Anda di halaman 1dari 22

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

OSTEOARTRITIS (OA)

OLEH
NI PUTU WIDYA SULASMI
1102105027

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN OSTEOATHRITIS PADA LANSIA KR


DI WISMA III PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WANA SERAYA
DENPASAR
Satuan Acara Pendidikan Kesehatan
Hari/Tanggal

: 30 November 2015

Waktu

: 45 menit

Tempat Pelaksanaan

: Wisma III

Sasaran

: Lansia KR

Topik Kegiatan

: Osteoathritis

Sub Topik

1. Pengertian dan
2. Penyebab Osteoathritis.
3. Tanda dan gejala
4. Komplikasi Osteoathritis.
5. Penanganan Osteoathritis.
6. Pencegahan Osteoathritis.
A. LATAR BELAKANG
Tujuan pembangunan kesehatan yang telah tercantum pada Sistem
Kesehatan Nasional adalah suatu upaya penyelenggaraan kesehatan yang
dilaksanakan oleh bangsa Indonesia guna mendapatkan kemampuan hidup sehat
bagi setiap masyarakat agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal
dimana peningkatan derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu lingkungan, pelayanan kesehatan, tindakan serta bawaan (congenital).
Hidup sehat merupakan hak yang dimiliki oleh setiap manusia yang ada di dunia
ini, akan tetapi diperlukan berbagai cara untuk mendapatkannya (Anonim, 2007).
Berdasarkan pusat data BPS provinsi Jawa Timur, rematik merupakan
salah satu penyakit terbanyak yang diderita lansia, yaitu pada tahun 2007
sebanyak 4.209.817 lansia 28% menderita rematik. Hal ini merupakan suatu
problem yang harus bisa ditangani oleh pemerintah, karena dengan kondisi lansia

yang semakin banyak menderita rematik hal tersebut akan mampu menjadikan
lansia menjadi pasif, maka di perlukan dorongan agar lansia tersebut tetap aktif
dalam segala hal.
Melihat kurangnya pengetahuan keluarga akan hal tersebut, maka usaha
pengendalian penyakit berupa pencegahan dan pengobatan perlu dilaksanakan
seintensif mungkin, salah satunya dengan melaksanakan penyuluhan tentang
osteoathritis kepada masyarakat. Melalui penyuluhan ini diharapkan dapat
memberi pengetahuan kepada keluarga sehingga keluarga bisa melakukan
tindakan preventif agar tidak terjadi komplikasi yang lebih lanjut dan dapat
membuat keluarga dengan osteoarthritis menjadi tetap aktif.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 45 menit diharapkan
peserta dapat mengerti dan memahami mengenai Penyakit rematik
(osteoarthritis).
2. Tujuan Khusus :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan peserta dapat:
1) Mengetahui dan mampu menyebutkan pengertian osteoathritis.
2) Mengetahui dan mampu menyebutkan penyebab osteoathritis.
3) Mengetahui dan mampu menyebutkan tanda dan gejala osteoathritis.
4) Mengetahui dan mampu menyebutkan komplikasi osteoathritis.
5) Mengetahui dan mampu menyebutkan penanganan osteoathritis.
6) Mengetahui dan mampu menyebutkan pencegahan osteoathritis.
C. PESERTA PENYULUHAN
Lansia KR
D. PENYELENGGARA PENYULUHAN
Penyelenggara penyuluhan Osteoathritis adalah Ni Putu Widya Sulasmi,
mahasiswa semester sepuluh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas
Kedokteran Universitas Udayana.

E. METODE PELAKSANAAN
1. Ceramah, Diskusi
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab
F. STRATEGI PELAKSANAAN
Tahap

Kegiatan

Pembukaan

Kerja

Mengucapkan salam

Melakukan perkenalan diri

Menyampaikan maksud dan tujuan

Mengadakan kontrak waktu

Apersepsi
Penyuluh menjelaskan mengenai:

Waktu
5 menit

30 menit

1. Pengertian
2. Penyebab osteoathritis.
3. Tanda dan gejala
4. Komplikasi osteoathritis.
5. Penanganan osteoathritis.
6. Pencegahan osteoathritis
Tanya jawab
Penutup

Menyimpulkan seluruh materi yang

5 menit
5 menit

diberikan dan mengevaluasi jalannya


ceramah.

Mengakhiri kontrak

Melakukan evaluasi kegiatan

Salam penutup
Jumlah

45 menit

G. MEDIA DAN ALAT


1. Leaflet
H. SETTING TEMPAT
1

Keterangan gambar:
1. Penyuluh
2. Peserta
I. PENGORGANISASIAN
Penyuluh: Ni Putu Widya Sulasmi (1102105027)
J. KRITERIA EVALUASI
Evaluasi Struktur

Rencana kegiatan dipersiapkan 2 hari sebelum kegiatan dan informasi


kepengurusan 1 hari sebelum kegiatan.
Evaluasi Proses

Kegiatan berlangsung tepat waktu

Peserta yang hadir 100%

Peserta berkonsentrasi penuh

Tempat berlangsungnya kegiatan


kondusif

Peserta yang aktif bertanya 75%


dari total peserta yang hadir.

Evaluasi Hasil

a) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 75% dari materi


pengertian osteoathritis.
b) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 75% dari materi
penyebab osteoathritis.
c) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 75% dari materi
tanda dan gejala osteoathritis.
d) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 75% dari materi
komplikasi osteoathritis.
e) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 50% dari materi
penanganan osteoathritis.
f) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 50% dari materi
pencegahan osteoathritis.
K. LAMPIRAN-LAMPIRAN
Materi
Soal
Leaflet

Lampiran Materi
MATERI PENYULUHAN OATEOARTRITIS
PADA KELUARGA TN. S KHUSUSNYA TN. WW DI BANJAR PANDE
KELURAHAN PEDUNGAN KECAMATAN DENPASAR SELATAN

A. DEFINISI

Gambar 1 : anatomi Sendi normal (kiri), Osteoarthritis (tengah),


Rheumatoid Arthtritis (kanan) ( William. 2010 )

Istilah rheumatism berasal dari bahasa Yunani, rheumatismos yang berarti


mucus, suatu cairan yang dianggap jahat mengalir dari otak ke sendi dan
struktur klain tubuh sehingga menimbulkan rasa nyeri atau dengan kata
lain, setiap kondisi yang disertai kondisi nyeri dan kaku pada sistem
muskuloskeletal disebut reumatik termasuk penyakit jaringan ikat
(Ismayadi, 2004)
Osteoarthitis (OA) adalah gangguan sendi yang bersifat kronis disertai
kerusakan tulang dan sendi berupa disintegrasi dan pelunakan progresif

yang diikuti dengan pertambahan pertumbuhan pada tepi tulang dan tulang
rawan sendi yang disebut osteofit dan fibrosis pada kapsul sendi.
Osteoartritis (OA), dikenal juga sebagai artritis degeneratif, penyakit
degeneratif sendi), adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat
inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun
sendi.
Ada dua macam Osteoarthritis :
Osteoarthritis Primer: dialami setelah usia 45 tahun, sebagai
akibat dari proses penuaan alami, tidak diketahui penyebab
pastinya, menyerang secara perlahan tapi progresif, dan dapat
mengenai lebih dari satu persendian. Biasanya menyerang sendi
yang menanggung berat badan seperti lutut dan panggul, bisa juga
menyerang punggung, leher, dan jari-jari.
Osteoarthritis Sekunder: dialami sebelum usia 45 tahun, biasanya
disebabkan oleh trauma (instabilitas) yang menyebabkan luka pada
sendi (misalnya patah tulang atau permukaan sendi tidak sejajar),
akibat sendi yang longgar, dan pembedahan pada sendi. Penyebab
lainnya adalah faktor genetik dan penyakit metabolik.

B. ETIOLOGI
Penyebab osteoarthritis
Penyebab
menunjukkan

osteoartritis bermacam-macam.
adanya

reaksi alergi, infeksi,

dan

hubungan

antara

Beberapa

penelitian

osteoarthritis

invasi fungi (mikosis).

Riset

lain

dengan
juga

menunjukkan adanya faktor keturunan (genetik) yang terlibat dalam


penurunan penyakit ini. Namun demikian, beberapa faktor risiko
terjadinya osteoartritis adalah sebagai berikut:

Wanita berusia lebih dari 45 tahun

Kelebihan berat badan

Aktivitas fisik yang berlebihan,seperti


para olahragawan dan pekerja kasar

Menderita kelemahan otot paha

Pernah

mengalami patah

tulang disekitar sendi yang

tidak

mendapatkan perawatan yang tepat

Osteoarthritis primer kebanyakan dihubungkan pada penuaan. Dengan


menua, isi air dari cartilage meningkat, dan susunan protein dari
cartilage degenerasi. Akhirnya, cartilage mulai degenerasi dengan
mengelupas atau membentuk crevasses yang kecil. Pada kasus-kasus
yang telah lanjut, ada kehilangan total dari bantal cartilage antara
tulang-tulang dari sendi-sendi. Penggunaan yang berulangkali dari
sendi-sendi yang terpakai dari tahun ke tahun dapat mengiritasi dan
meradang cartilage, menyebabkan nyeri dan pembengkakan sendi.
Kehilangan dari bantal cartilage menyebabkan gesekan antara tulangtulang, menjurus pada nyeri dan pembatasan dari mobilitas sendi.
Peradangan dari cartilage dapat juga menstimulasi pertumbuhanpertumbuhan tulang baru (spurs, juga dirujuk sebagai osteophytes)
yang terbentuk sekitar sendi-sendi. Osteoarthritis adakalanya dapat
berkembang dalam banyak anggota-anggota dari keluarga yang sama,
menyiratkan basis yang diturunkan (genetik) untuk kondisi ini.

Osteoarthritis sekunder disebabkan oleh penyakit atau kondisi lainnya.


Kondisi-kondisi yang dapat menjurus pada osteoarthritis sekunder
termasuk kegemukan, trauma atau operasi yang berulangkali pada
struktur-struktur sendi, sendi-sendi abnormal waktu dilahirkan
(kelainan-kelainan

congenital), gout, diabetes,

dan

penyakit-

penyakit hormon lain.

Kegemukan menyebabkan osteoarthritis dengan meningkatkan tekanan


mekanik pada cartilage. Nyatanya, setelah penuaan, kegemukan adalah
faktor risiko yang paling kuat untuk osteoarthritis dari lutut-lutut.
Perkembangan yang dini dari osteoarthritis dari lutut-lutut diantara
atlet-atlet angkat besi dipercayai adalah sebagian disebabkan oleh berat
badan mereka yang tinggi. Trauma yang berulangkali pada jaringanjaringan

sendi

(ligamen-ligamen,

tulang-tulang,

dan cartilage)

dipercayai menjurus pada osteoarthritis dini dari lutut-lutut pada


pemain-pemain bola.

Endapan-endapan kristal pada cartilage dapat menyebabkan degenerasi


cartilage dan osteoarthritis. Kristal-kristal asam urat menyebabkan
arthritis pada gout, sementara kristal-kristal calcium pyrophosphate
menyebabkan arthritis pada pseudogout.

Beberapa orang-orang dilahirkan dengan sendi-sendi yang terbentuk


abnormal (kelainan-kelainan congenital) yang rentan terhadap
pemakaian/pengikisan

mekanik,

menyebabkan

degenerasi

dan

kehilangan cartilage (tulang rawan) sendi yang dini. Osteoarthritis dari


sendi-sendi pinggul umumnya dihubungkan pada kelainan-kelainan
struktural dari sendi-sendi ini yang telah hadir sejak lahir.

Gangguan-gangguan hormon, seperti diabetes dan penyakit-penyakit


hormon pertumbuhan, juga berhubungan dengan pengikisan cartilage
yang dini dan osteoarthritis sekunder.

Endokrin :

Orang

dengan diabetes mungkin

rentan

terhadap

osteoarthritis. Masalah endokrin lainnya juga dapat menyebabkan OA,


termasuk

akromegali , hipotiroidisme ,hiperparatiroidisme ,

dan obesitas .

Posttraumatic : Penyebab Trauma dapat dibagi lagi menjadi


macrotrauma atau microtrauma. Macrotrauma menyebabkan tulang
untuk berbaris tidak semestinya (malalignment), kehilangan stabilitas,
atau kerusakan tulang rawan. Microtrauma dapat terjadi dalam jangka
waktu yang lama (kronis).

Bersama penyakit inflamasi : Kategori ini akan mencakup sendi yang


terinfeksi, yang menyebabkan encok kronis arthritis , dan penyakit
rematik.

Bawaan atau perkembangan : Abnormal anatomi seperti kaki tidak


sama panjang mungkin menjadi penyebab osteoarthritis.

Genetik : Sebuah cacat genetik dapat meningkatkan kerusakan pada


arsitektur pelindung tulang rawan. Contohnya termasuk gangguan
kolagen seperti sindrom Ehlers-Danlos .

Neuropatik : Penyakit seperti diabetes dapat menyebabkan masalah


pada saraf . Hilangnya sensasi dapat mempengaruhi bagaimana tubuh

10

mengetahui posisi dan kondisi sendi atau anggota badan. Dengan kata
lain, tubuh tidak dapat mengetahui bahwa dia terluka.

Masalah gizi juga dapat menyebabkan osteoarthritis.

Faktor Pemicu Munculnya Rematik:


(Marisa, 2012)
1. Kopi
Meskipun hubungan antara kopi dengan reumatik masih diperdebatkan,
tapi studi menunjukkan kopi tanpa kafein bisa meningkatkan risiko
terkena reumatik sedangkan kopi berkafein tidak memiliki dampak.
Selain itu kopi mungkin bisa membuat obat reumatik seperti
methotrexate tidka bekerja dengan baik.
2. Cuaca
Perubahan tekanan udara dan suhu bisa memiliki dampak yang besar
terhadap gejala reumatik. Dr Goodman menuturkan perubahan iklim
cenderung bisa memperburuk gejala-gejala dari reumatik, karena itu
pasien biasanya lebih mengharapkan cuaca atau iklim yang konsisten.
3. Alkohol
Dalam studi terbaru di jurnal Rheumatology, peneliti meminta sekitar
1.000 orang yang memiliki kebiasaan konsumsi alkohol dan kondisi
reumatik. Peneliti menemukan orang yang mengonsumsi alkohol 3-4
hari dalam seminggu lebih memungkinkan untuk memiliki reumatik.
4. Kurang Vitamin D
Hubungan antara vitamin D dan reumatik tergolong rumit. Namun studi
menunjukkan perempuan yang jarang terkena sinar matahari berisiko
lebih besar terkena reumatik. Hal ini mungkin karena kekurangan sinar
matahari bisa menyebabkan kekurangan vitamin D yang telah dikaitkan
dengan penyakit autoimun lainnya.
5. Merokok
Susan Goodman, MD seorang rheumatologist dari Hospital for Special
Surgery di New York City menuturkan rokok bisa membuat reumatik
bertambah buruk dan juga meningkatkan risiko seseorang terkena
reumatik. Studi menunjukkan orang dengan reumatik yang tidak
merokok memiliki lebih sedikit bengkak dan sendi yang sakit dibanding
perokok. Selain itu perokok memiliki dua kali kemungkinan mengalami
kerusakan sendi.

11

C. MANIFESTASI KLINIS OSTEOATHRITIS


Manifestasi klinis osteoarthritis
Berikut ini gejala serangan OA:
1. Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan. Pada mulanya
hanya terjadi pada pagi hari, tetapi apabila dibiarkan akan bertambah
buruk dan menimbulkan rasa sakit setiap melakukan gerakan tertentu,
terutama pada waktu menopang berat badan, namun bisa membaik bila
diistirahatkan. Pada beberapa penderita, nyeri sendi dapat timbul
setelah istirahat lama, misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam
perjalanan jauh. Terkadang juga dirasakan setelah bangun tidur di pagi
hari.
2. Adanya pembengkakan/peradangan pada persendian.
3. Persendian yang sakit berwarna kemerah-merahan.
4. Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian.
5. Kesulitan menggunakan persendian.
6. Bunyi pada setiap persendian (crepitus). Gejala ini tidak menimbulkan
rasa sakit, hanya rasa tidak nyaman pada setiap persendian (umumnya
lutut).
7. Perubahan bentuk tulang. Ini akibat jaringan tulang rawan yang
semakin rusak, tulang mulai berubah bentuk dan meradang,
menimbulkan rasa sakit yang amat sangat.
8. Rasa nyeri, kekakuan, atau kesulitan bergerak bersama dapat terjadi
pada satu atau lebih sendi. Rasa sakit dapat menjadi lebih buruk
dengan aktivitas berlebihan dan dapat terjadi pada malam hari.
Sendi yang dapat terserang OA :

Jari tangan : pembesaran tulang di ujung jari (pertama


bersama) adalah biasa. Ini disebut node Heberden.
Mereka biasanya tidak menyakitkan. Kadang-kadang
mereka dapat membesar tiba-tiba, terasa menyakitkan,
bengkak, dan merah. Hal ini dikenal sebagai osteoartritis
nodal dan terjadi pada wanita yang lebih tua dari 45
tahun.

12

Pinggul : sendi pinggul berfungsi untuk menahan beban


yang berat. Keterlibatan pinggul dapat dilihat lebih
cenderung pada pria. Petani, pekerja konstruksi, dan
pemadam

kebakaran

telah

ditemukan

memiliki

peningkatan kejadian dari hip osteoarthritis. Para peneliti


berpikir bahwa beban kerja fisik yang berat memberikan
kontribusi untuk OA pada panggul dan lutut .

Lutut: sendi lutut juga berfingsi menahan beban


tubuh. Berulang

berjongkok

dan

berlutut

dapat

meningkatkan risiko osteoarthritis.

Spine : Osteoartritis tulang belakang bisa menyebabkan


tulang taji atau osteophytes, yang dapat menekan saraf
perangsang nyeri menimbulkan rasa sakit dan kelemahan
di lengan atau kaki.

Perubahan Perilaku dan Pola Hidup pada Pasien dengan Osteoarthritis


Orang yang telah mengalami osteoarthritis biasanya akan mengalami
perubahan baik dalam perilaku maupun dalam pola hidup, beberapa
perubahan yang dapat terjadi diantaranya:
- Orang yang telah mengalami osteoarthritis akan mengalami penurunan
dalam melakukan aktivitas oleh karena hambatan dalam bergerak baik
karena kaku sendi, nyeri saat bergerak, ataupun karena pembengkakan
-

sendi.
Penderita osteoarthritis akan lebih banyak beristirahat (bed rest)
daripada beraktivitas karena nyeri biasanya bertambah dengan gerakan

dan sedikit berkurang dengan beristirahat.


Penderita osteoarthritis akan membutuhkan waktu lebih lama untuk
mulai melakukan aktivitas setelah bangun pagi atau duduk dalam
waktu yang cukup lama karena mengalami kekakuan pada sendi
selama kurang lebih 30 menit setelah imobilitas atau yang sering

disebut dengan kaku pagi.


Orang osteoarthritis akan mengalami perubahan gaya berjalan karena

deformitas sendi.
Orang dengan osteoarthritis akan mengalami perubahan dalam pola
makan yaitu dengan lebih menurunkan konsumsi makanan yang

13

berkolesterol agar tidak terjadi obesitas karena obesitas akan lebih


memberatkan beban sendi.
D. KOMPLIKASI
Komplikasi Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah jenis penyakit degeneratif yang akan semakin parah
seiring bertambahnya waktu. Rasa sakit dan kaku di persendian bisa saja
semakin parah sehingga dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan
sejumlah penderitanya tak mampu lagi bekerja. Ketika sakit di persendian
makin parah, biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani bedah
pergantian sendi
E. PENATALAKSANAAN
Treatmen Penyakit Osteoarthritis
Rasa nyeri yang diderita oleh penderita penyakit ini dapat dikurangi
dengan berbagai macam cara seperti pengompresan atau penyuntikan
cairan sinovial ke

bagian sendi.Pengobatan

untuk pengapuran

sendi

berbeda beda tergantung stadiumnya.


a. Osteoartritis derajat ringan (stadium 1 dan 2)
Terapi non farmakologis terdiri atas:

menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan

latihan

menguatkan otot

paha dan pinggul untuk

menjaga

kebugaran tubuh

memakai knee brance selama diperlukan

Olahraga dapat mengurangi rasa sakit dan dapat membantu


mengontrol barat badan. Olahraga untuk osteoarthritis misalnya
berenang dan jogging.

Menjaga sendi
Menggunakan sendi dengan hati-hati dapat menghindari kelebihan
stres padasendi

Panas/dingin
Panas didapat, misalnya dengan mandi air panas. Panas dapat
mengurangi rasasakit pada sendi dan melancarkan peredaran darah.

14

Dingin

dapat

mngurangi

pembengkakan

pada

sendi

dan

mengurangi rasa sakit.Dapat didapat dengan mengompres daerah


yang sakit dengan air dingin.

vitamin D,C, E, dan beta karotin untuk mengurangi laju


perkembangan osteoarthritis.

Teh hijau memiliki zat anti peradangan

Terapi farmakologis terdiri atas:

obat antiradang dan nyeri

suplemen untuk menumbuhkan tulang rawan

obat pelumas sendi yang disuntikkan ke sendi

Terapi Det OA :

Diet pada osteoathritis tidak khas kendati makanan yang banyak


mengandung kalsium seperti : susu, ikan-ikan kecil yang tulangnya
dapat dimakan (ikan teri, ebi) dan sayuran hujau serta biji-bijian,
buah boleh diberikan untuk mencegah osteoporosis, disamping itu
makanan yang mengandung omega 3 seperti ikan laut juga baik
dikonsumsi untuk perbaikan inflamasi

Diet yang paling penting untuk pasien osteoathritis yang obes


adalah diet rendah kalori karena kegemukan atau obesitas
merupakan salah satu faktor resiko timbulnya kelainan degeneratif
sendi.

Makanan lain yang dapat mengatasi inflamasi sekaligus megurangi


rasa nyeri adalah minuman seperti kunir/kunyit yang mnegandung
curcumin dan jahe yang mengandung gingerol.

Kurangi makanan yang mengandung daging serta lemak.

Nutrisis kuratif
1. Monitor berat bdan : penurunan berat yang tidak dikehendaki dapat
menjadi indikator dini untuk menunjukkan malnutrisi
2. Asupan protein harus diperthankan pada 0,8g/kg BB/hari : asupan
protein yang berlebih tidak dianjurkan

15

3. Asupan buah dan sauran harus dievaluasi, asupan ini harus lebih dari 5
kali sajian per hari
4. Asupan lemak dari makanan harus dievaluasi, diat rendah lemak (<30%
asupan total kalori) dengan <5% jumlah kalori dari lemak tak jenuh
ganda ( samam lemak omega-6) dan >10% dari lemak tak jenuh tunggal
(asam lemak omega 9) dapat dianjurkan untuk mengurangi respon
inflamasi
5. Mengevaluasi diet untuk menentukan kecukupan vitamin b6 (lihat tabel
3-10) atau asam askorbat (lihat tabel 3-13)
6. Memberikan suplemen multivitamin/mineral setiap hari jika asupan dari
makanan tampaknya tidak mencukupi (kurang dari AKG)
Preskripsi diet
1. Makan makanan dalam porsi kecil tetapi sering
2. Cobalah diet tanpa daging 3-4 hari dalam seminggu
3. Biasakan makan ikan minimal seminggu sekali dengan memilih jenis
ikan yang kaya akan asam lemak omega 3
4. Ikut sertakan buah buahan dan sayur dalam diet, tambahkan buah pada
bubur sereal.

b. Osteoartritis derajat berat (stadium 3 dan 4).


Pilihan pengobatan terbaik sampai saat ini adalah operasi penggantian
sendi. Operasi penggantian sendi adalah operasi yang dilakukan untuk
mengganti sendi yang
penguranganm

berat

telah
badan

rusak
dan

dengan prostesis.
menghindari

Selain

kegiatan

dari
yang

menggunakan stres yang berlebihan pada tulang rawan sendi, tidak ada
pengobatan khusus untuk menghentikan degenerasi tulang rawan atau
untuk memperbaiki kerusakan tulang rawan pada osteoartritis. Tujuan
pengobatan pada osteoartritis adalah untuk mengurangi nyeri sendi dan
peradangan sambil meningkatkan dan mempertahankan fungsi sendi.

16

Pasien hanya diminta untuk mengurangi intensitas dan / atau frekuensi


dari kegiatan yang secara konsisten menyebabkan sakit sendi. Latihan
biasanya tidak memperburuk osteoartritis bila dilakukan pada tingkat
yang tidak menyebabkan sakit sendi. Terapi fisik dapat dilakukan
dengan menyediakan perangkat dukungan, seperti splints, tongkat
walker.
Dalam banyak pasien dengan osteoarthritis, penghilang rasa sakit
ringan seperti aspirin dan acetaminophen (Tylenol) dapat perawatan
yang cukup. Studi menunjukkan bahwa asetaminofen diberikan dalam
dosis yang cukup sering dapat sama seefektif obat anti-inflamasi resep
dalam mengurangi nyeri pada osteoartritis pada lutut. Acetaminophen
umumnya obat awal pilihan diberikan kepada pasien dengan
osteoarthritis.

Perawatan

baru

termasuk

lotion

anti

inflamasi, diklofenak (tablet Voltaren retard Gel) dan patch diklofenak


(Flector Patch), yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit
osteoarthritis.
Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) adalah obat yang digunakan
untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada sendi. Contoh
NSAID:

termasuk aspirin (Ecotrin),

ibuprofen (Motrin),

nabumetone (Relafen), dan naproxen (Naprosyn).


Efek samping kebanyakan NSAID melibatkan gangguan pencernaan,
seperti sakit perut, kram diare , borok , dan bahkan berdarah. Risiko ini
dan meningkatkan efek samping lain pada orang tua. NSAID lebih baru
yang disebut COX-2 inhibitor telah dirancang yang kurang racun ke
lambung dan usus. Karena gejala osteoartritis bervariasi dan dapat
berubah, mungkin obat ini diberikan hanya bila terjadi nyeri
sendi.Oral cortisone umumnya

tidak

digunakan

dalam

merawat

osteoarthritis, ketika disuntikkan langsung ke dalam sendi meradang,


dengan cepat dapat mengurangi rasa sakit dan mengembalikan
fungsi. Sejak suntikan kortison berulang dapat merusak jaringan dan
tulang, mereka dicadangkan untuk pasien dengan gejala lebih menonjol.

17

Untuk bertahan dari rasa sakit osteoarthritis lutut parah yang tidak
menanggapi pengurangan berat badan, olahraga, atau obat, serangkaian
suntikan asam hialuronat (Synvisc, Hyalgan) ke dalam sendi terkadang
dapat membantu, terutama jika operasi tidak dipertimbangkan. Produkproduk ini tampaknya bekerja dengan memulihkan sementara ketebalan
dari cairan sendi. Bedah umumnya diperuntukkan bagi pasien dengan
osteoarthritis yang sangat parah dan tidak responsif terhadap perlakuan
konservatif. Osteotomy adalah prosedur removal-tulang yang dapat
membantu menyetel kembali beberapa cacat, biasanya orang-orang
dengan penyakit lutut.
Salah satu suplemen makanan yang digunakan untuk terapi OA adalah
Glucosamine dan Chondroitin, masing-masing memiliki fungsi yaitu:
1. Chondroitin Sulfat berguna untuk merangsang pertumbuhan
tulang rawan dan menghambat perusakan tulang rawan
2. Glukosamin adalah bahan pembentukan proteoglycan, bekerja
dengan

merangsang

pertumbuhan

tulang

rawan,

serta

menghambat perusakan tulang rawan


Pembersihan dan pencucian sendi yang dikenal dengan istilah
debridement dan lavage saat ini dapat dilakukan dengan bantuan
arthroscopy.
Pada stadium lanjut, seperti stadium 3 dan 4, sering kali sendi, terutama
lutut, menjadi bengkok sehingga diperlukan penggantian sendi lutut.
Tindakan yang disebut arthroplasty itu adalah penggantian permukaan
sendi pangkal paha. Setelah operasi ini, pasien dapat berjalan kembali
dengan baik tanpa terasa nyeri.
Untuk tips perawatannya : Berikan kompres air hangat pada bagian
yang sakit untuk mengurangi nyeri, relaksasi, dan melancarkan aliran
darah. Berikan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit dan
ketegangan otot saat terjadi kekambuhan.
F. PENCEGAHAN
Pencegahan osteoarthritis

18

a) Menjaga berat badan. Merupakan faktor yang penting agar bobot yang
ditanggung oleh sendi menjadi ringan.
b) Melakukan jenis olahraga yang tidak banyak menggunakan persendian
atau yang menyebabkan terjadinya perlukaan sendi. Contohnya
berenang dan olahraga yang bisa dilakukan sambil duduk dan tiduran.
c) Aktivitas olahraga hendaknya disesuaikan dengan umur. Jangan
memaksa untuk melakukan olahraga porsi berat pada usia lanjut. Tidak
melakukan aktivitas gerak pun sangat tidak dianjurkan. Tubuh yang
tidak digerakkan akan mengundang osteoporosis.
Banyak penderita rematik atau nyeri sendi yang takut berolahraga.
Padahal, olahraga sangat bermanfaat untuk melatih otot dan persendian.
Berjalan kaki, berolahraga ringan, atau mengerjakan pekerjaan rumah
ringan dapat membantu melatih otot dan sendi agar tidak semakin kaku.
Namun, jangan melakukan olahraga yang terlalu berat karena justru
dapat menyebabkan cedera.
d) Menghindari trauma (perlukaan) pada persendian.
e) Meminum obat-obatan suplemen sendi (atas konsultasi dan anjuran
dokter).
f) Mengkonsumsi makanan sehat.
g) Memilih alas kaki yang tepat & nyaman.
h) Lakukan relaksasi dengan berbagai teknik.
i) Hindari gerakan yang meregangkan sendi jari tangan.
j) Jika ada deformitas pada lutut, misalnya kaki berbentuk O, jangan
dibiarkan. Hal tersebut akan menyebabkan tekanan yang tidak merata
pada semua permukaan tulang.

19

Lampiran Soal
1. Apa itu Osteoathritis?
2. Apa yang bisa menyebabkan Osteoathritis?
3. Apa saja tanda dan gejala dan Komplikasi Osteoathritis?
4. Apa saja penanganan yang bisa dilakukan untuk Osteoathritis?
5. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya Osteoathritis?

20

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC
Hendrata, Irene. 2007. Osteoarthritis: Cegah Sebelum Anda Menderita!.
http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2007/10/osteoarthritis-cegahsebelum-anda-menderita. [Akses: 4 Oktober 2013]

21

Khafidha,

Nur.

2008.

Osteoarthritis

Lutut.

http://www.fisioska.co.cc/2008/07/oteoarthritis-oa-lutut.html. [Akses:
4 Oktober 2013]
McCloskey&Bulechek. 2004. Nursing Interventions Classification, Fourth
Edition. USA: Mosby Elsevier
NANDA. 2005-2006. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda: Definisi dan
Klasifikasi. Jakarta: Prima Medika
Nurbaeti,

Umi.

2008.

Penatalaksanaan

Fisioterapi

pada

Kondisi

Osteoarthritis Genu Sinistra dengan Modalitas Micro Wave Diathermi


dan Terapi Latihan di RSO Prof Dr. R. Soeharso Surakarta. Fakultas
Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pdf [Akses: 4
Oktober 2013]
Paskah, Leonardo. 2009. Osteoarthritis (pengapuran) Atau Osteoporosis
(tulang keropos?). http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?
id=13707. [Akses: 4 Oktober 2013]
University IOWA. 2008. Nursing Outcomess Classification, Fourth Edition.
USA: Mosby Elsevier

22