Anda di halaman 1dari 12

PEREKONOMIAN INDONESIA

EKONOMI INDONESIA DAN GLOBALISASI (SAP 13)


EKU 307 B2

OLEH,
NI WAYAN RISNA SWARDANI
1406305169

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2016

1. Perekonomian Indonesia Dari Sudut Pandang Ekonomi Global


Perekonomian Indonesia dilihat dari sudut pandang global bukan hanya dipengaruhi oleh
perekonomian yang terjadi di dalam negeri namun juga perekonomian di Negara-negara maju
serta Negara tujuan ekspor karena Karakteristik perekonomian Indonesia yang termasuk
dalam kriteria small open economy menyebabkan dinamika yang terjadi dalam
perekonomian global dapat memengaruhi perekonomian domestik.Terjadinya keseimbangan
pasar keuangan nasional dengan pasar keuangan internasional, sebagaimana negara-negara
emerging markets lainnya, memberi tantangan tersendiri bagi keseimbangan eksternal
perekonomian Indonesia.
Melihat kondisi ekonomi tahun 2015, beberapa lembaga telah melakukan proyeksi atas
kondisi tersebut. Beberapa lembaga tersebut di antaranya adalah International Monetary Fund
(IMF), Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan Macroeconomic Dashboard
UGM. Dari sudut pandang IMF, perekonomian dunia diperkirakan membaik dengan
dukungan advanced economies. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014 diperkirakan
5,3 persen dan 2015 sekitar 5,6 persen dengan tingkat inflasi akan kembali ke 4,5 +/-1 persen
(asumsi tidak terjadi kenaikan harga. Defisit transaksi berjalan yang dialami Indonesiai
sekitar 3 persen dari PDB dengan cadangan devisa akhir tahun 2014 sekitar US$ 105.
Outlook ekonomi Indonesia yang lebih optimistis dibandingkan IMF ditunjukkan oleh
Bank Dunia dan ADB. Dari sudut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi akhir tahun 2014
sekitar 5,3 persen dan 2015 sekitar 5,6 persen. Pertumbuhan investasi diperkirakan tetap
lemah, tetapi ekspor sedikit membaik seiring penguatan permintaan global. Defisit transaksi
berjalan mencapai 2,9 persen dari PDB dan inflasi diperkirakan mereda dan berada di bawah
target inflasi yg ditetapkan BI. Adapun dari sudut pandang ADB, pertumbuhan ekonomi
dapat mencapai 5,7 persen pada tahun 2014 dan 6 persen tahun 2015. Konsumsi diperkirakan
tumbuh cukup kuat dan inflasi moderat (asumsi tidak terjadi kenaikan BBM). Pertumbuhan
PMTB diperkirakan sama dengan tahun sebelumnya. Ekspor manufaktur diharapkan dapat
memberikan kontribusi yg cukup baik pada pertumbuhan
2. Bentuk-Bentuk Kesepakatan Perekonomian Antar Negara-Negara Di Dunia
Kerja sama ekonomi antarnegara adalah bentuk kerja sama yang timbul dalam rangka
memenuhi kebutuhan negara-negara anggota. Bentuk-bentuk kerja sama antarnegara sebagai
berikut.

Perdagangan Antarnegara. Perdagangan antarnegara adalah kerja sama yang

melibatkan dua negara atau lebih untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor.
Pertukaran Faktor-Faktor Produksi. Sumber daya produksi setiap negara berbedabeda. Hal ini menyebabkan tidak terpenuhinya faktor produksi yang dibutuhkan.
Untuk mengatasinya, didatangkan faktor-faktor produksi, seperti tenaga kerja, mesin

produksi, peralatan, dan modal dari negara lain.


Kerja Sama Bidang Keuangan. Kerja sama dalam bidang keuangan diakibatkan oleh
hubungan dagang antarnegara dan pembayaran atas pertukaran faktor-faktor produksi.
Misalnya, pengusaha Indonesia ingin mengembangkan usaha, tetapi kekurangan
modal. Pengusaha tersebut dapat meminjam modal dari negara lain.

A. Badan Kerja Sama Ekonomi


a. Badan Kerja Sama Ekonomi Regional
1) ASEAN
Association South of East Asian Nations (ASEAN) adalah organisasi bangsa-bangsa di
kawasan Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok atas
prakarsa Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Pendirian ASEAN
berdasarkan Deklarasi Bangkok. Tujuan utama ASEAN adalah mengadakan kerja sama
dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara anggota ASEAN. Kerja sama ASEAN
bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
2) APEC
Pada bulan November 1989 di Canberra, Australia, kerja sama ini disebut Asia Pasific
Economic Cooperation (APEC) yang mencakup Benua Asia, Australia, Amerika Utara, dan
Amerika Selatan. Tujuannya menjalin kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata;
memperkuat perdagangan multilateral bagi kepentingan Asia Pasifik serta negara-negara lain;
mengurangi hambatan perdagangan antarnegara; serta meningkatkan kualitas sumber daya
manusia guna mendorong pelaksanaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
3) EEC
European Economic Community (EEC) juga disebut Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).
MEE berdiri pada tahun 1957 di Roma, Italia atas kesepakatan beberapa negara Eropa Barat.
Pada bulan Februari 1992 MEE berubah menjadi Uni Eropa (European Union/EU).
b. Badan Kerja Sama Multilateral
1) Bank Dunia

Badan ini berdiri pada tanggal 27 Desember 1945 berdasarkan kesepakatan Konferensi
Bretton Woods dan resmi beroperasi pada tanggal 25 Juni 1946. Pendirian Bank Dunia
memiliki tujuan antara lain membantu perbaikan dan pendanaan pembangunan negara
anggota, mempromosikan investasi swasta asing dengan memberikan jaminan pinjaman yang
berkaitan dengan investasi, serta mempromosikan pinjaman jangka panjang dalam
perdagangan antarnegara dan menyeleksi program penting berkaitan dengan investasi swasta
asing. Dalam menjalankan tugasnya, Bank Dunia memiliki lembaga keuangan sebagai
berikut.
a) IBRD
International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) adalah badan dunia dalam
bidang perbankan untuk pembangunan dan kemajuan negara berkembang. Badan ini berdiri
pada tanggal 27 Desember 1945 dan mulai beroperasi tanggal 6 Juni 1946. IBRD memiliki
tujuan memberikan bantuan dalam jangka panjang dan jangka pendek bagi negara yang
sedang membangun, memberi bantuan teknik secara cuma-cuma, serta meningkatkan
perdagangan internasional.
b) IDA
International Development Association (IDA) atau Asosiasi Pembangunan Internasional
adalah badan dunia yang menangani bidang pembangunan, berdiri pada tanggal 15
September 1960. IDA bertujuan memajukan pembangunan ekonomi, meningkatkan
produktivitas, dan menaikkan standar hidup negara-negara anggota yang kurang maju. IDA
memberikan hibah atau bantuan untuk melaksanakan pembangunan proyek bagi negara
miskin. Misalnya, proyek air bersih, penanggulangan wabah penyakit, dan mengurangi efek
rumah kaca.
c) MIGA
Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) atau Badan Penjamin Investasi
Multilateral adalah badan yang didirikan untuk menjamin investasi modal langsung ke
negara-negara berkembang. Investasi modal memiliki tujuan& mengurangi tingkat
pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara-negara sedang
berkembang. Selain itu, MIGA juga mempromosikan investasi langsung ke negara-negara
yang sedang berkembang.
d) IFC
International Financial Corporation (IFC) adalah badan dunia dalam bidang keuangan yang
memberikan bantuan modal kepada sektor swasta. Badan ini berdiri pada tahun 1956 dengan
tujuan memajukan pembangunan ekonomi negara-negara berkembang melalui pemberian
3

modal guna mendorong pertumbuhan sektor swasta, membantu swasta mengalokasikan dana
di pasar uang dunia, serta menyediakan bantuan teknik dan analisis bagi dunia usaha dan
pemerintah.
e) ICSID
International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) atau Asosiasi
Internasional untuk Penyelesaian Perselisihan Investasi atau Internasional dibentuk pada
tahun 1966. Badan ini bertugas untuk menyelesaikan perselisihan investasi atau penanaman
modal antara pemerintah dan negara asing.
2) ADB
Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia didirikan pada tahun
1966. ADB adalah badan keuangan pembangunan yang memberikan bantuan bagi negaranegara Asia yang sedang membangun. Negara yang menjadi anggota ADB terdiri atas
negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Badan ini berfungsi memberikan pinjaman dan modal
untuk kemajuan ekonomi dan sosial, memberikan bantuan teknik dan jasa konsultan
pembangunan, mendorong investasi swasta dan modal untuk pembangunan, serta merespons
permintaan bantuan dari negara-negara anggota.
3) IDB
Islamic Development Bank (IDB) adalah badan dunia yang memberikan bantuan bagi
pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara Islam atau mayoritas penduduknya Islam.
IDB didirikan pada tanggal 23 April 1975.
4) IMF
International Monetary Fund (IMF) merupakan lembaga keuangan dunia yang menangani
masalah keuangan. Masalah-masalah keuangan yang menjadi wewenang IMF di antaranya
inflasi (kenaikan harga) dan pengangguran yang tinggi, depresiasi (penurunan nilai tukar
mata uang), devaluasi (kenaikan nilai tukar mata uang) akibat persaingan dagang antarnegara,
defisit neraca pembayaran, serta runtuhnya sistem keuangan dan perbankan
5) ECOSOC
Economic and Social Council (ECOSOC) atau Dewan Ekonomi dan Sosial adalah badan
dunia yang mengurusi masalah ekonomi dan sosial. Badan ini pertama kali melakukan
pertemuan pada tanggal 23 Januari 1946 di London. Badan ini bertugas mengoordinasi
pekerjaan ekonomi dan sosial PBB, menampung isu-isu tentang hak asasi manusia, serta
memfasilitasi kerja sama budaya dan pendidikan internasional. Badan ini membawahi badanbadan khusus PBB sebagai berikut.

FAO. Untuk mengurusi masalah pangan dan pertanian, PBB membentuk badan
khusus yang bernama Food Agricultural& Organization (FAO). Badan khusus ini
didirikan pada tanggal 16 Oktober 1945. FAO memiliki tujuan antara lain memajukan
dan meningkatkan kuantitas dan kualitas bahan makanan, mengurangi bahaya

kelaparan, serta mempromosikan kegiatan pembangunan di perdesaan.


ILO. International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Buruh Internasional
adalah badan khusus yang menangani masalah perburuhan. ILO berdiri pada&
tanggal 11 April 1919 yang bertujuan mewujudkan perdamaian dengan terciptanya
keadilan sosial, mendorong peningkatan kesejahteraan buruh, serta menciptakan

kestabilan ekonomi dan sosial.


UNESCO. United Nations Education Scientific and Cultural Organization (UNESCO)

adalah badan khusus yang menangani pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya
WHO. World Health Organization (WHO) adalah badan khusus yang menangani
masalah kesehatan negara-negara di dunia. Badan ini didirikan pada tanggal 7 April
1948.

6) WTO
World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia adalah badan yang
menangani masalah perdagangan antarnegara. Perdagangan antarnegara diatur atas
kesepakatan negara-negara anggota. WTO berdiri pada tanggal 1 Januari 1995 di Geneva,
Swiss. Sistem perdagangan bebas telah ada sejak tahun 1947. Pada tahun 1947 terdapat
aturan tentang tarif dan perdagangan dunia, sering disebut dengan General Agreement on
Tariffs and Trade (GATT). Sejak berdirinya WTO, kesepakatan tentang perdagangan
antarnegara diatur badan tersebut. WTO bertugas menyelesaikan sengketa dagang di antara
negara-negara anggota. Badan ini membuat aturan dalam Understanding on Rules and
Procedures Governing the Settlement of Disputes (DSU). DSU dilengkapi pengadilan
banding bagi negara yang tidak setuju terhadap sanksi yang diberikan atas keputusan WTO.
7) OPEC
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) adalah organisasi negaranegara pengekspor minyak. OPEC berdiri pada tanggal 14 September 1960 di Bagdad, Irak.
Pada tanggal 1 September 1965 sekretariat OPEC pindah ke Vienna,Austria. Organisasi ini
bertujuan mengatur produksi dan pemasaran minyak di negara anggota sehingga
menghindarkan dari persaingan yang tidak sehat, mengusahakan kestabilan harga minyak

mentah dunia, serta mengefisiensikan produksi minyak mentah guna memenuhi kebutuhan
dunia.
3. Peran Penting Kesepakatan Antar Negara Di Indonesia
Peran pertama Indonesia ditunjukkan dengan ikut mendirikan Asean. Selanjutnya
Indonesia diberi kepercayaan sebagai penyelenggara KTT Asean I. KTT ini dilaksanakan di
Bali pada tanggal 23-24 Februari 1976. Salah satu kesepakatan yang dihasilkan KTT Asean I
adalah pembentukan Sekretariat Asean di Jakarta. Adapun yang menjadi Sekretaris Jenderal
(Sekjen) Asean pertama adalah H.R. Dharsono, seorang putra Indonesia. Hal tersebut
memberikan gambaran bahwa negara kita cukup berperan besar dalam Asean. Indonesia juga
berperan dalam menciptakan perdamaian. Indonesia banyak membantu negara-negara
anggota Asean lain yang sedang mengalami konflik. Indonesia pernah menjadi penengah
konflik antara Vietnam dan Kamboja. Konflik ini terjadi karena Vietnam menduduki
Kamboja. Indonesia menjadi penengah kedua belah pihak sejak tahun 1987. Akhirnya, pada
Konferensi Paris untuk Kamboja tahun 1991, Kamboja dan Vietnam menyepakati perjanjian
damai.
Peran penting lainnya adalah saat Indonesia menjadi penengah antara Pemerintah Filipina
dan Moro National Front Liberation (MNLF). Baik Pemerintah Filipina maupun MNLF
sepakat untuk melakukan pertemuan di Indonesia dan membuat perjanjian damai.

Pada KTT Asean ke-9 tanggal 78 Oktober 2003 di Bali, Indonesia mengusulkan
pembentukan Komunitas Asean (Asean Community). Komunitas ini mencakup
bidang keamanan, sosial-kebudayaan, dan ekonomi.

Pada tahun 2004, Indonesia menjadi negara yang memimpin ASEAN. Selama
memimpin, Indonesia menyelenggarakan serangkaian pertemuan. Di antara
pertemuan itu adalah Pertemuan Tingkat Menteri Asean (Asean Ministerial Meeting),
Forum Kawasan Asean (Asean Regional Forum), Pertemuan Kementerian Kawasan
mengenai Penanggulangan berbagai masalah yang terjadi, dan beberapa pertemuan
lainnya.

Menjadi tuan rumah pertemuan khusus pasca Gempa Bumi dan Tsunami pada Januari
2005. Pertemuan ini bertujuan untuk membicarakan tindakan-tindakan mengatasi
bencana Tsunami pada 26 Desember 2004. Negara Asean yang terkena tsunami
adalah Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Pada bulan Agustus 2007 diresmikan Asean Forum 2007 di Jakarta. Forum ini
diselenggarakan

untuk

mendukung

terwujudnya

Komunitas

Asean

2015

diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Asean ke-40.

Pada KTT Asean ke 19 tanggal 17-19 November 2011 Indonesia kembali menjadi
tuan rumah, salah satu catatan penting peran Indonesia dalam Asean adalah
kesepakatan Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara atau Southeast Asia
Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ). Traktat yang sebelumnya sudah disusun di
Bangkok, Thailand akhirnya bisa diratifikasi selama Indonesia menjadi Ketua
ASEAN. Lewat traktat ini, negara-negara anggota berkewajiban untuk tidak
mengembangkan, memproduksi, atapun membeli, mempunyai atau menguasai senjata
nuklir.

4. Sengketa Dagang Antar Negara Melalui Kasus-Kasus Sengketa Dagang


Hukum Dagang Internasional : Sengketa Mobnas Timor di WTO
Kasus WTO dan Indonesia dalam masalah Mobnas (Mobil Nasional) Timur menujukkan
bahwa organisasi Transnasional (dalam hal ini adalah WTO) bisa mempengaruhi kebijakan
pemerintah Indonesia. Awal mula muncul kasus ini karena inisiatif pemerintah Indonesia
dalam mendukung dan ingin meningkatkan industri mobil nasional. Oleh karena itu,
pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan program Mobil Nasional yaitu bisa dilihat
dalam Inpres No.2 tahun 1996 mengenai Program Mobil Nasional bahwa sebagai sebuah
terobosan di sektor otomotif Indonesia. Tujuan Mobnas (Mobil Nasional) adalah sebagai
embrio kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia dalam industri otomotif. Program
Mobnas ini yang menunjuk PT Timor Putra Nasional (TPN) sebagai pelopor yang
memproduksi Mobnas sayangnya Mobnas masih belum dapat memproduksi di dalam negeri,
maka perlu dikeluarkan Keppres No. 42 tahun 1996 yang mengizinkan PT TPN mengimpor
Mobnas yang kemudian diberi merek Timor (baik dalam bentuk jadi atau completely buildup/ CBU dari Korea Selatan.
Hal ini mendatangkan reaksi dari beberapa pihak yaitu Jepang, Amerika Serikat dan
beberapa negara Eropa. Jepang yang paling berusaha keras kerena mempunyai kepentingan
kuat dalam industri otomotifnya yang telah menguasai hampir 90% pangsa mobil Indonesia.
Reaksi lain dari Amerika dan beberapa negara Eropa gelisah karena mereka berencana
menanamkan investasi dalam industri otomotif di Indonesia. Akhirnya terjadi dialog antara
Jepang dan pemerintah Indonesia dan hasilnya dead lock. Kemudian tindakan lanjutan dari
7

Jepang yaitu melalui Wakil Menteri Perdagangan Internasional dan Industrinya menyatakan
bahwa mereka akan membawa masalah ini ke WTO.
Penyebab Timbulnya Kasus Sengketa Mobil Nasional Timor di WTO
Timbulnya sengketa mobil nasional Timor ditandai dengan adanya perkara pengaduan
Jepang ke WTO yang bermula dari keluarnya Inpres Nomor 2 Tahun 1996 tentang program
Mobnas yang menunjuk PT Timor Putra Nusantra (TPN) sebagai pionir yang memproduksi
Mobnas. Karena belum dapat memproduksi di dalam negeri, maka keluarlah Keppres No.
42/1996 yang membolehkan PT TPN mengimpor mobnas yang kemudian diberi merek
Timor, dalam bentuk jadi atau completely build-up(CBU) dari Korea Selatan.
Selain itu, PT TPN diberikan hak istimewa, yaitu bebas pajak barang mewah dan bebas
bea masuk barang impor. Hak itu diberikan kepada PT TPN dengan syarat menggunakan
kandungan lokal hingga 60 persen dalam tiga tahun sejak mobnas pertama dibuat. Namun
bila penggunaan kandungan lokal yang ditentukan secara bertahap yakni 20 persen pada
tahun pertama dan 60 persen pada tahun ketiga tidak terpenuhi, maka PT TPN harus
menanggung beban pajak barang mewah dan bea masuk barang impor. Namun, soal
kandungan lokal ini agaknya diabaikan selama ini, karena Timor masuk ke Indonesia dalam
bentuk jadi dari Korea. Dan tanpa bea masuk apapun, termasuk biaya pelabuhan dan lainnya.
Masalah Mobil Nasional dibawa ke World Trade Organization oleh Jepang untuk
mengajukan keluhan mengenai mobil nasional ke WTO. Subyek dalam kasus mobil nasional
ini adalah PT Timor Putra Nusantara yang berperan memproduksi mobil masional akan tetapi
PT Timor Putra Nusantara belum dapat memproduksi di dalam negeri, maka PT Timor Putra
Nusantara mengimpor mobil nasional dari Korea Selatan dalam bentuk jadi. Dalam kasus ini
yang menjadi obyek sengketa adalah mobil nasional yang menunjuk PT Timor Putra
Nusantra (TPN) sebagai pionir yang memproduksi Mobnas.
Jepang menilai bahwa kebijakan pemerintah tersebut sebagai wujud diskriminasi dan oleh
karena itu melanggar prinsip-prinsip perdagangan bebas. Tuduhan Jepang tersebut terdiri atas
tiga poin yaitu :
1. Adanya perlakuan khusus impor mobil dari KIA Motor Korea yang hanya memberi
keuntungan pada satu negara. Misalnya perlakuan bebas tarif masuk barang impor,
yang melanggar pasal 10 peraturan GATT.
2. Perlakuan bebas pajak atas barang mewah yang diberikan kepada produsen mobnas
selama dua tahun. Ini melanggar pasal 3 ayat 2 peraturan GATT.
3. Menghendaki perimbangan muatan lokal seperti insentif, mengizinkan pembebasan
tarif impor, dan membebaskan pajak barang mewah di bawah program mobnas sesuai
8

dengan pelanggaran dalam pasal 3 ayat 1 GATT, dan pasal 3 kesepakatan


perdagangan multilateral.
Dari beberapa kali pertemuan bilateral tingkat menteri, kesepakatan yang ingin dicapai
bertolak belakang dengan keinginan dan cita-cita masing-masing negara. Maka pada 4
Oktober 1996, Pemerintah Jepang melalui Kementrian Industri dan Perdagangan
Internasional (MITI) resmi mengadukan Indonesia ke WTO yang didasarkan pasal 22 ayat 1
peraturan GATT. Inti dari pengaduan itu, Pemerintah Jepang ingin masalah sengketa
dagangnya dengan Indonesia diselesaikan sesuai dengan kesepakatan perdagangan
multilateral sesuai dengan aturan yang tercantum dalam WTO. Ketika itu, jika dalam tempo
lima-enam bulan setelah pengaduan ke WTO belum dapat diselesaikan, maka Jepang akan
membawanya ke tingkat yang lebih tinggi.
Setelah enam bulan tidak ada penyelesaian sejak Jepang secara resmi mengadukan Indonesia
ke WTO, tampaknya, ancaman Jepang bukan isapan jempol belaka. Jepang membawa
masalah Mobnas ke panel WTO melalui pembentukan dispute settlement body (DSB) atau
sidang bulanan badan penyelesaian sengketa. Dengan terbentuknya DSB, maka Jepang
berharap masalah Mobnas dapat dipecahkan dengan jalan terbaik dan adil. Pembentukan
panel dilakukan oleh DSB, setelah upaya penyelesaian mengalami jalan buntu. Panel yang
beranggotakan 3-5 orang inilah yang akan memeriksa pengaduan dan saksi-saksi. Dan dalam
tempo enam bulan, panel akan mengeluarkan rekomendasi yang akan diserahkan kepada
DSB. Di tangan DSB nanti, keputusan hasil panel akan disahkan satu tahun kemudian.
Namun, Pemerintah Jepang berharap hubungan bilateral kedua negara tidak terganggu.
Dalam hal program mobnas, menyadari keinginan dan cita-cita Indonesia atas program
tersebut. Jepang tidak mengenyampingkan keinginan tersebut, sepanjang tidak melanggar
peraturan GATT dan WTO. Walau pengaduan telah disampaikan ke WTO, Pemerintah Jepang
tetap membuka peluang melalui jalan bilateral untuk menyelesaikan soal krusial ini.
Meskipun, di badan perdagangan dunia itu, masalah mobnas akan terus melekat dalam
agendanya.
5. Bentuk-Bentuk Kerjasama Perdagangan Dan Ekonomi Antar Wilayah Dan
Regional Dimana Indonesia Terlibat Di Dalamnya
Keikutsertaan Indonesia dikancah internasional seringkali mendapatkanapresiasi dari negaranegera sahabat, hal ini dikarenakan Indonesia senatiasa aktif

berkontribusi dilevel

internasional utamanya dalam hal turut serta menciptakan perdamaian dunia. Oleh sebab itu,
9

seringkali Indonesia menduduki posisi-posisi penting dalam organisasi internasional tersebut


dimana Indonesia memiliki andil besar didalamnya:
1. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau yang dalam bahasa inggrisnya disebut United
Nations (UN) merupakan organisasi dilevel internasional yang beranggotakan hampir seluruh
negara-negera yang ada didunia. Organisasi ini bertujuan untuk menjembatani hal-hal yang
menyangkut perdamaian dunia,keamanan internasional, hukum internasional, keadilan sosial,
hak asasi manusia, pengembangan ekonomi dan hal-hal lainnya. Hubungan Indonesia di PBB
mengalami pasang surut, Indonesia pernah aktif menjadi majelis umum, dewan keamanan,
dewanekonomi dan sosial, dewan hak asasi manusia di PBB, selain itu Indonesia juga pernah
mundur dari PBB.
2. Asia Pacific Economic Cooperation
(APEC)Salah satu contoh organisasi internasional yang diikuti Indonesia adalah AsiaPacific
Economic Cooperation (APEC) atau yang berarti kerjasama internasionaldibidang ekonomi
yang beranggotakan beberapa negara diwilayah Asia Pasifik.Organisasi ini didirikan pada
tahun 1989 dan bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta
menjalin hubungan yang lebih baikdidalam komunitas negara-negara dikawasan Asia Pasific.
Indonesia memiliki peran penting didalam APEC karena Indonesia merupakan negara dengan
pertumbuhanekonomi ke-3 terbesar didunia setelah China dan Indonesia, selain itu Indonesia
juga pernah menjadi tuan rumah APEC tahun 1994 di Bogor dan 2013 di Bali
3. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, Indonesia merupakan negaradengan penduduk
muslim terbanyak didunia. Oleh sebab itu bukan sesuatu yang aneh jika Indonesia telah
menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sejak tahun1969. OKI sendiri
merupakan sebuah organisasi internasional yang terdiri dari berbagai negara yang memiliki
perwakilan tetap di PBB. Saat ini organisasi OKI beranggotakan 57 negara dan sebagian dari
negara-negera tersebut bukanlah negara

10

DAFTAR PUSTAKA
Nehen, Ketut. 2012. Perekonomian Indonesia. Denpasar: Udayana University Press.

11