Anda di halaman 1dari 10

MODIFIKASI METODE HUNGARIAN UNTUK PENYELESAIAN MASALAH

PENUGASAN
Idris1*, Endang Lily2, Sukamto2
1

Mahasiswa Program S1 Matematika


2
Dosen Jurusan Matematika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau
Kampus Binawidya Pekanbaru (28293), Indonesia
*idrisidr@ymail.com

ABSTRACT
This paper discusses a new method resulting from the Hungarian method
modification to solve an assignment problem. This new method uses one of
the basic properties of determinant to reduced the cost matrix in assignment
problem to obtain the optimal solution. This method can be utilized for
different types of assignment problem with minimize or maximize objective
functions.
Keywords: assignment problem, Hungarian method, linear programming
ABSTRAK
Pada artikel ini dibahas mengenai bagaimana cara menyelesaikan suatu
persoalan penugasan dengan menggunakan metode baru yang dihasilkan dari
modifikasi metode Hungarian. Metode baru ini menggunakan salah satu sifat
dasar determinan matriks untuk mereduksi matriks biaya pada persoalan
penugasan sehingga mendapatkan solusi yang optimal. Metode ini dapat
digunakan untuk berbagai jenis masalah penugasan, baik untuk masalah
minimisasi maupun masalah maksimisasi.
Kata kunci: masalah penugasan, metode Hungarian, program linear.

1. PENDAHULUAN
Masalah penugasan (assigment problem) adalah masalah khusus dari program linear
yang mirip dengan masalah transportasi. Perbedaannya adalah setiap penawaran pada
setiap sumber dan permintaan pada setiap tujuan dibatasi hanya satu unit saja. Untuk
menyelesaikan masalah penugasan ini dapat digunakan metode transportasi, tetapi pada
umumnya diselesaikan dengan menggunakan metode Hungarian.
Pada metode Hungarian diuraikan untuk setiap baris atau kolom pada matriks
biaya dikurangi oleh elemen terkecil pada masing-masing baris atau kolom. Proses ini
dapat dilakukan berulangulang sehingga ditemukan sebuah elemen nol pada setiap
baris dengan kolom yang berbeda. Dalam artikel ini, penulis mengusulkan suatu metode
baru yang terdapat pada artikel yang ditulis oleh Basirzadeh, 2012 [2, h. 2347] yang
berjudul Ones Assignment Method for Solving Assignment Problem. Diharapkan
metode baru ini dapat menjadi alternatif untuk menyelesaikan masalah penugasan.

2. MASALAH PENUGASAN
Masalah penugasan ini muncul pada kasus membuat keputusan siapa dari n operator
yang harus mengoperasikan masing-masing satu mesin dari
unit mesin, sehingga
mendapatkan hasil total biaya masalah penugasan yang optimum.
2.1 Bentuk Masalah Penugasan
Masalah penugasan muncul pada kasus membuat keputusan siapa dari n operator yang
harus mengoperasikan masing-masing satu mesin dari
unit mesin, sehingga
mendapatkan hasil total biaya masalah penugasan yang minimum.

Operator

Mesin
3

c11

c12

c13

2
3

c 21

c 22

c 23

c31

c n1

c32

cn 2

c33

cn3

c1n
c2n
c3n

c nn

Gambar 1. Biaya Penugasan Operator.


Misalkan
0, jika operator i tidak ditugaskan ke mesin j.
=
1, jika operator i ditugaskan ke mesin j.
Selanjutnya permasalahan penugasan pada Gambar 1 dapat dibentuk ke dalam program
linear sebagai berikut [8, h. 226] :

(1)
dengan batasbatas
= 1,

(2)

= 1,

(3)
,

Dengan persamaan (1) menunjukkan menunjukkan fungsi obyektif, persamaan (2)


adalah batasan penawaran dan persamaan (3) adalah kendala permintaan.
2.2 Metode Hungarian
Metode Hungarian dikembangkan oleh seorang ahli matematika berkebangsaan
Hungarian yang bernama D Konig pada tahun 1916 [5, h. 109]. Melalui metode
Hungarian fungsi obyektif dari persoalan penugasan direduksi dengan cara mengurangi
tiap elemen pada masing-masing baris dan kolom dengan elemen tekecil yang ada pada
masing-masing baris dan kolom tersebut untuk mendapatkan solusi optimal pada
persoalan penugasan.

3. MODIFIKASI METODE HUNGARIAN


Metode alternatif ini menggunakan salah satu sifat dasar determinan matriks untuk
mereduksi matriks penugasan. Selanjutnya untuk menguraikan metode tersebut terlebih
dahulu diuraikan beberapa teori matriks yang akan digunakan untuk membentuk sebuah
matriks biaya pada persoalan penugasan.
3.1 Determinan Matriks
Definisi 3.1 [1, h. 77]
Jika matriks
,
, maka didefinisikan minor elemen
ditulis
yaitu determinan matriks
setelah baris ke-i dan kolom ke-j dieleminasi.
Selanjutnya, didefinisikan dengan
adalah kofaktor elemen .
Melalui Definisi 3.1 dapat dibentuk determinan matriks
seperti yang diuraikan pada Definisi 3.2.
Definisi 3.2 [1, h. 79]
Determinan matriks yang berukuran
dapat dihitung dengan mengalikan elemenelemen dalam suatu baris atau kolom dengan kofaktor-kofaktornya dan menambahkan
hasil-hasil kali yang dihasilkan untuk setiap
, maka dapat ditulis sebagai
berikut:
,
( untuk kofaktor sepanjang kolom ke-j )

dan
.
( untuk kofaktor sepanjang baris ke-i )
Proposisi 3.1 [2, h. 2349]
Misalkan adalah matriks
dan
adalah determinan matriks tidak nol. Jika
adalah faktor pada baris ke-i dari , maka
dan

adalah matriks

yang telah dieleminasikan faktor

nya.

Bukti
Misalkan > 0 adalah faktor baris ke-k dari matriks =
dengan
sehingga elemen-elemen baris ke-k adalah
,
, ...,
.
Dengan demikian diperoleh,
=
=
= (
)
,
dengan
= (
) adalah matriks
yang telah
dieleminasi faktor nya.
Selanjutnya, Proposisi 3.1 juga menunjukkan jika
masing-masing
adalah faktor-faktor baris ke-i,
dari matriks , maka
dan
adalah matriks
masing dari baris ke-i,

yang telah dieleminasi faktor


.

masing-

Proposisi 3.2 [ 2, h. 2349]


Misalkan adalah matriks
dan
adalah determinan matriks tidak nol. Jika
adalah faktor pada baris ke-i dari matriks , dan > 0 adalah faktor kolom ke-l
dari matriks . Maka berdasarkan proposisi 3.1 didapat,
dengan
adalah matriks
faktor dari tiap kolomnya.

yang telah dieleminasi faktor

dari tiap barisnya dan

Bukti
Misalkan
= (
) adalah matriks A yang telah
dieleminasi nya, dan > 0 adalah faktor kolom ke-l dari matriks
. Sehingga
elemen-elemen kolom ke-l adalah
,
, ...,
. Dengan
demikian diperoleh,
=
=
= (

)
,

Berdasarkan Proposisi 3.1 diperoleh


adalah matriks yang telah dieleminasi faktor

, sehingga
dan faktor nya.

. Dan

3.2 Modifikasi Metode Hungarian


Di bagian ini diuraikan metode baru untuk mereduksi matriks yang termuat pada
masalah penugasan, sehingga pada fungsi obyektif dicapai nilai optimal. Metode ini
menggunakan salah satu sifat determinan matriks
untuk memperoleh solusi
optimal masalah penugasan.
Pemecahan optimal dari persoalan penugasan pada persamaan (1) tidak berubah
jika pada baris atau kolom matriks biaya dibagi atau dikali dengan sebuah konstanta.
Hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut :
Jika setiap elemen dari baris ke-i dan kolom ke-j masing-masing dibagi dengan
dan
, elemen biaya yang baru menjadi
. Ini menghasilkan fungsi
tujuan yang baru.

dengan
dan
.
maka diperoleh
konstanta. Ini menunjukkan bahwa minimisasi fungsi tujuan
menghasilkan pemecahan yang sama dengan minimisasi .
3.2.1 Masalah Minimum
Jika adalah elemen terkecil dari baris

pada matriks biaya

maka diperoleh hasil reduksinya

dan ditulis

dengan

Jika pada matriks


dengan kolom berbeda
kolom matriks
ditulis,

Dari matriks

dengan

belum ditemukan elemen 1 pada


maka ditentukan elemen terkecil

setiap baris
pada setiap

diperoleh hasil reduksinya,

proses reduksi dapat dilakukan berulangulang sehingga diperoleh nilai total minimum,
yaitu elemen setiap baris dengan kolom berbeda memiliki elemen 1.
3.2.2 Masalah Maksimum
Pada masalah maksimum proses reduksi matriks biaya
sama dengan proses
masalah minimum, tetapi faktor baris dan kolom ditentukan oleh elemen terbesar.

4. CONTOH PERSOALAN PENUGASAN


Sebuah perusahaan memiliki lima orang karyawan yaitu
, dan yang akan
mengerjakan lima jenis pekerjaan yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5. Adapun biaya keuntungan
karyawan mengerjakan pekerjaan ke-j dimana
disajikan dalam bentuk
matriks biaya penugasan sebagai berikut:

Tentukan produk apa yang harus dijual tiap karyawan agar diperoleh keuntungan
maksimum.
Penyelesaian :
Langkah 1.
Tentukan elemen terbesar pada masing-masing baris, dan tuliskan di kanan matriks
tersebut.
maks

Langkah 2.
Kemudian bagi tiap elemen pada masing-masing baris dengan elemen yang bernilai
paling besar pada baris tersebut. Sehingga didapat

karena belum terdapat elemen 1 pada tiap baris dengan kolom berbeda, maka
lanjutkan le langkah selanjutnya.
Langkah 3.
Tentukan elemen terbesar pada masing-masing kolom dan tuliskan di bawah matriks
tersebut.

Langkah 4.
Kemudian bagi tiap elemen pada masing-masing kolom dengan elemen yang
bernilai paling besar pada kolom tersebut. Sehingga didapat

selanjutnya, periksa apakah telah terdapat elemen 1 pada masing-masing baris


dengan kolom yang berbeda.

Karena belum ditemukan elemen 1 pada tiap baris dengan kolom yang berbeda,
maka lanjutkan ke langkah selanjutnya.
Langkah 5.
Tarik beberapa garis yang melewati tiap elemen 1. Namun jumlah garis yang
terbentuk harus seminimal mungkin.

Kemudian pilih elemen yang bernilai paling besar yang tidak terlewati oleh garis,
dalam persoalan ini adalah 0.83. Lalu gunakan nilai tersebut untuk membagi semua
nilai yang berada pada kolom yang sama dengan elemen yang memiliki nilai paling
besar tersebut, pada persoalan ini yaitu kolom ketiga. Sehingga menjadi

langkah selanjutnya adalah periksa apakah sudah terdapat elemen 1 pada masingmasing baris dengan kolom yang berbeda.

Karena telah ditemukan elemen 1 pada masing-masing baris dengan kolom yang
berbeda, maka hasil optimalnya telah didapat, yaitu :
mengerjakan pekerjaan 3
mengerjakan pekerjaan 5
mengerjakan pekerjaan 4
mengerjakan pekerjaan 2
mengerjakan pekerjaan 1.
Dengan keuntungan maksimumnya adalah 10 + 5 + 14 + 14 + 17 = 50
5. KESIMPULAN
Modifikasi metode Hungarian menghasilkan sebuah metode baru yang menggunakan
salah satu sifat dasar determinan matriks untuk mereduksi matriks penugasan guna
mendapatkan hasil yang optimal. Metode baru ini dapat dijadikan sebagai alternatif
untuk menyelesaikan berbagai jenis persoalan penugasan, baik untuk masalah
minimisasi maupun masalah maksimisasi. Perbedaan antara metode baru ini dan metode
Hungarian adalah nilai optimal pada masing-masing matriks penugasannya ditunjukkan
oleh elemen satu dan nol, namun kedua metode ini tetap memiliki solusi optimal yang
sama.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Anton, H. 1987. Aljabar Linier Elementer. Terj. dari Elementary Linear Algebra,
Fifth Edition, oleh Silaban, P & Susila, I.N. Penerbit Erlangga, Jakarta.
[2] Bazirzadeh, H. 2012. Ones Assignment Method for Solving Assignment
Problems, Journal Applied Mathematical Science, 47, 2345-2355.
[3] Dimyati, T. T. & Ahmad D. 1992. Operations Research : Model-model
Pengambilan Keputusan. Sinar Baru Algensindo, Bandung.
[4] Gamal, M. D. H. 2007. Program Linear dan Integer.
Penerbit Pusat
Pengembangan Pendidikan Universitas Riau, Pekanbaru.

[5] Subagyo, P., A. Marwan, & T. H. Handoko, 1985. Dasar-Dasar Operations


Research. PT BPFE, Yogyakarta.
[6] Supranto, J. 1988. Linier Programming Edisi Kedua. Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, Jakarta.
[7] Supranto, J. 1988. Riset Operasi: Untuk Pengambilan Keputusan. Penerbit
Universitas Indonesia, Jakarta.
[8] Taha, H. A. 2007. Riset Operasi, Suatu Pengantar Edisi Kelima: Jilid 1. Terj.
dari Operations Research, an introduction, 5th Ed, oleh Wirajaya, D. Penerbit
Binarupa Aksara, Jakarta.

10