Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENDAHULUAN

Kunjungan Ke-1

Hari / Tanggal : Rabu / 3 Desember 2015

1. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Akan dilakukan pendekatan pada keluarga Tn.S. Hal ini dilakukan untuk pengambilan
data dasar dalam menegakkan diagnosa keperawatan dan untuk mengatasi masalah
klien.
b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut
1. Data umum keluarga
2. Tipe keluarga, suku bangsa, agama, status sosial ekonomi, dan aktivitas rekreasi
keluarga
3. Data lingkungan keluarga dan komunitas
4. Riwayat penyakit keluarga
c. Masalah Keperawatan Keluarga : Belum ada
2. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan Keluarga
Belum ada
b. Rencana Tindakan
1. Bina hubungan terapeutik dengan anggota keluarga
2. Luangkan waktu bersama keluarga untuk berkenalan dengan masing-masing
anggota keluarga dan membantu mengenali sumber daya keluarga (pengkajian
data umum)
3. Dukung anggota keluarga menghadiri dan berpartisipasi dalam tahap pengobatan
4. Bantu anggota keluarga menyatakan perasaan
5. Berikan informed consent kepada keluarga
3. Implementasi Tindakan Keperawatan
a. Metode
: Wawancara dan observasi
b. Media dan Alat
: Informed consent dan tensi meter
c. Waktu dan tempat
: 13.00 15.00 WIB, di rumah klien
4. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur
Wawancara berlangsung dirumah klien
Mahasiswa dapat melakukan pengkajian dan menetapkan kontrak waktu
b. Kriteria Proses
Keluarga menerima kedatangan mahasiswa
Keluarga menyetujui menjadi keluarga binaan
Waktu sesuai perencanaan
Selama wawancara klien kooperatif
Suasana dan lingkungan pengkajian aman
c. Kriteria Hasil
Keluarga menjadi keluarga binaan
Keluarga bersedia memberikan informasi ( data umum )
Keluarga menyepakati kontrak selanjutnya
Keluarga berpartisipasi dalam tahap pengobatan

LAPORAN PENDAHULUAN
Kunjungan ke-2

Hari/ Tanggal : Jumat / 4 Desember 2015

1. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Tipe keluarga Klien adalah tipe keluarga Extended Family (Keluarga besar).
Keluarga Klien terdiri dari Tn.S dan Klien dengan 3 orang anaknya yang terdiri dari 1
perempuan dan dua orang laki-laki, beserta ibu dari Ny.F. Anak pertama dari Tn S dan
Ny.F merupakan mahasiswa STMIK Padang, anak kedua tamatan SMAKPA
sedangkan anak ketiganya masih duduk di bangku kelas 3 SD. Jumlah yang tinggal
dalam satu rumah adalah 6 orang.
Berdasarkan kunjungan pertama yang telah dilakukan pada Ny. F telah didapatkan
data mengenai data umum keluarga, tahap perkembangan dan riwayat keluarga serta
dilakukan pengukuran tekanan darah pada Ny.F mengalami masalah kesehatan
hipertensi.
Pada pertemuan selanjutnya akan dilakukan pemgkajian lebih lanjut mengenai
data lingkungan keluarga, bagaimana fungsi perawatan kesehatan, mobilitas geografis
keluarga dan juga harapan klien tentang kesehatannya.
b. Data yang perlu di kaji lebih lanjut
Data lingkungan keluarga dan komunitas : karakteristik rumah, karakteristik
tetangga dan komunitas RW, mobilitas geografis keluarga

Fungsi keluarga terutama fungsi perawatan kesehatan


Upaya keluarga mengatasi masalah kesehatan
Harapan keluarga terkait masalah kesehatan Ny. F
c. Masalah Keperawatan Keluarga
Ketidakefektifan pengobatan keluarga dalam penanganan penyakit Klien
2. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan keluarga
Ketidakefektifan penatalaksanaan pengobatan keluarga
b. Rencana tindakan
Luangkan waktu bersama keluarga agar lebih mengenali sumber daya

keluarga
Bantu anggota keluarga untuk menyatakan perasaan yang berhubungan

dengan masalah kesehatan Ny. F


Melakukan penilaian awal terhadap lingkungan rumah Tn.S.
3. Implementasi Tindakan Keperawatan
a. Metode
: Diskusi, wawancara dan observasi serta Tanya jawab
b. Media dan alat
: Alat tulis
c. Waktu dan tempat : 19.00-20.30 wib, di rumah Klien
4. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur
Wawancara berlangsung dirumah keluarga Klien
Mahasiswa dapat melakukan pengkajian
b. Kriteria Proses
Waktu yang direncanakan sesuai dalam pelaksanaannya, dan selama wawancara
keluarga kooperatif
Suasana dan lingkungan pengkajian aman
c. Kriteria Hasil
Keluarga menjelaskan data lingkungan rumah dan upaya kesehatan keluarga
Keluarga bersedia untuk dilakukan pertemuan selanjutnya.

LAPORAN PENDAHULUAN

Kunjungan ke-3
Hari/ Tanggal : Kamis /10 Desember 2015
1. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian
integral dari system pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan meliputi sisi biopsiko-sosio-spiritual yang komprehensif serta ditujukan kepada individu, keluarga dan
masyarakat. Banyak faktor yang berperan terhadap terjadinya masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia, salah satunya adalah faktor pengetahuan yang masih rendah
dan faktor kebiasaan kesehatan pribadi dan lingkungan yang tidak sehat.
Meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mengubah perilaku hidup masyarakat
adalah salah satu upaya preventif. Oleh karena itu perawat keluarga berperan penting
dalam meningkatkan fungsi perawatan kesehatan keluarga.
Pada pertemuan sebelumnya keluarga telah menyatakan perasaannya terkait
masalah kesehatan Klien.. Saat dilakukan pemeriksaan tensi pada kien dan didapatkan
hasil pengukuran tensinya yaitu 160/100. Klien mengaku tidak terlalu mengetahui apa
itu hipertensi dan bagaimana dampaknya.
Pada pertemuan berikutnya akan diberikan penjelasan kepada keluarga
mengenai penyakit hipertensi (pengertian, faktor penyabab, tanda dan gejala).
b. Data yang perlu di kaji lebih lanjut
1. Pengetahuan keluarga terhadap penyakit hipertensi
2. Pengetahuan keluarga tentang penyebab hipertensi
3. Pengetahuan keluarga tentang tanda dan gejala hipertensi
4. Pengetahuan keluarga tentang akibat lanjut dari penyakit hipertensi
c. Masalah Keperawatan Keluarga
Ketidakefektifan pengobatan keluarga dalam penanganan penyakit Klien
2. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan keluarga
Ketidakefektifan penatalaksanaan pengobatan keluarga
b. Rencana tindankan
Dorong setiap anggota keluarga untuk melaksanakan regimen pengobatan untuk

Klien
Ajarkan anggota keluarga mengenal proses penyakit dan jelaskan hubungan antara

proses penyakit (pengertian, penyebab, tanda dan gejala, akibat lanjut)


3. Implementasi Tindakan Keperawatan
a. Metode
: Ceramah, diskusi, tanya jawab
b. Media dan alat
: Leafleat
c. Waktu dan tempat : 13.00-15.00 wib, ditempat kerja klien
4. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur
Wawancara berlangsung ditempat kerja Klien
Tempat dan media sesuai perencanaan
b. Kriteria Proses

Waktu yang direncanakan sesuai dalam pelaksanaannya, dan selama wawancara

keluarga kooperatif
Suasana dan lingkungan pengkajian aman
Mahasiswa menggunakan leafleat dalam diskusi
Keluarga berpartisipasi selama diskusi
c. Kriteria Hasil
1. Keluarga dapat mengutarakan pengetahuannya tentang penyakit hipertensi
2. Keluarga dapat menyebutkan penyebab hipertensi
3. Keluarga dapat menyebutkan tanda dan gejala hipertensi
4. Keluarga dapat menyebutkan akibat lanjut dari penyakit hipertensi

MATERI
HEPERTENSI
1.

Pengertian hipertensi
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah
diastolik 90 mmHg, atau bila pasien memakai obat anti hipertensi (Arif
Mansjoer, 2001). Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana sistoliknya
diatas 140 mmHg. Pada poplasi manula, hipertensi didefinisikan sebagai
tekanan sistoliknya 160 mmHg dan tekanan diastoliknya 90 mmHg (Brunner
& Suddarth, 2002). Hipertensi adalah salah satu penyakit yang banyak diderita
orang tanpa mereka sendiri mengetahui. Hipertensi dikenal sabagai pembunuh
dalam selimut dan lain-lain. Gejalanya hampir tidak terasa, sehingga penderita
merasa tidak perlu datang ke dokter (Bangun. 2008).

2.

Penyebab Hipertensi
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah
tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda
kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi
penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain:
Keturunan
Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua
atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan
ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan
bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik
daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan
bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah

tinggi.
Usia
Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa
seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat.
Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda
akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat

mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.


Garam
Faktor ini bisa dikendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah
dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes,
penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang

berkulit hitam.
Kolesterol
Faktor ini bisa dikendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam
darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding
pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit
dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol

Anda sedini mungkin.


Obesitas / Kegemukan
Faktor ini bisa dikendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas
30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar

menderita tekanan darah tinggi.


Stres
Faktor ini bisa dikendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil
juga dapat memicu tekanan darah tinggi.

Rokok
Faktor ini bisa dikendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan
tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan
risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan
merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi,
merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu

penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.


Kafein
Faktor ini dikendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun

minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.


Alkohol
Faktor ini bisa dikendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga

menyebabkan tekanan darah tinggi.


Kurang Olahraga
Faktor ini bisa dikendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa
menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur
mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan
melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah
tinggi.

3.

Tanda dan Gejala


Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun
secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya
berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sebenarnya tidak). Gejala
yang dimaksud adalah sakit kepala, pendarahan dari hidung, pusing, wajah
kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi,
maupun pada seseorang dngan tekanan darah normal.
jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala
berikut :
Sakit kepala
Kelelahan
Mual
Muntah
Sesak napas
Gelisah
Pandangan jadi kabur karena adanya kerusakan pada otak, mata,

4.

jantung, dan ginjal


Komplikasi
Komplikasi / Bahaya yang dapat ditimbulkan pada penyakit hipertensi :

1.

Pada mata : penyempitan pembuluh darah pada mata karena


penumpukan kolesterol dapat mengakibatkan retinopati, dan efek yang

2.

ditimbulkan pandangan mata kabur.


Pada jantung : jika terjadi vasokonstriksi vaskuler pada jantung yang
lama dapat menyebabkan sakit lemah pada jantung, sehingga timbul rasa

3.

sakit dan bahkan menyebabkan kematian yang mendadak.


Pada ginjal : suplai darah vaskuler pada ginjal turun menyebabkan
terjadi penumpukan produk sampah yang berlebihan dan bisa

4.

menyebabkan sakit pada ginjal.


Pada otak : jika aliran darah pada otak berkurang dan suplai O2
berkurang bisa menyebabkan pusing. Jika penyempitan pembuluh darah
sudah parah mengakibatkan pecahnya pembuluh darah pada otak

LAPORAN PENDAHULUAN
Kunjungan

:4

Hari/Tanggal : Jumat/ 11 Desember 2015

1. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Perawat keluarga harus mampu mengidentifikasi masalah kesehatan anggota
keluarga dan resiko masalah yang akan terjadi. Keluarga adalah unit terkecil dalam
masyarakat dan unit terdepan dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dari pertemuan sebelumnya, keluarga telah diberikan penjelasan mengenai
masalah kesehatan hipertensi diantaranya pengertian, penyebab, tanda dan gejala dan
akibat lanjut penyakit bagi Klien. Klien mengatakan bahwa ia sering mengalami
pusing, sakit kepala dan kelelahan. Klien tidak dapat melakukan aktivitas sehariharinya karena sakitnya tersebut. Klien langsung menghentikan aktifitas dan istirahat
Namun klien mengaku bahwa ia tidak ada melakukan pemeriksaan terhadap
kesehatannya ataupun pergi ke Puskesmas untuk memeriksakan tensinya.
Pada pertemuan berikutnya akan dilanjutkan pemberian penjelasan mengenai
perawatan hipertensi.
b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut
Pengetahuan keluarga tentang perawatan penyakit hipertensi
c. Masalah Keperawatan
Ketidakefektifan pengobatan keluarga dalam penanganan penyakit klien
2. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan Keluarga
Ketidakefektifan penatalaksanaan pengobatan keluarga
b. Rencana Tindakan
Ajarkan anggota keluarga mengenai perawatan hipertensi yang cocok untuk klien,
terkait jenis makanan yang baik dikonsumsi klien dan juga jenis makanan yang
tidak boleh dimakan klien karena dapat mencetuskan rasa sakit klien akibat
hipertensi.

3. Implementasi Tindakan Keperawatan


a. Metode
: Ceramah, tanya jawab dan diskusi
b. Media dan alat
: Leaflet
c. Waktu dan tempat
: 13.00-14.30 wib, rumah Klien
4. Kriteria Hasil
a. Kriteria Struktur
Wawancara berlangsung di rumah Klien
b. Kriteria Proses
Waktu yang direncanakan sesuai dalam pelaksanaannya dan selama wawancara
keluarga kooperatif.
c. Kriteria Hasil
Keluarga dapat menyebutkan bagaimana perawatan hipertensi pada klien
Keluarga dapat menyebutkan jenis makanan yang baik dikonsumsi untuk klien
Keluarga dapat menyebutkan jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh klien

MATERI

PEREAWATAN HIPERTENSI
1. Diet Makanan pada penderita hipertensi
Kandungan garam (Sodium/Natrium)
Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri
dalam mengonsumsi asin-asinan dan garam, ada beberapa tips yang bisa
dilakukan untuk mengontrol diet sodium/natrium ini :

Jangan meletakkan garam diatas meja makan

Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli

Batasi konsumsi daging dan keju

Hindari cemilan yang asin-asin

Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium

Kandungan Potasium/Kalium
Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan
darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan
sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di
konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon,
buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri,
bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur
omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah
(hipertensi).

2.
3.
4.
5.
6.

Penurunan berat badan


Berhenti merokok dan minuman alcohol
Olah raga teratur
Kontrol dan minum obat secara teratur
Pengobatan Tradisional
Dua buah belimbing di parut kemudian di peras airnya sehingga menjadi satu

gelas belimbing dan diminum setiap pagi.


Daun salam 4 lembar + 2 gelas air direbus sampai menjadi 1 gelas, minum 2

gelas/hari.
Makan 2 buah ketimun/hari.
LAPORAN PENDAHULUAN

Kunjungan

:5

1. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga

Hari/Tanggal : Minggu / 13 Desember 2015

Dari pertemuan sebelumnya, keluarga telah diberikan penjelasan mengenai


perawatan hipertensi, termasuk jenis makanan yang boleh dikonsumsi dan jenis
makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh klien.
Pada pertemuan berikutnya direncanakan untuk memberikan pengetahuan
kepada klien mengenai pola komunikasi keluarga karena dari pengkajian sebelumya
didapatkan hasil bahwa komunikasi antara klien dengan anak pertamanya sedikit
terganggu.
b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut
Pengkajian ulang tentang pola komunikasi keluarga
Pengetahuan klien dan keluarga mengenai arti penting keluarga dan pola
komunikasi keluarga
c. Masalah Keperawatan
Ketidakefektifan pengobatan keluarga dalam penanganan penyakit Klien
2. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan Keluarga
Ketidakefektifan penatalaksanaan pengobatan keluarga
b. Rencana Tindakan
Memberikan pendidikan kesehatan kepada klien dan keluarga mengenai pola
komunikasi keluarga
3. Implementasi Tindakan Keperawatan
Metode
: Ceramah, Tanya jawab, dan diskusi
Media dan alat
: Leaflet
Waktu dan tempat
: 10.00-12.00 wib. rumah Klien
4. Kriteria Hasil
a. Kriteria Struktur
Ceramah, Tanya jawab, dan diskusi berlangsung di rumah Ny. F
b. Kriteria Proses
Waktu yang direncanakan sesuai dalam pelaksanaannya dan selama wawancara
keluarga kooperatif.
Keluarga berpartisipasi aktif dalam diskusi
Suasana dan lingkungan aman.
c. Kriteria Hasil
Klien dan keluarga mengetahui arti pentig keluarga
Klien dan keluarga mengetahui arti penting komunikasi dalam keluarga

MATERI
POLA KOMUNIKASI KELUARGA
1. Definisi keluarga
Whall (1986b), dalam analisis konsepnya mengenai keluarga sebagai unit asuhan
dalam keperawatan, mendefenisikan keluarga sebagai sebuah kelompok yang
mengidentifikasi diri dan terdiri atas dua individu atau lebih yang memiliki hubungan
khusus, yang dapat terkait dengan hubungan darah atau hukum atau dapat juga tidak,
namun berfungsi sedemikian rupa sehingga mereka menganggap dirinya sebagai
keluarga.
2. Pola komuniasi keluarga
Pola komunikasi keluarga merupakan karakteristik, pola interaksi sirkular yang
berkesinambungan yang menghasilkan arti dari transaksi antara anggota keluarga
(Peters, 1974)

Curran (1983) yang meneliti keluarga sehat, menulis bahwa sifat pertama dari keluarga
sehat adalah komunikasi yang jelas dan kemampuan untuk saling mendengarkan.
Komunikasi yang baik diperlukan untuk menumbuhkan dan mempertahankan
hubungan saling mencintai
Berkomunikasi secara jelas dan selaras
Pada sebagian besar keluarga yang sehat, terdapat keselarasan komunikasi
diantara anggota keluarga. Keselarasan adalah suatu model komunikasi dan

pertumbuhan.
Komunikasi emosional
Komunikasi emosional berkenaan dengan ekspresi emosi atau perasaan dari
ekspresi marah, terluka, sedih, cemburu, hingga bahagia, kasih sayang dan

kemesraan. (Wright & Leahey, 2000)


Komunikasi yang terbuka dan keterbukaan diri
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola komunikasi keluarga
Konteks / situasi
Latar belakang etnik keluarga
Siklus kehidupan keluarga
Perbedaan gender
Bentuk keluarga
Faktor idiosinkratik : minibudaya keluarga

LAPORAN PENDAHULUAN
Kunjungan

:6

Hari/Tanggal : Senin / 14 Desember 2015

4. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Dari pertemuan sebelumnya, keluarga telah diberikan pendidikan kesehatan
mengenai pola komunikasi keluarga. Keluarga dan klien telah mengetahui
bagaimana pentingnya komunikasi dalam keluarga.
Pada pertemuan berikutnya direncanakan untuk mengevaluasi pertemuan
sebelumnya tentang pola komunikasi keluarga serta pengetahuan klien dan keluarga
tentang penyakit klien.
b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut
Perubahan mindset keluarga dan klien mengenai penatalaksanaan pengobatan
penyakit klien di rumah.
Perubahan mindset keluarga mengenai pola komunikasi keluarga
2. Masalah Keperawatan
Ketidakefektifan pengobatan keluarga dalam penanganan penyakit
3. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan Keluarga
Ketidakefektifan penatalaksanaan pengobatan keluarga
b. Rencana Tindakan
Arahkan keluarga ke agensi yang sesuai bila dibutuhkan
Bantu keluarga menyatakan perasaan yang berhubungan dengan penyakit dan

penatalaksanaan pengobatan.
Bantu keluarga untuk merencanakan mengikuti kegiatan yang dapat mengurangi

prognosis buruk penyakit klien


Bantu keluarga untuk menyatakan perasaan yang berhubungan dengan komunikasi

keluarganya
4. Implementasi Tindakan Keperawatan
Metode
: Tanya jawab dan diskusi
Waktu dan tempat
: 16.00-18.00 wib, dirumah Klien
5. Kriteria Hasil
a. Kriteria Struktur
Wawancara berlangsung di rumah Ny. F
b. Kriteria Proses

Waktu yang direncanakan sesuai dalam pelaksanaannya dan selama wawancara

keluarga kooperatif.
Keluarga berpartisipasi aktif dalam diskusi
Suasana dan lingkungan aman.
c. Kriteria Hasil
Keluarga menyatakan keinginan untuk melakukan penatalaksanaan pengobatan yang

baik untuk klien.


Komunikasi diantara keluarga nampak tidak terganggu lagi