Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah subhanawataala karena dengan rahmat,
nikmat serta karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Osanografi yang berjudul
Lereng Benua ini dengan sebatas kemampuan pengetahuan yang dimiliki.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan kepada
para pembaca dan masyarakat sekitar. Penulis juga menyadari sepunuhnya bahwa di dalam
makalah ini masih ada terdapat kekurangan.Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun, demi perbaikan di masa mendatang, mengingat tidak ada yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami oleh para pembaca. Dan makalah yang kami buat ini
bisa bermanfaat bagi para pembaca dan kami sendiri. Sebelumnya mohon maaf jika ada kalimat
yang kurang berkenan. Kami selaku penyusun mengucapkan terima kasih kepada para pembaca.

Padang, 23 Maret 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang.
b. Rumusan Masalah
c. Tujuan Rumusan Masalah.

3
4
4

BAB II PEMBAHASAN
a. Continental Shelf (Paparan Benua)...
b. Continental Slope (Lereng Benua) ...
c. Continental Rise (Jedulan Benua).
d. Abyssal Plains (Daratan Abisial)..

5
6
7
8

BAB III
a. Kesimpulan.
b. Saran...

10
10

DAFTAR PUSTAKA

11

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Benua adalah daratan yang luas sehingga bagian tengah benua tersebut tidak mendapat
pengaruh angin laut sama sekali. Dibumi ada 5 benua (panca benua) yang didiami manusia, yaitu
benua asia, Australia, afrika, eropa, amerika. Sebetulnya masih ada satu benua lagi di belahan
bumi selatan yang berwujud kawasan es, yaitu benua antartika. Akan tetapi benua itu tidak dapat
ditempati manusia. Pada saat bumi ini mendingin, yang terlebih dahulu mendingin adalah bagian
luarnya, maka terbentuklah kerak keras yang kita sebut kulit bumi atau lithosfer. Pada mulanya
lithosfer ini sangat labil, maksudnya dalam proses kendensasi yang terus berlangsung itu bumi
juga bergerak mengadakan rotasi sehingga kulit yg baru terbentuk retak-retak dan bergeser saling
menjauh. Karena kulit yg sudah keras itu mengapung pada bagian bumi sebelah dalamnya yang
diperkirakan masih dalam keadaan lumer. Pergeseran itu dapat secara vertical atau secara
horizontal. Menurut teori WEGENER bahwa 150 juta tahun yang lalu dibumi ini hanya terdapat
satu benua yang sangat besar kemudian retak dan bergeser saling menjauhi satu dengan yg
lainnya. Akibat pergeseran itu terbentuklah benua-benua : Amerika, Afrika, Eropa, Asia,
Australia dan Antartika. Sebagai akibat dari pergerakan lempeng - lempeng di bumi, terbentuklah
relief. Tidak hanya di daratan yang memiliki relief namun juga di lautan. Relief - relief atau
morfologi di dasar laut adalah Continental Self, Continental Slop, Continental Rise
dan Dataran Abyssal. Paparan benua (continental shelf) merupakan kelanjutan wilayah benua
(kontinen). Kedalamannya 200 m, dengan kemiringan 0,50 . Continental Slope merupakan
kelanjutan dari continental shelf dengan kemiringan yang lebih terjal antara 3 % sampai 6
%. Continental Rise adalah dasar laut dengan sudut kemiringan landai sekitar 0.1% dan
merupakan bagian batas benua yang sesungguhnya yang langsung berbatasan dengan dasar
samudera. Sedangkan Dataran abisal (bassin floor) adalah dasar laut yang luas setelah tebing
benua, dan mengarah ke laut lepas.

2. Rumusan Masalah
Ada beberapa rumusan yang akan dibahas dalam pembuatan makalah ini, diantaranya yaitu:
3

1.

Apa yang dimaksud dengan Continental Self (paparan benua)?

2.

Apa yang dimaksud dengan Continental Slope (lereng benua)?

3.

Apa yang dimaksud dengan Continental Rise (jedulan benua)?

4.

Apa yang dimaksud dengan Abyssal Plains (dataran abisal)?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kelompok mata
kuliah Oceanografi dan untuk menambah pengetahuan tentang Oceanografi.

BAB II
PEMBAHASAN

1.

Continental Shelf (Paparan Benua)


Paparan benua (continental shelf) merupakan kelanjutan wilayah benua (kontinen).

Kedalamannya 200 m. Paparan benua ini terdiri dari lereng curam suatu dataran yang diikuti
oleh kenaikan secara mendatar dari dataran itu. Lebar Paparan Benua sangat bervariasi. Lebar
rata-rata Paparan Benua adalah sekitar 80 km (50 mil). Kedalaman Paparan Benua juga
bervariasi, tetapi umumnya terbatas pada air dangkal dari 150 m (490 kaki). Kemiringannya
biasanya cukup rendah, pada urutan 0,5 ; bantuan vertikal juga minim, kurang dari 20 m (66
kaki). Continental shelf merupakan wilayah laut yang dangkal di sepanjang pantai .Landas
kontinen merupakan, dasar laut dangkal di sepanjang pantai dan berbatasan langsung dengan
daerah daratan. Paparan benua merupakan suatu sistem dinamik yang dikontrol oleh tiga faktor:
(1) Laju sedimentasi bahan-bahan yang dari daratan ke laut
(2) Laju energi yang cukup untuk menggerakkan sedimen ke, di sekitar dan keluar paparan
(3) Erosi dan naik-turunnya muka laut
Contoh paparan benua adalah Paparan Siberia di Samudera Arktik dan Dangkalan Sunda

Gambar 1 : Continental Self


2. Continental Slope (Lereng Benua)

Merupakan kelanjutan dari continental shelf. Daerah continental slope bisa mencapai
kedalaman lebih dari 200 meter menukik hingga sekitar kedalaman 1000 m. Lebar dari lereng ini
mencapai 100 km. Karakteristik dasarnya merupakan akumulasi sedimen hasil erosi dari benua.
Lereng benua (continental slope) adalah suatu lereng di dasar laut yang terletak antara
paparan benua dan daerah laut dalam. Continental Slope merupakan kelanjutan dari continental
shelf dengan kemiringan yang lebih terjal antara 3 % sampai 6 %. Kedalaman lereng benua lebih
dari 200 meter, lereng benua menunjam sepanjang 1 3 km menuju puncak dari jendulan benua
pada kedalaman 1500 m dengan kelerengan sekitar 4017 (sekitar 75m/km).

Gambar 2 : Continental Slope

3.

Continental Rise (Jedulan Benua)

Continental Rise adalah dasar laut dengan sudut kemiringan landai sekitar 0.1% dan merupakan
bagian batas benua yang sesungguhnya yang langsung berbatasan dengan dasar samudera.
Continental rise memiliki lebar hingga ratusan kilometer dari dasar slope hingga ke dataran
abisal. Relief continental rise umumnya kurang dari 20 m kecuali di sekitar gunung laut.
Continental rise tersusun dari sedimen yang diturunkan dari benua dan batas yang bersebelahan.
Arus membawa sedimen menuruni slope dan menumpuk di dasarnya. Lebar continental rise
dapat hanya beberapa kilometer hingga ratusan kilometer.Daerah ini merupakan daerah yang
mempunyai lereng yang kemudian perlahan-lahan menjadi datar pada dasar lautan.
Continental Rise terletak antara slope (lereng) dan Ocean basin, kemiringan tidak
terjal, relief rendah, terbentuk akibat akumulasi sedimen, berasosiasi dengan lantai samudra
dalam. Continental Rise merupakan aerah yang mempunyai lereng yang kemudian perlahan
-lahan menjadi datar. Continental rise adalah fitur bawah laut ditemukan antara lereng benua dan
dataran abyssal . Fitur ini dapat ditemukan di seluruh dunia , dan itu merupakan tahap akhir di
batas antara benua dan bagian terdalam dari laut . Lingkungan dalam kebangkitan benua cukup
unik , dan banyak ahli kelautan mempelajari secara ekstensif dengan harapan belajar lebih
banyak tentang laut dan sejarah geologi . Di bagian bawah dari continental slop , kita akan
menemukan continental rise , bukit bawah air terdiri dari ton akumulasi sediments.The
kemiringan

umum continental riseantara

0,5

dan

1,0

derajat

Di

luar continental

rise membentang dataran abyssal , daerah sangat datar dari dasar laut yang juga sangat
mendalam . Dataran abyssal host banyak bentuk kehidupan unik yang unik disesuaikan dengan
kelangsungan hidup dalam dingin , tekanan tinggi , dan kondisi gelap . Kerataan dari dataran
abyssal terganggu oleh rantai gunung bawah air besar di dekat batas-batas tektonik lempeng
bumi.

4. Abyssal Plains (Dataran Abisal)


8

Dataran abisal (bassin floor) adalah dasar laut yang luas setelah tebing benua, dan
mengarah ke laut lepas. Dataran abisal merupakan bagian dari paparan benua. Dataran abisal
merupakan kenampakan topografi yang sangat datar, dan kemungkinan kawasan ini merupakan
tempat yang paling datar pada permukaan bumi. Topografi yang datar ini kadang-kadang di
selingi dengan puncak-puncak gunung bawah laut yang tertimbun.Dataran abisal adalah dasar
laut dengan gradien kurang dari 0,1 %. Dataran abisal merupakan kerak batuan dasar (bedrock
crust) yang tertutup oleh sedimen yang disebarkan dari darat oleh arus dan juga tersusun dari
sedimen pelagis dan oozes. Di sini juga terdapat bukit-bukit abisal dengan tinggi dari beberapa
meter hingga beberapa ratus meter dengan diameter antara 8 10 km.
Dataran abisal (abyssal plain) adalah kawasan yang luas dan agak datar dengan
kedalaman dengan kedalaman berkisar dari 4000 sampai 5000 meter yang dibatasi oleh
pematang samudera atau benua. Dataran abisal umumnya tertutup oleh sedimen pelagis. Di
kawasan yang berbatasan dengan lereng benua, bila terdapat alur bawah laut di lereng benua,
maka, akan terbentuk kipas bawah laut (submarine fan) atau kipas laut dalam (deep-sea fan). .
Struktur dan fungsi ekosistem abyssal sangat dipengaruhi oleh laju fluks makanan ke dasar laut
dan komposisi bahan yang mengendap . Faktor-faktor seperti perubahan iklim , praktek
penangkapan ikan , dan laut pemupukan diharapkan memiliki pengaruh besar pada pola produksi
primer di zona eufotik . Hal ini pasti akan berdampak pada fluks bahan organik ke jurang dengan
cara yang sama dan dengan demikian memiliki efek mendalam pada struktur , fungsi dan
keragaman ekosistem abyssal. Banyak makhluk abyssal memiliki rahang underslung untuk
menyaring pasir untuk menangkap makanan . Daerah ini juga ditandai dengan terus menerus
dingin dan kekurangan nutrisi . Zona abyssal memiliki suhu sekitar 2 C sampai 3 C ( 35 F
sampai 37 F ) melalui sebagian besar massanya .Zona ini termasuk kedalam lubuk
laut dan palung laut.Tekanan air laut sudah besar sehingga hanya sedikit binatang-binatang laut
yang

dapat

hidup

di

zona

ini.Binatang

laut

yang

dapat

hidup

di

zona

ini

cenderung pipih dan panjang. Tepat di atas zona abisal ni terdapat zona bathyal, daerah yang
terakhir mendapatkan cahaya dimana sebagian besar kehidupan laut itu ada. Sedangkan tepat
dibawah zona abisal yaitu zona hadal, daerah yang diliputi oleh kegelapan abadi. ateri
sedimentasi sangat halus, berupa sejenislumpur yang kemerah-merahan dan terdiri dari
hancuran diatomea danradiolaria,

karena

dalam

kedalaman

sekitar

3000

meter

kerangkan lokan pun sebelum mencapai dasar laut telah hancur dan larut. Karena zona abyssal
9

terletak di kedalaman 4000 6000 meter, tekanan yang dimiliki sangat besar yaitu mencapai 600
atm. Oleh karena itu, makhluk hidup di lapisan ini memiliki kulit yang berongga dan tulang yang
lunak dan fleksibel. Suhu dalam lapisan ini dingin dan memiliki oksigen tipis. Sehingga makhluk
hidup di dalamnya harus bergerak secara efektif. Mereka juga harus pandai memanfaatkan
momen yang ada. Sebagai contoh, jumlah oksigen di laut dalam akan meningkat dengan
penurunan tekanan permukaan.Binatang juga harus efektif terhadap makanan, karena makanan
termasuk sulit ditemukan di lapisan ini. Penghuni abyssal mengambil keuntungan dari detritus,
bakteri pengurai makhluk hidup yang sudah mati. Atau, jika beruntung, bangkai hewan laut
permukaan yang mati dapat masuk lapisan ini. Dengan cara itu, hukum rimba berlaku. Siapa
cepat, dia dapat. Oleh karena itu, struktur mulut makhluk-makhluk dalam lapisan abyssal
dilengkapi dengan mulut yang besar dan gigi yang tajam. Bentuk-bentuk adaptasi yang telah
disebutkan diatas dapat kita temukan pada viper fish, gulper eel dan angler fish. Viper fish
memiliki kulit yang bercahaya (bioluminescence) dan gigi taring panjang yang menghiasi
rahang.

Gambar 3 : continental shelf,continental slop dan abyssal zone


BAB III
10

PENUTUP
1. Kesimpulan
Paparan benua (continental shelf) merupakan kelanjutan wilayah benua (kontinen).
Kedalamannya 200 m, dengan kemiringan 0,50 . Continental Slope merupakan kelanjutan dari
continental shelf dengan kemiringan yang lebih terjal antara 3 % sampai 6 %. Continental Rise
adalah dasar laut dengan sudut kemiringan landai sekitar 0.1% dan merupakan bagian batas
benua yang sesungguhnya yang langsung berbatasan dengan dasar samudera. SedangkanDataran
abisal (bassin floor) adalah dasar laut yang luas setelah tebing benua, dan mengarah ke laut
lepas.
2. Saran
Dalam pembuatan makalah mungkin penulis masih banyak kekurangan dan melakukan
kesalahan, oleh karena nya penulis meminta kritik dan saran yang membangun agar dapat
mengembangkan dan tidak mengulangi kesalahan lagi, dan semoga makalah ini bermanfaat baik
untuk penulis sendiri dan yang membaca nya, akhir kata kami ucapkan wassalam.

11

DAFTAR PUSTAKA
http://budiyantoug.wordpress.com/2012/04/15/catatan-kuliah-pengantar-oceanografi-minggu-i-vmaret-april-2012/
http://kecebongdancicak.wordpress.com/2011/10/03/laut-gelap/
http://wigadwi26.blogspot.com/2012/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Continental_rise
http://ojanmaul.wordpress.com/category/geologi-laut/
http://jelajahiduniadenganpengetahuan.blogspot.com/2011/12/terbentuknya-laut.html
http://jelajahiduniadenganpengetahuan.blogspot.com/2011/12/terbentuknya-laut.html
http://zee-marine.blogspot.com/2011/08/morfologi-dasar-laut.html

12

Anda mungkin juga menyukai