajak yang diakibatkan oleh perubahan prinsip akuntansi.
Perusahaan juga harus menyajikan informasi periode terdahulu, mencakup perubahan nilai
pajak, berdasarkan metode akuntansi yang baru.
Pengaruh Tidak Langsung
Selain pengaruh langsung, perusahaan juga dapat mengalami pengaruh tidak langsung
terkait perubahan prinsip akuntansi. Pengaruh tidak langsung adalah semua perubahan atas
15

arus kas perusahaan pada periode berjalan atau masa depan yang disebabkan oleh perubahan
prinsip akuntansi yang diterapkan secara retrospektif. Contoh pengaruh tidak langsung
berupa perubahan pembagian laba atau pembayaran royalti yang bergantung pada nilai dalam
laporan seperti pendapatan atau laba bersih. Pengaruh tidak langsung tidak mengubah nilainilai dalam laporan pada periode terdahulu.
Sebagai contoh, mari kita asumsikan bahwa Denson Construction memiliki program
pembagian laba kepada karyawan berdasarkan laba bersih. Seperti disajikan Ilustrasi 22-8,
Denson akan melaporkan laba lebih besar pada tahun 2005 dan 2006 bilamana perusahaan ini
memakai metode persentase-penyelesaian. Lebih lanjut, mari kita asumsikan program
pembagian laba tersebut mengharuskan Denson membayar berdasarkan jumlah laba menurut
metode persentase-penyelesaian. Dalam situasi ini, Denson melaporkan biaya tambahan
tersebut pada periode berjalan; Denson tidak akan mengubah nilai biaya ini pada periode
terdahulu. Bilamana perusahaan menyusun laporan keuangan komparatif, perusahaan juga
tidak akan menerapkan biaya tambahan ini pada periode terdahulu.
Jika ketentuan program pembagian laba menyatakan tidak perlu ada pembayaran pada
periode berjalan terkait perusahaan di atas, perusahaan tidak perlu mengakui biaya
pembagian laba tambahan pada periode berjalan. Perusahaan juga tidak mengubah nilai
dalam laporan periode terdahulu.
Ketika perusahaan mengakui pengaruh tak langsung dari perubahan prinsip akuntansi,
perusahaan menyertakan dalam laporan keuangannya deskripsi pengaruh tak langsung
tersebut. Sejalan dengan itu, perusahaan mengungkapkan nilai yang diakui pada periode
berjalan dan informasi yang relevan lainnya terkait saham.

Ketidakpraktisan
Perusahaan tidak selalu dapat menentukan bagaimana mereka seharusnya melaporkan
informasi keuangan periode terdahulu berdasarkan penerapan retrospektif dari perubahan
prinsip akuntansi. Penerapan retrospektif dianggap tidak praktis (impracticable) jika
perusahaan

tidak

dapat

menentukan

pengaruh

periode-terdahulu

bahkan

setelah

mengusahakan semua cara yang masuk akal.


Perusahaan tidak boleh memakai penerapan retrospektif bila menemui salah satu
kondisi berikut ini :
16

1. Perusahaan tidak dapat menentukan pengaruh penerapan retrospektif


2. Penerapan retrospektif memerlukan penetapan asumsi-asumsi mengenai rencana kerja
pihak manajemen pada periode terdahulu
3. Penerapan retrospektif memerlukan estimasi-estimasi signifikan terkait periode
terdahulu, dan perusahaan tidak dapat secara objektif menegsahkan informasi yang
diperlukan dalam menerapkan estimasi-estimasi tersebut.
Jika salah satu kondisi di atas terjadi, penerapan pendekatan retrospektif dianggap tidak
praktis. Dalam kasus ini, perusahaan menerapkan secara retrospektif prinsip akuntansi baru
dengan mencakup hingga tanggal paling terdahulu yang masih dianggap praktis.
Sebagai contoh, asumsikan Williams Company mengubah metode persediaannya dari
FIFO menjadi LIFO, terhitung 1 Januari 2008. Williams menyusun laporan berbasis tahun
kalender dan telah memakai metode FIFO sejak berdirinya perusahaan. Williams
menganggap penerapan metode barunya secara retrospektif tidak praktis. Penentuan pengaruh
periode terdahulu memerlukan asumsi-asumsi subjektif mengenai lapisan LIFO yang terjadi
di periode terdahulu. Asumsi-asumsi itu biasanya akan mengakibatkan penetapan nilai-nilai
laba yang berbeda.
Jadi, satu-satunya koreksi yang diperlukan berupa pelaporan ulang persediaan awal ke
dasar biaya dari pendekatan lower-of-cost-or-market. Williams hanya perlu mengungkapkan
pengaruh perubahan metodenya terhadap hasil operasi pada periode terjadinya perubahan
tersebut. Kemudian, perusahaan perlu menjelaskan alasan pengabaian penghitungan pengaruh
kumulatif terhadap tahun-tahun terdahulu. Terakhir, perusahaan perlu mengungkapkan
justifikasi perusahaan ke metode LIFO tersebut. Ilustrasi 22-10, dari laporan tahunan Quaker
Oats Company, menyajikan jenis pengungkapan yang diperlukan.
2.3 PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI
Dalam penyusunan laporan keuangan maka memerlukan estimasi dampak dari kondisikondisi dan peristiwa yang akan datang di masa mendatang. Berikut ini adlah contoh pos-pos
yang memerlukan adanya estimasi :

Piutang tak tertagih


Keusangan persediaan
Umur manfaat dan nilai sisa aktiva
Periode yang menerima manfaat dari biaya yang ditangguhkan
Kewajiban untuk biaya garansi dan pajak penghasilan
Cadangan mineral yang dapat dipulihkan kembali
17

Perubahan metode penyusutan


Kondisi-kondisi dan peristiwa di masa yang akan datangserta dampaknya tidak dapat
dirasakan dengan pasti. Oleh karena itu, estimasi membutuhkan penggunaaan pertimbangan.
Estimasi akuntansi akan berubah apabila terjadi peristiwa baru, seperti diperlukannya
pengalaman yang lebih banyak, atau karena diperolehnya informasi bahan.
Perubahan estimasi harus ditangani secara propekstif. Yaitu, tidak ada perubahan yang
harus dibuat dalam hasil yang dilaporkan sebelumnya. Jadi, pengaruh dari semua perubahan
estimasi diperhitungkan dalam (1) periode perubahan jika perubahan itu hanya
mempengaruhi periode bersangkutan atau (2) periode perubahan dan periode di masa datang
jika perubahan tersebut mempengaruhi keduanya. Akibatnya, perubahan estimasi dipandang
sebagai koreksi atau penyesuaian normal yang berulang, hasil alami dari proses akuntansi,
dan perilakuan retropektif dilarang.
Situasi yang berkaitan dengan perubahan estimasi yang berbeda dari situasi yang
meliputi perubahan prinsip akuntansi. Apabila perubahan estimasi ditangani atas dasar
retroaktif , atau atas dasar pengaruh kumulatif,maka penyesuaian yang terus menerus
terhadap laba tahun sebelumnya akan terjadi. Hal tersebut dipandang cukup tepat untuk
menerima pendapat bahwa karena munculnya kondisi atau situasi baru, maka revisi yang
sesuai harus dilakukan terhadap situasi baru dan harus ditangani dalam periode berjalan serta
di masa depan.
Sebagai ilustrasi underwriters Labs Inc. membeli sebuah gedung senilai $300.000
pada awalnya diestimasi memiliki umur manfaat selama 15 tahun tanpa nilai sisa. Penyusutan
telah dicatat selama 5 tahun dengan metode garis lurus. Pada tanggal 1 januari 2007, estimasi
umur manfaat direvisi sehingga aktiva tersebut diperkirakan memiliki total umur manfaat
selama 25 tahun. Asumsi bahwa umur manfaat untuk tujuan pelaporan keuangan dan pajak
adalah sama. Akun pada awal tahun keenam adalah sebagai berikut :
Gedung

$300.000

Dikurangi : Ak.Penyusutan gedung (5 x $20.000)

100.000

Nilai buku gedung

$200.000

Dengan ayat jurnal untuk mencatat penyusutan tahun 2008 adalah :


Beban Penyusutan

10.000

Ak.Penyusutan Gedung

10.000
18

Perhitungan beban penyusutan sebesar $10.000 adalah sebagi berikut :


Nilai Buku Aktiva
Beban Penyusutan =

$200.000
=

Sisa Umur Manfaat

= $10.000
25 tahun 5 tahun

Membedakan antara perubahan estimasi dengan perubahan prinsip akuntansi


kadangkala sulit, apakah hal ini merupakan perubahan prinsip atau perubahan estimasi
apabila perusahaan beralih dari menangguhkan dan mengamortisasi biaya pemasaran tertentu
ke mencatatnya sebagai beban pada saat terjadinya karena manfaat biaya tersebut di masa
mendatang meragukan. Dalam kasus seperti itu, jika tidak mungkin untuk menentukan
apakah yang terjadi merupakan perubahan prinsip atau perubahan estimasi, perubahan
tersebut harus dianggap sebagai perubahan estimasi.
Contoh terkait perubahan estimasi yang dipengaruhi oleh perubahan prinsip akuntansi berupa
perubahan metode penyusutan (berikut amortisasi atau deplesi). Karena perusahaan merubah
metode penyusutan berdasarkan perubahan estimasilaba masa depan aktiva berumur panjang,
tidaklah mungkin memisahkan pengaruh perubahan prinsip akuntansi dari perubahan estimasi
tersebut. Kesimpulannya, perusahaan memperhitungkan perubahan metode penyusutan
sebagai perubahan estimasi yang dipengaruhi oleh perubahan prinsip akuntansi.
Masalah yang sama juga terjadi dalam membedakan antara perubahan estimasi dan
koreksi kesalahan, meskipun jawabannya jauh lebih jelas, bagaimana kita menentukan
informasi apakah yang terabaikan pada periode sebelumnya (suatu kesalahan) atau apakah
informasi itu saat ini tersedia untuk pertama kalinya. Klasifikasi yang tepat merupakan hal
yang penting karena koreksi kesalahan memiliki perlakuan akuntansi yang berbeda dari yang
diberikan untuk perubahan estimasi. Aturan umumnya adalah bahwa estimasi yang
cermatyang pada akhirnya akan terbukti tidak benar harus dianggap sebagai perubahan
estimasi. Hanya apabila estimasi benar-benar dihitung secara tidak benar karena kurangnya
keahlian atau ketidakjujuran , maka penyesuaiannya harus dianggap sebagai kesalahan. Tidak
ada garis batas yang jelas dalam hal ini, dan pertimbangan yang baik harus digunakan dalam
memandang semua situasi tersebut.

PENGUNGKAPAN
19

Pada kebanyakan kasus , perusahaan tidak perlu mengungkapkan perubahan


perhitungan estimasi yang dilakukan dalam operasi normal, seperti cadangan utang tak
terbayar atau keusangan persediaan, kecuali perubahan itu material. Namun, dalam
perubahan estimasi yang pengaruhnya terjadi selama beberapa periode misalnya, perubahan
usia pakai atas aktiva tersusutkan, perusahaan harus mengungkapkan pengaruhnya terhadap
laba dari operasi berkelanjutan dan nilai per saham terkait dalam periode berjalan. Ketika
perusahaan telah mengubah estimasi yang terpengaruh oleh perubahan prinsip akuntansi,
perusahaan harus menjelaskan alasan yang mendukung penerapan prinsip baru tersebut.
Selanjutnya, perusahaan menjadi subjek dalam semua paduan pengungkapan yang disusun
terkait perubahan prinsip akuntansi.
PELAPORAN PERUBAHAN DALAM ENTITAS
Suatu perubahan akuntansi yang terjadi pada laporan keuangan yang sebenarnya
merupakan laporan dari entitas yang berbeda harus dilaporkan dengan menyertakan kembali
laporan keuangan yang disajikan selama periode sebelumnya, guna menunjukan informasi
keuangan bagi entitas pelaporan yang baru selama semua periode.
Contoh perubahan dalam entitas pelaporan adalah :
1. Menyajikan laporan konsolidasi untuk menggantikan laporan perusahaan individual
2. Mengubah anak perusahaan tertentu yang terdiri dari kelompok peruahaan dimana laporan
keuangan konsolidasi disajikan.
3. Mengubah perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan gabungan
4. Perubahan metode akuntansi biaya, ekuitas, atau konsolidasi untuk anak perusahaan dan
investasi.

Perubahan

dalam

entitas

pelaporan

bukan

berasal

dari

penciptaan,

pemutusan(cessation), pembelian atau disposisi anak perusahaan atau unit bisnis lainnya
Laporan keuangan dari tahun dimana perubahan dalam entitas pelaporan dilakukan
harus mengungkapkan sifat perubahan itu dan alasannya. Pengaruh perubahan ini terhadap
laba sebelum pos-pos luar biasa, laba bersih, dan laba persaham harus dilaporkan untuk
semua periode yang disajikan. Pengungkapan ini tidak perlu diulang untuk laporan keuangan
di periode berikutnya.
2.4PELAPORAN KOREKSI KESALAHAN
Kesalahan tertentu, misalnya mengklasifikasikan neraca dalam laporan keuangan tidak
sesignifikan bagi investor dibanding kesalahan lain. Kesalahan signifikan akan menyebabkan
lebih saji atas aktiva atau laba, namun para investor perlu mengetahui potensi pengaruh dari
20

semua kesalahan. Bahkan mengklasifikasikan yang tidak berbahaya dapat berpengaruh


rasio yang penting, dan juga kesalahan tertentu dapat menandakan kelemahan dalam kendali
internal yang dapat memicu kesalahan lain yang lebih signifikan.
Berikut ini adalah contoh-contoh dari kesalahan akuntansi :
a. Perubahan dari prinsip akuntansi yang tidak berlaku umum ke prinsip akuntansi yang
berlaku umum. Dasar pemikiran dari hal ini adalah bahwa periode sebelumnya telah
disajikan secara tidak benar. Contoh, perubahan dari akuntansi dasar kas atau pajak ke
penghasilan dasar akrual.
b. Kesalahan matematis yang diakibatkan oleh penjumlahan, pengurangan, dan sebagainya.
Contoh, penjumlahan kartu perhitungan persediaan yang salah dalam menentukan nilai
persediaan.
c. Perubahan estimasi yang terjadi karena estimasi-estimasi itu tidak dibuat dengan jujur.
Contoh, penggunaan tarif penyusutan yang secara jelas tidak realistis.
d. Kelalaian, seperti kegagalan untuk megakrualkan atau menangguhkan beban atau
pendapatan tertentu di akhir periode.
e. Penggunaan fakta yang tidak benar, seperti kegagalan untuk menggunakan nilai sisa
dalam menghitung dasar penyusutan untuk pendekatan garis lurus.
f. Klasifikasi biaya yang tidak tepat sebagai beban dan bukan sebagai aktiva serta
sebaliknya.
Kesalahan akuntansi memiliki berbagai penyebab. Gambar di bawah ini akan
menyajikan 11 kategori utama kesalahan akuntansi yang menyebabkan pelaporan ulang.
Kategori Akuntansi
Pengakuan biaya
Pengakuan pendapatan

Misklasifikasi

Ekuitaslain-lain
Cadangan/kontijensi

Jenis Pelaporan Ulang


Mencatat biaya pada periode atau dalan bilai
yang tidak tepat
Penghitungan tidak tepat atas pendapatan.
Kategori ini mencakup pengakuan tidak tepat
atas pendapatan, pengakuan atas pendapatan
yang diragukan, atau sejumlah kesalahan lain
yang menyebabkan kesalahan atas pelaporan
pendapatan.
Misklasifikasi pos akuntansi yang signifikan
dalam neraca,laporan laba rugi, atau laporan
arus kas. Mencakup pelaporan ulang akibat
misklasifikasi akun jangka pendek atau
panjang atau akun yang berpengaruh terhadap
arus kas operasi.
Penghitungan tidak tepat atas EPS, saham
terbatas, waran, dan instrumen ekuitas lain.
Kesalahan yang mencakup piutang usaha,
utang tak tertagih, cadangan persediaan,
penyisihan untuk pajak penghasilan, dan
21

Aktiva berusia panjang


Perpajakan

Ekuitas laba komprehensif lainnya

Persediaan
Ekuitas opsi saham
Lain-lain

kontijensi rugi.
Penurunan nilau aktiva properti, pabrik, dan
peralatan, goodwill, atau aktiva terkait lainnya.
Kesalahan yang mencakup koreksi atas provisi
pajak, penanganan tidak tepat atas kewajiban
pajak, dan pos-pos yang lain terkait pajak.
Penghitungan tidak tepat atas transaksi ekuitas
yang terkait yang terkait laba komprehensif
antara pos mata uang asing, penyesuaian
kewajiban minimum atas pensiun, keuntungan
dan kerugian yang tidak diakui atas investasi
tertentu dalam utang, sekuritas ekuitas, dan
derivatif.
Penilaian biaya persediaan, isu kuantitas, dan
biaya penyesuaian penjualan.
Penghitungan tidak tepat atas opsi saham
karyawan.
Semua pelaporan ulang yang tidak tercakup
dalam kategori di atas antara lain yang terkait
penghitungan tidak tepat atas akuisisi atau
merger.

Segera setelah ditemukan, kesalahan-kesalahan tersebut harus dikoreksi dengan


ayat jurnal yang tepat dalam akun dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Profesi akuntansi
mensyaratkan bahwa koreksi kesalahan diperlakukan sebagai penyesuaian periode
sebelumnya, dicatat dalam tahun di mana kesalahan itu ditemukan, dan dilaporkan pada
laporan keuangan sebagai penyesuaian atas saldo awal laba ditahan. Jika laporan komparatif
disajikan, maka laporan periode sebelumnya yang terpengaruh harus dinyatakan kembali
untuk mengoreksi kesalahan. Pengungkapan ini tidak perlu diulang dalam laporan keuangan
periode berikutnya.
Contoh :
Untuk mengilustrasikannya, misalkan pada tahun 2008 petugas pembukuan Selectric
Company menemukan bahwa pada tahun 2007 perusahaan lalai mencatat dalam akun beban
penyusutan sebesar $20.000 atas gedung yang baru dibangun. Penyusutan ini telah secara
tepat dimasukan dalam SPT pajak. Gambar di bawah ini menyajikan laporan laba rugi
Selectric tahun 2007 (dimulai dari laba sebelum beban penyusutan) dengan dan tanpa
kesalahan.

22

Gambar 1. Laporan Laba Rugi Selectric Company Tahun 2007


Ilustrasi di bawah ini menyajikan ayat jurnal yang harus disusun dan terlanjur disusun
oleh Selectric Company dalam rangka mencatat beban penyusutan dan pajak penghasilan.
Ayat Jurnal yang Harus Dibuat Perusahaan

Ayat Jurnal yang Dibuat Perusahaan

(Tanpa Kesalahan)
Beban Penyusutan
20.000
Akumulasi PenyusutanBangunan

(Dengan Kesalahan)
Tidak ada ayat jurnal untuk penyusutan

20.000
Beban Pajak Penghasilan

Beban Pajak Penghasilan


Utang Pajak Penghasilan

20.000
20.000

Kewajiban Pajak yang


Ditangguhkan
Utang Pajak Penghasilan

40.000
8.000
32.000

Sebagai akibat dari kesalahan tidak memasukkan beban sebesar $20.000 di tahun 2007 :

Pengaruh terhadap Laporan Laba Rugi


Beban penyusutan tahun 2007 telah dinyatakan terlalu rendah 20.000
Beban pajak penghasilan tahun 2007 telah dinyatakan terlalu tinggi sebesar $8.000
($20.000 x 40%)
Laba bersih tahun 2007 telah dinyatakan terlalu tinggi sebesar $12.000 ($20.000 -

$8.000)
Pengaruh terhadap Neraca
Akumulasi penyusutan-bangunan telah dinyatakan terlalu rendah sebesar $20.000
Kewajiban pajak yang ditangguhkan telah dinyatakan terlalu tinggi sebesar $8.000
($20.000 x 40%).
Untuk memuat jurnal koreksi yang tepat pada tahun 2008, Selectric Company harus

mengakui laba bersih tahun 2007 dinyatakan terlalu tinggi sebesar $12.000, Kewajiban pajak
yang ditangguhkan telah dinyatakan terlalu tinggi sebesar $8.000, Akumulasi penyusutanbangunan telah dinyatakan terlalu rendah sebesar $20.000. Ayat jurnal untuk mengoreksi
kesalahan ini pada tahun 2008 adalah:
Laba ditahan
Kewajiban Pajak yang Ditangguhkan

12.000
8.000
23

Akumulasi Penyusutan-Bangunan

20.000

Pendekatan ke akun laba ditahan terjadi karena laba bersih tahun 2007 lebih saji.
Pendebetan ke akun kewajiban pajak tertunda dibuat untuk menghapus akun ini, yang
merupakan akun yang salah. Pengkreditan ke akun akumulasi penyusutan bangunan
mengurangi nilai buku bangunan ke nilai yang tepat.
1.1 Laporan Periode Tunggal
Asumsikan Selectric Company memiliki saldo laba ditahan awal per 1 Januari 2008
sebesar $350.000. Perusahaan melaporkan laba bersih $400.000 pada tahun 2008.

Gambar 2. Laporan Laba Ditahan Selectric Company Tahun 2008


Neraca tahun 2008 tidak akan menyertakan kewajiban pajak yang ditangguhkan terkait
dengan bangunan, dan akumulasi penyusutan bangunan kini dilaporkan ulang dengan nilai
yang lebih besar. Laporan laba rugi tidak akan terpengaruh.
1.2 Laporan Komparatif
Laporan keuangan komparatif dibuat, maka penyesuaian harus dilakukan guna
mengoreksi jumlah semua akun yang terpengaruh yang dilaporkan dalam laporan keuangan
untuk

semua

periode pelaporan. Data dari setiap tahun yang telah disajikan harus dinyatakan kembali samp
ai benar, dan setiap penyesuaian susulan (cacth-up) harus ditampilkan sebagai penyesuaian
periode sebelumnya atas laba ditahan selama periode terdahulu yang dilaporkan.
Contoh:
Kasus Selectric Company, kesalahan mengabaikan penyusutan tahun 2007 sebesar $20.000,
yang ditemukan pada tahun 2008, mengharuskan pernyataan kembali laporan keuangan tahun
2007, apabila disajikan sebagai perbandingan dengan laporan keuangan tahun 2008. Akunakun berikut ini dalam laporan keuangan tahun 2007 (disajikan sebagai pembanding dengan
laporan tahun 2008) akan dinyatakan kembali:
Dalam neraca :
Akumulasi penyusutan bangunan
Kewajiban pajak yang ditangguhkan
Laba ditahan, saldo akhir
Dalam laporan laba rugi :
Beban penyusutan bangunan
Beban pajak penghasilan
24

$20.000 meningkat
$ 8.000 menurun
$12.000 menurun
$20.000 meningkat
$ 8.000 menurun

Laba bersih
$12.000 menurun
Dalam laporan laba ditahan
Laba ditahan, saldo akhir (akibat laba bersih $12.000 menurun
yang lebih rendah selama perode tersebut)
Laporan keuangan tahun 2008 dalam bentuk komparatif dengan laporan keuangan tahun
2007 dibuat seolah-olah kesalahan tidak terjadi. Minimal, laporan komparatif semacam ini
dalam

tahun 2008

harus

mencakup catatan

atas laporan

keuangan

untuk

mengarahkan perhatian pada ke pernyataan kembali laporan keuangan tahun 2007 serta
pengungkapan dampak koreksi terhadap laba sebelum pos-pos luar biasa, laba bersih, dan
jumlah per saham yang terkait.
1. IKHTISAR PERUBAHAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN
Perkembangan pedoman untuk pelaporan perubahan akutansi dan koreksi kesalahan
telah membantu memecahkan beberapa masalah akuntansi yang signifikan dan sudah lama.
Perubahan prinsip akuntansi akan dianggap tepat hanya apabila perusahaan menunjukkan
bahwa prinsip akuntansi alternatif yang berlaku umum yang telah diadopsi lebih disukai
daripada prinsip sebelumnya. Dalam menerapkan pedoman profesi akuntansi, preferensi di
antara prinsip akuntansi harus ditentukan atas dasar apakah prinsip yang baru dapat
mem[erbaiki pelaporan keuangan bukan atas dasar dampak pajak penghasila semata.

Gambar 3. Ikhtisar Pedoman untuk Perubahan Akuntansi dan Kesalahan

2. MOTIVASI UNTUK MENGUBAH METODE AKUNTANSI


25

Sangatlah sulit untuk menentukan standar akuntansi mana yang memliki dukungan
konseptual yang kuat, sementara komplikasi lainnya telah membuat prosesnya menjadi
semakin kompleks.Komplikasi ini berasal dari kenyataan bahwa manajer (dan pihak lainnya)
memiliki

kepentingan

pribadi

atas

bagaimana

laporan

keuangan

mempengaruhi

perusahaan.Para manajer tentunya ingin memperlihatkan kinerja keuangannya yang


baik.Suatu angka laba yang menguntungkan dapat mempengaruhi impestor, dan posisi
likuiditas yang kuat dapat mempengaruhi kreditor.Akan tetapi, angka laba yang terlalu
menguntungkan dapat memberi amunisi kepada para negosiator serikat pekerja dan pembuat
kebijakan pemerintah selama membicarakan tawar-menawar.Oleh sebab itu, para manajer
mungkin memiliki motif laba yang berbeda-beda tergantung pada waktu dan siapa yang ingin
mereka pengaruhi.
Penelitian yang dilakukan telah memberikan masukan tambahan tentang mengapa
perusahaan lebih memilih metode akuntansi tertentu. Beberapa alasannya adalah sebagai
berikut:
1. Biaya politik. Semakin besar perusahaan dan terlihat lebih bersifar politis, semakin
besar para politisi serta pembuat peraturan mencurahkan perhatian kepada perusahaan
tersebut. Banyak pihak berpendapat bahwa ara politisi dan pembuat peraturan ini
dapat membuat sarang dengan menetapkan peraturan-peraturan dalam organisasi
tersebut guna meraih manfaat bagi pemilih mereka. Jadi semakin besar perusahaan,
semakin besar ketergantungan pada peraturan seperti antitrust dan semakin besar
kemungkinannya untuk membayar pajak yang lebih besar.
2. Struktur modal. Sejumlah studi telah mengindikasikan bahwa struktur modal
perusahaan dapat mempengaruhi pemilihan metode akuntansi. Sebagai contoh,
perusahaan dengan rasio hutang terhadap ekuitas yang tinggi akan sangat tergantung
pada perjanjian hutang. Yaitu, perusahaan mungkin memiliki perjanjian hutang yang
mengindikasikan bahwa perusahaan tidak dapat membayar dividen jika laba ditahan
berada di bawah tingkat tertentu. Sebagai akibatnya, perusahaan jenis ini cenderung
memilih metode akuntansi yang akan menaikan laba bersih. Sebagai contoh,
sekelompok

penulis

mengindikasikan

bahwa

struktur

modal

perusahaan

mempengaruhi keputusan apakah akan membebankan atau mengkapitalisasi bunga.


Pihak lainnya mengindikasi bahwa akuntansi biaya penuh lebih dipilih dibandingkan
upaya yang berhasil oleh perusahaan yang memiliki rasio hutang terhadap ekuitas
yang tinggi.
3. Pembayaran bonus. Jika pembayaran bonus dilakukan kepada manajemen berkaitan
dengan laba, maka dapat dikatakan bahwa manajemen akan memilih metode
26

akuntansi yang memaksimalkan pembayaran bonus mereka. Jadi, dalam memilih


meotde akuntansi, manajemen memperhatikan kepentingannnya berkaitan dengan
dampak perubahan laba akuntansi terhadap rencana kompensasinya.
4. Memperlancar laba. Kenaikan laba yang substansial dapat mengundang perhatian dari
para politisi, pembuat peraturan, dan pesaing. Selain itu, kenaikan laba yang besar
juga dapat menciptakan masalah bagi manajemen karena hasil yang sama akan sulit
dicapai pada tahun berikutnya.
2.5 ANALISIS KESALAHAN
Dalam prakteknya, perusahaan tidak mengkoreksi kesalahan yang ditemukan yang tidak
memiliki dampak signifikan terhadap penyajian laporan keuangan. Sebagai contoh,
kegagalan untuk mencatat upah akrual sebesar $5.000 apabila jumlah total gaji setahun
adalah $1.750.000 dan laba bersih adalah $940.000 dianggap tidak signifikan, dan tidak ada
koreksi yang perlu dilakukan.
Dalam kenyataannya, mendefinisikan materialitas adalah sulit, dan pengalaman serta
pertimbangan harus digunakan untuk menentukan apakah perlu melakukan penyesuaian atas
kesalahan tertentu. semua kesalahan yang dibahas dalam bagian ini diasumsikan material dan
membutuhkan penyesuaian. selain itu, semua dampak pajak juga diabaikan dalam bagian ini.
Tiga pertanyaan harus dijawab dalam analisis kesalahan:
1. Kesalahan jenis apa yang terjadi?
2. Ayat jurnal apa yang diperlukan untuk mengkoreksi kesalahan?
3. Bagaimana laporan keuangan dinyatakan kemabli setelah ditemukannya kesalahan?
Seperti diindikasikan sebelumnya, kesalahan diperlakukan sebagai penyesuaian periode
sebelumnya dan dilaporkan dalam tahun berjalan sebagai penyesuaian saldo awal Laba
Ditahan. Jika laporan komparatif disajikan, maka laporan periode sebelumnya yang
terpengaruh haruslah dinyatakan kembali untuk mengkoreksi kesalahan.
1. KESALAHAN-KESALAHAN DALAM NERACA
Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyajian akun aktiva, kewajiban, atau
ekuitas pemegang saham. Contoh-contohnya adalah klasifikasi piutang jangka pendek
sebagai bagian dari investasi; klasifikasi wesel bayar sebagai hutang usaha; dan klasifikasi
aktiva pabrik sebagai persediaan.

27

Reklasifikasi atas pos-pos tersebut ke posisi yang benar diperlukan apabila kesalahan
ditemukan. Jika laporan komparatif yang mencakup tahun kesalahan telah dibuat, maka
rencana untuk tahun kesalahan tersebut akan dinyatakan kembali secara benar.
2. KESALAHAN-KESALAHAN DALAM LAPORAN LABA-RUGI
Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyajian akun-akun nominal dalam
laporan laba-rugi. Kesalahan-kesalahan yang melibatkan klasifikasi yang tidak benar atas
pendapatan atau beban, seperti mencatat pendapatan bunga sebagai bagian dari penjualan;
pembelian sebagai beban piutang ragu-ragu; dan beban penyusutan sebagai beban bunga.
Kesalahan klasifikasi dalam laporan laba-rugi tidak memiliki pengaruh terhadap neraca dan
laba bersih.
Ayat jurnal reklasifikasi akan diperlukan apabila kesalahan ditemukan, yaitu jika kesalahan
itu ditemukan pada tahun laporan dibuat. Jika kesalahan terjadi pada periode sebelumnya,
maka tidak ada ayat jurnal yang diperlukan pada saat kesalahan itu ditemukan karena akunakun selama tahun berjalan telah dinyatakan dengan benar. Jika laporan komparatif yang
mencakup tahun kesalahan telah disiapkan, maka laporan laba-rugi untuk tahun kesalahan itu
akan dinyatakan kembali dengan benar.
3. KESALAHAN DALAM NERACA DAN LAPORAN LABA-RUGI
Jenis kesalahan ketiga melibatkan baik neraca maupun laba-rugi. Sebagai contoh, asumsikan
bahwa hutang upah akrual terabaikan oleh pemegang pembukuan pada akhir periode
akuntansi. Dampak dari kesalahan ini adalah beban dinyatakan terlalu rendah, kewajiban
dinyatakan terlalu rendah, dan laba bersih dinyatakan terlalu tinggi selama periode waktu
tersebut. Kesalahan jenis ini mempengaruhi baik neraca maupun laporan laba-rugi dan
diklasifikasikan dengan satu dari dua cara saling menyeimbangkan atau tidak saling
menyeimbangkan.
1. Kesalahan yang saling menyeimbangkan (counterbalancing errors) adalah kesalahan
yang akan dioffset atau dikoreksi selama dua periode. Dalam ilustrasi sebelumnya,
kegagalan untuk mencatat upah akrual dianggap sebagai kesalahan yang saling
menyeimbangkan karena setelah periode 2 tahun kesalahan itu tidak aka nada lagi.
Dengan kata lain, kegagalan untuk mencatat upah akrual dalam periode sebelumnya
berarti:
a. Laba bersih untuk periode pertama dinyatakan terlalu tinggi.
b. Utang upah akrual (kewajiban) dinyatakan terlalu rendah.
28

c. Beban upah dinyatakan terlalu rendah.


Pada periode berikutnya, laba bersih dinyatakan terlalu rendah; hutang upah akrual
(kewajiban) dinyatakan dengan benar; dan beban upah dinyatakan terlalu tinggi.
Untuk kombinasi 2 tahun:
a. Laba bersih sudah benar.
b. Beban upah sudah benar.
c. Utang upah akrual pada akhir tahun kedua sudah benar.
Kebanyakan kesalahan akuntansi yang memperngaruhi baik neraca maupun laporan
laba-rugi adalah kesalahan yang saling menyeimbangkan.
2. Kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan (noncounterbalancing errors) adalah
kesalahan yang tidak dioffset dalam periode akuntansi berikutnya, misalnya, tidak
mengkapitalisasi peralatan yang memiliki umur manfaat 5 tahun. Jika kita langsung
membebankan aktiva ini, maka beban akan dinyatakan terlalu tinggi dalam periode
pertama tetapi dinyatakan terlalu rendah pada empat periode berikutnya. Pada akhir
periode kedua, dampak kesalahan itu tidak speenuhnya dioffset. Laba bersih
dinyatakan dengan benar hanya secara agregat pada akhir tahin 5, karena aktiva telah
disusutkan sepenuhnya. Jadi, kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan adalah
kesalahan yang memelurkan lebih dari 2 periode untuk mengkoreksinya.
Hanya dengan contoh yang sangat jarang suatu kesalahan tidak pernah direvisi, misalnya,
ketika tanah pada awalnya dibebankan. Karena tanah tidak dapat disusutkan, maka secara
teori kesalahan ini tidak dapat diperbaiki kecuali tanah tersebut dijual.
3.1 Kesalahan yang Saling Menyeimbangkan
Jenis kesalahan umum yang saling menyeimbangkan akan diilustrasikan pada halaman
berikut. Dalam mempelajari ilustrasi ini, sejumlah hal harus diingat. Pertama tentukan apakah
pembukuan telah ditutup atau belum selama periode dimana kesalahan itu ditemukan:
1. Jika pembukuan sudah ditutup:
a. Jika kesalahan telah saling diseimbangkan, maka tidak ada ayat jurnal yang
diperlukan.
b. Jika kesalahan belum saling diseimbangkan, maka diperlukan ayat jurnal
untuk menyesuaikan penyajian saldo laba ditahan.
2. Jika pembukuan belum ditutup:

29

a. Jika kesalahan sudah saling diseimbangkan dan perusahaan telah memasuki


tahun kedua, maka ayat jurnal akan diperlukan untuk mengkoreksi periode
berjalan dan menyesuaikan saldo awal Laba Ditahan.
b. Jika kesalahan belum saling diseimbangkan, maka ayat jurnal akan diperlukan
untuk menyesuaikan saldo awal Laba Ditahan dan mengkoreksi saldo periode
berjalan.
Kedua, jika laporan komparatif disajikan, maka pernyataan kembali jumlah untuk tujuan
komparatif akan diperlukan. Pernyataan kembali ini diperlukan meskipun ayat jurnal koreksi
tidak diperlukan.
Untuk mengilustrasikannya, asumsikan bahwa Sanfords Cement Co. lalai untuk
mengakrualkan pendapatan tahun 2005 pada saat dihasilkan, tetapi mencatat pendapatan itu
pada tahun 2006 ketika diterima. Kesalahan ini baru ditemukan pada tahun 2008. Tidak ada
ayat jurnal yang diperlukan untuk mengkoreksi kesalahan ini karena dampaknya telah saling
diseimbangkan ketika kesalahan tersebut ditemukan pada tahun 2008. Namun, jika laporan
keuangan komparatif untuk tahun 2005 sampai 2008 disajikan, maka akun dan jumlah terkait
selama tahun 2005 sampai 2008 harus dinyatakan kembali secara benar untuk tujusn
pelaporan keuangan.
1. Kelalaian untuk Mencatat Upah Akrual
Pada tanggal 31 Desember 2007, Hurley Enterprises tidak mengakrualkan upah sebesar
$1.500. ayat jurnal pada tahun 2008 untuk mengkoreksi kesalahan ini, dengan
mengasumsikan bahwa embukuan untuk tahun 2008 belum ditutup, adalah:
Laba Ditahan
Beban Upah

1.500
1.500

Dasar pemikiran dari ayat jurnal ini adalah sebagai berikut:


1. Apabila upah akrual tahun 2007 telah dibayarkan pada tahun 2008, debet tambahan
sebesar $1.500 dilakukan untuk Beban Upah tahun 2008.
2. Beban Upah 2008 dinyatakan terlalu tinggi sebesar $1.500
3. Karena upah akrula tahun 2007 tidak dicatat sebagai Beban Upah 2007, maka labar
bersih tahun 2007 dinyatakan terlalu tinggi sebesar $1.500.
4. Karena laba bersih tahun 2007 dinyatakan terlalu tinggi sebesar $1.500, maka akun
Laba Ditahan dinyatakan terlalu tinggi sebesar $1.500 karena laba bersih ditutup ke
Laba Ditahan.
30

Jika pembukuan Hurley telah ditutup untuk tahun 2008, maka tidak ada ayat jurnal yang
dibuat karena kesalahannya telah saling diseimbangkan.
2. Kelalaian untuk Mencatat Beban Dibayar di Muka
Pada bulan Januari 2007 Hurley Enterprises membeli polis asuransi berjangka waktu 2 tahun
dengan biaya $1.000. Beban Asuransi telah didebet, dan Kas telah dikresit. Tidak ada ayat
jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir tahun 2007.
Ayat jurnal pada tanggal 31 Desember 2008, untuk mengkoreksi kesalahan ini, dengan
mengasumsikan bahwa pembukuan belum ditutup untuk tahun 2008, adalah:
Beban Asuransi
Laba Ditahan

500
500

Jika pembukuan Hurley telah ditutup untuk tahun 2008, maka tidak ada ayat jurnal yang
dibuat Karena kesalahannya telah saling diseimbangkan.
3. Pendapatan Diterima di Muka yang Dinyatakan Terlalu Rendah
Pada tanggal 31 Desember 2007, Hurley Enterprises menerima $50.000 sebagai pembayaran
di muka atas sewa ruangan kantor untuk tahun berikutnya. Ayat jurnal yang dibuat pada saat
menerima pembayaran sewa adalah mendebet Kas dan mengkredit Pendapatan Sewa. Tidak
ada ayat jurnal penyesuaian yang dibuat per 31 Desember 2007. Ayat jurnal per 31 Desember
2008, untuk mengkoreksi kesalahan ini, dengan asumsi bahwa pembukuan belum ditutup
untuk tahun 2008, adalah:
Laba Ditahan

50.000

Pendapatan Sewa

50.000

Jika pembukuan Hurley telah ditutup untuk tahun 2008, maka tidak ada ayat jurnal yang
dibuat karena kesalahannya telah saling diseimbangkan.
4. Pendapatan Akrual yang Dinyatakan Terlalu Tinggi
Pada tanggal 31 Desember 2007 Hurley Enterprises mengakrualkan pendapatan bunga
sebesar $8.000 yang berlaku untuk tahun 2008. Ayat jurnal yang dibuat per 31 Desember
2007, adalah mendebet Piutang Bunga dan mengkredit Pendapatan Bunga. Ayat jurnal per 31

31

Desember 2008 untuk mengkoreksi kesalahan ini, dengan asumsi bahwa pembukuan belum
ditutup untuk tahun 2008, adalah:
Laba Ditahan

8.000

Pendapatan Bunga

8.000

Jika pembukuan Hurley telah ditutup untuk tahun 2008, maka tidak ada ayat jurnal yang
dibuat kesalahannya telah saling diseimbangkan.
5. Pembelian yang Dinyatakan Terlalu Tinggi
Akuntan Hurley Enterprises mencatat pembelian barang dagang sebesar $9.000 untuk tahun
2007 yamg merupakan bagian dari tahun 2008. Persediaan fisik tahun 2007 telah dinyatakan
dengan benar. Perusahaan ini menggunakan metode persediaan periodic. Ayat jurnal per 31
Desember 2008, untuk mengkoreksi kesalahan ini, dengan mengasumsikan bahwa
pembukuan belum ditutup untuk tahun 2008, adalah:
Pembelian
Laba Ditahan

9.000
9.000

Jika pembukuan Hurley telah ditutup untuk tahun 2008, maka tidak ada ayat jurnal koreksi
akan diperlukan, meskipun pembukuan telah ditutup.
3.2 Kesalahan yang Tidak Saling Menyeimbangkan
Ayat jurnal untuk kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan lebih kompleks dan ayat
jurnal koreksi akan diperlukan, meskipun pembukuan telah ditutup.
1. Kelalaian untuk Mencatat Penyusutan
Asumsikan bahwa pada tanggal 1 Januari 2007, Hurley Enterprises membeli mesin seharga
$10.000 yang memiliki estimasi umur manfaat selama 5 tahun. Akuntan secara tidak benar
membebankan mesin ini pada tahun 2007. Kesalahan ini baru ditemukan pada tahun 2008.
Jika kita mengasumsikan bahwa perusahaan ingin menggunakan penyusutan garis lurus atas
aktiva ini, maka ayat jurnal per 31 Desember 2008, untuk mengkoreksi kesalahan ini, apabila
pembukuan belum ditutup, adalah:
Mesin

10.000

Beban Penyusutan

2.000
32

Laba Ditahan

8.000a

Akumulasi Penyusutan (20%x$10.000x2)

4.000

Perhitungan:

Laba Ditahan
Beban yang dinyatakan terlalu tinggi pada
tahun 2007

$10.000

Penyusutan yang benar untuk tahun 2007 (20%x


10.000)

(2.000)

Laba ditahan dinyatakan terlalu rendah per 31


Desember 2007

$.8000

Jika pembukuan telah ditutup untuk tahun 2008, maka ayat jurnalnya adalah:
Mesin

10.000
Laba Ditahan

6.000a

Akumulasi Penyusutan

4.000

Perhitungan:

Laba Ditahan
Beban yang dinyatakan terlalu tinggi pada
tahun 2007

$8.000

Penyusutan yang benar untuk tahun 2008 (20%


X10.000)

(2.000)

Laba ditahan dinyatakan terlalu rendah per 31


Desember 2008

$6.000

2. Kelalaian untuk Menyesuaikan Piutang Tak Tertagih


perusahaan kadangkala menggunakan metode penghapusan spesifik dalam akuntansi untuk
beban piutang tak tertagih apabila metode persentase penjualan dianggap lebih tepat.
33

Penyesuaian seringkali dibuat untuk beralih dari metode penghapusan spesifik ke beberapa
jenis metode penyisihan. Sebagai contoh, asumsikan bahwa Hurley Enterprises telah
mengakui beban piutang tak tertagih ketika piutang tersebut telah benar-benar menjadi tidak
tertagih sebagai berikut:

Dari penjualan tahun 2007

2007

2008

$550

$690

Dari penjualan tahun 2008

700

Hurley mengestimasi bahwa tambahan sebesar $1.400 akan dihapuskan pada tahun 2009,
dimana yang $300 berasal dari penjualan tahun 2007 dan $1.100 dari penjualan tahun 2008.
Ayat jurnal per 31 Desember 2008, dengan mengasumsikan bahwa pembukuan belum
ditutup tahun 2008, adalah:
Beban Piutang Tak Tertagih

410a

Laba Ditahan

990a

Penyisihan Piutang Tak Tertagih

1.400

Perhitungan:

Penyisihan Putang Tak Tertagih: Tambahan $300 untuk penjualan tahun 2007 dan
$100 untuk
Penjualan tahun 2008.
Saldo Piutang Tak Tertagih dan Laba Ditahan:
2007

2008

$1.240b

$700

tahun 2009

300

1.100

Beban piutang tak tertagih yang benar

1.540b

1.800

Beban yang diakui untuk setiap periode berjalan

(550)

(1.390)

Penyesuaian piutang tak tertagih

$990

$410

Piutang tak tertagih yang dibebankan untuk


Tambahan piutang tak tertagih yang diantisipasi pada

34

Jika pembukuan Hurley telah ditutup untuk tahun 2008, ayat jurnalnya adalah:
Laba Ditahan

1.400

Penyisihan Piutang Tak Tertagih

1.400

ILUSTRASI KOMPREHENSIF: BERBAGAI KESALAHAN


Dalam beberapa situasi terjadi kombinasi kesalahan. Oleh sebab itu, kertas kerja atau lajur
harus dibuat untuk mempermudah analisis. Masalah berikut akan mendemonstrasikan
penggunaan kerta kerja. Mekanisme dari pembuatan kertas kerja harus dengan jelas dilihat
dari format solusi. Laporan laba-rugi Hudson Company untuk tahun yang berakhir 31
Desember 2006,2007, dan 2008 mengindikasikan laba bersih berikut:
2006

$17.400

2007

20.200

2008

11.300

Pemeriksaan atas catatan akuntansi Hudson Company untuk tahun-tahun tersebut


mengindikasikan bahwa beberapa kesalahan telah dilakukan dalam mendapatkan jumlah laba
bersih yang dilaporkan. Telah ditemukan kesalahan-kesalahan berikut ini.
1. Upah yang diperoleh para pekerja tetapi belum dibayarkan pada tanggal 31 Desember
secara konsisten diabaikan dari catatan. Jumlah yang diabaikan itu adalah:
31 Desember 2006 $1.000
31 Desember 2007 $1.400
31 Desember 2008 $1.600
Jumlah yang dicatat sebagai beban ketika dibayarkan pada tahun berikutnya, yaitu
ketika upah itu diperoleh.
2. Persediaan barang dagang per 31 Desember 2006, dinyatakan terlalu tinggi sebesar
$1.900 sebagai akibat dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam penjumlahan
ke samping dank e bawah pada kartu persediaan.
3. Asuransi yang belum jatuh tempo sebesar $1.200, yang berlaku untuk tahun 2008,
telah dibebankan per 31 Desember 2007.
4. Piutang bunga sejumlah $240 belum dicatat per 31 Desember 2007.
5. Pada tanggal 2 Januari 2007, seperangkat peralatan dengan biaya $3.900 dijual
seharga $1.800. pada tanggal penjualan, akumulasi penyusutan peralatan itu adalah
$2.400. kas yang diterima telah dicatat sebagai Pendapatan Lain-lain pada tahun 2006.
35

Selain itu, penyusutan atas peralatan ini juga telah dicatat untuk tahun 2006 dan 2007
dengan tariff 10% dari biaya atau harga pokok.
Langkah pertama dalam menyiapkan kertas kerja adalah membuat skedul yang
memperlihatkan jumlah laba bersih yang telah dikoreksi untuk tahun yang berakhir 31
Desember 2005, 2006, dan 2007. Setiap koreksi atas jumlah yang dilaporkan sebelumnya
diberi label dengan jelas. Langkah berikutnya adalah mengindikasikan akun neraca yang
terpengaruh per 31 Desember 2008. Kertas kerja yang lengkap untuk Hudson Company
adalah sebagai berikut.
Kertas Kerja untuk Mengkoreksi Kesalahan Laba dan Neraca:

Ayat jurnal koreksi jika pembukuan belum ditutup per 31 Desember 2008, adalah:
Laba Ditahan

1.400

Beban Upah

1.400

(Untuk mengkoreksi pembebanan yang tidak tepat


Atas Beban Upah tahun 2008)
36

Beban Upah

1.600

Hutang Upah

1.600

(Untuk mencatat beban upah yang tepat pada


tahun 2006)
Beban Asuransi

1.200

Laba Ditahan

1.200

(Untuk mencatat beban asuransi yang tepat pada


tahun 2008)
Pendapatan Bunga

240

Laba Ditahan

240

(Untuk mengkoreksi kredit yang tidak tepat ke


Pendapatan Bunga tahun 2008)
Laba Ditahan

1.500

Akumulasi Penyusutan

2.400

Mesin

3.900

(Untuk mencatat penghapusan mesin pada tahun


2007 dan penyesuaian Laba Ditahan)
Akumulasi Penyusutan

780

Beban Penyusutan

390

Laba Ditahan

390

(Untuk mengkoreksi pembebanan yang tidak tepat


atas beban penyusutan tahun 2007 dan 2008)

2.6 PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN KOREKSI KESALAHAN

37

Sampai saat ini, pembahasan kita tentang analisis kesalahan lebih ditujukan pada identifikasi
jenis kesalahan yang terlibat dan akuntansi untuk mengkoreksinya dalam catatan akuntansi.
Koreksi kesalahan harus disajikan pada laporan keuangan komparatif. Situasi berikut ini
mengilustrasikan bagaimana laporan keuangan tahun-tahun tertentu dinyatakan kembali
dengan banyak kesalahan yang berbeda.
Dick & Wallys Outlet adalah sebuah gerai eceran kecil di Kota Holiday. Karena
kurangnya keahlian di bidang akuntansi, maka perusahaan itu tidak menyelenggarakan
catatan yang memadai. Sebagai akibatnya, banyak kesalahan yang terjadi dalam pencatatan
informasi akuntansi. Kesalahan-kesalahan itu adalah sebagai berikut:
1. Petugas pembukuan secara tidak sengaja lalai mencatat penerimaan kas sebesar
$1.000 atas penjualan barang dagang di tahun 2008.
2. Beban upah akrual pada akhir tahun 2007 adalah $2.500; sementara pada akhir tahun
2008, $3.200. Perusahaan tidak mengakrualkan beban upah; semua upah dibebankan
ke Beban Administrasi.
3. Tidak ada penyisihan yang ditetapkan untuk mengestimasi piutang tak tertagih. Dick
and Wally memutuskan untuk menetapkan penyisihan guna mengestimasi
kemungkinan kerugian per 31 Desember 2008 atas piutang tahun 2007 sebesar $700,
dan atas piutang tahun 2008 sebesar $1.500. Perusahaan itu juga telah memutuskan
untuk mengkoreksi pembebanan terhadap setiap tahun agas bisa memperlihatkan
kerugian (actual dan estimasi) yang berkaitan dengan penjualan tahun berjalan.
Piutang usaha yang telah dihapuskan ke beban piutang tak tertagih (beban penjualan)
adalah sebagai berikut:

4. Asuransi yang belum jatuh tempo yang belum dicatat pada akhir tahun 2007 adalah
$600, dan pada akhir tahun 2008 adalah $400. Semua asuransi telah dibebankan ke
Beban Administrasi.
5. Hutang usaha sebesar $6.000 telah menjadi wesel bayar.
6. Selama tahun 2007, sebuah aktiva yang berharga pokok $10.000 dan memiliki nilai
buku $4.000 dijual seharga $7.000. Pada saat penjualan Kas di debit dan Pendapatan
Lain-lain dikredit sebesar $7.000
7. Sebagai akibat dari transaksi terakhir, perusahaan menyatakan terlalu tinggi beban
penyusutan (beban administrasi) tahun 2007 sebesar $800 dan tahun 2008 sebesar
$1.200.

38

Kertas kerja yang dimulai dengan neraca saldo yang belum disesuaikan dari Dick &
Wallys Outlet disajikan dalam ilustrasi 22-23. Ayat jurnal koreksi dan dampaknya
terhadap laporan keuangan dapat ditentukan dengan memeriksa kertas kerja itu.

39

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Perubahan akuntansi dibagi menjadi 3 jenis: (1) perubahan prinsip akuntansi>
penggunaan suatu prinsip akuntansi yang lazim yang berbeda dengan prinsip akuntansi yang
lazim yang digunakan dalam dalam periode, (2) perubahan taksiran-taksiran akuntansi>
perubahan dalam taksiran akuntansi yang timbul sebagian atau seluruhnya dari perubahan
prinsip akuntansi harus dilaporkan sebagai perubahan taksiran akuntan, (3) perubahan dalam
kesatuan usaha> ialah bahwa sebuah perusahaan yang harus dipandang sebagai suatu
kesatuan usaha yang terpisah dari pemiliknya dan juga dari perusahaan-perusahaan lainnya.
Kesalahan diperlakukan sebagai penyesuaian periode sebelumnya, kesalahan
diperlakukan sebagai penyesuaian periode sebelumnya dan dilaporkan dalam tahun berjalan
sebagai penyesuaian saldo awal Laba Ditahan. Jika laporan komparatif disajikan, maka
laporan periode sebelumnya yang terpengaruh haruslah dinyatakan kembali untuk
mengkoreksi kesalahan.

40

DAFTAR PUSTAKA
Kieso, E Donald. Weygandt, J Terry dan Warfield, D Terry. 2008. Akuntansi Intermediate.
Edisi keduabelas. Jilid 2. Erlangga, Jakarta.
http://ryanrahmadi99.blogspot.co.id/2013/06/perubahan-akuntansi-dan-analisis_19.html
http://www.academia.edu/19550537/TUGAS_AKUNTANSI_PERUBAHAN_AKUNTANSI
_DAN_KOREKSI_KESALAHAN

41