Anda di halaman 1dari 5

KETOASIDOSIS METABOLIK

Merupakan kedaruratan pada DM tipe 1.

Angka kematian 2%.

Ketoasidosis metabolik (KAD) :


Kadar GD >200 mg/dl.
Ketonemia/ketonuria
Asidosis ( pH < 7, 32 dan bikarbonat < 15 mEq/L)

Diagnostik
Anamnesis dan pemeriksaan fisis

Manifestasi klasik DM : poliuri, polidipsi, polifagi.

Nyeri perut, malaise.

Dehidrasi berat, tapi masih poliuri.

Dehidrasi ringan sampai berat dengan atau tanpa syok, atau koma.

Pernapasan cepat dan dalam, bau aseton.

BB menurun

Syok dengan atau tanpa koma

Pemeriksaan

Kadar GD >200 mg/dl.


Ketonemia
Asidosis ( pH < 7, 3 atau bikarbonat < 15 mEq/L)

Urin : ketonuria.

Kadar elektrolit, darah tepi, fungsi ginjal.

Terapi
Terapi cairan

Atasi syok : NaCl 0,9% 20 ml/kgBB dalam 1 jam sampai syok teratasi.

Resusitasi cairan selanjutnya diberikan secara perlahan dalam 48 jam


berdasarkan derajat dehidrasi.

Dipuasakan bila secara metabolik belum stabil (stabil : bikarbonat > 15mEq/L,
GD > 200 mg/dl, pH > 7,3).

Hipernatremia, lama pemberian cairan resusitasi 72 jam.

Jenis cairan resusitasi awal NaCl 0,9%.

Bila kadar GD < 250 mg/dl cairan diganti Dekstrosa 5% dalam NaCl 0,45%.

Penurunan kesadaran dalam 24 jam pertama sebagai tanda awal edema serebri.
Beri manitol 0,5-1 gram/kgBB, iv tetesan cepat dalam 20 menit, dapat di ulang
bila tidak ada respons dalam 30 menit-2 jam.
Kecepatan cairan iv dikurangi 1/3 nya.
Alternatif cairan : NaCL 3% 5-10 ml/kgBB dalam 30 menit.

Cara penghitungan kebutuhan cairan


1.Ukur BB (kg)
2. Beri NaCl 0,9% ( bolus bila pasien syok).

Jumlah yang direkomendasikan 10-20 ml/kgBB selama 1-2 jam.

3. Tentukan derajat dehidrasi


Bayi

Anak

Ringan

5%

3%

Sedang

10%

6%

Berat

15%

9%

4. Hitung tentukan defisit cairan= (1) x (3) x 1000


5. Hitung kebutuhan cairan rumatan untuk 48 jam berikutnya.
Kebutuhan cairan rumatan perhari
Berat badan (kg)

Kebutuhan cairan perhari

3-10

100 ml/kgBB

10-20

1.000 ml + 50 ml/kgBB setiap kenaikan diatas 10 kg.

> 20

1.500 ml + 20 ml/kgBB setiap kenaikan diatas 20 kg.


2

Kebutuhan cairan rumatan perhari = (5) x 2

7. Hitung total jumlah cairan yang akan diberikan selama 48 jam = (4) + (5).
8. Hitung kecepatan pemberian cairan per jam = (7) : 48 jam

ATAU
Cara penghitungan cairan rumatan

BERAT BADAN

Infusion Rate

(Kg)
4-9
10-19
20-49
50-59
60-80

(ml/KgBB/Jam)
6
5
4
3,5
3

Contoh :
Anak lelaki, 6 tahun, BB 20kg
Diberikan cairan rehidrasi 4ml/kgBB/jam = 80 ml/jam dengan total volume
1920 ml/24 jam atau 3840 ml/48 jam.

9. Mulai pemberian insulin regular drip 0,1 U/kgBB/jam.


Tidak perlu pemberian bolus
Campurkan 50 U insulin dalam 500 ml NaCl 0,9%. Atau
Campurkan 10 U insulin dalam 100 ml NaCl 0,9%. Atau
Campurkan 2 U insulin dalam 20 ml NaCl 0,9%.
Sehingga terbentuk konsentrasi insulin 0,1U=1ml.
Kecepatan pemberian 1ml/kgBB/jam.

Contoh :
Anak lelaki, 6 tahun, BB 20kg
Campurkan 5 U insulin dalam 50 ml NaCl 0,9%.
3

Sehingga terbentuk konsentrasi insulin 0,1U=1ml.


Kecepatan pemberian 1ml/kgBB/jam.
Kecepatan pemberian insulin 20ml/jam.
10. Sesuaikan kecepatan pemberian cairan dengan insulin = (8) (9).

Terapi insulin

Diberikan setelah syok teratasi dan resusitasi cairan dimulai.

Gunakan rapid (regular) insulin 0,05-0,1 U/kgBB/jam, iv.

Penurunan GD tidak boleh lebih dari 75-100 mg/dl/jam.

Insulin iv dihentikan, dan asupan peroral diberikan bila secara metabolik sudah
stabil (GD < 200mg/dl , pH > 7,3 dan bikarbonat > 15 mEq/L).

Bila asupan per oral akan diberikan, insulin diberikan dengan menambah dosis
insulin.
Makan ringan : dosis insulin digandakan 2x selama makan sampai 30
menit setelah selesai dan kemudian kembali ke dosis sebelumnya.
Makan berat : dosis insulin digandakan 2x selama makan sampai 60
menit setelah makan dan kemudian kembali ke dosis sebelumnya.

Penghentian insulin drip :


Insulin subkutan harus diberikan 30 menit sebelum makan dimulai, insulin drip
tetap dipertahankan selama makan sampai dengan 90 menit setelah insulin
subkutan diberikan.

Insulin reguler diberikan 0,5-1U/kgBB/hari, sub kutan, dibagi 4 dosis, atau untuk
pasien yang lama dapat digunakan dosis sebelumnya.

Koreksi elektrolit

Kadar Na terkoreksi : Na + 1,6 (kadar GD mg/dl 100)


100

Hipernatremia gunakan : NaCl 0,45%.

Kalium diberikan sejak awal resusitasi cairan, kecuali pada anuria. Dosis Kalium
5 mEq/kgBB perhari dengan kekuatan larutan 20 - 40 mEq/L dengan kecepatan
tidak lebih 0,5 mEq/kg/jam.

Asidosis metabolik dengan pemberian Bic Nat jarang diperlukan kecuali dalam
keadaan asidosis metabolik berat ( pH< 6,9 dan/atau HCO3 < 5 mmol/L).
Natrium bikarbonat diberikan cukup dengan dosis 1-2 mmol/kgBB.