Anda di halaman 1dari 9

GERALDO SOEMASCHRIS SOEWARNO

113140052
A
No
1

Nama Alat atau Bagian


Sistem Sirkulasi (Circulating
system)

2.1

Lumpur Pemboran

2.2

Sifat Lumpur Pemboran

Penjelasan
Fungsi: Fungsi utama dari system sirkulasi adalah
mengangkat cutting dari dasar sumur ke permukaan
agar proses pemboran tetap berlangsung. Fluida
pemboran yang digunakan berupa lumpur pemboran.
Urutan system sirkulasi yaitu: Mud Pit Mud Pump
Discharge Line - Stand Pipe Rotaty Hose Swivel
Kelly Drill Pipe Drill Collar Bit Annulus
Return Line Conditioning Equipment (Mud gas
separator, Shale Shaker, Degaser, Desander, Desilter)
Mud Pit
Merupakan salah satu material pemboran, pada jaman
dahuulu sebelum menggunakan teknologi lumpur para
driller menggunkaan air.
Fungsi:
o Mengangkat cutting ke permukaan
o Mendinginkan dan melumasi bit
o Memberi dinding pada lubang bor dengan mud
cake
o Mengontrol tekanan formasi
o Membawa cutting dan material pemberat pada
suspense semen bila sirkulasi lumpur dihentikan
sementara
o Melepaskan pasir dan cutting di permukaan
o Menahan sebagian berat drillpipe dan casing
o Mengurangi efek negative pada formasi
o Mendapatkan informasi
o Media logging
Densitas: jika densitas terlalu besar maka akan
mengakibatkan loss circulation, sedangkan jika terlalu
ringan maka akan mengakibatkan kick hingga blowout
Viscositas: keengganan fluida yuntuk mengalir
Gel strength: keadaan static dimana lumpur dapat
menahan cutting saat round trip tujuannya agar cutting
tidak turun masuk lagi kedalam lubang bor

2.3

Komponen lumpur

2.4

Jenis Lumpur Pemboran

Filtrasi dan mud cake: ketika terjadi kontak antara


lumpur dengan batuan porous maka batuan tersebut
bertidak sabagai saringan, maka fluida dengan partikel
kecil masuk yang disebut filtrate sedangkan partikel
besar tertahan dipermukaan disebut mud cake.
Fitration loss dan mud cake yang tak dapat di control
akan masalah. Pada mud cake bila terlalu besar maka
akan menyebabkan pipa terjepit. Pada filtration loss
yang besar akan meyebabkan demage pada formasi
Analisa kimia lumpur bor: analisi ion klor berguna
saat pemboran memasuki formasi kubah garam,
analisa ion kalsium berguna untuk mnegecek adanya
kontaminasi gypsum
Kontaminasi:
o Sodium Klorida: kontaminasi yang terjadi saat
pemboran mengenai kubah garam (salt dome) atau
lapisan batuan yang mengandung banyak mineral
garam
o Gypsum: kontaminasi yang terjadi saat menembus
formasi gypsum. Akibatnya akan merubah sifat
fisik lumpur
o Semen: kontaminasi akibat penyemenan yang
kurang sempurna. Akibatnya akan merubah sifat
fisik lumpur
Lumpur pemboran terdiri dari material cair padat dan
aditif. Material cair yaitu berupa air asin dan air tawar.
Material padat berupa reaktif solid dan inert dolid,
rekatif solid akan bereaksi saat ditambahkan
sedangkan inert solid tidak bereaksi saat ditambahkan
hanya menambah densitas sebagai pemberat
Water mud: lumpur yang fasa air tawar ddengan
kadar air garamnya keil (kurang dari 1000 ppm = 1%
berat garam)
o Spud mud
o Natural mud
o Bentonite Treated Mud
o Phosphate Treated Mud
o Organic colloid Treated Mud
o Red Mud
o Calcium Mud
Salt water mud: lumpur yang digunakan untuk
member saat melewati kubah garam
o Undersaturated Salt Water Mud

Persiapan tempat

Peralatan Sirkulasi

o Saturated Salt Water Mud


o Sodium Silicate Mud
Oil In Water Emultion Mud: Pada lumpur ini
minyak merupakan fasa tersebar (emulsi) dan air
sebagai fasa kontinyu
Oil base dan oil base emultion mud: Pada lumpurini
minyak sebagai fasa kontinyunya. Komposisinya
diatur agar kadar airnya rendah (3 5% volume)
Gaseous Drilling Fluid: Digunakan untuk daerah
dengan formasi keras dan kering. Dengan gas yang
dipompakan ke annulus, salurannya tidak boleh bocor
Terletak pada tempat dimulainya sistem sirkulasi.
Tempat persiapan lumpur pemboran terdiri dari
peralatan-peralatan yang diatur untuk memberikan
fasilitas persiapan atau treatment lumpur bor.
Macam macam alatnya meliputi:
o Mud House: Sebagai tempat penyimpanan
bentonite dan aditif yang diperlukan saat proses
pemboran berlangsung
o Steel Mud Pit Tank: Bak penampung lumpur yang
terletak diatas permukaan , terbuat dari baja
o Mixing Hopper: Suatu peralatan yang berfungsi
mencampurkan material atau bahan pada lumpur
dengan menggunakan mixng hopper. Mixing
hopper adalah peralatan yang berbentuk corong
yang dipakai untuk menambahkan bahan padat ke
fluida pemboran pada saat treatment di mud pit
o Chemical Mixing Barell: berfungsi untuk
mencampurkan bahan aditif ke dalam lumpur
pemboran
o Bulk Mud Storage Bin: Merupakan bin berukuran
besar unruk menambahkan aditif dalam jumlah
yang besar
o Water Tank: Merupakan tangki penyimpan air yang
digunakan pada tempat persiapan lumpur dan
persiapan kegiatan pemboran. Water tank umumnya
terletak di samping rig, bisa juga ditempat lain
tergantung kondisi lapangan.
o Reserve Pit: Berfungsi untuk menam[ung kelebihan
dari lumpur pemboran
Peralatan sirkulasi merupakan komponen utama dalam
sistem sirkulasi. Peralatan ini mengalirkan lumpur
pemboran dari peralatan sirkulasi, turun ke rangkaian

4.1

Conditioning equipment

pipa bor dan naik ke annulus mengangkat serbuk bor


ke permukaan menuju conditioning area sebelum
kembali ke mud pits untuk sirkulasi kembali.
Peralatan ini ditempatkan pada tempat yang strategis
disekitar rig. Peralatan tersebut meliputi:
o Mud Pit: Berfungsi sebagai tempat lumpur sebelum
disirkulasikan
o Mud Pump: Berfungsi untuk memompakan lumpur
masuk ke dalam lubang sumur pemboran
o Discharge Line: Alat berupa pipa yang berfungsi
menyalurkan lumpur keluar dari mud pit
o Stand Pipe: merupakan pipa baja yang ditegakkan
dimenara secara vertikal disamping dari derrick
atau mast untuk menghubungkan discharge line
dengan rotary hose dan gooseneck menyambung
pada stand pipe.
o Rotary Hoose: adalah suatu selang karet bertulang
anyaman baja yang lemas dan sangat kuat, yang
menghubungkan stand pipe dengan swivel. Selang
ini harus elastic , untuk memungkinkan swivel
bergerak bebas secara vertikal.Selang ini juga harus
sangat kuat untuk tahan lama, karena pekerjaannya
yang sangat berat dalam memindahkan fluida
pengeboran yang kasar dan bertekanan tinggi itu
(sampai 5.000 psi). Selang pemutar ini dapat
diperoleh dengan ukuran panjang sampai kurang
lebih 75 feet.
o Return Line: adalah pipa yang digunakan untuk
menyaluran lumpur pengeboran yang keluar dari
lubang Annulus. Pipa ini terhubung ke peralatan
Conditioning equipment.
Rangkaian alat yang berfungsi untuk memisahkan
lumpur dari partikel baik padatan, cairan, atau gas
yang terbawa saat setelah disirkulasikan ke dalam
lumpur. Alat tersebt berupa:
o Mud gas separator: berfungsi untuk memisahkan
gas beracun dari lumpur pemboran. Contoh dari
gas beracun terseubut adalah NCG
o Shale Shaker: Memisahkan cutting yang
berukiran besar dari lumpur pemboran
o Degasser: Alat yang berfungsi untuk menyaring
gas yang ikut terbawa saat proses sirkulasi lumpur
pemboran

Peralatan Lain

No

Nama Alat atau Bagian

o Desander: Alat yang berfungsi untuk menyaring


cutting yang berukuran lebih kecil yang tidak dapt
disaring oleh Shale Shaker
o Desilter: Alat yang berfungsi untuk menyairng
cutting yang berukuran lebih kecil yang tidak
dapat disaring oleh Desander
Trip Tank: Alat yang digunakan untuk menampung
sementara lumpur pumboran. Fluida pemboran yang
sudah disirkulasikan ditampung di tempat ini untuk
kemudian disirkulasika kembali agar bersih dari
cutting dan gas. Trip tank juga bisa menjadi media
awal untuk mengetahui gejala/masalah pemboran.
Mud Aginator: Mud agigator berfungsi untuk
mengaduk lumpur yang terletak di trip tank. Lumpur
bor yang tersimpan sementara di trip tank akan diaduk
terlebih dahulu sebelum disirkulasikan.

Penjelasan

Sistem Semburan Liar (Blowout


Preventer System)

Accumulator

Fungsi utama dari BOP system yaitu menutup sumur


ketika terjadi blowout. Blowout yaitu keluarnya fluida
pemboran kepermukaan akibat masuknya fluida
formasi karena tekanan hidrostatik lebih ringan
dibanding tekanan formasi. Blowout terjadi setelah
adanya kick
Tabung atau botol yang berisi cairan hydraulic dengan
tekanan yang berfungsi mendorong (menutup) dan
membuka katub katub pada BOP Stack. Tekanan
pada accumulator lebih dari samadengan 3000 psi
Pengoprasian Accumulator dapat melalui panel control
pada lantai bor atau secara mabual melalui panel
control pada unit accumulator
Hydraulic line adalah pipa alir bertekanan tinggi yang
mngelirkan cairan hydraulic dari unit accumulator
guna pengoprasian BOP Stack
Accumulator biasanya ditempatkan pada jarak sekitar
100 meter dari rig (karena alasan keamanan).
Accumulator berkerja pada BOP Stack dengan High
Pressure Hydraulic ( saluran hydraulic bertekanan
tinggi
Fungsi dari accumulator adalah untuk menutup BOP
Stack saat terjadi keadaan darurat. Mekanisme kerja
dai accumulator adalah dengan menghidupjan control
pada accumulator atau pada remot panel yang terletak

Bop Stack

3.1

Annular Preventer

3.2

Ram Preventer

3.2.1 Pipe Rams

3.2.2 Variable Bore Ram (VBR)

3.2.3 Blind Ram

3.2.4 Shear Ram

3.3

Drilling Spools

di lantai bor pada saat terjadi kick dengan begitu crew


dapat dengan cepat menutup Blowout Preventer
Merupakan susunan peralatan dengan valve
bertekanan tinggi yang dirancang menahan lubang
sumur bila terjadi kick. Rangkaian alat BOP Stack
yaitu:
Didesain untuk menutup sekeliling sumur dengan
berbagai jenis ukuran dan bentuk peralatan ynag
sedang diturunkan ke dalam lubang bor. Sehingga
BOP ini dapat menutup annulus disekitar drillpipe,
drillcollar dan casing juga dapat mengisolasi sumur
dalam kondisi open hole
Hanya dapat menutup lubang annulus untuk ukuran
pipa tertentu ataupada keadaan tidak ada pipa bor
dalam lubang
Di desain untuk menutup annulus dsekitar peralatan
yang berupa drill pipe, tubing atau casing. Penutup ini
berupa 2 blok ram baja berbentuk semi circular yang
dilengkapi dengan 2 pasang karet isolasi. Ram ini
dapat menutup di sekeliling drillpipe, tubing, drillcolar
Kelly dan casing penggantung dari ukuran rams yang
dipilih
Pada operasi normal BOP ram harus diganti setiap
perubahan drillpipe atau casing yang digunakan. VBR
dikembangkan untuk menutup dan mengisolasi pada
suatu range drillpipe tertentu. Fungsi ari VBR ini
hamper sama dengan jenis pipe ram
Hampir mirip dengan pipe ram kecuali packer diganti
dengan packer tanpa cutouts (lengkungan pipa). Ram
ini didesain untuk menutup dan mengisolasi lubang
bor yang tanpa drillstring atau casing
Blind ram yang dapat memotong pipa dan lubang
dalam kondisi openhole. Hamper sebagian besar shear
ram memerlukan 3000 psi untuk memotong pipa
Apabila elemen BOP dipasan tanpa line untuk
jalannya lumpur maka perlu dipasang suatu drilling
spool yang ditempatkan dalam susunan BOP, dimana
line-line jalannya lumpur (choke dan kill line) menjadi
satu. Api memberikan pesyaran bagi drilling spool
sebagai berikut:
o Mempunyai tekanan kerja yang tinggi
o Mempunyau satu atau dua sisi lubang yang

3.4

Casing Head

3.3

Choke Manifold

3.4

Kill Line

3.5

Mud Gas Separator

3.6

Gate Valve

diameter didalamnya tidak kurang dari 2 in


dengan rate tekanan sesuai dengan susunan BOP
o Mempunyai ukuran lubang vertical paling sedikit
sama dengan maksimum lubang dari bagian atas
casing head atau susunan BOP
Tumpuan dari semua susunan BOP dan biasanya
merupakan kompunen utama yang dipasang. Casing
head dapat dilengkapi dengan flens yang dilas atau
susunan penahan ynag hanya dibaut dengan saja.
Casing head mempunyai syarat minium persyaratn
API sebagai berikut:
o Mempunyai rate tekanan kerja yang sama atau
melebihi tekanan maksimum permukaan
o Sama atau melebihi kekuatan pembengkokan dari
arah luar casing yang ditempatkan
o Mempunyai sambungan dengan kekuatan
mekanik dan kepasitas tekanan yang sebanding
dengan flens berdasarkan API atau pipa ynag
ditempatkan
o Mempunyai kemampuan dan kekuatan untuk
menahan casing berikutnya serta berat tubing
ynga digantun disana
Choke manifold merupakan suatu kumpulan fitting
dengan beberapa outlet yang dikendalikan secara
manual dan/atau otomatis. Bekerja pada BOP Stack
dengan High Pressure Line, disebut Choke line.
Bila dihidupkan, choke manifold membantu menjaga
back pressure dalam lubang bor untuk mencegah
terjadinya intrusi fluida formasi. Lumpur bor dapat
dialirkan dari BOP Stack ke sejumlah valve (yang
membatasi aliran dan langsung ke reserve pits), mudgas separator atau mud conditioning area back
pressure dijaga sampai lubang bor dapat dikontrol
kembali.
Kill Line bekerja pada BOP Stack biasanya
berlawanan dengan choke manifold (dan choke line).
Lumpur berat dapat dipompakan melalui Kill Line ke
dalam lumpur bor sampai tekanan hidrostatik lumpur
dapat mengimbangi tekanan formasi.
Berfungsi untuk memisahkan gas beracun dari lumpur
pemboran. Contoh dari gas beracun terseubut adalah
NCG
Merupakan salah satu bagian dari spesial tool (IBOP)

untuk mencegah blowout. Tool ini terletak pada


rangkaian pipa. Mekanisme kerjanya adalah ketika
terjadi kick, maka system BOP akan mulai bekerja
sehingga annular preventer akan menutup. Pada saat
itu valve-valve akan menutup juga secara otomatis.

BOP System

Accumulator

Annular
Prevent
er

Pipe

BOP
Stack

Ram
Preventer

Variable
Bore

Kill

Choke
Manifol

Drillin
g

Blind
Ram

Casing
Head

Shear
Ram

Mud Gas
Separator

Gate

Sistem
Sirkulasi

Lumpur
Pemboran

Fungs
Sifat

Kompone
n

Conditionin
g

Peralatan
Sirkulasi

Jenis

Trip Tank

Mud
Gas
Separat

Desand
er

Mud
Pit

Peralan
Lainnya

Mud

Shale
Shaker

Discharg
e Line

Degass
er

Stand
Pipe

Mud
Aginator

Desilter

Rotar
y

Return
Line