Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KIMIA KLINIK

PEMERIKSAAN ASAM URAT

OLEH :
KELOMPOK IV GENAP
1.
2.
3.
4.
5.

PUTU RINA WIDHIASIH


KOMANG OKTARINA PUTRI
LUH PUTU DEVI KARTIKA
A.A LIDYA NIRMALA DEWI
I DEWA AYU RIANITA PUTRI

(P07134014002)
(P07134014004)
(P07134014006)
(P07134014008)
(P07134014010)

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR


JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN AKADEMIK 2015/2016

PEMERIKSAAN ASAM URAT


Tanggal Praktikum

: Kamis, 20 Oktober 2016

Tempat Praktikum

: Laboratorium Kimia Klinik JAK Poltekkes Denpasar

I. TUJUAN
1. Tujuan Umum
a. Mahasiswa dapat mengetahui cara penentuan kadar asam urat.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat memahami kadar asam urat pada sampel.
b. Mahasiswa dapat melakukan penentuan asam urat pada sampel.
II. METODE
Enzimatik Kolorimetri
III.PRINSIP
Asam urat + H2O +O2
urikase
Allantoin +CO2+H2O2
DBHS+4-Aminoantipirin +2H2O2 urikase Quinoneimina +3H2O
1. Uric acid dioksidasi menjadi allantoin oleh uricase dengan produksi H2O2
2. Peroxide bereaksi dengan 4-AAP dan DHBS dengan bantuan Peroxide
dirubah menjadi quinoneimine dye. Absorbansi senyawa warna ini pada 505
nm sebanding dengan konsentrasi urid acid dalam sampel
IV. DASAR TEORI
a. Ginjal
Ginjal merupakan organ ganda yang terletak di daerah abdomen,
retroperitoneal antara vetebra lumbal 1 dan 4. pada neonatus kadang-kadang dapat
diraba. Ginjal terdiri dari korteks dan medula. Tiap ginjal terdiri dari 8-12 lobus yang
berbentuk piramid. Dasar piramid terletak di korteks dan puncaknya yang disebut
papilla bermuara di kaliks minor. Pada daerah korteks terdaat glomerulus, tubulus
kontortus proksimal dan distal (Price, 1995).
Panjang dan beratnya bervariasi yaitu 6 cm dan 24 gram pada bayi lahir
cukup bulan, sampai 12 cm atau lebih dari 150 gram. Pada janin permukaan ginjal
tidak rata, berlobus-lobus yang kemudian akan menghilang dengan bertambahnya
umur. Tiap ginjal mengandung 1 juta nefron. Pada manusia, pembentukan nefron
selesai pada janin 35 minggu. Nefron baru tidak dibentuk lagi setelah lahir.
Perkembangan selanjutnya adalah hipertrofi dan hiperplasia struktur yang sudah ada
disertai maturasi fungsional. Tiap nefron terdiri dari glomerulus dan kapsula

bowman, tubulus proksimal, anse henle dan tubulus distal. Glomerulus bersama
dengan kapsula bowman juga disebut badan malphigi. Meskipun ultrafiltrasi plasma
terjadi di glomerulus tetapi peranan tubulus dala pembentukan urine tidak kalah
pentingnya (Price, 1995).
Fungsi dasar nefron adalah membersihkan atau menjernihkan plasma darah
dan substansi yang tidak diperlukan tubuh sewaktu darah melalui ginjal. Substansi
yang paling penting untuk dibersihkan adalah hasil akhir metabolisme seperti urea,
kreatinin, asam urat dan lain-lain. Selain itu ion-ion natrium, kalium, klorida dan
hidrogen yang cenderung untuk berakumulasi dalam tubuh secara berlebihan
(Nelson, 2000).
Mekanisme kerja utama nefron dalam membersihkan substansi yang tidak
diperlukan dalam tubuh adalah :

Nefron menyaring sebagian besar plasma di dalam glomerulus yang akan

menghasilkan cairan filtrasi.


Jika cairan filtrasi ini mengalir melalui tubulus, substansi yang tidak
diperlukan tidak akan direabsorpsi sedangkan substansi yang diperlukan
direabsorpsi kembali ke dalam plasma dan kapiler peritubulus.
Mekanisme kerja nefron yang lain dalam membersihkan plasma dan substansi

yang tidak diperlukan tubuh adalah sekresi. Substansi-substansi yang tidak


diperlukan tubuh akan disekresi dan plasma langsung melewati sel-sel epitel yang
melapisi tubulus ke dalam cairan tubulus. Jadi urine yang akhirnya terbentuk terdiri
dari bagian utama berupa substansi-substansi yang difiltrasi dan juga sebagian kecil
substansi-substansi yang disekresi (Nelson, 2000).
b. Asam Urat
Asam urat secara alamiah ditemukan di dalam tubuh dalam bentuk kristalkristal asam yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan
nukleoprotein) yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti selsel tubuh. Asam nukleat yang terdapat dalam makanan akan dipecah oleh enzim
nuklease menjadi nukleotida rantai panjang di dalam usus. Kemudian nukleotida
rantai panjang tersebut akan dipecah menjadi nukleosida oleh enzim nukleotidase.
Nukleosida ini dapat langsung diabsorbsi atau dipecah lebih lanjut menjadi basa
nitrogen bebas. Basa nitrogen tersebut dapat diabsorbsi atau dikatabolisme oleh
tubuh menjadi produk asam urat yang diekskresi dari tubuh melalui urine (Kusnadi,
2009).

Jalur kompleks pembentukan asam urat dimulai dari ribose 5-phosphate,


suatu pentose yang berasal dari glycidic metabolism, dirubah menjadi PRPP
(phosphoribosyl

pyrophosphate)

dan

kemudian

phosphoribosilamine,

lalu

ditransformasi menjadi inosine monophosphate (IMP). Dari senyawa perantara yang


berasal dari adenosine monophosphate (AMP) dan guanosine monophosphate
(GMP), purinic nucleotides digunakan untuk sintesis DNA dan RNA, serta inosine
yang kemudian akan mengalami degradasi menjadi hypoxanthine, xanthine dan
akhirnya menjadi uric acid (McCrudden Francis H.2000).
Asam urat merupakan asam lemah dengan pKa 5,8. Asam urat cenderung
berada di cairan plasma ekstraselular. Sehingga membentuk ion urat pada pH 7.4. Ion
urat mudah disaring dari plasma. Kadar urat di darah tergantung usia dan jenis
kelamin. Kadar asam urat akan meningkat dengan bertambahnya usia dan gangguan
fungsi ginjal (McCrudden Francis H, 2000).
Kadar asam urat dapat diketahui melalui hasil pemeriksaan darah dan urin.
Nilai rujukan kadar darah asam urat normal pada laki-laki yaitu 3.6 - 8.2 mg/dl
sedangkan pada perempuan yaitu 2.3 - 6.1 mg/dl (E. Spicher, Jack Smith W. 1994)
Asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh yang kadarnya tidak
boleh berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh karena pada setiap
metabolisme normal dihasilkan asam urat. Pemicunya adalah makanan dan senyawa
lain yang banyak mengandung purin. Tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin
untuk kebutuhan setiap harinya, sedangkan purin yang didapat dari makanan hanya
sekitar 15 persen (Almsyah, 2009).
Purin terdapat dalam semua makanan yang mengandung protein. Contoh
makanan yang mengandung tinggi purin adalah jeroan (misalnya, pancreas dan
timus), ikan asin, ikan sarden, daging kambing, sapi, hati, ikan salmon, ginjal, ayam
kalkun dan lain-lain. Kadar asam urat serum merupakan refleksi dari perilaku makan.
Asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin dan konsumsi makanan
tinggi purin akan mengakibatkan meningkatnya kadar asam urat total (Villegas et al,
2012). Purin adalah protein yang termasuk dalam golongan nukleo-protein. Selain
didapat dari makanan, purin juga berasal dari penghancuran sel-sel tubuh yang sudah
tua. Pembuatan atau sintesis purin juga bisa dilakukan oleh tubuh sendiri dari bahanbahan seperti CO2, glutamin, glisin, asam urat, dan asam folfat. Diduga metabolit
purin diangkut ke hati, lalu mengalami oksidasi menjadi asam urat. Kelebihan asam
urat dibuang melalui ginjal dan usus (Sutrani et al, 2004).

Ketika kadar asam urat meningkat, disebut hiperuresemia, penderita akan


mengalami pirai (gout). Penyebab hiperuresemia karena produksi yang berlebihan
atau ekresi yang menurun (seperti pada gagal ginjal). Peningkatan kadar asam urat
dalam urine disebut urikosuria. Asam urat akan mengalami supersaturasi dan
kristalisasi dalam urine yang akan menjadi batu saluran kencing (BSK) sehingga
menghambat sistem dari fungsi ginjal. Eksresi asam urat dalam urine tergantung pada
kadar asam urat dalam darah, filtrasi glomerulus dan sekresi tubulus asam urat ke
dalam urine. Asam urat kurang mengalami saturasi pada suasana urine yang asam.
Ketika pH urine naik maka asam urat tidak mengalami kristalisasi dan tidak akan
membentuk batu
V.

ALAT & BAHAN


Alat
:
- Tabung serologis
- Mikropipet
- Inkubator
- Spektrofotometer
- Rak tabung
Bahan :
- Reagen uric acid
- Uric Acid Calibrator
- Aquadest
- Sampel Serum

VI.

CARA KERJA
1. Disiakan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Dikondisikan reagen dan sampel dalam suhu ruang selama 30 menit
3. Disiapkan 3 buah tabung serologis
4. Tabung I diisi dengan 500l monoreagen dan 12,5 l aquadest
5. Tabung II diisi dengan 500l monoreagen dan 12,5 l larutan
kalibrator
6. Tabung III diisi dengan 500l monoreagen dan 12,5 l sampel
7. Dihomogenkan dan diinkubasi selama 5 menit pada suhu ruang 250C
8. Diukur konsetrasi dan absorbansinya pada spektrofotometer dengan
panjang gelombang 505 nm.
VII.
INTERPRETASI HASIL
Laki-laki
: 3,5 7,2 mg/dl
Perempuan
: 2,6 6,0 mg/dl
VIII.
HASIL PENGAMATAN
a. Identitas Sampel

Nama
Jenis Kelamin
Umur
b. Standar

Suhu Inkubasi
Waktu Inubasi
Absorbansi
Konsentrasi
c. Blanko

Suhu Inkubasi
Waktu Inubasi
Absorbansi
d. Sampel

Suhu Inkubasi
Waktu Inubasi
Absorbansi
Konsentrasi

: Rian Kusumayadi
: Laki-laki
: 26 tahun
: 505 nm
: 370 C
: 5 menit
: 0,1362
: 5,05 mg/dl
: 505 nm
: 370 C
: 5 menit
: 0,0225
: 505 nm
: 370 C
: 5 menit
: 0,2395
: 9,54 mg/dl (meningkat)

e. Bahan-bahan dalam Pemeriksaan Asam Urat

Gambar 1 Sampel

Gambar 2 Reagen

Gambar 3 Kalibrator

serum atas nama

Standar Asam Urat

Asam Urat

Rian Kusumayadi

(Expired Date :
Februari 2017)

f. Hasil

Gambar 4 Absorbansi standar asam urat (Absorbansi Standar :


0,1362)

Gambar 6 Absorbansi dan Konsentrasi probandus a. n Rian


Kusumayadi
(Absorbansi = 0,2395, Konsentrasi = 9,54 mg/dl)
Pemeriksaan Asam Urat probandus atas nama Rian Kusumayadi

IX.

PEMBAHASAN

Asam urat merupakan hasil metabolisme purin dalam tubuh. Zat asam urat ini
biasanya akan dikeluarkan oleh ginjal melalui urine dalam kondisi normal. Namun
dalam kondisi tertentu, ginjal tidak mampu mengeluarkan zat asam urat secara
seimbang, sehingga terjadi kelebihan dalam darah. Kelebihan zat asam urat ini
akhirnya menumpuk dan tertimbun pada persendian-persendian dan tempat lainnya
termasuk di ginjal itu sendiri dalam bentuk kristal-kristal. Peningkatan kadar asam
urat dalam darah disebut juga hiperurisema. Keadaan ini dapat menyebabkan
penumpukan kristal asam urat disendi dan menimbulkan peradangan di daerah
tersebut. Jenis gangguan seperti ini disebut artritis gout.
Untuk menganalisis kadar asam urat, terdapat tiga metode yaitu enzimatik,
kalorimetri dan metode kimia dan masing masingnya memilik kelebihan serta
kekurangan. Metode kolorimetri bersifat tidak spesifik karena terganggung oleh zat
zat lain seperti bilirubin dan senyawa pereduksi seperti asam askorbat, metode kimia
dinilai memiliki presisi yang baik, lebih akurat dibandingkan dengan metode yang
lain, lebih sensitive, tetapi memiliki harga yang mahal. Pada praktikum kali ini
menggunakan metode enzimatik yang memiliki kelebihan dibanding pemeriksaan
secara kalorimetri dan metode kimia, kelebihannya yaitu lebih spesifik, sensitif,
akurat serta bebas dari gangguan senyawa lain. Pengukuran dilakukan menggunakan
spektofotometer yang prinsip kerjanya berdasarkan hukum Lambert-Beer, apabila
cahaya monokromatik melalui suatu media, maka sebagian cahaya tersebut akan
diserap, sebagian dipantulkan dan sebagian lagi akan dipancarkan.
Pada praktikum ini hal pertama yang dilakukan adalah menggunakan alat
pelindung diri dengan baik dan benar, disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan,
kemudian kondisikan reagen pada suhu ruang dan dihomogenkan sebelum
digunakan. Tujuan dari pengkondisian reagen pada suhu ruang untuk mengptimalkan
reaksi yang terjadi anatar reagen dengan sampel, dan apabila kondisi reagen masih
dalam keadan dingin akan mempengaruhi pembacaan pada spektrofoometer yang
tentunya akan mempengaruhi hasil pemeriksaan. Lalu disiapkan 3 buah tabung
serologis, tabung serologis 1 ditambahkan 500 L reagen dan 12,5 L akuades,
tabung serologis 2 ditambahkan 500 L reagen dan 12,5 L larutan standar, serta
tabung serologis 3 ditambahkan 500 L reagen dan 12,5 L sampel. Dalam proses
pemipetan diusahakan agar tidak timbul gelembung udara dan harus menggunakan
tip yang bersih.

Larutan blanko berfungsi mencegah terukurnya serapan selain analit, larutan


standar yang mengandung DHBS, aminoantipirin serta enzim urikase yang
merupakan komponen analat dengan konsentrasi yang sudah diketahui, serta larutan
uji yang berisi serum. Pemeriksaan kadar asam urat ini menggunakan bagian darah
yaitu serum, agar pengukuran lebih teliti karena dalam serum sudah tidak
mengandung banyak senyawa dan tidak mengandung faktor pembekuan darah yang
akan mengganggu hasil percobaan. Untuk memperoleh serum maka digunakan
sampel darah yang disimpan dalam tabung vaccutainer tanpa antikoagulan dan serum
dipisahkan dengan sentrifugasi pada 3000 rpm selama 15 menit.
Ketiga tabung serologi tersebut digoyangkan agar larutan tercampur secara
sempurna. Setelah itu tabung diinkubasikan pada suhu ruang selama 5 menit. Proses
inkubasi ini bertujuan memberikan waktu untuk terjadinya reaksi antara kedua
larutan dalam campuran tersebut. Pengukuran blanko perlu dilakukan karena
dikhawatirkan terjadi perubahan reagen pada saat inkubasi dan memberikan serapan
pada panjang gelombang pengukuran.
Setelah diinkubasi, larutan standard dan sampel mengalami perubahan warna
dari bening berubah menjadi warna merah muda. Warna merah muda ini berasal dari
senyawa quinoneimine yang menandakan telah terjadinya reaksi antara enzim
dengan asam urat. Reaksi yang terjadi yaitu sebagai berikut :
Asam urat + H2O +O2
urikase
DBHS+4-Aminoantipirin +2H2O2

Allantoin +CO2+H2O2
urikase Quinoneimina +3H2O

Perubahan warna (menjadi berwarna merah) diperlukan agar campuran larutan dapat
diukur absorbansinya dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, khususnya
dengan sinar visibel. Setelah inkubasi selesai, masing-masing larutan blanko,
standard dan sampel diukur absorbansinya dengan spektrofotometer. Pengukuran
dilakukan pada panjang gelombang 505 nm.
Dari hasil pengukuran kadar asam urat pada probandus atas nama Kadek Rian
Kusmayadi didapatkan hasil 9,4 mg/dL, sedangkan nilai normal asam urat untuk
pria antara 3,5 sampai 7,2 mg/dL, maka kadar asam urat probandus mengalami
peningkatan. Bila lebih dari 7,0 mg/dL dapat menyebabkan serangan gout dan bila
lebih dari 12 mg/dL dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal. Kadar batas normal
pada wanita lebih rendah dibandingkan dengan kadar batas normal pada pria, ini
disebabkan perempuan memiliki hormon estrogen dan progesterone dalam jumlah

lebih banyak dari pria yang dapat berfungsi sebagai penghambat produksi asam urat
dalam tubuh.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan asam urat ini
yaitu reagen yang digunakan harus disimpan pada suhu 2-8 0 C, jangan dibekukan,
dan pastikan tidak kadaluarsa. Selain itu persiapan pasien juga sangat penting untuk
mendapatkan hasil yang menggambarkan keadaan pasien sebenarnya, dimana dalam
pemeriksaan ini pasien harus puasa selama 10-12 jam, dan hanya diperbolehkan
minum air putih saja, serta tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik seperti
olahraga

sebelum

dilakukan

pengambilan

sampel.

Pastikan

bahwa

alat

spektrofotometer telah terkalibrasi dan telah dilakuakan control sebelum memeriksa


sampel sehingga hasil yang didapatkan valid
Untuk mengurangi kadar asam urat yang berlebih dalam tubuh,
sebaiknya mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung zat purin.
Berikut adalah contoh makanan yang menjadi pantangan bagi penderita penyakit
asam urat:

Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak

Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan
sarden

Ekstrak daging seperti abon dan dendeng

Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden)

Daging kambing, daging sapi, daging kuda

Bebek, angsa dan kalkun

Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tauco,


oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping

Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong,
daun pepaya, kangkung

Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental

Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa

Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan


margarin/mentega

Makanan kaya protein dan lemak

Selain pantangan makanan di atas, penderita asam urat juga harus banyak
minum air putih (terutama bagi mereka yang mempunyai batu ginjal). Air putih akan
membantu mengeluarkan kristal asam urat dari dalam tubuh smelalui urine. Kurangi
konsumsi alkohol karena alkohol akan meningkatkan kadar asam laktat, yang
menyebabkan pembuangan asam urat lewat urine berkurang. Akibatnya, asam urat
tertahan dalam peredaran darah dan menumpuk di persendian. Hindari juga minuman
fermentasi seperti bir, wiski, anggur, tape dan tuak karena mengandung senyawa
alkohol.
Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang,
yogurt, dan pisang. Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti
jeruk, pepaya dan strawberry. Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit
asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih,
serai dan tomat. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong,
roti dan ubi. Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula,
permen, arum manis, gulali dan sirup.Jangan minum aspirin. Jangan bekerja terlalu
keras / kelelahan. Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat
cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan
olahraga yang cukup. Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan
tinggi dan berat badan.
X.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil pemeriksaan asam urat pada sampel serum atas nama

Kadek Rian Kusmayadi (26 tahun, laki-laki) diperoleh hasil 9,4 mg/dl. Hasil asam
urat probandus meningkat

DAFTAR PUSTAKA

Almsyah

Agus.

2009.

Asam

Urat.

[online.tersedia

http://www.rumaherbalku.com/typographymainmenu-26/penyakit/61-asamurat.html..[diakses 1 Oktober 2016]


Francis H. McCrudden, 2000, Uric Acid. Penterjemah Suseno Akbar, Salemba
Medika: Yogyakarta
Kusnadi, Kristian. 2009. Asam Urat. http: //dhammacitta. org/forum/index. Php?
topic=5584. 5;wap2. 1 Oktober 2016
Nelson. 2000. Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus vol.3. Ed 15. 1813-1814.
EGC. Jakarta.
Price, A. dan Wilson, L. (1995). Patofisiologi. Buku 2. Edisi 4. Penebit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta, hal :1117-1119
Speicher, E. Carl dan Smith, Jack W. 1994. Pemilihan Uji Laboratorium yang Efektif
: Choosing Effective Laboratory Tests. Buku Kedokteran EGC, Jakarta
Sutrani L, Alam S, Hadibroto I. 2004. Asam Urat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Denpasar, 2 November 2016


Praktikan

a.n Kelompok 4 genap

Lembar Pengesahan

Mengetahui,
Pembimbing I

D.G.Diah Dharma Santhi,S.si.,Apt.,M.Kes

Pembimbing III

Luh Putu Rinawati, S.Si

Pembimbing II

Drs.A.A.N.Santa.A.P

Pembimbing IV

I Kadek Aryadi Hartawiguna, A.Md.Ak