Anda di halaman 1dari 4

DASAR TEORI

a. Ginjal
Ginjal merupakan organ ganda yang terletak di daerah abdomen, retroperitoneal antara
vetebra lumbal 1 dan 4. pada neonatus kadang-kadang dapat diraba. Ginjal terdiri dari korteks
dan medula. Tiap ginjal terdiri dari 8-12 lobus yang berbentuk piramid. Dasar piramid terletak di
korteks dan puncaknya yang disebut papilla bermuara di kaliks minor. Pada daerah korteks
terdaat glomerulus, tubulus kontortus proksimal dan distal (Price, 1995).
Panjang dan beratnya bervariasi yaitu 6 cm dan 24 gram pada bayi lahir cukup bulan,
sampai 12 cm atau lebih dari 150 gram. Pada janin permukaan ginjal tidak rata, berlobus-lobus
yang kemudian akan menghilang dengan bertambahnya umur. Tiap ginjal mengandung 1 juta
nefron. Pada manusia, pembentukan nefron selesai pada janin 35 minggu. Nefron baru tidak
dibentuk lagi setelah lahir. Perkembangan selanjutnya adalah hipertrofi dan hiperplasia struktur
yang sudah ada disertai maturasi fungsional. Tiap nefron terdiri dari glomerulus dan kapsula
bowman, tubulus proksimal, anse henle dan tubulus distal. Glomerulus bersama dengan kapsula
bowman juga disebut badan malphigi. Meskipun ultrafiltrasi plasma terjadi di glomerulus tetapi
peranan tubulus dala pembentukan urine tidak kalah pentingnya (Price, 1995).
Fungsi dasar nefron adalah membersihkan atau menjernihkan plasma darah dan substansi
yang tidak diperlukan tubuh sewaktu darah melalui ginjal. Substansi yang paling penting untuk
dibersihkan adalah hasil akhir metabolisme seperti urea, kreatinin, asam urat dan lain-lain. Selain
itu ion-ion natrium, kalium, klorida dan hidrogen yang cenderung untuk berakumulasi dalam
tubuh secara berlebihan (Nelson, 2000).
Mekanisme kerja utama nefron dalam membersihkan substansi yang tidak diperlukan
dalam tubuh adalah :

Nefron menyaring sebagian besar plasma di dalam glomerulus yang akan menghasilkan

cairan filtrasi.
Jika cairan filtrasi ini mengalir melalui tubulus, substansi yang tidak diperlukan tidak
akan direabsorpsi sedangkan substansi yang diperlukan direabsorpsi kembali ke dalam
plasma dan kapiler peritubulus.
Mekanisme kerja nefron yang lain dalam membersihkan plasma dan substansi yang tidak

diperlukan tubuh adalah sekresi. Substansi-substansi yang tidak diperlukan tubuh akan disekresi
dan plasma langsung melewati sel-sel epitel yang melapisi tubulus ke dalam cairan tubulus. Jadi

urine yang akhirnya terbentuk terdiri dari bagian utama berupa substansi-substansi yang difiltrasi
dan juga sebagian kecil substansi-substansi yang disekresi (Nelson, 2000).
b. Asam Urat
Asam urat secara alamiah ditemukan di dalam tubuh dalam bentuk kristal-kristal asam
yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein) yaitu salah
satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Asam nukleat yang terdapat
dalam makanan akan dipecah oleh enzim nuklease menjadi nukleotida rantai panjang di dalam
usus. Kemudian nukleotida rantai panjang tersebut akan dipecah menjadi nukleosida oleh enzim
nukleotidase. Nukleosida ini dapat langsung diabsorbsi atau dipecah lebih lanjut menjadi basa
nitrogen bebas. Basa nitrogen tersebut dapat diabsorbsi atau dikatabolisme oleh tubuh menjadi
produk asam urat yang diekskresi dari tubuh melalui urine (Kusnadi, 2009).
Jalur kompleks pembentukan asam urat dimulai dari ribose 5-phosphate, suatu pentose
yang berasal dari glycidic metabolism, dirubah menjadi PRPP (phosphoribosyl pyrophosphate)
dan kemudian phosphoribosilamine, lalu ditransformasi menjadi inosine monophosphate (IMP).
Dari senyawa perantara yang berasal dari adenosine monophosphate (AMP) dan guanosine
monophosphate (GMP), purinic nucleotides digunakan untuk sintesis DNA dan RNA, serta
inosine yang kemudian akan mengalami degradasi menjadi hypoxanthine, xanthine dan akhirnya
menjadi uric acid (McCrudden Francis H.2000).
Asam urat merupakan asam lemah dengan pKa 5,8. Asam urat cenderung berada di
cairan plasma ekstraselular. Sehingga membentuk ion urat pada pH 7.4. Ion urat mudah disaring
dari plasma. Kadar urat di darah tergantung usia dan jenis kelamin. Kadar asam urat akan
meningkat dengan bertambahnya usia dan gangguan fungsi ginjal (McCrudden Francis H, 2000).
Kadar asam urat dapat diketahui melalui hasil pemeriksaan darah dan urin. Nilai rujukan
kadar darah asam urat normal pada laki-laki yaitu 3.6 - 8.2 mg/dl sedangkan pada perempuan
yaitu 2.3 - 6.1 mg/dl (E. Spicher, Jack Smith W. 1994)
Asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh yang kadarnya tidak boleh
berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh karena pada setiap metabolisme
normal dihasilkan asam urat. Pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang banyak

mengandung purin. Tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap
harinya, sedangkan purin yang didapat dari makanan hanya sekitar 15 persen (Almsyah, 2009).
Purin terdapat dalam semua makanan yang mengandung protein. Contoh makanan yang
mengandung tinggi purin adalah jeroan (misalnya, pancreas dan timus), ikan asin, ikan sarden,
daging kambing, sapi, hati, ikan salmon, ginjal, ayam kalkun dan lain-lain. Kadar asam urat
serum merupakan refleksi dari perilaku makan. Asam urat merupakan hasil akhir dari
metabolisme purin dan konsumsi makanan tinggi purin akan mengakibatkan meningkatnya kadar
asam urat total (Villegas et al, 2012). Purin adalah protein yang termasuk dalam golongan
nukleo-protein. Selain didapat dari makanan, purin juga berasal dari penghancuran sel-sel tubuh
yang sudah tua. Pembuatan atau sintesis purin juga bisa dilakukan oleh tubuh sendiri dari bahanbahan seperti CO2, glutamin, glisin, asam urat, dan asam folfat. Diduga metabolit purin diangkut
ke hati, lalu mengalami oksidasi menjadi asam urat. Kelebihan asam urat dibuang melalui ginjal
dan usus (Sutrani et al, 2004).
Ketika kadar asam urat meningkat, disebut hiperuresemia, penderita akan mengalami
pirai (gout). Penyebab hiperuresemia karena produksi yang berlebihan atau ekresi yang menurun
(seperti pada gagal ginjal). Peningkatan kadar asam urat dalam urine disebut urikosuria. Asam
urat akan mengalami supersaturasi dan kristalisasi dalam urine yang akan menjadi batu saluran
kencing (BSK) sehingga menghambat sistem dari fungsi ginjal. Eksresi asam urat dalam urine
tergantung pada kadar asam urat dalam darah, filtrasi glomerulus dan sekresi tubulus asam urat
ke dalam urine. Asam urat kurang mengalami saturasi pada suasana urine yang asam. Ketika pH
urine naik maka asam urat tidak mengalami kristalisasi dan tidak akan membentuk batu.

Nelson. 2000. Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus vol.3. Ed 15. 1813-1814.

EGC.

Jakarta.
Price, A. dan Wilson, L. (1995). Patofisiologi. Buku 2. Edisi 4. Penebit Buku Kedokteran EGC.
Jakarta, hal :1117-1119
Kusnadi, Kristian. 2009. Asam Urat. http: //dhammacitta. org/forum/index. Php?topic=5584.
5;wap2. 1 Oktober 2016

Almsyah Agus. 2009. Asam Urat. http://www.rumaherbalku.com/typographymainmenu26/penyakit/61-asam-urat.html. 1 Oktober 2016


Francis H. McCrudden, 2000, Uric Acid. Penterjemah Suseno Akbar, Salemba Medika:
Yogyakarta
Speicher, E. Carl dan Smith, Jack W. 1994. Pemilihan Uji Laboratorium yang Efektif : Choosing
Effective Laboratory Tests. Buku Kedokteran EGC, Jakarta
Sutrani L, Alam S, Hadibroto I. 2004. Asam Urat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama