Anda di halaman 1dari 6

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PROVINSI KEPULAUAN RIAU TANJUNGPINANG


Jalan W.R. Supratman No.100 KM. 8 Tanjungpinang Telp/ Fax. 0771- 733 5203
E-mail: sekretariat@rsudtpi.kepriprov.go.id rsudkepritanjungpinang@yahoo.co.id

SURAT KEPUTUSAN
PEMIMPIN BLUD RSUD PROVINSI KEPULAUAN RIAU TANJUNGPINANG
NOMOR :
/ SK-RSUD PROV / X / 2016
TENTANG
PANDUAN PROSES EVALUASI KINERJA STAF MEDIS
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU
TANJUNGPINANG
PEMIMPIN BLUD RSUD PROVINSI KEPULAUAN RIAU TANJUNGPINANG

Menimbang

a. bahwa rumah sakit adalah lembaga yang memberikan


pelayanan klinik dengan badan dan jiwa manusia
sebagai sasaran kegiatannya, maka mutu pelayanan
medik menjadi indikator penting untuk menilai baik
buruknya pelayanan rumah sakit;
b. bahwa sesuai dengan pertimbangan butir a di atas,
perlu
adanya Keputusan Direktur Rumah Sakit
tentang Panduan Panduan Proses Evaluasi Kinerja Staf
Medis.

Mengingat

1. Undang Undang No 44 tahun 2009 tentang Rumah


Sakit;
2. Peraturan Menteri Kesehatan No 129 tahun 2008
tentang Standar Pelayanan Minimal RS;
3. Peraturan Menteri Kesehatan No 1438 tahun 2010
tentang Standar Pelayanan Kedokteran;
4. Peraturan Menteri Kesehatan No 1691 tahun 2011
tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.1333./MenKes/SK/XII/1999 tahun 1999, tentang
Standar Pelayanan RS;
6. Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 27 Tahun
2013 tentang Standar Pelayanan Minimum Rumah

Sakit Umum Daerah


Tanjungpinang;

Provinsi

Kepulauan

Riau

7. Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 28 Tahun


2013 tentang Pola Tata Kelola Rumah Sakit Umum
Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang;

8. Keputusan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nomor


697 tahun 2014 tanggal 9 Mei 2014 tentang
Pengangkatan dan Penetapan Pemimpin Badan
Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah
Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang.
9. Surat Keputusan Direktur RSUD Provinsi Kepulauan
Riau Nomor 178/ SK-RSUD Prov / VI / 2015 tentang
Kebijakan Pelayanan RSUD Provinsi Kepulauan Riau
Tanjungpinang.
10.

Surat Keputusan Direktur RSUD Provinsi Kepulauan

Riau Nomor 846 / SK-RSUD Prov / VI / 2016 tentang


Pedoman Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
(PMKP) RSUD Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang.

MEMUTUSKAN
Menetapkan

: SURAT KEPUTUSAN TENTANG PANDUAN PROSES


EVALUASI KINERJA STAF MEDIS DI RUMAH SAKIT
UMUM
DAERAH
PROVINSI
KEPULAUAN
RIAU
TANJUNGPINANG.

Kesatu

: Untuk mewujudkan suatu pelayanan medis yang bermutu


sangat diperlukan adanya tata pengaturan yang baik
terhadap kegiatan pelayanan medis yang dilaksanakan
oleh para dokter, perawat dan tenaga klinik lainnya;

Kedua

Ketiga

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, bila

setiap petugas yang terlibat dalam pelayanan klinik harus


memahami dan menerapkan prosedur prosedur yang
dapat mencegah terjadinya resiko akibat penatalaksanaan
medik;

kemudian hari diketemukan kekeliruan akan diadakan


perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: Tanjungpinang
:
Oktober 2016

PEMIMPIN BLUD
RSUD PROVINSI KEPULAUAN RIAU
TANJUNGPINANG

dr. MUCHTAR LUTFI MUNAWAR, SpP

LAMPIRAN 1
KEPUTUSAN PEMIMPIN BLUD RSUD PROVINSI
KEPULAUAN RIAU TANJUNGPINANG
NOMOR
:
/ SK-RSUD PROV / X / 2016
TANGGAL
:
Oktober 2016

PANDUAN PROSES EVALUASI KINERJA STAF MEDIS DI RSUD


PROVINSI KEPULAUAN RIAU TANJUNGPINANG
A. DEFINISI
Merupakan suatu proses pengumpulan data , menganalisa informasi terhadap
setiap

kinerja

staf

medis

yang

dilaksanakan

berdasarkan

data

yang

komperhensif untuk menilai pencapaian program dan mendeteksi serta


menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam melaksanakan tugas seseorang
atau kelompok orang atau unit unit yang sesuai dengan standar kinerja dan
tujuan rumah sakit.
Proses evaluasi yang terus menerus terhadap praktisi professional dilakukan
secara objektif dan berbasis bukti. Hasil proses review bias tidak ada
perubahan dalam tanggung jawab staf medis fungsional , perluasan tanggung
jawab , pembatsan tanggung jawab

masa konseling dan pengawasan

atau

kegiatan yang lainnya. Setiap waktu sepanjang tahun, bila bukti yang didapat
dipertanyakan kurangnya peningkatan kinerja, ada review dan kegiatan sesuai
lainnya yang diambil,. Hasil review , tindakan yang diambil dari setiap dampak
atas

kewenangan

didokumentasikan

fungsional atau file lainnya.

dalam

file

kredential

staf

medis

Ada evaluasi terus menerus terhadap kualitas dan kemampuan asuhan klinis
yang

diberikan

oleh

setiap

staf

medis

fungsional

diperlukan

untuk

meningkatan mutu pelayanan masing masing staf medis dan untuk


mengurangi kesalahan dalam memberikan pelayanan medis yang akan
dilaksanakan.
B. RUANG LINGKUP
Instalasi Rawat Inap, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat ( IGD ),
Instalasi ICU, Instalasi Bedah Sentral, Instalasi Rehabilitasi Medik, Instalasi
Rekam Medik, Semua Unit Pelayanan di RSUD Provinsi Kepulauan Riau
Tanjungpinang.

C. TATA LAKSANA
1. Tata Cara Penilaian :
1) Proses evaluasi ini diakukan oleh tim yang dibentuk oleh Direktur yang
diketuai oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dengan
anggota perwakilan Managemen, Komite, tim, SMF dan Kepala
Instalasi.
2) Proses evaluasi dimulai dari pengisian form form asesmen penilaian
kinerja untuk setiap parameter, informasi bisa didapat dari wawancara
ataupun telusur dokumen terbuka dan tertutup.
3) Hasil tersebut direkapitulasi dan dituangkan dalam Form Penilaian
Kinerja Dokter yang ditandatangani oleh Kepala Instalasi dan diketahui
oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan.
4) Setiap tenaga medis yang mendapat penilaian diberikan kesempatan
untuk mengklarifikasi hasil penilaian tim sebelum ditetapkan oleh
Direktur.
5) Evaluasi dilaksanakan secara berkala setiap 6 bulan sekali atau per
semester.
6) Hasil penilaian kinerja ini akan menjadi acuan untuk pengembangan
karir, keberlangsungan kontrak dan remunerasi.
7) Evaluasi praktek professional terus menerus dan review tahunan dari
setiap anggota staf medis fungsional dilaksanakan dengan proses yang
seragam yang ditentukan oleh kebijakan rumah sakit.

8) Evaluasi

mempertimbangkan

dan

menggunakan

data

komparatif

secara proaktif seperti membandigkan dengan literatur kedokteran.


9) Evaluasi mempertimbangkan dan menggunakan kesimpulan dari
analisa mendalam terhadap komplikasi yang dikenal dan berlaku.
Informasi

dari

proses

didokumentasikan dalam

evaluasi

praktik

professional

tersebut

file kredensial anggota staf medis fungsional dan

file lainnya yang relevan.


2. Kinerja staf klinis yang dievaluasi adalah :
1) Perawatan pasien ( Patient Care ).
Parameter perawatan pasien ( Patient Care ) antara lain: Pengkajian
awal ( assesment awal ) dilaksanakan dalam waktu 25 jam sejak
pasien MRS, kehadiran DPJP untuk visite pasien, kesalahan verivikasi
hasil pemeriksaan lab, pemberian site marking.

2) Pengetahuan Medis / Klinik ( Medical / Clinical Knowlwdge ).


Parameter pengetahuan medis / klinik ( medical / clinical knowledge )
yaitu dokter mengikuti diklat minimal 20 jam pertahun.
3) Pembelajaran dan Perbaikan Berbasis Praktik ( Practice base learning
improement ).
Parameter pembelajaran dan perbaikan berbasis praktik ( practice
base learning improemet ) yaitu penggunaan singkatan yang tepat
pada penulisan diagnose dan therapy.
4) Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi ( Interpersonal and Skill
Communication).
Parameter keterampilan interpersonal dan komunikasi ( interpersonal
and skill comunication ) antara lain: menerima komplain dari pasien
atau

keluarga

pasien,

menerima

komplain

dari

teman

sejawat/perawat/staf.
5) Praktek berbasis sistem ( System Base Practice ).
Parameter praktek berbasis sistem ( system base practice ) yaitu: hasil
bacaan ( expertise ) terbaca, lengkap, dan tepat waktu ( Nama, Tanda
Tangan, Tanggal dan Jam Jelas ).
6) Profesionalisme.
Parameter profesionalisme yaitu: menghadiri rapat tim medis.

3. Informasi didapat dari :


1) Status RM baik pasien yang sudah pulang ( tertutup ) atau pasien
yang masih dalam perawata.
2) Observasi langsung, misalnya:
a. Kehadiran DPJP untuk visite pasien.
b. Terjadi false dalam pemberian obat.
c. Pelaksanaan Time Out.
3) Monitoring terhadap teknis pelayanan.
4) Laporan dari unit / Instalasi / Manajemen.
Informasi dari proses evaluasi praktek professional tersebut didokumentasikan
dalam file kredensial anggota staf medis fungsional dan file lainnya yang
relevan .
D. Dokumentasi
1. SPO Pengisian Form Evaluasi Kinerja Individu.
2. Form Asessment tools.
3. Form Penilaian Kinerja Dokter.