Anda di halaman 1dari 1

Dari gambar 4.

6 dapat dilihat untuk Glukosa (C6H12O6) run I, run II, dan run
III mengalami peningkatan. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa semakin
besar suhu zat, maka hasil kali kelarutan cenderung naik.
Pengaruh suhu terhadap kelarutan dapat dilihat pada peristiwa sederhana
yang terjadi pada kehidupan sehari-hari yaitu kelarutan gula dalam air. Gula yang
dilarutkan ke dalam air panas, dan satu lagi ke dalam air dingin, maka gula akan
lebih cepat larut pada air panas karena semakin besar suhu semakin besar pula
kelarutannya (Anggraeni, 2011).
Berdasarkan hasil percobaan yang diperoleh, didapatkan hasil yang sesuai
dengan teori di mana terjadi kenaikan hasil kali kelarutan ketika temperatur semakin
naik.
Hasil percobaan yang dilakukan terhadap Glukosa (C6H12O6) 0,8 gram pada
pelarut aquadest pada run I diperoleh kelarutan secara praktek sebesar 0,983 M
dengan kelarutan secara teori sebesar 1,007 M didapatkan persen ralat sebesar
2,38%. Glukosa (C6H12O6) 1,0 gram pada pelarut aquadest pada run II diperoleh
kelarutan secara praktek sebesar 1,194 M dengan kelarutan secara teori sebesar 1,368
M didapatkan persen ralat sebesar 12,71%. Glukosa (C6H12O6) 1,2 gram pada pelarut
aquadest pada run III diperoleh kelarutan secara praktek sebesar 1,394 M dengan
kelarutan secara teori sebesar 1,639 M didapatkan persen ralat sebesar 14,94%.