Anda di halaman 1dari 3

4.

ENERGI YANG HILANG KARENA ELEKTRON


Proses dimana elektron menghilangkan energi dalam perpindahan medium sangatlah
rumit dibandingkan energi yang hilang karena oleh partikel bermuatan berat. Komplikasi ini
timbul untuk bidang-bidang berikut :
1.

Karena massa yang kecil dan kecepatan yang tinggi dari partikel beta, maka hal ini

2.

menjadi perlu untuk mempertimbangkan efekrelativitas


Sebaliknya untuk massa yang berat,elecktron mungkin kehilangan sebagian besar dari
energi kinetic dalam tabrakan tunggal. Hal ni terjadi tidak karena massa elektron yang
besar berpindah-pindah, tetapi sangat sulit untuk membedakan antara electron insiden
dan target elektron. Salah satu yang memiliki energi yang lebih tinggi setelah tumbukan

3.

disebut insiden (atau primer) elektron.


Tumbukan antara elektron dan atom, dimana elektron hanya dibelokan tanpa ada energi
yang hilang (tumbukan sempurna), hal ini sering terjadi. Beberapa hamburan ini

4.

membuat bingung dalam pengukuran kehilangan energi kedepannya.


Efek yang paling dominan terjadi pada saat kecepatan tinggi adalah energi yang hilang
oleh radiasi begitu banyak, sehingga saat partikel beta bergerak dalam kecepatan tinggi
yang

5.

ekstrim,

energi

yang

hilang

akibat

ionisasi

dan

ekstansi

menjadi

diabaikandibandingkan dengan kehilangan energi oleh radiasi.


Elektron yang dipancarkan dalam proses peluruhan beta tidak memiliki kesamaan energi.
Hanya memiliki energy distriusi yang terus-menerus antara nol dan maksimum.
Semua factorini sulit diprediksi secara teoritik dari energi yang hilang oleh elektron.

Untuk energi elektron yang relative kecil, kehilangan energi terutama disebabkan oleh eksitasi
dan ionisasi elektron dalam atom dari bahan yang digunakan untuk menghentikan. Pada
kenyataannya, kehilangan energi per sentimeter dengan proton tidak berbeda jauh dari
elektron yang berkecepatan sama. Untuk elektron denganenergi tinggi, kita akan
mempertimbangkan hilangnya energi dengan proses berikut:
A. Energi yang hilang akibat tumbukan tak sempurna.
Persamaan dari stopping power untuk partikel bermuatan berat berasal dari Bab VII,
i.e.,

dE 4 e4 z 2
2mv 2

NZ ln(
)
dx
mv 2
l

(7.37)

Harus diubah untuk dua alasan yang berbeda. (a) karena mereduksi massa dari dua
sistem elektron. Untuk kondisi log 2mv2 harus disubtitusi ke log mv2. (b) identifikasi dari
elektron berenergi tinggi seperti kemunculan elektron primer dari batas energi tumbukan
yang hilang pada berbagai tumbukan adalah mv2 bukan mv2. Koreksi ini terjadi
karena persamaan untuk elektron adalah E<mv2

2mv 2

dE 4 e4

NZ ln
0.15
2
dx mv
l

(8.33)

Untuk kasusrelativitas elektron, persamaannyaadalah:


dE 2 e 4
2mv 2
1
2 1 2 1 2 ln 2 1 2 1 1 2

NZ ln
2
2
2

dx
mv
8
2l 1

(8.34)
Dimana E adalah energi kinetik dari incident electron dan =V/C .Untuk kasus

elektron yang lambat dimana <<1, persamaan 8.34 sama seperti 8.33. Untuk keadaan
dimana relativitas partik elekstrim persamaan 8.34 dirubah menjadi:

dE 2 e 4 NZ

dx
mc 2

E2
1

2 2
8
2mc l

ln

(8.35)

B. Energi yang hilang dari elektron yang cepat karena radiasi


Menurut teori elektromagnetik klasik, percepatan pancaran energi elektromagnetik
partikel bermuatan pada tingkat tertentu diberikan oleh persamaan berikut:

dE 2 e 4 a 2

dt
3c 2
Dimana partikel bermuatan seperti elektron dan proton berpindah di(8.36)
dalam inti itu
dipercepat dan memancarkan gelombang elektromaknetik. Radiasi ini disebut
Bremsstrahlung. Pada persamaan (8.36) energi radiasi berbanding lurus dengan kuadrat
dari percepatan. Meskipun energi radiasi berbanding terbalik dengan kuadrat massa
karena a=F/m, dimana F adalah gaya dan m adalah massa dari partikel bermuatan. Hal
ini menjelaskan mengapa efek radiasi harus dipertimbangkan dalam kasus elektron yang
bergerak cepat dan dapat diabaikan untuk partikel bermuatan berat, seperti proton,
partikel alpha, meson, dan sejenisnya.karena gaya adalah sebanding dengan Z2, di mana Z
adalah nomor atom dari bahan yang diserap. Perhatikan bahwa kehilangan energi oleh
radiasi sebanding dengan Z2 dan meningkatkan logaritmis. Oleh karena itu pada energi
tinggi, kerugian radiasi besar.
Jika energi yang hilang oleh radiasi adalahyang paling dominan, panjang radiasi
didefinisikan sebagai panjang lintasan absorber dimana elektron muncul dengan 1/e

energi awal. Energi kritis, Ee, didefinisikan sebagai energi elektron dimana kehilangan
energi oleh ionisasi sama dengan kerugian radiasi. Ini telah ditunjukkan oleh H. Bethe W.
Heitler pada

1600 mc 2
Ec
Z

(8.37)
Dan kerugian radiasi untuk kehilangan energi ionisasi ditunjukan oleh:
dE

EZ
dx rad
1600mc 2
dE
(8.38)

dx cell
2
dimana mc = 0.51 Mev.
Sebagai contoh gambar 8.9 menunjukan total kerugian energi untuk elektron,
dimana

dE

dx total

dE

dE


dx

cell

dx

rad

(8.39)

Hal lain yang kita tidak dibahas adalah bahwa kehilangan energioleh radiasi terjadi
tidak hanya di bidang inti, tetapi juga di bidang elektron yang harus disertakan dalam
total kerugian radiasi.

Gambar
energi oleh

8.9 tingkat kehilangan


Sumber: Allyn.1966.

electron yang

teradiasi
Total

kerugian

nanti

akan

elektron
satuan mc2.

radiasi dan tabrakan


ditampilkan.

Energi

dinyatakan

dalam