Anda di halaman 1dari 3

Nama

: WAHYUNA

Nim

: 1303101010181

Mata Kuliah

: HATAH

Kelas

: A (Pagi)

Sebuah perusahaan kontruksi yang berasal dari korea selatan yang di beri nama
khukhdong, melakukan investasi di indonesia membangun jalan lintas SULAWESI.
Perusahaan ini sebahagian saham perusahaannya, Oleh sebahagian besar sahamnya dikuasai
oleh masyarakat singapura,sebesar 10 triliun,yang berasal baik dari perusahaan-perusahaan
singapura maupun pribadi-pribadi yang di beli melalui bursa efek singapura.
Perusahaan khukhdong tersaebut melakukan kerjasama dengan perusahaan Darul
Aman BHD yang berasal dari malaysia dalam rangka memenuhi material atau bahan baku
aspal.Untuk kegiatan tersebut kontrak di buat di kota singapura, setelah berapa lama mereka
melakukan kerjasama, perusahaan ini telah berhasil menyelesaikan pembangunan jalan lintas
sulawesi.
Setelah jalan selesai sebahagian warga menuntut kepada perusahaan tersebut untuk
membayar sejumlah ganti rugi atas tindakan perusahaan khukhdong, karena merasa bahwa
sebahagian bangunan milik masyarakat telah mengalami kerusakan (pecah) akibat getaran
mesin dan angkutan material.
Disamping kasus gugatan masyarakat perusahaan ini juga digugat oleh perusahaan
malaysia karena tidak membayar sejumlah biaya atas harga material yang di kirim oleh
perusahaan Darul Aman BHD malaysia.
Perusahaan khukhdong setelah mengadakan RUPS ternyata keuntungan yang di dapat
berupa deviden atas sejumlah saham yang dimiliki oleh sebahagian perusahaan yang ada di
singapura dan di investasi.

Catatan:
1. Dalam perjanjian antara perusahaan khukhdong dengan perusahaan Darul Aman BHD
malaysia tidak pernah menyebutkan pilihan hukum di dalam kontrak tersebut.
2. Perjanjian dengan perusahaan singapura menyebutkan di dalam salah satu klausulnya bahwa
pilihan hukumnya akan ditentukan di kemudian hari.

PERTANYAAN
1. Apakah permasalahan tersebut masuk ke dalam ruang lingkup HPI?
2. Apa saja yang merupakan titik taut primer dalam kasus tersebut?
3. Apakah gugatan atau keberatan masyarakat yang dilakukan oleh permasalahan perusahaan
khukhdong tersebut selama membuat jalan di lintas sulawesi termasuk perbuatan
melawan hukum dan apakah dapat dilakukan pilihan hukum?
4. Berkaitan dengan sengketa investasi, hukum mana yang dapat diselesaikan?
5. Dalam kasus tersebut hukum mana yang paling tepat digunakan oleh hakim untuk
memutuskan bahwa sengketa yang terjadi adalah bagian dari HPI?

JAWAB
1.

Iya, permasalahan tersebut mengandung unsur permasalahan HPI yaitu mengandung unsur
asing.
Karena perusahaan tersebut berasal dari korea selatan dan melakukan investasi
membangunan jalan lintas sulawesi. Sebahagian sahamnya dikuasai oleh masyarakat
singapura,sebesar 10 triliun,yang berasal baik dari perusahaan-perusahaan singapura maupun
pribadi-pribadi. Dan melakukan kerjasama dengan perusahaan malaysia yang kontraknya di
buat di singapura.

2. Yang termasuk titik paut primer dalam permasalahan HPI ini adalah;
Kewarganegaraan
Tempat kedudukan Badan Hukum
Tempat berlangsungannya perbuatan hukum
Tempat dilaksanakannya perjanjian
Tempat terjadinya perbuatan melawan hukum

3. Iya, perbuatan tersebut termasuk kedalam perbuatan melawan hukum karena, perbuatan
tersebut dilakukan oleh Badan Hukum yang mengakibatkan kerugian bagi pihak lain dan
berkewajiban membayar ganti rugi.
Hukum yang digunakan dalam permasalahan HPI ini adalah hukum indonesia, karena
perbuatan melawan hukum tersebut menyangkut kepentingan orang banyak di indonesia
khususnya di sulawesi dan perbuatan itu juga mengandung unsur RT/RW yang mana telah
diatur dalam hukum publik di indonesia karena didalam hukum publik tidak ada pilihan
hukum.
4.

Menurut pendapat saya, berkaitan dengan sengketa investasi antara perusahaan dengan
malaysia hukum yang di pakai adalah hukum dimana perjanjian atau kontrak itu di buat.
Sesuai dengan titik paut primer dan sekunder dalam masalah HPI ini, hukum yang di pakai
adalah hukum negara singapura karena perjanjian tersebut dibuat di singapura.

5. Didalam kasus ini, hukum yang dapat di pakai ada 2 hukum yaitu;

Menyangkut gugatan dari masyarakat sulawesi kepada perusahaan khukhdong


hukum yang paling tepat adalah hukum indonesia, karena perbuatan melawam
hukumnya menyangkut hukum publik dan tempat terjadinya perbuatan melawan
hukum juga di indonesia.

Menyangkut permasalahan sengketa investasi antara perusahaan khukhdong dari


korea selatan dan perusahaan Darul Aman BHD dari malaysia hukum yang paling
tepat digunkan adalah hukum singapura. Karena yang mana perjanjian antara
perusahaan khukhdong dan Darul Aman BHD membuat kontrak kerjasama di
singapura maka sesuai dengan titik paut sekunder adalah tempat dilaksanakan
perjanjian atau lex loci solitionus.