Anda di halaman 1dari 24

Kegiatan Belajar 1

MENGAMBAR BUKAAN BENDA


1. Tujuan Khusus Pembelajaran

Setelah mengikuti Kegiatan Belajar ini, diharapkan siswa dapat :


Menjelaskan pengertian tentang panjang garis sebenarnya.
Menganalisa panjang garis sebenarnya dari sebuah gambar proyeksi benda
kerja.
Menggambar bukaan suatu benda kerja

2. Uraian Materi

Panjang garis sebenarnya


Jika ada suatu garis AB, terletak sejajar dengan salah satu bidang proyeksi
sehingga panjang garis AB terukur akan sama panjang dengan garis proyeksi
A3B3 pada bidang proyeksi, maka panjang garis AB tersebut dinamakan
panjang garis AB sebenarnya (jika AB = A3B3).

Gambar 1.1

Mencari Panjang garis sebenarnya


Apabila panjang garis AB sebenarnya, terletak tidak sejajar dengan semua
bidang proyeksi (tiga bidang proyeksi utama), maka ketiga proyeksinya adalah
bukan panjang garis AB sebenarnya (AB A1B1 A2B2 A3B3), maka kita
dapatkan sebagai berikut :

Gambar 1.2 Mencari panjang garis AB sebenarnya

Buatlah sumbu proyeksi untuk tiga pandangan utama


Tentukan dan ukur jarak a1 dan a2 atau b1 dan b2 dari titik-titik garis
terhadap sumbu OX, juga c1 dan c2 dari titik-titik garis terhadap sumbu OY.

Buatlah garis bantu yang tegak lurus pada garis-garis benda proyeksi tersebut.

Pindahkan jarak a1 dan a2, atau b1 dan b2, serta c1 dan c2 tersebut ke garis bantu pada
A1B1, A2B2, A3B3, dan tariklah garis-garis pada masing-masing bidang proyeksi tersebut
diatas, sehingga panjang garis AB sebenarnya didapatkan.

Dan kita dapat mengambil salah satu panjang garis AB sebenarnya dari ketiga
pandangan utama tadi.

Jika kita sudah memahami tentang cara mencari panjang garis AB sebenarnya
yang telah kita bahas terdahulu, maka kita dapat menyederhanakan lagi. Cara
mendapatkan panjang garis AB sebenarnya melalui perputaran garis, yaitu
sbb :

Gambar 1.3 Perputaran garis

Menentukan salah satu ujung garis sebagai titik putar, sebagai contoh kita
ambil titik B pada bidang proyeksi ke -2

Putarlah garis tersebut sehingga sejajar dengan salah satu sumbu


proyeksi,dalam hal ini sejajar sumbu OX atau OZ.
dan kemudian proyeksikan pada salah satu bidang proyeksi lainnya
sehingga diperoleh titik A.
dan jika A dihubungkan dengan titik putar B, maka panjang garis AB
adalah panjang garis AB sebenarnya.

Dari kedua cara tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa panjang
garis AB sebenarnya adalah merupakan hasil operasi dari rumus pytagoras
yaitu :
AB =

dimana

(X)2 + (Y)2

: AB = panjang garis AB sebenarnya


X = panjang garis yang diputar sejajar sumbu OX
Y = panjang garis proyeksi terhadap sumbu OY

sehingga jika diketahui dua pandangan utama dari garis-garis yang


dimaksud, maka panjang sebenarnya dari garis tersebut sudah barang tentu
dapat dihitung maupun dilukiskan, sebagai contoh dibawah ini :

Jika Y = 30 dan X = 40

Maka AB =

(X)2 +(Y) 2

(40)2 + (30)2

2500

= 50

Gambar 1.4

Bukaan Silinder Terpancung

Gambar 1.5

Kita tahu bahwa suatu silinder jika kita bentangkan bukaannya, maka panjang
bentangan alasnya adalah sama degan panjang kelilingnya yaitu .D. sehingga
untuk masalah bukaan silinder terpancung kita dapat menggunakan .D.
sebagai panjang bentangan alasnya yang dibagi menjadi beberapa bagian
(dalam hal ini 12 bagian) garis bantu untuk mendapatkan titik-titik potong
sehingga bukaan silinder terpancung dapat digambarkan.
Cara membagi garis dapat kita lakukan seperti pada pelajaran terdahulu.
Cara lain untuk memperoleh panjang bentangan atas silinder ialah dengan cara
mengukur tali busur dari hasil pembagian silinder dengan menggunakan jangka

yang kemudian dipindahkan ke garis alas bentangannya sejumlah pembagian


yang ditentukan. Cara ini dinamakan cara melukis dengan metode pendekatan.
Kita beranggapan bahwa tidak semua dapat dengan mudah menggambar
bukaan suatu benda kerja dapat dibantu penyelesaiannya dengan cara analitis,
sehingga diperlukan suatu metode pendekatan yaitu dengan cara melukis.

Bukaan Kerucut Terpancung

Gambar 1.6

Jika suatu kerucut memiliki alas lingkaran berdiameter d dan panjang


selimutnya R sudut bentangannya adalah , maka keliling bentangan alasnya
adalah .d, sehingga sudut bentangan adalah :

=
o

.d
X 360o

2R

Garis-garis bantu pembagian dapat digambarkan, baik melalui pembagian


sudut ataupun dilukis dengan metode pendekatan, maka titik-titik potong dapat
dipindahkan melalui jangka pada garis-garis bantu tersebut, sehingga dengan
menghubungkan titik-titik potong dengan menggunakan mal lengkung, maka
didapatkan gambar bukaan kerucut terpancung secara lengkap.

Lembar Latihan I
Buatlah gambar bukaan untuk benda-benda kerja dibawah ini pada kertas gambar
dengan skala 1 : 1

1. 2.

30

3. 4.

V5.

6.

7.

8.

9.

10.

Lembar Jawaban 1

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.