Anda di halaman 1dari 17

TUGAS KELOMPOK

KONFIGURASI DNS SERVER DAN VIRTUAL HOST


Mata Kuliah Manajemen Jaringan Komputer
Dosen Pengampu: Dr. Eko Marpanaji

Disusun Oleh:
Kelompok 1:
Irhady Kusuma Wardhana 15720251008
Ngakan Agung Bagus Purwantara 15720251011
Heri Kurwanto 15720251014
Nawassyarif 15720251015

PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA DAN INFORMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

VIRTUAL HOST PADA WEB SERVER DENGAN DNS DAN DHCP SERVER
A. Tujuan
1. Mahasiswa mampu mengatur konfigurasi DNS Server
2. Mahasiswa mampu mengatur konfigurasi DHCP Server
3. Mahasiswa mampu mengatur konfigurasi Virtual Host
B. Skenario

1. IP Address adalah 192.168.9.6/29 dengan domain name smk.sch.id


2. DHCP Scope : 192.168.9.1 s.d. 192.168.9.5

C. Langkah Kerja
B.1.
Install dan Konfigurasi DNS Server serta Virtual Host
Domain utama adalah http://smk.sch.id dengan 3 (tiga) buah sub domain yaitu
http://elearning.smk.sch.id, ftp://smk.sch.id dan http://admin.smkn.sch.id. berikut ini akan
dijelaskan langkah-langkah untuk membuat DNS Server dan Virtual Host pada Debian 8 Jessie
sesuai dengan yang telah diskenariokan di atas. Modul ini masih bisa digunakan untuk versi di
bawahnya maupun salah satu distro turunan debian yaitu Ubuntu dengan sedikit penyesuaian.
DNS Server ini berguna untuk mengganti alamat IP address kita menjadi sebuah domain agar
saat kita ingin mengaksesnya menjadi lebih mudah. Dibandingkan dengan IP yang agak sulit
diingat, tentunya karena IP terdiri dari angka-angka yang berbeda. Sedangkan DNS kita
mendapat kemudahan, kita bisa mengatur domain sesuai yang kita inginkan. Untuk instalasi dan
konfigurasinya, ikuti langkah-langkah berikut.
1. Hidupkan komputer server dan login sebagai root
2. Untuk membuat DNS Server, dibutuhkan software bind9. Ketikkan perintah
#apt-get install bind9

3. Semua file konfigurasi dari bind9 terletak di direktori /etc/bind

named.conf adalah file utama yang digunakan untuk meletakkan konfigurasi DNS Server,
file ini yang nantinya merujuk ke file-file lain dalam satu direktori tersebut.
4. Konfigurasi Virtual Host untuk domain http://smk.sch.id
Mengubah alamat http://192.168.9.6/smk yang sudah di-install WordPress menjadi nama
domain http://smk.sch.id sebagai official website. Dalam direktori /etc/bind terdapat file
named.conf.local, buka file tersebut dengan text editor nano hingga muncul seperti pada
gambar di bawah ini.

Tambahkan perintah berikut :


zone smk.sch.id{
type master;
file /etc/bind/db.smk;
};
zone 192.in-addr.arpa{
type master;
file /etc/bind/db.192;
};
Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini

5. Karena zone smk.sch.id mereferensi file db.smk yang berada di direktori


/etc/bind dimana file tersebut berfungsi sebagai zone forward pada sebuah konfigurasi
DNS server. Untuk membuka file db.smk tersebut, ikuti langkah berikut ini, pertama
masuk ke direktori /etc/bind

terlihat jelas disana file db.local dimana fungsi file ini juga sama yaitu sebagai rujukan
konfigurasi yang ada di named.conf.default.zones sebagai zone forward. Sehingga cukup
disalin saja file tersebut kemudian di-rename menjadi db.smk dengan perintah:
/etc/bind#cp db.local db.smk

Kemudian buka file db.smk dengan teks editor nano hingga muncul tampilan seperti
pada gambar di bawah ini.

Kemudian ubah konfigurasi pada file tersebut di atas dengan mengganti localhost
smk.sch.id dan IP Address 127.0.0.1 192.168.9.6 seperti pada gambar di bawah ini.

NS atau Name Server-nya adalah smk.sch.id dan A atau Address-nya adalah 192.168.9.6
dimana IP Address tersebut adalah IP Address pada server itu sendiri. Kemudian simpan file
konfigurasi tersebut dengan menekan tombol Ctrl+O untuk write out dan Ctrl+X untuk
keluar dari text editor nano.
6. Untuk membuat zone forward selesai, kemudian berikutnya adalah mengkonfigurasi zone
reverse. Karena zone 192.in-addr.arpa mereferensi file db.192 yang ada di direktori
/etc/bind. Sedangkan dalam direktori tersebut belum ada file db.192 maka kita harus
membuat file tersebut dengan meng-copy file db.127.

Setelah itu buka file konfigurasi db.192 tersebut dengan teks editor nano. Hingga muncul
tampilan seperti pada gambar di bawah ini.

Selanjutnya ubah konfigurasi tersebut di atas seperti pada gambar di bawah ini.

INT

PTR

smk.sch.id menjelaskan bahwa ketika ada client dalam satu jaringan

(network) yang memanggil domain smk.sch.id maka akan dijawab atau akan diarahkan ke
IP Addresss dengan hostID 6 atau IP Address lengkapnya adalah 192.168.9.6. simpan file
konfigurasi tersebut dengan menekan Ctrl+O dan Ctrl+X untuk keluar dari teks editor
nano.

7. Setelah konfigurasi masing-masing Zone tersebut, langkah selanjutnya adalah me-restart


service dari bind9 dengan perintah /etc/init.d/bind9 restart atau service
bind9 restart.
8. Untuk sementara konfigurasi DNS sudah selesai, maka selanjutnya cek apakah konfigurasi
tersebut di atas sudah benar atau belum, untuk mengecek hasil konfigurasi DNS
menggunakan perintah dig smk.sch.id melalui console

Atau ketik nslookup smk.sch.id

9. Kemudian membuat virtual host agar ketika client memanggil domain smk.sch.id langsung
diarahkan ke direktori /var/www/smk. Masuk ke direktori /etc/apache2/siteavailable

Kemudian buka file konfigurasi 000-default.conf dengan text editor nano. Di dalam file
konfigurasi default tersebut nantinya kita akan mengkonfigurasi sebuah virtual host dengan
domain name smk.sch.id yang diarahkan ke dokumen root /var/www/smk. Berikut ini isi
file default yang belum dikonfigurasi.

Kemudian gulir ke halaman atau baris paling bawah dan tuliskan beberapa baris perintah
berikut ini.

Kemudian simpan file konfigurasi tersebut, setelah itu restart services web apache,
/etc/init.d/apache2 restart
10. Kemudian cek hasilnya pada komputer client dengan mengetikkan alamat domain pada
browser.

Langkah untuk membuat virtual host dan domain smk.sch.id sudah selesai
11. Konfigurasi virtual host untuk domain http://elearning.smk.sch.id
Tujuan dari langkah ini adalah mengubah alamat 192.168.9.6/moodle menjadi nama domain
elearning.smk.sch.id yang berisi LMS Moodle untuk proses pembelajaran e-learning
terpadu seperti yang telah disekenariokan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah
membuat virtual host baru yang mengarahkan nama domain

elearning.smk.sch.id ke

dokumen root /var/www/moodle. Kemudian buka file 000-default.conf yang berada di


/etc/apache2/site-available dengan teks editor nano. Hingga muncul gambar seperti di
bawah ini.

Kemudian gulir ke halaman paling bawah konfigurasi virtual host untuk domain smk.sch.id
dan tambahkan baris berikut ini untuk mengarahkan domain elearning.smk.sch.id ke
dokumen root atau direktori /var/www/moodle.

Simpan file konfigurasi tersebut, kemudian restart service apache


/etc/init.d/apache2 restart
Kemudian langkah kedua adalah mengatur domain tersebut pada bind9 DNS Server, buka
file db.smk yang ada direktori /etc/bind

Hingga muncul tampilan seperti pada gambar di bawah ini.

Kemudian tambahkan satu baris paling bawah seperti pada gambar berikut ini.

Kemudian simpan file konfigurasi db.smk tersebut, langkah berikutnya adalah


mengkonfigurasi file db.192 yang bertugas me-resolve domain name, buka file db.192
dengan teks editor nano. Hingga muncul tampilan seperti pada gambar di bawah.

Kemudian tambahkan satu baris perintah berikut ini di baris paling bawah.

Kemudian simpan file konfigurasi tersebut dan restart service bind9

dengan perintah

berikut

Kemudian lihat hasilnya pada komputer client dengan mengetikkan domain name
elearning.smk.sch.id pada browser

Untuk pembuatan virtual host dan konfigurasi domain elearning.smk.sch.id selesai


12. Domain ftp://smk.sch.id

FTP dan HTTP sekilas terlihat sama, keduanya merupakan protocol transfer file yang biasa
digunakan untuk pertukaran file melalui web atau file-file multimedia besar yang di link
melalui http:// atau ftp:// pada URL kita. Sebenarnya, baik ftp maupun http didesain unutk
tujuan yang berbeda, maka dari itu keduanya juga memiliki fitur dan kemampuan yang
berbeda.
Berikut ini perbedaannya :
Fitur
File-file yang dipakai
Model koneksi
Download/Upload
Support web content
Port
Software pendukung

FTP

HTTP

File-file besar
Dual koneksi
Kedua-duanya
Tidak
21
Menggunakan FTP client untuk upload
file

Text file
Single Koneksi
Hanya download saja
ya
80
Cukup browser saja

Sehingga yang tadinya dibuka dengan alamat ftp://192.168.9.6 kini langsung bisa dibuka
dengan alamat ftp://smk.sch.id karena pada konfigurasi DNS server ip address 192.168.9.6
sudah ditranslasikan menjadi nama domain smk.sch.id. konfigurasi tersebut berlaku untuk
protocol HTTP maupun protocol FTP. Sehingga tidak perlu konfigurasi apapun untuk
domain ftp://smk.sch.id

13. Konfigurasi virtual host untuk domain http://admin.smk.sch.id


Tujuan konfigurasi ini mengubah ip address http://192.168.9.6/phpmyadmin menjadi
http://admin.smk.sch.id langkah awal yang harus dilakukan adalah menambahkan
konfigurasi new virtual host pada file 000-default.conf yang berada pada direktori

/etc/apache2/sites-available. Buka file konfigurasi tersebut dengan text editor nano hingga
muncul seperti pada gambar di bawah ini.

Kemudian gulir ke baris paling akhir dari file konfigurasi tersebut, kemudian tambahkan
beberapa baris konfigurasi berikut ini untuk mengarahkan admin.smk.sch.id ke dokumen
root dari phpmyadmin yang berada di /usr/share/phpmyadmin

Kemudian simpan file konfigurasi tersebut dan restart service web apache web servernya
dengan perintah sebagai berikut :
Langkah pertama sudah selesai untuk setting virtual host, kemudian setting konfigurasi
domain pada DNS server pada zone forward. Buka file konfigurasi db.smk dengan text
editor nano, hingga muncul tampilan seperti pada gambar di bawah ini.

Kemudian tambahkan baris perintah berikut ini pada baris paling bawah,

Kemudian simpan file konfigurasi db.smk tersebut. Langkah berikutnya adalah setting zone
reverse. Buka file konfigurasi db.192 dengan teks editor nano hingga muncul tampilan
seperti pada gambar di bawah ini.

Kemudian tambahkan satu baris perintah pada baris paling bawah seperti pada gambar
berikut ini.

Kemudian simpan file konfigurasi tersebut, dan restart serices bind9 dengan perintah
berikut.
Kemudian lihat hasil konfigurasi tersebut pada browser client

Selesai
D.