Anda di halaman 1dari 7

Latar Belakang

Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif
dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan
minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah
melewati batas usia tertentu (Sriyani, 2008).
Tidak jelas benar dari mana kata bir berasal. Namun proses pembuatannya sendiri sudah
ditemukan sejak lama. Sebuah prasasti yang ditemukan di delta subur antara sungai Eufrat dan
sungai Trigis di kawasan Mesopotamia (sekarang kawasan irak) dan diperkirakan berasal dari
masa sekitar 6.000 SM, sudah memuat gambaran tentang proses pembuatan bir. Sebuah relief
yang terdapat di makam kuno di Mesir dari masa sekitar 2.400 SM juga menggambarkan
proses pembuatan bir dengan bahan barley (barli), yaitu semacam rumput yang bijinya bisa
diolah menjadi bir. Sejarah selanjutnya menapak pada tahun 2.000 SM ketika Raja Hammurabi
dari Babylonia merilis resep tentang cara pembuatan dan penyajian bir. Di Mesir sendiri, sang
Firaun (pharaoh) juga terkenal sebagai ahli pembuat minuman hasil fermentasi ini (Anonim1,
2007).
Pengertian bir
Bir adalah segala minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi
bahan berpati tanpa melalui proses penyulingan setelah fermentasi. Bir merupakan
minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi di dunia [1] dan kemungkinan
yang tertua.[2][3][4] Selain itu, bir juga adalah minuman terpopuler ketiga di dunia,
setelah air dan teh.

Bir adalah minuman beralkohol yang dibuat secara spesifik yaitu menggunakan
campuran malt dan hop serta bahan tambahan lainnya. Produk ini mengandung alkohol
sekitar 3,8% dengan kisaran antara 3-7%. Menurut jenisnya dikenal dua macam bir
yaitu yang berpenampakan jernih dinamakan Pisener yang mempunyai karbohidrat
hanya sedikit yang dapat digunakan untuk bahan baku fermentasi.
Bir secara harafiah berarti segala minuman berolkohol yang diproduksi melalui proses
fermentasi bahan berpati seperti biji malt, cereal dan diberi aroma flavor hops, tetapi
tanpa proses melalui proses penyulingan setelah fermentasi. Proses pembuatan Bir
disebut Brewing. Karena bahan yang digunakan untuk membuat Bir berbeda antara
satu tempat dengan tempat lainnya, maka karakteristik Bir seperti rasa dan warna
sangat berbeda baik jenis maupun klasifikasinya.
Bir juga salah satu minuman tertua yng dibuat manusia, yaitu dibuat sekita tahun 5000
SM yang tercatat di sejarah Mesir kuno dan Mesopotamia. Karakteristik Bir telah
berubah secara drastis sepanjang ribuan tahun.
Pengolahan bir

Teknologi pembuatan bir mengalami perubahan yang cukup besar dari abad ke abad, dan bahkan
dewasa ini setiap pembuat punya caranya sendiri. Tetapi, secara umum, hampir semua bir
mengandung empat bahan dasar: barli, hop, air, dan ragi. Seluruh proses pembuatan bir dapat
dibagi menjadi empat tahap: pembuatan malt, pengolahan wort, fermentasi, dan pematangan.
Pembuatan Malt. Selama tahap ini, barli disortir, ditimbang, dan dibersihkan. Setelah itu, barli
direndam dalam airtujuannya supaya barli itu berkecambah. Prosesnya memakan waktu antara
lima dan tujuh hari pada suhu sekitar 14 derajat Celsius. Hasilnya adalah malt hijau, yang
dipindahkan ke oven khusus untuk dikeringkan. Kadar air dalam malt hijau itu diturunkan hingga
antara 2 dan 5 persen agar berhenti berkecambah. Setelah dikeringkan, kecambah dibuang dari
butiran malt, lalu malt itu digiling. Kemudian, tahap berikut bisa dimulai.
Pengolahan wort. Malt yang telah digiling dicampur dengan air untuk menghasilkan adonan,
yang kemudian dipanaskan perlahan-lahan. Pada suhu tertentu, enzim-enzimnya mulai
mengubah sarinya menjadi gula sederhana. Tahap ini berlangsung lebih dari empat jam dan
menghasilkan wort, yang kemudian disaring sampai bersih. Berikutnya adalah proses
pendidihan, yang menghentikan kegiatan enzim. Selama dididihkan, hop ditambahkan ke dalam
wort untuk menghasilkan rasa pahit bir yang khas. Setelah kira-kira dua jam dididihkan, wort
didinginkan sampai suhu tertentu.
Fermentasi. Barangkali, inilah tahap terpenting dalam proses pembuatan bir. Dengan bantuan
ragi, gula sederhana dalam wort diubah menjadi alkohol dan karbon dioksida. Lama fermentasi,
yang berlangsung tidak lebih dari seminggu, dan suhu proses itu bergantung pada jenis birale
(bir keras) atau lager (bir ringan)yang dihasilkan. Bir mentah itu kemudian dipindahkan ke
dalam tangki-tangki di ruang penyimpanan bawah tanah untuk dimatangkan.
Pematangan. Selama tahap ini, terbentuklah rasa serta aroma bir yang khas dan juga
gelembung-gelembung dari karbon dioksida. Bir mengalami pematangan selama suatu periode
dari tiga minggu sampai beberapa bulan, bergantung pada jenis bir.

Bir Bintang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bir Bintang
Bir Bintang adalah merek bir produksi Multi Bintang Indonesia, anak perusahaan Heineken di
Indonesia. Bir Bintang dikenal di beberapa negara seperti Belanda dan Jepang sebagai bir
Indonesia.
Beraroma malt dan hop, bir ini tergolong bir pilsener (bir putih) dengan kadar alkohol di bawah
5%. Rasa bir ini sering dibandingkan dengan rasa bir Heineken. Multi Bintang Indonesia juga
membuat minuman merek Green Sands dengan aroma bir rasa apel dan jeruk limau.[1] Sejak
tahun 2002, Green Sands diklaim sebagai minuman bebas alkohol.[2] Selain Greens Sands,
produk minuman rasa malt lainnya diberi nama Bintang Zero.[2]
Anggota Asosiasi Bagian Tenggara Negara-Negara Asia (ASEAN) melindungi produsen bir
domestik mereka dengan tarif tinggi. Indonesia mengasumsi 100 juta liter bir pertahun, hampir
0,5 liter bir tiap orang tiap tahun. Itu tidak banyak jika dibandingkan 7 liter untuk Malaysia.
Konsumsi bir China melompat dari 0,5 liter per kapita menjadi 7,3 liter di tahun 1991. Philipina
merupakan konsumsi bir paling banyak 1,5 milyar liter per tahun, sekitar 25 liter per kapita.
Beberapa pengelompokan minuman keras adalah sebagai berikut :
No Nama
1 Beer
2 Anggur
3 Brandy
4 Whisky
5 Rum
6 Vodka

Bahan Baku
Barley, Gandum
Buah anggur atau jenis lainnya
Anggur yang didestilasi
Barley,jagung dan lainnya
Tetes tebu
Kentang

Kadar Alkohol (%)


5
12
40-45
45-55
45
40-50

Proof (2x % ethanol (v/v))


10
20-24
80-90
90-100
90
80-100

Green sand, zero bintang dan beberapa produk bir lainnya yang ada di pasaran telah diuji.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kami maka kandungan alkoholnya adalah sebagai berikut :
Produk
Green Sand

Kandungan Alkohol
Tidak terdeteksi

Zero bintang
Green sand Fiesta
Budweiser
Bir bintang
San Miquel
Carlsberg Beer

Tidak terdeteksi
Tidak terdeteksi
2,68 %
2,97 %
3,98 %
4,47 %

Fatwa MUI no 4 tahun 2003 : Tidak boleh mengkonsumsi dan menggunakan


makanan/minuman yang menimbulkan rasa/aroma (flavor) benda-benda atau binatang yang
diharamkan. Hal ini lebih pada efek mencegah (preventive) untuk menyukai sesuatu yang
haram, sebagai mana yang disampaikan oleh ketua komisi Fatwa MUI, KH Maruf Amin; Al
washilatu ilal haram haramun; segala sesuatu jalan menuju haram adalah haram.

c. jenis bir
1. Stout
Stout adalah sejenis bir yang berwarna gelap, memiliki rasa yang pahit dan dibuat dari jelai dan
beberapa jenis malt. Minuman ini pertama kali diproduksi secara komersial pada 1730an.
Irlandia merupakan negara yang pertama kali memproduksi stout dan kini masih membuat bir
Guinness yang terkenal. Bir Guiness dapat dikategorikan sebagai jenis "stout Irlandia" ataupun
"stout kering" (dry stout) yaitu stout yang pahit atau tidak manis. Selain Guinness, merk stout
lain yang dikenal adalah Beamish dan Murphy's. Variasi lainnya dari bir stout menggunakan
havermut atau oatmeal yang menjadikannya lebih manis. Selain havermut terdapat juga variasi
lain yang menggunakan kakao dan kopi serta susu. Contoh : Anker beer

2. Lager
Lager adalah minuman sejenis bir yang dibuat dengan fermentasi bawah yang ragi yang
digunakan berada di bawah dan bukan mengambang seperti yang terjadi pada pembuatan ale.
Fermentasi lager dilakukan dalam suhu yang dingin, biasanya di bawah 10 C. Kata "lager"
berasal dari Bahasa Jerman yang memiliki arti "menyimpan".Pada zaman dahulu, bir disimpan
dalam ruangan bawah tanah yang dingin ataupun di gua agar bir tersebut tetap segar dan
karenanya dinamakan "lager." Lager umumnya berwarna keemasan namun di Eropa lager
berwarna lebih gelap. Sebelum dapat diminum, lager disimpan selama beberapa minggu hingga
beberapa bulan. Ada beberapa jenis dari lager yaitu Bock, Dunkel lager, Mrzen, lager pucat
seperti Pilsner, Vienna lager dan Kellerbier.
3.Pilsner. Mengalami fermentasi yang kuat pada temperatur 15oC 24oC Pilsners
mempunyai karakteristik ringan dan lebih gelap dibandingkan dengan Lager
ataupun Ale. Contoh : Bintang (Indonesia), Kirin (Jepang).

3. Light Beer
Light beer adalah bir dengan kadar alkohol 2-4 dan di buat dari bahan dasar sereal dan tepung
barley.

4. Ale

Ale adalah bir dengan kadar alkohol yang lebih tinggi dari jenis light. Menggunakan lebih
banyak hops dan warnanya lebih gelap. Bahan dasarnya adalah sereal dan aromatic malt.
5. Draught Beer. Adalah sejenis bir yang disimpan dalam tong atau container dan
dihidangkan dengan tekanan penuh dengan menggunakan alat Draught Beer Unit.

Malt

D. Nama-nama bir
Nama bir

Keterangan

Asal

Dunkelbier

Bir berwarna gelap yang


dihasilkan dari fermentasi lebih
lama

Nordrhein-Westfalen

Doppelbock

Bir berwarna gelap, kandungan


alkohol 6%

Mnchen,

Gambar

Klsch

Bir dari hop dan berwarna


kuning jernih

Kln

Rauchbier

Jenis bir yang memiliki rasa


asap karena proses pengasapan

Bamberg

Dampfbier

Bir berkarbornasi karena


difermentasikan dalam suhu
tinggi

Bayreuth

Hefeweizen

Bir dari gandum yang diberi


dengan perasan jeruk lemon

Seluruh Jerman

Berliner
Weisse

Bir gandum yang diberi


sirup raspberi atau woodruff

Berlin

Altbier

Bir berwarna coklat yang


terbuat dari barley, populer
di Dsseldorf dan Frankfurt

Westfalen, RheinlandPfalz

Starkbierzei
t

Bir keras yang diminum saat


gentong bir dibuka setelah
perayaan Fastenzeit di bulan
Maret. Merupakan bir Jerman

Mnchen

yang memiliki kandungan


alkohol tertinggi
Pilsner

Bir ringan dan memiliki rasa


hop

Dortmund