Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH KELOMPOK

MAKALAH
RADIOLOGI KEDOKTERAN GIGI I
KISTA ODONTOGENIK

Dosen Pembimbing : drg. Resti Iswani,Sp.SKG, drg. Yenita Alamsyah,M.Kes,


drg.Widyawati,M.Kes.Sp.KG
DISUSUN OLEH :

KELOMPOK A1

UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI
PADANG

2013
Lamiran Anggota Kelompok
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
1. M. Taufiq Handani N
2. Oka Indra Sakti
3. Dini Fitri
4. Jeffry Kurniawan
5. Muhammad Ridho Saputra
6. Akbar Fitrio
7. Irma Susanti
8. Helni Rahma Yulia
9. Mega Rahmawati
10. Mega Afriyani
11. Muhammar Qadafi
12. Risa Nanda
13. Niwa Hafrina

10 036
002
004
006
008
010
012
014
016
018
020
022
024

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan kesempatan kepada
penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah KISTA ODONTOGENIK , dengan rahmatNya kami sebagai penulis bisa menulis makalah ini, apabila tidak ada rahmat-Nya maka penulisan
makalah ini tidak bisa terlaksana dengan baik.

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W yang telah
membawa kita dari alam kebodohan serta bahkan alam kegelapan dan menuju ke alam yang berilmu
pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini. Dengan adanya pejuang masa depan ini kita dapat
memperoleh ilmu yang memadai pada masa kita sekarang ini.
Serta dalam penulisan makalah ini banyak pihak-pihak yang terkait dalam menulis makalah ini
serta penulis mengucapkan terima kasih banyak terhadap pihak pihak yang terkait antara lain :
1. Dosen

pembimbing

Iswani,Sp.SKG,

bidang

studi

Radiologi

drg.

Kedokteran

Yenita

Gigi

drg.

Resti

Alamsyah,M.Kes,

drg.Widyawati,M.Kes.Sp.KG yang telah memberikan arahan.


2. Teman teman yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini.
Suatu karya tulis tidak ada yang sempurna, karena yang sempurna itu adalah Allah SWT, dengan
hal itu sebagai penulis meminta maaf apabila ada penulisan nama atau hal-hal yang janggal di telinga atau
ucapan penulis yang salah. Semoga makalah yang ditulis ini bisa bermanfaat dengan baik, dan digunakan
apabila diperlukan.

Padang,

Mei 2013

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1
Latar Belakang
2
Batasan Masalah
3
Tujuan Khusus
4
Tujuan Umum
5
Manfaat
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
1
2

Pengertian Kista Odontogenik


Pembagian Kista Odontogenik

BAB III. PEMBAHASAN


1
Pengertian Kista dan Kista Odontogenik
2
Klasifiskasi Kista Odontogenik
BAB IV. PENUTUP
1
Kesimpulan
2
Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kista di definisikan sebagai kavitas pathologis dari epithelium line. Kista pada maksila,
mandibula dan regio perioral sangat mencolok dalam ragam histogenesis, cara terbentuknya,
perilakunya dan perawatannya. Kista dibagi menjadi kista odontogenik, kista non-odontogenik,
pseudocyst, dan kista pada leher ( drg. Risky Aprilia Pusparatri )
Kista merupakan suatu kavitas tertutup atau kantung yang bagian dalam dilapisi oleh
epitelium, dan pusatnya terisi cairan atau bahan semisolid. Tandanya, bila epitelium tumbuh
dalam suatu masa sel, bagian pusat kehilangan sumber nutrisi dari jaringan periferal. Perubahan
ini menyebabkan nekrosis di pusat suatu kavitas terbentuk, dan terciptalah suatu kista. Kista
rongga mulut dapat diklasifikasinkan kedalam dua kelas yaitu kista odontogenik dan kista non
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
odontogenik. Selain itu kista odontogenik juga dapat terjadi selama proses perkembangan
maupun karena inflamasi.
Kista dirawat dengan prosedur pembedahan enukleasi maupun dengan marsupialisasi. Dalam
melakukan prosedur pembedahan seorang klinisi juga harus mempertimbangkan kondisi
kesehatan umum pasien yang nantinya dapat mempengaruhi kesuksesan perawatan.

1.2

Batasan Masalah
Adapun Batasan masalah yang akan di uraikan adalah sebagai berikut :
1.

Bagaimana pengertian kista dan kista odontogenik ?


2. Bagaimana klasifikasi kista odontogenik serta gambaran klinis, gambaran
radiografi ?

1.3

Tujuan Umum
Dalam makalah ini penulis mempunyai tujuan umum yang ingin dicapai untuk
kesempurnaan pembahasan makalah ini, adapun tujuan umum dari makalah ini adalah
mengetahui secara garis besar ilmu radiologi kedokteran gigi, baik dalam bidang kista
odontogenik.

1.4

Tujuan Khusus
Dalam makalah ini, juga mempunyai tujuan khusus yaitu tujuan yang lebih menjelaskan
secara detail dari tujuan umum itu sendiri, adapun tujuan khusus dari penulisan makalah ini
antara lain ingin mendapatkan ilmu dibidang radiologi kedokteran gigi tentang kista
odontogenik, gambaran klinis serta gambaran radiografi.

1.5

Manfaat
Adapun manfaat dari dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mahasiswa mengetahui ilmu radiologi kedokteran gigi.
2. Mahasiswa mengetahui pengertian kista dan kista odontogenik.
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
3. Mahasiswa mengetahui gambaran klinis dari kista dan gambaran radiografi.
4. Mahasiswa dapat membedakan kista, dan mendapatkan ilmu dibagian radiologi
kedokteran gigi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Kista dan Kista Odontogenik


Kista merupakan suatu kavitas tertutup atau kantung yang bagian dalam dilapisi oleh
epitelium, dan pusatnya terisi cairan atau bahan semisolid. (drg. vera canina)
Menurut Dr.Paulus W.Halim yang selama 15 tahun menjadi dokter ahli bedah kanker di
Italia, pada wanita sering dijumpai kista di seputar rahimnya. Namun, jika kista itu terjadi
sebelum menopause atau sebelum usia 50 tahun, biasanya tidak akan berubah menjadi ganas
(kanker).
Dengan pengobatan tertentu kista itu akan mengecil dan menghilang, ujar Dr. Paulus
yang kini menangani kanker/kista menggunakan pendekatan alternatif/komplementer di
kliniknya di Bumi Serpong Damai, Tangerang.
Sebagai mantan ahli bedah kanker, Dr.Paulus berpendapat bahwa seseorang bisa
mengalami berkali-kali operasi kista (dan juga kanker), karena ibarat pohon, yang ditebang
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
hanya batang di atas permukaan tanah saja. Yang di bawah tanah, akar-akarnya itu masih ada.
Makanya kista bisa tumbuh lagi, katanya.
2.2 Klasifikasi Kista Odontogenik
Kista odontogenik adalah kista yang berasal dari sisa-sisa epithelium pembentuk gigi
(epithelium odontogenik). Kista odontogenik disubklasifikasikan menjadi kista yang berasal dari
developmental dan inflammatory. Kista developmental adalah kista yang tidak diketahui
penyebabnya, dan tidak terlihat sebagai hasil dari reaksi inflamasi. Sedangkan inflammatory
merupakan kista yang terjadi karena adanya inflanmasi.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 PENGERTIAN KISTA ODONTOGENIK


Kista odontogenik adalah kista yang berasal dari sisa-sisa epithelium pembentuk gigi
(epithelium odontogenik). Kista odontogenik disubklasifikasikan menjadi kista yang berasal dari
developmental dan inflammatory. Kista developmental adalah kista yang tidak diketahui
penyebabnya, dan tidak terlihat sebagai hasil dari reaksi inflamasi. Sedangkan inflammatory
merupakan kista yang terjadi karena adanya inflanmasi.
Kista odontogenik didefinisikan sebagai suatu struktur dengan garis epitelial yang
diperoleh dari epitel odontogenik. Kebanyakan kista odontogenik didefinisikan lebih berdasarkan
pada lokasinya dibandingkan pada karakteristik histologinya. Maka, ahli bedah harus
memberikan kepada ahli patologis suatu riwayat dan gambaran radiograf yang tepat ketika
mengajukan contoh specimen untuk diuji.
Kista odontogenik (kista yang terletak pada tulang rahang kemungkinan epitelnya berasal
dari

epitel

odontogenik

dan

disebabkan

adanya

proliferasi

dan degenerasi

kistik)

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
Kista nonodontogenik (berasal dari sisa epitel jaringan yang meliputi prosessus yang primitif,
yang terlibat dalam pembentukan muka dan rahang masa embrional).
Suatu kista rahang tipe perkembangan yang jarang dijumpai dan berasal dari
odontogenik. Kista odontogenik glandular memiliki gambaran histopatologis yang mirip dengan
botryoid odontogenic cyst (BOC) dan central mucoepidermoid tumor (MET) sehingga mudah
terjadi salah diagnosa. Etiologi kista odontogenik glandular adalah berasal dari perkembangan
gigi geligi khususnya dari sisa-sisa epitel lamina dentalis. Gambaran klinis kista ini adalah
berupa pembengkakan, lebih banyak mengenai pria dan sering menyerang mandibula khususnya
bagian anterior. Lesi tersebut biasanya terlokalisir dan dapat unilateral atau bilateral. Gambaran
histopatologis kista odontogenik glandular harus menunjukkan adanya sel-sel kuboid eosinofilik
dalam lapisan superfisial dan sel-sel mukus. Gambaran radiografi kista odontogenik glandular
menunjukkan gambaran radiolusen yang unilokuler atau multilokuler. Perawatan kista
odontogenik glandular adalah dengan kuretase, enukleasi dan reseksi rahang.
3.2 KLASIFIKASI KISTA ODONTOGENIK
Kista odontogenik adalah kista yang berhubungan dengan gigi dan jaringan pembentuk
gigi. Kista odontogenik dibagi menjadi 2 divisi besar:
1
2

Kista perkembangan (kista yg belum diketahui asal mula penyebabnya ) terbagi lagi
menjadi 9 sub divisi
Kista peradangan ( kista yg terjadi akibat dari gigi yg meradang ) terbagi menjadi 3
sub divisi

Kista dentigerous
Merupakan salah satu sub divisi dari kista perkembangan. Biasanya kista ini terjadi
disekitar mahkota gigi yang tidak erupsi. Paling banyak terjadi pada gigi geraham bungsu bawah
( geraham ketiga bawah ) yg tidak erupsi pada usia 10-30 tahun. Sangat jarang terjadi pada gigi
susu yang tidak tumbuh. Kista dentigerous biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, jika kista ini
besar maka akan menimbulkan asimetri muka.

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
Perawatan kista dentigerus:
Kista dentigerus yang kecil ditangani
dengan enukleasi yg juga dilakukan
dengan membuang gigi yang tidak erupsi
tersebut. Kista dentigerus yang besar
membutuhkan

tindakan

marsupialisasi.

Tindakan ini merupakan prosedur awal


sebelum dilakukannya tindakan bedah
untuk mengurangi besarnya kista sehingga
kerusakan tulang akibat tertekan kista
bertambah kecil. Setelah itu kista dapat
dibuang dengan tindakan bedah yg minimal.
Komplikasi yang dapat terjadi pada tindakan marsupialisasi maupun enukleasi adalah
perdarahan, parestesi maupun fraktur, namun prognosa setelah dilakukannya kedua tindakan
adalah baik.
Etiologi kista odontogenik
Ada tiga macam sisa jaringan yang masing-masing berperan sebagai asal kista
odontogenik.
a. The epithelial rest or glands of Serres yang tersisa setelah terputusnya dental lamina.
Odontogenik keratosis dapat berasal dari jarinagn ini, dan beberapa kista lain seperti
kista gingival.
b. Email epithelium tereduksi yang berasal dari organ email dan selubung gigi yang
belum erupsi namun telah terbentuk sempurna. Kista dentigerous dan kista erupsi
berasal dari jaringan ini.
c. The rests of Malassez yang terbentuk melalui fragmentasi dari epithelium root
selubung Hertwig.
Pathogenesis Kista
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
Inisiasi kista
Inisiasi kista mengakibatkan proliferasi batas epithelia dan pembentukan suatu kavitas
kecil. Inisiasi pembentukan kista umumnya berasal dari epithelium odontogenic. Bagaimanapun
rangsangan yang mengawali proses ini tidak diketahui. Faktor-faktor yang terlibat dalam
pembentukan suatu kista adalah proliferasi epithelia, akumulasi cairan dalam kavitas kista dan
resorpsi tulang.
Pembesaran kista
Proses ini umumnya sama pada setiap jenis kista yang memiliki batas epithelium. Tahap
pembesaran kista meliputi peningkatan volume kandungan kista, peningkatan area permukaan
kantung kista, pergeseran jaringan lunak disekitar kista dan resorpsi tulang.
Klasifikasi ( etio , tanda gejala , patogenesis , pemeriksaan , penatalaksanaannya )
Odontogenik
1. Perkembangan
-

Dental lamina cyst (gingival cyst of infant)


Sebuah kista gingiva adalah kista yang berkembang pada gusi orang 'mulut. In adults,

periodontal disease can cause a gingival pocket to grow and


this can often form a cyst. Pada orang dewasa, penyakit
periodontal dapat menyebabkan saku gingiva untuk tumbuh
dan ini sering dapat membentuk kista. They can even be the
result of viral infections. Mereka bahkan bisa menjadi hasil
dari infeksi virus. Cysts can even form in newborn babies.
Kista bahkan dapat terbentuk pada bayi baru lahir. They're
usually painless but often frustrating because of the
swelling. Mereka biasanya tidak menimbulkan rasa sakit
tetapi sering frustasi karena pembengkakan. Setelah mereka akan dihapus, mereka umumnya
tidak menunjukkan kecenderungan untuk terulang kembali
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
-

Odontogenic cyst (primordial cyst)

Gambaran klinis
o Terkadang terbentuk disekitar gigi yang
tidak erupsi
o Biasanya
asymtomatik
walaupun
terdapat pembengkakan ringan
o Nyeri bisa terjadi dengan infeksi
sekunder
o Aspirasi menunjukkan suatu material
tebal, kuning dan cheesy material
(keratin)
o Kista ini cenderung berulang
Gambaran RO
Lokasi
Badan posterior mandibula dan ramus mandibula, Epicenter terdapat pada superior hingga
inferior alveolar nerve canal
Batas luar dan bentuk
Menunjukkan tepi kortical seperti kista-kista lainnya kecuali jika terjadi infeksi sekunder,
smooth round atau berbentuk oval atau scalloped outline.
Struktur internal
Radiolusen, adanya keratin internal tidak meningkatkan radioopasitas. Pada beberapa kasus
dapat menunjukkan septa internal berkurang, memberikan gambaran lesi multilocular.
-

Dentigerous cyst (follicular cyst)


Kista odontogenik paling sering kedua adalah kista dentigerous, yang berkembang dalam

folikel dental yang normal dan mengelilingi gigi yang tidak erupsi. Kista dentigerous
diperkirakan tidak menjadi neoplastik. Lebih sering ditemukan dalam daerah dimana terdapat
gigi yang tidak erupsi, yaitu gigi molar ketiga rahang bawah, molar ketiga rahang atas dan
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
kaninus rahang atas dengan penurunan frekuensi mulai dari molar ketiga rahang bawah hingga
kaninus rahang atas. Kista ini dapat tumbuh sangat besar dan dapat menggerakkan gigi, tetapi,
lebih umumnya, kista ini relatif kecil. Kebanyakan kista dentigerus tidak memberikan gejala, dan
penemuannya biasanya meerupakan suatu temuan insidental pada gambaran radiografi.
Penampakan radiografi biasanya adalah suatu lesi radiolusen yang terdermakasi dengan
baik menyerang pada sudut akut dari daerah serfikal suatu gigi yang tidak erupsi. Tepi lesi dapat
radiopak. Perbedaan gambaran radiografi antara kista dentigerous dan folikel dental normal
selalu didasarkan pada ukurannya.
Bagaimanapun, secara histologi, suatu perbedaan selain dari ukurannya telah ditemukan.
Folikel gigi secara normal dibatasi oleh berkurangya epitel enamel, jika kista dentigerous
dibatasi oleh suatu epitelium skuamos stratified tidak terkeratinisasi. Kalsifikasi distropik dan
suatu kelompok sel mukous dapat ditemukan dalam kista.
Kista dentigerous berkembang dari epitel folikular dan epitelium folikular memiliki suatu
potensi yang besar untuk bertumbuh, berdiferensiasi dan berdegenerasi dibandingkan dengan
epitrlium dari kista radikuler. Kadangkala, lesi yang lebih merugikan lainnya muncul dalam
dinding kista dentigerous, termasuk karsinoma epidermoid yang muncul dari sel mukosa didalam
dinding kista, ameloblastoma (lihat tumor odontogenik; 17% ameloblastoma muncul dalam
sebuah kista dentigerous), dan karsinoma sel skuamous. Sebagaimana yang telah disebutkan
sebelumnya, kista dentigerous juga dapat menjadi sangat besar dan dapat memberikan risiko
fraktur rahang patologis kepada pasien.
Temuan ini berisikan paling banyak alasan medis untuk pengangkatan gigi molar ketiga
yang impaksi dengan radiolusensi perikoronal, bagaimanapun, gigi yang impaksi dengan
radiolusensi perikoronal yang kecil (dengan kesan adanya folikel gigi yang normal dibandingkan
kista dentigerous) juga dapat diamati dengan pemeriksaan radiografi secara berseri. Peningkatan
ukuran lesi harus dilakukan pengangkatan dan pemeriksaan histopatologi yang tepat. Beberapa
lesi yang tampak lebih besar dibandingkan folikel gigi normal mengindikasikan pengangkatan
dan pemeriksaan histopatologi.

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
Gambaran Klinis
o Berkembang disekitar mahkota gigi yang tidak erupsi/ gigi supernumerary
o Pemeriksaan klinis menunjukkan suatu missing, pembengkakan yang keras (hard
swelling) dan biasanya mengakibatkan asimetri wajah.
o Khasnya pasien tidak merasakan nyeri dan ketidaknyamanan
Gambaran RO
Lokasi
Epicenter kista tepat diatas mahkota gigi yang bersangkutan, biasanya M3 maxilla atau
mandibula, atau yang paling sering terjadi adalah C maxilla. Kista melekat pada CEJ. Terkadang
kista berkembang dari aspek lateral follicle, menempati area disamping mahkota.
Batas Luar dan Bentuk
Secara khas memiliki batas luar yang tegas (well-defined cortex) dengan garis berkurva
atau sirkular.
Struktur Internal
Bagian internal radiolusen secara menyeluruh kecuali mahkota gigi.
Pengaruh pada struktur sekitar, Kista ini cenderung memindahkan (menggerakkan) dan
meresorbsi gigi geligi tetangganya. Biasanya pada direksi apical. Contohnya : M3 mandibula
dapat digerakkan pada region condilar atau coronoid/ hingga cortex inferior dr mandibula.

Eruption cyst
Kista erupsi dapat berkembang dalam hubungan dengan gigi susu yang sedang erupsi.

Rongga folikular yang normal di sekitar mahkota mengembang karena pengumpulan cairan
jaringan atau darah, membentuk sejenis kista dentigerous (Shafer, Hine dan Levy, 1974 ; Shear,
1983). Kista erupsi terjadi paling sering pada permukaan oklusal yang lebar di gigi-gigi molar
susu. Mula-mula terdapat daerah kebiru-biruan pada gigi yang sedang erupsi, dan kemudian
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
terjadi kemerahan dan pembengkakan mukosa. Pembesaran kista menyebabkan tergigit oleh
gigi-gigi lawannya, dan hal ini menambah rasa tidak enak pada anak.

Merupakan kista dentigerous yang terjadi pada jaringan


lunak.Tapi kista dentigerous yang terjadi biasanya pada
sekeliling gigi yang erupsidanterletak di dalam jaringan lumak
yang terjadi di atas tulang
Gambaran klinis
o Kista erupsi menyebabkan pembengkakan yang licin di
atas gigi yang sedang erupsi,yang bisa mempunyai
warna gingival yang normal,ataupun biru.
o Biasanya tanpa nyeri kecuali jika terinfeksi.
o Lunak dan berfluktuasi
o Kadang-kadang terdapat lebih dari satu kista .
Gambaran radiologi
Kista bisa membuat bayangan lunak,tetapi biasanya tidak melibatkan tulang ,kecuali
kripta terbuka yang terdilatasi yang bisa terlihat pada radiograf.
Patogenesa
Patogenesa kista erupsi mungkin sangat serupa dengan kista dentigerous. Perbedaanya
bahwa gigi pada kasus kista erupsi lebih terpendam di jaringan kunak gingival ketimbang di
dalam tulang. Belum diketahui faktor-faktor yang sebenarnya menghalangi erupsi ke dalam
jaringan lunak ini,tetapi adanya jaringan fibrosa yang sangat padat dapat bertanggung jawab.
Patologi
Pada daerah yang tidak meradang,dinding epitel kista khas berasal dari epitel enamel
yang berkurang, yang terutama terdiri dari2-3 lapisan sel epitel gepeng dengan beberapa fokus,
tempat ia mungkin sedikit lebih tebal.
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
Pengobatan
Kista erupsi diobati dengan marsupialisasi. Kubah kista di eksisi ,yang memaparkan
mahkota gigi sehingga memungkinkan gigi tersebut erupsi.
-

Lateral periodontal cyst


Kista periodontal lateral, seperti namanya, terjadi pada lokasi periodontal lateral dan itu

adalah berasal dari perkembangan yang timbul dari degenerasi kistik sel yang jelas tentang
lamina gigi. In order to establish the proper diagnosis, an inflammatory origin as well as
exclusion of a possible odontogenic keratocyst must be ruled out clinically and histologically.
Dalam rangka menegakkan diagnosa yang tepat, asal inflamasi serta pengecualian dari keratocyst
odontogenik mungkin harus dikesampingkan klinis dan histologis.
Kista ini umumnya merupakan temuan
radiografi disengaja dan ditandai dengan
pertengahan yang terletak jarak antara puncak
dan daerah servikal dari gigi yang terkena.
Radiografi, sebagian besar kasus dilihat
sebagai digambarkan, bulat dengan baik, kecil
(umumnya tidak melebihi 1 cm diameter),
radiolusensi dengan pelek radiopak. Mereka umumnya tanpa gejala. Ruang ligamentum
periodontal sebagai sebuah aturan tidak membesar dan tidak boleh ada komunikasi antara kista's
rongga dan lingkungan oral. Akar gigi yang terkena utuh, jaringan pulpa tidak nekrotik dan gigi
sangat penting.
Nama kista periodontal lateral merupakan suatu istilah yang tidak cocok. Kista ini bukan
merupakan peradangan, kista ini tidak muncul dari periodontitis dan bukan suatu fenomena yang
dihubungkan dengan saluran lateral dalam struktur gigi. Kista ini selalu terdermakasi dengan
baik, relatif kecil, dan radiolusen (kadang-kadang dengan akar yang radiopak). Lesi ini
umumnya dihubungkan dengan daerah premolar dan molar dan kadang ditemukan pada daerah
anterior rahang atas. Kista ini biasanya tidak tampak secara klinis tetapi terdeteksi pada
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
pemeriksaan radiografi. Kista ini memiliki suatu histologi yang berbeda teriri dari dinding kista
noninflamasi fibrous yang tebal, dan batas epitelium terbuat dari sel kubus yang tipis. Tepi ini
tidak sempurna dan mudah terkelupas dengan gambaran penebalan sel bersih pada interval
berkala. Kista ini tumbuh dari lamina gigi postfungsional dan tidak ada penjelasan yang baik
diketahui untuk lokalisasi yang ditunjukkan.
Etiologi : terbentuk karena proliferasi dentalamina
Gambaran klinis
tampak pembengkakan kecil pada jaringan lunak di dalam atau di bawah papilla
interdental diameter < 1cm. Mayoritas pada orang dewasa terjadi pada cuspid premolar dan
caninus atas/ bawah. ( vitalnya di rahang bawah )
Gambaran radiograf : radiolusen Berbentuk bulat/ seperti tetesan airmata unilokuler dan kadang2
multilokuler.
-

Glandular odotogenic cyst


Kista odontogenik glandula adalah salah satu lesi kista rahang yang sangat jarang

dijumpai dengan karakteristik histopatologis yang unik dan tidak jelas histogenesisnya, dimana
secara histopatologi, kista odontogenik glandula merupakan suatu kista dengan dindingnya
dibatasi epitel non keratinisasi pada permukaannya dan dibatasi kripta atau ruangan seperti kista
didalam ketebalan epitel dan mengandung elemen musin tanpa keterlibatan jaringan kelenjar
ludah didalanmya.
Gambaran klinis kista odontogenik pada umunmya seperti kista yang lain adalah adanya
pembengkakan pada daerah yang terkena, mayoritas kista akan ditemukan setelah teljadi
peradangan.
Gambaran radiografi kista odontogenik glandula menunjukkan lesi radiolusen unilokuler
atau multilokuler yang tergambar dengan jelas. Berdasarkan cepat lambatnya perluasan area
radiokusensi lesi yang terlihat dalam pemeriksaan radiografi, kista odontogenik glandula dapat
didiagnosa banding sebagai lateral periodontal cyst, botryoid odontogenic cyst, simple bone cyst,
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
odontogenic keratocyst, ameloblastoma dan central mucoepidermoid carcinoma. Gammbaran
histologi menunjukkan suatu
ruang kistik yang dibatasi
oleh epitel pipih berlapis non
keratinisasi dengan beberapa
lapisan.
Di beberapa area, sel epitel tersusun dalam bentuk struktur menyerupai bola atau area
melingkar Lapisan superfisial epitel menunjukkan eosinofilik dan sel kuboidal, dan beberapa sel
spinus merniliki vakuolisasi dalam sitoplasmanya. Sel epitel menunjukkan banyak sel-sel mukus,
dan kadang-kadang mukus PAS positif dibatasi oleh sel kuboidal eosinofilik berbentuk struktur
menyerupai bola. Ruang antar epitel dan bentuk jaringan ikat fibrous adalah petak tanpa rete peg.
Kapsul fibrous jarang diinfiltrasi oleh sel inflamasi mononuklear. Dalam perawatan kista
odontogenik glandula, pada dasarnya digunakan teknik bedah dengan metoda enukleasi.
Kista odontogenik glandula adalah salah satu lesi kista rahang yang sangat jarang
dijumpai dengan karakteristik histopatologis yang unik dan tidak jelas histogenesisnya, dimana
secara histopatologi, kista odontogenik glandula merupakan suatu kista dengan dindingnya
dibatasi epitel non keratinisasi pada permukaannya dan dibatasi kripta atau ruangan seperti kista
didalam ketebalan epitel dan mengandung elemen musin tanpa keterlibatan jaringan kelenjar
ludah didalanmya. Gambaran klinis kista odontogenik pada umunmya seperti kista yang lain
adalah adanya pembengkakan pada daerah yang terkena, mayoritas kista akan ditemukan setelah
teljadi peradangan. Gambaran radiografi kista odontogenik glandula menunjukkan lesi
radiolusen unilokuler atau multilokuler yang tergambar dengan jelas. Berdasarkan cepat
lambatnya perluasan area radiokusensi lesi yang terlihat dalam pemeriksaan radiografi, kista
odontogenik glandula dapat didiagnosa banding sebagai lateral periodontal cyst, botryoid
odontogenic cyst, simple bone cyst, odontogenic keratocyst, ameloblastoma dan central
mucoepidermoid carcinoma.
Gammbaran histologi menunjukkan suatu ruang kistik yang dibatasi oleh epitel pipih
berlapis non keratinisasi dengan beberapa lapisan. Di beberapa area, sel epitel tersusun dalam
bentuk struktur menyerupai bola atau area melingkar Lapisan superfisial epitel menunjukkan
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
eosinofilik dan sel kuboidal, dan beberapa sel spinus merniliki vakuolisasi dalam sitoplasmanya.
Sel epitel menunjukkan banyak sel-sel mukus, dan kadang-kadang mukus PAS positif dibatasi
oleh sel kuboidal eosinofilik berbentuk struktur menyerupai bola. Ruang antar epitel dan bentuk
jaringan ikat fibrous adalah petak tanpa rete peg. Kapsul fibrous jarang diinfiltrasi oleh sel
inflamasi mononuklear. Dalam perawatan kista odontogenik glandula, pada dasarnya digunakan
teknik bedah dengan metoda enukleasi.
-

Gingival cyst
Kista gingiva dewasa diperkirakan berasal dari epitel terletak dari lamina gigi dan

beberapa penulis menganggapnya sebagai versi dangkal kista periodontal lateral.


2. Inflamasi
-

Radicular cyst ( periapical cyst)


Suatu kista periapikal (radikuler) merupakan kista odontogenik yang paling umum.

Etiologi umumnya adalah sebuah gigi yang menjadi terinfeksi, memicu nekrosis pulpa. Toksin
keluar dari akar gigi, memicu inflamasi periapikal. Inflamasi ini merangsang sisa epitel Malassez
yang ditemukan dalam ligament periodontal, menghasilkan pembentukan granuloma periapikal
yang bias jadi menginfeksi ataupun steril. Secepatnya, epitelium ini berlanjut menjadi nekrosis
disebabkan oleh berkurangnya asupan darah, dan granuloma berkembang menjadi kista. Lesi
umumnya tidak dapat terdeteksi secara klinis jika masih kecil tetapi paling sering ditemukan
sebagai suatu temuan yang insidental atau tidak disengaja pada pemeriksaan radiografi.
Secara radiografi, perbedaan antara suatu granuloma dan kista adalah tidak mungkin, meskipun
beberapa orang mengatakan bahwa jika lesi yang sangat besar lebih dicurigai menjadi kista.
Keduanya muncul dengan gambaran lesi radiolusen dalam hubungannya dengan akar gigi
nonvital. Adakalanya. Lesi ini dapat menjadi sangat besar karena mereka tumbuh sebagai respon
terhadap

tekanan.

Bagaimanapun,

granuloma

dan

kista

bukanlah

suatu

neoplastik.

Secara makroskopik, epitelium merupakan suatu epitelium skuamos stratified nondeskrip tanpa
pembentukan keratin. Perubahan peradangan dapat diamati pada dinding kista, dan perubahan
ini, pada gilirannya dapat menyebabkan perubahan epitelial (misalnya; ulserasi, atropi, dan

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
hyperplasia). Terutama lesi yang terkena inflamasi, dapat muncul celah kolesterol dan/atau
makrofage berbusa.
Beberapa pilihan perawatan yang ada untuk
beberapa kista. Kebanyakan kista dapat diatasi
dengan terapi endodontik dari gigi yang terlibat.
Lesi-lesi ini harus pantau secara radiografi untuk
memastikan pemecahannya. Lesi yang gagal untuk
diatasi dengan beberapa terapi harus diangkat
melalui

pembedahan

dan

diperiksa

secara

histopatologi. Meskipun kista ini terbentuk dari suatu sisa epitel yang matang dan memiliki
potensi yang relatif untuk bertumbuh, kadang-kadang suatu karsinoma sel skuamos dapat muncul
de novo dalam suatu kista radikuler, oleh karena itu dianjurkann untuk pemeriksaan histopatologi
ari semua jaringan yang diangkat.
Kista radikular adalah suatu kista yang berasal dari sisa-sisa epitel Malassez yang berada
di ligamen periodontal, karena suatu infeksi gigi (gangren pulpa, gangren radik) ataupun trauma
yang menyebabkan gigi nekrosis.
Etiologi
Suatu kista radikular mensyaratkan injuri fisis, kimiawi ataupun bakterial yang
menyebabkan matinya pulpa, diikuti oleh stimulasi sisa epitel Malassez, yang biasanya dijumpai
pada ligamen periodontal.
Gejala-gejala
Tidak ada gejala yang dihubungkan dengan perkembangan suatu kista, kecuali yang
kebetulan diikuti nekrosis pulpa. Suatu kista dapat menjadi cukup besar untuk secara nyata
menjadi pembengkakan.
Tekanan kista cukup untuk menggerakkan gigi yang bersangkutan, yang disebabkan oleh
timbunan cairan kista. Pada kasus semacam itu, apeks-apeks gigi yang bersangkutan menjadi
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
renggang, sehingga mahkota gigi dipaksa keluar jajaran. Gigi juga dapat menjadi goyang. Bila
dibiarkan tidak dirawat, suatu kista dapat terus tumbuh dan merugikan rahang atas atau rahang
bawah.

Diagnosis
Pulpa gigi dengan kista radikular tidak bereaksi terhadap stimuli listrik atau termal, dan
hasil tes klinis lainnya adalah negatif, kecuali radiografik. Pasien mungkin melaporkan suatu
riwayat sakit sebelumnya. Biasanya pada pemeriksaan radiograf, terlihat tidak adanya
kontinuitas lamina dura, dengan suatu daerah rerefaksi. Daerah radiolusen biasanya bulat dalam
garis bentuknya, kecuali bila mendekati gigi sebelahnya, yang dalam kasus ini dapat mendatar
atau mempunyai bentuk oval. Daerah radiolusen lebih besar dari pada suatu granuloma dan dapat
meliputi lebih dari satu gigi, baik ukuran maupun bentuk daerah rerefaksi bukan indikasi definitif
suatu kista.
Diagnosis Banding
Gambaran radiografik kista akar yang kecil tidak dapat dibedakan dari gambaran
granuloma. Meskipun suatu perbedaan positif antara suatu kista dan granuloma tidak dapat
dibuat dari radiograf saja, sifat-sifat tertentu dapat memberi kesan adanya suatu kista. Suatu kista
biasanya lebih besar dari pada granuloma dan dapat menyebabkan akar berdekatan merenggang
karena tekanan terus-menerus dari akumulasi cairan kista.
Bakteriologi
Suatu kista mungkin atau tidak mungkin terinfeksi. Sebagai suatu granuloma, suatu kista
menunjukkan suatu reaksi defensif jaringan terhadap iritan ringan. Organisme actinomyces
pernah diisolasi dari kista periapikal.
Histopatologi
Kista radikular terdiri dari suatu kavitas yang dilapisi oleh epitelium skuamus berasal dari
sisa sel Malassez yang terdapat didalam ligamen periodontal. Suatu teori pembentukan kista
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
adalah bahwa perubahan inflamatori periradikular menyebabkan epitelium berpoliferasi. Bila
epitelium tumbuh dalam suatu massa sel, bagian pusat kehilangan sumber nutrisi dari jaringan
periferal. Perubahan ini menyebabkan nekrosis di pusat, suatu kavitas terbentuk, dan tercipta
suatu kista
Perawatan
Pengambilan secara bedah seluruh kista radikular sehingga bersih tidak perlu dilakukan
pada semua kasus. Kista di jumpai pada sekitar 42% atau kurang pada daerah rerefaksi akar gigi.
Resolusi (hilangnya inflamasi) daerah rerefaksi ini terjadi setelah terapi saluran akar pada 80
sampai 98% kasus. Drainase juga bisa mengurangi tekanan kista pada dinding kavitas tulang dan
merangsang fibroplasia dan perbaikan dari perifer lesi.
Prognosis
Prognosis tergantung pada gigi khususnya, perluasan tulang yang rusak, dan mudah
dicapainya perawatan.
Gambaran RO
Lokasinya
Mendekati apeks gigi-gigi non-vital, tanpa pada permukaan mesial akar gigi, pada
pembukaan canal aksesoris atau pada pocket periodontal gigi dalam.
Batas dan Bentuk
Biasanya memiliki batas kortical. Jika kista menjadi infeksi sekunder, reaksi inflamasi
disekitar tulang menyebabkan hilangnya lapisan luar (corteks) atau cortex berubah menjadi lebih
banyak pinggiran sklerotik.
Struktur internal

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
Pada kebanyakan kasus, struktur internal kista ini adalah radiolusen. Kadang-kadang
kalsifikasi distrofik bisa berkembang pada kista lama (menetap), kelihatan seperti penyebaran
tipis, radioopasitas kecil.
-

Residual cyst
Kista residual adalah istilah yang
sesuai karena tidak ada gigi yang tertinggal
dimana dapat mengidentifikasikan lesi. Paling
umum, hal ini merupakan sisa dari kista
periapikal dari gigi yng telah dicabut.
Histologinya merupakan epitelium skuamous
stratified nondeskrip.
Gambaran klinis
o Asymtomatik
o Sering ditemukan pada pemeriksaan RO daerah edentulous
o Mungkin terjadi ekspansi pada rahang atau nyeri pada kasus dengan infeksi
sekunder

Gambaran RO
Lokasi
o Terjadi pada kedua rahang
o Lebih sering pada mandibula
o Epicenter terletak pada lokasi periapikal
o Pada mandibula ; epicenter selalu diatas canal inferior alveolar nerve
Batas dan Bentuk
Memiliki garis tepi cortical kecuali jika menjadi infeksi sekunder. Bentuk kista residual
ini adalah oval atau bulat.
Struktur Internal

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
Radiolusen, kalsifikasi bisa terdapat pada kista lama. Kista residual dapat menyebabkan
displacement gigi atau resorbsi. Kista bisa invaginasi pada antrum maxilla atau menekan saluran
inferior alveolar nerve.
-

Paradental cyst
Kista paradental merupakan kista odontogenik yang mengalami peradangan yang

timbulnya disebabkan gigi molar tiga mandibula impaksi yang mengalami perikoronitis. Etiologi
kista paradental sampai saat ini belum diketahui dengan pasti, tapi terdapat tiga kemungkinan
unruk pembentukannya yakni dari epitel krevikular, dari sisa-sisa epitel Malassez dan dari epitel
enamel yang berkurang. Kista ini jarang terjadi, tetapi memiliki karakteristik klinis yakni: terjadi
pada gigi molar tiga mandibula yang impaksi, mempunyai riwayat perikoronitis, paling banyak
terletak di daerah distal dan distobukal gigi, terjadi pada usia dekade ketiga, dan dari penelitian
yang dilakukan, kista ini banyak dijumpai pada orang kulit putih dan pada pria dibanding dengan
wanita. Gambaran histopatologi dan radiologi kista paradental ini tidak patognomonik sehingga
sering terkacau dengan kista yang lain. Perawatan yang tepat dari kista paradental ini adalah
teknik bedah metode enukleasi dengan odontektomi gigi molar tiga mandibula yang terkena. Hal
ini dilakukan agar tidak terjadi rekurensi.
Kista paradental merupakan suatu kista yang timbul berhubungan dengan gigi yang
erupsi sebagian atau penuh dengan pulpa vital. Kebanyakan dari kasus dijumpai pada gigi molar
raliang bawah, terutama molar ketiga rahang bawah yang erupsi sebagian dengan riwayat
perikoronitis. Gejala klinik yang timbul adalah adanya pembengkakan khususnya pada kista
yang melibatkan molar pertama dan molar kedua rahang bawah. Klasifikasi WHO dari kista
odontogenik peradangan mencakup kista radikular (residual) dan kista paradental (kista kolateral
peradangan, kista bukal infected mandibula). Grup kista paradental secara klinik menimbulkan
masalah diagnosis dan terapi bila dihubungkan dengan gigi molar pertama dan molar kedua
rahang bawah. Etiologi dan gambaran histologi dari kista paradental, kista kolateral peradangan
dan kista bukal infected mandibula adalah identik dan perbedaanya terdapat pada gambaran
klinik dan radiografi yang dihubungkan dengan perbedaan gigi yang terlibat dan perbedaan umur
dimana gigi tersebut erupsi. Karakteristik radiografi dari kista paradental terlihat bervariasi,
umumnya menunjukkan suatu lesi radiolusen yang berbatas jelas superimposed diatas akar dari
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
gigi yang terlibat. Penemuan konsisten pada gambaran histologi dimana kista dilapisi oleh epitel
berlapis gepeng hiperplastik non~keratinisasi, Adanya infiltrat sel radang yang kronis didalam
jaringan ikat adalah sesuai dengan hipotesis bahwa peradangan adalah penting untuk
perkembangan kista ini. Pengangkatan kista dari permukaan akar bukal menunjukkan adanya
proyeksi enamel perkembangan yang meluas dari cemento-enamel junction kearah bifurk'asi
akar. Anomali enamel perkembangan ini mungkin penting dalam patogenesis kista paradental.
Penemuan makroskopis dan mikroskopis mendukung bahwa asal kista paradental adalah epitel
enamel yang telah berkurang.
-

Buccal bifurcation cyst

Gambaran klinis
o Tertundanya erupsi M1 dan M2 mandibula
o Pada pemeriksaan klinis, molar mungkin missing atau puncak cusp lingual bisa abnormal
menonjol keluar melalui mukosa, lebih tinggi dari pada posisi cusp buccal.
o Gigi geligi selalu vital
o Hard swelling bisa terdapat pada buccal molar dan jika terdapat infeksi sekunder, pasien
bisa merasakan nyeri
Gambaran RO
Lokasi
o Paling sering terjadi pada m1 mandibula
o Terkadang terjadi secara bilateral
o Selalu terdapat pada furkasi buccal dari molar yang bersangkutan
Batas Luar dan Bentuk : Pada beberapa kasus tidak ada batas luar, lesi bisa sangat halus region
radiolusen berlapis pada gambaran akar molar. Beberapa kasus, lesi memiliki bentuk sirkular
dengan tepi cortical yang tegas.
Struktur Internal : Radiolusen

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK

BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Definisi : Suatu rongga patologis yang mengandung benda cair/semi cair (gas) yang dilapisi
oleh lapisan epitelium
Kista Rahang : Epitel : Odontogenik : *Perkembangan * Peradangan
Gambaran RO
Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
-

Radiolusen yang ekalokul


Pinggir sklerotik
Kista ekstensif : multilokul
Mempunyai kaitan dg gigi yg belum erupsi

4.2 SARAN
Dalam suatu karya tulis tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan adalah
milikNya, jadi saran penulis untuk pembaca yang ingin menyadur dari makalah ini bisa
dibaca dan memahami terlebih dahulu makalah ini, barulah menyadurnya. Harapan penulis
selanjutnya lebih baik dari pada makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Bahan Pembelajaran drg.Utmi Atma MDSc : Oral Biologi II Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Baiturrahmah; Padang, 2011.
Bahan Pembelajaran drg. Resti Iswani,Sp.SKG: Radiologi Kedokteran Gigi Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah; Padang, 2013.
Koleksiartikel.wordpress.com/2010/06/11/kista-harus-dibasmi-hingga-ke-akarnya/
(Diakses tanggal 18 April 2013).

http://veracanina.blogspot.com/2010/04/kista-odontogenik,(Diakses tanggal 18 April 201 )

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK

MAKALAH KELOMPOK
http://dentaluniverseindonesia.com/index.php/article/63-kista-odontogenik, ( Diakses
tanggal 18 April 2013 ).
scribd.com/doc/96594888/KISTA-ODONTOGENIK, ( Diakses tanggal 18 April 2013 ).

Radiologi Kedokteran Gigi : KISTA ODONTOGENIK