Anda di halaman 1dari 15

Apa Itu Core Banking System?

0
By admin on December 10, 2014 Aplikasi
Istilah Core Banking System digunakan untuk menggambarkan berbagai layanan yang
ditawarkan oleh sistem perbankan kepada para pelanggan dan ini dilakukan oleh seluruh
kantor cabang perbankan . Fasilitas ini memungkinkan bank untuk mendapatkan transfer
dana mereka dan transaksi lainnya ke kantor-kantor cabang lain dalam cara yang sangat
mudah dan cepat. Sekarang, dengan adanya sistem, tidak perlu lagi untuk mendapatkan
deposit dan penarikan uang tunai di cabang yang sama. Anda bisa deposit dari cabang
manapun dan mendapatkannya penarikan dengan mudah dari cabang lainnya.
Fasilitas perbankan inti ini telah dikembangkan beberapa tahun yang lalu dan telah
mengakibatkan perubahan yang luar biasa di struktur sistem perbankan. Hal ini memberi
kebebasan pilihan untuk pelanggan dalam melakukan transaksi hingg selesai dengan caranya
sendiri, dengan demikian orang tidak perlu repot lagi untuk berhubungan langsung kepada
siapa pun ketika membutuhkan layanan. Ada berbagai fasilitas oleh solusi sistem perbankan
inti dan sebagian besar yang ditawarkan dijelaskan sebagai berikut:
Automatic teller machine atau ATM
Dana elektronik
Transfer
Tele-banking
Internet banking
Cabang kliring fasilitas perbankan cabang
Sistem perbankan inti telah membawa ledakan dramatis dalam jam kerja manusia normal.
Ketika mencoba fitur pada internet banking, tidak hanya menghemat waktu berharga bagi
banyak orang, tetapi juga memberikan kemudahan untuk bekerja sesuai Timing nya. Selain
itu, inter branch reconciliation juga telah terbukti lebih cepat dan akurat. Pengenalan produk
baru dan database dalam berbagai perbankan kantor cabang juga mendapat kemudahan lebih
dan sederhana bahwa cabang baru sekarang jauh lebih akurat.
Kemajuan teknologi yang deras, sangat besar dampaknya terhadap sistem perbankan dengan
memiliki solusi lebih banyak, cepat memberikan lebih lega. Fungsi Core Banking
System seperti pemeliharaan passbook, perhitungan bunga dan berbagai buku lainnya yang
menjaga catatan tetap mengesampingkan sebagai mereka dapat dilakukan secara akurat dan
dalam waktu singkat.

http://eradigital.web.id/aplikasi/apa-itu-core-banking-system/

Anjar Priandoyo

Mengenal aplikasi Core Banking System (CBS)


with 36 comments
Aplikasi Core Banking System (CBS) adalah aplikasi inti yang merupakan jantung dari
sistem perbankan. Core Banking ini digunakan untuk memproses loan, saving, customer
information file hingga berbagai layanan perbankan lainnya. Kalau dibandingkan dengan
industri lain, aplikasi Core Banking ini mirip dengan Billing Systemnya perusahaan
Telekomunikasi, atau ERP-nya perusahaan manufaktur. Namun agak sedikit berbeda
dibandingkan dua industri tadi, Core Banking pada industri perbankan sangatlah beragam
mulai dari yang in house development, local vendor hingga yang dikerjakan vendor asing.
Untuk industri Manufaktur misalnya, SAP R/3 merupakan aplikasi yang paling populer,
kemudian disusul oleh Oracle Financial dan aplikasi-aplikasi lain. Sementara di industri
Telekomunikasi, Geneva dan Amdocs merupakan aplikasi yang paling banyak dipakai di
dunia. Perkembangan aplikasi yang sangat heterogen ini dipicu oleh dua hal:
1. Jumlah bank yang sangat banyak (Indonesia saja ada 125 bank)
2. Skala bank yang sangat beragam (100rb nasabah hingga 30juta nasabah)
Vendor Core Banking
Lalu siapa saja pemain dalam industri Core Banking System ini? Untuk ini kita akan
mengacu pada Gartner Magic Quadrant untuk Core Banking System, yang kebetulan punya
client di Indonesia antara lain:
Fiserv Signature: Danamon, Panin
Temenos Group T24: Syariah BRI, Syariah Mandiri
Mysis Bankmaster: BII, BTPN, NISP
Silverlake: Mandiri, BRI, BTN, Bumiputera, Syariah Mega, OCBC NISP, Maybank
Diluar itu masih banyak pemain raksasa yang sayangnya belum memiliki client di Indonesia
seperti Oracle Flexcube (nih oracle belanja-belanja terus) dan SAP.
Untuk pemain lokal antara lain:
Sigma Alphabits: Bank Jateng
Multipolar BankVision/Vision Sharia: Bank Lippo, Bank Akita, Bank Sumsel, Bank
Papua, BPD Aceh
Mitra Integrasi Komputindo (MIK)
Collega Inti Pratama Olib Syariah
Praweda Ciptakarsa Informatika
Prima Solusi Sistem (PSS)
Jati Piranti Solusindo
Formis Solusi Indonesia
Abhimata Persada
Binusatika

Peta persaingan antara Conventional Core Banking vs Sharia Core Banking cukup menarik
untuk dicermati, karena tidak semua yang handal di Conventional bisa juga sukses di pasar
Sharia Core Banking.
Kriteria memilih vendor core banking
Referensi:
https://priandoyo.wordpress.com/2007/05/28/siapakah-pemenang-tender-it-bank-btn-syariahperiode-mei-2007/
http://www.sap.com/industries/banking/pdf/Gartner_Magic_Quadrant_2008.pdf
http://www.gartner.com/DisplayDocument?id=638642
https://priandoyo.wordpress.com/2009/12/23/mengenal-aplikasi-core-bankingsystem-cbs/

Core Banking merupakan salah satu elemen vital penyusun teknologi informasi di Bank.
Core Banking adalah jantung dari sebuah Bank.
Di dalam core banking tersimpan data nasabah dan rekening mereka serta semua transaksi
sejak nasabah membuka rekening di bank sampai menutupnya.
Core Banking umumnya diasosikan dengan retail banking. Fungsi core banking yang paling
mendasar adalah melayani nasabah untuk kebutuhan funding, lending dan deposit uang.
Fungsi lain core banking adalah merekam semua transaksi yang terjadi dalam rekening
nasabah baik itu berupa tabungan, loan, kpr, maupun transaksi pembayaran.
Akses ke core banking dapat dilalukan melelui banyak channel seperti Teller (Cabang), ATM,
Internet Banking, Mobile Banking dan lainnya.
Pada masa ini akses ke core banking sudah dilakukan secara real time melalui proses online.
Hal ini didukung oleh kemajuan teknologi komputer dan komunikasi yang memungkinkan
informasi untuk dibagikan antar cabang secara cepat dan efisien. Beberapa dekade yang lalu
biasanya membutuhkan waktu paling sedikit satu hari untuk melihat transaksi dalam rekening
karena setiap cabag bank memiliki server sendiri dan data baru dapat diperbaharui melalui
proses Akhir Hari (EoD -End of Day) yang mengirimkan data cabang dalam bentuk batch ke
data center.
Core Banking mungkin juga merupakan singkatan dari "centralized online real-time
electronic banking" - hal ini berarti bahwa semua cabang bank tersebut akan mengakses
aplikasi ini dari datacenter yang terpusat. Ini artinya transaksi yang terjadi langsung di-update
ke server bank dan setiap nasabah bisa melakukan transaksi dari cabang manapun di seluruh
dunia. Dengan kemajuan di sisi retail ini maka nasabah korporasi sangat diuntungkan dan
bank dapat menyediakan solusi-solusi bank yang komprehensif untuk nasabah korporasi.

Gartner mendefinisikan sebuah Core Banking System sebagai sebuah sistem back-end yang
memproses transaksi bank setiap hari, dan melakukan update ke rekening serta data keuangan
lainnya.
CORE BANKING DI INDONESIA

Berdasarkan model kepemilikannya (dari perspektif bank) maka solusi core banking di
Indonesia dapat dibagi menjadi 2:
1. Beli putus / License
2. Sewa / Outsourcing
1. Beli putus / License
Solusi Core Banking yang ada di Indonesia dengan skema beli putus / license adalah:
a. Silverlake
b. TCS-Bancs
c. FIS Systematic
d. BankVision
e. Oracle Flexcube
f. Temenos T24
g. FIS IBS
h. Mysis Equation
2. Sewa / Outsourcing
Solusi Core Banking yang ada di Indonesia dengan skema sewa / outsourcing adalah:
a. Alphabits dari TelkomSigma (www.telkomsigma.co.id)
b. Olibs dari Collega (www.collega.co.id)
c. Temenos T24 dari Fortress (www.fds.co.id)
d. FIS Profile dari Fortius (www.fortius-si.co.id)
e. BankVision dari Visionet (www.visionet.co.id)

Sumber Berita: http://www.teknologibank.com/berita-solusi-core-banking-diindonesia.html#ixzz3m50283B7


Core banking
Core Banking biasanya didefinisikan sebagai usaha yang dilakukan oleh lembaga
perbankan dengan pelanggan ritel dan bisnis kecil. Banyak bank memperlakukan
nasabah ritel sebagai nasabah perbankan inti mereka, dan memiliki baris
terpisah dari bisnis untuk mengelola usaha kecil. Bisnis yang lebih besar dikelola
melalui divisi perbankan korporasi lembaga. Core banking pada dasarnya adalah
deposito dan pinjaman uang.
Saat ini, sebagian besar bank menggunakan aplikasi core banking untuk
mendukung operasi mereka di mana CORE singkatan "lingkungan terpusat online
real-time". Ini pada dasarnya berarti bahwa semua cabang bank mengakses
aplikasi dari pusat data terpusat. Ini berarti bahwa deposit yang tercermin

langsung pada server bank dan nasabah dapat menarik uang disimpan dari salah
satu cabang bank di seluruh dunia. Aplikasi ini sekarang juga memiliki
kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan korporat, menyediakan
solusi perbankan yang komprehensif.
Beberapa dekade yang lalu itu digunakan untuk mengambil setidaknya satu hari
untuk transaksi untuk mencerminkan dalam account karena setiap cabang
memiliki server lokal mereka, dan data dari server di setiap cabang dikirim
dalam batch ke server di datacenter hanya pada akhir hari (EOD).
Fungsi inti normal perbankan akan meliputi deposito, pinjaman, hipotek dan
pembayaran. Bank membuat layanan yang tersedia di beberapa saluran seperti
ATM, internet banking, dan cabang.
Solusi core banking
Inti solusi perbankan jargon baru yang sering digunakan di kalangan perbankan.
Kemajuan teknologi, terutama internet dan teknologi informasi telah
menyebabkan cara-cara baru melakukan bisnis di bidang perbankan. Teknologi
ini telah mengurangi waktu, bekerja secara bersamaan pada berbagai masalah
dan meningkatkan efisiensi. Platform di mana teknologi komunikasi dan
teknologi informasi digabung untuk memenuhi kebutuhan inti perbankan dikenal
sebagai solusi core banking. Di sini, perangkat lunak komputer yang
dikembangkan untuk melakukan operasi inti perbankan seperti pencatatan
transaksi, pemeliharaan buku tabungan, perhitungan bunga pinjaman dan
deposito, data pelanggan, neraca pembayaran dan penarikan. Perangkat lunak
ini dipasang di berbagai cabang bank dan kemudian saling melalui jalur
komunikasi seperti telepon, satelit, internet dll Hal ini memungkinkan pengguna
(pelanggan) untuk mengoperasikan rekening dari cabang apapun jika telah
terinstal solusi core banking. Platform baru ini telah mengubah cara bank
bekerja.
Gartner mendefinisikan sistem core banking sebagai sistem back-end yang
memproses transaksi perbankan sehari-hari, dan update posting ke rekening dan
catatan keuangan lainnya. Inti sistem perbankan biasanya meliputi kemampuan
deposito, pinjaman dan kredit pengolahan, dengan interface untuk sistem buku
besar dan alat pelaporan. Pengeluaran Strategis pada sistem ini didasarkan pada
kombinasi dari arsitektur berorientasi layanan dan teknologi pendukung yang
menciptakan extensible, arsitektur tangkas

Ini adalah perangkat lunak yang sebagian besar pada - diinstal terutama
komputer performa tinggi atau jaringan komputer dan manajemen aktual dan
pengolahan data dilakukan - sekali. Sebagai platform untuk sistem core banking,
yang sering termasuk banyak Cobol atau kode assembly, umumnya masih
sistem mainframe dengan sistem operasi warisan seperti z / OS atau BS2000
untuk digunakan.
Sistem perbankan inti yang diperlukan untuk menangani secara elektronik
proses inti khas seperti pengelolaan tabungan, pinjaman atau giro. Operasi ini
mirip pada prinsipnya untuk perangkat lunak pengolahan data lainnya: Ada data
dari pelanggan, mitra, dll diproses untuk spesifik, pra-didefinisikan aturan, dalam
hal proses bisnis yang lengkap dijalankan (misalnya, persetujuan kredit dari
mendeteksi data pelanggan pertama pada kredit mencetak up untuk generasi
kontrak, perhitungan bunga dan menciptakan laporan rekening dan statistik).
Contoh dari sistem perbankan inti solusi perangkat lunak OSPlus seperti, Avaloq
Perbankan Sistem, bank21 dari GAD eG, bancos, COR.FJA Perbankan Suite
(Corbas), Finnova, Paket Perbankan Internasional, Oracle Flexcube Banking
Solutions Flexcube Core Banking - FCB Flexcube Langsung Perbankan - FDB,

LULUS Core Banking Suite PASS Banking Solutions GmbH, bancos dari T24
software GH Bank Temenos Group, setuju pada Fiducia IT, Kordoba CORE24,
Legando, produk SAP Pinjaman Manajemen atau TAMBAS + / TIPAS + CPB
SOFTWARE AG.
https://de.wikipedia.org/wiki/Core_Banking_System

A core banking system is the software used to support a banks most common transactions.
Elements of core banking include:

Making and servicing loans.

Opening new accounts.

Processing cash deposits and withdrawals.

Processing payments and cheques.

Calculating interest.

Customer relationship management (CRM) activities.

Managing customer accounts.

Establishing criteria for minimum balances, interest rates, number of


withdrawals allowed and so on.

Establishing interest rates.

Maintaining records for all the banks transactions.

Core banking functions differ depending on the specific type of bank. Retail banking, for
example, is geared towards individual customers; wholesale banking is business conducted
between banks; and securities trading involves the buying and selling of stocks, shares and so
on. Core banking systems are often specialized for a particular type of banking. Products that
are designed to deal with multiple types of core banking functions are sometimes referred to
as universal banking systems.
Examples of core banking products include Infosys Finacle, Nucleus FinnOne and Oracle's
Flexcube application (from their acquisition of Indian IT vendor i-flex).

See also: customer data integration, business process management (BPM), service-oriented
architecture (SOA)
Related glossary terms: mobile number portability (MNP) , WNS Global
Services (WNS Holdings), Aakash tablet computer, BOO project (build, own,
operate project), Allied Digital Services Ltd, Firstsource Solutions, Tata
Consultancy Services (TCS), Wipro Technologies (Wipro Limited), IBM Daksh (IBM
Global Process Services), BOOT (build, own, operate and transfer)
This was last updated in April 2011
Sebuah sistem core banking adalah software yang digunakan untuk mendukung
transaksi yang paling umum bank.
Elemen core banking meliputi:
Membuat dan melayani pinjaman.
Membuka rekening baru.
Pengolahan deposito tunai dan penarikan.
Memproses pembayaran dan cek.
Menghitung bunga.
Manajemen hubungan pelanggan kegiatan (CRM).
Mengelola account pelanggan.
Menetapkan kriteria untuk saldo minimum, suku bunga, jumlah penarikan
diperbolehkan dan sebagainya.
Menetapkan tingkat suku bunga.
Menjaga catatan untuk semua transaksi bank.
Fungsi core banking berbeda tergantung pada jenis spesifik bank. Ritel

perbankan, misalnya, diarahkan nasabah perorangan; grosir perbankan adalah


bisnis yang dilakukan antara bank; dan perdagangan efek melibatkan pembelian
dan penjualan saham, saham dan sebagainya. Sistem core banking sering
khusus untuk jenis tertentu dari perbankan. Produk yang dirancang untuk
menangani beberapa jenis fungsi perbankan inti kadang-kadang disebut sistem
perbankan secara universal.
Contoh produk perbankan inti meliputi Infosys 'Finacle, Nucleus FinnOne dan
aplikasi Flexcube Oracle (dari akuisisi mereka vendor IT India i-flex).

Lihat juga: integrasi data pelanggan, manajemen proses bisnis (BPM), arsitektur
berorientasi layanan (SOA)
Terkait hal glossary: nomor ponsel portabilitas (MNP), WNS Global Services (WNS
Holdings), Aakash tablet komputer, proyek BOO (membangun, memiliki,
mengoperasikan proyek), Sekutu Jasa Digital Ltd, Firstsource Solusi, Tata
Consultancy Services (TCS), Wipro teknologi (Wipro Terbatas), IBM Daksh (IBM
Global Process Services), BOOT (membangun, memiliki, mengoperasikan dan
transfer)
Ini terakhir diperbarui pada April 2011

Ketika berusia sistem warisan perbankan 40 tahun memenuhi iPhone berusia dua
bulan 6, hasilnya tidak cukup.
Sistem Bank dibangun pada mainframe dan dirancang untuk memproses

transaksi semalam, dalam batch. Smartphone ingin beroperasi secara real-time,


kecuali ada sesuatu yang lebih cepat. Pelanggan tidak suka melihat saldo satu
rekening di bank, lain di ATM, mungkin secara online ketiga dan keempat di
ponsel. (Masalahnya diperparah di AS dengan sistem pembayaran yang juga
beroperasi di batch dan sering memakan waktu 3 sampai 5 hari untuk
memberikan pembayaran akhir.)
Mengganti sistem inti telah menghasilkan analogi klise - paling sering
membandingkannya dengan mengubah mesin pada jet selama penerbangan.
Jadi itu mungkin tidak mengherankan bahwa pernyataan oleh Celent bahwa ini
adalah tahun penggantian core banking, yang diterbitkan pada tahun 2003,
terlihat sedikit, baik, aneh.
Di AS, BBVA telah menerapkan Accenture Alnova dan baru-baru pilihan Keuangan
telah menggantikan sistem inti dengan sistem Infosys Finacle. TCS sedang
berlangsung, tetapi dalam tahap sangat awal, di Zions Bank, dan itu saja.
Mereka analogi tentang mesin jet, mengganti ban pada mobil balap dan operasi
jantung memiliki efek sebagai CIO, CEO, dan CTO dibandingkan umur proyeksi
sistem warisan mereka untuk tanggal pensiun mereka dan sebagian besar
memilih untuk mengatasi.
"Makna dan efek jangka mencapai pembaharuan solusi core banking, dan masa
jabatan yang relatif singkat CIO Bank, yang memaksa keputusan pengganti inti
ini ke dalam lap dari para pemimpin bisnis dan anggota ruang rapat," kata
Gartner dalam laporannya. "Permainan ini berubah, dan tidak semua orang
nyaman dengan peran baru nya, atau mungkin cukup luas untuk mengajukan
pertanyaan yang tepat untuk menghindari membuat pilihan yang buruk."

http://www.forbes.com/sites/tomgroenfeldt/2014/11/26/core-banking-systemsgartner-says-the-debate-has-shifted/
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, pengembangan sistem
perbankan di Indonesia dilakukan dalam kerangka dual-banking system atau
sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API),
untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada
masyarakat Indonesia. Secara bersama-sama, sistem perbankan syariah dan
perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat
secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektorsektor perekonomian nasional. Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang
No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008,
maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki
landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara
lebih cepat lagi. Dengan progres perkembangannya yang impresif, yang
mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih dari 65% pertahun dalam lima tahun
terakhir, maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung

perekonomian nasional akan semakin signifikan. Menurut Direktur Utama Bank


Muamalat, Arviyan Arifin yang diwawancarai langsung oleh pihak vivanews, bank
konvensional tumbuh 18 persen, sedangkan syariah tumbuh 30 hingga 36
persen.Pertumbuhannya agresif jika dibandingkan dengan konvensional. Ini
mencerminkan pasarnya masih besar. Milyaran rupiah per tahun dibelanjakan
oleh perusahaan-perusahaan dalam kelompok finance dan banking untuk
keperluan informasi dan komunikasi. Perusahaan dalam kelompok ini antara lain
adalah perbankan, asuransi, dan lembaga-lembaga keuangan lainnya seperti
BPR, leasing company, dll. Industri perbankan, asuransi dan jasa-jasa keuangan
lain adalah industri yang tidak dapat dipisahkan dari dunia informasi dan
komunikasi. Efisiensi, efektifitias, kecepatan, dan keakuratan proses bisnis
merupakan kunci pokok daya saing dalam industri finance and banking. Kunci
pokok tersebut hanya dapat dicapai melalui pemanfaatan secara tepat teknologi
informasi dan komunikasi untuk mendukung seluruh bisnis proses yang berlaku
di perusahaan. Tak sedikit orang awam yang beranggapan bisnis perbankan
syariah pada dasarnya tak banyak beda dari bisnis perbankan biasa. Ringkasnya,
itu cuma bisnis perbankan umum plus aturan main berbasis syariah, misalnya
dalam hal akad (perjanjian) transaksi. Karena itu, sistem pendukungnya
terutama sistem teknologi informasi (TI) juga mereka perkirakan tak banyak
berbeda dibandingkan dengan sistem di perbankan umum. Namun, pelaku di
bisnis perbankan syariah tak setuju dengan anggapan demikian. Salah satunya
Roosita Abdullah, Kepala Divisi TI Bank Syariah Mandiri (BSM). Sistem
perbankan syariah mesti spesifik, ujarnya. Alasannya, jenis produk dan
layanannya berbeda dari perbankan konvensional. Selain itu, sistem ini akan
terkait dengan model bisnis dan model transaksinya yang berbasis syariah. Mulai
dari tata cara transaksi, akad, perhitungan bisnis, hingga pembukuannya. Karena
itu, menurut Rosi, membangun sistem TI syariah tidak cukup dengan melakukan
tambal sulam ataupun modifikasi dari sistem TI bank konvensional. Jadi, sistem
TI syariah seharusnya merupakan hasil dari proses re-engineering TI yang
dimulai dari inti bisnisnya, ia berujar. Untuk memenuhi kebutuhan pasar ini
maka kini para profesional TI berlomba-lomba untuk mengembangkan software
yang mampu memberikan value dan benefit yang signifikan bagi customernya.
1.2 Rumusan Masalah Dalam makalah yang berjudul Arium Sharia Core Banking
berisi beberapa rumusan masalah yang akan dijelaskan dalam pembahasan bab
berikutnya, rumusan masalah tersebut adalah: 1. Siapa yang mengembangkan
software Arium Sharia Core Banking? 2. Seperti apa layanan dari software Arium
Sharia Core Banking? 1.3 Tujuan Dari pemaparan rumusan masalah di atas maka
tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan perusahaan yang
mengembangkan software Arium Sharia Core Banking dan bentuk layanan dari
software Arium Sharia Core Banking. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Profil
Perusahaan PT Sigma Cipta Caraka (SIGMA) merupakan perusahaan penyedia
layanan pendukung bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi terdepan
yang sudah berkiprah lebih dari 20 tahun di Indonesia. SIGMA menawarkan
layanan berbasis IT yang bervariasi, mulai dari layanan konsultan, produk
software, aplikasi, layanan pengembangan software serta operasi pusat data di
perbankan (baik yang berbasis konvensional maupun sharia), sector keuangan,
telekomunikasi, manufaktur serta distribusi. SIGMA memiliki komitmen untuk

memberikan manfaat teknologi pada sektor bisnis dan perusahaan-perusahaan


yang membutuhkan solusi IT untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan
organisasi perusahaan mereka. SIGMA telah menjadi perusahaan pemrakarsa
dalam pengembangan IT serta penyedia layanan operasional dan maintance
bagi berbagai macam jenis industri baik didalam maupun luar
negeri.Telkomsigma sebagai market leader IT services di sektor Finance and
Banking, menguasai 33% pangsa pasar dan akan tumbuh seiring dengan adanya
regulasi Bank Indonesia yang mewajibkan bank yang beroperasi di Indonesia
untuk memiliki Data Center dan Disaster Recovery Center di Indonesia. Peluang
bisnis ini di respon Telkomsigma dengan menambah investasi pembangunan
data center. Performansi bisnis meningkat ditunjukkan dengan porsi pendapatan
recurring sebesar 45% terhadap total pendapatan. Portofolio yang dikelola yaitu
Software Development, IT Managed Services dan System Integration. Portofolio
ini fokus pada solusi-solusi di industri IT terutama di sektor telekomunikasi dan
finance (banking, multifinance). Produk unggulannya adalah Data Center dan
Disaster Recovery Center (DRC) yang banyak digunakan oleh perbankan dan
lembaga keuangan. Keunggulan lainnya adalah Solusi Satu untuk bank dan BPR
melalui penyediaan layanan Cloud Computing (Software as a Service (SaaS) &
Software as a Platform (SaaP). Pada tahun 2010, Telkomsigma melakukan
transformasi bisnis terutama produk dan layanan baru yang kompetitif yaitu
Arium Shariah, Arium Core Finance, dan Cloud Computing. 2.1.1 Produk dan
Layanan Portofolio Software Development terutama menawarkan layanan
aplikasi perbankan yaitu Arium dengan produknya antara lain Arium Core
Finance, Arium Consumer Asset Management (CAMS), Arium Loan Origination,
Arium Shariah, dan Arium Core Conventional. Di samping itu, Telkomsigma
sebagai Oracle Service Partner menawarkan jasa konsultasi implementasi sistem
Oracle. Portofolio IT Managed Services dengan layanan IT Operation &
Management (ITOM) dan DRC, antara lain e-Transaction, HIMBARA, Network
Managed Services dan Satu. Portofolio System Integration difokuskan untuk
pasar institusi-institusi pemerintahan dengan menawarkan layanan Managed
Services. Pada tahun 2010, pelanggan Telkomsigma untuk layanan Managed
Services bertumbuh sebesar 21%, atau menjadi 298 pelanggan dari 246
pelanggan di tahun sebelumnya. 2.1.2 Alat Produksi Telkomsigma memiliki dua
data center yaitu di German Center, Serpong dan Surabaya yang utilisasinya
bertumbuh 65% dari tahun lalu. Switching e-Transaction digunakan untuk
melayani Himbara. Platform Satu melayani 300 outlets dari 52 BPR pelanggan
SIGMA. Balicamp yang digunakan untuk Software Development dengan 308
orang software developer. 2.2 Arium Sharia Industri keuangan harus fleksibel
dalam menghadapi tuntutan lingkungan bisnis. Pengalaman kami sebagai mitra
setia industri yaitu ketika bisnis berkembang maka akan semakin terbuka
berbagai tantangan, salah satunya adalah peraturan Bank Indonesia yang
kaku.Kini Bank harus memenuhi praktek perbankan secara umum dan ditambah
dengan aturan syariah islam karena permintaan nasabah terhadap produkproduk syariah meningkat. Namun, hal ini membuat bank perlu menyesuaikan
sistem dan prosedur administrasi dengan peraturan yang diterapkan.
Telkomsigma menyediakan Arium Sharia Core Banking, yang merupakan
generasi baru dari Aplikasi Perbankan Islam dibangun di atas platform terbuka

dan teknologi yang terbuka. Solusi perbankan modern berfungsi sebagai bagian
dari Ekosistem Arium yang menggunakan Service Oriented Architecture (SOA),
yang memungkinkan integrasi yang mudah dengan sistem yang ada. Ini akan
mengatasi berbagai masalah di sektor keuangan dengan nyaman, cara yang
akurat dan cepat sambil membantu untuk memastikan kepatuhan Syariah
customer. Beberapa modul dalam Arium Sharia Core Banking telah diaktifkan
SOA, yang dapat diakses oleh sistem lain dari platform sama atau berbeda.
Solusinya adalah didukung dengan teknologi J2EE yang membantu mengatur
koneksi ke database dan sesi penyatuan. Paket modul termasuk transaksi
keuangan dan modul penyelidikan. Aplikasi Arium Sharia Core Banking
menawarkan banyak manfaat termasuk pengembangan dan pemeliharaan
aplikasi lebih mudah karena menggunakan teknologi yang terbuka menggunakan
pendekatan multitier. Ini terdiri dari beberapa lapisan yaitu pendekatan,
pengawasan, model, dan database. 2.2.1 Layanan Umum Dukungan 24 / 7
operasional perbankan Mendukung untuk berbagai mata uang Multi bahasa,
Multi Delivery Channel Memungkinkan proses persetujuan, menimpa, dan limit
Nilai transaksi dapat diatur Tersedianya Audit Trail Report and Information
logging Fleksibilitas dan cepat menciptakan produk baru 2.3 Arium Loan
Origination Aliran proses pinjaman dalam sebuah lembaga keuangan dapat
memakan waktu sangat panjang. Beberapa perusahaan menginstal aplikasi yang
sampai batas tertentu tidak dapat dikategorikan sebagai investasi ekonomi,
karena kebutuhan infrastruktur yang baik, staf yang terlatih, dan pemeliharaan
berkelanjutan. Bagi perusahaan, upaya ini merupakan biaya untuk membayar
pemenuhan kepuasan pelanggan. Arium Loan Origination adalah berbasis web
alur kerja sistem aplikasi yang cocok untuk menjamin kelancaran Originasi
Pinjaman. Otomatisasi proses didukung oleh platform teknologi Java J2EE dan
multitier arsitektur yang akan mengakomodasi pengolahan kredit pelanggan
atau permohonan kartu kredit dengan cara jauh lebih efisien. Paket Arium Loan
Origination terdiri dari aliran proses bisnis, aturan bisnis, antar pengguna, dan
sistem database untuk setiap tugas originasi pinjaman. Teknologi yang
digunakan dalam aplikasi Arium Loan Origination menjamin penghematan biaya
dan fleksibilitas seluruh platform workstation dan server. Ini juga menjamin
pengiriman cepat dengan dilengkapi Aplikasi Efisiensi Bandwidth. Dengan
internet sebagai media, pelanggan juga dapat mengakses status aplikasi dan
bahkan memberikan umpan balik. 2.4 Arium CAMS Fakta bahwa Indonesia
mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi dan pengembangan yang luas telah
mendorong pertumbuhan pasar keuangan grosir. Pinjaman konsumen meningkat,
khususnya kredit sepeda motor, mobil dan barang putih, meninggalkan ruang
yang cukup bagi perusahaan pembiayaan untuk memperluas penyaluran kredit
mereka. Bisnis pembiayaan konsumen sangat diatur oleh Bank Indonesia,
sehingga bank atau perusahaan-perusahaan pembiayaan membutuhkan inovasi
sistem administrasi mereka sesuai dengan peraturan bank sentral. Tantangan ini
ditransfer ke kenaikan dana investasi. Untuk mengatasi masalah di sektor
keuangan grosir, Telkomsigma dalam dua tahun terakhir telah mengembangkan
solusi teknologi yang disebutnya Consumer Asset Management System (CAMS).
Solusi untuk memfasilitasi bank-bank agar dapat membeli dan mengelola
portofolio pinjaman dari perusahaan pembiayaan konsumen dalam cara yang

efisien dan inovatif, sementara pada saat yang sama berusaha untuk memenuhi
persyaratan peraturan Bank Indonesia. Sistem CAMS membantu bank untuk
mengelola dan memantau berbagai portofolio kredit seperti kredit mobil,
pinjaman hipotek dan pinjaman konsumen lainnya, dengan beberapa skema
bisnis termasuk pembiayaan bersama (joint financing), penyaluran pembiayaan,
dan pembelian aset. CAMS Cloud Sistem CAMS juga tersedia dalam teknologi
cloud. Sistem dasar bersama CAMS Cloud memungkinkan bank untuk
mengurangi total biaya kepemilikan dan upaya besar menjaga kepatuhan
terhadap peraturan sebagai aplikasi pembiayaan aman yang dipelihara di Pusat
data Telkomsigma, yang telah berstandar internasional dan mudah diakses
melalui Internet. CAMS Cloud Telkomsigma yang didukung oleh infrastruktur
mapan dan teknologi canggih, jaminan keamanan dalam proses transaksi,
termasuk menyediakan kontrol yang diperlukan dalam proses pencairan
pinjaman. CAMS Cloud memungkinkan bank untuk membangun multi-buku
keuangan mereka dengan cara sederhana tanpa risiko investasi yang tinggi.
Dengan kebutuhan dinamis dalam bisnis yang berkembang, CAMS Cloud
Telkomsigma adalah jawaban untuk masalah biaya, karena model pembayaran
CAMS Cloud dibebankan per account. CAMS menawarkan beberapa fitur utama
dan fungsi yang dapat mengakomodasi bank untuk proses seleksi account dan
validasi kredit, termasuk memverifikasi pemenuhan integritas data, penyesuaian
kriteria, menduplikasi pemeriksaan customer , serta memeriksa daftar hitam.
Sistem ini membantu bank dalam mempersiapkan laporan akuntansi dan
rekonsiliasi rekening dengan lembaga keuangan karena memiliki akses penuh ke
semua rekening bank termasuk jumlah, jangka waktu, dan suku bunga pinjaman,
jadwal pembayaran, jenis dan aset besar dalam konteks pembiayaan, status dari
aplikasi pinjaman, dan informasi lainnya. Dalam kasus kredit macet ketika
mengelola transaksi kredit, sistem dapat memberikan peringatan, setiap kali
account ditemukan tunggakan. Dengan demikian, peringatan ini mencegah
rekening bank dari potensi gagal bayar (default). Sistem akan menghitung
jumlah yang tepat untuk diletakkan pada cadangan piutang rekening yang
bermasalah berdasarkan pengumpulan pinjaman individu. BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan Milyaran rupiah per tahun dibelanjakan oleh perusahaanperusahaan dalam kelompok finance dan banking untuk keperluan informasi dan
komunikasi. Perusahaan dalam kelompok ini antara lain adalah perbankan,
asuransi, dan lembaga-lembaga keuangan lainnya seperti BPR, leasing company,
dll. Industri perbankan, asuransi dan jasa-jasa keuangan lain adalah industri
yang tidak dapat dipisahkan dari dunia informasi dan komunikasi. Efisiensi,
efektifitias, kecepatan, dan keakuratan proses bisnis merupakan kunci pokok
daya saing dalam industri finance and banking. Kunci pokok tersebut hanya
dapat dicapai melalui pemanfaatan secara tepat teknologi informasi dan
komunikasi untuk mendukung seluruh bisnis proses yang berlaku di perusahaan.
Arium, sebuah solusi khusus keuangan yang diciptakan oleh PT Sigma Cipta
Caraka, anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Arium
mencakup komponen teknologi informasi (piranti lunak dan perangkat keras)
hingga infrastruktur, jaringan komunikasi, dan pengelolaan operasional. Ia terdiri
dari beberapa aplikasi seperti Arium Core Banking, Arium Sharia, Arium
Consumer Asset Management, dan Arium Loan Origination untuk sektor

perbankan. Tujuan solusi ini adalah untuk memudahkan pengembangan modul


bisnis dan interkoneksi dengan modul atau sistem lain. Semua solusi dalam
modul Arium diproyeksikan akan dimutakhirkan tiga kali dalam setiap tahunnya.
DAFTAR PUSTAKA http://www.telkom.co.id/info-perusahaan/index.html#metra
http://www.telkomsigma.co.id/ http://ib.eramuslim.com/2010/06/04/membangunsistem-ti-andal-untuk-bank-syariah/ www.bi.go.id
Copyright @ http://riabudiati.blogspot.co.id/2013/05/arium-sharia-corebanking.html
Core Banking System (CBS) adalah sistem Kembali-tulang layanan perbankan. Ia
mengatur semua informasi dari layanan pelanggan, deposito dan pinjaman.
Transfer dan pembayaran jasa. CBS adalah perangkat bisnis penting yang
mendukung bank dalam mengembangkan produk dan layanan untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan. Sementara itu, CBS menyediakan data untuk analisis
kinerja yang efisien. Ini juga adalah database untuk menghasilkan laporan
manajemen yang efektif untuk mendukung keputusan bisnis manajemen segera
dan benar.
Ditingkatkan Core Banking System dengan Profile
The Profile perangkat lunak dari Informasi Fidelity Perusahaan Jasa adalah
sistem CBS sangat diakui oleh berbagai lembaga keuangan internasional. Its
atribut beredar adalah:
Benar Real time / On pengolahan data line. Ini adalah akun diperbarui real
time sistem pengolahan yang menyediakan bank untuk hidup memperbarui
proses pengolahan data dan tidak memerlukan bank yang mematikan sistem
pada akhir hari untuk diproses. Bank karena itu dapat menawarkan layanan
melalui semua saluran setiap saat dalam 24 jam.
Fokus pada database pelanggan yang berbeda dari penggunaan nomor
rekening di masa lalu, yang memungkinkan Bank untuk mengumpulkan semua
rekening pelanggan dalam database tunggal terlepas dari jenis akun - deposito
atau pinjaman, dan dimanapun akun cabang '.
Di bawah "Produk Manufaktur" konsep, sistem bertindak seperti produsen
yang mengembangkan produk deposito dan pinjaman untuk memenuhi
kebutuhan yang berbeda dari setiap pelanggan, yang dapat menentukan / istilah
sendiri nya. Misalnya - periode deposito / periode pembayaran, jumlah dan jenis
deposit / pembayaran-semua yang akan memungkinkan bank untuk
mengembangkan layanan deposito dan pinjaman memenuhi kebutuhan
pelanggan segera. Ini akan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan serta
kompetensi bank. Bahkan dapat mengembangkan untuk mengembangkan
sesuai dengan kebutuhan pelanggan individu sebagai One-To-One segmentasi.