Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

STRUKTUR KETENAGAKERJAAN
DI INDONESIA
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Ekonomi SDM dan Ketenagakerjaan

Disusun oleh :
Kelompok I
Wilda Sari
Belum Diketahui
Dita
Peri Apontus Berutu

(150............)
(150............)
(150............)
(150202001)

JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SAMUDRA
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul Struktur Ketenagakerjaan di Indonesia. Penyusunan makalah ini
diperuntukkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi SDM dan
Ketenagakerjaan. Makalah ini berisi tentang teori, defenisi, data serta peningkatan
kualitas tenaga kerja di Indonesia.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada pihak
pihak yang telah ikut serta berpartisipasi dan memberikan dukungannya dalam
penyelesaian makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, karena
keterbatasan kemampuan, pengetahuan dan pengalaman. Oleh karena itu kami
memohon maaf apabila dalam penulisan dan pengerjaan makalah ini terdapat
kesalahan atau ketidaksempurnaan. Kami mengharapkan saran dan kritik yang
membangun sebagai bahan perbaikan dimasa yang akan datang. Kami juga
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dikemudian
hari.

Langsa, Oktober 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .....................................................................................

DAFTAR ISI ....................................................................................................

ii

BAB I

PENDAHULUAN ........................................................................... 1
A.
B.
C.
D.

BAB II

Latar Belakang ................................................................................ 1


Rumusan Masalah ........................................................................... 1
Tujuan ............................................................................................. 2
Manfaat .......................................................................................... 2

STUDI KEPUSTAKAAN ..............................................................

BAB III PEMBAHASAN .............................................................................

A.
B.
C.
D.
E.

Pengertian / Definisi Tenaga Kerja ................................................


Hak-hak Tenaga Kerja ...................................................................
Data Ketenagakerjaan di Indonesia ...............................................
Dampak Rendahnya Kualitas Tenaga Kerja ..................................
Usaha Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja di Indonesia ............

5
7
10
12
12

BAB IV PENUTUP ......................................................................................

14

A. Kesimpulan .................................................................................... 14
B. Saran .............................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 15

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di Negara - negara berkembang pada umumnya memiliki tingkat
pengangguran yang jauh lebih tinggi, dari angka resmi yang dikeluarkan oleh
pemerintah. Hal ini terjadi karena ukuran sektor informal masih cukup besar
sebagai salah satu lapangan nafkah bagi tenaga kerja tidak terdidik. Sektor
informal tersebut dianggap sebagai katup pengaman bagi pengangguran.
Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai
kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah pengangguran dan
setengah penganggur yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan kurang
merata. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi
merupakan pemborosan-pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi
beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong
peningkatan keresahan sosial dan kriminal dan dapat menghambat pembangunan
dalam jangka panjang.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka rumusan masalahnya
sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Apa definisi tenaga kerja?


Apa fungsi hukum ketenagakerjaan?
Apa saja yang menjadi hakhak pekerja?
Bagaimana dampak rendahnya kualitas tenaga kerja?
Bagaimana usaha meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia?

C. Tujuan

Berdasarkan permasalahan di atas, yang menjadi tujuan dari makalah ini


adalah :
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui arti tenaga kerja


Untuk mengetahui fungsi hukum ketenagakerjaan
Untuk mengetahui hak-hak tenaga kerja
Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan jika kualitas tenaga kerja

rendah.
5. Untuk mengetahui usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan
kualitas tenaga kerja
D. Manfaat
Dengan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut :
1. Makalah ini diharapkan menjadi salah satu bahan informasi bagi
masyarakat secara umum dan para tenaga kerja secara khusus.
2. Dapat memberikan informasi ilmiah bagi kalangan pekerja dan instansi
terkait tentang ketenagakerjaan

BAB II
STUDI KEPUSTAKAAN

1. Teori Klasik Adam Smith


Adam smith (1729-1790) merupakan tokoh utama dari aliran ekonomi
yang kemudian dikenal sebagai aliran klasik. Dalam hal ini teori klasik Adam
Smith juga melihat bahwa alokasi sumber daya manusia yang efektif adalah
pemula pertumbuhan ekonomi. Setelah ekonomi tumbuh, akumulasi modal (fisik)
baru mulai dibutuhkan untuk menjaga agar ekonomi tumbuh. Dengan kata lain,
alokasi sumber daya manusia yang efektif merupakan syarat perlu (necessary
condition) bagi pertumbuhan ekonomi.
2. Teori Malthus
Sesudah Adam Smith, Thomas Robert Malthus (1766-1834) dianggap
sebagai pemikir klasik yang sangat berjasa dalam pengembangan pemikiranpemikiran ekonomi. Thomas Robert Malthus mengungkapkan bahwa manusia
berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan produksi hasil pertanian untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Manusia berkembang sesuai dengan deret ukur,
sedangkan produksi makanan hanya meningkat sesuai dengan deret hitung.
Jika hal ini tidak dilakukan maka pengurangan penduduk akan
diselesaikan secara alamiah antara lain akan timbul perang, epidemi, kekurangan
pangan dan sebagainya.
3. Teori Keynes
John Maynard Keynes (1883-1946) berpendapat bahwa dalam kenyataan
pasar tenaga kerja tidak bekerja sesuai dengan pandangan klasik. Dimanapun para
pekerja mempunyai semacam serikat kerja (labor union) yang akan berusaha
memperjuangkan kepentingan buruh dari penurunan tingkat upah.
Kalaupun tingkat upah diturunkan tetapi kemungkinan ini dinilai keynes
kecil sekali, tingkat pendapatan masyarakat tentu akan turun. Turunnya
pendapatan sebagian anggota masyarakat akan menyebabkan turunnya daya beli
masyarakat, yang pada gilirannya akan menyebabkan konsumsi secara
keseluruhan berkurang. Berkurangnya daya beli masyarakat akan mendorong
turunya harga-harga.

Kalau harga-harga turun, maka kurva nilai produktivitas marjinal labor


( marginal value of productivity of labor) yang dijadikan sebagai patokan oleh
pengusaha dalam mempekerjakan labor akan turun. Jika penurunan harga tidak
begitu besar maka kurva nilai produktivitas hanya turun sedikit. Meskipun
demikian jumlah tenaga kerja yang bertambah tetap saja lebih kecil dari jumlah
tenaga kerja yang ditawarkan. Lebih parah lagi kalau harga-harga turun drastis, ini
menyebabkan kurva nilai produktivitas marjinal labor turun drastis pula, dan
jumlah tenaga kerja yang tertampung menjadi semakin kecil dan pengangguran
menjadi semakin luas.
4. Teori Harrod-domar
Teori Harod-domar (1946) dikenal sebagai teori pertumbuhan. Menurut
teori ini investasi tidak hanya menciptakan permintaan, tapi juga memperbesar
kapasitas produksi. Kapasitas produksi yang membesar membutuhkan permintaan
yang lebih besar pula agar produksi tidak menurun. Jika kapasitas yang membesar
tidak diikuti dengan permintaan yang besar, surplus akan muncul dan disusul
penurunan jumlah produksi.
5. Teori Tentang Tenaga Kerja
Salah satu masalah yang biasa muncul dalam bidang angkatan kerja seperti
yang sudah dibukakan dalam Latar belakang dari pemelihan judul ini adalah
ketidak seimbangan akan permintaan tenaga kerja (demand for labor) dan
penawaran tenaga kerja (supply of labor), pada suatu tingkat upah.
Ketidakseimbangan tersebut penawaran yang lebih besar dari permintaan terhadap
tenaga kerja (excess supply of labor) atau lebih besarnya permintaan dibanding
penawaran tenaga kerja (excess demand for labor) dalam pasar tenaga kerja.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Konsep dan Definisi Tentang Ketenagakerjaan

Sebelum kita bahas lebih dalam tentang ketenagakerjaan di Indonesia, ada


baiknya kita bahas terlebih dahulu tentang konsep dan definisi dalam masalah
ketenagakerjaan. Dalam tulisan kali ini, saya akan tuliskan beberapa konsep dan
definisi tentang ketenagakerjaan yang digunakan oleh BPS, antara lain sebagai
berikut.
1. Penduduk, adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis
Republik Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang
berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.
2. Penduduk usia kerja, adalah mereka yang berdasarkan golongan umurnya
sudah bisa diharapkan untuk mampu bekerja. Indonesia menggunakan batas bawah
usia kerja (economically active population) 15 tahun (meskipun dalam survei
dikumpulkan informasi mulai dari usia 10 tahun) dan tanpa batas atas usia kerja.
Jadi penduduk usia kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun dan lebih.
3. Angkatan kerja, adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja,
atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaan.
Termasuk juga ke dalam angkatan kerja adalah mereka yang sedang
mempersiapkan suatu usaha, sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai
bekerja atau mereka yang tidak mencari pekerjaan dengan alasan tidak mungkin
mendapatkan pekerjaan. Konsep angkatan kerja merujuk pada kegiatan utama
yang dilakukan oleh penduduk usia kerja selama periode tertentu. Golongan
angkatan kerja ini disebut juga penduduk yang aktif secara ekonomi
(economically active population).
4. Penduduk bukan angkatan kerja, adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke
atas) yang tidak termasuk angkatan kerja. Golongan ini secara ekonomi memang
tidak aktif dan disebut noneconomically active population. Kegiatan mereka
mencakup sekolah, mengurus rumah tangga atau melakukan kegiatan lainnya.
5. Bekerja, adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan seseorang dengan maksud
memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan paling
sedikit 1 (satu) jam secara tidak terputus selama seminggu yang lalu. Kegiatan

bekerja ini mencakup, baik yang sedang bekerja maupun yang punya pekerjaan
tetapi dalam seminggu yang lalu sementara tidak bekerja, misalnya karena cuti,
sakit dan sejenisnya.
6. Pengangguran terbuka, adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan,
bersedia untuk bekerja, dan sedang mencari pekerjaan. Definisi ini digunakan
pada pelaksanaan Sakernas 1986 sampai dengan 2000, sedangkan sejak tahun 2001
definisi penganggur mengalami penyesuaian/perluasan menjadi mereka yang
sedang mencari pekerjaan, atau mereka yang mempersiapkan usaha, atau mereka
yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan
pekerjaan (sebelumnya dikategorikan sebagai bukan angkatan kerja), dan mereka
yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja (sebelumnya
dikategorikan sebagai bekerja), dan pada waktu yang bersamaan mereka tak
bekerja (jobless).
7. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah ukuran proporsi
penduduk usia kerja yang terlibat aktif di pasar tenaga kerja, baik dengan bekerja
atau mencari pekerjaan, yang memberikan indikasi ukuran relatif dari pasokan
tenaga kerja yang tersedia untuk terlibat dalam produksi barang dan jasa. TPAK
merupakan perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah seluruh
penduduk usia kerja. TPAK bisanya diperkirakan masing-masing untuk jenis
kelamin (laki-laki dan perempuan) dan golongan umur. TPAK menunjukkan
besaran relatif dari pasokan tenaga kerja (labor supply) yang tersedia untuk
memproduksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian.
8. Penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan utama. Status pekerjaan
adalah kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan di suatu unit usaha/kegiatan.
Secara lebih detil, penjelasan terkait ketenagakerjaan di Indonesia dapat
dijelaskan dalam gambar di bawah ini:

B. Hak-hak Tenaga Kerja


Hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha
dan pekerja/buruh. Perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan. Perjanjian
kerja yang dipersyaratkan secara tertulis dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang undangan yang berlaku. Perjanjian kerja dibuat atas dasar :
a.
b.
c.
d.

kesepakatan kedua belah pihak;


kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum;
adanya pekerjaan yang diperjanjikan; dan
pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum,
kesusilaan, dan peraturan perundang undangan yang berlaku.
Perjanjian kerja yang dibuat oleh para pihak yang bertentangan dengan

ketentuan dapat dibatalkan. Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk


memperoleh perlindungan atas :
a. keselamatan dan kesehatan kerja;
b. moral dan kesusilaan; dan
c. perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai
agama

Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi


penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Untuk mewujudkan penghasilan yang
memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan maka pemerintah
menetapkan kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja/buruh. Kebijakan
pengupahan yang melindungi pekerja/buruh tersebut meliputi :
a.
b.
c.
d.

upah minimum;
upah kerja lembur;
upah tidak masuk kerja karena berhalangan;
upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan lain di luar

e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

pekerjaannya;
upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya;
bentuk dan cara pembayaran upah;
denda dan potongan upah;
hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah;
struktur dan skala pengupahan yang proporsional;
upah untuk pembayaran pesangon; dan
upah untuk perhitungan pajak penghasilan.
Karena upaya perluasan kesempatan kerja mencakup lintas sektoral,

maka harus disusun kebijakan nasional di semua sektor yang dapat menyerap
tenaga kerja secara optimal. Agar kebijakan nasional tersebut dapat dilaksanakan
dengan baik, maka pemerintah dan masyarakat bersama-sama mengawasinya
secara terkoordinasi.
Hak-hak Pekerja yaitu :
1. Hak untuk mendapatkan upah
2. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
3. Hak untuk bebas memilih dan pindah pekerjaan sesuai dengan bakat dan
kemampuannya.
4. Hak atas pembinaan keahlian, kejuruan, untuk memperoleh serta
menambah keahlian dan ketrampilan.
5. Hak untuk mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan
kerja serta perlakukan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral
agama.
6. Hak atas istirahat (cuti) serta hak atas upah penuh selama menjalani
istirahat.
7. Hak untuk mendirikan dan menjadi anggota serikat pekerja.
8. Hak untuk mendapat jaminan sosial.

Kewajiban pekerja, yaitu :


1. Melakukan pekerjaan bagi majikan/pengusaha dan perusahaan tempat
2.
3.
4.
5.
6.
7.

bekerja.
Mematuhi peraturan pemerintah.
Mematuhi peraturan perjanjian kerja.
Mematuhi peraturan Kesepakatan Bersama (SKB) perjanjian perburuhan.
Mematuhi peraturan-peraturan majikan.
Menjaga rahasia perusahaan.
Memakai perlengkapan bagi keselamatan kerja.
Bagi buruh putusanya hubungan kerja berarti permulaan masa

pengangguran dengan segala akibatnya, sehingga untuk menjamin kepastian dan


ketentraman hidup kaum buruh seharusnya pemutusan hubungan kerja ini tidak
terjadi. Karena itulah pemerintah mengundangkan Undang-Undang Nomor 12
tahun 1964 yang dalam pasal 1 ayat (1) secara tegas menyatakan bahwa:
Pengusha harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja
jika setelah usaha dilakukan pemutusan hubungan kerja tetap tidak dapat
dihindarkan, majikan harus merundingkan maksudnya untuk memutuskan
hubungan kerja dengan organisasi buruh yang bersangkutan atau dengan buruhnya
sendiri jika buruh itu tidak menjadi anggota salah satu organisai buruh.
C. Data Ketenagakerjaan di Indonesia
Berikut ini akan disajikan data ketenagakerjaan di Indonesia yang
meliputi jumlah tenaga kerja dan pengangguran dalam beberapa tahun terakir.
Tenaga Kerja Indonesia
Dalam Juta
Tenaga Kerja
- Bekerja
- Menganggur

2010
116.5
108.2
8.3

2011
119.4
111.3
8.1

2012
120.3
113.0
7.3

2013
120.2
112.8
7.4

2014
121.9
114.6
7.2

2015
122.4
114.8
7.6

2016
127.8
120.8
7.0

Sumber: BPS

Tabel di atas memperlihatkan angka tenaga kerja di Indonesia dalam


beberapa tahun terakhir. Tabel tersebut menunjukkan terjadinya peningkatan
tenaga kerja yang bekerja dari tahun ke tahun kecuali pada tahun 2013 yang
mengalami sedikit penurunan sebanyak 0.2 juta. Sementara jumlah tenaga
kerja yang menganggur dari tahun 2010 - 2012 mengalami penurunan.
Namun dari tahun 2013 2016 angka tersebut naik turun.

Pengangguran di Indonesia
2006 2007 2008 2009 2010 2011
10.3 9.1
8.4
7.9
7.1
6.1

Penganggura
n (% dari
total tenaga
kerja)
Penganggura 8.5
n
Pria
(% dari total
tenaga kerja
pria)
Penganggura 13.4
n Wanita (%
dari
total
tenaga kerja
wanita)

2012 2013 2014


6.2
5.9
6.2

8.1

7.6

7.5

6.1

10.8

9.7

8.5

8.7

Sumber: Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik

Tabel tersebut menunjukkan penurunan yang terjadi secara perlahan dan


berkelanjutan, khususnya angka pengangguran wanita. Pengangguran wanita
berkurang secara drastis, bahkan mulai mendekati angka pengangguran pria.
Tenaga Kerja per Sektor

Dalam Juta
Pertanian
Pedagang Grosir,

2011 2012
42.5 39.9
23.2 23.6

2013
39.2
24.1

2014 2015 2016


39.0 37.8 38.3
24.8 25.7 28.5

restoran dan Hotel


Jasa masyarakat,

17.0

17.4

18.5

18.4

17.9

19.8

Sosial dan pribadi


Industri Manufaktur

13.7

15.6

15.0

15.3

15.3

16.0

Pedagang Ritel,

Sumber: Badan Pusat Statistik

Tabel di atas memperlihatkan empat sektor terpopuler yang menyerap paling


banyak tenaga kerja di tahun 2011 - 2016. Sektor pertanian tetap berada di
posisi teratas dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Pengangguran Muda Pria dan Wanita

Pengangguran
Muda Pria

2006

200

2008

2009

2010

2011

27.7

7
23.8

21.8

21.6

21.1

19.3

(persentase
tenaga kerja
pria 15-24
tahun)
Pengangguran
Muda Wanita

34.3

27.3

25.5

23.0

22.0

21.0

(persentase
tenaga kerja
wanita
15-24 tahun)
Sumber: Bank Dunia

Dari tabel tersebut memperlihatkan angka pengangguran muda pria dan wanita
mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pengangguran wanita muda
menagalami penurunan paling signifikan bahkan hampir mendekati angka
pengangguran pria.

D. Dampak Rendahnya Kualitas Tenaga Kerja


Rendahnya kulitas tenaga kerja di Indonesia dapat mengakibatkan
banyaknya pengangguran. Pengangguran adalah penduduk usia kerja yang sedang
mencari pekerjaan. Orang semacam ini merugikan negara dan secara khusus
memberatkan keluarga karena kebutuhan menjadi beban atau tanggungan keluarga
yang sudah bekerja. Indikator tingkat beban disebut dependency ratio (DR).
E. Usaha Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja di Indonesia
Pada dasarnya ada beberapa upaya peningkatan kualitas kerja, antara lain
sebagai berikut :
1. Magang di suatu lembaga-lembaga atau instansi pemerintah maupun
swasta.
2. Pelatihan-pelatihan atau job training agar mempunyai kesempatan kerja
3.
4.
5.
6.

yang baik.
Belajar di BLK (Balai Latihan Kerja) di suatu daerah atau kota.
Kursus-kursus keterampilan.
Penataran dan seminar atau lokakarya.
Menekuni ilmu yang dipelajari untuk meningkatkan kualitas diri dengan
menekuni bidang yang diminati.

7. Meningkatkan tenaga kerja terampil dengan meningkatkan pendidikan


formal maupun informal bagi setiap penduduk.
8. Mengintensifkan pekerjaan di daerah pedesaan yang bersifat padat karya
untuk mengurangi pengangguran tenaga kerja kasar di pedesaan.
9. Mendirikan pusat-pusat atau balai latihan kerja, untuk menyapkan tenaga
terampil dan kreatif.
10. Meningkatkan transmigrasi untuk mengurangi pengangguran di daerah
padat penduduk dan memeratakan tenaga kerja.
11. Industrialisasi untuk menyerap tenaga kerja.
12. Menggiatkan program keluarga berencana, untuk mengurangi atau
menghambat pertambahan jumlah penduduk sehingga pertambahan jumlah
angkatan kerja bisa terkendali.
13. Mengadakan proyek SP3 untuk menyerap lulusan perguruan tinggi
yangdiharapkan jadi pelopor pembangunan dan pembaharuan di pedesaan.
SP3 singkatan dari Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan.
14. Mendorong pembangunan di daerah pedesaan untuk bisa menyerap tenaga
kerja di pedesaan.
15. Penyediaan dana kredit secara lebih meluas dan merata bagi peningkatan
kegiatan produksi padat karya.
16. Tingkat kurs devisa yang realistis dan memberikan intensif bagi
peningkatan ekspor.
17. Pengeluaran pemerintah ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja
produktif sebanyak mungkin.
18. Pendidikan umum melalui pendidikan formal guna meningkatkan kualitas
sumber daya manusia.
19. Kursus-kursus keterampilan, baik yang dilaksanakan pemerintah atau
masyarakat.
20. Pelatihan pendidikan
21. Penataran-penataran, seminar, lokakarya.
22. Meningkatkan kegiatan pembangunan yang banyak diserap tenaga kerja
dan mendirikan industri di daerah.
23. Wajib belajar 9 tahun.
24. Mencanangkan gerakan orang tua asuh.
25. Memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kondisi ketenagakerjaan di indonesia amatlah kurang dari harapan. Angka
pengangguran masih sangat tinggi, kualitas pekerja yang kurang memadai dan
berbagai factor lain yang turut memburuk kondisi tenaga kerja di Indonesia.
Kebijakan pemerintah berkenaan dengan ketenagakerjaan Indonesia belumlah
cukup untuk mengentaskan para pekerja dari kemiskinan.
B. Saran
Agar terciptanya tenaga kerja yang berkualitas pemerintah perlu lebih
memperhatikan masyarakat, misalkan :
a. Lebih mengoptimalkan program Belajar 9 tahun karena kebanyakan
pengangguran

terjadi

disebabkan

pendidikannya

rendah/hanya

lulus sampai SD.


b. Memberikan bantuan kepada anak yang tidak mampu misalkan
memberikan beasiswa.
c. Memberikan sarana dan prasarana pendidikan misalkan gedung sekolah,
perpustakaan dan laboratorium.

DAFTAR PUSTAKA
-

Benggolo, A. Tanpa tahun. Tenaga Kerja dan Pembangunan, yayasan Jasa


Karya. Jakarta.

C.S.T Kansil, 1995. Hukum Perusahaan Indonesia. Jakarta: PT. Pradnya

Yusuf Sofie, 2000. Perlindungan Konsumen dan Instrumen-Instrumen


Hukumnya. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti

Sudaryatmo, 1999. Hukum dan Advokasi Konsumen. Bandung: PT. Citra


Aditya Bakti

UUD 1945.

Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Searching web :
-

www.studyhukum.wordpress.com. diakses pada tanggal 28 April 2014 Pukul :


20.00 WITA

www.jurnalhukum.com diakses pada tanggal 28 April 2014 Pukul : 20.00


WITA

http://www.lfip.org diakses pada tanggal 28 April 2014 Pukul : 20.00 WITA

http://situs-aku.blogspot.com/2012/01/makalah-tenaga-kerja.html diakses pada


tanggal 28 April 2014 Pukul : 20.00 WITA