Anda di halaman 1dari 24

TANGGAPAN DAN SARAN

TERHADAP KAK

Pada Bab Tanggapan dan Saran Terhadap KAK ini, merupakan uraian
mengenai tanggapan Konsultan terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK)
yang meliputi Maksud dan Tujuan, Lingkup Pekerjaan, Waktu Pelaksanaan,
Tenaga Ahli dan Laporan.

A.

LATAR BELAKANG

Dinas Pemuda Olah Raga merupakan salah satu Organisasi Perangkat


Daerah yang khusus membidangi Kepemudaan dan Olah Raga yang ada
di Kota Bandung, sesuai dengan visi dan misi Kota Bandung diantaranya
adalah meningkatkan kinerja Pemerintah Kota yang Efektif, Efisien,
Akuntabel dan Transparan, dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas
Pelayanan

Pemerintah

Kota

Bandung

diperlukan

gedung

yang

representatif yang dapat menunjang kegiatan serta pelayanan kepada


masyarakat.
Seiring dengan waktu dan perubahan zaman perlu adanya kebutuhan
bangunan

tersebut

yang

mewadahi

aktifitas

keseharian

yang

memperhatikan segi kenyamanan akses pencapaian dan kesehatan


utilitas bangunan dalam operasional.
Tanggapan dan Saran
Pada dasarnya konsultan perencana telah mempelajari dan memahami
yang tertera didalam Kerangka Acuan Kerja dan menanggapinya sesuai
dengan hasil pemahaman Konsultan Perencana.

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

27

1.MAKSUD DAN TUJUAN


Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petuniuk bagi konsultan
perencana yang memuai masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses
yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan kedalam
pelaksanaan tugas perencanaan.
Dengan

penugasan

ini

diharapkan

konsultan

perencana

dapat

melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan


keluaran yang memadai sesuai dengan KAK ini.
Tanggapan dan Saran

Untuk

memenuhi

maksud

dan

tujuan

dari

KAK

pekerjaan,

PERENCANAAN DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) GEDUNG


KANTOR DISPORA KOTA BANDUNG maka perencana akan melakukan
kegiatan pendahuluan sebelum perancangan, seperti :
Konsultan perencana akan menentukan pemikiran dasar sebagai
landasan kegiatan penyusunan perencanaan pekerjaan ini, seperti
analisa, identifikasi, dan pengolahan secara maksimal mengenai
kondisi dan karakter lingkungan dimana lahan proyek berada

beserta dengan kelemahan dan potensinya.


Konsultan perencana akan mendeskripsikan lingkup kegiatan
secara keseluruhan terkait dengan kegiatan perencanaan sesuai
dengan ketentuan yang tertera dalam dokumen anggaran DIPA

dan Kerangka Acuan Kerja.


Konsultan perencana juga akan melakukan koordinasi dengan
pemerintah daerah setempat berkaitan dengan Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperoleh
data primer maupun sekunder seperti hasil pengukuran topografi
(laporan) dan peta ukur

topografi, Peta

Rencana Detail Tata

Ruang, Peta Eksisting dan persyaratan minimal kawasan dan


permasalahan serta usulan pemecahan masalah.

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

28

2.SASARAN
Penyedia jasa kansultasi harus dapat membantu mewujudkan program
pemerintah sesuai dengan disiplin ilmu yang ada dan standar yang
berlaku,

serta

memberikan

produk

perencanaan

yang

dapat

dipertanggung-jawabkan.

Tanggapan dan Saran


Konsultan perencana telah memahami apa sasaran dari pekerjaan
ini.Berdasarkan konsep pengembangan wilayah yang ditetapkan di dalam
Rencana

Umum

Tata

Ruang

Kota

Bandung,

Dengan

konsep

pengembangan wilayah yang direncanakan di Kota Bandung merupakan


konsep yang sama

dengan pekerjaan ini, maka

perencana perlu

menciptakan experience yang ingin ditimbulkan pada bangunan tersebut,


tersebut

dapat

mengembangkan

secara

lebih

optimal

lanjut

dilaksanakan

pelayanan

sehingga

dapat

kepada masyarakat dan

dapat meningkatkan prestasi Olah Raga Kota Bandung.

3.LOKASI
Lokasi kegiatan pembangunan akan dilaksanakan di Jalan Aceh No.
51 Kota Bandung
(Bekas PPLP).
Tanggapan dan Saran
Lokasi yang disebutkan di KAK sudah menjelaskan dan dapat dipahami.

4.SUMBER PENDANAAN
Sumber pendanaan yang digunakan dalam kegiatan ini berasal dari
APBD

Kota Bandung Tahun Anggaran 2014 melalui DPA dengan Kode

Rekening No. 5.2.2.21.02 tanggal 30 Januari 2014 tentang Belanja Jasa


Konsultansi Perencanaan.Besarnya pagu

anggaran pada kegiatan ini

adalah Rp. 400.000.000,00 (Empat Ratus Juta Rupiah).


Tanggapan dan Saran

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

29

Konsultan Perencana dalam hal ini akan membuat rencana anggaran


biaya secara bijaksana agar seluruh lingkup anggaran yang terdapat di
KAK dapat terpenuhi dengan baik .
Besarnya biaya perencanaan mengikuti Pedoman Teknis Pembangunan
Bangunan Gedung Negara berdasarkan Keputusan Menteri Permukiman
dan Prasarana Wilayah Nomor : 45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember
2007 :
a. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum
dalam Surat Edaran tersebut di atas.
b. Bila terdapat pekerjaan non standar, maka dihitung secara perbulan
dan
c. Biaya langsung yang dapat diganti sesuai dengan ketentuan billing
rate yang berlaku.
d. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a dan b diatas adalah
dipisahkan antara bangunan standar serta dan non standard dan
harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka
dan huruf.
e. Besarnya biaya konsultan perencanaan marupakan biaya tetap dan
pasti.
f. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti Surat Perjanjian
Pekerjaan Perencanaan yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen
dan Konsultan Perencana.
Biaya pekerjaan Konsultan Perencanaan dan Tata Cara Pembayaran diatur
secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan
perencana sesuai peraturan yang berlaku terdiri dari :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang.


Materi dan pengadaan laporan.
Pembelian dan atau sewa peralatan.
Sewa kendaraan.
Biaya-biaya rapat.
Perjalanan (lokal maupun luar kota).
Jasa dan overhead perencanaan.
Pajak dan iuran daerah lainnya.

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

30

Tanggapan dan Saran

Konsultan
program

perencana

telah

memahami

dan

mengetahui

mengenai

kegiatan pekerjaan maupun pihak-pihak yang terkait sebagai

Kuasa Pengguna, KPA, PPK, dan satuan kerja yang melingkupi.

5.DATA DASAR
Diadakan

pendataan

pengukuran

elevasi

lokasi

kawasan

bangunan

tersebut

dengan

antisipasi

perkembangan

dan

bangunan

tersebut dimasa datang baik jalan maupun bangunan tersebut.

Tanggapan dan Saran

Pada poin tersebut adalah poin dari tahapan perencanaan yang


memang harus dilakukan untuk menyeraskan rencana desain dengan
keadaan eksisting lingkungan, yang dilakukan pada tahap persiapan
pekerjaan konsultan perencana. Poin tersebut lebih mengacu pada
konsep penataan lingkungan, maka dalam pekerjaan tersebut yang
perlu dilakukan oleh konsultan perencana adalah :
Penyusunan Konsep Penataan Ruang Bangunan
Hasil tahapan analisis program bangunan

akan

memuat

gambaran dasar penataan pada lahan perencanaan yang akan


ditindak lanjuti dengan penyusunan konsep dasar perancangan
tata ruang yang merupakan visi pengembangan. Penetapan
konsep disesuaikan dengan karakter Wilayah Kajian dan hasil
analisis. Komponen dasar perancangan bangungan berisikan visi
pembangunan, konsep perancangan

struktur

tata

bangunan

dan lingkungan (area site).


Rumusan Ketentuan Pemanfaatan Ruang
Terdiri dari :
a. Identifikasi persoalan pemanfaatan ruang yang ada di
lingkup area yang telah ditetapkan.
b. Rumusan klasifikasi, hirarki, zonasi atau blok (dalam area;
jenis pemanfaatan ruang tata guna lahan).
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

31

c. Hirarki pelayanan jaringan prasarana di area lingkungan


tapak.
d.

Tipologi bangunan blok di lingkungan tapak.

e.Tata masa bangunan (tinggi bangunan, garis sempadan,


jarak antar bangunan, dll) di lingkungan tapak.

6.STANDAR TEKNIS
Lingkup

pekerjan

yang

harus

dilaksanakan

oleh

konsultan

perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku antara


lain :
a. Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 28 Tahun 2002,
tentang Bangunan Gedung.
b. Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor 35 Tahun 2005
tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.
c. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/RT/M/2005,
Tanggal 1 Desember 2006 Tentang Pedoman Persyaratan Teknis
Bangunan Gedung.
d. Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara,
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007.
e. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2008,
Tanggal 30 Desember 2008 Tentang Pedoman Pemeliharaan &
Perawatan Bangunan Gedung.
f. Memaksimalkan penggunaan Standar Nasional lndonesia (SNl).
Tanggapan dan Saran
Konsultan perencana telah memahami standar teknis yang diinginkan,
dengan mengacu pada standar-standar tersebut konsultan prencana akan
membuat desain dan setiap poin pekerjaan yang harus dikerjaakan oleh
kami.

7.REFERENSI HUKUM

Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor : 54 tahun 2010.


Beserta Perubahannya nomor 35 Tahun 2011 serta perubahan ke

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

32

dua Nomor 70 tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/ Jasa

Pemerintah.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor07/PRT/M/2011 tentang
Standar & Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi don Jasa
Konsultansi.

Tanggapan dan Saran


Konsulttan perencana paham mengenai referensi hukum yang diberikan
dan

akan

melaksanakan

PERENCANAAN

pekerjaan,

DETAIL

ENGINEERING DESIGN (DED) GEDUNG KANTOR DISPORA KOTA


BANDUNG dengan sebaik-baiknya dengan berpedoman pada referensi
hukum yang telah diberikan. Dengan juga memperhatikan peraturan
lainnya yang terkait dengan pekerjaan tersebut.

8.LINGKUP PEKERJAAN
Merencanakan

PERENCANAAN

DETAIL

ENGINEERING

DESIGN

(DED)

GEDUNG KANTOR DISPORA KOTA BANDUNG.


Lingkup Kegiatan tersebut adalah :
Lingkup kegiatan adalah menyusun Perencanaan Detail Engineering
Design (DED) Gedung Kantor Dispora Kota Bandung. Adapun program
ruang yang akan direncanakan diantaranya :
1. Kantor Dinas Pemuda Olah Raga Kota Bandung
2. Ruangan Kepemudaan (Youth Centre)
3. Ruangan Olah Raga (Small Sport Hall Indor)
4. Ruangan Pertemuan dan Serbaguna (Small Convention Hall)
5. Ruang Rapat Dinas Kecil (Small Meeting Room)
6. Kamar Kamar Atlit PPLP
7. Kantin
Lingkup Teknis
Dalam
kegiatan

ini

diharapkan

konsultan

perencana

mampu

merencanakan PERENCANAAN DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)


GEDUNG KANTOR DISPORA KOTA BANDUNG sampai dengan selesai,
baik itu dari segi struktur, arsitektur, maupun mekanikal elektrikal, serta
utilitas bangunan tersebut.
A. Penyusuna pra-rencana, seperti membuat rencana tapak, pra-rencana
bangunan, perkiraan biaya, laporan perencanaan dan mengurus
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

33

perizinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota/ kabupaten,


keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan, dan penyiapan
kelengkapan

permohonon

IMB

sesuai

dengan

ketentuan

yang

ditetapkan pemerintah daerah setempat.


B. Penyusunan pengembangan rencana, seperti :
Rencana arsitektur, beserta uraian konsep serta visualisasi.
Rencana struktur, beserta uraian konsep dan perhitungannya
Memperhatikan dan mengadakan penyelidikan terhadap jenis tanah
(sondir) pada lokasi bangunan tersebut berdiri, apakah di atas lokasi
yang lama ataupun berada di atas sungai dengan kajian struktur
tersebut aman, baik dari umur konstruksi maupun fungsinya dalam
jangka waktu minimal 10 tahun semenjak kawasan dan bangunan

tersebut terfungsikan.
Rencana mekanikal-elektrikal termasuk IT, beserta uraian konsep

dan perhitungannya
Garis besar spesifikasi teknis (outline specific cations)
Perkiraan biaya
C. Penyusunan rencana detail berupa uraian terperinci seperti : membuat
gambar-gambar detail, rencana kerja dan syarat-syarat, rincian volume
pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi,
dan menyusun laporan perencanaan.
D. Pembuatan dokumen perencanaan teknis berupa :
Rencana teknis arsitektur, struktur, mekanikal

dan

elektrikal,

pertamanan, tata ruang dalam bentuk gambar rencana, gambar detail


pelaksanaan dan perhitungannya, rencana kerja dan syarat-syarat
administrative, syarat umum dan syarat teknis, rencana anggaran
biaya pembangunan dan laporan perencanaan.
E.Membantu Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen di dalam
menyusun dokumen pelelangan, dan membantu panitia pelelangan
dalam menyusun kembali dokumen pelelangan.

F. Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan,


termasuk menyusun Berita Acara Penjelasan Pekerjaan,
panitia

pelelangan

dalam

melaksanakan

evaluasi

membantu
penawaran,

menysusun kembali dokumen pelelangan dan melaksanakan tugastugas yang sama apabila terjadi lelang ulang.
G. Melakukan pengawasan berkala seperti memeriksa

kesesuaian

pelaksanaan pekerjaan dengan rencana secara berkala, melakukan


Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

34

penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada


perubahan, memberikan pejelasan terhadap persoalan-persoalan yang
timbul selama masa konstruksi, memberikan rekomendasi tentang
pengunaan bahan, dan membuat laporan akhir pengawasan berkala.
H. Menyusun laporan akhir pekerjaan perencanaan yang terdiri atas
perubahan perencanaan pada masa pelaksanaan konstruksi, petunjuk
pengunaan,

pemeiliharaan,

dan

perawataan

bangunan

gedung,

termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan


mekanikal-elektrikal bangunan.
Tanggapan dan Saran
Dari uraian Lingkup Pekerjaan di atas, Konsultan Perencana memahami
apa saja yang menjadi lingkup kerja dan akan menjalankan dengan sebaik
mungkin agar mendapat hasil maksimal sesuai dengan yang diinginkan
oleh pemberi tugas. Namun Konsultan Perencana berharap adanya
kerjasama yang baik terhadap pemberi tugas, agar data yang didapatkan
tepat sehingga outputnya pun sesuai dengan apa yang diinginkan.
Dan

dari

uraian

di

atas

Konsultan

Perencana

menanggapi

dan

menyimpulkan bahwa secara garis besar, lingkup pekerjaan Konsultan


Perencana terdiri dari :

Pendataan
Data yang dikumpulkan adalah segala jenis informasi yang diperlukan
untuk melakukan analisis kawasan dan wilayah sekitarnya. Dari hasil
pendataan ini akan diperoleh identifikasi kawasan dari segi fisik, sosial,
budaya, dan ekonomi, serta identifikasi atas kondisi di wilayah
sekitarnya yang berpengaruh pada perencanaan bangunan.
Mensurvey kegiatan atau bangunan eksisting dengan fungsi yang
sama, Selain itu juga memperhatikan setiap kekurangan dan
kebutuhan yang perlu diakomodir dan hal eksisting yang perlu

dipertahankankan atau bahkan diperkuat.


Untuk memperdalam pemahaman akan kebutuhan ruang dari
masyarakat,
maupun

perlu

dilakukan

pengguna

perancangan

yang

wawancara

bangunan
akan

dengan

eksisting.

dibuat

oleh

pelaku

Sehingga
prencana

seni

dalam
juga

memperhitungkan aspek sosiologis-nya.


Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

35

Analisis Wilayah Perencanaan


Analisis adalah penguraian atau pengkajian atas data yang telah
berhasil dikumpulkan. Analisis dilakukan secara berjenjang dari tingkat
kota; tingkat wilayah sekitar kawasan; sampai pada tingkat kawasan.
Dari hasil analisis ini akan diperoleh arahan solusi atau konsep
perencanaan atas permasalahan yang telah diidentifikasikan pada
tahap

pendataan. Analisis

juga

menyangkut

peraturan-peraturan

terkait ketentuan-ketentuan dan peraturan pemanfaatan ruang dalam


dimensi pengembangan.

Penyusunan kualifikasi standar desain gedung


Penataan dan perancangan bangunan dengan fungsi yang diinginkan
disesuaikan ddengan ketentuan penggunaan bahan dan kelayakan dari
aspek-aspek yang mempengaruhinya. Baik dari aspek kenyamanan
bagi pengguna bangunan sampai dengan aspek keselamatan bagi
pengguna gedung. Semua aspek tersebut kami rencanakan dengan
baik dan dengan memperhatikan standar dan panduan yang telah

ditetapkan oleh negara.


Penyusunan Blok Plan dan Site Plan
Panduan rancangan berupa data-data yang ada bersifat melengkapi
dan menjelaskan secara lebih rinci rencana umum yang telah
ditetapkan

sebelumnya,

meliputi

ketentuan

dasar

implementasi

rancangan dan prinsip-prinsip pengembangan rancangan. Adapun


komponen rancangan meliputi struktur peruntukan pemanfaatan lahan,
tata bangunan, sistem sirkulasi dan jalur penghubung, sistem ruang
terbuka dan tata hijau, tata kualitas lingkungan, sistem prasarana dan
utilitas. Ketentuan dasar implementasi rancangan dapat diatur melalui
aturan wajib, aturan anjuran utama, dan aturan anjuran pada area
perencanaan dimaksud. Ketentuan pemanfaatan ruang antara lain
meliputi :
a. Kegiatan dan penggunaan lahan
b. Intensitas pemanfaatan ruang (KDB,KLB dan KDH),
c. Tata masa bangunan (tinggi bangunan, garis sempadan, jarak antar
bangunan, luas minimum persil,dsb.),

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

36

d. Peta Rencana Blok, sekurangnya berisikan tema pembagian subblok, struktur

ruang

(fasilitas,

utilitas,

jaringan

infrastrukturtuterinci), dan pola ruang (land use dengan land


calculation), dan telah scalable.
e. Foto, citra dan gambar-gambar lainnya, yang memuat informasi
minimal tentang :
Pengaturan Pola Ruang
Pengaturan Struktur Ruang
Pengaturan Bangunan
Pengaturan Sarana dan Prasarana penunjang
Penyusunan Pedoman Pengendalian Pelaksanaan
Pedoman pengendalian pelaksanaan dimaksudkan untuk mengarahkan
perwujudan pelaksanaan yang berdasarkan dokumen Blok Plan, Site
Plan dan memandu pelaksanaan agar dapat menghasilkan bangunan
yang

berkualitas,

pelaksanaan

meningkat

dan

berkelanjutan.

Pengendalian

dilakukan oleh dinas teknis sesuai kewenangan yang

ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat. Pedoman pengendalian


pelaksanaan dapat ditetapkan dan berupa dokumen terpisah tetapi
merupakan satu kesatuan dengan dokumen Penyusunan Blok Plan, Site
Plan, berdasarkan kesepakatan para pemangku kepentingan, setelah
mempertimbangkan tingkat kompleksitasnya.
Pada prinsipnya lingkup pekerjaan yang Konsultan Perencana uraikan,
memiliki tujuan yang sama dengan lingkup pekerjaan yang terdapat
pada Kerangka Acuan Kerja (KAK), yakni menciptakan hasil yang
maksimal untuk pekerjaan ini.

9.KELUARAN
Hasil keluaran dari pengawasan tersebut :
a. Mengadakan sondir pada kawasan

lokasi

beserta

hasil

laporannya.
b. Mengadakan perhitungan struktur baik secara bangunan
maupun kawasan lokasi tersebut .
c. Laporan Perencanaan sebanyak 5 (lima) buku laporan, yaitu :
laporan pendahuluan
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

37

laporan antara
laporan akhir
dokumen final engineering / dokumen lelang
- laporan perhitungan struktur
- laporan RAB
- laporan spesesifikasi teknis (RKS)
- gambar A1

Tanggapan dan Saran


Keluaran yang ditertera pada KAK dapat diperinci sesuai dengan
tahapan

perencanaan.

Teknis

tahapan

pelaksanaan

pekerjaan

perencanaan pekerjaan ini perlu mendapatkan alokasi waktu yang tepat


dan logik. Hal ini untuk mendukung agar pekerjaan dapat diselesaikan
tepat waktu, seperti yang telah ditetapkan yaitu 45 (empat puluh lima)
hari

kalender

atau

1,5

(satu

setengah)

bulan

terhitung

sejak

dikeluarkannya SPMK. Waktu tersebut akan digunakan sebagai panduan


perencana untuk menyelesaikan keluaran yang telah ditentukan.
Tahapan pelaksanaan menurut saran kami, yang kami nilai lebih
mendeskripsikan tahapan pelaksanaan pekerjaan perencanaan secara
teknis, adalah seperti dibawah ini.
a. Interpretasi Terhadap Kerangka Acuan Kerja
Dalam tahap ini, Kerangka Acuan Kerja diinterpretasikan untuk
mendapatkan pemahaman yang memadai tentang maksud,
tujuan, sasaran kegiatan, lingkup pekerjaan, data fasilitas
penunjang,

output

pekerjaan

perencanaan

yang

harus

dihasilkan, serta kriteria-kriteria yang sesuai berdasarkan fungsi


dan kompleksitas bangunan. Tahapan ini dapat dituangkan
dalam tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja.
b. Tahap Pengumpulan Data/Persiapan
Dalam tahap ini, perencana diharuskan mencari data sebanyakbanyaknya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan
pekerjaan tersebut. Data tersebut dapat berupa :
Membuat laporan hasil sondir tapak sesuai dengan hasil
pengerjaannya.
Peraturan perundang-undangan sehubungan dengan objek
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

38

rancangan
Peraturan

perundang-undangan

mempelajari

peraturan

dan

didapat

dengan

persyaratan

tentang

pembangunan proyek yang berlaku di daerah setempat.


Ketentuan

ketatakotaan

sehubungan

dengan

lokasi

perancangan
Ketentuan yang dimaksud tersebut adalah ketentuanketentuan bangunan seperti Koefisien Dasar Bangunan,
Koefisien Luas Bangunan, Garis Sempadan Bangunan,
Ketinggian Bangunan, dan persyaratan-persyaratan terkait
lainnya.
Saluran Kota dan Kondisi Utilitas Sekitar
Data mengenai saluran-saluran eksisting di sekitar lokasi
diperlukan untuk merencanakan sistem-sistem utilitas,
seperti drainase, air bersih dan air limbah.
Review Kondisi Tapak.
Review yang dimaksudkan adalah terkait dengan informasi
lahan yang meliputi lokasi, luasan dan batas-batas tapak;
topografi lahan; kondisi tanah dan keberadaan air tanah;
aliran air permukaan dan sumber air tanah; peruntukan
lahan; perincian tata guna lahan, perkerasaan, penghijauan
dan

bangunan;

sirkulasi

dan

pencapaian;

vegetasi;

pengguna bangunan; kegiatan pengguna (kegiatan utama,


penunjang, pelengkap).
c. Tahap Konsep Rancangan
Tahap ini merupakan tahapan untuk pengolahan dan
analisis primer maupun sekunder dan informasi lain yang
diterima dari pengguna jasa maupun pihak-pihak lain yang
terkait memenuhi batasan sasaran/tujuan proyek dari
pengguna

jasa

serta

ketentuan

maupun

persyaratan

pembangunan yang berlaku. Hasil dari tahap ini dapat


berupa program rencana kerja, yang menjelaskan tentang
rencana penanganan pekerjaan perancangan; program dan
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

39

susuna pola ruang yang menjelaskan susunan kebutuhan,


besaran, dan jenis ruang serta analisi hubungan ruang.

Tahapan ini juga menguraikan program rancangan serta


pemikiran-pemikiran yang mendasar tentang latar belakang
dan

pertimbangan

semua

bidang,

sebagai

landasan

penanganan perancangan yang diwujudkan dalam uraian


tertulis, diagram-diagram dan atau gambar.

Sketsa gagasan juga merupakan salah satu bagian dari


tahapan ini. Merupakan gambar sketsa dalam skala yang
memadai yang menggambarkan gagasan rancangan yang
jelas

tentang

pola

pembagian

ruang

dan

bentuk

bangunan, sebagai interpretasi dari tujuan kebutuhan


pekerjaan, program dan konsep rancangan.
d. Tahap Prarancangan (Scematic Design)

Pada tahapan ini berdasarkan konsep rancangan yang


paling sesuai dan dapat memenuhi persyaratan program
perancangan, konsultan perencana menyusun pola dan
gubahan bentuk arsitektur yang diwujup-[[dkan dalam
gambar gambar. Sedangkan nilai fungsional digambarkan

dalam bentuk diagram diagram.


Tahap Prarancangan merupakan pengembangan dari sketsa
gagasan dalam skala yang memadai untuk kejelasan
informasi yang ingin dicapai, antara lain mencakup dan
menjelaskan mengenai hal hal :
- Situasi yang menunjukkan perencanaan di dalam tapak
terhadap

lingkungan

sekitar

berdasarkan

Rencana

Tata Kota
- Rencana Tapak yang menunjukan hubungan masing
masing

bangunan dan tata ruang luar / penghijauan

di dalam kawasan tapak


- Denah yang menggambarkan susunan tata ruang dalam
bangunan yang berskala dan menerangkan peil lantai

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

40

- Tampak

bangunan

kempat sisi/arah

yang

menunjukkan

pandangan

bangunan

- Potongan bangunan secara melintang dan memanjang


untuk menunjukkan secara garis besar penampang dan
sistem struktur

bangunan

- Sketsa perspektif menunjukkan penampilan bangunan


dari sudut

tertentu di lingkungannya

Pada tahap prarancangan ini pula ditentukan gagasan


rancangan,

pemilihan

sistem

struktur

bangunan

dan

pemilihan sistem instalasi teknik.


e. Tahap Pengembangan Rancangan
Pada tahap pengembangan rancangan, konsultan perencana
bekerja

atas

dasar prarancangan

yang telah disetujui oleh

pengguna jasa untuk menentukan :

Sistem konstruksi dan struktur bangunan dan sistem


mekanikal-elektrikal dengan mempertimbangkan kelayakan
dan kelaikannya baik terpisah maupun secara terpadu.

Bahan bangunan akan dijelaskan secara garis besar dengan


mempertimbangkan nilai manfaat, ketersediaan bahan,
konstruksi dan nilai ekonomi.

Perkiraan biaya konstruksi akan disusun berdasarkan sistem


bangunan, keseluruhannya disajikan dalam bentuk gambargambar, diagram-diagram sistem dan laporan tertulis.

Gambar pengembangan dalam skala yang memadai untuk


kejelasan informasi yang dibutuhkan (skala 1:500, 1:200,
1:100, 1:50 atau sesuai dengan kebutuhan), meliputi antara
lain :
-

Rancangan

tapak

untuk

menunjukkan

hubungan-

hubungan antara lantai dasar bangunan dan tata ruang


luar terhadap garis sempadan bangunan,

jalan

dan

ketentuan Rencana Tata Kota lainnya.


- Denah yang menunjukan lantai-lantai dalam bangunan,
susunan tata

ruang dalam, koordinat bangunan, peil

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

41

lantai, dan ukuran-ukuran

elemen

bangunan

serta

jenis bahan yang digunakan.


- Tampak

bangunan,

keempat arah

yang

menunjukan

pandangan

bangunan dan bahan bangunan yang

digunakan secara jelas.


- Potongan bangunan, secara melintang dan memanjang
yang menjelaskan sistem struktur, ukuran dan peil
elemen bangunan (pondasi, lantai, dinding, langit- langit
dan atap) secara menyeluruh.
Kemudian dari tahapan pekerjaan tersebut, akan tercipta hasil-hasil
proses

pekerjaan

yang

berupa

laporan.

Laporan

tersebut

akan

diserahkan secara berkala sesuai dengan waktu bekerja konsultan


perencana. Keluaran produk laporan yang harus diserahkan adalah :
a. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan minimal memuat:

Hasil telaah literatur/ referensi dan telaah data yang


diperoleh dari survey dan identifikasi permasalahan di

lapangan.
Perhitungan dan analisis kebutuhan ruang, sarana dan

prasarana dan pengorganisasian ruang.


Konsep perancangan bangunan dan lingkungan berbasis
pada

keseimbangan

pemenuhan

kebutuhan

ruang,

keamanan dan kenyamanan pengguna, efisiensi energi dan


konsep bangunan hijau serta alternatif pemilihan bentuk/
tekstur/

warna

yang

mendukung

penguatan

karakter

bangunan dan wajah lokasi.


b. Laporan Akhir
Mencakup penyempurnaan laporan intern/antara, yaitu:
Konsep perancangan bangunan dan penataan lansekap
Penyempurnaan sistem utilitas pendukung bangunan

Sistem struktur bangunan.

Sistem sirkulasi horizontal dan vertikal dan aksesbilitas


penghuni
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

42

Sistem mekanikal (lift).

Sistem

elektrikal

(penerangan,

listrik,

pemadam

kebakaran dan penangkal petir).

Sistem penyediaan air bersih.

Sistem pengelolaan air kotor dan sampah.

Sistem antisipasi dan pemadam kebakaran.

Sistem evakuasi bencana (gempa).

Sistem informasi bangunan gedung (building automatic


system)

untuk

pengelolaan

penerangan

buatan

maupun deteksi kebakaran dan bencana lainnya.


Jadwal pelaksanaan kegiatan
Gambar visualisasi 3 (tiga) dimensi dan animasi bentuk
bangunan.
c. Dokumen Final Engineering
Berisi hasil pekerjaan konsultan perencana yang terdiri dari :

Laporan perhitungan struktur


Laporan RAB
Laporan spesesifikasi teknis (RKS)
Visualisasi rancangan dalam bentuk digital dan cetak
dalam

ukuraran

A3

sampai

A1,

sesuai

dengan

kebutuhannya

10.

JANGKA WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN


Waktu pelaksanaan untuk PERENCANAAN DETAIL ENGINEERING
DESIGN (DED) GEDUNG KANTOR DISPORA KOTA BANDUNG
selama 45 (empat puluh lima) hari kalender atau 1,5 bulan terhitung
sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Pihak konsultan sangat memahami dan akan melaksanakan sesuai
dengan batas waktu yang ditentukan tersebut.

Tanggapan dan Saran


Pihak konsultan sangat memahami dan akan melaksanakan sesuai
dengan batas waktu yang ditentukan tersebut.

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

43

11.

PERSONIL
Untuk

melaksanakan

tujuan,

Konsultan

Perencana

harus

menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan kegiatan, baik


ditinjau

dari

segi

lengkap

(besar)

proyek

maupun

tingkat

komplesitas pekerjaan. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam


kegiatan perencanaan minimal terdiri dari :
a. Penanggung Jawab/Tenaga Ahli
1. Team Leader, Sarjana (S1; 9 thn)

: 1 orang, 1,5

bulan
Teknik Arsitektur
Minimal SKA
Madya Perencana Arsitektur/ Sipil
2. Ahli Sipil/Struktur, Sarjana (S1; 6 thn)
bulan
Teknik Sipil Konstruksi
Minimal SKA
Madya Perencana Sipil Konstruksi
3. Ahli Arsitektur, (S1; 6 thn)
Teknik Arsitektur
Minimal SKA
Madya Perencana Arsitektur
4. Ahli Elektrikal, (S1; 6 thn),
Teknik Listrik/ Elektro
Minimal SKA
Madya Perencana Elektrikal
5. Ahli Mekanikal, (S1; 6 thn),

: 1 orang, 1,5

: 1 orang, 1,5 bulan

: 1 orang, 1,5 bulan

: 1 orang, 1,5

bulan
Teknik Mesin
Minimal SKA
Madya Perencana Mekanikal
6. Ahli Lingkungan, (S1; 6 thn),

: 1 orang 1,5

bulan
Teknik Lingkungan
Minimal SKA
Madya Perencana Lingkungan
7. Ahli Geodesi, (S1; 6 thn),

: 1 orang 1,5

bulan
Teknik Geodesi
Minimal SKA
Madya Perencana Penyidikan Tanah
8. Ahli Olah-Raga, (S1; 6 thn),

: 1 orang 1,5

bulan
Pendidikan Olah Raga
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

44

b. Tenaga Sub Profesional


1. Drafter CAD, (D3; 7 thn),

: 3 orang 1,5

bulan
2. Asisten Profesional Staf (S1; 4 tahun),

: 5 orang 1,5

bulan
3. Surveyor, (D3; 4 tahun),

: 2 orang 1,5

bulan
c. Tenaga Pendukung
1. Office Manager, (SMA; 5 tahun)

: 1 orang, 1,5

bulan
2. Sekretaris, (SMA; 5 tahun)
: 1 orang, 1,5 bulan
3. Administrasi dan Keuangan, (SMA; 5 tahun) : 1 orang 1,5
bulan
4. Operator Komputer, (SMA; 5 tahun)
bulan
5. Office Boy (SMA; 5 tahun)

: 1 orang 1,5
: 1 orang 1,5 bulan

Tanggapan dan Saran


Konsultan Perencana akan memenuhi persyaratan tenaga ahli yang
disebutkan dalam Kerangka Acuan Kerja tersebut dan akan berusaha
memberikan tenaga ahli maupun tenaga pendukung yang handal agar
dapat

bekerja

secara

maksimal

dalam

jangka

waktu

yang

telah

ditentukan.
Persyaratan Tenaga ahli dan personil untuk pekerjaan ini adalah sebagai
berikut :

1) Team Leader
Ketua Tim (Team Leader) berjumlah 1 (satu) orang dengan latar
belakang

pendidikan

S1

universitas/perguruan

tinggi

terakreditas

B.

minimal

Teknik

negeri

atau

Berpengalaman

(Arsitek)
swasta
dalam

yang

lulusan
telah

perencanaan

bangunan sekurang-kurangnya 9 (sembilan) tahun dan memiliki


Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai Perencana
(SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang.
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

45

2) Tenaga Ahli Sipil/Struktur


Berjumlah 1 (satu) orang. Berpendidikan minimal Sarjana Teknik
Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta
yang

telah

terakreditasi

minimal

B.

Berpengalaman

dalam

perencanaan bangunan sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun dan


memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai
Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang.

3) Tenaga Ahli Arsitektur


Berjumlah 1 (satu) orang, berpendidikan minimal Sarjana Teknik
Arsitektur (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau
swasta yang telah terakreditasi minimal B. Berpengalaman dalam
perencanaan bangunan sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun dan
memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai
Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang.
4) Tenaga Ahli Elektrikal
Berjumlah 1 (satu) orang. Berpendidikan minimal Sarjana Teknik
Listrik/Elektro (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau
swasta yang telah terakreditasi minimal B. Berpengalaman dalam
perencanaan bangunan sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun dan
memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai
Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang.

5) Tenaga Ahli Mekanikal


Berjumlah 1 (satu) orang. Berpendidikan minimal Sarjana Teknik
Listrik/Elektro (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau
swasta yang telah terakreditasi minimal B. Berpengalaman dalam
perencanaan bangunan sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun dan
memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin Bekerja sebagai
Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi yang berwenang.
Tenaga Ahli Mekanikal bertugas sebagai :
6) Tenaga Ahli Lingkungan
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

46

Berjumlah 1 (satu) orang. Berpendidikan minimal Sarjana Teknik


Lingkungan (S1) lulusan universitas/Perguruan tinggi negeri atau
swasta yang telah terakreditasi minimal B. Berpengalaman dalam
perencanaan bangunan dan lingkungan sekurang-kurangnya 6
(enam) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin
Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi
yang berwenang.
7) Tenaga Ahli Geodesi
Berjumlah 1 (satu) orang. Berpendidikan minimal Sarjana Teknik
Geodesi (S1) lulusan universitas/Perguruan tinggi negeri atau swasta
yang

telah

terakreditasi

minimal

B.

Berpengalaman

dalam

perencanaan bangunan dan lingkungan sekurang-kurangnya 6


(enam) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Surat Ijin
Bekerja sebagai Perencana (SIBP) sesuai bidangnya dari Instansi
yang berwenang.
8) Tenaga Ahli Olah Raga
Terdiri dari 1 (satu) orang, dengan pendidikan minimal dengan
Sarjana (S1) lulusan Universitas/Perguruan tinggi negeri atau swasta
yang telah terakreditasi minimal B.
9) Drafter CAD
Terdiri dari 3 (tiga) orang, dengan pendidikan minimal dengan
Diploma (D3) lulusan universitas/Perguruan tinggi negeri atau
swasta yang telah terakreditasi minimal B, dengan pengalaman
dalam

pembuatan

gambar

perencanaan

bangunan

sekurang-

kurangnya 7 (tujuh) tahun.


10)
Assisten Profesional Staf
Terdiri dari 5 (lima) orang, dengan pendidikan minimal dengan
Serjana (S1) lulusan Universitas/Perguruan tinggi negeri atau swasta
yang telah terakreditasi minimal B, dengan pengalaman dalam
bidangnya sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun.
11)
Surveyor
Terdiri dari 2 (dua) orang, dengan pendidikan minimal dengan
Diploma (D3) lulusan universitas/Perguruan tinggi negeri atau
Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora
Kota Bandung

47

swasta yang telah terakreditasi minimal B, dengan pengalaman


dalam bidangnya sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun.
12)
Office Manager
Terdiri dari 1 (satu) orang, dengan pendidikan minimal lulusan SMA,
dengan pengalaman dalam bidangnya sekurang-kurangnya 5 (lima)
tahun.
13)
Administrasi Keuangan
Terdiri dari 1 (satu) orang, dengan pendidikan minimal lulusan SMA,
dengan pengalaman dalam bidangnya sekurang-kurangnya 5 (lima)
tahun.
14)
Operator Komputer
Terdiri dari 1 (satu) orang, dengan pendidikan minimal lulusan SMA,
dengan pengalaman dalam bidangnya sekurang-kurangnya 5 (lima)
tahun.
15)
Office Boy
Terdiri dari 1 (satu) orang, dengan pendidikan minimal lulusan SMA,
dengan pengalaman dalam bidangnya sekurang-kurangnya 5 (lima)
tahun.

12.

LAPORAN PENDAHULUAN
Laporan pendahuluan memuat :

Rencana kerja penyedia jasa konsultan secara menyeluruh.


Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya
Jadwal kegiatan pelaksanaan pekerjaan
Eksisting survey lapangan
Laporan peendahuluan sebanyak 5 (lima) eksemplar laporan

Tanggapan dan Saran


Konsultan perencana memahami konten yang diperlukan dalam
pembuatan laporan pendahuluan, yang merupakan salah satu
produk keluaran yang diinginkan.

13.

LAPORAN ANTARA
Laporan antara memuat :

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

48

Data observasi dan analisa perencanaan terhadap potensi,

permasalahan, tantangan serta hambatan.


Laporan antara sebanyak 5 (lima) eksemplar laporan dalam
format A4.

Tanggapan dan Saran


Konsultan perencana memahami konten yang diperlukan dalam
pembuatan laporan pendahuluan, yang merupakan salah satu
produk keluaran yang diinginkan.

14.

LAPORAN AKHIR
Laporan akhir memuat :

Penyempurnaan laporan antara / draft akhir (final).


Laporan akhir sebanyak 5 (lima) eksemplar laporan dalam
format A4.

Tanggapan dan Saran


Konsultan perencana memahami konten yang diperlukan dalam
pembuatan laporan pendahuluan, yang merupakan salah satu
produk keluaran yang diinginkan.

15.

DOKUMEN LELANG
Merupakan laporan yang tidak terpisahkan dari pekerjaan terhadap
Rencana Pembangunan Gedung Kantor Dispora Kota Bandung. Berisi
hasil pekerjaan konsultan perencana yang terdiri dari :

Laporan perhitungan struktur


Laporan RAB
Laporan spesesifikasi teknis (RKS)
Visualisasi rancangan dalam bentuk digital dan cetak
dalam

ukuraran

A3

sampai

A1,

sesuai

dengan

kebutuhannya
Laporan Dokumen Lelang sebanyak 5 (lima) eksemplar dalam
format A4.
Tanggapan dan Saran

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

49

Konsultan perencana memahami konten yang diperlukan dalam


pembuatan laporan ringkasan eksekutif, yang merupakan salah satu
produk keluaran yang diinginkan.

Perencanaan DED Gedung Kantor Dispora


Kota Bandung

50

Anda mungkin juga menyukai