Anda di halaman 1dari 19

Laporan Praktikum Ke-1

MK. Dietetika Penyakit Degeneratif

Tanggal: Rabu, 2 Maret 2016


Tempat: Lab. Dietetik dan Kulinari

PENATALAKSANAAN DIET ENERGI RENDAH DAN


SERAT TINGGI PADA PASIEN OBESITAS

Citra Fitri Lestari


Muhammad Ridwan
Angela Merici Bella S.

I14130040
I14130042
I14130108

Asisten Praktikum :
Fahrul Rozi
Rifani Ridha Nabila

I14120012
I14120051

Koordinator Mata Kuliah :


Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MS

DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT


FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Obesitas merupakan keadaan yang menunjukkan ketidakseimbangan
antara tinggi dan berat badan akibat jaringan lemak dalam tubuh sehingga terjadi
kelebihan berat badan (Sumanto 2009). Faktor yang menyebabkan obesitas secara
langsung, yaitu genetik, hormonal, obat-obatan, asupan makanan, dan aktivitas
fisik. Pengetahuan gizi dan pengaturan makan merupakan faktor yang
menyebabkan obesitas secara tidak langsung (Gibney 2009). Menurut Lembaga
Obesitas Internasional di London, diperkirakan sebanyak 1.7 milyar orang di
dunia ini mengalami kelebihan berat badan. Prevalensinya meningkat tidak hanya
di negara-negara maju, tetapi juga di negara-negara berkembang termasuk
Indonesia (Sumanto 2009). Prevalensi obesitas selalu mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun. Data nasional menunjukkan rata- rata orang indonesia yang
mengalami obesitas adalah sebesar 15.4% (Kemenkes RI 2013).
Keadaan obesitas ditentukan dengan mengklasifikasikan status gizi salah
satunya berdasarkan perhitungan indeks massa tubuh (IMT). Terdapat dua tipe
obesitas berdasarkan penyebaran lemak di dalam tubuh, yaitu tipe buah apel atau
adroid (penimbunan lemak pada bagian atas) dan tipe buah pear atau genoid
(penimbunan lemak pada bagian bawah) (Nelms et al. 2010). Kelebihan
penimbunan lemak di atas 20% berat badan ideal, akan menimbulkan
permasalahan kesehatan sehingga terjadi gangguan fungsi organ tubuh
(Misnadierly 2007). Orang dengan obesitas akan lebih mudah terserang penyakit
degeneratif, seperti hipertensi, jantung koroner, diabetes melitus, gout, batu
empedu, kanker dan sebagainya. Oleh karena itu, mempelajari penyakit obesitas
merupakan hal yang penting bagi mahasiswa gizi. Mahasiswa diharapkan dapat
mengetahui dan mempelajari pemilihan pangan dan cara pengolahan bahan
pangan untuk orang yang mengalami obesitas. Berikut adalah gambar
patofisiologi penyakit obesitas.
Aktivitas
Fisik
Tidak suka
berolahraga

Pola/kebiasaan makan
Makanan siap saji,
tinggi kalori,
rendah serat

Genetik

Tidak suka sayur,


jarang mengonsumsi
buah

Peningkatan % lemak tubuh


Obesitas
Gambar 1 Patofisiologi obesitas (Nelms et al. 2010)

Tujuan Umum
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari
penatalaksanaan diet rendah energi dan tinggi serat pada pasien obesitas.

PENATALAKSANAAN DIET ENERGI RENDAH DAN SERAT TINGGI


PADA PASIEN OBESITAS
Identitas Pasien
NRM
Nama
Jenis Kelamin
Usia
Tanggal lahir
Diagnosis Medis

: 001
: Tn. C
: Laki-laki
: 22 tahun
: 2 Juli 1993
: Obesitas
Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT)
Asesmen Gizi

Antropometri
BB
: 109 kg (BBI: 61.2 kg)
Lingkar Lengan Atas : N/A
TB
: 168 cm
Tinggi Lutut
: N/A
2
IMT
: 38.6 kg/cm
Lingkar Pinggang
: 124 cm
(Status gizi: Obesitas Tingkat II menurut WHO 2004)
Biokimia
N/A
Klinis/Fisik
Tabel 1 Hasil pemeriksaan klinis Os
Hasil Laboratorium Nilai Rujukan

Parameter
Klinis
TD
120/80 mmHg
Nadi
N/A
Pernafasan
N/A
Suhu Tubuh
N/A
Sumber : Hurst (2008)

120/80 mmHg
60-80 x/menit
18-20x/menit
360-370C

Interpretasi
Normal
N/A
N/A
N/A

Riwayat Gizi
Alergi
: Telur, Ayam
Pola makan : Os sering mengonsumsi makanan siap saji yang
tinggi kalori, minuman bersoda 5-6 kali dalam seminggu. Os
juga memiliki kebiasaan meminum kopi susu sampai 3 cangkir
dalam sehari. Os tidak menyukai sayuran dan jarang
mengonsumsi buah.

Tabel 2 Asupan SMRS Os


Kebutuhan
SMRS
% SMRS
2332
3582
153.6
87.5
124.6
142.4
64.8
405.5
625.7

Zat Gizi
Energi (kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
Karbohidrat
349.8
(g)
Sumber : WNPG (2004)

466.5

133.4

Kategori
Lebih
Lebih
Lebih
Lebih

Berdasarkan WNPG (2004), presentase asupan zat gizi makro dikatakan


normal apabila 90-110%. Hasil persentase asupan SMRS Os menunjukkan bahwa
asupan Os tergolong lebih. Asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat
melebihi batas 110% yang dianjurkan. Asupan yang tinggi ini disebabkan karena
Os mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi energi dan lemak. Porsi yang
dimakan oleh Os juga sangat besar.
Riwayat Personal
Os merupakan mahasiswa tingkat akhir dengan latar belakang ekonomi
menengah ke atas. OS tidak suka berolahraga dan memilki kebiasaan
merokok sejak umur 20 tahun.
Terapi Medis
N/A
Diagnosa Gizi

Domain Intake :
NI 1.5 Kelebihan asupan oral berkaitan dengan konsumsi
makanan berlebih ditandai dengan persen asupan
sebelum masuk rumah sakit (% SMRS) yaitu energi,
protein, lemak, dan karbohidrat secara berurutan sebesar
153.6%, 142.4%, 625.7%, dan 133.4%.
Domain Klinis :
NC 3.3 Kelebihan berat badan (obesitas) berkaitan dengan
kurangnya aktivitas fisik ditandai dengan ditandai dengan
IMT Os sebesar 38.5 kg/cm2 dan lingkar pinggang 124 cm.
Domain Behaviour :
NB 1.7 Pemilihan makanan yang salah berkaitan dengan kurang
terpapar informasi yang akurat terkait gizi sebelumnya
ditandai oleh kebiasaan makan Os yang tidak teratur dan
sering mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.
NB 2.1
Kurang aktivitas fisik berkaitan dengan kurang pengetahuan tentang
makanan dan gizi terutama mengenai efek aktivitas fisik terhadap
kesehatan ditandai oleh Os tidak suka berolahraga
Intervensi Gizi
Tujuan
1. Mengurangi asupan energi dengan memberikan makanan energi rendah

dan tinggi serat.


2. Menurunkan BB hingga mencapai BB ideal.
3. Meningkatkan pengetahuan gizi terkait pedoman gizi seimbang, makanan
sehat dan aktivitas fisik.
Syarat Diet:
1. Energi rendah. Untuk menurunkan BB 1 kg/minggu, asupan energi
dikurangi sebanyak 1000 kkal/hari dari kebutuhan normal.
2. Protein sedikit lebih tinggi yaitu 1 g/kgBB/hari atau 15% dari kebutuhan
energi total.
3. Lemak sedang yaitu 25% dari kebutuhan energi total, dengan sumber
lemak yang tidak mengandung lemak jenuh dalam kadar tinggi.
4. Karbohidrat sedikit lebih rendah yaitu 60% dari kebutuhan energi total
dan digunakan lebih banyak sumber karbohidrat kompleks untuk
memberikan rasa kenyang dan mencegah konstipasi.
5. Dianjurkan untuk 3 kali makan utama dan 3 kali makan selingan.
Perhitungan Kebutuhan Gizi:
Menurut Rumus Mifflin
AMB (Laki-laki) = (10 x BB) + (6.25 x TB) (5 x U) + 5
= (10 x 61) + (6.25 x 168) (5 x 22) + 5
= 1 555 kkal
EMB

= AMB x f.a (aktivitas ringan)


= 1555 x 1.5 (Almatsier 2008)
= 2332 kkal

Perbedaan angka kebutuhan gizi sehari dengan kebiasaan makan Os atau


asupan SMRS cukup jauh, sehingga kebutuhan energi yang digunakan untuk
intervensi adalah SMRS 1000 kkal/hari.
Kebutuhan Energi

= SMRS 1000 kkal


= 3582 1000 kkal
= 2582 kkal

Kebutuhan Protein

= (15% AKE) : 4
= (15% x 2582 kkal) : 4
= 96.9 gram

Kebutuhan Lemak

= (25% AKE) : 9
= (25% x 2582 kkal) : 9
= 71.7 gram

Kebutuhan KH

= (60% AKE) : 4
= (65% x 2582 kkal) : 4
= 387.3 gram

Serat

= 50 gram

Implementasi
Preskripsi diet:
Diberikan diet energi rendah dan serat tinggi dalam bentuk
makanan biasa dengan frekuensi 3 kali makan utama dan 3
kali makan selingan. Diet diberikan secara oral dengan
kandungan energi 2 582 kkal, protein 96.89 gram, lemak
71.7 gram, dan karbohidrat 387.3 gram. Distribusi bahan
pangan dalam sehari disajikan dalam Tabel 3.

Golong
an
KH
LH
LN
Sayur
Buah
Susu
Gula
Minyak

Pagi
2/3
2

2
-

Tabel 3
Seling
an 1
1
1
-

Distribusi bahan pangan


Sian Seling Mala Selinga
g
an 2
m
n3
1 1
3/4
2
1
1
1

1
3
1

1
1
1
1
1/25 1
1
-

Total
65/12
5
2
1
6
4
51/25
2

Distribusi bahan pangan yang disajikan pada Tabel 3 yang


diberikan untuk memenuhi diet Os berdasarkan waktu makan
yaitu 3 kali makan utama dan 3 kali selingan. Pendistribusian ini
didasarkan pada keadaan pasien dan kebutuhan energi serta zat
gizi sehari. Distribusi bahan pangan tersebut kemudian
diimplementasikan dalam menu makan sehari yang disajikan
pada Tabel 4
Tabel 4 Perencanan menu sehari berdasarkan DBMP
Waktu
Makan

Pagi
18.9%

Menu

Sandwich
Dagin
g

Kandungan Zat Gizi

Baha
n
Pang
an

SP

URT

Bera
t (g)

E
(kka
l)

P
(g)

L
(g)

KH
(g)

Sera
t
(g)

roti
putih

2/3

2
ptg

46.6

117

2.7

0.0

27.0

0.5

dagin
g

2
ptg

70

150

14.0

10.0

0.0

0.0

keju

35

125

7.0

6.0

10.0

0.0

1
ptg

Waktu
Makan

Menu

Susu

Kandungan Zat Gizi

Baha
n
Pang
an

SP

broko
li

URT

Bera
t (g)

E
(kka
l)

P
(g)

L
(g)

KH
(g)

Sera
t
(g)

1/8

1/8
gls

12.5

0.1

0.0

0.6

0.6

worte
l

1/8

1/8
gls

12.5

0.1

0.0

0.6

0.7

susu
skim

1
gls

200

75

7.0

0.0

10.0

0.0

473

30.
9

16.
0

48.
3

1.8

175

4.0

0.0

40.0

0.7

Subtotal makan pagi


Seling
an 1
9%

roti
gandum

Roti
Isi

3
ptg

70

Tabel 4 Perencanan menu sehari berdasarkan DBMP (lanjutan)


Waktu
Makan

Menu

Baha
n
Pang
an

Seling
an 1
9%

Roti
Isi

Stra
wberry

Kandungan Zat Gizi


SP

URT

Bera
t (g)

E
(kka
l)

P
(g)

L
(g)

KH
(g)

Sera
t
(g)

6 bh

40

50

0.0

0.0

12.0

4.0

225

4.0

0.0

52.
0

4.7

Subtotal selingan 1
Siang
28.6%

Nasi
sari
worte
l

beras

1
gls

150

163

6.0

0.0

60.0

1.5

1/2

1/2
gls

50

13

0.5

0.0

2.5

0.0

2
ptg

80

100

14.0

4.0

0.0

0.0

Tepun
g
kanji

4
sdm

25

88

2.0

0.0

2.0

0.1

baya
m

1/2

1/2
gls

50

13

0.5

0.0

2.5

1.6

worte
l

1/2

1/2
gls

50

133

0.5

0.0

2.5

3.0

temp
e

2
ptg

50

75

5.0

3.0

7.0

3.5

miny
ak
kelap
a

1
sdm

50

0.0

5.0

0.0

1.0

Belim
-bing

1 bh

140

50

0.0

0.0

12.0

13.5

gula

13

50

0.0

0.0

12.0

0.0

Worte
l

Ikan
Bola
Ikan
Temp
e
Kunin
g
Jus
Belim
-bing

pasir

sdm

Subtotal makan siang


Seling
an 2
11.7%

Salad
Buah

melo
n

12.
0

118
.5

24.
2

1/2
ptg

55

25

0.0

0.0

6.0

2.4

1
ptg

51

50

0.0

0.0

12.0

11.0

Mang
-ga

1/2

2/3
bh

45

25

0.0

0.0

6.0

1.1

Stra
wberry

4 bh

40

50

0.0

0.0

12.0

4.0

Yoghurt

2/3

120

75

7.0

0.0

10.0

0.0

2
bh

50

50

0.0

0.0

12.0

3.4

1
sdm

19

1.8

0.0

2.5

0.0

294

8.8

0.0

60.
5

19.
9

pisan
g

cokel
at

Subtotal selingan 2
Malam
20.6%

28.
5

1/2

pear

Pisan
g
cokel
at

715

Nasi
mera
h

Beras
mera
h

Semu
r
dagin
g

Dagin
g

miny
ak
kelap
a

1
gls

150

263

6.0

0.0

60.0

1.5

1
ptg

53

113

10.5

7.5

0.0

0.0

1/2

1/2
sdm

25

0.0

2.5

0.0

0.0

Tabel 4 Perencanan menu sehari berdasarkan DBMP (lanjutan)


Waktu
Makan
Malam
20.6%

Menu

Tumis
tahu
bunci
s

Baha
n
Pang
an

Kandungan Zat Gizi


SP

URT

Bera
t (g)

1/2

1
ptg

55

38

2.5

1.5

3.5

1.3

Bunci
s

1/4

1/4
gls

25

0.3

0.0

1.3

3.3

miny
ak
kelap
a

1/2
sdm

25

0.0

2.5

0.0

0.0

Gula

1/2

1/2

20

0.0

0.0

4.8

0.0

Tahu

E
(kka
l)

P
(g)

L
(g)

KH
(g)

Sera
t
(g)

sdm
Buah

Melo
n

1/2

1 bh

95

Subtotal makan malam


Seling
an 3
10.9%

Smoo
-tie
mang
-ga
Ubi
jalar

25

0.0

0.0

6.0

7.6

515

19.
3

14.
0

75.
6

12.
7

Susu
low
fat

1
gls

200

75

7.0

0.0

10.0

0.0

Mang
-ga

4/3

1
1/3
bh

120

67

0.0

0.0

16.0

2.9

Ubi
Jalar

3/4

3/4
bj

100

131

3.0

0.0

30.0

3.7

Subtotal Selingan 3

273

10.
0

0.0

56.
0

6.6

Total kandungan Energi dan zat gizi sehari

249
5

101
.5

42.
0

410
.8

69.
3

Ketersediaan (%)

96.
6

104
.8

58.
6

106
.0

138
.6

Menu sehari yang akan diberikan kepada Os didasarkan pada kebutuhan


energi dan zat gizi Os, keadaan Os serta distribusi bahan pangan pada Tabel 3.
Kandungan energi dan zat gizi menu makan sehari yang diberikan kepada Os
yang disajikan pada Tabel 4 didapatkan dari perhitungan menggunakan Tabel
Daftar Bahan Makanan Penukar 2. Tabel 4 menunjukkan kandungan energi dari
menu yang direncanakan sebesar 2495 kkal atau sebanding dengan 96.6%
kebutuhan energi sehari Os. Tabel 3 juga menunjukkan kandungan protein sebesar
101.5 gram (104.8%), lemak sebesar 42.0 gram (58.6%), karbohidrat 410.8 gram
(106.0%), dan serat 69.3 gram (138.6%). Persentase ketersediaan pada energi dan
zatvgiziz sudah memenuh lebih dari 100% kebutuhan Os, namun pada zat gizi
lemak ketersediaannya masih berada di bawah 60% hal tersebut dikarenakan Os
mengalami obesitas dan kebiasaan Os yang sering mengonsumsi makanan junk
food yang tinggi lemak sehingga pemilihan menu makanan pada Os dipilih
makanan yang tidak terlalu mnegandung banyak lemak dan pengolahan menu
yang tidak menggunakan banyak minyak. Hal ini juga dilakukan untuk
memberikan informasi terkait pemilihan makan yang baik dan sehat bagi Os.
Selanjutnya Tabel 3 dievaluasi menggunakan perhitungan dengan tabel Daftar
Komposisi Bahan Makanan 2013 yang disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5 Ketersedian menu sehari berdasarkan DKBM (lanjutan)


Wakt
u Makan
Pagi
22.1
%

Kandungan Zat Gizi


Menu

Sand
-wich
Dagi
ng

Bahan
Pangan

SP

URT

Bera
t (g)

E
(kka
l)

P
(g)

L
(g)

KH
(g)

Sera
t
(g)

roti
putih

2/3

2
ptg

73

181

5.8

0.9

36.5

0.5

2
ptg

70

145

13.2

9.8

0.0

0.0

1
ptg

17

50

3.0

4.0

0.0

0.0

1/8

1/8
gls

20

0.4

0.1

0.5

1.9

tomat

1/
4

1/4
gls

14

0.1

0.0

0.4

1.2

timun

1/
4

1/4
gls

0.1

0.0

0.1

0.2

selada

1/2
0

1/20
gls

13

0.2

0.0

0.4

0.3

1/8

1/8
gls

13

0.1

0.0

1.1

0.3

3
sdm

44

0.0

5.0

4.9

0.0

533

31.
9

19.
8

56.
8

7.5

daging
keju
brokoli

wortel
Susu

susu
skim

Subtotal makan pagi


Selingan
1
7.6%

Roti
Isi

roti
gandu
m

2/3
ptg

70

170

0.0

1.0

33.0

4.0

Strawberry

4 bh

41

15

0.3

0.2

3.3

3.9

Gula
Diabetasol

1
sch

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

185

0.3

1.2

36.
3

7.9

Subtotal selingan 1
Siang
29.2
%

Nasi
sari
wort
el

beras
Wortel

Ikan
Bola
Ikan
Temp
e
Kuning
Jus

Tepung
kanji
bayam
wortel
tempe

1
1/2

1
gls

150

263

6.0

0.0

60.0

1.5

1/2

1/2
gls

50

13

0.5

0.0

2.5

0.0

2
ptg

80

100

14.0

4.0

0.0

0.0

1/2

4
sdm

25

88

2.0

0.0

2.0

0.1

1/4

1/4
gls

25

0.3

0.0

1.3

0.8

1/4

1/4
gls

25

0.3

0.0

1.3

1.5

50

75

5.0

3.0

7.0

3.5

Wakt
u Makan

Kandungan Zat Gizi


Menu

Bahan
Pangan

SP

URT

Bera
t (g)

E
(kka
l)

P
(g)

L
(g)

KH
(g)

Sera
t
(g)

ptg

Belim
-bing

minyak
kelapa

1
sdm

50

0.0

5.0

0.0

1.0

Belimbing

1 bh

140

50

0.0

0.0

12.0

13.5

gula
pasir

1
sdm

13

50

0.0

0.0

12.0

0.0

705

28.
1

12.
0

98.
1

21.
9

subtotal makan siang

Tabel 5 Ketersedian menu sehari berdasarkan DKBM (lanjutan)


Wakt
u Makan
Selingan
8.1%

Kandungan Zat Gizi


Menu

Bahan
Pangan

SP

URT

Bera
t (g)

E
(kka
l)

P
(g)

L
(g)

KH
(g)

Sera
t
(g)

1/2

1/2
ptg

47

16

0.2

0.0

4.3

1.3

1
ptg

51

33

0.4

0.2

7.6

5.6

1/2

2/3
bh

55

19

0.2

0.0

1.9

Strawberry

4 bh

42

15

0.3

0.2

3.3

3.9

yoghur
t

2/3
gls

120

62

4.8

0.0

pisang

2 bh

50

26

0.5

0.1

6.4

0.2

1
sdm

24

0.1

1.5

3.1

0.0

195

5.7

34.
5

12.
9

Salad
Buah

melon

Pisan
g
Cokla
t

pear
pepaya

cokelat

Subtotal selingan 2
Mala
m
21.7
%

beras
daging
minyak
kelapa
Kecap
Gula

Buncis
Tahu

1
gls

150

267

3.2

0.2

60.9

2.7

1
ptg

55

110

9.9

7.4

0.0

0.0

1/2

1/2
sdm

2.5

22

0.0

2.5

0.0

0.0

2
sdm

26

12

1.5

0.3

2.3

0.0

1/2

1/2
sdm

18

0.0

0.0

4.7

0.0

1/4

1/4
gls

25

0.6

0.1

1.9

3.3

1/2

55

37

4.3

2.5

0.9

0.3

ptg
minyak
kelapa

1/2

1/2
sdm

2.5

22

0.0

2.5

0.0

0.0

Melon

1/2

1 bh

95

27

0.5

0.2

6.6

7.6

524

20

15.
7

77.
3

13.
9

Subtotal makan malam


Selingan
3
11%

Smo
o-tie
man
g-ga
Ubi
jalar

Susu
low fat

1
gls

200

72

0.2

10.2

0.0

Mangga

4/3

1
1/3
bh

120

49

0.4

0.2

13

1.2

Ubi
Jalar

3/4

3/4
bj

134

145

1.8

12

32.6

6.2

Subtotal Selingan 3

266

9.2

12.
4

55.
8

7.4

Total kandungan Energi dan zat gizi


sehari

240
8
93.
3

95.
0
98.
3

66.
0
92.
2

359
.0
92.
6

71.
0
142
.9

Ketersediaan (%)

Menu sehari yang akan diberikan kepada Os didasarkan pada kebutuhan


energi dan zat gizi Os, keadaan Os serta distribusi bahan pangan pada Tabel 3.
Kandungan energi dan zat gizi menu makan sehari yang diberikan kepada Os
yang disajikan pada Tabel 5 yang merupakan hasil evaluasi menu sehari
menggunakan perhitungan dengan DKBM 2013. Tabel 5 menunjukkan kandungan
energi dari menu yang direncanakan sebesar 2408 kkal atau sebanding dengan
93.3% kebutuhan energi sehari Os. Tabel 5 juga menunjukkan kandungan protein
sebesar 95.0 gram (98.3%), lemak sebesar 66.0 gram (92.2%), karbohidrat 359.0
gram (92.6%), dan serat 71.0 gram (142.9%).
Rencana Monitoring dan Evaluasi
Tabel 6 Rencana monitoring dan evaluasi
Parameter
Evaluasi
Pelaksanaan Tujuan
Antropometri Penimbangan BB dan Setiap
1 Memantau
penurunan
lingkar pinggang
minggu
BB Os 1 kg/minggu
hingga mencapai IMT
normal (18.5-24.9 kg/m2)
Asupan
Mengurangi
porsi Setiap hari
Menyesuaikan
jumlah
makan dan memantau
energi dan zat gizi Os
jenis makanan yang
dengan
kebutuhannya
dikonsumsi Os.
untuk mencapai IMT
normal.
Pengetahuan Memberikan edukasi 1 minggu Melihat
perubahan
Gizi
gizi
terkait
gizi sekali
perilaku
Os
dan
seimbang
dan
kepatuhan Os, agar dapat
pemilihan
makanan
diterapkan setelah keluar
beraneka
ragam.
dari RS.

Memantau kepatuhan
Os terhadap diet yang
diberikan.
Menu sehari yang disajikan terdiri dari 3 waktu makan utama dan 3 kali
selingan. Jumlah energi dan zat gizi yang diberikan disesuaikan dengan SMRS
Os, sehingga walaupun porsi yang diberikan masih banyak, namun sudah
dikurangi kurang lebih 1000 kkal dari kebiasaan makan Os sehari-hari. Berikut
tabel perbandingan antara ketersediaan (perhitungan DKBM) dengan kebutuhan.
Tabel 7 Perbandingan ketersedian dengan kebutuhan zat gizi Os
Zat Gizi
Ketersediaan
Kebutuhan Persentase
(DKBM)
(%)
Energi (kkal)
2 408
2 582
93.3
Protein (g)
95.0
96.8
98.3
Lemak (g)
66.0
71.7
92.2
Karbohidrat
359.0
387.3
96.2
(g)
Serat (g)
71.0
50.0
142.9
Berdasarkan tabel 7, tingkat ketersediaan menu makan sehari yang
disajikan berada dalam kategori baik berdasarkan WNPG 2004 yaitu berada pada
rentang 80-110%. Persentase ketersediaan energi sebesar 93.3%, protein 98.3%,
92.2%, dan karbohidrat sebesar 96.2%. Persentase ketersediaan serat dalam
susunan menu ini cukup besar yaitu 142.9%. Hal tersebut disebabkan banyaknya
sayur dan buah yang disajikan dalam menu makan sehari. Menu selingan 1 yaitu
roti gandum isi selai strawberry menumbang 7.9 gram serat karena kandungan
serat roti gandum sebesar 4 gram dan strawberry sebesar 3.9 gram. Menu makan
siang menyajikan berbagai macam masakan yang salah satunya adalah tempe
bacem yang menyumbang 3.5 gram dan jus belimbing yang menyumbang
kandungan serat terbanyak yaitu 13.5 gram.
Menu selingan 2 menyajikan salad buah dan pisang coklat. Menu yang
seluruhnya menggunakan buah ini menyumbang serat sebanyak 12.6 gram. Menu
makan malam menyajikan menu beras merah dan melon. Berat merah yang
mengandung banyak serat menyumbang 2.7 gram serat sedangkan melon
menyumbang 12.6 gram serat. Menu selingan 3 juga menyumbang cukup banyak
serat yaitu pada menu ubi jalar rebus yang memiliki kandungan 6.2 gram serat.
Pemilihan bahan makanan yang beragam dan memiliki banyak serat menyebabkan
persentase ketersediaan serat pada menu sehari meningkat sebanyak 142.9%.
Berikut ini disajikan grafik perbandingan tingkat ketersediaan dan Kebutuhan
energi dan zat gizi lainnya.

Perbandingan Ketersediaan dan Kebutuhan Energi


2582

2600
2550
2500
Energi (kkal)

Ketersediaan
Kebutuhan

2450
2408
2400
2350
2300
Ketersediaan

Gambar 3 Grafik perbandingan energi antara ketersediaan dan kebutuhan energi

Perbandingan Ke tersediaan dan Kebutuhan Energi


Keterse
diaan
Kebutu
Energi (kkal) han

Gambar 3 Grafik perbandingan zat gizi ketersediaan dan kebutuhan


Energi, protein dan karbohidrat pada perhitungan DKBM memiliki
perhitungan sedikit lebih besar dibandingkan DBMP sedangkan lemak dan serat
pada perhitungan DKBM lebih kecil dibanding DBMP. Penurunan jumlah energi
dan karbohidrat pada perencanaan dan pengolahan menu disebabkan oleh
perbedaan kandungan energi dan karbohidrat pada DKBM dan DBMP. Perbedaan
tersebut terjadi pada menu yang memakali buah-buahan, pada DBMP buahbuahan memiliki energi dan karbohidrat yang dianggap sama untuk 1 sp nya,
sedangkan bila sudah dikoreksi dengan DKBM hasilnya akan bervariasi pada
setiap buah-buahan. Kandungan energi dan karbohidrat pada DKBM relatif lebih
rendah dibandingkan dengan DKBM, terutama karena jumlah yang dipakai juga
sedikit. Namun perbedaannya tidak terlalu signifikan, sehingga tidak terlalu
berpengaruh pada tingkat kebutuhannya.
Kenaikan jumlah lemak pada DKBM disebabkan oleh kandungan lemak
pada umbi-umbian. Pada DPMP umbi jalar tidak memiliki kandungan lemak,
sedangkan pada DKBM ubi jalar menumbang 12 gram karbohidrat pada selingan

2. Hal ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya persentase ketersediaan


lemak, namun perbedaannya juga tidak terlalu signifikan. Meningkatnya
kandungan serat disebabkan menngkatnya serat pada brokoli, wortel, dan roti
gandum, dan strawberry. Kandungan serat pada pengolahan menjadi lebih besar
dibandingkan dengan perencanaan, namun perbedaannya juga tidak terlalu
signifikan.
Evaluasi hidangan dilakukan pada semua makanan. Menu makan pagi
yang berupa sandwich daging memiliki penampilan yang menarik, namun
porsinya terlalu besar. Sandwich untuk penderita obesitas sebaiknya
menggunakan roti gandum yang tinggi serat. Sarapan juga dapat dibuat dengan
bubur kacang hijau atau bubur kacang merah yang tinggi serat agar dapat
memberikan pengetahuan gizi yang baik bagi Os. Daging terasa asin namun
kurang rasa merica, sebaiknya sandwich dapat ditambahkan saos tomat untuk
menambah cita rasa.
Menu makan siang menyajikan nasi dengan sari wortel, sup baso ikan
tenggiri, tempe bacem, dan jus belimbing. Nasi sari wortel yang dibuat memiliki
tekstur yang tepat, penampilan yang menarik dan rasa yang enak. Sup baso ikan
masih terasa amis karena ikan yang digunakan kurang segar. Sebaiknya ikan
dimasak terlebih dahulu dengan jahe dan sereh. Tempe bacem yang disajikan
memiliki penampilan yang menarik namun bumbunya kurang menyerap. Jus
belimbing sudah disajikan dengan porsi yang pas dan rasa yang enak.
Menu makan malam menyajikan Nasi merah, semur daging, tumis tahu
buncis dan buah potong. Tekstur dari nasi merah masih lembek, sebaiknya dapat
dicampurkan dengan beras putih. Bumbu semur daging sapi dirasa belum meresep
karena proses pemasakan yang kurang lama, sehingga sebaiknya dilakukan
marinate terlebih dahulu. Penampilan buah potong pada makan malam sudah baik
karena ditata dengan rapi.
Terdapat tiga waktu makan untuk selingan, yaitu ubi ungu rebus, jus
mangga, roti isi strawberry, salad buah, dan pisang coklat. Pada selingan pertama
ubi ungu rebus disajikan dengan jus mangga, namun hal ini tidak sidarankan
karena jumlah energinya yang terlalu besar. Ubi rebus sebaiknya dimodifikasi,
tidak hanya direbus. Jus mangga yang disajikan terlalu kental dan porsinya terlalu
banyak. Salad buah yang disajikan penampilannya sudah menarik karena terdiri
dari berbagai macam buah. Roti isi selai yang disajikan juga sangat baik karena
menggunakan roti gandum yang tinggi serat dan selai strawberry buatan sendiri
yang tekstur dan rasanya tepat.

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Os didiagnosa gizi kelebihan asupan energi (NI. 1.5), kelebihan berat
badan (NC. 3.3), memiliki kebiasaan kurang baik mengenai pemilihan makanan
(NB. 1.7), dan kurang aktivitas fisik (NB 2.1). Os diberikan diet energi rendah
dalam bentuk makanan biasa secara oral dengan energi 2 408 kkal, 95.0 g protein,
66.0 g lemak, 359.0 g karbohidrat, dan 71 g serat. Diet diberikan makanan dengan

konsistensi biasa dalam tiga kali makan utama dan tiga kali selingan. Diet yang
diberikan sudah sesuai, ditandai dengan perbandingan ketersediaan dan kebutuhan
tidak berbeda begitu jauh, kecuali serat. Tingkat ketersediaan energi, protein,
lemak, karbohidrat, dan serat berturut-berturut adalah 93.3%, 98.3%, 92.2%,
92.6% dan 142.9%.

Saran
Setiap menu yang disajikan dalam satu kali makan sebaiknya lebih
memperhatikan penataan, porsi, dan jenisnya. Porsi satu kali makan dapat dibuat
lebih kecil. Pemilihan bahan pangan yang diberikan disarankan yang memiliki
karbohidrat kompleks dan tinggi serat seperti roti gandum dan memperbanyak
sayur dan buah. Hal ini dilakukan agar dapat memberikan pengetahuan gizi pada
pasien tentang pemilihan bahan pangan yang tepat bagi penderita obesitas.

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier S. 2008. Penuntun Diet edisi Baru. Jakarta (ID): PT GramediaPustaka
Utama
Gibney MJ et al. 2007. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta (ID): EGC.
Hurst M. 2008. Hurst Review: Pathophysiology Review. New York (US): McGraw
Hill, Inc.
Misnadiarly. 2007. Penyakit Hati Edisi 1. Jakarta (ID): Pustaka Obor Popular.
Nelms M, Sucher KP, Lacey K, Roth SL. 2010. Nutrition Therapy and
Pathophysiology. Belmont (US): Cengage Learning, Inc.
[Riskesdas] Riset Kesehatan Dasar. 2013. Laporan nasional 2013. Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan,
Republik Indonesia [Internet].[diunduh 2016 Maret 3]. Terdapat pada:
http//www.kemenkes.go.id/download/riskesdas.
Sumanto. 2009. Tetap Langsing dan Sehat dengan Terapi Diet. Jakarta (ID): Agro
.Media Pustaka.
[WHO] World Health Organization. 2004. BMI Classification. Tersedia pada :
apps.who.imt/bmi/index.jsp?introPage=intro_3.html. Diakses pada: 16
Desember 2015.
[WNPG] Widyakarya Nasional Pangan & Gizi. 2004. Ketahanan Pangan dan Gizi
di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi. Prosiding Widyakarya Nasional
Pangan dan Gizi VIII.17-19 Mei. LIPI, Jakarta (ID).

LAMPIRAN

Gambar 4 Menu makan pagi

Gambar 5 Menu Selingan I

Gambar 6 Menu makan siang

Gambar 7 Menu Selingan II

Gambar 9 Menu Selingan III

Gambar 8 Menu makan malam

PEMBAGIAN TUGAS
Nama

NIM

Tugas

Citra Fitri Lestari

I14130040

Muhammad Ridwan

I14130042

Angela Merici Bella

I14130108

Pendahuluan,
Patofisiologi,
PAGT, leaflet
PAGT, Tabel perencanaan dan
ketersediaan, media
Monitoring dan Evaluasi, Editor,
PPT