Anda di halaman 1dari 2

Analisis Beban Kerja Apoteker

Distribusi ketenagaan diperhitungkan berdasarkan beban kerja. Dalam perhitungan


beban kerja tenaga teknis kefarmasian dihitung berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh
pada kegiatan yang dilakukan, yaitu:
a. Kapasitas tempat tidur dan Bed Occupancy Rate (BOR)
b. Jumlah dan jenis kegiatan farmasi yang dilakukan Jumlah Resep atau formulir permintaan
Obat (floor stock) per hari; dan
c. Volume Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai.
Penghitungan kebutuhan Apoteker berdasarkan beban kerja pada Pelayanan
Kefarmasian di rawat inap idealnya dibutuhkan tenaga Apoteker dengan rasio 1 Apoteker
untuk 30 pasien. Jumlah bed di Rumah Sakit Citra Husada adalah sebanyak 84 bed dengan
nilai Bed Occupancy Rate (BOR) sebesar 50% sehingga rata-rata pasien rawat inap perhari
adalah sebanyak 42 sehingga dibutuhkan 1 Apoteker untuk Pelayanan Kefarmasian di rawat
inap.
Penghitungan kebutuhan Apoteker berdasarkan beban kerja pada Pelayanan
Kefarmasian di rawat jalan idealnya dibutuhkan tenaga Apoteker dengan rasio 1 Apoteker
untuk 50 pasien (berdasarkan Permenkes tentang Standar Pelayanan Kefarmasin). Perkiraan
resep rawat jalan adalah sejumlah 34 resep/hari sehingga dibutuhkan 1 Apoteker untuk
Pelayanan Kefarmasian di rawat jalan.
Berikut ini adalah perhitungan kebutuhan apotek untuk Pelayanan Kefarmasian di
Rumah Sakit Citra Husada.
No.
1.
2.
3.
4.

Bagian

Kebutuhan Apoteker
1
1
1
1

Kepala IFRS
Rawat Jalan
Rawat Inap
Logistik
Total

Jobdesk Apoteker
1. Kepala Instalasi Farmasi
a. Bertanggungjawab atas hasil kerja semua karyawan di Instalasi Farmasi
b.
c.
d.
e.

Rumah Sakit.
Penentu kebijakan.
Motivator farmasi guna mendapatkan hasil kinerja yang baik.
Memonitor perkembangan farmasis.
Membuat plan kerja untuk mengembangkan farmasi di Rumah Sakit untuk
menjamin kualitas pelayanan yang baik.

2. Sub Instalasi Gudang Farmasi


a. Merencanakan kebutuhan perbekalan farmasi secara optimal.
b. Menyiapkan perencanaan kebutuhan rutin perbekalan farmasi.
c. Mengadakan perbekalan farmasi.
d. Melaksanakan penerimaan perbekalan farmasi sesuai spesifikasi yang
berlaku.
e. Melaksanakan penyimpan perbekalan farmasi.
f. Melaksanakan pendistribusian perbekalan farmasi ke unit-unit pelayanan.
3. Sub Instalasi Farmasi Rawat Jalan
a. Melakukan skrining resep.
b. Melakukan konseling dan informasi obat pasien.
c. Melakukan pemesanan perbekalan farmasi ke Gudang Farmasi untuk stok
Farmasi Rawat Jalan.
d. Melakukan pemantauan asisten apoteker di Farmasi Rawat Jalan.
e. Melaporkan kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit segala pelaksanaan tugas
di Farmasi Rawat Jalan.
f. Melakukan supervisi di Farmasi Rawat Jalan.
4. Sub Instalasi Farmasi Rawat Inap
a. Melakukan visited an analisis medication eror pasien di rawat inap.
b. Melakukan dan memonitor stok perbekalan farmasi di Farmasi Rawat Inap.
c. Melakukan pemesanan perbekalan farmasi ke Gudang Farmasi untuk stok
Farmasi Rawat Inap.
d. Melakukan pemantauan asisten apoteker di Farmasi Rawat Inap.
e. Melaporkan kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit segala pelaksanaan tugas
di Farmasi Rawat Inap.
f. Melakukan supervisi di Farmasi Rawat Jalan.