Anda di halaman 1dari 2

Tinjauan Pustaka

1. Air
Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan. Air mempertahankan suhu
tubuh, mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh, melembabkan persendian, dan membantu
pencernaan makanan. Air juga merupakan unsur alam terpenting kedua bagi kehidupan
makhluk hidup setelah oksigen, maka air harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup,
mudah didapatkan dan memenuhui persyaratan untuk dikonsumsi. Manusia mendapatkan air
dari sumber-sumber air, baik yang ada dipermukaan tanah maupun air yang ada dalam tanah.
Satu molekul air terdari dari dua atom Hidrogen dan satu atom Oksigen. Berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001, mutu air diklasifikasikan menjadi empat kelas,
yaitu:
a. Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau
peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut;
b. Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air,
pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau
peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut;
c. Kelas tiga, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar,
peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang
mempersyaratkan air yang sama dengan kegunaan tersebut;
d. Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi, pertanaman dan
atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut.
2. Besi
Besi adalah logam yang kelimpahannya berada pada urutan kedua. Senyawa ini memiliki dua
tingkat oksidasi, yaitu Fe2+ (ferro) dan Fe3+ (ferri). Besi adalah logam yang berada pada
urutan kedua. Senyawa ini memiliki dua tingkat oksidasi, yaitu Fe2+ (ferro) dan Fe3+ (ferri).
Besi juga merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Besi
yang dikonsumsi manusia tentunya bukan besi dalam bentuk padatan logam, akan tetapi
dalam bentuk ion, yaitu Fe(II) dan Fe(III). Zat Besi (Fe) adalah suatu komponen dari
berbagai enzimyang mempengaruhi seluruh reaksi kimia yang penting di dalam tubuh. Besi
(Fe) juga merupakan komponen dari hemoglobin, yang memungkinkan sel darah merah
membawa oksigen dan mengantarkannya ke jaringan tubuh.
3. Zat Besi dalam Air
Besi merupakan salah satu elemen yang dapat ditemui hampir pada semua badan air.
Umumnya besi yang ada di dalam air dapat bersifat terlarut sebagai Fe2+ atau Fe3+. Besi
terlarut dalam air dapat berbentuk kation ferro (Fe2+) atau kation ferri (Fe3+). Hal ini
tergantung kondisi pH dan oksigen terlarut dalam air. Senyawa besi dalam jumlah kecil di

dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah, dimana tubuh
memerlukan 7-35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air. Besi dibutuhkan untuk produksi
hemoglobin (Hb), sehingga defisiensi Fe akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah
yang lebih kecil dengan kandungan Hb yang rendah dan menimbulkan anemia. Zat Fe yang
melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh dapat menimbulkan masalah kesehatan, hal ini
dikarenakan tubuh manusia tidak dapat mengekskresi Fe, sehingga bagi mereka yang sering
mendapat transfusi darah kulitnya menjadi hitam karena akumulasi Fe.