Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

KISTA OVARIUM
I.

Konsep Penyakit
A. Pengertian
Kista ovarium adalah suatu jenis tumor berupa kantong abnormal yang berisi
cairan. Kista ovarium secara fungsional adalah kista yang dapat bertahan dari pengaruh
hormonal dengan siklus menstruasi (Ratna, 2013).
Kista ovarium merupakan suatu tumor,baik yang kecil maupun yang besar,ganas
atau jinak. Dalam kehamilan tumor yang dijumpai yang paling sering adalah kista
dermonal, kista cokelat atau kista lutein, tumor ovarium yang cukup besar dapat
disebabkan kelainan bentuk janin dalam rahim atau dapat menghalang-halangi masunya
kepala kdalam panggul (Wiknjosastro.et.all.2011).
B. Penyebab Kista Ovarium
Beberapa faktor resiko berkembangnya kista ovarium, adalah wanita yang
biasanya memiliki:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

riwayat kista ovarium terdahulu


siklus haid tidak teratur
perut buncit
menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
sulit hamil
penderita hipotiroid
penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)

C. Manifestasi Klinis
Kista ovarium biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak sengaja terdeteksi
melalui USG saat pemeriksaan rutin kandungan. Namun, beberapa orang dapat
mengalami gejala ini:
1. kram perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusuk
2. siklus haid tidak teratur
3. perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
4. Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang

5. Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama


6. Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
7. Mual dan muntah
8. Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina
D. Patofisiologi Kista Ovarium
Fungsi ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormone dan
kegagalan pembentukan salah satu hormone tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium.
Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan
hormone hipofisa dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang
menyebabkan penimbunan folikel yang terbentuk secara tidak sempurna di dalam
ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur,
terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium karena itu terbentuk kista di dalam
ovarium. Setiap hari, ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut
Folikel de Graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2.8
cm akan melepaskan oosit mature. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum,
yang pada saat matang memiliki struktur 1,5 2 cm dengan kista ditengah-tengah. Bila
tidak terjadi fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan
secara progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan membesar
kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan.Kista ovari yang berasal dari
proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. Kista dapat berupa kista
folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca-lutein. Kista tersebut dapat
distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FSH dan HCG. Kista fungsional multiple dapat
terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang
berlebih. Kista folikel dan luteal, kelainan yang tidak berbahaya ini berasal dari folikel
graaf yang tidak pecah atau folikel yang sudah pecah dan segera menutup kembali. Kista
demikian seringnya adalah multipel dan timbul langsung di bawah lapisan serosa yang
menutupi ovarium, biasanya kecil, dengan diameter 1- 1,5 cm dan berisi cairan serosa
yang bening, tetapi ada kalanya penimbunan cairan cukup banyak, sampai mencapai

diameter 4-5 cm, sehingga teraba massa dan menimbulkan sakit pada daerah pelvis.
Pada

Neoplasia

Tropoblastik

Gestasional

(hydatidiform

mole

dan

choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes, HCg


menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. Pasien dalam terapi infertilitas,
induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang
clomiphene citrate, dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari, terutama bila
disertai dengan pemberian HCG.Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang
berlebih dan tidak terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak.
Neoplasia yang ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium.
Sejauh ini, keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium)
dan sebagian besar lesi kistik parsial. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini
adalah kistadenoma serosa dan mucinous. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari
area kistik, termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germ cel
tumor dari germ sel primordial. Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen
dari 3 lapisan germinal embrional; ektodermal, endodermal, dan mesodermal.
E. Klasifikasi Kista Ovarium
a) Kista Corpus Luteum:
Jenis ini, adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala dan
dapat berukuran 2-6 cm diameternya. Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim,
maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun cairan. Inilah yang membentuk
kista jenis ini. Bilamana ukurannya membesar dan menyebabkan batang ovarium
terlilit (twisted), dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan memerlukan
tindakan operasi.
b) Kista hemorrhagic:
Yaitu timbulnya perdarahan dalam kista fungsional. Gejalanya biasanya
kram perut.
c) Kista dermoid:
Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh
besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut, jaringan tulang
ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan menyebabkan posisi tuba fallopi

terlilit (torted/twisted).
d) Kista Endometrium:
Disebut juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim
(endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah kecoklatan, dan
ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm. Karakteristiknya: menyerang wanita
usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu
kesuburan (fertilitas).
e) Kistadenoma:
Yaitu bila tumor terbentuk dari jaringan ovarium. Tumor jenis ini biasanya berisi
cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan hingga 30cm atau lebih
diameternya.
f) Polycystic-appearing ovary:
Yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil terbentuk disekeliling luar
ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita normal, maupun pada wanita yang
mengalami gangguan hormon endokrin.
g) Polycystic-appearing ovary:
Yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil terbentuk disekeliling luar
ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita normal, maupun pada wanita yang
mengalami gangguan hormon endokrin.
h) Sindrom Polisistik Ovari (Polycystic Ovarian Syndrom - PCOS):
PCOS adalah kondisi dimana ditemukan banyak kista dalam ovarium. Hal
ini terjadi karena ovarium memproduksi hormone androgen secara berlebihan, dan
bisa terjadi karena faktor genetic (diturunkan).
PCOS dapat memiliki gejala seperti: bulu lebat tumbuh, wajah berjerawat,
ataupun gangguan siklus haid. Komplikasinya dapat berupa meningkatnya resiko
penyakit jantung, kolesterol, Diabetes Mellitus tipe 2 maupun tekanan darah tinggi
sebagai akibat resistansi insulin. Selain itu juga dapat meningkatkan resiko kanker
endometrium bila jarak antar periode haid > 60 hari. Penyakit PCOS ini, juga
seringkali diasosiasikan dengan infertilitas, meningkatnya resiko keguguran &
komplikasi kehamilan, dan perdarahan di luar siklus haid.

F. Pemeriksaan Diagnostik
1. Pemerikasaan pelvis mendeteksi pembesaran uterus
2. USG abdominal dan transvaginal dapat membantu menegakkan dugaan klinis
3. Aspirat endoservikal menunjukan sel abnormal.
4. Biopsi endometrial.
5. Dilatasi dan kuretase merupakan alat diagnostik yang paling akurat.
6. Pemeriksaan tambahan meliputi pemeriksaan metastatik (sinar X dan sitoskopi).
G. Penatalaksanaan Medis
Pengobatan yang dilakukan bergantung pada umur, jenis dan ukuran kista dan
gejala-gejala yang diderita. Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin disarankan :
1. Pil kontrasepsi

Jika terdapat kista fungsional, pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan
ukuran kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista.
2. Pembedahan

Jika kista besar (diameter > 5 cm), padat, tumbuh atau tetap selama 2-3 siklus haid,
atau kista yang berbentuk iregular, menyebabkan nyeri atau gejala-gejala berat, maka
kista dapat dihilangkan dengan pembedahan. Jika kista tersebut bukan kanker, dapat
dilakukan tindakan miomektomi untuk menghilangkan kista dengan ovarium masih
pada tempatnya. Jika kista tersebut merupakan kanker, dokter akan menyarankan
tindakan histerektomi untuk pengangkatan ovarium.

H. Komplikasi
Kista ovarium tidak berbahaya selama kondisi jinak, tetapi kista dapat membesar
yang menyebabkan nyeri di bagian perut. Pada beberapa kasus penyakit ini dapat
menggangu produksi hormon-hormon dari ovarium dan menghasilkan perdarahan
iregular dari vagina dan peningkatan rambut tubuh. Jika kista atau tumor membesar dan
menekan kandung kemih, Anda akan berkemih lebih sering karena kapasitas kandung
kemih berkurang. Kista ovarium dapat berbahaya bilamana kista berubah menjadi ganas,
karena itu semua kista harus diperiksa oleh dokter.

II.

Konsep Asuhan Keperawatan


A. Pengkajian
1. Identitas klien
Meliputi nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agama dan alamat, serta
data penanggung jawab
2. Keluhan klien saat masuk rumah sakit
Biasanya klien merasa nyeri pada daerah perut dan terasa ada massa di daerah
abdomen, menstruasi yang tidak berhenti-henti.
3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang
Keluhan yang dirasakan klien adalah nyeri pada daerah abdomen bawah, ada
pembengkakan pada daerah perut, menstruasi yang tidak berhenti, rasa mual dan
muntah.
b. Riwayat kesehatan dahulu
Sebelumnya tidak ada keluhan.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Kista ovarium bukan penyakit menular/keturunan.
d. Riwayat perkawinan
Kawin/tidak kawin ini tidak memberi pengaruh terhadap timbulnya kista
ovarium.
4. Riwayat kehamilan dan persalinan
Dengan kehamilan dan persalinan/tidak, hal ini tidak mempengaruhi untuk
tumbuh/tidaknya suatu kista ovarium.
5. Riwayat menstruasi
Klien dengan kista ovarium kadang-kadang terjadi digumenorhea dan bahkan sampai
amenorhea.
6. Pemeriksaan Fisik
Dilakukan mulai dari kepala sampai ekstremitas bawah secara sistematis.
a. Kepala
1) Hygiene rambut
2) Keadaan rambut
b. Mata
1) Sklera
: ikterik/tidak
2) Konjungtiva
: anemis/tidak
3) Mata
: simetris/tidak
c. Leher
1) pembengkakan kelenjer tyroid
2) Tekanan vena jugolaris.
d. Dada

Pernapasan

e.
f.
g.
h.

1) Jenis pernapasan
2) Bunyi napas
3) Penarikan sela iga
Abdomen
1) Nyeri tekan pada abdomen.
2) Teraba massa pada abdomen.
Ekstremitas
1) Nyeri panggul saat beraktivitas.
2) Tidak ada kelemahan.
Eliminasi, urinasi
1) Adanya konstipasi
2) Susah BAK
Data Sosial Ekonomi
Kista ovarium dapat terjadi pada semua golongan masyarakat dan berbagai

tingkat umur, baik sebelum masa pubertas maupun sebelum menopause.


i. Data Spritual
Klien menjalankan kegiatan keagamaannya sesuai dengan kepercayaannya.
j. Data Psikologis
Ovarium merupakan bagian dari organ reproduksi wanita, dimana ovarium
sebagai penghasil ovum, mengingat fungsi dari ovarium tersebut sementara pada
klien dengan kista ovarium yang ovariumnya diangkat maka hal ini akan
mempengaruhi mental klien yang ingin hamil/punya keturunan.
k. Pola kebiasaan Sehari-hari
Biasanya klien dengan kista ovarium mengalami gangguan dalam aktivitas, dan
tidur karena merasa nyeri
l. Pemeriksaan Penunjang
Data laboratorium :
1) Pemeriksaan Hb
2) Ultrasonografi : Untuk mengetahui letak batas kista.
B. Diagnosa Keperawatan
1.

Gangguan rasa nyaman ( Nyeri ) berhubungan dengan putaran tangkai tumor/ infeksi
pada tumor.

2.

Gangguan rasa nyaman ( cemas ) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan


tentang penyakit dan penatalaksanaannya.

3.

Resiko infeksi daerah operasi berhubungan dengan perawatan luka operasi yg kurang
adequat.

4.

Resiko gangguan BAB / BAK berhubungan dengan penekanan daerah sekitar tumor.

5.

Kurang pengetahuan b/d kurang imformasi dan mispersepsi tentang penyakitnya

C. Intervensi Keperawatan
Intervensi Keperawatan.
1.

Gangguan rasa nyaman ( Nyeri ) berhubungan dengan putaran tangkai tumor/ infeksi
pada tumor
Tujuan: Setelah diberi tindakan kepw,nyeri berkurang sampai hilang sama sekali.

2.

a.

Kaji tingkat dan intensitas nyeri.

b.

Atur posisi senyaman mungkin.

c.

Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik.

d.

Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi.

Gangguan rasa nyaman ( cemas ) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan


tentang penyakit dan penatalaksanaannya.
Tujuan : Setelah 1 X 24 Jam diberi tindakan, gangguan rasa nyaman (cemas)
berkurang.
a.

Kaji dan pantau terus tingkat kecemasan klien.

b.

Berikan penjelasan tentang semua permasalahan yang berkaitan dengan


penyakitnya.

c.
3.

Bina hubungan yang terapeutik dengan klien.

Resiko infeksi daerah operasi berhubungan dengan perawatan luka operasi yg kurang
adequat.
Tujuan : Selama dalam perawatan, infeksi luka operasi tidak terjadi.
a.

Pantau dan observasi terus tentang keadaan luka operasinya.

b.

Lakukan perawatan luka operasi secara aseptik dan antiseptik.

c.

Kolaborasi dalam pemberian antibiotik.

d.
4.

Kurang pengetahuan b/d kurang imformasi dan mispersepsi tentang penyakitnya


Kriteria hasil; Meningkat pemahaman tentang proses penyakitnya.
a. Tinjau ulang tentang imformasi yang diterima dan berikan informasi atau

b.

perjelas kesalahan konsep bila perlu.


Diskusikan harapan klien mengenai pekerjaan, keluarga dan kebutuhan

c.

kebutuhannya sendiri.
Bantu dalam mengembangkan rencana-rancana realistic, Indentifikasi sumber
sumber dan penyusunan tujuan.

DAFTAR PUSTAKA
Bobak, Lowdermik, Jensen,2005. Buku Ajar Keperawatan Maternita,s edisi 4. EGC, Jakarta
Nurarif Amin H & Hardi Kusuma, 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan berdasarkan Diagnosa
Medis & NANDA NIC NOC, Jilid 3. penerbit Mediaction, Yogyakarta
Sylvia Anderson, 2000. Patofisiologi penyakit, edisi 4, penerbit EGC buku kedokteran, Jakarta.