Anda di halaman 1dari 8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Filtrasi adalah pemisahan koloid atau partikel padat dari fluida dengan menggunakan media
penyaringan atau saringan. Air yang mengandung suatu padatan atau koloid dilewatkan
pada media saring dengan ukuran pori-pori yang lebih kecil dari ukuran suatu padatan
tersebut (Dogra,2009).
Penyaringan (filtrasi) adalah salah satu cara pemisahan zat baik berupa cairan maupun gas.
Pemisahan zat padat dari campuran padat cair dilakukan dengan bantuan medium berpori
yang disebut medium penyaring. Suspensi padat cair dipaksa melewati medium
penyaring.Zat padat akan tertahan medium penyaring sedangkan cairan dapat melewatinya
yang biasa disebut filtrat. Dalam beberapa penyaringan, padatan-saring yang terbentuk
merupakan medium penyaring yang baik. Untuk memaksa cairan melewati medium
diperlukan gaya pendorong dalam bentuk :
a. gaya berat (gravity filtration)
b. vakum (vacuum filtration)
c. tekanan (pressure filtration)
d. gaya sentrifugal (centrifugal filtration)
(Dogra,2009).
Pemilihan filter ditentukan oleh :
a. Sifat campuran
b. Tingkat produksi besar atau kecil
c. Kondisi proses
d. Hasil yang diinginkan
e. Bahan konstruksi yang diperlukan
(Geankoplis,2003).

Mesin pres bersaringan (FILTER PRESS). Suatu mesin pres bersaringan berisi satu set plat
yang didesain untuk menyediakan serangkaian ruang atau kompartemen yang didalamnya
padatan dikumpulkan. Plat-plat tersebut dilingkupi medium penyaring seperti kanvas.
Lumpur dapat mencapai tiap-tiap kompartemen dengan tekanan tertentu; cairan melalui
kanvas dan keluar ke pipa pembuangan, meninggalkan padatan kue basah dibelakangnya
(Smith,2005).
Plat dari suatu mesin pres bersaringan dapat berbentuk persegi atau lingkaran, vertikal atau
horizontal. Kebanyakan kompartemen padatan dibentuk dengan penyelia plat polipropelina
cetakan. Dalam desain lain, kompertemen tersebut dibentuk di dalam cetakan plat
berbingkai (plate-and-frame press) yang didalamnya terdapat plat persegi panjang dengan 6
s.d. 78 in. (150 mm s.d. 2 m) yang pada satu sisi dapat diubah-ubah. Ketebalan setiap plat
antara 6 s.d. 2 in. (6 s.d. 50 mm), ketebalan bingkai antara 1/4 s.d. 8 in. (6 s.d.200 mm).
Plat dan bingkai dipasang pada posisi vertikal dalam rak logam, dengan kain melingkupi
permukaan setiap plat, dan ditekan dengan keras bersama dengan memutar skrup hidraulik.
Lumpur memasuki suatu sisi akhir dari rangkaian plat dan bingkai. Lumpur mengalir
sepanjang jalur pada satu sudut rangkaian tersebut. Jalur tambahan mengalirkan lumpur dan
jalur utama ke dalam setiap bingkai. Di sini padatan akan terendapkan di atas kain yang
menutupi permukaan plat. Cairan menembus kain, menuruni jalur pada permukaan plat
(corrugation), dan keluar dari mesin press(Geankoplis,2003).

Gambar 2.1 Rangkaian Alat Filter Press

Pengoperasiannya sebagai berikut :


a. Plat dan bingkai dipasang pada posisi vertikal dalam rak logam, dengan kain
melingkupi permukaan setiap plat,dan ditekan dengan keras bersama dengan memutar
skrup hidrolik.
b. Lumpur memasuki suatu sisi akhir dari rangkaian plat dan bingkai.
c. Lumpur mengalir sepanjang jalur pada satu sudut rangkaian tersebut.
d. Jalur tambahan mengalirkan lumpur dan jalur utama ke dalam setiap bingkai.
e. Padatan akan terendapkan di atas kain yang menutupi permukaan plat.
f. Cairan menembus kain, menuruni jalur pada permukaan plat (corrugation), dan
keluar dari mesin press.
g. Setelah merangkai mesin press, lumpur dimasukkan dengan pompa atau tangki
bertekanan pada tekanan 3 s.d. 10 atm.
(Perry,1999)

Prinsip kerjanya filtrat mengalir melalui permukaan pelat (input) dan pada saat di tekan
(press) maka filtrat akan mengalir ke kertas/kain saring yang menyebabkan padatan
tertahan di kertas/kain saring sedangkan cairan akan mengalir ke keran sebagai out put
(Perry,1999).
Suatu medium filter (septum) pada setiap filter harus memenuhi syarat-syarat, yaitu sebagai
berikut:
a. Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring, dan menghasilkan filtrat yang
cukup jernih.
b. Tidak mudah tersumbat.
c. Harus tahan secara kimia dan kuat secara fisik dalam kondisi proses.
d. Harus memungkinkan penumpukan ampas, dan pengeluaran ampas secara total dan
bersih.
e. Tidak boleh terlalu mahal.
(Perry,1999)
Faktor faktor yang mempengaruhi Filtrasi:
a.

Debit filtrasi (dimana debit yang terlalu besar akan menyebabkan tidak berfungsinya
filter secara efisien)

b.

Konsentrasi (konsentrasi sangat memepengaruhi efisiensi dari filtrasi. Konsentrasi air


yang sangat tinggi akan menyebabkan tersumbatnya lubang pori dari media ata akan
jadi clogging)

c.

Temperature (adanya perubahan suhu dari air yang akan di filtrasi,akan menyebabkan
massa jenis , viscositas akan mengalami perubahan. Selain itu juga akan
memepengaruhi daya tarik menarik dianatara partikel halus, sehingga terjaid perbedaan
dalam ukuran besar partikel yang akan disaring

d.

Kedalaman media,ukuran dan material(pemilihan media dan ukuran merupakan


keputusan penting dalam perencanaan bangunan filter. Tebal tipisnya media akan
menentukan lamanya pengaliran dan daya saring. Media yang terlalu tebal biasanya

mempunyai daya saring yang sangat tinggi,tetapi membutuhkan waktu pengaliran yang
lama)
e.

Tinggi muka air di atas media dan kehilangan tekanan (keadaan tinggi muka air di atas
media berpengaruh terhadap besarnya debit atau laju filtrasi dalam media. Tersedianya
muka air yang cukup tinggi di atas media akan meningkatkan daya tekan air untuk
masuk ke dalam pori. Dengan muka pori yang tinggi akan meningkatnkan laju filtrasi).
(Geankoplis,2003)

Penyaring berfungsi menahan dan menyangga partikel padatan . syarat penyaring yang baik
:
a. secara mekanis kuat
b. tahan korosi ( terhadap cairan yang ditangani )
c. memberikan tahanan yang kecil terhadap aliran ( porosity besar )
(Geankoplis,2003)
Macam- macam filter antara lain:
a. Filter Gravitasi (Gravity Filter)
a.

Merupakan tipe yang paling tua dan sederhana.

b.

Filter ini tersusun atas tangki-tangki yang bagian bawahnya berlubang-lubang dan diisi
dengan pasir-pasir berpori dimana fluida mengalir secara laminer.

c.

Filter ini dugunakan untuk proses fluida dengan kuantitas yang besar dan mengandung
sedikit padatan. Contohnya : pada pemurnian air.

d.

Tangki biasanya terbuat dari kayu, bata atau logam tetapi untuk pengolahan air biasa
digunakan beton. Saluran dibagian bawah yang berlubang mengarah pada filtrat, saluran itu
dilengkapi dengan pintu atau keran agar memungkinkan backwashing dari dasar pasir
untuk menghilangkan padatan-padatan yang terakumulasi. Bagian bawah yang berlubang
tertutup oleh batuan atau kerikil setinggi 1 ft atau lebih untuk menahan pasir. Pasir yang
biasa digunakan dalam pengolahan air sebagai media filter adalah pasir-pasir kuarsa dalam
bentuk yang seragam. Kokas yang dihancurkan biasanya digunakan untuk menyaring asam

sulfur. Batu kapur biasanya digunakan untuk membersihkan cairan organik baik dalam
filtrasi maupun adsorbsi.
(Geankoplis,2003)
Hal yang harus diperhatikan dalam filter gravitasi, bongkahan-bongkahan kasar (batu atau
kerikil) diletakkan bagian atas balok berpori (cake) untuk menahan materi-materi kecil
yang ada di atasnya (pasir,dll). Materi yang berbeda ukurannya harus diletakkan dengan
membentuk lapisan-lapisan sehingga dapat bercampur dan ukuran untuk setiap materi
harusnya sama untuk menyediakan pori-pori dan kemampuan yang maksimal
(Geankoplis,2003).
b. Filter Pelat dan Bingkai
Filter tekanan biasanya tersusun dari pelat-pelat dan bingkai-bingkai. Pada filter ini
pelat-pelat dan bingkai-bingkai disusun secara bergantian dengan filter kain dengan arah
berkebalikan pada tiap pelat. Pemasangannya dilakukan secara bersamaan sebagai
kesatuan gaya mekanik (oleh sekrup / secara hidrolik) (Geankoplis,2003).
Ada beberapa macam tipe bertekanan yang menggunakan pelat dan bingkai. Yang paling
sederhana mempunyai salah satu saluran tunggal mengenali suspensi pada pencucian
dan pembukaan tunggal pada setiap pelat untuk mangalirkan cairan (pada pengiriman
terbuka). Tipe yang lain mempunyai saluran terpisah untuk membedakan suspensi dan
air pencucian tetapi ada juga yang menggunakan saluran terpisah untuk memisahkan
suspensi dan air pencucian (pada pengiriman tertutup). Saluran ini biasanya terdapat di
pojok atau di tengah atau tepat di tengah (Geankoplis,2003).
Umpan suspensi masuk malalui saluran yang terbentuk dari lubang-lubang pada pojok
kanan atas antara pelat dan bingkai. Dari saluran ini, suspensi masuk ke bingkai menuju
ruang di antara pelat-pelat. Tekanan pada suspensi diumpankan pada proses penekanan
untuk menghasilkan filtrat. Filtrat tersebut menuju ruang-ruang diantara kain dan pelat
melalui kain-kain dari kedua sisi pelat ke keluaran yang berupa klep atau menuju saluran

kedua yang dibentuk oleh lubang-lubang pada pojok lain dari pelat dan bingkai dengan
keluaran yang didukung oleh pelat-pelat tidak oleh bingkai. Baik keluaran melalui
saluran atau melalui keran atau klep dan pelat dilubangi atau dibuat dengan filtrat,
memasuki keluaran melalui sisi pelat.
Padatan dalam suspensi berakumulasi dalam kain pada sisi sebaliknya dari pelat-pelat.
Setelah beberapa waktu sebagian kecil ruang diantara pelat tersedia untuk suspensi, dan
umpan dimatikan. Jika cake dicuci, fluida pencuci di dalamnya disalurkan ke dalam
suspensi atau masukan campuran bi balik suspensi, masuk ke cake kurang lebih dari
tengah bingkai, dan lewat menuju pelat pada kedua sisi. Setelah cake dicuci, aliran ini
terhenti, gaya yang menahan pelat dilepaskan, pelat dan bingkai terbuka seketika, dan
cake dihilangkan atau dibuang ke dalam lubang di bawah penekan. Setelah pembuangan
selesai, penekan ditutup lagi dengan memberikan gaya mekanik untuk mengunci pelat
dan bingkai bersamaan, dan sebuah siklus baru filtrasi dimulai (Geankoplis,2003).
Pencucian dapat dikeluarkan terpisah dari filtrat dengan menyediakan kedua keluaran
bawah melalui keran dan sebuah saluran terpisah pada pojok lainnya dari pelat
(Geankoplis,2003).
c. Batch Leaf Filter
Filter daun mirip dengan filter pelat dan bingkai, di bagian dalamnya cake disimpan
pada setiap sisi daun dan filtrat mengalir keluar melalui saluran dari saringan
pembuangan air yang kasar pada daun di antara cake, daun-daun tersebut dibenamkan ke
dalam suspense (Geankoplis,2003).
Filter daun tetap (tipe Sweetland), Filter daun berotasi (tipe Vallez) dimana cake lebih
seragam, Filter Kelly dalam posisi terbuka. Filter tertutup dan kran masukan terbuka
sehingga suspensi dapat masuk ke selongsong dengan udara yang dipindahkan dari
ventilasi ke selongsong atas bagian belakang. Ventilasi dapat tertutup atau dibiarkan
terbuka setelah selongsong penuh. Jika kran dibiarkan terbuka, maka kran akan
membatasi aliran berlebih dan akan mengembalikan umpan yang berlebih ke tangki

pengumpan sehingga dapat memberikan sirkulasi yang lebih baik antara filter daun dan
untuk menjaga partikel-partikel besar dari pengendapan filtrasi dilanjutkan sampai
ketebalan yang diinginkan tercapai atau filtrasi rata-rata turun secara tajam
(Geankoplis,2003).
Umpan didiamkan sebentar, saluran keluaran terbuka kemudian slurry dialirkan.
Tekanan udara rendah dialirkan ke dalam tangki untuk menambahkan solution berlebih.
Adanya perbedaan tekanan akan membantu menjaga cake di dalam melawan filter kain.
Setelah filter kosong, tutup dapat dibersihkan atau dialiri udara berlebih untuk
mengeringkan cake lebih dulu. Untuk kelebihan fluida pencuci dikeringkan pada akhir
pencucian dengan cara sama seperti pada kelebihan slurry and cake dialiri dengan udara.
Tutup dibuka dan cake dibuang bertekanan udara (Geankoplis,2003).
d. Filter Press
Suatu mesin pres bersaringan berisi satu set plat yang didesain untuk menyediakan
serangkaian ruang atau kompartemen yang didalamnya padatan dikumpulkan. Platplat tersebut dilingkupi medium penyaring seperti kanvas. Lumpur dapat mencapai
tiap-tiap kompartemen dengan tekanan tertentu : cairan melalui kanvas dan keluar ke
pipa pembuangan, meninggalkan padatan dibelakangnya. Plat dari suatu mesin pres
bersaringan

dapat

berbentuk

Kebanyakan

kompartemen

persegi atau lingkaran, vertikal atau horizontal.

padatan

dibentuk

dengan

cetakan

plat berbahan

polipropelina. Dalam desain lain, kompertemen tersebut dibentuk di dalam cetakan


plat berbingkai (plate-and-frame press),yang didalamnya terdapat plat persegi panjang
yang pada satu sisi dapat diubah-ubah (Geankoplis,2003).