Anda di halaman 1dari 10

PENINJAUAN DAN PENGAMATAN

LINGKUNGAN POLIKLINIK INTERN WANITA PADA


RSUD Dr.M.HAULUSSY

Disusun oleh:

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS PATTIMURA
2008

Nurtakbirah Tuanaya
Yessi.V.Lasol
Betsy Fidola Alfons
Nurul.A.R.Hukom
Stanly Pieter Thenu

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan hasil observasi kami yang berlatar masalah
Peninjauan dan Pengamatan lingkungan Poliklinik Intern Wanita (Penyakit
Dalam Wanita) pada RSUD Dr.M.Haulussy.
Kami menyadari dalam pembuatan laporan ini tidak luput dari kekurangan dan
masih jauh dari kesempurnaan, baik mengenai pembahasan maupun penyajian,
mengingat keterbatasan pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran
membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaannya.
Akrirnya, kami berharap hasil penulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca
dalam menambah khasanah keilmuan.

Ambon, 1 September 2008

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Pelaksanaan Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK) pada Universitas Pattimura
merupakan bagian penting bagi mahasiswa baru 2008. Hal ini didasari karena setiap
mahasiswa adalah bagian dari generasi muda bangsa yang mempunyai kedudukan,
peranan dan potensi dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa. Dapat dikatakan
spesifiknya, karena mahasiswa merupakan aset nasional yang senantiasa perlu dibimbing
dan dikembangkan. Salah satu langkah awalnya dengan pelaksanaan OSPEK tersebut.
Pada Program Pendidikan Dokter yang merupakan program terbaru Universitas
Pattimura, juga mengalami hal yang sama. Para mahasiswa baru dalam program ini
mengikuti setiap tahapan dalam bagian OSPEK. Salah satunya yaitu orientasi yang tak
hanya dalam dunia kampus, tapi orientasi langsung pada RSUD Dr.M.Haulussy. Ini
dilaksanakan pada hari ke tiga masa OSPEK mahasiswa baru. Dalam peninjauan ini
mahasiswa baru pada Program Pendidikan Dokter terbagi atas 11 kelompok dengan tugas
yang telah disesuaikan, yaitu mengamati salah satu bagian dari poliklinik RSUD
Dr.M.Haulussy.
Dari uraian tersebut, disini kami akan memaparkan hasil peninjauan dan
pengamatan langsung pada RSUD Dr.M.Haulussy sesuai dengan tugas pada bagian mana
diembankan.

1.2

Masalah Pokok
Berdasarkan uraian di atas, maka diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
Peninjauan dan Pengamatan lingkungan Poliklinik Intern Wanita (Penyakit
Dalam Wanita) pada RSUD Dr.M.Haulussy

1.3

Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan penulisan ini adalah untuk:
Mengetahui profil RSUD Dr.M.Haulussy.
Mengetahui nama pimpinan atau manager pada poliklinik intern wanita.
Mengetahui jumlah pasien pada poliklinik intern wanita.
Mengetahui jumlah tempat tidur yang terdapat pada poliklinik intern

wanita.
Mengetahui jenis penyakit apa yang ada dan penyakit apa yang terbanyak
pada tahun ini.

Hasil peninjauan dan pengamatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi


semua pihak yang mempelajarinya.

1.4

Hipotesa
Dengan mengacu pada permasalahan di atas, maka kami mengajukan hipotesa:
diduga bahwa setiap poliklinik yang terdapat pada RSUD Dr.M.Haulussy memiliki tim
yang berupaya sepositif mungkin dalam pelayanannya sesuai tugas dan bagian masingmasing, termasuk pada khususnya poliklinik intern wanita.

1.5

Metode Penelitian
Metode yang kami gunakan adalah Penelitian Lapangan yaitu pengamatan secara
langsung terhadap objek yang diteliti. Ini dilakukan untuk mendapatkan data primer
dalam hal ini Poliklinik Intern Wanita pada RSUD Dr.M.Haulussy.

BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

2.1

Profil RSUD Dr.M.Haulussy


RSUD Dr.M.Haulussy berdiri pada tahun 1946 oleh Dr.D.P.Tahitu, Dr.K.A.Staa,
Dr.L.Huliselan. Sesuai dengan menkes RI, Nomor: 51/Men.Kes/SK/II/79 RSU Ambon
ditetapkan sebagai RSUD Dr.M.Haulussy kelas C. RSUD Dr.M.Haulussy memiliki 12
Poliklinik yaitu kulit dan kelamin, anak, THT, mata, penyakit dalam, kebidanan,
neurologi, gigi, jantung, saraf, paru-paru dan bedah. RSUD Dr.M.Haulussy juga memiliki

kapasitas 353 tempat tidur dan sekitar 620 orang sebagai tenaga kerja. Namun pada
RSUD ini masih membutuhkan spesialis mata dan jantung.
Untuk mencapai Tipe B, RSUD Dr.M.Haulussy perlu dua kali lipat lebih maju
dari kapasitas sekarang ini. Segala upaya sedang dilakukan untuk tercapainya
keberhasilan dan kemajuan rumah sakit ini.

2.2

Poliklinik Intern Wanita


Sesuai dengan namanya poliklinik Intern Wanita ini memang khusus untuk
melayani para pasien wanita yang menderita penyakit dalam. Penyakit dalam yang
dimaksud seperti: gastritis, malaria, hypertensi, TB paru, Anemia, Hepatitis dll.
Sama halnya dengan RSUD Dr.M.Haulussy, pada poliklinik ini juga memiliki
kepala, dapat dikatakan manager atau pimpinan khusus poliklinik tersebut. Adapun
struktur pada bagian poliklinik ini sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Manager
Wakil Manager
PP Katim
PA

: N.S.Latuconsina, S.Kep
: Ny.Maria.L.Amaherseja,AMK
: Ny.Liensya Lekatompessy,AMK
: Nn.Sitti.A.Sahuhawa Amd.Kep
Ny.Melvy Lekatompessy
Ny. Sherly Saraun
Ny.Malvina.H.Nusamara.AMK

2.3

Ruangan Poliklinik Intern Wanita


Poliklinik Intern wanita terbagi menjadi dua bagian yaitu lantai 1 dan lantai 2. Hal
ini disesuaikan sengan kapasitas bangunan poliklinik tersebut yang cukup luas dan
bertingkat. Pada poliklinik ini terdapat 26 ruang yang terdiri atas:

2 kamar kelas I
6 kamar kelas II
5 bangsal (kecubung, kenanga, kamboja, tulip, teratai)
2 kamar ganti perawat

2 dapur
2 spot hook
2 gudang
1 kantor SMF
1 ruangan untuk Manager
1 ruang administrasi
1 kamar mandi
1 kamar tindakan

Pada kamar kelas I, ada satu kamar yang sementara tidak dapat digunakan dan
dalam perbaikan, karena ada kerusakan pada kamar mandi. Dapat dikatakan poliklinik ini
benar-benar memberikan kenyamanan kepada para pasien, selain higienis di sini juga
diberikan jaminan yang lumayan agar penyakit tidak mudah tertular karena bagi pasien
yang menderita penyakit infeksi telah dipisahkan dari pasien lain dalam satu bangsal
khusus.

2.4

Jumlah Tempat Tidur yang Tersedia


Pada masing-masing kamar dan bangsal terdapat tempat tidur. Untuk poliklinik
intern wanita memiliki kapasitas 48 tempat tidur.

2 di kamar kelas I (masing-masing 1 tempat tidur)


12 di kamar kelas II
32 di bangsal
2 kamar ganti perawat
Ada beberapa tempat tidur yang tidak digunakan, jumlah pasien pada saat itu

(Sabtu, 30 Agustus 2008) sebanyak 37 orang.

2.5

Jenis Penyakit Terbanyak


Ada sekitar 10 jenis penyakit terbanyak pada tahun 2008 dengan persentasi pada 7
bulan awal. Berdasarkan tingkatannya, mulai dari penyakit terbanyak hingga terendah
antara lain:

Gastritis
Gastro Enteritis
Malaria
Diabetes Melitus
Hypertensi
TB Paru
CKD
Anemia
Dyspepsia
Hepatitis

Hasil penelitian menyimpulkan penyakit terbanyak dari bulan Januari-Juli adalah


Gastritis. Sedangkan penyakit yang minim tapi ada dari bulan Januari-Juli adalah
Hepatitis. Dapat dilihat dengan grafik berikut:
70
60
50
40
Gastritis
Hepatitis

30
20
10
0
Januari Februari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

BAB III
PENUTUP

3.1

KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan tersebut, maka kami dapat menarik kesimpulan bahwa:

3.2

Terlihat pada tahun 2008, angka penderita penyakit gastritis cukup tinggi dan
terdapat dominan pada bulan April.
OSPEK bukan hanya pengenalan kampus semata, tapi juga dapat menyertai para
mahasiswa baru dengan terjun langsung berorientasi pada lingkungan yang ada
kaitannya dengan kesehatan, salah satunya berkunjung langsung ke RSUD
Dr.M.Haulussy. Sesuatu yang benar-benar tak ternilai, apa yang dapat kita
pelajari langsung dan apa yang dapat kita lihat secara langsung. Ini adalah wujud
praktikum yang baik.

SARAN
Dari kesimpulan tersebut maka kami mencoba memberikan saran yaitu:

Kami berharap dari pihak RSUD Dr.M.Haulussy agar tidak hanya berupaya dalam
menyembuhkan pasien, tapi demi menjaga setidaknya dapat memberikan
penyuluhan-penyuluhan kesehatan kepada pasien dan masyarakat.
Untuk OSPEK tahun depan kami berharap bukan hanya observasi di RSUD
Dr.M.Haulussy, tapi ingin sekali melihat sesuatu yang beda misalnya observasi di
RSJ. Mungkin saja mempunyai penilaian dan kesan yang berbeda.
Untuk kedepannya, kami berharap dapat tugas observasi ini dapat diembankan
sebagai tugas perorangan sekaligus kelompok, agar menjaga kemungkinan
aktifnya seseorang dalam memperjuangkan hasil observasinya.