Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
Timah merupakan salah satu bahan galian terbesar yang dimiliki tanah air
Indonesia yang tidak dapat diperbaharui keberadaaannya, khususnya di Pulau
Bangka, Propinsi Bangka-Belitung. Industri pertambangan timah Indonesia
hingga saat ini merupakan produsen timah nomor dua di dunia setelah Cina dan
menghasilkan salah satu produk komoditi ekspor terbesar di dunia.
Belakangan ini harga timah di pasaran dunia mengalami fluktuasi dan
cenderung naik, sehingga menjadikan timah merupakan barang jenis logam yang
dicari keberadaannya. Sehingga negara-negara penghasil timah berusaha untuk
menyediakan stok di pasaran dunia sesuai dengan kebutuhannya.
Di Indonesia sendiri pertambangan timah hanya tersisa di Pulau Bangka
dan Pulau Belitung serta di daerah sekitar Kepulauan Riau. Sedangkan
perusahaan milik Negara yang melakukan penambangan di daerah tersebut
adalah PT. Timah ( Persero ) Tbk.
Industri pertambangan timah mempunyai tahapan kegiatan yang tidak
sederhana, mulai dari kegiatan pra-penambangan, kegiatan penambangan dan
kegiatan pasca penambangan. Dalam perkembangan terakhir, PT. Timah
(Persero) Tbk telah menitikberatkan operasi penambangan pada cadangan timah
alluvial yang berada di laut dengan mengoperasikan kapal keruk dan kapal isap
pertambangan (KepMen. PE No. 555 K/26/1995. Metode penambangan dengan
menggunakan kapal keruk telah ada sejak zaman Pemerintahan Belanda
melakukan penambangan timah di Kepulauan Bangka-Belitung,
Kapal keruk dapat dikatakan seperti pabrik terapung karena selain alat
penggalian umumnya dilengkapi dengan mesin-mesin unit pencucian. Dengan

I-1

I-2
memperhatikan besarnya perananan kapal keruk di sektor industri pertambangan
timah dewasa ini, maka perencanaan, kerja dan evaluasi pada kapal keruk perlu
dilaksanakan dengan baik dan terukur.
1. 2. Permasalahan
1. Perlunya penganalisaan terhadap kinerja dan efisiensi penambangan yang
dipakai, sehingga sistem penambangan dapat lebih optimal.
2. Belum diketahui efektifitas penambangan timah menggunakan kapal isap
produksi dari segi teknis.
3. Perlu adanya sinkronisasi yang sesuai terhadap metode penambangan timah
menggunakan kapal isap produksi.
1. 3. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini Penulis hanya mengkaji mengenai optimalisasi
penggalian lapisan timah menggunakan Kapal isap produksi timah 2.
1. 4. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisa
optimalisasi

penambangan

lapisan

timah

dengan

metode

penggalian

menggunakan kapal keruk.


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja
yang harus diperbaiki dalam penggalian lapisan timah menggunakan kapal keruk
yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam kegiatan
penggalian lapisan timah selanjutnya.
1.5. Metode Penelitian
Dalam penyusunan penelitian ini Penulis menggabungkan antara teori
dan keadaan lapangan serta pengambilan asumsi-asumsi sehingga didapatkan
pendekatan masalah yang benar. Ada pun metode penelitian yang dilakukan :
1. Studi kepustakaan
Mengumpulkan literatur yang berhubungan dengan teori-teori dan
konsep yang berhubungan dengan objek pengamatan. Sumber data-data ini,
antara lain :

I-3
a. Perpustakaan Umum Pangkalpinang, Bangka.
b. Kantor pusat PT. Timah ( Persero )Tbk.
c. Kantor Operasi Unit Laut Kundur.
2. Pengamatan lapangan
a. Data primer
Yaitu mengadakan pengamatan secara langsung ke Kapal Isap Produksi
Penganak yang menjadi objek penelitian untuk mengumpulkan data primer,
dengan cara sebagai berikut :
2. Observasi
Yaitu mengadakan pengamatan langsung pada objek yang diteliti dan
mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk mendapat kebenarannya.
3. Wawancara / Interview
Yaitu menanyakan langsung kepada pihak-pihak yang berkaitan tentang data
yang diperlukan dalam pengamatan.
b. Data sekunder
Data sekunder merupakan data penunjang yang digunakan dalam
perhitungan dan pengolahan data.