Anda di halaman 1dari 8

DIARE AKUT

Diare akut
Adalah buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang meningkat dan konsistensi tinja
yang lebih lembek atau cair, bersifat mendadak, dan berlangsung dalam waktu 1-7 hari.

Cara penularan
Cara penularan diare pada umumnya adalah oro-fecal melalui :
Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh enteropatogen.
Kontak langsung tangan dengan penderita atau barang-barang yang telah tercemar
tinja penderita, atau tidak langsung melalui lalat (4F= food, feces,finger, and fly).

Etiologi
1. Infeksi

: Virus, bakteri, parasit.

2. Obat-obatan

: Antibiotik.

3. Alergi

: Makanan, protein susu sapi, protein kedele.

4. Malabsorbsi
5. Defisiensi vitamin

Patofisiologi
Sebagai akibat dari diare akut akan terjadi :
1. Kehilangan air (dehidrasi).
2. Gangguan keseimbangan asam basa (metabolik asidosis).
3. Hipoglikemi.
4. Gangguan gizi.
5. Gangguan sirkulasi.

Manifestasi klinis
Anamnesis

Frekuensi diare, volume, dan adanya muntah.

Warna dan konsistensi tinja.

Lendir dan/atau darah dalam tinja.

Kurangnya aktifitas.

Kapan kencing terakhir, volume urin.

Rasa haus, rewel, suhu badan.

Jumlah cairan yang masuk selama diare.

Anak minum ASI/susu formula.

Apakah anak makan makanan yang tidak biasa.

Apakah ada yang menderita diare disekitarnya.

Dari mana sumber air minum.

Pemeriksaan fisis
Tanda Utama :
1. Kesadaran.
2. Tampak kehausan.
3. Turgor kulit abdomen.
4. Tanda vital.
Tanda tambahan :
1.

Ubun-ubun besar (UUB) cekung atau tidak.

2.

Mata cekung atau tidak.

3.

Ada atau tidak adanya air mata.

4.

Bibir, lidah, dan mukosa mulut kering atau tidak.

5.

Timbang berat badan (BB).

Tentukan derajat dehidrasi


Tanpa dehidrasi

: kehilangan < 5% BB

Dehidrasi ringan-sedang : kehilangan < 5% -10% BB


Dehidrasi berat

: kehilangan >10% BB

Tanpa dehidrasi (kehilangan cairan < 5% BB).

Tanda utama (-), tanda tambahan (-).

Keadaan umum (KU) baik, sadar.

Tanda vital dalam batas normal.

UUB tidak cekung.

Mata tidak cekung.

Air mata (-).

Mukosa mulut dan bibir basah.

Turgor abdomen baik.

Akral hangat.

Pasien dapat dirawat dirumah, kecuali ada komplikasi lain (tidak mau
minum, muntah terus menerus, dan diare yang frekuen).

Dehidrasi ringan-sedang (kehilangan cairan 5-10% BB).

2 tanda utama + 2 atau lebih tanda tambahan.

Keadaan umum gelisah atau cengeng.

UUB sedikit cekung.

Mata sedikit cekung.

Air mata kurang.

Mukosa mulut dan bibir sedikit kering.

Turgor kurang.

Akral hangat.

Pasien harus rawat inap.

Dehidrasi berat (Kehilangan cairan > 10% BB).

2 tanda utama + 2 atau lebih tanda tambahan.

KU lemah, letargi, atau koma.

UUB sangat cekung.

Mata sangat cekung.

Air mata (-).

Mukosa mulut dan bibir sangat kering.

Turgor buruk.

Akral dingin.

Pasien harus rawat inap.

Pemeriksaan penunjang.
Tinja

Makroskopis : bau warna, lendir, darah, konsintensi.

Mikroskopis : eritrosit, lekosit, parasit.

Biakan dan uji sensitivitas.

Analisis tinja.

Darah
Kadar hematokrit dan gula darah.
PH dan Berat jenis (BJ) urin.
Darah tepi lengkap.

Penatalaksanaan
Nutrisi

Tidak boleh dipuasakan.

Makan sedikit-sedikit tapi sering ( 6x sehari), rendah serat, pisang boleh


diberikan.

Pemberian ASI dan atau susu formula dilanjutkan.

Bila hasil analisis feses menunjukkan intoleransi laktosa dapat diberikan susu
formula rendah/bebas laktosa.

Pemberian makanan tambahan sesuai usia.

Cairan dan elektrolit

Per oral : cairan rumah tangga, oralit.

Infus : RL, ringer asetat, larutan normal saline, Dgaa, KaEN 3B.

Pemberian cairan sesuai dengan derajat dehidrasi.


Tanpa dehidrasi.

Cairan rumah tangga dan ASI diberikan semaunya.

Oralit diberikan sesuai umur, seusai BAB atau muntah dengan dosis :
< 1 tahun

: 50-100 ml

1 5 tahun

: 100-200 ml

> 5 tahun

: semaunya.

Dehidrasi ringan sedang / tidak berat.

Oralit 75 ml/kgBB dalam 3 jam pertama dan dilanjutkan dengan

pemberian

cairan sesuai umur.


Dehidrasi berat.
I. Diare akut murni.

RL atau ringer asetat 100 ml/kgBB, dengan cara pemberian :


< 1 tahun :

1 jam

5 jam berikutnya

: 30 ml/kgBB
: 70 ml/kgBB

(RL,Ringer asetat, Dgaa, KaEN 3B )


> 1 tahun :

jam

: 30 ml/kgBB

2 jam berikutnya

: 70 ml/kgBB

(RL,Ringer asetat, Dgaa, KaEN 3B )

Minum diberikan jika pasien sudah mau minum 5 ml/kgBB selama proses
rehidrasi.

II. Diare akut dehidrasi berat dengan penyakit penyerta:

Kurang kalori protein (KKP) tipe marasmik-kwasiokor.

Gagal jantung dengan left to right sign.

Gagal jantung dengan gagal ginjal.

Dgaa/KaEn 3B diberikan 4/5 nya


4 jam

: 48 ml/kgBB/4 jam (3 tetes/kgBB/menit).

20 jam

: 152 ml/kgBB/20 jam (1 tetes/kgBB/menit).

III. Diare akut dehidrasi berat dengan penyakit penyerta :

Kejang (ensefalitis, meningitis).

KKP tipe marasmik.

Bronchopneumonia.

KKP tipe marasmik + Bronchopneumonia.

Gagal jantung dengan right to left sign.


Dgaa/KaEN 3 B
4 jam : 60 ml/kgBB/4jam (4 tetes/kgBB/menit).
20 jam : 190 ml/kgBB/20 jam (2,5 tetes/kgBB/menit).

Hipernatremia (Na > 155 mEq/L)

Koreksi penurunan secara bertahap, tidak boleh > 10 mEq/L perhari.

Cairan Dextrosa 5% + Saline

Hiponatremia (Na < 130 mEq/L)

Koreksi dilakukan bersamaan dengan koreksi cairan rehidrasi.

RL atau normal Saline.


Kadar Na koreksi (mEq/L) :
125 kadar Na serum x 0,6 x BB
Diberikan dalam 24 jam.

Hiperkalemia ( K > 5 mEq/L)

Calsium glukonas 10% 0,5 1 ml/kgBB, iv.

Perlahan-lahan dalam 5-10 menit sambil memantau detak jantung.

Hipokalemia (K < 3,5 mEq/L)

Kadar K 2,5 3,5 mEq/L :

75 mEq/kgBB, per oral, dibagi dalam 3 dosis.

Kadar < 2,5 mEq/L, iv drip


Dalam 4 jam pertama
(3,5 kadar K terukur) x BB x 0,4 + 2 mEq//kgBB/24 jam.
Dalam 20 jam berikutnya
(3,5 kadar K terukur) x BB x 0,4 + 1/6 x 2 mEq/kg BB.

Medikamentosa

Obat anti diare (-)

Antibiotik sesuai hasil pemeriksaan penunjang.

Pemakaian antibiotik
Antibiotik tidak diberikan, kecuali bila diare disebabkan oleh :

V. cholera

Disentri oleh Shigella :

: Oksitetrasiklin 40-50 mg/kgBB/hari selama 3 hari.

Kotrimoksasol 6-8 mg/kgBB/hari (dihitung dari berat Trimetropim).

Disentri oleh Campylobacter :


Eritromisin 10 mg/kgBB/hari (maksimal : 500 mg/dosis) setiap 6 jam,
diberikan selama 5-7 hari.

Parasit E.histolytica dan G. lamblia :


Metronidazol 30-50 mg/kgBB/hari, dibagi dalam 3 dosis, diberikan selama 10
hari.

Hubungan antara komposisi feses pada diare bayi dan anak dan jenis cairan
rehidrasi.
Diare

Diare bayi

Komposisi feses

Na

HCO3

56

25

14

Cl Glukosa
55

Kolera anak

105

26

95

95

Kolera dewasa

135

15

45

100

Cairan rehidrasi

Komposisi cairan mEq/l


Na

HCO3

Cl

Glukosa

Ringer laktat

131

29

111

DG aa (half Darrow

61

17,5

26

52

150

Oralit

85

15

30

70

120

Pedialit

30

20

30

20

dg 2,5% glukosa)